• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUBAHAN SOSIAL (KPM 330)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERUBAHAN SOSIAL (KPM 330)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Koordinator Matakuliah Pengembangan Masyarakat

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor Website: http://skpm.fema.ipb.ac.id/

PERUBAHAN SOSIAL

(KPM 330)

(2)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Sub Pokok Bahasan

1. Evolusi, Neo-Evolusi, Involusi dan Perubahan Sosial

2. Revolusi dan Perubahan Sosial

3. Evolusi, Revolusi, dan Perubahan Sosial

1. Evolusi, Neo-Evolusi, Involusi, dan

Perubahan Sosial

(3)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

August Comte (1798-1857)

Hukum

Tiga Tahap

: Theologis

Metafisik

Positivistik

Theologis :

absolut

(fetichisme

politeisme

monoteisme)

Metafisik :

abstraksi personifikasi

(jiwa, eksistensi, hak

alamiah)

Positivistik

ramalan

(melihat untuk melihat ke depan)

Dari Evolusi ke Perubahan Sosial

Veblen (1857-1919)

Kritik terhadap Sosiologi:

jangan hanya menemukan

hukum-hukum tetapi harus merumuskan rencana tindakan

Penggerak evolusi bukanlah

perjuangan hidup

melainkan

perkembangan teknik

Instinct of workmanship

(perbuatan yang harus dilakukan demi

pemeliharaan kebutuhan material)

Proses Evolusi :

liar yang damai

barbar dan timbul hak

milik

perang dan timbulnya kelas

jaman pengrajin

(4)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Ralph Linton (Abad ke-20)

Neo-Evolusionism

Perubahan dari

unilinear

multilinear

(perubahan atau

perkembangan umum/evolusi universal diikuti dengan

perkembangan-perkembangan spesifik)

Mutasi Teknologi

(penggunaan alat & api

domestikasi

hewan & tanaman

produksi energi & penerapan metode

ilmiah)

Sejajar dengan :

Primitif

Agraris

Industri

Ekologi

Kebudayaan

Pengaruh Ekologi Teknologi Eksploitasi SDA Organisasi Ekonomi Populasi Penduduk Sistem Sosial Politik Inti kebudayaan

Sistem religi Bahasa Kesehatan Ideologi

Non Inti kebudayaan

Geertz, Clifford: Two types of ecosystem. InAgricultural Involution: The Process of Ecological Change in Indonesia. Berkeley, CA: University California Press, 1963: 12-37

(5)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT  Clifford Geertz (1976)

 Anthropogeography vs Possibilism

 Ekologi Kebudayaan (Cultural Ecology)(Julian Steaward)

 Hubungan fungsional antara kebudayaan dan lingkungan (“Holism”)

 Inti Kebudayaan : Teknologi Eksploitasi; Populasi Penduduk; Organisasi Ekonomi; Sistem Sosial Politik

 Ekosistem Ladang vs Ekosistem Sawah Involusi

 Sajogyo (1982) : Modernization without Development in Rural Java

 Teori Modernisasi : “evolusi masyarakat bergerak ke arah masyarakat modern, dan untuk memuluskan proses itu diperlukan pertumbuhan ekonomi yang cukup”

 Pertumbuhan memang bagian dari evolusi, tetapi tidak niscaya memberi sumbangan pada evolusi

 Masyarakat yang mengalami pertumbuhan ekonomi juga dapat berkembang ke arah sebaliknya, yaitu Involusi (Geertz, 1976)

 Tradisi Marxis : “evolusi manusia berlangsung melalui tahap-tahap sejarah yang pasti”

 Perkembangan masyarakat terlihat sebagai lompatan dan lonjakan dengan waktu tempuh berbeda

 Gejolak (kontrapunkt) adalah gerakan sosial (gerakan perempuan, HAM, lingkungan hidup, masyarakat adat yang tidak dapat dipahami dengan konsep baku (demokrasi, sosialisme)

(6)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

2. Revolusi dan Perubahan Sosial

Revolusi

(Konsep yang Elastis)

Perubahan sosial radikal berlangsung dalam jangka waktu relatif pendek dan hampir selalau disertai kekerasan dan pertumpahan darah

Perubahan sosial berlangsung dalam jangka waktu relatif pendek yang tidak disertai kekerasan atau percepatan yang relatif mendadak

Revolusi Perancis Revolusi Industri (Inggris)

 Revolusi “Kebudayaan”  Revolusi Iran

Revolusi Pertanian

Green Revolution

(7)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Tipe-Tipe Revolusi (Tipologi Jonhson) N

o Tipe Orientasi Tujuan

1 Pemberontakan Petani

Pengembalian Orde Tradisional (Orde Ilahi)

Mengusir elit lokal dan nasional yang dianggap menyebabkan keadaan buruk

2 Gerakan Imam Mahdi (Ratu Adil)

Religious (Pandangan dunia dalam alam kepercayaan)

Imam membawa ajaran tentang dunia yang akan datang dan cara-cara menuju kesana. Mencapai kesejahteraan yang diramalkan seperti jaman keemasan lampau atau keemasan baru

3 Pemberontakan Anarkis

Romantik Reaksi terhadap proses modernisasi. Tidak berbeda dengan gerakan Ratu Adil (Hanya beda “bentuk”)

4 Jacobin-Komunis Orde Sosial Melahirkan orde birokrasi yang rasional (Revolusi Perancis dan Rusia)

5 Sekelompok Ideologi Oligarki Pada sektor tertentu mendahului gerakan massa (Nasser Mesir; Castro Cuba

6 Militer Nasionalisme, Marxisme, Xenofobi

Elit Militer memimpin perang gerilya atas dukungan penduduk (Yugoslavia, Vhina, Aljazair, Vietnam)

“Saya merasa amat sulit untuk menemukan hukum universal yang manapun juga mengenai timbulnya revolusi – kecuali beberapa syarat mengenai situasi dan keadaan psikis untuk pecahnya revolusi-revolusi semacam itu. Dan saya hampir tidak melihat kemungkinan untuk menetapkan adanya keteraturan dalam jalannya revolusi, sekali revolusi itu dimulai. Penulis-penulis telah berusaha menguraikan situasi-situasi pra-revolusi dan mencoba menemukan urutan yang stereotipe dari tahap-tahap revolusi. Saya sampai pada kesimpulan, bahwa cara-cara mereka dalam usaha itu, terlalu dangkal dan dalam banyak hal kurang peka dan terlalu simplistik….. Saya juga menganggap tidak begitu penting untuk berusaha menggantikan dugaan-dugaan spekulatif yang dikembangkan oleh penulis itu, serta sedikit banyak sudah dijabarkan dengan konstruksi-konstruksi saya sendiri yang tidak kalah spekulatifnya” (Wertheim, 1976)

(8)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Semua Teori Revolusi baik secara implisit maupun eksplisit

memperhitung adanya faktor-faktor utama :

Ekonomi

Sosial

Politik

Psikologi

“Karena kemajuan industri, maka kaum buruh menjadi semakin miskin. Makin lebarnya jurang kekayaan diantara kaum borjuis dan kaum proletar, mengurangi hak kekuasaan kaum borjuis sebagai kelas yang berkuasa. Makin besarnya jumlah dan kesatuan kaum buruh, menyebabkan merekabkan karena mampu untuk mengadakan perlawanan. Watak revolusioner kaum proletar itu disebabkan karena mereka tidak mempunyai sesuatu milik pribadi dan karena makin kuatnya pandangan, bahwa akan lahir suatu masyarakat baru dimana tidak ada milik pribadi lagi”

(9)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Teori Revolusi Marx baik secara implisit maupun eksplisit

memperhitung adanya faktor-faktor utama :

Ekonomi : perbedaan kesejahteraan dan kesejahteraan buruh

semakin berkurang

Sosial : bangkitnya kesadaran akan nasib yang sama

Politik : hilangnya legitimasi elit yang berkuasa

Psikologi : semakin besarnya ketegangan diantara dunia baru

yang dicita-citakan dengan kenyataan kemiskinan yang

semakin bertambah

“Kemungkinan timbulnya revolusi karena bertambahnya kesejahteraan dan bukan bertambahnya kemiskinan”

Teori Revolusi De Tocqueville

Teori Revolusi Marx vs Teori Revolusi De Tocqueville

Teori Revolusi Davis

(10)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Revolusi timbul dalam situasi, yang mengalami kemerosotan,

sesudah dalam periode yang lama kemakmurannya terus

bertambah, disertai dengan harapan-harapan yang semakin

besar

Pada suatu saat tertentu terbentuklah suatu jurang yang tidak

dapat diterima, yang memisahkan harapan dengan kenyataan

kebutuhan yang sungguh-sungguh dapat dipenuhi

Teori Revolusi Davis

Teori Revolusi Davis

Kebutuhan

Waktu

Perbedaan antara kebu-tuhan dan pemenuhannya yang tak dapat diterima

Perbedaan yang dapat diterima

X

Kebutuhan yang diharapkan dapat dipenuhi Kebutuhan yang sungguh-sungguh dipenuhi

(11)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

 Davis menggabungkan Teori De Tocquville dan Teori Crane Brinton (The Anatomy of Revolution)

 Terjadinya revolusi dalam situasi kalau kemakmuran sedang bertambah besar

 Faktor-faktor :

 Perbedaan kelas dan status yang semakin besar

 Intelegensia yang terasing dari rakyat

 Ketidaktentuan psikologis

 Ketidakbecusan elit yang berkuasa

 Krisis finansial

Teori Revolusi Davis

Moment yang paling menentukan dalam Teori Davis adalah :

terjadinya jurang yang tidak dapat diterima diantara harapan untuk

memenuhi kebutuhan dan kebutuhan yang dapat benar-benar

dipenuhi

Jurang tersebut juga dapat timbul apabila garis kebutuhan yang

benar-benar dapat dipenuhi itu tetap (naik atau horizontal), sedang

harapan-harapannya naik kuat

(12)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Teori Revolusi Davis

Kebutuhan Kebutuhan

Waktu Waktu

0 X 0 X

Penting untuk negara-negara berkembang karena adanya

rising

expectations

di satu pihak dan masalah-masalah kemacetan

pembangunan di lain pihak

Penting peranan elit politik dan reference group untuk menjelaskan

semakin berkurangnya kemakmuran

Ketika terjadi jurang yang tidak dapat diterima, Davis hanya melihat

kemungkinan satu macam reaksi.

(13)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Dalam hal ini Merton telah menyatakan kemungkinan alternatif

reaksi terhadap ketika jurang tersebut terjadi, melalui :

1. Conformity 2. Inovation 3. Ritualism 4. Retreatism 5. Ribellion

Teori Revolusi Davis

1. Kelembagaan politik tidak mampu menyalurkan atau memberi kesempatan kepada golongan-golongan baru untuk berpartisipasi dalam politik dan dalam pemerintahan

2. Ada keinginan pada kekuatan-kekuatan sosial untuk berpartisipasi dan untuk mendapatkan keuntungan simbolik atau material

3. Ada pemimpin yang mampu menggerakkan massa (publik)

(14)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

1.

Model Ledakan

(Revolusi berkobar dari bawah, akibat akumulasi

ketegangan, keluhan, dan ketakpuasan melampaui ambang batas)

2.

Model Persekongkolan

(Ciptaan agitator luar yang mendorong

massa bertindak revolusioner)

3.

Model Katup Pengaman

(Revolusi meledak bila kontrol

pemerintah melemah, tindakan penindasan mengendor, negara

hancur)

4.

Model Kantung Terbuka

(Revolusi meletus bila sumberdaya dan

peluang baru terbuka)

Model Revolusi (Sztompka, 2002)

1. “Tindakan”(Teori Revolusi Modern Sorokin (1925) berdasarkan pengalaman revolusi Rusia: “penindasan”dan“kemerosotan”) 2. “Psikologi”(Teori Revolusi Davis (1962) dan Ted Gurr (1970) :

“kesengsaraan”, “kerugian relatif” dan“sindrom mental”)

3. “Struktural”(Teori Revolusi Theda Skockpol (1979) : “ketegangan struktural”dan“konflik”antarkelas dan antarkelompok)

4. “Politik”(Teori Revolusi Tilly (1978) : “pergeseran keseimbangan”

memperebutkan“hegemoni”untuk mengendalikan negara

(15)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

1. Menimbulkan perubahan dalam cakupan terluas, menyentuh semua tingkat dan dimensi masyarakat: ekonomi, politik, kultur, organisasi sosial,

kehidupan sehari-hari, dan kepribadian manusia

2. Dalam semua bidang tersebut, perubahannya radikal, fundamental, menyentuh inti bangunan dan fungsi sosial

3. Perubahan yang terjadi sangat cepat, tiba-tiba, seperti ledakan dinamit di tengah aliran lambat proses historis

Perbedaan Revolusi dari

Bentuk Perubahan Sosial Lainnya

4. Dengan semua alasan itu, pertunjukan perubahan paling menonjol, waktunya luar biasa cepat dan karena itu mudah diingat

5. Revolusi membangkitkan emosional khusus dan reaksi intelektual pelakunya dan mengalami ledakan mobilisasi massa, antusiasme, kegemparan,

kegirangan, kegembiraan, optimisme, dan harapan; perasaan hebat dan perkasa; keriangan aktivisme dan menggapai makna kehidupan;

melambungkan aspirasi dan pandangan utopia ke masa depan Perbedaan Revolusi dari

(16)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

1. Apa yang menyebabkan revolusi ?

2. Bagaimana mobilisasi kekuatan revolusioner ? 3. Apakah revolusi mengikuti urutan historis ?

4. Mengapa revolusi sering menghasilkan sesuatu yang sama sekali berbeda dari apa yang diinginkan ?

5. Mengapa revolusi tak pernah teramalkan ?

Paradoks Revolusi

1. Kejadian revolusi tergantung pada tindakan yang dilakukan sejumlah individu

2. Untuk memobilisasi dan mengoordinasi tindakan revolusioner memerlukan pemimpin yang kuat

3. Fenomena revolusi merupakan gabungan berbagai proses

4. Bila ada teori yang meramal atau memprediksi tentang revolusi, itu jelas dilakukan oleh teoritisi yang cenderung mempertahankan rezim lama.

(17)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

3. Evolusi, Revolusi, dan Perubahan Sosial

 Park & Burgess (1969) : “Introduction to The Science of Sociology”

 Perubahan jangka pendek dan skala kecil

 Memahami masyarakat tidak dalam pengertian statis tetapi dinamis

masyarakat adalah suatu“proses”

 Ekologi Manusia(Human Ecology) membedakan pelapisan-bawah (substratum) ekologi, yakni“Community”, dan tata moral manusiawi yang khas, yakni “Society”

CommunitydanSocietybukan satuan yang mandiri, melainkan aspek-aspek masyarakat yang dapat dibedakan secara analitis

(18)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

 Park & Burgess (1969) : “Introduction to The Science of Sociology”

 Dalam community (manusia), “persaingan”adalah proses fundamental : pada tingkat lapisan bawah ekologis, “persaingan”ialah suatu bentuk interaksi tanpa kontak sosial

 Community dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dari Society karena proses komunikasi

 Oleh karena itu, semua proses ekologis berlangsung dalam kerangka kelembagaan-kelembagaan yang ada

 Migrasipenyimpangan dalam tatanangerakan massadikoordinasikan

“gerakan publik”(perilaku kolektif) REVOLUSI

 Wertheim (1976)

 Gejala revolusi dalam perspektif evolusi

 Revolusi berbeda dari evolusi karena sifat yang mendadak dan hebatnya perubahan-perubahan sosial

 Evolusi sosial adalah “emansipasi”manusia terhadap kekuatan alam dan penindasan oleh manusia

 Revolusi sebagai gerak masyarakat bersifat “dialektik”:

 Gejolak– Kesinambungan–Perubahan ditelaah dengan Pendekatan Sosiologi Historis

(19)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Wertheim (1976)

Revolusi sebagai gerak masyarakat bersifat

dialektik

:

Gerak masyarakat disebabkan oleh hasrat dan tindakan

emansipatoris (bukan pertentangan kelas)

Menolak pandangan bahwa gerak masyarakat melalui

tahap-tahap tertentu

Kalau terjadi perubahan politik yang fundamental disertai

dengan kekerasan, yang tidak relevan dengan Perspektif

Evolusi, disebut

kontraevolusi

Evolusi adalah

gelombang panjang revolusi

Huntington (1968)

Revolusi pada hakekatnya dalam Perspektif Evolusi

Revolusi paling besar kemungkinan akan terjadi di dalam

masyarakat yang modernisasi dan pertumbuhan politiknya

ketinggalan dibandingkan dengan perkembangan sosial dan

ekonomi

Pada Dunia Ketiga, penting sekali untuk menempatkan gejala

revolusi dalam rangka proses modernisasi (ketidakseimbangan

dalam proses modernisasi dapat menimbulkan revolusi)

(20)

DEPARTEMEN SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT FEMA IPB

BAGIAN SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT

TERIMAKASIH

Pengelola Matakuliah Perubahan Sosial

Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia-Institut Pertanian Bogor

Referensi

Dokumen terkait

Perubahan sosial menurut teori revolusi adalah perubahan sosial budaya berlangsung secara drastic atau cepat yang mengarah pada sendi utama kehidupan masyarakat (termasuk

Teori ini didasarkan kepada beberapa asumsi yaitu terjadi suatu keadaan ketergantungan yang dilihat dari suatu gejala yang sangat umum di negara dunia ketiga, ketergantungan

Karakter teori modernisasi sendiri adalah bahwa perubahan yang terjadi pada suatu Negara dalam mencapai kemandirian ekonomi seharusnya digerakkan dengan mengubah

Dari pemaparan materi diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwasanya perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk-bentuk perubahan sosial yang terjadi sehingga mengakibatkan peran perempuan Toraja tergeser bahkan dihilangkan dari salah

Teori modernisasi dapat dipakai untuk menjelaskan pemikir- an dan gerakan modernisasi (tajdid) yang terjadi di dunia Islam. Modernisasi Islam di Indonesia secara historis tidak

yang terjadi di Sumatera Timur pada Maret 1946.Teori ini dapat digunakan untuk menganalisis arah tindakan pelaku revolusi sebagai aktor politik yang berhasil meletuskan

Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk melihat perubahan aktivitas sosial yang terjadi di Dusun Selemut selama masa pandemi COVID-19 Perubahan aktivitas yang peneliti