• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM ACARA TALKSHOW MATA NAJWA DI METRO TV ARTIKEL ILMIAH MEGA REVIA NPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM ACARA TALKSHOW MATA NAJWA DI METRO TV ARTIKEL ILMIAH MEGA REVIA NPM"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM ACARA TALKSHOW

MATA NAJWA DI METRO TV

ARTIKEL ILMIAH

MEGA REVIA

NPM 11080263

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

(2)
(3)
(4)

ACT TO SAY EXPRESSIVE IN EVENT OF TALKSHOW MATA NAJWA IN METRO TV By

Mega Revia 1, Silvia Marni 2, AsriWahyuni Sari 3 1) Student of STKIP PGRI West Sumatra

2) 3) Lecturer Program Study Education of Ianguage and Art Indonesia STKIP PGRI West Sumatra

ABSTRACT

Expressive speech act is the kind of speech act that states something that is felt by the speakers. speech act that reflects psychological statements and can be a statement of joy, difficulties, joy, hatred, pleasure, or misery. This study aimed to describe the form of expressive speech acts and strategies used in Talkshow speak Mata Najwa on Metro TV. The research is a qualitative descriptive study presented. The results showed that the expressive speech acts can be seen through the pewara speech-speech and speaker in Mata Najwa talkshow on Metro TV. Types of expressive speech acts include thank, congratulate, apologize, blame, praise and condolences. include the strategic speak frankly with no strings attached (BTB), the strategy tells lip positive politeness (BTDBKP), and the strategy tells lip negative politeness (BTDBKN). Why the speech the most common, because it is through speech-speech that was delivered by interviewer and a resource we can draw the conclusion that the strategy tells expressive like to thank and congratulate, we can present a cozy atmosphere, with a speech expressive also make our speaker feel valued and in conducting the interview would be felt mutual respect between the host and the guest speaker.

(5)

TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM ACARA TALKSHOW MATA NAJWA DI METRO TV Oleh

Mega Revia 1, Silvia Marni 2, Asri Wahyuni Sari 3 1) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat

2) 3) Dosen Program StudiPendidikanBahasadanSastra Indonesia STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRAK

Tindak tutur ekspresif adalah jenis tindak tutur yang menyatakan sesuatu yang dirasakan oleh penutur. tindak tutur itu mencerminkan pernyataan-pernyataan psikologis dan dapat berupa pernyataan kegembiraan, kesulitan, kesukaan, kebencian, kesenangan, atau kesengsaraan. Berdasarkan tindak tutur tersebut dilihat strategi bertutur yang digunakan, meliputi strategi bertutur terus terang tanpa basa basi (BTB), strategi bertutur basa basi kesantunan positif (BTDBKP), strategi bertutur basa basi dengan kesantunan negatif (BTDBKN), strategi bertutur samar-samar (BS), dan strategi bertutur dalam hati (BDH). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah acara Talskhow Mata Najwa di Metro TV. Agar penelitian ini dapat dilakukan sistematis dan terarah, dirumuskan rumusan masalah yaitu bagaimana bentuk tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam acara talkshow mata najwa di metro TV, dan juga strategi bertutur dalam acara tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif dan strategi bertutur yang digunakan dalam Talkshow Mata Najwa di Metro TV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dapat dilihat melalui tuturan-tuturan para pewara dan narasumber yang ada di acara Talkshow Mata Najwa di Metro TV. Jenis tindak tutur ekspresif meliputi berterimakasih, memberi selamat, meminta maaf, menyalahkan, memuji, dan berbelasungkawa. melalui tuturan-tuturan yang disampaikan oleh pewara dan narasumber dapat kita ambil kesimpulan bahwa dengan strategi bertutur ekspresif mengucapakan terimakasih dan memberi selamat, kita dapat menghadirkan suasana nyaman, dengan tuturan ekspresif juga membuat lawan bicara kita merasa dihargai, dan didalam melakukan wawancarapun akan terasa saling harga menghargai antara pewara dan narasumber.

(6)

PENDAHULUAN

Bahasa merupakan suatu alat yang digunakan untuk memberikan informasi antara komunikan yang satu dengan yang lain. Dari pernyataan tersebut jelas bahwa dengan bahasa manusia mampu melakukan hal-hal apapun. berinteraksi dengan orang lain, bergaul dengan pihak lain sehingga terbentuklah suatu sistem sosial atau masyarakat. Di dalam bahasa terdapat kajian pragmatik yang merupakan kajian tentang makna bahasa dalam konteks tertentu

Tindak tutur merupakan tindakan yang ditampilkan melalui tuturan–tuturan untuk menyampaikan maksud dan tujuan seseorang kepada orang lain didalam berbagai situasi kehidupan komunikasi antara penutur dan lawan tutur yang mengarah kepada sebuah urutan peristiwa dalam konteks, tindak tutur tersebut yaitu tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Menurut Yule (1996:84) menjelaskan tindak tutur merupakan tindakan yang ditampilkan dengan menghasilkan suatu tuturan mengandung tiga tindakan yang saling berhubunggan yang pertama tindak tutur lokusi, yang merupakan tindakan dasar tuturan atau menghasilkan suatu ungkapan linguistik yang bermakna, yang kedua tindak tutur ilokusi, ditampilkan melalui penekaan komunikatif suatu tuturan, seseorang mungkin menuturkan untuk membuat suatu pernyataan, tawaran, penjelasan atau maksud-maksud komunikatif lainnya, ketiga tindak tutur perlokusi, dengan bergantung pada keadaan bertutur dengan asumsi bahwa pendengar akan mengenali akibat yang akan ditimbulkan. Richard (dalam Syahrul, 2008:31) menjelaskan bahwa kegiatan bertutur adalah suatu tindakan. Jika kegiatan bertutur dianggap sebagai tindakan, berarti dalam setiap kegiatan bertutur terjadi tindak tutur. Syahrul (2008:114) menyatakan ekspresif adalah jenis tindak tutur yang menyatakan sesuatu yang dirasakan penutur. Fungsi ekspresif tersebut ialah mengungkapkan sikap psikologis penutur terhadap keadaan yang tersirat dalam ilokusi, seperti mengungkapkan terima kasih, memberi maaf, menyatakan kegembiraan, memuji, mengungkapkan kesenangan, dan sebagainya.

Talkshow mata najwa adalah sebuah acara yang menyajikan pembahasan suatu permasalah yang sedang diperbincangkan orang banyak, sebuah permasalahan akan dibahas oleh dua sampai tiga orang narasumber. (1) Seorang pembawa acara harus pandai dalam memadu pertanyaan untuk narasumber agar informasi yang didapat lebih banyak. (2) Kesantunan dalam bertutur harus diutamakan agar tidak menyinggung lawan tutur. (3) dan tuturan yang di tuturkan oleh pembawa acara harus jelas dan tepat. Berdasarkan fokus masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah sebagai berikut, Pertama, bagaimanakah tindak tutur ekspresif dalam Talkshow Mata Najwa di Metro TV. Kedua, bagaimanakah strategi bertutur berdasarkan tindak tutur ekspresif yang digunakan dalam Talkshow Mata Najwa di Metro TV.

Berdasarkan perumusan masalah di atas, dapat dirumuskan tujuan penelitian ini sebagai berikut.

Pertama, mendeskripsikan bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan dalamTalkshow Mata Najwa di Metro

TV. Kedua, mendeskripsikan strategi bertutur berdasarkan tindak tutur ekspresif dalam Talkshow Mata Najwa di Metro TV.

(7)

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Menurut Moelong (2010:3) penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi dengan cara mendeskripsikan bentuk kata-kata dan bahasa, pada satu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.

Metode penelian ini yaitu menggunakan metode deskriptif. Nazir (2003:54) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang.

Menurut Moleong (2010:248) analisis data merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganiasasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Dalam penelitian ini akan dilakukan penganalisisan data dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mendeskripsiakan data yang berhubunggan dengan tindak tutur ekspresif. (2) mengklasifikasikan data yang diperoleh, (3) menganalisis data, (4) menginterpresasikan data yang diperoleh dan (5) menyimpulkan data secara keseluruhan dari hasil peneliti

Data penelitian ini adalah tuturan ekspresif pembawa acara dan narasumber dalam acara talkshow

Mata Najwa di Metro TV. Sumber data dalam penelitian ini yaitu rekaman video acara talkshow Mata Najwa di Metro TV pada tanggal 3 Februari 2016 “Sesal Mantan Teroris” narasumber Mahmudi Ariyanto, Taufik Andria,

Ali Imron, Shalahudin, Lukman Hakim Saifudin dan Suut Usman Nasution, yang berdurasi video 57:45 menit. Rekaman ke dua pada tanggal 10 Februari 2016 “Melawan Negara” narasumber Wimanjaya Liotohe, Bambang Wijayanto, Mahfud MD, Hamdani Prayoga, Marten Boiliu dan Andriyani, yang berdurasi 01:08 menit. Rekaman video ketiga pada tanggal 17 Februari 2016“KPK Rasa Baru” narasumber Agus Raharjo, Ibu Basuri Panjaitan, Alex Sander Marwata dan Saut Sitomorang, yang berdurasi 57:47 menit. Dan rekaman keempat bulan februari pada tanggal 24 februari 2016“Cerita Anak Jokowi” narasumber, Kaesang Pangarep, Gibran Rakabumiraka, Ernest Prakasa dan Pak Joko widodo, yang berdurasi 54:55 menit.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil temuan dari penelitian dan telah di analisis pada bab IV, maka dapat disimpulkan penelitian pada tindak tutur ekspresif dalam acara talkshow Mata Najwa di Metro TV terdapat 83 tuturan. Ada lima bentuk tindak tutur ekspresif yang ditemukan pada penelitian ini. Tindak tutur ekspresif berterima kasih sebanyak 29 tuturan, tindak tutur mengucapkan selamat 28 tuturan, tindak tutur meminta maaf sebanyak 3 tuturan, tindak tutur menyalahkan sebanyak 13 tuturan, tindak tutur memuji sebanyak 28 tuturan. Kesimpulannya tindak tutur yang paling banyak ditemukan dari penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif berterima kasih dan tindak tutur ekspresif memberi selamat. Alasan ucapan terima kasih dan memberi selamat yang paling banyak ditemukan karena pewara lebih banyak menggunakan ucapan terima kasih dan ucapan selamat kepada narasumber maupun penonton Mata Najwa. Selain itu, pewara mengucapkan terima kasih karena ungkapan perasaan karena narasumber telah bersedia hadir dan menjawab pertanyaan dari pewara. Berdasarkan tindak tutur yang ditemukan, strategi yang digunakan pada penelitian ini adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa-basi (BTTB) sebanyak 70 tuturan, bertutur terus terang dengan basa-basi kesantunan positif (BTDBKP) sebanyak 10 tuturan, bertutur terus terang dengan basa basi kesantunan negatif (BTDBKN) 9 tuturan. Jadi, berdasarkan ketiga strategi tersebut ditemukan 83 tuturan. Strategi bertutur yang paling banyak ditemukan berdasarkan tindak tutur di atas adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa basi. Berdasarkan dari penelitian yang berjudul tindak tutur ekspresif pada talkshow Mata Najwa di Metro TV dapat simpulkan bahwa tuturan yang digunakan sehari-hari tanpa disadari mengandung tindak tutur khususnya tindak tutur ekspresif. Begitu juga tuturan yang digunakan oleh pewara maupun narasumber pada acara-acara di stasiun televisi. Tuturan yang mereka tuturkan tanpa disadari terdapat macam-macam tindak tutur, salah satunya tindak tutur ekspresif.

(8)

A. Jenis Tindak Tutur Ekspresif Yang Ditemukan Dalam Acara Talkshow Mata Najwa di Metro TV

1. Tindak Tutur Ekspresif

Syahrul (2008:114) menyatakan ekspresif adalah jenis tindak tutur yang menyatakan sesuatu yang dirasakan penutur. Fungsi ekspresif tersebut ialah mengungkapkan sikap psikologis penutur terhadap keadaan yang tersirat dalam ilokusi, seperti mengungkapkan terima kasih, memberi maaf, menyatakan kegembiraan, memuji, mengungkapkan kesenangan, dan sebagainya. Sebagai salah satu jenis tindak tutur, tindak ekspresif tersebut memiliki potensi yang besar dalam merepresentasikan fungsi kesantunan.

Menurut Tarigan (2009:43), tindak tutur ekpresif mempunyai fungsi untuk mengekspresikan, mengungkapkan atau memberitahukan sikap psikologis sang pembicara menuju suatu pernyataan keadaan yang diperkirakan oleh ilokusi, misalnya (1) mengucapkan terima kasih, (2) selamat, (3) memaafkan, (4) mengampuni, (5) menyalahkan, (6) memuji, (7) menyatakan belasungkawa, dan sebagainya.

a. Tindak Tutur Berterima Kasih

Pewara: “Selamat malam Pak Yusuf, terimakasih sudah bersedia hadir

di Mata Najwa pada malam hari ini”. (P1)

Pada (P1) di atas merupakan tuturan disampaikan oleh pewara kepada narasumber yang diundang ke acara talkshowMata Najwa. Acara dibuka dan dimulai oleh pewara dengan menceritakan sekilas tema yang akan dibahas pada hari itu. Selanjutnya Tuturan yang disampaikan oleh pewara ditujukan kepada narasumber. Pewara mengatakan terima kasih karena telah bersedia datang ke acaranya. Tuturan tersebut dapat dikatakan tindak tutur berterima kasih ditandai ucapan pewara kepada narasumber dengan mengucapkan terima kasih.

b. Tindak Tutur Memberi Selamat

Pewara: “Saat ini Ali Imron masih berada ditahanan

Di Polda Metro Jaya, dan kami akan terhubung dengan Ali Imron disana. Selamat malam Pak Ali”. (P1).

Tuturan pada (P1) di atas merupakan tuturan yang disampaikan oleh pewara kepada narasumber yang bersedia diwawancarai tidak secara langsung dengan tatap mungka, hanya dengan menelpon sambil memakai 3G, dan narsumber diwawancarai ditempat yang terpisah, bukan di studio mata Mata Najwa. Pewara memberi ucapan selamat malam kepada narasumber.` Tuturan yang disampaikan pewara kepada narasumber termasuk ke dalam bentuk tindak tutur ekspresif memberi selamat.

c. Tindak Tutur Meminta Maaf

Pewara: “Seberapa banyak? Maaf saya harus tanya,

seberapa banyak mantan narapidana terorisme?(P1).

Tuturan (P1) adalah tuturan yang disampaikan oleh pewara kepada narasumber. pewara meminta maaf terlebih dahulu kepada naarsumber sebelum memberikan pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Pewara meminta maaf karena harus bertanya seperti itu. Tuturan meminta maaf pewara tersebut termasuk ke dalam bentuk tindak tutur ekspresif meminta maaf yang ditandai dengan kalimat “maaf saya harus

tanya”.

d. Tindak Tutur Menyalahkan

Narasumber: “Ada usaha-usaha untuk mengugat

pemerintah tetapi pemerintah yang lalu itu terlalu BBM ” (N2).

Tuturan pada (N2) di atas disampaikan oleh narasumber kepada pewara dalam acara talkshow Mata

Najwa. Pewara menyalahkan pemerintah karna buta dalam masalah yang dihadapan saat sekarang ini. Tindak

(9)

tersebut dapat terlihat pada kalimat “ada usaha-usaha untuk mengugat pemerintah tetapi pemerintah yang lalu

itu terlalu BBM.

e. Tindak Tutur Memuji

Pewara: “Itu, itu luar biasa, bagaimana sampai anda dipilih menjadi ketua RT?”(P1).

Pada (P1) di atas tuturan pewara yang disampaikan kepada narasumber yang dipilih menjadi ketua RT karna dengan kasus yang dialami narasumber, akan tetapi masyarakat masih mau menerima dengan baik ditengan masyarakat bahkan sampai diangkat menjadi ketua RT. Tuturan yang disampaikan oleh pewara kepada narasumber merupakan bentuk tindak tutur ekspresif memuji yang ditandai dengan tuturan “itu luar biasa”. PENUTUP

Berdasarkan temuan penelitian dan pembahasan tentang bentuk tindak tutur ekspresif dalam acara

talkshow Kick Andy di Metro TV dapat disimpulkan bahwa bentuk tindak tutur yang dominan dalam acara talkshow Kick Andy di Metro TV adalah bentuk tindak tutur berterima kasih. Srtategi bertutur terus terang yang

banyak digunakan dalam acara talkshow Kick Andy di Metro TV adalah strategi bertutur terus terang tanpa basa basi (BTTB).

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, adapun saran yang dapat peneliti berikan adalah sebagai berikut. Pertama, diharapkan kepada mahasiswa dapat memperdalam ilmu kajian pragmatik khususnya mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sehingga pragmatik dapat dikaji dalam konteks apapun. Kedua, bagi peneliti selanjutnya dapat menjadi acuan untuk melakukan penelitian yang berkaitan dengan tindak tutur pada kajian pragmatik

KEPUSTAKAAN

Moleong, Lexy J. 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Nazir, Moh. 2011, Metode Penelitian, Bogor: Ghalia Indonesia.

Syahrul. 2008. Pragmatik Kesantunan Berbahasa. Padang: UNP Press. Yule, George. 1996. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Referensi

Dokumen terkait

Melakukan penyiapan bahan pembinaan, pembimbingan, dan fasilitasi pelaksanaan kebijakan teknis, norma, standar, prosedur, kriteria, serta pemantauan dan evaluasi di

PERTAMA : Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Tuban Tahun Anggaran

dibahas tentang temuan atau hasil yang didapatkan dalam analisis STLF pada hari libur secara keseluruhan, hari libur dengan kondisi beban normal, dan hari libur

Tingkat kesenjangan digital yang terjadi masyarakat di kota pekalongan dilihat dari aspek perilaku penggunaan internet berada dalam kategori rendah dengan persentase 60,2 %..

Meskipun kedua indikator tersebut berada di posisi yang paling rendah namun berdasarkan klasifikasi hasil persentase skor motivasi belajar siswa dapat dikatakan

Jika masing-masing atom sukar untuk melepas elektron (memiliki keelektronegatifan yang tinggi) maka atom-atom tersebut cenderung menggunakan elektron secara bersama

Studi arsip penelitian dilakukan dengan mengunjungi lembaga Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan arsip daerah di Banda Aceh. Penelitian ini menunjukkan bahwa uleebalang

Pengaruh misi budaya merantau etnik Bugis terhadap keputusan dan pilihan yang menggambarkan strategi-strategi adaptasi para perantau etnik Bugis untuk mengatasi