• Tidak ada hasil yang ditemukan

Marasmus Kwashiokor Plus Cover

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Marasmus Kwashiokor Plus Cover"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

REFERAT REFERAT

MARASMUS

MARASMUS KW

KWA

ASHIOKOR 

SHIOKOR 

PENYUSUN : PENYUSUN :

Neysa Glenda Preciosa Neysa Glenda Preciosa

00!0"!#$% 00!0"!#$%

PEM&IM&ING : PEM&IM&ING : dr! 'illy

dr! 'illy ()l*arnain()l*arnain+S,A+S,A

KEPANITERAAN K'INIK I'MU KESEHATAN ANAK  KEPANITERAAN K'INIK I'MU KESEHATAN ANAK 

RUMAH SAKIT TNI A' -R! MINTOHAR-.O RUMAH SAKIT TNI A' -R! MINTOHAR-.O

FA

FAKU'TKU'TAS KE-OAS KE-OKTERAN KTERAN UNI/ERSITAS TRISAKTIUNI/ERSITAS TRISAKTI PERIO-E 1 MEI 0#1 2 #

(2)
(3)

KATA PENGANTAR 

KATA PENGANTAR 

Pertama-tama saya ucapkan puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Pertama-tama saya ucapkan puji syukur dan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Es

Esa a kakarerena na atatas as ananugugererahahNyNya, a, sasayya a dadapapat t memenynyelelesesaiaikakan n rerefeferarat t inini i dedengngan an jujududull “MARA

“MARAM! "#AM! "#A$%&"$%&"&R', &R', selanjuselanjutnytnya a saya saya juga juga (erteri(erterima ma kasih kepada kasih kepada drdr) ) *illy*illy +u

+ulklkarnarnaiain, n, ppA A seselaklaku u ddktkter er pepem(m(imim(i(ing ng saysaya a ataatas s (i(im(m(iningan gan dadan n araarahahan n dadalamlam  pem(uatan

 pem(uatan referat referat ini, ini, sehingga sehingga referat referat ini ini dapat dapat tersusun tersusun dengan dengan (aik (aik dari dari segi segi (ahasan(ahasan maupun cara penyajiannya)

maupun cara penyajiannya)

elain itu, saya juga (erterima kasih atas dukungan (aik mril maupun materil dari elain itu, saya juga (erterima kasih atas dukungan (aik mril maupun materil dari keluarga, rekan-rekan dkter muda lainnya dan setiap rang yang ikut serta dalam prses keluarga, rekan-rekan dkter muda lainnya dan setiap rang yang ikut serta dalam prses  pencarian (ahan dan pem(uatan referat ini)

 pencarian (ahan dan pem(uatan referat ini) Akh

Akhir ir katkata, a, saysaya a mmhn hn maamaaf f (il(ila a ada ada kekkekuraurangangan n daldalam am penpenuliulisan san refereferat rat iniini)) emga referat ini (erguna (agi ilmu pengetahuan khususnya di (idang ilmu kesehatan anak) emga referat ini (erguna (agi ilmu pengetahuan khususnya di (idang ilmu kesehatan anak)

akarta, uni ./01 akarta, uni ./01 Penulis

(4)

&A& I

&A& I

PEN-AHU'UAN

PEN-AHU'UAN

Masa

Masalah lah kurkurang ang gi2gi2i i di di %nd%ndnenesia sia mermerupaupakan kan suasuatu tu perpermasmasalaalahan han dimdimana ana tu(tu(uhuh kek

kekuraurangangan n ununsur sur kimkimia ia yayang ng dipdiperlerlukaukan n untuntuk uk melmelakuakukan kan akiakit3it3itas, tas, memmemelihelihara ara dandan meningkatkan kesehatan tu(uh yang unsur atau 2at terse(ut terdapat didalam makanan yang meningkatkan kesehatan tu(uh yang unsur atau 2at terse(ut terdapat didalam makanan yang sekarang (anyak terjadi di %ndnesia) "arena faktr eknmi juga mengaki(atkan masalah sekarang (anyak terjadi di %ndnesia) "arena faktr eknmi juga mengaki(atkan masalah kuran

kurang g gi2i sehingga gi2i sehingga menimmenim(ulka(ulkan n (er(a(er(agai gai ganggangguan kesehatan guan kesehatan dan dan (er(a(er(agai gai penypenyakitakit  (er(ahaya

 (er(ahaya lainnya) lainnya) Apalagi Apalagi %ndnesia %ndnesia saat saat ini ini telah telah menyandang menyandang peringkat peringkat ke ke lima lima negaranegara kurang gi2i sedunia)

kurang gi2i sedunia)00

ejauh ini permasalahan g

ejauh ini permasalahan gi2i i2i di %ndnesia addi %ndnesia ada dua jenis) Pertama, a dua jenis) Pertama, masalah gi2i makrmasalah gi2i makr dimana disimpulkan dalam (entuk gi2i kurang atau gi2i le(ih) Masalah gi2i makr le(ih dimana disimpulkan dalam (entuk gi2i kurang atau gi2i le(ih) Masalah gi2i makr le(ih ditekankan pada kekurangan knsumsi makanan yang mengandung kar(hidrat dan prtein ditekankan pada kekurangan knsumsi makanan yang mengandung kar(hidrat dan prtein yang mengaki(atkan kmplikasi terhadap kesehatan dan yang kedua masalah

yang mengaki(atkan kmplikasi terhadap kesehatan dan yang kedua masalah gi2i mikr yanggi2i mikr yang  (erupa

 (erupa kekurangan kekurangan yang yang dikelmpkkan dikelmpkkan dalam dalam masalah masalah gi2i gi2i mikr mikr seperti seperti kekurangankekurangan 3itamin, mineral, air yang merupakan 2at gi2i pem(angun dan sum(er akti3itas sel-sel tu(uh) 3itamin, mineral, air yang merupakan 2at gi2i pem(angun dan sum(er akti3itas sel-sel tu(uh)00

4lngan yang ra5an terhadap masalah kurang gi2i di %ndnesia yaitu (alita, 4lngan yang ra5an terhadap masalah kurang gi2i di %ndnesia yaitu (alita, anak-ana

anak, k, i(u i(u hamhamil il dan dan i(u i(u menmenyuyusui) Anaksui) Anak-an-anak ak yayang ng kekkekuraurangangan n gi2gi2i i akaakan n menmengalagalamimi  (er(agai

 (er(agai gangguan gangguan seperti seperti pertum(uhan pertum(uhan fisik, fisik, mental, mental, dan dan intelektual intelektual yang yang mengki(atkanmengki(atkan meningkatnya angka kematian dan (erkurangnya kemampuan (elajar, serta daya imun tu(uh meningkatnya angka kematian dan (erkurangnya kemampuan (elajar, serta daya imun tu(uh terhadap (er(agai penyakit dan prdukti3itas (ekerja) "ekurangan gi2i pada i(u hamil dan terhadap (er(agai penyakit dan prdukti3itas (ekerja) "ekurangan gi2i pada i(u hamil dan me

menynyusuusui i (e(erdrdamampapak k (u(ururuk k sesepepertrti i cacatatat t papada da jajaninin n kakarenrena a pepertrtumum(u(uhahan n jajaninin n titidadak k  sempurna (ahkan kematian pada i(u dan anak, serta anak yang dilahirkan rentan teradap sempurna (ahkan kematian pada i(u dan anak, serta anak yang dilahirkan rentan teradap  penyakit)

 penyakit)00

Masalah kurang gi2i

Masalah kurang gi2i di di %ndn%ndnesia esia harus segera harus segera ditanditanggulggulangi dengan angi dengan pendependekatankatan khusus seperti mem(erikan edukasi tentang pengetahuan gi2i kepada rang tua sehingga khusus seperti mem(erikan edukasi tentang pengetahuan gi2i kepada rang tua sehingga dapat mem(udidayakan (ahan pangan (ergi2i seta dapat menglahnya dengan (aik tanpa dapat mem(udidayakan (ahan pangan (ergi2i seta dapat menglahnya dengan (aik tanpa merusak kandungan gi2i pada pangan terse(ut dan saat mem(eri makan pangan itu pada anak  merusak kandungan gi2i pada pangan terse(ut dan saat mem(eri makan pangan itu pada anak  sehinnga dapat memenuhi gi2i sehari-hari anak) elain mem(erikan edukasi gi2i pangan sehat sehinnga dapat memenuhi gi2i sehari-hari anak) elain mem(erikan edukasi gi2i pangan sehat  perlu

 perlu juga juga kesadaran kesadaran masyarakat masyarakat itu itu sendiri sendiri dalam dalam meningkatkan meningkatkan kesejateraan kesejateraan dan dan generasigenerasi muda yang sehat)

(5)

e(agai cnth adalah apa yang terjadi di NTT, se(anyak 0607 anak di Nusa Tenggara Timur menderita gi2i (uruk selama anuari-Mei ./01) Tercatat 00 anak (erusia di  (a5ah lima tahun meninggal aki(at gi2i (uruk) elain itu, masih ada .0)089 anak (alita yang

mengalami kekurangan gi2i).

"epala seksi Per(aikan 4i2i Masyarakat :inas "esehatan Nusa Tenggara Timur  mengatakan, penderita gi2i (uruk dialami keluarga miskin yang meninggal di 5ilayah terpencil dan pedalaman) Mereka sulit dijangkau kendaraan (ermtr karena ketiadaan jalan) Pemahaman i(u terhadap gi2ipun sangat rendah) "ndisi ini diperparah dengan kemarau  panjang tahun ./09 sehingga (anyak petani gagal panen) Aki(atnya, terjadi krisis pangan sehingga menye(a(kan gi2i kurang) "ndisi gi2i kurang ini mengaki(atkan penurunan kecerdasan) .

(6)

&A& II

MARASMUS KWASHIOKOR 

-e3inisi

Marasmus-"5ashikr adalah salah satu kndisi dari kurang gi2i (erat yang gejala klinisnya merupakan ga(ungan dari marasmus, yaitu kndisi yang dise(a(kan leh kurangnya asupan energi, dan k5ashikr, yaitu kndisi yang dise(a(kan leh kurangnya asupan prtein sehingga gejalanya disertai edema)8

&rganisasi "esehatan :unia ;#$&< mendefinisikan kekurangan gi2i se(agai “ketidakseim(angan seluler antara asupan nutrisi, energi dan ke(utuhan tu(uh untuk  menjamin pertum(uhan, pemeliharaan dan fungsi-fungsi khusus)' Malnutrisi prtein-energi ;"EP< (erlaku untuk gangguan yang (erhu(ungan dengan marasmus, k5ashikr, dan marasmus-k5ashikr) %stilah marasmus (erasal dari kata Yunani “marasms', yang (erarti layu atau kurang tenaga) Marasmus (erhu(ungan dengan asupa yang tidak memadai dari kalri dan ditandai dengan suatu kekurusan) %stilah k5ashikr ini diam(il dari (ahasa 4a dari 4hana dan (erarti “penyakit dari penyapihan)' #illiams pertama kali menggunakan istilah pada tahun 0688, dan mengacu pada asupan prtein yang tidak memadai dengan asupan energi yang 5ajar) Edema adalah karakteristik dari k5ashikr namun tidak ada dalam marasmus) :ise(ut penyakit penyapihan leh karena anak yang disapih mendapat kurang perhatian ketika mendapat adik lagi)9

tudi menunjukkan (ah5a marasmus merupakan respn adaptif= penyesuaian terhadap kelaparan, sedangkan k5ashikr merupakan respn maladapti3e terhadap kelaparan) Anak-anak mungkin datang dengan gam(aran (eragam antara marasmus dan k5ashikr) Ada juga yang dapat datang dalam (entuk yang le(ih ringan dari malnutrisi) !ntuk alasan ini elliffe menyarankan istilah malnutrisi prtein-kalri ;energi< untuk  menyatukan istilah dari keduanya)9

(7)

E4iolo5i

Penyakit "EP merupakan penyakit lingkungan) &leh karena itu ada (e(erapa faktr  yang (ersama-sama menjadi penye(a( tim(ulnya penyakit terse(ut, antara lain faktr diet, faktr ssial, kepadatan penduduk, infeksi, kemiskinan, dan lain-lain)1

0) Peranan :iet

Menurut knsep klasik, diet yang mengandung cukup energi tetapi kurang prtein akan menye(a(kan anak menjadi penderita k5ashikr, sedangkan diet kurang energi 5alaupun 2at-2at gi2i esensialnya seim(ang akan menye(a(kan anak menjadi  penderita marasmus) Tetapi dalam penelitian yang dilakukan leh 4palan dan  Narasnya ;06>0< terlihat (ah5a dengan diet yang kurang le(ih sama, pada (e(erapa anak tim(ul gejala-gejala k5ashikr, sedangkan pada (e(erapa anak yang lain tim(ul gejala-gejala marasmus) Mereka mem(uat kesimpulan (ah5a diet (ukan merupakan faktr yang terpenting, tetapi ada faktr lain yang masih harus dicari untuk dapat menjelaskan tim(ulnya gejala terse(ut)1

.) Peranan ?aktr sial

Pantangan untuk menggunakan (ahan makanan tertentu yang sudah turun-temurun dapat mempengaruhi terjadinya penyakit "EP) Adakalanya pantangan terse(ut didasarkan pada keagamaan, tetapi ada pula yang merupakan tradisi yang turun-temurun) ika pantangan ini didasarkan pada keagamaan, maka akan sulit diu(ah) Tetapi jika pantangan terse(ut (erlangsung karena ke(iasaan, maka dengan  pendidikan gi2i yang (aik dan dilakukan terus-menerus hal terse(ut masih dapat diatasi) ?aktr-faktr ssial lain yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit "EP adalah 1@

a< Perceraian yang sering terjadi antara 5anita yang sudah mempunyai (anyak  anak dengan suaminya yang merupakan pencari nafkah tunggal

 (< Pada pria dengan penghasilan kecil mempunyai (anyak istri dan anak sehingga dengan pendapatan yang kecil ia tidak dapat mem(eri cukup makan pada anggta keluarganya yang (esar terse(ut

(8)

c< Para i(u mencari nafkah tam(ahan pada 5aktu-5aktu tertentu, sehingga anak-anak terpaksa ditinggalkan di rumah sehingga jatuh sakit dan mereka tidak  mendapat perhatian dan peng(atan semestinya

d< Para i(u yang setelah melahirkan menerima pekerjaan tetap sehingga harus meninggalkan (ayinya dari pagi sampai sre) :engan demikian, (ayi terse(ut tidak mendapat A%) edangkan pem(erian pengganti A% maupun makanan tam(ahan tidak dilakukan dengan semestinya)

8) Peranan kepadatan penduduk 

:alam #rld ?d nference di Rma ;06>9< telah dikemukakan (ah5a meningkatnya jumlah penduduk yang cepat tanpa diim(angi dengan (ertam(ahnya  persediaan (ahan makanan setempat yang memadai merupakan se(a( utama krisis  pangan) edangkan kemiskinan penduduk merupakan aki(at lanjutannya) :itekankan  pula perlunya (ahan makanan yang (ergi2i (aik, di samping kuantitasnya)1

Mc*aren ;067.< memperkirakan (ah5a marasmus terdapat dalam jumlah yang  (anyak, jika di suatu daerah terlalu padat penduduknya dengan keadaan hygiene yang  (uruk, misalnya di kta-kta dengan kemungkinan pertam(ahan penduduk yang sangat cepat, sedangkan k5ashikr akan terdapat dalam jumlah yang (anyak di desa-desa dengan penduduk yang mempunyai ke(iasaan untuk mem(eri makanan tam(ahan (erupa tepung, terutama pada anak-anak yang tidak atau tidak cukup mendapat A%)1

9) Peranan infeksi

Ada interaksi antara malnutrisi dan infeksi) %nfeksi derajat apapun dapat memper(uruk keadaan gi2i) Malnutrisi ringan sekalipun mempunyai pengaruh negatif   pada daya tahan tu(uh terhadap infeksi) $u(ungan ini sinergis, se(a( malnutrisi

disertai infeksi pada umumnya mempunyai knsekuensi yang le(ih (esar)1

1) Peranan kemiskinan

Penyakit "EP merupakan masalah negara-negara miskin) Pentingnya kemiskinan ditekankan dalam lapran Oda Advisory Committee on Protein  pada tahun 06>9) :ianggap (ah5a kemiskinan merupakan dasar penyakit "EP)1

(9)

Pa4o3isiolo5i

Malnutrisi merupakan suatu sindrm yang terjadi aki(at (anyak faktr) ?aktr-faktr  ini dapat diglngkan atas tiga faktr penting yaitu @ tu(uh sendiri ;hst<, agent ;kuman  penye(a(<, en3irnment ;lingkungan<) Memang faktr diet ;makanan< memegang peranan  penting tetapi faktr lain ikut menentukan) Marasmus adalah cmpensated malnutritin atau se(uah mekanisme adaptasi tu(uh terhadap kekurangan energi dalam 5aktu yang lama) :alam keadaan kekurangan makanan, tu(uh selalu (erusaha mempertahankan hidup dengan memenuhi ke(utuhan pkk atau energi) "emampuan tu(uh untuk mempergunakan kar(hidrat, prtein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan) "ar(hidrat ;gluksa< dapat dipakai leh seluruh jaringan tu(uh se(agai (ahan  (akar, tetapi kemampuan tu(uh untuk menyimpan kar(hidrat sangat sedikit) Aki(atnya kata(lisme prtein terjadi setelah (e(erapa jam dengan menghasilkan asam amin yang segera diu(ah menjadi kar(hidrat di hepar dan ginjal) elama kurangnya intake makanan,  jaringan lemak akan dipecah jadi asam lemak, gliserl dan ketn (dies) etelah lemak tidak 

dapat mencukupi ke(utuhan energi, maka tt dapat mempergunakan asam lemak dan ketn  (dies se(agai sum(er energi kalau kekurangan makanan) Pada akhirnya setelah semua tidak 

dapat memenuhi ke(utuhan akan energi lain, prtein akan dipecah untuk memenuhi ke(utuhan meta(lisme (asal tu(uh) Prses ini (erjalan menahun, dan merupakan respn adaptasi terhadap ketidakcukupan asupan energi dan prtein)8

E,ide6iolo5i

Pada ./0/-./0., ?A& memperkirakan sekitar 7>/ juta rang dari >,0 miliar penduduk  dunia atau 0 dari delapan rang penduduk dunia menderita gi2i (uruk) e(agian (esar  ;se(anyak 71. juta< diantaranya tinggal di negara-negara (erkem(ang)B

Anak-anak merupakan penderita gi2i (uruk ter(esar di seluruh dunia) :ilihat dari segi 5ilayah, le(ih dari >/ persen kasus gi2i (uruk pada anak didminasi Asia, sedangkan .B  persen di Amerika *atian serta "ari(ia)B

:i %ndnesia, perkem(angan gi2i (uruk menurut Riskesdas pada ./08, terdapat 06,B  persen kasus (alita kekurangan gi2i dan jumlah terse(ut terdiri dari 1,> persen (alita dengan

(10)

Ge7ala *lini* 

Pada marasmus, penderita tampak sangat kurus, 5ajah seperti rangtua, cengeng, re5el, kulit keriput, jaringan lemak su(kutis sangat sedikit sampai tidak ada, perut cekung, iga gam(ang dan sering disertai penyakit infeksi ;umumnya krnis (erulang< serta diare krnik atau knstipasi)B

4am(ar 0) Manifestasi klinis marasmus

Pada k5ashikr le(ih (anyak terdapat pada usia dua hingga tiga tahun yang sering terjadi  pada anak yang terlam(at menyapih sehingga kmpsisi gi2i makanan tidak seim(ang terutama dalam hal prtein) Ciasanya tampak edema umumnya di seluruh tu(uh, terutama  pada punggung kaki ;drsum pedis< yang jika ditekan melekuk, tidak sakit dan lunak, 5ajah yang mem(ulat dan sem(a(, pandangan mata sayu, ram(ut tipis kemerahan seperti 5arna ram(ut jagung,mudah dica(ut tanpa rasa sakit, rntk, peru(ahan status mental, apatis dan re5el, pem(esaran hati, tt mengecil ;hiptrpi<, le(ih nyata (ila diperiksa pada psisi  (erdiri atau duduk, kelainan kulit (erupa (ercak merah muda yang meluas dan (eru(ah 5arna menjadi cklat kehitaman dan terkelupas ;crazy pavement dermatosis<, flag sign yaitu  peru(ahan 5arna terang dan gelap pada ram(ut dan sering disertai penyakit infeksi akut serta

(11)

4am(ar .) Manifestasi klinis anak dengan k5ashirkr 

Pada marasmus-k5ashikr, gejala klinisnya merupakan ga(ungan antara marasmus dan k5ashikr yang disertai leh edema, dengan CC=! DB/ (aku Median #$& N$) 4am(aran yang utama ialah k5ashikr edema dengan atau tanpa lesi kulit, pengecilan tt, dan pengurangan lemak (a5ah kulit seperti pada marasmus) ika edema dapat hilang pada a5al peng(atan, penampakan penderita akan menyerupai marasmus) 4am(aran marasmus dan k5ashikr muncul secara (ersamaan dan didminasi leh kekurangan prtein yang  parah)>

(12)

4am(ar 8) Manifestasi klinis Marasmus-"5ashirkr  Mani3es4asi Klini* 

Maras6)s K8as9ior*or Oesi4as

• Pertum(uhan (erkurang

atau (erhenti

• Terlihat sangat kurus

• Penampilan 5ajah seperti

rangtua

• Peru(ahan mental • engeng

• "ulit kering, dingin,

mengendr, keriput

• *emak su(kutan

menghilang hingga turgr  kulit (erkurang

• &tt atrfi sehingga

kntur tulang terlihat jelas

• Fena superfisialis tampak 

 jelas

• Peru(ahan mental sampai

apatis

• Anemia

• Peru(ahan 5arna dan

tekstur ram(ut, mudah dica(ut=rntk  • 4angguan sistem gastrintestinal • Pem(esaran hati • Peru(ahan kulit • Atrfi tt

• Edema simetris pada

kedua punggung kaki, dapat sampai seluruh tu(uh

• #ajah (ulat dengan pipi

tem(em dan dagu rangkap

• *eher relatif pendek  • :ada mem(usung dengan

 payudara mem(esar 

• Perut mem(uncit dan

striae a(dmen

• Pada anak laki-laki @

 (urried penis,

gynecmastia

• Pu(ertas dini

• 4enu 3algum ;tungkai

(13)

• !(un-u(un (esar cekung • Tulang pipi dan dagu

kelihatan mennjl

• Mata tampak (esar dan

dalam

• "adang terdapat

 (radikardi

• Tekanan darah le(ih

rendah di(andingkan anak  se(aya

HManifestasi klinis dari marasmus-k5ashirkr merupakan campuran gejala marasmus dan k5ashirkr 

Klasi3i*asi

"lasifikasi menurut 4me2

"lasifikasi terse(ut (erdasarkan atas (erat (adan indi3idu di(andingkan dengan (erat  (adan yang diharapkan pada anak sehat yang seumur) e(agai (aku patkan dipakai persentil 1/ (uku $ar3ard ;tuart dan te3ensn, 0691<) 4me2 mengelmpkkan "EP dalam "EP ringan, sedang dan (erat) 1

Ta(el klasifikasi "EP menurut 4me2)

:erajat "EP Cerat Cadan  dari (akuH

/ I nrmal J6/

0 I ringan 76->1

. I sedang >9-B/

8 I(erat DB/ 

HCaku I :

"lasifikasi kualitatif menurut #ellcme Trust

ara #ellcme Trust dapat dipraktekan dengan mudah, tidak ditemukan penentuan gejala klinis maupun la(ratrium, dan dapat dilakukan leh tenaga para medis setelah di(eri latihan seperlunya) ara ini dapat digunakan untuk sur3ei lapangan, namun apa(ila dilakukan  pada penderita yang sudah mengalami pera5atan dan peng(atan selama (e(erapa hari dapat mem(uat diagnsa menjadi salah) Misalnya pada penderita k5ashirkr dengan (erat (adan J B/, jika dira5at selama 0 minggu maka edema akan hilang dan (erat (adan menjadi DB/ dan tidak ada edema, maka penderita terse(ut dapat didiagnsa se(aga marasmus dengan menggunakan metde #ellcme Trust)1

(14)

Ta(el "lasifikasi "ualitatif "EP menurut #ellcme Trust

Cerat (adan  dari (akuH Edema

Tidak ada Ada

JB/ 4i2i kurang "5ashirkr  

DB/ Marasmus Marasmic-k5ashirkr  

H(akuI:

Pe6eri*saan Pen)n7an5

#$& merekmendasikan pemeriksaan seperti @ gula darah, hemgl(in, pemeriksaan urin dan kultur urin, serum al(umin, $%F tes dan elektrlit)>

Pemeriksaan hemgl(in diperlukan untuk menentukan adanya anemia karena  penderita "5ashikr sering disertai anemia yang dise(a(kan (erkurangnya jumlah eritrpetin dalam sumsung tulang aki(at defisit prtein, (esi, defisiensi aktr hati, kerusakan hati, defisiensi 3itamin ( kmpleks)>

Perlunya pemeriksaan al(umin serum dikarenakan pada "5ashikr ditemukan kadar  al(umin serum yang rendah disamping kadar gl(ulin yang nrmal atau sedikit meninggi)>

-ia5nosis

Yang dimaksud dengan gi2i (uruk adalah terdapatnya edema pada kedua kaki atau adanya  severe wasing  ;CC=TC D >/ atau D-8:<, atau ada gejala klinis gi2i (uruk  ;k5ahikr, marasmus, dan marasmus-k5ashikr<) #alaupun kndisi klinis pada k5ashikr, marasmus, dan marasmus k5ashikr (er(eda tetapi tatalaksananya sama)>

:iagnsis ditegakkan (erdasarkan tanda dan gejala klinis serta pengukuran antrpmetri) Anak didiagnsis gi2i (uruk apa(ila@

0< CC=TC D-8: atau D>/ dari median ;marasmus<

.< Edema pada kedua punggung kaku sampai seluruh tu(uh ;k5ashikr @ CC=TC J -8: atau marasmus-k5ashikr @ CC=TC D-8:<

ika CC=TC atau CC=PC tidak dapat diukur, gunakan tanda klinis (erupa ana* 4a6,a*  san5a4 *)r)s ;visible severe wasting < dan tidak mempunyai jaringan lemak di (a5ah kulit terutama pada kedua (ahu, lengan, pantat dan paha, tulang iga terlihat jelas, dengan atau tanpa adanya edema)>

Anak-anak dengan CC=! DB/ (elum tentu gi2i (uruk, karena mungkin anak  terse(ut pendek, sehingga tidak terlihat sangat kurus) Anak seperti itu tidak mem(utuhkan  pera5atan di rumah sakit, kecuali jika ditemukan penyakit lain yang (erat)>

Pada setiap anak dengan gi2i (uruk perlu dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik) Anamnesis terdiri dari anamnesis a5al dan anamnesis lanjutan)>

(15)

0< Anamnesis a5al ;untuk kedaruratan<

• "ejadian mata cekung yang (aru saja muncul

• *ama dan frekuensi diare dan muntah serta tampilan dari (ahan muntah dan diare

;encer=darah=lendir<

• "apan terakhir (erkemih

• ejak kapan tangan dan kaki tera(a dingin

Cila didapatkan hal terse(ut di atas, sangat mungkin anak mengalami dehidrasi dan=atau syk, serta harus diatasi segera)6

.< Anamnesis lanjutan

:ilakukan untuk mencari penye(a( dan rencana tatalaksana selanjutnya ;dilakukan setelah kedaruratan ditangani<, yaitu@

• :iet ;pla makan<= ke(iasaan makan se(elum sakit • Ri5ayat pem(erian A%

• Asupan makanan dan minuman yang diknsumsi (e(erapa hari terakhir  • $ilangnya nafsu makan

• "ntak dengan pasien campak atau tu(erkulsis paru • Pernah sakit campak dalam 8 (ulan terakhir 

• Catuk krnik 

• "ejadian dan penye(a( kematian saudara kandung • Cerat (adan lahir 

• Ri5ayat tum(uh kem(ang @ duduk, (erdiri, (icara, dan lain-lain • Ri5ayat imunisasi

• Apakah ditim(ang setiap (ulan

• *ingkungan keluarga ;untuk memahami latar (elakang ssial anak< • :iketahui atau tersangka infeksi $%F

Pena4ala*sanaan

(16)

• Penilaian triase anak dengan gi2i (uruk dengan tatalaksana syk pada anak dengan

gi2i (uruk 

• ika ditemukan ulkus krnea, (eri 3itamin A dan (at tetes mata

klramfenikl=tetrasiklin dan atrpinK tutup mata dengan kasa yang telah di(asahi dengan larutan Nal /,6, dan (alutlah) angan (eri (at mata yang mengandung sterid)

• ika terdapat anemia (erat, diperlukan penanganan segera

• Penanganan umum meliputi 0/ langkah dan ter(agi dalam 8 fase yaitu@ fase

sta(ilisasi, fase transisi, fase reha(ilitasi dan fase tindak lanjut)  N Tindakan

Pelayanan

?ase ta(ilisasi ?ase Reha(ilitasi ?ase Tindak *anjut

$0-$> Minggu ke 8-B Minggu ke >-.B 0) Mencegah dan mengatasi hipglikemia .) Mencegah dan mengatasi hiptermia 8) Mencegah dan mengatasi dehidrasi 9) Memper(aiki gangguan keseim(angan elektrlit 1) Meng(ati infeksi B) Memper(aiki 2at

gi2i mikr Tanpa ?e :engan ?e

>) Mem(erikan

makanan untuk  sta(ilisasi dan transisi

(17)

7) Mem(erikan makanan untuk  tum(uh kejar  6) Mem(erikan stimulasi untuk  tum(uh kem(ang 0/) Mempersiapkan untuk tindak   lanjut di rumah

H< Pada fase tindak lanjut dapat dilakukan di rumah, dimana anak secara (erkala ;0 minggu=kali< (er(at jalan ke Puskesmas atau Rumah akit)

# Mence5a9 dan Men5a4asi Hi,o5li*e6i

emua anak dengan gi2i (uruk (eresik hipglikemia, yaitu kadar gula darah D 8 mml=* atau D19 mg=d*) ehingga setiap anak dengan gi2i (uruk harus di(erikan makan atau larutan gluksa 0/ segera setelah masuk rumah sakit)

ika fasilitas setempat tidak memungkinkan untuk memeriksa kadar gula darah, maka semua anak gi2i (uruk harus dianggap menderita hipglikemia dan segera ditangani sesuai panduan

Tatalaksana @

- egera (eri ?->1 pertama kali atau mdifikasinya (ila penyediaannya memungkinkan

- Cila ?->1 pertama tidak dapat disediakan dengan cepat, (erikan 1/ ml larutan gluksa atau gula 0/ ;0 sendk teh gula dalam 1/ ml air< secara ral atau melalui N4T

- *anjutkan pem(erian ?->1 setiap .-8 jam, siang dan malam selama minimal dua hari

- Cila masih mendapat A% teruskan pem(erian A% di luar jad5al pem(erian ?->1 - ika anak tidak sadar ;letargis<, (erikan larutan gluksa 0/ secara intra3ena

;(lus< se(anyak 1 ml=kgCC, atau larutan gluksa=larutan gula pasir 1/ml dengan  N4T

- Ceri anti(itik  Pemantauan

ika kadar gula darah a5al rendah, ulangi pengukuran kadar gula darah setelah 8/ menit

(18)

- ika kadar gula darah di (a5ah 8 mml=* ;D19mg=d*<, ulangi pem(erian larutan gluksa atau gula 0/

- ika suhu rektal D81,1/ atau (ila kesadaran mem(uruk, mungkin hipglikemia

dise(a(kan leh hiptermia, ulangi pengukuran kadar gula darah dan tangani sesuai keadaan ;hiptermia dan hipglikemia<

Pencegahan

Ceri makanan a5al ?->1 setiap . jam, mulai sesegera mungkin atau jika perlu, lakukan rehidrasi le(ih dulu) Pem(erian makan harus teratur .-8 jam siang malam)  Mence5a9 dan Men5a4asi Hi,o4er6ia

:iagnsis

uhu aksilar D81,1/

Tatalaksana

- egera (eri makan ?->1 ;jika perlu, lakukan rehidrasi le(ih dulu<

- Pastikan (ah5a anak (erpakaian ;termasuk kepalanya<) Tutup dengan selimut hangat dan letakkan pemanas ;tidak mengarah langsung ke anak< atau diletakkan lampu di dekatnya, atau letakkan anak langsung pada dada atau perut i(unya ;dari kulit ke kulit@ metde kangguru<) Cila menggunakan lampu listrik, letakkan lampu  pijar B/# dengan jarak B/cm dari tu(uh anak)

- Ceri anti(itik sesuai pedman Pemantauan

- !kur suhu aksilar anak setiap . jam sampai suhu meningkat menjadi 8B,1/ atau

le(ih) ika digunakan pemanas, ukur suhu setiap setengah jam) $entikan  pemanasan (ila suhu mencapai 8B,1/

- Pastikan (ah5a anak selalu tertutup pakaian atau selimut, terutama pada malam hari

- Periksa kadar gula darah (ila ditemukan hiptermia

Pencegahan

- *etakkan tempat tidur di area yang hangat, di (agian (angsal yang (e(as angin dan pastikan anak selalu tertutup pakaian=selimut

- 4anti pakaian dan seprai yang (asah, jaga agar anak dan tempat tidur tetap kering - $indarkan anak dari suasana dingin ;misalnya@ se5aktu dan setelah mandi, atau

(19)

- Ciarkan anak tidur dengan dipeluk rangtuanya agar tetap hangat, terutama di malam hari

- Ceri makan ?->1 atau mdifikasinya setiap . jam, mulai sesegera mungkin, sepanjang hari, siang dan malam)

 Mence5a9 dan Men5a4asi -e9idrasi :iagnsis

ulit untuk menentukan status dehidrasi dengan tepat pada anak dengan gi2i (uruk) Ciasanya hanya menggunakan gejala klinis saja) Anak dengan gi2i (uruk dengan diare cair, (ila gejala dehidrasi tidak jelas, anggap dehidrasi ringan)

Tatalaksana

- angan gunakan infus untuk rehidrasi, kecuali pada kasus dehidrasi (erat dengan syk 

- Ceri ReMal, secara ral atau melalui N4T, lakukan le(ih lam(at di(anding jika melakukan rehidrasi pada anak dengan gi2i (aik 

- Ceri 1 ml=kgCC setiap 8/ menit untuk . jam pertama

- etelah . jam, (erikan ReMal 1-0/ ml=kgCC=jam (erselang-seling dengan ?->1 dengan jumlah yang sama, setiap jam selama 0/ jam

- elanjutnya (erikan ?->1 secara teratur setiap . jam

- ika masih diare, (eri ReMal setiap kali diare) !ntuk usia D0th @ 1/-0//ml setiap (uang air (esar, usia J0th @ 0//-.// ml setiap (uang air (esar)

% Me6,erai*i 5an55)an *esei6an5an ele*4roli4 Pemantauan

Pantau kemajuan prses rehidrasi dan per(aikan keadaan klinis setiap setengah ja, selama . jam pertama, kemudian tiap jam sampai 0/ jam (erikutnya) #aspada terhadap gejala kele(ihan cairan, yang sangat (er(ahaya dan (isa mengaki(atkan gagal jantung dan kematian)

Periksa frekuensi nafas, frekuensi nadi, frekuensi miksi dan jumlah prduksi urin, frekuensi (uang air (esar dan muntah)

elama prses rehidrasi, frekuensi nafas dan nadi akan (erkurang dan mulai ada diuresis) "em(alinya air mata, mulut (asah, cekung mata dan fntanel (erkurang serta turgr kulit mem(aik merupakan tanda mem(aiknya hidrasi, tetapi anak gi2i (uruk  seringkali tidak memperlihatkan tanda terse(ut 5alaupun rehidrasi penuh telah terjadi, sehingga sangat penting untuk memantau (erat (adan)

(20)

ika ditemukan tanda kele(ihan cairan ;frekuensi nafas meningkat 1G=menit dan frekuensi nadi 01G=menit<, hentikan pem(erian cairan=ReMal segera dan lakukan  penilaian ulang setelah 0 jam)

Pencegahan

ara mencegah dehidrasi aki(at diare yang (erkelanjutan sama dengan pada anak  dengan gi2i (aik, kecuali penggunaan cairan ReMal se(agai pengganti larutan ralit standar)

- ika anak masih mendapat A%, lanjutkan pem(erian A% - Pem(erian ?->1 sesegera mungkin

- Ceri ReMal se(anyak 1/-0// ml setiap (uang air (esar cair) Tatalaksana

- !ntuk mengatasi gangguan elektrlit di(erikan "alium dan Magnesium, yang sudah terkandung di dalam larutan Mineral-Mix yang ditam(ahkan ke dalam ?->1, ?-0// atau ReMal

- 4unakan larutan ReMal untuk rehidrasi

- iapkan makanan tanpa menam(ahkan garam ;Nal< 1 Men5oa4i In3e*si

Pada gi2i (uruk, gejala infeksi yang (iasa ditemukan seperti demam, seringkali tidak  ada, padahal infeksi ganda merupakan hal yang sering terjadi) &leh karena itu, anggaplah semua anak dengan gi2i (uruk mengalami infeksi saat mereka datang ke rumah sakit dan segera tangani dengan anti(itik) $ipglikemia dan hiptermia merupakan tanda infeksi (erat)

Tatalaksana

- Anti(itik spektrum luas

- Faksin campak jika anak (erumur J B (ulan dan (elum pernah mendapatkannya, atau jika anak (erumur J 6 (ulan dan sudah pernah di(eri 3aksin se(elum umur 6  (ulan)

- Tunda imunisasi jika anak syk 

Pilihan anti(itik spektrum luas

- ika tidak ada kmplikasi atau tidak ada infeksi nyata, (eri "trimksa2l per ral .1 mg M+ L 1 mg TMP=kgCC setiap 0. jam selama 1 hari)

- ika ada kmplikasi ;hipglikemia, hiptermia, atau anak terlihat letargis atau tampak sakit (erat<, atau jelas ada infeksi, (eri@

(21)

 Ampisilin ;1/mg=kgCC %M=%F setiap B jam selama . hari<, dilanjutkan

dengan Amksisilin ral ;01 mg=kgCC setiap 7 jam selama 1 hari< ATA!,  jika tidak tersedia amksisilin, (eri Ampisilin per ral ;1/mg=kgCC setiap

B jam selama 1 hari< sehingga ttal selama > hari :%TAMCA$

 4entamisisn ;>,1 mg=kgCC=hari %M=%F< setiap hari selama > hari

- ika diduga meningitis, lakukan pungsi lum(al untuk memastikan dan (ati dengan "lramfenikl ;.1mg=kg setiap B jam< selama 0/ hari

- ika ditemukan infeksi spesifik lainnya ;seperti pneumnia, tu(erkulsis, malaria, disentri, infeksi kulit atau jaringan lunak<, (eri anti(itik yang sesuai

- Ceri (at antimalaria (ila pada apusan darah tepi ditemukan parasit malaria

- #alaupun tu(erkulsis merupakan penyakit yang umum terdapat, (at anti tu(erkulsis hanya di(erikan (ila anak ter(ukti atau sangat diduga menderita tu(erkulsis

Pemantauan

ika terdapat anreksia setelah pem(erian anti(itik di atas, lanjutkan peng(atan sampai seluruhnya 0/ hari penuh) ika nafsu makan (elum mem(aik, lakukanlah  penilaian ulang menyeluruh pada anak)

; Me6,erai*i Ke*)ran5an (a4 Gi<i Mi*ro

emua anak dengan gi2i (uruk mengalami defisiensi 3itamin dan mineral) Meskipun sering ditemukan anemia, jangan (eri 2at (esi pada fase a5al, tetapi tunggu sampai anak mempunyai nafsu makan yang (aik dan mulai (ertam(ah (erat (adannya ;(iasanya pada minggu kedua, mulai fase reha(ilitasi<, karena 2at (esi dapat memperparah infeksi)

Tatalaksana

Cerikan setiap hari paling sedikit dalam . minggu - Multi3itamin

- Asam flat ;1 mg pada hari pertama, dan selanjutnya 0 mg=hari< - +inc ;. mg +c elemental=kgCC=hari<

- Tem(aga ;/,8 mg u=kgCC=hari<

- ?ersulfat 8 mg=kgCC=hari setelah (erat (adan naik ;mulai fase reha(ilitasi<

- Fitamin A @ di(erikan secara ral pada hari pertama ;kecuali nila telah di(erikan se(elum dirujuk<, dengan dsis seperti di (a5ah ini@

(22)

 D B (ulan @ dsis 1/)/// %! ;0=. kapsul (iru<  B-0. (ulan @ dsis 0//)/// %! ;0 kapsul (iru<  0-1 tahun @ dsis .//)/// %! ;0 kapsul merah<

ika ada gejala defisiensi 3itamin A, atau pernah sakit campak dalam 8 (ulan terakhir, (eri 3itamin A dengan dsis sesuai umur pada hari ke 0,. dan 01) $ Me6eri*an Ma*anan )n4)* S4ailisasi dan Transisi

Pada fase a5al, pem(erian makan ;frmula< harus di(erikan secara hari-hati se(a( keadaan fisilgis anak masih rapuh)

Tatalaksana

ifat utama yang mennjl dari pem(erian makan a5al adalah@

- Makanan dalam jumlah sedikit tetapi sering dan rendah smlaritasnya maupun rendah laktsa

- Cerikan secara ral atau melalui N4T, hindari penggunaan parenteral - Energi @ 0// kkal=kgCC=hari

- Prtein @ 0-0,1 g=kgCC=hari

- airan @ 08/ ml=kgCC=hari ;(ila ada edema (erat (eri 0// ml=kgCC=hari<

- ika anak masih mendapat A%, lanjutkan, tetapi pastikan (ah5a jumlah ?->1 yang ditentukan harus dipenuhi seperti di (a5ah ini@

Hari *e= Fre*)ensi /ol)6e>*5&&>,e6erian /ol)6e>*5&&>9ari 0 . 8 9 1 dst . jam 8 jam 9 jam 00 ml 0B ml .. ml 08/ ml 08/ ml 08/ ml

Pada anak dengan nafsu makan (aik dan tanpa edema, jad5al di atas dapat dipercepat menjadi .-8 hari) ika jumlah petugas ter(atas, (eri priritas untuk   pem(erian makan setiap . jam hanya pada kasus yang keadaan klinisnya paling  (erat, dan (ila terpaksa upayakan paling tidak tiap 8 jam pada fase permulaan)

*i(atkan dan ajari rangtua atau penunggu pasien)

Pem(erian makan sepanjang malam hari sangat penting agar anak tidak terlalu lama tanpa pem(erian makan ;puasa dapat meningkatkan resik kematian<) Apa(ila pem(erian makanan per ral pada fase a5al tidak mencapai ke(utuhan minimal ;7/kkal=kgCC=hari<, (erikan sisanya melalui N4T) angan mele(ihi 0//kkal=kgCC=hari pada fase a5al ini)

(23)

Pada cuaca yang sangat panas dan anak (erkeringat (anyak maka anak perlu mendapat ekstra air=cairan)

Pemantauan

- umlah makanan yang di(erikan dan diha(iskan setiap hari - Muntah

- ?rekuensi defekasi dan knsistensi feses - Cerat (adan

" Me6eri*an Ma*anan )n4)* T)6)9 Ke7ar

Tanda yang menunjukkan (ah5a anak telah mencapai fase ini adalah@ - "em(alinya nafsu makan

- Edema minimal atau hilang Tatalaksana

*akukan transisi secara (ertahap dari frmula a5al ;?->1< ke frmula tum(uh kejar  ;?-0//<)

- 4anti ?->1 dengan ?-0//) Ceri ?-0// sejumlah yang sama dengan ?->1 selama . hari (erurutan

- elanjutnya naikkan jumlah ?-0// se(anyak 0/ ml setiap kali pem(erian sampai anak tidak mampu mengha(iskan atau tersisa sedikit) Ciasanya hal ini terjadi ketika pem(erian frmula mencapai .// ml=kgCC=hari

- :apat pula digunakan (u(ur atau makanan pendamping A% yang dimdifikasi sehingga kandungan energi dan prteinnya se(anding dengan ?-0//

- etelah transisi (ertahap, (eri anak @

 Pem(erian makan yang sering dengan jumlah yang tidak ter(atas ;sesuai

kemampuan anak<

 Energi @ 01/-../ kkal=kgCC=hari  Prtein @ 9-B g=kgCC=hari

Cila anak masih mendapat A%, lanjutkan pem(erian A% tetapi pastikan anak sudah mendapat ?-0// sesuai ke(utuhan, karena A% tidak mengandung cukup energi untuk  menunjang tum(uh-kejar) Makanan terapeutik siap saji ;ready to use therapeutic food  I R!T?< yang mengandung energi se(anyak 1// kkal=sachet 6. g dapat digunakan  pada fase reha(ilitasi)

Pemantauan

(24)

Amati gejala dini gagal jantung ;nadi cepat dan nafas cepat<) ika nadi maupun frekuensi nafas meningkat ;pernafasan naik 1G=menit dan nadi naik .1G=menit<, dan kenaikan ini menetap selama . kali pemeriksaan dengan jarak 9 jam (erturut-turur, maka hal ini merupakan tanda (ahaya dan perlu dicari penye(a(nya)

*akukan segera @

- "urangi 3lume makanan menjadi 0// ml=kgCC=hari selama .9 jam - "emudian, tingkatkan perlahan-lahan se(agai (erikut@

 001 ml=kgCC=hari selama .9 jam (erikutnya  08/ ml=kgCC=hari selama 97 jam (erikutnya

 elanjutnya, tingkatkan setiap kali makan dengan 0/ ml se(agaimana

dijelaskan se(elumnya - Atasi penye(a(

Penilaian kemajuan

"emajuan terapi dinilai dari kecepatan kenaikan (erat (adan setelah tahap transisi dan mendapat ?-0//@

- Tim(ang dan catat (erat (adan setiap pagi se(elum di(eri makan

- $itung dan catat kenaikan (erat (adan setiap 8 hari dalam gram=kgCC=hari - ika kenaikan (erat (adan @

 "urang ;D 1 g=kgCC=hari<, anak mem(utuhkan penilaian ulang lengkap  edang ;1-0/ g=kgCC=hari<, periksa apakah target asupan terpenuhi, atau

mungkin ada infeksi yang tidak terdeteksi

 Caik ;J 0/ g=kgCC=hari<

? Me6eri*an S4i6)lasi )n4)* T)6)9 Ke6an5 - !ngkapan kasih sayang

- *ingkungan yang ceria

- Terapi (ermain terstruktur selama 01-8/ menit per hari - Akti3itas fisik segera setelah anak cukup sehat

- "eterli(atan i(u sesering mungkin ;misalnya menghi(ur, mem(eri makan, memandikan, (ermain<

#0 Me6,ersia,*an )n4)* Tinda* 'an7)4 di R)6a9

Cila telah tercapai CC=TC J-.: ;setara dengan J7/< dapat dianggap anak telah sem(uh) Anak mungkin masih mempunyai CC=! rendah karena anak (erpera5akan

(25)

 pendek) Pla pem(erian makan yang (aik dan stimulasi harus tetap dilanjutkan di rumah)

Cerikan cnth kepada rangtua@

- Menu dan cara mem(uat makanan kaya energi dan padat gi2i serta frekuensi  pem(erian makanan yang sering

- Terapi (ermain yang terstruktur  arankan untuk@

- Melengkapi imunisasi dasar dan atau ulangan

- Mengikuti prgram pem(erian 3itamin A ;?e(ruari dan Agustus Pemulangan se(elum sem(uh ttal

Anak yang (elum sem(uh ttal mempunyai resik tinggi untuk kam(uh) #aktu untuk   pemulangan harus mempertim(angkan manfaat dan faktr resik) ?aktr ssial juga

harus dipertim(angkan) Anak mem(utuhkan pera5atan lanjutan melalui ra5at jalan untuk menyelesaikan fase reha(ilitasi serta untuk mencegah kekam(uhan)

Ce(erapa pertim(angan agar pera5atan di rumah (erhasil@ ANA" 

- Telah menyelesaikan peng(atan anti(itik  - Mempunyai nafsu makan yang (aik 

- Menunjukkan kenaikan (erat (adan yang (aik 

- Edema sudah hilang atau setidaknya sudah (erkurang %C! atau PEN4A!$

- Mempunyai 5aktu untuk mengasuh anak 

- Memperleh pelatihan mengenai pem(erian makan yang tepat ;jenis, jumlah dan frekuensi<

- Mempunyai sum(er daya untuk mem(eri makan anak) ika tidak mungkin, nasihati tentang dukungan yang tersedia

Tindak lanjut (agi anak yang pulang se(elum sem(uh

ika anak dipulangkan le(ih a5al, (uatlah rencana untuk tindak lanjut sampai anak  sem(uh @

- $u(ungi unit ra5at jalan, pusat reha(ilitasi gi2i, klinik kesehatan lkal untuk  melakukan super3isi dan pendampingan

- Anak harus ditim(ang secara teratur setiap minggu) ika ada kegagalan kenaikan  (erat (adan dalam 5aktu . minggu (erturut-turut atau terjadi penurunan (erat  (adan, anak harus dirujuk kem(ali ke rumah sakit)

(26)

Ko6,li*asi

"eadaan malnutrisi marasmus dapat menye(a(kan anak mendapatkan penyakit  penyerta yang terkadang tidak ringan apa(ila penatalaksanaan marasmus tidak segera

dilakukan) Ce(erapa keadaan terse(ut ialah@9

0) Nma

 Nma merupakan penyakit yang kadang-kadang menyertai malnutrisi tipe marasmus-k5ashirkr) Nma atau stmatitis gangrensa merupakan pem(usukan muksa mulut yang (ersifat prgresif sehingga dapat menem(us pipi) Nma terjadi pada malnutrisi (erat karena adanya penurunan daya tahan tu(uh) Penyakit ini mempunyai  (au yang khas dan tercium dari jarak (e(erapa meter) Nma dapat sem(uh tetapi

menim(ulkan (ekas luka yang tidak dapat hilang seperti lenyapnya hidung atau tidak  dapat menutupnya mata karena prses fi(rsis)

.) erftalmia

Penyakit ini sering ditemukan pada malnutrisi yang (erat terutama pada tipe marasmus-k5ashirkr) Pada kasus malnutrisi ini 3itamin A serum sangat rendah sehingga menye(a(kan ke(utaan) &leh se(a( itu setiap anak dengan malnutrisi se(aiknya di(erkan 3itamin A (aik secara parenteral maupun ral, ditam(ah dengan diet yang cukup mengandung 3itamin A)

8) Tu(erkulsis

Pada anak dengan keadaan malnutrisi (erat, akan terjadi penurunan keke(alan tu(uh yang akan (erdampak mudahnya terinfeksi kuman) alah satunya adalah mudahnya anak dengan malnutrisi (erat terinfeksi kuman myc(acterium tu(erculsis yang menye(a(kan penyakit tu(erculsis)

9) irsis hepatis

irsis hepatis terjadi karena tim(ulnya perlemakan dan penim(unan lemak pada saluran prtal hingga seluruh parenkim hepar tertim(un lemak) Penim(unan lemak ini  juga disertai adanya infeksi pada hepar seperti hepatitis yang menim(ulkan sirsis

hepatis pada anak dengan malnutrisi (erat)

1) $iptermia

$iptermia merupakan kmplikasi serius pada malnutrisi (erat tipe marasmus) $iptermia terjadi karena tu(uh tidak menghasilkan energi yang akan diu(ah menjadi

(27)

energi panas sesuai yang di(utuhkan leh tu(uh) elain itu lemak su(kutan yang tipis  (ahkan menghilang akan menye(a(kan suhu lingkungan sangat mempengaruhi suhu

tu(uh penderita) B) $ipglikemia

$ipglikemia dapat terjadi pada hari-hari pertama pera5atan anak dengan malnutrisi  (erat) "adar gula darah yang sangat rendah ini sangat mempengaruhi tingkat kesadaran anak dengan malnutrisi (erat sehingga dapat mem(ahayakan penderitanya) >) %nfeksi traktus urinarius

%nfeksi traktur urinarius merupakan infeksi yang sering terjadi pada anak (ergantung kepada tingkat keke(alan tu(uh anak) Anak dengan malnutrisi (erat mempunyai daya tahan tu(uh yang sangat menurun sehingga dapat mempermudah terjadinya infeksi terse(ut)

7) Penurunan kecerdasan

Pada anak dengan malnutrisi (erat, akan terjadi penurunan perkem(angan rgan tu(uhnya) &rgan penting yang paling terkena pengaruh salah satunya ialah tak) &tak  akan terham(at perkem(angannya yang diaki(atkan karena kurangnya asupan nutrisi untuk pem(entukan sel-sel neurn tak) "eadaan ini akan (erpengaruh pada kecerdasan serang anak yang mem(uat fungsi afektif dan kgnitif menurun, terutama dalam hal daya tangkap, analisa, dan memri)

Pro5nosis

Prgnsis pada penyakit ini (uruk karena (anyak menye(a(kan kematian dari  penderitanya aki(at infeksi yang menyertai penyakit terse(ut, tetapi prgnsisnya dapat dikatakan (aik apa(ila malnutrisi ditangani secara tepat dan cepat) "ematian dapat dihindarkan apa(ila dehidrasi (erat dan penyakit infeksi krnis lain seperti tu(erkulsis atau hepatitis yang menye(a(kan terjadinya sirsis hepatis dapat dihindari) Pada anak yang mendapatkan malnutrisi pada usia yang le(ih de5asa) $al ini (er(anding ter(alik dengan  psikmtr anak yang mendapat penanganan malnutrisi le(ih cepat menurut umurnya) Anak 

yang le(ih muda saat mendapat per(aikan keadaan gi2inya akan cenderung mendapatkan kesem(uhan psikmtrnya le(ih sempurna di(andingkan dengan anak yang le(ih tua, sekalipun telah mendapatkan penanganan yang sama) $anya saja pertum(uhan dan  perkem(angan anak yang pernah mengalami kndisi marasmus in cenderung le(ih lam(at, terutama terlihat jelas dalam hal pertum(uhan tinggi (adan anak dan pertam(ahanan (erat

(28)

anak, 5alaupun jika dilihat secara rati (erat dan tinggi anak (erada dalam (atas yang nrmal)8,9

&A& III

(29)

Ran5*)6an

Penyakit "EP ;kekurangan energi prtein< merupakan salah satu penyakit gangguan gi2i yang penting (agi negara-negara tertinggal maupun negara (erkem(ang seperti %ndnesia dan lainnya) Pre3alensi tertinggi terdapat pada anak-anak di (a5ah umur lima tahun, dan i(u yang sedang mengandung atau menyusui) Pada kndisi ini ditemukan (er(agai macam keadaan patlgis dise(a(kan leh kekurangan energi maupun prtein dalam tingkat yang  (ermacam-macam) Aki(at dari kndisi terse(ut, ditemukan malnutrisi dari derajat yang

ringan hingga (erat) Pada keadaan yang sangat ringan tidak ditemukan kelainan dan hanya terdapat pertum(uhan yang kurang sedangkan kelainan (ikimia5i dan gejala klinis tidak  terlihat) Pada keadaan yang sangat (erat ditemukan dua tipe malnutrisi, yaitu marasmus dan k5ashirkr, serta diantara keduanya terdapat suatu keadaan dimana ditemukan campuran ciri-ciri kedua tipe malnutrisi terse(ut yang dinamakan marasmus-k5ashirkr) Masing-masing dari tipe itu mempunyai gejala-gejala klinis yang khas) Pada semua derajat maupun tipe malnutrisi ini mempunyai persamaan (ah5a adanya gangguan pertum(uhan dan  perkem(angannya pada penderitanya) !ntuk mem(edakan tipe ataupun derajat (eratnya malnutrisi terdapat (e(erapa cara maupun klasifikasi, yaitu menurut 4me2 atau #ellcme trust dan yang (iasa dipakai sehari-hari menurut perhitungan antrpmetri) Canyak faktr  yang mempengaruhi terjadinya malnutrisi pada anak, terutama adalah peranan diet sehari-hari yang kurang mencukupi ke(utuhan gi2i seim(ang anak pada masa usia pertum(uhan, adanya  penyakit penyerta yang memper(uruk keadaan gi2i serta peranan ssial eknmi yang

mempunyai peranan tinggi terutama kemiskinan dalam hal mempengaruhi status gi2i seserang) 4ejala klinis tipe marasmus, penderita terlihat seperti rangtua dan anak sangat kurus karena kehilangan se(agian (esar lemak dan atrfi dari tt-ttnya) Peng(atan marasmus adalah dengan pem(erian diet tinggi prtein disertai pem(erian cairan untuk  menanggulangi dehidrasi jika ada) elain itu di(erikan juga 3itamin A untuk mencegah terjadinya ke(utaan pada mata dan pem(erian mineral lain untuk mem(antu meningkatkan gi2i penderita) Penyakit ini mempunyai kmplikasi dari yang ringan seperti infeksi traktus urinarius hingga yang (erat seperti tu(erkulsis) Penatalaksanaannya dilakukan secara  (ersama-sama dengan memper(aiki keadaan gi2inya) #alaupun prgnsisnya terlihat (uruk 

tetapi dengan penanganan yang cepat dan tepat dapat menghindarkan penderitanya dari kematian)

(30)

Penyakit marasmus ini merupakan penyakit kekurangan gi2i yang (anyak sekali terjadi di %ndnesia dan terutama anak-anak yang (anyak terkena knsidi gi2i (uruk atau malnutrisi ini) ika kndisi ini di(iarkan (erlarut-larut maka akan (anyak sekali anak  %ndnesia yang terham(at perkem(angan dan pertum(uhannya, selain itu juga sangat  (erpengaruh pada kecerdasan (angsa) !ntuk itu diperlukan usaha yang ekstra untuk 

menanggulangi permasalahan terse(ut, diantaranya adalah@

0 Anak-anak dalam masa pertum(uhan dan perkem(angan se(aiknya mendapat asupan gi2i yang adekuat, yaitu kecukupan kar(hidrat, lemak, prtein, serat, 3itamin dan mineral dalam makanan sehari-harinya

. &rangtua harus le(ih memperhatikan asupan anak-anaknya apakah makanan yang di(erikan sudah mencukupi nutrisi yang di(utuhkan dalam masa tum(uh kem(angnya, selain itu rangtua se(aiknya memeriksakan anak-anaknya ke pusat kesehatan terdekat seperti psyandu atau puskesmas secara rutin untuk memantau tum(uh kem(ang dan juga rutin untuk melakukan imunisasi untuk anaknya

8 Pemerintah (ersama-sama dengan masyarakat melalui psyandu dan puskesmas turut  (erperan serta aktif se(agai (asis terdepan dalam usaha meningkatkan taraf hidup

masyarakat terutama anak-anak 

9 Pemerintah menggalakan kem(ali prgram keluarga (erencana melaui puskesmas- puskesmas yang terse(ar di kta maupun di daerah tertinggal untuk menekan tingkat  pertum(uhan penduduk sehingga dengan rendahnya pertum(uhan penduduk maka

akan meningkatkan kesejahteraan indi3idu dan keluarga terutama anak-anak)

1 Pemerintah harus le(ih memperhatikan daerah-daerah terpencil di %ndnesia yang seringkali tidak tersentuh leh karena kendala dari transprtasi) !ntuk itu diperlukan  peran pemerintah untuk mem(angun akses daerah-daerah terpencil terse(ut sehingga  petugas kesehatan (isa menjangkau dan le(ih memperhatikan daerah terse(ut)

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, menggambarkan ilmu itu berkembang dengan pesat, seluruh lapisan masyarakat belajar dan menggambarkan dinamika bahwa boleh berinisiasi mengembangkan

Penerapan Model Problem Based Learning Pada Matakuliah Ekologi Tumbuhan untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep Dan Keterampilan Berpikir Kreatif Mahasiswa

Karena hasil dari data rekaman alat tersebut masih berupa data analog, maka penulis merancang suatu alat pengukur intensitas matahari tersebut menggunakan sensor suhu

satu terobosan baru dalam dunia pendidikan, dan juga mudah digunakan siswa kapanpun dan dimanapun. Materi vocabulary pada siswa kelas III SD memerlukan suatu media untuk

Beberapa jenis nilai ekstrim diantaranya adalah blok maksima ( block maxima ), nilai di atas ambang ( values over threshold ), dan r -nilai terbesar dari data terurut

i Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Karunia dan Rahmat-Nya Prosiding Seminar Nasional Kimia dan Pendidikan Kimia 2016, yang

1) “Ken Arok” dalam naskah drama berstatus sosial rendah sedangkan dalam novelnya berstatus sosial tinggi. Pertentangan pada naskah drama Ken Arok dengan novel Arok

Studi ekstensif terus dilakukan dalam upaya ekplorasi semikonduktor fotokatalis yang efisien dalam mereduksi air menjadi hidrogen dan oksigen melalui reaksi yang