LAPORAN PENDAHULUAN LAPORAN PENDAHULUAN
POST OP LAPARATOMY KOLELITIASI POST OP LAPARATOMY KOLELITIASI
A. PENGERTIAN A. PENGERTIAN
Kolelitiasis/koledokolitiasis merupakan adanya batu di kandung empedu, atau pada saluran Kolelitiasis/koledokolitiasis merupakan adanya batu di kandung empedu, atau pada saluran kandung empedu yang
kandung empedu yang pada umumnya komposisi utamanya adalah pada umumnya komposisi utamanya adalah kolesterol. (Wikolesterol. (Williams, 2003)lliams, 2003) Batu empedu merupakan endapan satu atau lebih komponen empedu kolesterol, bilirubin, Batu empedu merupakan endapan satu atau lebih komponen empedu kolesterol, bilirubin, garam empedu, kalsium, protein, asam lemak dan
garam empedu, kalsium, protein, asam lemak dan fosfolipid (ri!e " Wifosfolipid (ri!e " Wilson, 200#).lson, 200#).
Kolelitiasis (kalkuli/kalkulus,batu empedu) merupakan suatu keadaan dimana terdapatnya Kolelitiasis (kalkuli/kalkulus,batu empedu) merupakan suatu keadaan dimana terdapatnya batu
batu empedu empedu di di dalam dalam kandung kandung empedu empedu ($esika ($esika felea) felea) yang yang memiliki memiliki ukuran, ukuran, bentuk bentuk dandan komposisi yang ber$ariasi. Kolelitiasis lebih sering di%umpai pada indi$idu berusia diatas &0 komposisi yang ber$ariasi. Kolelitiasis lebih sering di%umpai pada indi$idu berusia diatas &0 tahun terutama pada 'anita dikarenakan memiliki faktor resiko,yaitu obesitas, usia lan%ut, diet tahun terutama pada 'anita dikarenakan memiliki faktor resiko,yaitu obesitas, usia lan%ut, diet tinggi lemak dan genetik
tinggi lemak dan genetik
B. KLASIFIKASI B. KLASIFIKASI
enurut gambaran makroskopis dan komposisi kimianya, batu empedu di golongkankan enurut gambaran makroskopis dan komposisi kimianya, batu empedu di golongkankan atas 3 (tiga) golongan
atas 3 (tiga) golongan *.
*. Batu Batu koleskolesterolterol. . BerbenBerbentuk tuk o$al, o$al, multimultifokal fokal atauatau mulberrymulberry dan mengandung lebih dari +0 dan mengandung lebih dari +0 kolesterol
kolesterol 2.
2. Batu kaBatu kalsium lsium bilibilirubinarubinan (pigmn (pigmen !oklaen !oklat). Bt). Ber'arner'arna !oklaa !oklat atau t atau !oklat !oklat tua, ltua, lunak, munak, mudahudah dihan!urkan dan mengandung kalsium-bilirubinat sebagai komponen utama.
dihan!urkan dan mengandung kalsium-bilirubinat sebagai komponen utama. 3.
3. Batu Batu pigmen pigmen hitam. hitam. Ber'arna Ber'arna hitam hitam atau atau hitam hitam ke!oklatan, ke!oklatan, tidak tidak berbentuk, berbentuk, seperti seperti bubuk bubuk dandan kaya akan sisa at hitam yang
kaya akan sisa at hitam yang tak terekstraksi.tak terekstraksi.
C. ETIOLOGI C. ETIOLOGI
enyebab yang %elas belum
enyebab yang %elas belum diketahui tetapi beberapa faktor etiologi dapat ddiketahui tetapi beberapa faktor etiologi dapat diidentifikasi iidentifikasi *.
*. BatBatu iu igmegmen. n. enyenyebabebabnya nya belbelum um dikediketahtahui dui dengaengan pan pastisti. . isiisiko ko terterbentbentuknyuknya baa batutu sem
sema!am a!am ini ini semsemakiakin n besbesar ar pada pada paspasien ien sirsirosiosis, s, hemohemolilisissis, , dan dan infinfekseksi i perper!ab!abangaangan n bilbilierier,, dimana terbentuknya bilirubin yang berlebihan.
dimana terbentuknya bilirubin yang berlebihan. Batu ini dapat ter%adi akibat faktor Batu ini dapat ter%adi akibat faktor
•
•
• nfeksnfeksi i salursaluran an empedu. eperti s!heri!empedu. eperti s!heri!hia hia !oli, maka !oli, maka kadar enim kadar enim 4-glu4-glukoronikoronidase yangdase yang berasal
berasal dari dari bakteri bakteri akan akan dihidrolisasi dihidrolisasi men%adi men%adi bilirubin bilirubin bebas bebas dan dan asam asam glukoronat.glukoronat. Kemudian kalsium mengikat blirubun men%adi kalsium bilirubinat yang tidak
Kemudian kalsium mengikat blirubun men%adi kalsium bilirubinat yang tidak larut.larut. 2.
2. Batu Batu KolesKolesterol. terol. ara ara ilmu'ilmu'an an meyakimeyakini ni bah'a bah'a batu batu koleskolesterol terol terbeterbentuk ntuk ketika ketika empeduempedu terlalu %enuh oleh kolesterol, bilirubin berlebihan, atau kurangnya garam empedu, serta ketika terlalu %enuh oleh kolesterol, bilirubin berlebihan, atau kurangnya garam empedu, serta ketika kandung empedu tidak dapat mengosongkan isinya karena suatu alasan tertentu (hipomotilitas kandung empedu tidak dapat mengosongkan isinya karena suatu alasan tertentu (hipomotilitas kandung empedu)
kandung empedu) 3.
3. 5aktor 5aktor 6ain6ain
•
• 1besit1besitas. 1besitas mengurangi pengosonas. 1besitas mengurangi pengosongan kandung gan kandung empedu dan empedu dan garam empedu sehinggagaram empedu sehingga menyebabkan pembentukan batu empedu.
menyebabkan pembentukan batu empedu. •
• ststrogrogen. en. ststrogrogen en sebsebagai agai akiakibat bat kehakehamilmilan, an, pengpenggunagunaan an terterapi api horhormonmone, e, pil pil KB KB akaakann meningkatkan kadar kolesterol dalam empedu dan mengurangi gerakan kandung empedu meningkatkan kadar kolesterol dalam empedu dan mengurangi gerakan kandung empedu sehingga ter%adi pembentukan batu empedu.
sehingga ter%adi pembentukan batu empedu. •
• uku bangsa. uku tertentu mempunyai ke!enderungan untuk menghasilkan kolesterol tinggiuku bangsa. uku tertentu mempunyai ke!enderungan untuk menghasilkan kolesterol tinggi dalam empedu yang menyebabkan pembentukan batu empedu.
dalam empedu yang menyebabkan pembentukan batu empedu. •
• 7enis Kelamin. Wanita antara usia 20-80 tahun dua kali lebih besar kemungkinan mengalami7enis Kelamin. Wanita antara usia 20-80 tahun dua kali lebih besar kemungkinan mengalami batu empedu dibandingkan pria.
batu empedu dibandingkan pria. •
• 9si9sia. a. erereka eka yanyang g berberusiusia a di di ataatas s 80 80 tahtahun un leblebih ih besbesar ar kemkemungkungkinainan n menmengalgalami batuami batu empedu dibandingkan dengan usia lebih muda.
empedu dibandingkan dengan usia lebih muda. •
• 1bat penurun 1bat penurun kolestkolesterol. 1bat erol. 1bat yang mengurangi kadar kolesterol dalam darah yang mengurangi kadar kolesterol dalam darah sebenasebenarnyarnya %ustru
%ustru meningkatkan meningkatkan %umlah %umlah sekresi sekresi kolesterol kolesterol dalam dalam empedu empedu dan dan men%adi men%adi risikorisiko terbentuknya batu empedu
terbentuknya batu empedu •
• :ia:iabetbetes. es. enenderderita ita diadiabetbetes es !en!enderderung ung menmengalgalami ami penpeningingkatkatan an kadkadar ar tritrigligliserserid id yanyangg mempermudah ter%adinya batu empedu
mempermudah ter%adinya batu empedu •
• KehiKehilanlangan gan berberat at badbadan an !ep!epat. at. KehKehilailangan ngan berberat at badabadan n yanyang g !epa!epat t dapadapat t menymenyebabebabkankan pengeluaran lebih banyak kolesterol oleh hati dan menyebabkan pembentukan
pengeluaran lebih banyak kolesterol oleh hati dan menyebabkan pembentukan batu.batu. •
• uasuasa. a. uauasa sa menymenyebabebabkan kan gergerakan akan kandkandung ung empempedu edu lamlambat bat dan dan menymenyebabebabkan kan empeempedudu men%adi pekat sehingga mempermudah ter%adinya batu empedu.
men%adi pekat sehingga mempermudah ter%adinya batu empedu.
E. PATOFISIOLOGI E. PATOFISIOLOGI
tiologi merupakan faktor terpenting dalam pembentukan batu empedu. e%umlah penyelidikan menun%ukkan bah'a hati penderita batu empedu kolesterol menyekresi empedu
yang sangat %enuh dengan kolesterol (ri!e ; " Wilson, 2003).
Batu kandung empedu merupakan gabungan material mirip batu yang terbentuk di dalam kandung empedu. ada keadaan normal, asam empedu, lesitin dan fosfolipid membantu dalam men%aga solubilitas empedu. Bila empedu men%adi bersaturasi tinggi (supersaturated) oleh substansi berpengaruh (kolesterol, kalsium, bilirubin), akan berkristalisasi dan membentuk nidus untuk pembentukan batu. Kristal yang yang terbentuk dalam kandung empedu, kemudian lama-kelamaan kristal tersebut bertambah ukuran, melebur dan membentuk batu. 5aktor predisposisi merupakan pembentukan batu empedu
*. Batu kolesterol
9ntuk terbentuknya batu kolesterol diperlukan 3 faktor utama
a. upersaturasi atau penumpukan kolesterol didalam kantung empedu b. Berkurangnya kemampuan kandung empedu
!. <ukleasi atau pembentukan nidus !epat.
Khusus mengenai nukleasi !epat, sekarang telah terbukti bah'a empedu pasien dengan kolelitiasis mempunyai at yang memper!epat 'aktu nukleasi kolesterol (promotor) sedangkan empedu orang normal mengandung at yang menghalangi ter%adinya nukleasi.
roses degenerasi dan adanya penyakit hati
=
enurunan fungsi hati
=
enyakit gastrointestinal >angguan metabolisme
=
al absorpsi garam empedu ? enurunan sintesis (pembentukan) asam empedu
=
eningkatan sintesis kolesterol
=
iritan pada kandung empedu ? upersaturasi (ke%enuhan) getah empedu oleh kolesterol =
eradangan dalam eningkatan sekresi kolesterol kandung empedu
=
Kemudian kolesterol keluar dari getah empedu enyakit kandung = empedu (kolesistitis) engendapan kolesterol = Batu empedu 2. Batu kalsium bilirunat (pigmen !okelat)
Batu pigmen terdiri dari garam kalsium dan salah satu dari keempat anion ini bilirubinat, karbonat, fosfat dan asam lemak. igmen (bilirubin) pada kondisi normal akan terkon%ugasi dalam empedu. Bilirubin terkon%ugasi karna adanya enim glokuronil tranferase bila bilirubin tak terkon%ugasi diakibatkan karena kurang atau tidak adanya enim glokuronil tranferase tersebut yang akan mengakibatkan presipitasi/pengendapan dari bilirubin tersebut. ni disebabkan karena bilirubin tak terkon%ugasi tidak larut dalam air tapi larut dalam lemak.sehingga lama kelamaan ter%adi pengendapan bilirubin tak terkon%ugasi yang bisa menyebabkan batu empedu tapi ini %arang ter%adi.
igmen (bilirubin) tak terkon%ugasi dalam empedu =
;kibat berkurang atau tidak adanya enim glokuronil tranferase =
=
Berbentuk batu empedu
=
Batu tersebut tidak dapat dilarutkan dan harus dikeluarkan dengan %alan operasi
3. Batu pigmen hitam
Batu pigmen hitam adalah tipe batu yang banyak ditemukan pa-da pasien dengan hemolisis kronik atau sirosis hati. otogenesis terbentuknya batu ini belum %elas. 9mumnya batu pigmen hitam terbentuk dalam kandung empedu dengan empedu yang steril.
Batu kandung empedu dapat berpindah ke dalam duktus koledokus melalui duktus sistikus. :idalam per%alanannya melalui duktus sistikus, batu tersebut dapat menimbulkan sumbatan aliran empedu se!ara parsial ataupun komplit sehingga menimbulkan ge%ala kolik bilier. asase berulang batu empedu melalui duktus sistikus yang sempit dapat menimbulkan
iritasi dan perlukaan sehingga dapat menimbulkan peradangan dinding duktus dan striktur. ;pabila batu berhenti di dalam duktus sistikus dikarenakan diameter batu yang terlalu besar atau pun karena adanya striktur, batu akan tetap berada di sana sebagai batu duktus sistikus
&. Batu !ampuran. Batu !ampuran dapat ter%adi akibat kombinasi antara batu pigmen dan batu kolesterol atau salah satu dari batu dengan beberapa at lain seperti kalsium karbonat, fosfat, dan garam empedu.
F. MANIFESTASI KLINIS
anifestasi yang biasa tampak pada pasien dengan penyakit kolelitiasis antara lain
*. asa nyeri dan kolik bilier. 7ika duktus sistikus tersumbat oleh batu empedu, kandung empedu akan mengalami distensi dan akhirnya infeksi. asien akan menderita panas dan mungkin teraba massa padat pada abdomen. asien dapat mengalami kolik bilier disertai nyeri hebat pada abdomen kuadran kanan atas yang men%alar ke punggung atau bahu kanan @ biasanya disertai dengan mual dan muntah. erangan kolik bilier sema!am ini disebabkan oleh kontraksi kandung empedu yang tidak dapat mengalirkan empedu keluar akibat tersumbatnya saluran oleh batu.
Mekanisme mual an mun!a" 1bstruksi saluran empedu
=
;lir balik !airan empedu ke hepar (bilirubin, garam empedu, kolesterol) =
roses peradangan disekitar hepatobiliar =
engeluaran enim-enim >1A dan >A =
eningkatan >1A dan >A =
Bersifat iritatif di saluran !erna =
erangsang ner$us $agal (<. Cagus) =
enekan rangsangan sistem saraf parasimpatis enurunan peristaltik sistem ;kumulasi gas usus pen!ernaan (usus dan lambung) di sistem pen!ernaan
= =
akanan tertahan di lambung asa penuh dengan gas = =
eningkatan rasa mual Kembung =
engaktifan pusat muntah (medula oblongata) =
engaktifan saraf kranialis ke 'a%ah, kerongkongan, serta neuron-neuron motorik spinalis
ke otot-otot abdomen dan diafragma =
2. ktrerus akibat tersumbatnya duktus koledokus. 1bstruksi pengaliran getah empedu ke dalam duodenum menyebabkan getah empedu yang tidak lagi diba'a ke dalam duodenum akan diserap oleh darah dan penyerapan empedu ini membuat kulit dan membran mukosa ber'arna kuning. 3. erubahan 'arna urin dan feses. kskresi pigmen empedu oleh gin%al akan membuat urin
ber'arna gelap. 5eses yang tidak lagi di'arnai oleh pigmen empedu akan tampak kelabu.
&. :efisiensi $itamin. 1bstruksi aliran empedu mengganggu absorpsi $itamin ;, :, , dan K yang larut dalam lemak.
#. anifestasi klinis post laparatomy
anifestasi yang biasa timbul pada pasien post laparatomy diantaranya a. <yeri tekan pada area sekitar insisi pembedahan
b. :apat ter%adi peningkatan respirasi, tekanan darah, dan nadi. !. Kelemahan
d. ual, muntah, anoreksia e. Konstipasi
G. KOMPLIKASI
*. Komplikasi yang umumnya ter%adi a. 1bstruksi duktus sistikus
b. Kolik bilier !. Kolesistitis akut d. erikolesistitis
e. eradangan pankreas (pankreatitis)-angga f. erforasi
g. Kolesistitis kronis
h. Didrop kandung empedu i. mpiema kandung empedu %. 5istel kolesistoenterik
k. Batu empedu sekunder (ada 2-8 penderita, saluran men!iut kembali dan batu empedu mun!ul lagi) angga
l. leus batu empedu (gallstone ileus)
2. Komplikasi post op laparatomi kolelitiasis a. erdarahan
b. nfeksi
!. Kerusakan organ internal d. ;dhesi organ $iseral
H. DIAGNOSIS *. ;namnesis
etengah sampai duapertiga penderita kolelitiasis adalah asimtomatis. Keluhan yang mungkin timbul adalah dispepsia yang kadang disertai intoleran terhadap makanan berlemak.
ada yang simtomatis, asien biasanya datang dengan keluhan utama berupa nyeri di daerah epigastrium atau nyeri/kolik pada perut kanan atas atau perikondrium yang mungkin berlangsung lebih dari *# menit, dan kadang beberapa %am. Aimbulnya nyeri kebanyakan perlahan-lahan tetapi pada 30 kasus timbul tiba-tiba. Kadang pasien dating dengan mata dan tubuh men%adi kuning, badan gatal-gatal, ken!ing ber'arna seperti teh, tin%a ber'arna seperti dempul dan enyebaran nyeri pada punggung bagian tengah, skapula, atau ke pun!ak bahu, disertai mual dan muntah. 6ebih kurang seperempat penderita melaporkan bah'a nyeri berkurang setelah menggunakan antasida. Kalau ter%adi kolelitiasis, keluhan nyeri menetap dan bertambah pada 'aktu menarik nafas dalam. Dal-hal yang perlu ditanyakan lebih lan%ut kepada pasien adalah - per%alanan penyakit akut/kronis
- ri'ayat keluarga
- nyeri atau tidak@ ikterus tanpa nyeri biasanya disebabkan karena keganansan - ri'ayat minum obat sebelumnya
- kelainan gastrointestinal, seperti nyeri epigastrium, mual, muntah - demam, nafsu makan menurun@ lebih !enderung ke hepatitis - anemia ada atau tidak
*. emeriksaan 5isik
asien dengan stadium litogenik atau batu asimptomatik tidak memiliki kelainan dalam pemeriksaan fisis. elama serangan kolik bilier, terutama pada saat kolesistitis akut, pasien akan mengalami nyeri palpasi / nyeri tekan dengan punktum maksimum didaerah letak anatomis kandung empedu. :iketahui dengan adanya tanda urphy positif apabila nyeri tekan bertambah se'aktu penderita menarik nafas pan%ang karena kandung empedu yang meradang tersentuh u%ung %ari tangan pemeriksa dan pasien berhenti menarik nafas. i'ayat ikterik maupun ikterik !utaneus dan sklera dan bisa teraba hepar
I. PEMERIKSAAN PENUN#ANG
<ilai hasil pemeriksaan laboratorium (dalam buku patofisiologi $ol *) *. 9%i eksresi empedu
5ungsinya mengukur kemampuan hati untuk mengon%ugasi dan mengekresikan pigmen.
- Bilirubin direk (terkon%ugasi) merupakan bilirubin yang telah diambil oleh sel-sel hati dan larut dalam air.akna klinisnya mengukur kemampuan hati untuk mengon%ugasi dan mengekresi pigmen empedu. Bilirubin ini akan meningkat bila ter%adi gangguan eksresi bilirubin
terkon%ugasi.
- Bilirubin indirek (tidak terkon%ugasi) merupakan bilirubin yang larut dalam lemak dan akan meningkat pada keadaan hemolitik (lisis darah).
<ilai normal 0,2-0,+ mg/dl
- Bilirubin serum total merupakan bilirubin serum direk dan total meningkat pada penyakit hepatoselular
<ilai normal 0,3-*,0 mg/dl
- Bilirubin urin / bilirubinia merupakan bilirubin terkon%ugasi dieksresi dalam urin bila kadarnya meningkat dalam serum, mengesankan adanya obstruksi pada sel hatiatau saluran empedu. 9rin ber'arna !oklat bila diko!ok timbul busa ber'arna kuning.
<ilai normal 0 (nol) 2. 9%i enim serum
;sparte aminotransferase (;A / >1A ) dan alanin aminotransferase (;6A / >A) merupakan enim intrasel yang terutama berada di %antung, hati, dan %aringan skelet yang dilepaskan dari %aringan yang rusak (seperti nekrosis atau ter%adi perubahan permeabilitas sel dan akan meningkat pada kerusakan hati. <ilai normal ;A / >1A dan ;6A / >A #-3# unit/ml. ;lkaline posfatase dibentuk dalam hati dan dieksresikan ke dalam empedu, kadarnya akan meningkat %ika ter%adi obstuksi biliaris. <ilai normalnya 30-*20 9/6 atau 2-& unit/dl.
3. Radiologi emeriksaan 9> telah menggantikan kolesistografi oral sebagai prosedur diagnostik pilihan karena pemeriksaan ini dapat dilakukan dengan !epat dan akurat, dan dapat digunakan pada penderita disfungsi hati dan ikterus. :isamping itu, pemeriksaan 9> tidak membuat pasien terpa%an radiasi inisasi. rosedur ini akan memberikan hasil yang paling akurat %ika pasien sudah berpuasa pada malam harinya sehingga kandung empedunya berada dalam
keadan distensi. enggunaan ultra sound berdasarkan pada gelombang suara yang dipantulkan kembali. emeriksan 9> dapat mendeteksi kalkuli dalam kandung empedu atau duktus koleduktus yang mengalami dilatasi.
&. Radiografi: Kolesistografi Kolesistografi digunakan bila 9> tidak tersedia atau bila hasil 9> meragukan. Kolangiografi oral dapat dilakukan untuk mendeteksi batu empedu dan mengka%i kemampuan kandung empedu untuk melakukan pengisian, memekatkan isinya, berkontraksi serta mengosongkan isinya. 1ral kolesistografi tidak digunakan bila pasien %aundi!e
karena li$er tidak dapat menghantarkan media kontras ke kandung empedu yang mengalami obstruksiSonogramonogram dapat mendeteksi batu dan menentukan apakah dinding kandung empedu telah menebal.
#. ERCP (Endoscopic Retrograde Colangiopancreatografi)emeriksaan ini memungkinkan $isualisasi struktur se!ara langsung yang hanya dapat dilihat pada saat laparatomi. emeriksaan
ini meliputi insersi endoskop serat optik yang fleksibel ke dalam esofagus hingga men!apai duodenum pars desendens. ebuah kanula dimasukan ke dalam duktus koleduktus serta duktus pankreatikus, kemudian bahan kontras disuntikan ke dalam duktus tersebut untuk menentukan keberadaan batu di duktus dan memungkinkan $isualisassi serta e$aluasi per!abangan bilier. emeriksaan darah
- Kenaikan serum kolesterol - Kenaikan fosfolipid
- enurunan ester kolesterol
- Kenaikan protrombin serum time - Kenaikan bilirubin total, transaminase - enurunan urobilirubin
- eningkatan sel darah putih
- eningkatan serum amilase, bila pankreas terlibat atau bila ada batu di duktus utam;
#. PENATALAKSANAAN
enatalaksanaan pasien kolelitiasis dapat dilakukan dengan inter$ensi bedah dan non bedah.
*. <on Bedah
a. enatalaksanaan pendukung dan diit
- en!apai perbaikan dengan istirahat, !airan C, penghisapan nasogastrik, analgesik, dan antibiotik
- :iit segera setelah serangan biasanya !airan rendah lemak. b. 5armakoterapi
- ;nalgesik seperti meperidin mungkin dibutuhkan @ hindari penggunaan morfin karena dapat meningkatkan spasme sfingter 1ddi
- ;sam senodeoksikolik (!henodiol) adalah efektif dalam menghan!urkan batu kolesterol utama - Aindak lan%ut %angka pan%ang dan pemantauan enim-enim hepar harus dilakukan.
2. 6itotripsi
a. 6itotripsi syok gelombang ekstrakorporeal Ke%utan gelombang berulang yang diarahkan pada batu empedu yang terletak di dalam kandung empedu atau duktus empedu komunis untuk
meme!ahkan batu empedu.
b. 6itotripsi syok gelombang intrakorporeal batu dapat dipe!ahkan dengan ultrasound, tembakan laser, atau litotripsi hidrolik yang dipasang melalui endoskopi yang diarahkan pada batu empedu. 3. Bedah
a. Koleksistektomi kandung empedu diangkat setelah ligasi duktus sistikus dan arteri sistikus. b. inikoleksistektomi kandung empedu diangkat melalui insisi & !m
!. Koleksistektomi laparoskopi dilakukan melalui insisi ke!il atau pungsi yang dibuat melalui dinding abdomen dalam umbili!us.
d. Koledokostomi insisi dilakukan pada duktus koledokus untuk mengeluarkan batu.
e. Kolesistostomi Kandung empedu dibuka melalui pembedahan, batu serta getah empedu atau !airan drainase yang purulen dikeluarkan.
&. 6aparatomy a. engertian
6aparatomy disebut %uga laparatomy eksplorasi adalah suatu pembedahan pada rongga abdomen yang dilakukan untuk memeriksa nyeri pada abdomen yang belum diketahui penyebabnya atau pada trauma abdomen dan perlu didiagnosa.
b. Au%uan
rosedur ini dapat direkomendasikan pada pasien yang mengalami nyeri abdomen yang tidak diketahui penyebabnya atau pasien yang mengalami trauma abdomen. 6aparatomy eksplorasi digunakan untuk mengetahui sumber nyeri atau akibat trauma dan perbaikan bila diindikasikan. !. ndikasi
ndikasi dilakukannya laparotomy diantaranya yaitu
• Kanker pada organ abdomen (seperti pada o$arium, kolon, pan!reas, atau hati) • eritonitis appendi!itis
• Kolelitiasis, kolesistitis
• ankreatitis akut atau kronik
• ;bses retroperitoneal, abdominal, atau pel$is (kantong/ben%olan yang infeksi) • :i$ertikulitis (inflamasi kantong usus)
• ;dhesi (perlengketan %aringan pada abdomen) • erforasi usus
• Kehamilan ektopik (kehamilan di luar uterus) • erdarahan internal
• Arauma abdomen
d. era'atan post operasi se!ara umum antara lain • emantau tanda-tanda $ital
• empertahankan $olume sirkulasi adekuat
• emantau keadaan luka terhadap tanda-tanda infeksi (kemerahan, nyeri sekitar insisi, bengkak), dan keadaan drainase
• elakukan pera'atan luka se!ara rutin • eredakan rasa nyeri
• emperbaiki status nutrisi se!ara bertahap
KONSEP KEPERA$ATAN
A. PENGKA#IAN KEPERA$ATAN
engka%ian kepera'atan pada klien post laparatomy meliputi *. Biodata
• dentitas klien
• eliputi nama, umur, %enis kelamin, agama, pendidikan, peker%aan, alamat, nomor register, tanggal masuk rumah sakit, tanggal pengka%ian, diagnosa medis, tindakan medis. • dentitas enanggung %a'ab
• eliputi nama, umur, %enis kelamin, agama, pendidikan, peker%aan, alamat, hubungan dengan klien, sumber biaya.
2. 6ingkup asalah Kepera'atan
Keluhan utama klien dengan post laparatomy ditemukan adanya keluhan nyeri pada luka post operasi, mual, muntah, distensi abdomen, badan terasa lemas.
3. i'ayat Kesehatan
• i'ayat Kesehatan ekarang
i'ayat kesehatan sekarang ditemukan pada saat pengka%ian yang di%abarkan dari keluhan utama dengan menggunakan teknik EA, yaitu
(ro$okatif atau aliatif), hal-hal apa yang menyebabkan ge%ala dan apa sa%a yang dapat mengurangi atau memperberatnya. Biasanya klien mengeluh nyeri pada daerah luka post operasi. <yeri bertambah bila klien bergerak atau batuk dan nyeri berkurang bila klien tidak banyak bergerak atau beristirahat dan setelah diberi obat.
E (Euality dan Euantity), yaitu bagaimana ge%ala dirasakan nampak atau terdengar, den se%auh mana klien merasakan keluhan utamanya. <yeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk dengan skala F # (0-*0) dan biasanya membuat klien kesulitan untuk berakti$itas.
(egional/area radiasi), yaitu dimana terasa ge%ala, apakah menyebarG <yeri dirasakan di area luka post operasi, dapat men%alar ke seluruh daerah abdomen. (e$erity), yaitu identitas dari keluhan utama apakah sampai mengganggu
akti$itas atau tidak. Biasanya akti$itas klien terganggu karena kelemahan dan keterbatasan gerak akibat nyeri luka post operasi.
A (Aiming), yaitu kapan mulai mun!ulnya serangan nyeri dan berapa lama nyeri itu hilang selama periode akut. <yeri dapat hilang timbul maupun menetap sepan%ang hari.
b. i'ayat Kesehatan :ahulu
Ka%i apakah klien pernah menderita penyakit sebelumnya dan kapan ter%adi. Biasanya klien memiliki ri'ayat penyakit gastrointestinal.
!. i'ayat kesehatan Keluarga
Ka%i apakah ada anggota keluarga yang memiliki penyakit serupa dengan klien, penyakit turunan maupun penyakit kronis. ungkin ada anggota keluarga yang memiliki ri'ayat penyakit gastrointestinal.
d. i'ayat sikologi
Biasanya klien mengalami perubahan emosi sebagai dampak dari tindakan pembedahan seperti !emas.
e. i'ayat osial
Ka%i hubungan klien dengan keluarga, klien lain, dan tenaga kesehatan. Biasanya klien tetap dapat berhubungan baik dengan lingkungan sekitar.
f. i'ayat piritual
andangan klien terhadap penyakitnya, dorongan semangat dan keyakinan klien akan kesembuhannya dan se!ara umum klien berdoa untuk kesembuhannya. Biasanya akti$itas ibadah klien terganggu karena keterbatasan akti$itas akibat kelemahan dan nyeri luka post operasi.
g. Kebiasaan sehari-hari
erbandingan kebiasaan di rumah dan di rumah sakit, apakah ter%adi gangguan atau tidak. Kebiasaan sehari-hari yang perlu dika%i meliputi makan, minum, eliminasi Buang ;ir Besar (B;B) dan Buang ;ir Ke!il (B;K), istirahat tidur, personal hygiene, dan ketergantungan. Biasanya klien kesulitan melakukan akti$itas, seperti makan dan minum mengalami penurunan, istirahat tidur sering terganggu, B;B dan B;K mengalami penurunan, personal hygiene kurang terpenuhi.
&. emeriksaan 5isik
a. Keadaan umum Kesadaran dapat !ompos mentis sampai koma tergantung beratnya kondisi penyakit yang dialami, tanda-tanda $ital biasanya normal ke!uali bila ada komplikasi lebih
lan%ut, badan tampak lemas.
b. istem ernapasan Aer%adi perubahan pola dan frekuensi pernapasan men%adi lebih !epat akibat nyeri, penurunan ekspansi paru.
!. istem Kardio$askuler ungkin ditemukan adanya perdarahan sampai syok, tanda-tanda kelemahan, kelelahan yang ditandai dengan pu!at, mukosa bibir kering dan pe!ah-pe!ah, tekanan darah dan nadi meningkat.
d. istem en!ernaan ungkin ditemukan adanya mual, muntah, perut kembung, penurunan bising usus karena puasa, penurunan berat badan, dan konstipasi.
e. istem erkemihan 7umlah output urin mungkin sedikit karena kehilangan !airan tubuh saat operasi atau karena adanya muntah. Biasanya terpasang kateter.
f. istem ersarafan :ika%i tingkat kesadaran dengan menggunakan >H dan dika%i semua fungsi ner$us kranialis. Biasanya tidak ada kelainan pada sistem persarafan.
g. istem englihatan :iperiksa kesimetrisan kedua mata, ada tidaknya sekret/lesi, reflek pupil terhadap !ahaya, $isus (keta%aman penglihatan). Biasanya tidak ada tanda-tanda penurunan pada sistem penglihatan.
h. istem endengaran ;mati keadaan telinga, kesimetrisan, ada tidaknya sekret/lesi, ada tidaknya nyeri tekan, u%i kemampuan pendengaran dengan tes inne, Webber, dan !h'aba!h. Biasanya tidak ada keluhan pada sistem pendengaran.
i. istem uskuloskeletal Biasanya ditemukan kelemahan dan keterbatasan gerak akibat nyeri. %. istem ntegumen ;danya luka operasi pada abdomen. ungkin turgor kulit menurun akibat
kurangnya $olume !airan.
k. istem endokrin :ika%i ri'ayat dan ge%ala-ge%ala yang berhubungan dengan penyakit endokrin, periksa ada tidaknya pembesaran tiroid dan kelen%ar getah bening. Biasanya tidak ada keluhan pada sistem endokrin.
#. :ata enun%ang
emeriksaan laboratorium
a. lektrolit dapat ditemukan adanya penurunan kadar elektrolit akibat kehilangan !airan berlebihan
b. Demoglobin dapat menurun akibat kehilangan darah !. 6eukosit dapat meningkat %ika ter%adi infeksi
8. Aerapi Biasanya klien post laparotomy mendapatkan terapi analgetik untuk mengurangi nyeri, antibiotik sebagai anti mikroba, dan antiemetik untuk mengurangi rasa meal.
B. DIAGNOSA KEPERA$ATAN
*. <yeri (akut) berhubungan dengan insisi bedah, distensi abdomen, batuk, mual muntah, adanya selang <asogastrik.
2. isiko tinggi terhadap kekurangan $olume !airan berhubungan dengan kehilangan berlebihan melalui muntah, diare, penghisap <asogastrik/ intestinal.
3. ntoleran akti$itas berhubungan dengan nyeri post operasi, kelemahan sekunder terhadap pembedahan.
&. isiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan prosedur in$asif adanya luka insisi pembedahan dengan kemungkinan kontaminasi.
#. isiko tinggi terhadap perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan men!erna makanan atau mengabsorpsi, status puasa.
8. Kerusakan integritas kulit/%aringan berhubungan dengan insisi bedah.
+. Konstipasi berhubungan dengan efek-efek anestesi, manipulasi pembedahan, ketidakaktifan fisik, immobilisasi.
I. Kurang pera'atan diri (uraikan) berhubungan dengan kelemahan, kehilangan mobilitas
J. Kurang pengetahuan mengenai kondisi, prognosis, dam kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpapar informasi, kesalahan interpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi.
B. INTER%ENSI KEPERA$ATAN
Dia&n'sa Ke(e)a*a!an+ Masala" K'la,')asi
Ren-ana ke(e)a*a!an
Tuuan an K)i!e)ia Hasil In!e)/ensi Be)si"an #alan Na0as !iak
e0ek!i0 berhubungan dengan sekresi tertahan, banyaknya mukus, adanya %alan nafas buatan, sekresi bronkus, adanya eksudat di al$eolus, adanya benda asing di %alan nafas.
-etelah dilakukan tindakan kepera'atan selama 32& %am
pasien menun%ukkan
keefektifan %alan nafas dibuktikan dengan kriteria hasil
• endemonstrasikan batuk efektif dan suara
nafas yang bersih, tidak ada sianosis dan dyspneu (mampu mengeluarkan sputum, bernafas dengan mudah, tidak ada
• astikan kebutuhan oral / tra!heal su!tioning.
• Berikan 12 l/mnt, metode
• ;n%urkan pasien untuk istirahat dan napas dalam • osisikan pasien untuk
memaksimalkan $entilasi • 6akukan fisioterapi dada
%ika perlu
• Keluarkan sekret dengan batuk atau su!tion
pursed lips)
• enun%ukkan %alan nafas yang paten (klien tidak merasa ter!ekik, irama nafas, frekuensi pernafasan dalam rentang normal, tidak ada suara nafas abnormal)
• ampu
mengidentifikasikan dan men!egah faktor yang penyebab.
• aturasi 12 dalam batas normal
$
adanya suara tambahan • Berikan bronkodilator
• onitor status
hemodinamik
• Berikan pelembab udara Kassa basah <aHl 6embab • Berikan antibiotik
• ;tur intake untuk !airan mengoptimalkan
keseimbangan.
• onitor respirasi dan status 12
• ertahankan hidrasi yang
adekuat untuk mengen!erkan sekret Diagnosa Keperawatan/ Masalah Kolaborasi Rencana keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
N1e)i
aku! berhubungan dengan
;gen in%uri fisik
etelah dilakukan tinfakan kepera'atan selama .asien tidak mengalami nyeri, dengan kriteria hasil
ampu mengontrol nyeri (tahu penyebab nyeri, mampu menggunakan tehnik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, men!ari bantuan)
elaporkan bah'a nyeri
berkurang dengan
menggunakan mana%emen nyeri
ampu mengenali nyeri (skala, intensitas, frekuensi dan tanda nyeri)
NIC 2
6akukan pengka%ian nyeri se!ara komprehensif termasuk lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presipitasi
1bser$asi reaksi non$erbal dari ketidaknyamanan
Bantu pasien dan keluarga untuk men!ari dan menemukan dukungan
Kontrol lingkungan yang dapat mempengaruhi nyeri seperti suhu ruangan, pen!ahayaan dan kebisingan
Kurangi faktor presipitasi nyeri
enyatakan rasa nyamansetelah nyeri berkurang
Aanda $ital dalam rentang normal
Aidak mengalami gangguan tidur
inter$ensi
;%arkan tentang teknik non farmakologi napas dala, relaksasi, distraksi, kompres hangat/ dingin
Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri ...
Aingkatkan istirahat
Berikan informasi tentang nyeri seperti penyebab nyeri, berapa lama nyeri akan berkurang dan antisipasi ketidaknyamanan dari prosedur
onitor $ital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik pertama kali
Dia&n'sa Ke(e)a*a!an+ Masala" K'la,')asi
Ren-ana ke(e)a*a!an
De0isi! %'lume Cai)an Berhubungan dengan - Kehilangan $olume !airan se!ara aktif
-etelah dilakukan tindakan kepera'atan selama..defisit $olume !airan teratasi dengan kriteria hasil
$ empertahankan urine output sesuai dengan usia dan BB, B7 urine normal,
$ Aekanan darah, nadi, suhu tubuh dalam batas normal
$ Aidak ada tanda tanda dehidrasi, lastisitas turgor kulit baik, membran mukosa lembab, tidak ada rasa haus yang berlebihan $ 1rientasi terhadap 'aktu dan
tempat baik
$ 7umlah dan irama pernapasan dalam batas normal
$ lektrolit, Db, Dmt dalam batas normal
$ pD urin dalam batas normal $ ntake oral dan intra$ena
adekuat
ertahankan !atatan intake dan output yang akurat
onitor status hidrasi ( kelembaban membran mukosa, nadi adekuat, tekanan darah ortostatik ), %ika diperlukan
onitor hasil lab yang sesuai dengan retensi !airan (B9< , Dmt , osmolalitas urin, albumin, total protein )
onitor $ital sign setiap *#menit L * %am Kolaborasi pemberian !airan C
onitor status nutrisi Berikan !airan oral
Berikan penggantian nasogatrik sesuai output (#0 L *00!!/%am)
:orong keluarga untuk membantu pasien makan
Kolaborasi dokter %ika tanda !airan berlebih mun!ul meburuk
;tur kemungkinan tranfusi ersiapan untuk tranfusi asang kateter %ika perlu
onitor intake dan urin output setiap I %am
:;><1; K;W;A;<
A979;< :;< KA; D;6
K9;K;< <A>A; K96A
5aktor mekanik
etelah dilakukan tindakan kepera'atan selama ...M2& %am integritas %aringan kulit dan mukosa normal dengan indikator
temperatur %aringan dalam
rentang yang diharapkan
elastisitas dalam rentang
yang diharapkan
hidrasi dalam rentang yang
diharapkan
pigmentasi dalam rentang
yang diharapkan
'arna dalam rentang yang
diharapkan
tektur dalam rentang yang
diharapkan
bebas dari lesi
kulit utuh
<>;W;;< K96A
nspeksi kondisi luka operasi
1bser$asi ekstremitas untuk 'arna, panas,
keringat, nadi, tekstur, edema, dan luka
nspeksi kulit dan membran mukosa untuk
kemerahan, panas, drainase
onitor kulit pada area kemerahan
onitor penyebab tekanan
onitor adanya infeksi
onitor kulit adanya rashes dan abrasi
onitor 'arna kulit
onitor temperatur kulit
Hatat perubahan kulit dan membran
mukosa
onitor kulit di area kemerahan
;<;7< AK;<;<
Aempatkan pasien pada terapeuti! bed
le$asi ekstremitas yang terluka
onitor status nutrisi pasien
onitor sumber tekanan
onitor mobilitas dan akti$itas pasien
obilisasi pasien minimal setiap 2 %am
Ba!k rup
;%arkan pasien untuk menggunakan
pakaian yang longgar
Dia&n'sa Ke(e)a*a!an+
Masala" K'la,')asi
Ren-ana ke(e)a*a!an
Tuuan an K)i!e)ia Hasil In!e)/ensi
Risik' in0eksi etelah dilakukan tindakan kepera'atan selama pasien tidak mengalami infeksi dengan kriteria hasil Klien bebas dari tanda dan
ge%ala infeksi
enun%ukkan kemampuan untuk men!egah timbulnya infeksi
7umlah leukosit dalam batas normal
enun%ukkan perilaku hidup sehat
tatus imun, gastrointestinal,
genitourinaria dalam batas normal
ertahankan teknik aseptif
Batasi pengun%ung bila perlu
Hu!i tangan setiap sebelum dan sesudah tindakankepera'atan
>unakan ba%u, sarung tangan sebagai alat pelindung
>anti letak C perifer dan dressing sesuai dengan petun%uk umum
>unakan kateter intermiten untuk menurunkan infeksi kandung ken!ing
Aingkatkan intake nutrisi
Berikan terapi antibiotik... onitor tanda dan ge%ala infeksi sistemik dan
ertahankan teknik isolasi k/p
nspeksi kulit dan membran mukosa terhadap kemerahan, panas, drainase
onitor adanya luka :orong masukan !airan :orong istirahat
;%arkan pasien dan keluarga tanda dan ge%ala infeksi
Ka%i suhu badan pada pasien neutropenia setiap & %am Dia&n'sa Ke(e)a*a!an+ Masala" K'la,')asi Ren-ana ke(e)a*a!an
Tuuan an K)i!e)ia Hasil In!e)/ensi
De0isi! (e)a*a!an i)i
kelemahan dan kelelahan.
etelah dilakukan tindakan kepera'atan selama . :efisit pera'atan diri teratas dengan
kriteria hasil
Klien terbebas dari bau badan
enyatakan kenyamanan terhadapkemampuan untuk melakukan ;:6s
:apat melakukan ;:6 dengan bantuan
onitor kemempuan klien untuk pera'atan diri yang mandiri.
onitor kebutuhan klien untuk alat-alat bantu untuk kebersihan diri, berpakaian, berhias, toileting dan makan.
ediakan bantuan sampai klien mampu se!ara utuh untuk melakukan self-!are. :orong klien untuk melakukan akti$itas
sehari-hari yang normal sesuai kemampuan yang dimiliki.
:orong untuk melakukan se!ara mandiri, tapi beri bantuan ketika klien tidak mampu melakukannya.
kemandirian, untuk memberikan bantuan hanya %ika pasien tidak mampu untuk melakukannya.
Berikan akti$itas rutin sehari- hari sesuai kemampuan. ertimbangkan usia klien %ika mendorong pelaksanaan akti$itas sehari-hari.
Dia&n'sa Ke(e)a*a!an+
Masala" K'la,')asi
Ren-ana ke(e)a*a!an Tuuan an K)i!e)ia
Hasil In!e)/ensi Gan&&uan m',ili!as 0isik Berhubungan dengan - Aidak nyaman, nyeri - - ntoleransi akti$itas/penurunan kekuatan dan stamina -etelah dilakukan tindakan kepera'atan selama.gangguan mobilitas fisik teratasi dengan kriteria hasil $ Klien meningkat dalam
akti$itas fisik $ engerti tu%uan dari
peningkatan mobilitas $ em$erbalisasikan perasaan dalam meningkatkan kekuatan dan kemampuan berpindah $ emperagakan
penggunaan alat Bantu untuk mobilisasi ('alker)
N onitoring $ital sign sebelm/sesudah latihan dan lihat respon pasien saat latihan
N Konsultasikan dengan terapi fisik tentang ren!ana ambulasi sesuai dengan kebutuhan
N Bantu klien untuk menggunakan tongkat saat ber%alan dan !egah terhadap !edera
N ;%arkan pasien atau tenaga kesehatan lain tentang teknik ambulasi
N Ka%i kemampuan pasien dalam mobilisasi
N 6atih pasien dalam pemenuhan kebutuhan ;:6s se!ara mandiri sesuai kemampuan
N :ampingi dan Bantu pasien saat mobilisasi dan bantu penuhi kebutuhan ;:6s ps.
N Berikan alat Bantu %ika klien memerlukan.
N ;%arkan pasien bagaimana merubah posisi dan berikan bantuan %ika diperlukan
Dia&n'sa Ke(e)a*a!an+
Masala" K'la,')asi
Ren-ana ke(e)a*a!an
Tuuan an K)i!e)ia Hasil In!e)/ensi Ke!iakseim,an&an
nu!)isi ku)an& a)i ke,u!u"an !u,u"
Berhubungan dengan
Ketidakmampuan untuk memasukkan atau men!erna nutrisi oleh karena faktor biologis,
-etelah dilakukan tindakan kepera'atan selama.nutrisi kurang teratasi dengan
indikator
• ;lbumin serum • re albumin serum • Dematokrit
• Demoglobin
• Aotal iron binding !apa!ity
• 7umlah limfosit
• Ka%i adanya alergi makanan
• Kolaborasi dengan ahli gii untuk menentukan %umlah kalori dan nutrisi yang dibutuhkan pasien
• N Oakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat untuk men!egah konstipasi
• N ;%arkan pasien bagaimana membuat !atatan makanan harian.
• N onitor adanya penurunan BB dan gula darah
• N onitor lingkungan selama makan • N 7ad'alkan pengobatan dan tindakan
tidak selama %am makan • N onitor turgor kulit
• N onitor kekeringan, rambut kusam, total protein, Db dan kadar Dt
• N onitor mual dan muntah
• N onitor pu!at, kemerahan, dan kekeringan %aringan kon%ungti$a
• N onitor intake nuntrisi
• N nformasikan pada klien dan keluarga tentang manfaat nutrisi
• N Kolaborasi dengan dokter tentang kebutuhan suplemen makanan seperti <>A/ A< sehingga intake !airan yang
adekuat dapat dipertahankan.
• N ;tur posisi semi fo'ler atau fo'ler tinggi selama makan
• Kelola pemberan anti emetik... • ;n%urkan banyak minum
• ertahankan terapi C line
• Hatat adanya edema, hiperemik, hipertonik papila lidah dan !a$itas o$al
LAPORAN PENDAHULUAN
PASIEN DENGAN POST OP LAPAROTOMI KOLELITHIASIS
DI RUANG ICI RSUP FATMA$ATI
:99< 16D
A <<; <;O;D 1D;<;D &*&**0J#000032