• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cinta, Seks, Dan Pernikahan Dalam Perspektif Buddha Dharma

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Cinta, Seks, Dan Pernikahan Dalam Perspektif Buddha Dharma"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

\u201cHidup bersama-sama di kehidupan lalu dan

karena kebajikan dalam kehidupan kali ini, cinta

lahir bagaikan teratai di atas air.

Dengan hidup bersama, dengan pandangan,

dengan senyuman, cinta lahir di antara pria dan

wanita. Ketika cinta masuk ke dalam pikiran

maka hati menjadi gembira.\u201d

(3)

KATA PENGANTAR

P ji syuk r atas berk h dari T iratna [B ddha, D arm , S ng a], sehingg penulis

u

u

a

r

u

h

a a h

a

dapat m nyelesaik n tulisan ini. T lisan ini tidak ak n terlalu m m erik n k jian

e

a

u

a

e b

a

a

detail m ng nai cinta dan pernik han. P da tulisan k li ini, penulis berusaha untuk

e e

a

a

a

m nya ik n k tipan-k tipan dari k tab B ddhis yang isinya bag im na m n alani

e

j a

u

u

i

u

a a

e j

k hidupan cinta, sek dan pernik han yang sesuai deng n D arm serta pen elasan

e

s

a

a

h

a

j

singk t penulis. D n tanpa disadari, k tipan-k tipan sutra tersebut deng n

a

a

u

u

a

sendirinya sudah m m erik n pen elasan yang cuk p detail.

e b

a

j

u

D lam m ng tip tek -tek , penulis m ng m il dari tek -tek T eravada,

a

e u

s

s

e a b

s

s h

S rvastivada, M hasang ik , V tsiputriya, P d alavadin, M lasarvastivada,

a

a

h a a

u g

u

M hayana dan V jrayana, sehingg deng n dem k an anjuran S ng B ddha yang

a

a

a

a

i i

a

u

sesungg hnya, dapat ditem k n, selain jug m n un ung prinsip E ayana.

u

u a

a e j j

k

P nulis sendiri k tik m nulis k rya ini m n adi sadar, bahw k tab B ddhis adalah

e

e a e

a

e j

a i

u

k tab ag m yang paling banyak m nceritak n tentang cinta dibanding deng n k

i

a a

e

a

a

k tab ag m lain. A juran m ng nai bag im na m lang ungk n k hidupan suam

i

a a

n

e e

a a

e

s

a

e

istri yang harm nis ataupun m n alank n k hidupan cinta yang rom ntis nam

o

e j

a

e

a

u

sesuai deng n D arm , sungg h sang t banyak ditem k n dalam k tab T ipitak

a

h

a

u

a

u a

i

r

dan an uran para g ru-g ru penerus a aran S ng B ddha. S lain itu banyak pula

j

u

u

j

a

u

e

k sah rom ntis antara pria dan w nita dalam k tab-k tab B ddhis.

i

a

a

i

i

u

K usus untuk sek s ya jug m m ahas ya dari k tab k tig Y na sehingg k ta

h

s a

a e b

n

i

e a a

a i

dapat m ng rti apa sa a tindak n sek yang tidak pantas m nurut B ddhis,

e e

j

a

s

e

u

sehingg seseorang dapat m n ag dirinya dan tidak terjerum s dalam sek bebas,

a

e j a

u

s

m ng ng t dalam perg ulan m dern ini, sek tam ak ya diangg p sudah sebag

e i a

a

o

s

p n

a

hal yang w jar dilak k n, bahk n dilak k n sebelum m nik h. N m n apabila k

a

u a

a

u a

e

a

a u

m lihat k tab-k tab B ddhis, m k m nog m , sek setelah m nik h, k setiaan antar

e

i

i

u

a a o

a i

s

e

a

e

pasang n adalah hal-hal yang dijun ung oleh S ng B ddha.

a

j

a

u

H rapan penulis adalah k rya ini dapat m m antu para penulis B ddhis yang

a

a

e b

u

lainnya yang ing n m nulis artik l tentang cinta, sek dan pernik han deng n

i

e

e

s

a

a

re erensi-re erensi k tab B ddhis yang sesuai. S lain itu diharapk n k rya ini dapat

f

f

i

u

e

a

a

m nyadark n m syarak t sehingg m rek tidak sem ta-m ta m m ndang ag

e

a

a

a

a e

a

a

a

e a

B ddha sebag i ag m petapa yang m nolak cinta antara pria dan w nita. D arm

u

a

a a

e

a

h

a aran S ng B ddha adalah a aran yang dapat diterapk n dalam k hidupan sehari-

j

a

u

j

a

e

hari sehingg tentu m m u untuk m m antu m nciptak n k hidupan percintaan

a

a p

e b

e

a

e

yang bahag a bag sepasang k k sih.

i

i

e a

N m ste,

a a

T e S ddha W nderer

O dained A U asak V m la D am o by V n. S k ito T

O dained as U asak Y she L ag d by V n. Z rm ng Druk a R npoche

h

i

a

r

s p

a i a

h

m

e

u h

h

(4)

DAFTAR ISI

LOVE AND BUDDHISM

Awal Perjalanan Cinta Sang Bodhisattva

Cinta Antara Prtia dan Wanita = Lobha?

Para Bodhisattva Membantu Kita Menemukan Soulmate

Kehidupan Pasangan Harus Diisi Dengan Rasa Cinta

Cinta Antara Pasangan Dalam Agama Buddha

Mau Berkorban Demi Sang Kekasih

Kesetiaan Vs Mendua

Jadikan Kehidupan Cintamu Sebagai Kendaraan Mencapai Ke-Buddhaan

Bagaimana Menumbuhkan dan Mengembangkan Rasa Cinta?

Seks=Ungkapan Cinta?

Katakan Tidak Pada Playboy atau Playgirl

Janganlah Mudah Menyerah Untuk Mendapatkan Cinta Kita

Pasangan Yang Tercerahkan

PERNIKAHAN ALA BUDDHIS

Nasehat Pada Istri

Nasehat Pada Suami

Pernikahan Bahagia dan Kelahiran Anak adalah Akibat Kusala Karma

Menikah Apa Harus Lihat Tanggal?

Poligami

Nikah Beda Agama, Gimana Dong?

Cerai Menurut Agama Buddha

Sang Buddha Merestui Pernikahan

Pangeran Siddharta Tak Pernah Meninggalkan Istrinya

APAKAH P. SIDDHARTA BERPOLIGAMI?

Empat Istri Sang Bodhisattva [Siddharta]

Yasodhara adalah Gopa

Mrgaja adalah Kisagotami

Jadi, Berapakah Istri Pangeran Siddharta?

KAMESUMICCHACARA [

P

elanggaran Sila Ketiga]

Faktor Pelanggaran Sila ke-3

Menurut Sudut Pandang Theravada [Tipitaka Pali]

Menurut Sudut Pandang Pudgalavadin dan Vatsiputriya

Menurut Sudut Pandang Mahayana

(5)

LOVE

AND

BUDDHISM

Oleh: Hendrick

[Up. Vimala Dhammo / Up.Yeshe Lhagud] [email protected]

“Hidup bersama-sama di kehidupan lalu dan karena kebajikan dalam kehidupan kali ini, cinta lahir bagaikan teratai di atas air.

Dengan hidup bersama, dengan pandangan, dengan senyuman, cinta lahir di antara pria dan wanita. Ketika cinta masuk ke dalam pikiran maka hati menjadi gembira.”

Manusia yang paham akan yakin, berkata, “Ia berbahagia denganku di masa lampau”. Sejak waktu yang lama dalam berbagai kelahiran yang berulang-ulang, sebanyak 1000 koti kelahiran,

mereka berdua berhubungan bersama-sama sebagai istri dan suami.

(Sang Buddha, Mahavastu Avadana)

B gitulah kutipan kata-k ta S ng B agava yang diucapkan oleh P ngeran S dhanu / S dhanae a a h a u u (kelahiran lam au P ng ran S ddharta) kepada K nnari M nohara (kelahiran lam au Y sodhara)p a e i i a p a untuk m ngungkapkan rasa cintanya. U iknya syair kata-kata tersebut juga diutarakan olehe n

w nita bernam S am (kelahiran lam au Y sodhara) kepada seorang pedag ng yanga a y a p a a

m rupakan kelahiran lam au P ngeran S ddharta. Lantunan syair tersebut juga tertulis dalame p a i kitab N lini Jataka, untuk m ndeskripsikan cinta antara E as inga (kelahiran lam au P ngerana e k r p a S ddharta) dengan N lini (kelahiran lam au Y sodhara).i a p a

D kitab T pitaka P li, k ta m lihat S ng B ddha juga m m abarkan k lim t di atas dalami i a i e a u e b a a S keta Jataka, ketika ia ditanyai oleh sisw -N a tentang sebab dari m nculnya perasaan cintaa a y u di antara pria dan w nita, m ngingat ada seorang brahm na bernam B ddhapita [ayaha e a a u

B ddha] dan istrinya, B ddham ta [ibu B ddha], yang terus bersam -sam berpasanganu u a u a a sebagai suam is ri sebanyak 1500 k li kelahiran lam au m rek . S banyak 500 k li kelahirani t a p e a e a

m reka m n adi kedua orang tua S ng B dhisatta, 500 kalie e j a o sebagai pam n dan bibi S ng B dhisatta dan 500 kali kelahirana a o m njadi k kek nenek S ng B dhisatta. M sih sebagai um t aw me a a o a a a m reka berdua m ncapai tingkatan A ahat di baw h bim ingane e r a b S ng B ddha sendiri sehingga akhirnya m ncapai P rinibbana.a u e a Lalu selam 4 asam hyeya kalpa serta 100.000 kali perputarana k dunia [m hak lpa] dan selam 500 kelahiran pula, S nga a a a

B dhisatta P ngeran S ddharta dan Y sodhara bersam -samo a i a a a m ngarungi sam ara dem m nyem urnakan param ta. S lame s i e p i e a 500 kelahiran pula m reka saling m ngasihi, m nyokong dane e e

m ncintai satu sam lain. C nta m reka tidak ada bandingannya die a i e dunia ini. S lit sekali untuk suam istri terus bersam -sam diu i a a

berbagai kelahiran, nam n berkat kek atan tekad S ngu u a

B dhisattva dan pasangannya, m reka berdua tidak terpisahkano e w laupun harus m nerjang om ak sam ara yang sangat ganasa e b s .

(6)

Awal Perjalanan Cinta Sang Bodhisattva

S orang gadis berkata pada brahm na S m ti:e a u a “Namun aku akan memberikanmu bunga teratai ini dengan satu kondisi: jika kamu, pada waktu engkau mempersembahkan bunga teratai tersebut pada Sang Buddha, buatlah harapan yang sungguh-sungguh untuk mendapatkanku sebagai istrimu di berbagai kehidupan, [yaitu dengan] berkata, ‘Semoga ia menjadi istriku dalam keberadaan yang berulang.” ( Di vyavadana)

B gaim nakah cinta kasih agung P ngerana a a

S ddharta dan Y sodhara pada aw lnya terjalin? Di a a i m sa lam au ketika m reka terlahir sebag ia p e a

S m dha (M gha/ S m ti /N yatikram ) danu e e u a a a S m tta (P akriti /S s ada) sem sa B ddhau i r u v a u

D pankara m sih hidup. K tika perem uan S m ttai a e p u i bertemu dengan petapa S m dha,u e ia

m ngucapkan sebuah tekad:e

“Yang mulia petapa, selama waktu yang akan engkau jalani dalam mencapai Kebuddhaan; semoga aku dapat selalu menjadi pendampingmu.”

S m dha bertem deng n S m tta yang k tika itu datang m m aw lim tangkai bunga teratai.u e u a u i e e b a a K tika pertam kali bertem , m reka berdua s dah jatuh cinta pada pandangan pertam .e a u e u a

P tapa S m dha kem dian bercakap-cakap dengan S m tta:e u e u u i

M gha [S m dha] bertanya pada P akriti [S m tta]:e u e r u i “Berapakah harga untuk teratai-teratai tersebut, nona?” Ia m n aw b:e j a “Aku membeli kelima teratai tersebut seharga 500 koin emas [purana] dan dua yang lain aku dapatkan dari seorang teman.” Lalu sang brahm na m da,a u M gha, berkata padanya:e “Aku akan memberikan padamu 500 purana untuk lima tangkai teratai.

Dengan teratai tersebut aku akan menghormat pada Bhagavan Dipamkara dan engkau dapat

menghormati-Nya dengan dua tangkai lainnya.” P akriti m njaw bnya dan berkatar e a : “Aku akan memberikanmu lima tangkai teratai ini dengan satu kondisi yaitu engkau akan mengambilku

sebagai istrimu dan engkau akan menjadi suamiku.” B ahm na m da M gha m n aw br a u e e j a : “Aku berusaha untuk melatih pikiran mencapai Anuttara Samyaksambodhi. Bagaimana kemudian aku berpikir tentang pernikahan?” P akriti m n aw b,r e j a “Berusahalah dan capailah pikiran tersebut. Aku tidak akan menghalangimu.”

(Mahavastu Avadana)

V rsi lain dari percakapan di atas dapat ditem kan dalam kitab A am :e u g a

G dis P akriti benar-benar m m liki hati yang baik dan brahm na N yatikram berpikir bahw P akriti hanya ingin m nggodanya.

… …

a r e i a a a

r e

Sumitta [Susvada]: Jika engkau [Sumedha] berjanji untuk menerimaku sebagai istrimu di kelahiran satu maupun selanjutnya. Aku akan memberikanmu bunga-bunga ini.

Sumedha [Nayatikrama]: Membahas mengenai sikapku(samudacara), sekarang pikiranku telah bebas dari kemelekatan.

Susvada: Biarkanlah aku menjadi istrimu di kelahiran-kelahiran selanjutnya seperti sekarang aku tidak bernafsu untuk menjadi istrimu secara fisik.

Nayatikrama: Tindakan seorang Bodhisattva adalah tidak berjuang seorang diri. Jika engkau ingin menjadi istriku, engkau harus mengatasi kemelekatan akan diri (mamakara)

Susvada: Aku tidak akan menggunakan cara-cara untuk mengkhianati cita-cita agungmu mengenai kemurahan hati (danadhyasaya). Biarkanlah aku dengan motivasi yang benar menggunakan tubuhku, mendanakannya untuk yang lain. Maka dari itu aku tidak akan mengkhianati aspirasi kemurahan hati kita.(Ekottara Agama 20.3)

(7)

M gha berpikir dan berk ta,e a “Aku akan mengambilmu sebagai istri untuk ditukar dengan

teratai-teratai ini. Aku akan menghormat pada Bhagavan Dipamkara, dan juga, aku akan membangkitkan pikiran untuk mencapai Anuttara Samyaksambodhi.”

B ahm na S m dha m ngam il 500 k in em s dan m m elanjakannya pada S m tta untukr a u e e b o a e b u i lim tangkai bunga teratai. K m dian suara yang enak didengar m ncul dari gadis S ma e u u u

“Jika engkau berkeinginan untuk menghormati pembimbing Dunia (Buddha) dengan buket teratai yang indah, ambillah aku untuk menjadi istrimu hari ini. Maka aku akan selalu tetap setia dalam cinta. Seperti berbunganya pohon Bodhi yang cantik, namun jarang ditemukan muncul di dunia ini, brahmana muda, maka seperti itu juga dengan kemunculan para Buddha dan Tathagata yang agung. Dengan buket teratai yang menarik ini engkau menghormati Sang Buddha, sang Pembimbing manusia [sehingga menjadi ‘takluk’]. Tindakan itu akan menjadi jalan untuk pencerahanmu. Dan aku akan menjadi istrimu di manapun berada.”

Megha menjawab: “Hari ini aku mengambilmu sebagai istri sebagai balasan atas buket teratai yang indah ini. Aku akan menghormati Sang Buddha…"

(Mahavastu Avadana)

S telah itu, ia dan S m tta berikrar untue u i k

m m raktekk n jalan B dhisattva dan m rekae p a o e saling m njalin hubungan. P tapa S m dha yange e u e telah m nerim bung teratai dari S m tta,e a a u i

kem dian di tengah-tengah keram ian, bersam -u a a sam m m ersem ahkannya kepada B ddhaa e p b u D pankara, yang datang m ngham iri m reka.i e p e

M ngam ti apa yang sedang terjadi antara S m dha dan S m tta, B ddha m m uat rame a u e u i u e b tengah-tengah keram ian:a

“Dengarkanlah, O Sumedha, upasika [perempuan] ini memiliki citta yang sebanding dengan dirimu, ia akan menjadi pendampingmu dalam berbagi hidup. Membantumu dengan semangat dan perbuatan yang sama [kusalakamma] dalam usahamu mencapai ke-Buddhaan, ia akan membahagiakanmu dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatannya, ia akan berpenampilan cantik dan menyenangkan, manis tutur katanya dan baik hati. Dalam usahamu mencapai ke-Buddhaan, dalam kelahiranmu yang terakhir, ia akan menjadi murid perempuan yang akan menerima warisan spiritual darimu [dhammadayada], menjadi seorang Arahanta, lengkap dengan kemampuan batin yang tinggi. Perempuan ini akan melakukan semua kusala dhamma bahkan seperti semua pemilik harta menyimpan harta mereka ke dalam kotak harta. Maka dari itu orang-orang akan menyokong perempuan yang engkau kasihi ini. Perempuan ini akan memiliki parami sempurna, ia akan melenyapkan kilesa bagaikan singa keluar dari kandangnya, dan akan mencapai bodhinana dalam kalpa Yang Tidak Terhitung mulai dari sekarang.”

(Buddhavamsa)

S ng gadis brahm na (P akriti) juga m ngucapkan tekadnya,a a r e “Ketika engkau [Sumedha] memenuhi ikrarmu untuk menjadi seorang Buddha, seorang Pembimbing, maka akau akan

menjadi istrimu, pendampingmu yang tetap dalam Dharma. Ketika engkau tercerahkan sempurna, guru terbaik di dunia, maka aku akan, pada waktu itu, menjadi siswamu.”

(Divyavadana)

B gitulah cinta kasih ag ng (e u nipatitam) yang terjalin antara P ngeran S ddharta dan Y sodharaa i a selam berkalpa-kalpa lam nya. D m kian jug dengan cinta di antara P pphali K ssapaa a e i a i a

(8)

pada akhirnya m reka berdua m m suki kehidupan S ngha dan m ncapai tingkat Ae e a a e m njadi sisw -sisw utam S ng B ddha.e a i a a u

S m ntara ada orang yang m rem hkan cinta pada pandangan pertam , fakta di lapangane e e e a

m nunjukk n bahw banyak juga cinta pandang n pertam yang m m aw ke kehidupan cintae a a a a e b a yang sukses. D n k nyataannya, S m dha dan S m tta adalah pasangan yang jatuh cinta padaa e u e u i pandangan pertam , ternyata dapat bersam -sam sebanyak 500 kali k lahiran. M nanggapia a a e e hal tersebut, S ng B ddha pun juga pernah m ngatakan:a u e Seorang pria yang [merupakan tempat] di mana pikiranmu berada, dengan laki-laki yang [dengannya] hatimu bergembira pada

pandangan pertama – [maka] taruhlah kepercayaanmu padanya. (Saketa Jataka)

S buah puisi M anm r berkata:e y a “Di alam manusia, jika suami dan istri harmonis dan ingin untuk bersama, jika mereka memiliki sifat liberal yang sama, moralitas yang sama, keyakinan yang sama dan kepercayaan yang sama, mereka akan bersama-sama di samsara seperti para deva dan devi yang berada di alam surgawi sepanjang roda kelahiran.”

Cinta antara Pria dan Wanita = Lobha?

A akah m m ng ada yang nam nya cinta kas h agung antara pria dan w nita? B kankahp e a a i a u

selam ini kita m ngetahui bahw cinta antara jenis kelam n yang berbeda itu m rupakan lobhaa e a i e (keserakahan) dan raga (nafsu jasm ni)?a

K tika dalam m syarak t barat dikenal dua m cam cinta, eros dan ag pe. M reka berusahae a a a a e untuk m nanam an kedua jenis cinta tersebut pada kekasih m reka. D m kian juga dalame k e e i agam B ddha, cinta antara sepasang kek sih tidak sem ta-m ta dipandang sebagai sebuaha u a a a bentuk lobha, nam n di balik itu juga ada m itri (m tta) karuna.u a e

T daklah berlebihan apabila N kulapita dan N k lam tai a a u a yang m rupakan dua orang suam istri yang telahe i

m ncapai tingk t kesucian S tapanna, m ng nginkane a o e i untuk terus dapat hidup bersam baik di kehidupana

sekarang m upun di kehidupan yang akan datang. M kaa a dari itu S ng B ddha berkata pada m reka:a u e

Bila keduanya memiliki keyakinan (saddha) dan kedermawanan, memiliki pengendalian diri (sila), menjalani kehidupan yang benar, mereka datang bersama sebagai suami dan istri, penuh cinta kasih satu sama lain. Banyak berkah datang kepada mereka, mereka hidup bersama di dalam kebahagiaan, musuh-musuh mereka dibiarkan merana, bila keduanya setara moralitasnya. Setelah hidup sesuai Dhamma di dunia ini, setara dalam moralitas dan ketaatan, mereka bersuka cita di alam dewa setelah kematian, menikmati kebahagiaan yang melimpah.”

(A guttara N kaya IV 55)n i ,

D lam B ku A hidham a dalam kehidupan S hari-hari dijelaskan bahw cinta yang m ncul dia u b m e a u antara S m dha dan S m tta, antara N k lapita dan N kulam ta, tidak sem ta-m tau e u i a u a a a a

m rupakan lobha. C nta yang tum uh di antara m reka m rupakan as irasi / harapan pose i b e e p (kusala-chanda / sam a chanda) sek ligus lobha (tanha chanda). Jadi lobha di sini digunakanm a sebagai k ndaraan untuk sesuatu yang positif, berkat kekuatan kusala-chanda.e

S ng B ddha dalam S urangam S tra berkata:a u h a u “Engkau mencintai pikiranku (sifatku), aku mencintai ketampanan / kecantikanmu.” Oleh karena sebab-sebab dan kondisi tersebut kita melalui ratusan ribu kalpa dalam keterikatan mutual yang terus menerus.” . Ini seperti kata-kata “Ak m ncintaim , engk u m ncintaiku”.u e u a e

(9)

K kuatan lobha yang m m uat seseorang terus bersam -sam , sangat terikat di berbagaie e b a a

kelahiran. N m n apabila lobha tersebut diberengi dengan kusala-chanda, m ka k sala chandaa u a u akan m m uat lobha – keterikatan – m njadi sarana pem antu kita m ncapai P ncerahane b e b e e

T rtinggi, S m aksam odhi, seperti P ngeran S ddharta dan Y sodhara dalam kehidupane a y b a i a m reka yang berulang k li selam 4 asam hyeya kalpa. E ek negatif dari lobha, diubah me a a k f sesuatu yang positif oleh kekuatan kusala-chanda.

D arm S ng B ddha dapat m m erikan pada k ta kebahagiaan duniaw m upun kebahagiaanh a a u e b i i a yang bukan duniaw . K berhasilan dalam kehidupan pernikahan m rupakan salah satui e e

kebahagiaan duniaw yang ditaw rkan dalam ajaran S ng B ddha. S buah kebahagiaani a a u e duniaw yang dapat dig nakan dengan benar, akan dapat m m aw pada kedua pasangani u e b a pada P ncerahan S jati, seperti S m dha dan S m tta.e e u e u i

H bungan pasangan yang berhasil adalah hubungan yang saling m num uhkan k baikan hati,u e b e keterbukaan hati, dan k cerahan m sing-m sing pasangan, seperti B dhisattva S ddharta dane a a o i Y sodhara. T dak m ngkin bagi B dhisattva untuk berjuang sendirian m njadi seoranga i u o e

S m aksam uddha. Ia harus ditem ni oleh seorang, seorang kalyanam tra, seorang yanga y b a i m m u m nyokongnya di saat senang m upun susah. M m erikan kasih sayang, setia dana p e a e b m m liki sifat-sifat agung yang setara dengan S ng B dhisattva sendiri. R sa cinta yange i a o a tum uh antara B dhisattva dengan pasangannya m m u m m aw pada akhir yangb o a p e b a m m ahagiakan –e b happy ending, begitulah – karena akhirnya B dhisattva m ncapaio e

S m aksam uddha di B adrakalpa ini, Y sodhara pun m n adi seorang bhiksuni yang palinga y b h a e j unggul dalam abhijna, yaitu bhiksuni B addak ccana, yang diram lkan oleh S ng B ddhah a a a u bahwa kelak ia akan m n adie j seorang S m aksam uddhaa y b bernama

R sm satasahas aparipurnadhvaja.a i r

M ka dari itu tidaklah berlebihan apabila B ik u N chirena h s i S onin berkata:h ”Jika di antara kalian berdua (suami-istri)

menyerah di pertengahan jalan, maka kalian berdua akan gagal mencapai ke-Buddhaan. Kalian adalah seperti dua sayap dari seekor burung dan dua mata dari satu orang. Dan istri kalian adalah pendukung kalian. Perempuan menyokong suaminya dan menyebabkan suaminya juga menyokongnya. Ketika seorang suami berbahagia, maka istrinya juga akan berbahagia. Ketika seorang suami adalah seorang pencuri, maka istrinya juga akan menjadi pencuri. Ini tidak berkenaan dengan hidup kali ini saja.

Seorang suami dan istri adalah sangat dekat bagaikan bentuk dan bayangan, bunga dan buah, atau akar dan daun, di semua kehidupan.” (Writings of Nichiren Daishonin-1, 501)

D lam A adanakalpalata, dikisahkan ada seorang pem da tam an, cak p dan kuat bernama v u p a H staka. S atu hari, H staka jatuh cinta pada putri R ja P asena it yang bernam C vara. Da u a a r j a i m m nang dan m ndapatkan pujaan hatinya, C vara, H s aka berusaha untuk m n adi orane i e i a t e j kepercayaan sang ra a dan bahk n m nungg ng gajah em s pergi ke istana. S ng ra aj a e a a a j

m nyetujui pernikahan m reka dan C vara sang t bergem ira di hari pertunangannya. Se e i a b e m nikah, sang ra a m ngadakan pertem an dengan S ng B ddha di H tan Jeta dan bertanyae j e u a u u karm apa yang m m uat H s aka dan C vara dapat bersam -sam pada kehidupan kali ini.a e b a t i a a S ng B ddha kem dian m nceritakan pada m reka bahw ketik B ddha V pasyin berjalana u u e e a a u i m nuju S avasti bersam -sam dengan S nghanya. S at itu ada sepas ng anak laki-laki dane r a a a a a perem uan sedang berm in-m in dengan g jah kayunya di pinggir jalan. K dua anak tersebutp a a a e kem dian m m ersem ahkan gajah kayunya k pada B ddha V pasyin. S at itu, si anak laki-u e p b e u i a laki tersebut bertekad bahw kelak di kelahiran-kelahiran berikutnya ia akan m nikahi tema e

(10)

berm innya dan m ngendarai seekor ga ah em s. A ak laki-laki ters but adalah Ha e j a n e a sedangkan C vara adalah anak perem uan pada kala itu.i p

S buah tekad yang sederhana, nam n dilakukan dengan sepenuh hati, dengan didukune u g kekuatan karm , dapat m m aw sepasang kekasih untuk terus bersam di berbagaia e b a a

kehidupan. C nta antara pasang n yang saling m ngasihi adalah sebes r kekuatan cinta yangi a e a ditim ulkan oleh keba ik n S ng B dhisattva, yang m m u m m uat bum bergetar:b j a a o a p e b i “ Bum i mengetahui tiadanya keterikatan pada diri Bodhisattva, bahkan terhadap tubuhnya sendiri,

bergetar dengan perasaan cinta bagaikan seorang istri terhadap suaminya.” (Shibi Jataka, Jatakamala)

Para Bodhisattva Membantu Kita Menemukan Soulmate

B gi pasangan kekasih yang saling m ncintai dengan tulus dan s tia, m ka para B dhisattvaa e e a o tidak segan-segan untuk m m antu m reka. B hkan seseorang yang bajik ak n dibantu olehe b e a a para B dhisattva untuk m ndapatkan pasangan hidup yang sesuai untuknya, yang dicintainyao e dari dalam hatinya sendiri. K sah B dhisattva m m antu sepasang kekas h dapat dilihat dalami o e b i S rngabheri A adana:h v

K sah S rngabheri A adana ini diceritak ni h v a oleh S ng B ddha S akyam ni kepadaa u h u B iksu S riputra di G nung G dhakuta,h a u r R jagriha. P da suatu m sa yang lam ,a a a a hiduplah seorang ra a bernam S m aketuj a i h yang berkuas di k ta S ashipattana.a o h

H binya adalah berburu hew n dan ia telaho a m m unuh banyak sekali burung-burunge b m upun hew n-hew n liar lainnya. S atua a a u ketika is rinya,t R tua S raksani,u m nasehatinyae agar m ng entikane h

perbuatan buruknya tersebut, k renaa akusala k rm dari pem unuhan m khluka a b a

hidup akan m ngakibatkan penderitaan di kehidupan-kehidupan selanjutnya. R tu S rake a u

m nasehati sang ra a ag r berlindung pada T iratna, m nghorm ti caitya, dan serta m nyokone j a r e a e para bhiksu, brahm na dan acarya. N m n sang raja tidak m u m ndengarnya dan sang ratua a u a e tidak dapat m nghentikan perbuatan buruk suam nya tersebut.e i

P da suatu w ktu sang raja m ninggal dan ratu S raksani sangat sedih atas kem tiannya a e u a a

sehingga ia m m akar diri sendiri (ritual sati yang um m di India). P rbuatan buruk karena sukae b u e m m unuhi hew n m nyebabkan sang ra a terjerum s k alam nerak dan setelah itu terlahire b a e j u e a kem ali m n adi seekor kerbau di k ta S shipattana juga. N m n istrinya, yang oleh karenab e j o a a u perbuatan bajiknya, terlahir kem ali sebagai putri k luarga B ahm na di kota S ashipattanab e r a h juga. A ak gadis tersebut diberi nam R pavati karena ia sangat cantik. A ahnyan a u y

m m erikannya tugas untuk m raw t seekor kerbau di hutan. S tiap hari R pavati m rawe b e a e u e dan sangat m m erhatik n kerbau tersebut.e p a

K rena R pavati sangat cantik, banyak orang yang ingin m lam rnya. Lalu orang tuanyaa u e a bertanya pada R pavati apakah ia ingin m nikah. R pavati dengan tegas m ngatakan bahwu e u e tidak akan dan tidak m u m nikah.a e

S atu hari R pavati pergi ke hutan seperti bias nya, ketika ia sedang m nikm ti keindahanu u a e a hutan, seorang B dhisattva bernam S paraga turun dari angkasa deng n tubuh yang sangato a u a gem lang. S ng B dhisattva m m eritahunya bahw kerbau yang diraw t olehnya sebenarnyai a o e b a a adalah suam R pavati di kehidupan lam au. B dhisattva S paraga m ng takan bahw apabilai u p o u e a a

(11)

R pavati ingin agar suam nya terlahir di alam bahagia, m k k m ulkanlah sisa-sisa jasadu i a a u p kerbau tersebut setelah kerbau tersebut dibunuh dan dim kan, kem dian sim anlah sisa jasada u p tersebut dalam satu caitya pasir. D a tanduk kerbau dapat digunakan sebagai w dah airu a

persem ahan dan terom et. S telah itu S ng B dhisattva m nghilang.b p e a o e

R pavati yang ingat akan kehidupan lam aunya m njadi sem kin perhatian pada kerbauu p e a

tersebut dan m m erinya m kan rum ut-rum ut yang bernutrisi. S atu hari seperti biasanyae b a p p u R pavati duduk dibaw h pohon selagi m raw t kerbaunya. S telah m m kan rum ut, kerbauu a e a e e a p tersebut pergi m num air di sebuah sungai. N m n tiba-tiba m can dan singa m nerkam kerbaui a u a e tersebut dan m nyiksanya sam ai m ti. B ruang dan burung bangkai juga m m kan dagingnya,e p a e e a m ninggalkan hanya tulang-tulang dan dua tanduk.e

P da w ktu yang sam , R pavati m ndengar s ara aneh yang ditim ulkan oleh kerbau dana a a u e u b kerbau tersebut ternyata tidak k m ali setelah m num air seperti biasanya. Ia k takutan.e b i e M ncari kerbaunya di s ngai nam n tidak m nem kannya, nam n ia m lihat tulang-tulane u u e u u e

hew n dan dua tanduk. R pavati kem dian m nangis sedih m lihat kerbau tersebut m ninggal.a u u e e e O ang tuanya yang m lihat hal tersebut ingin m m elikan k rbau yang lain untuknya, namr e e b e

R pavati tidak ingin m ndapatkan kerbua baru, karena tidak ada kerbau yang dapatu e m nggantikan kerbau m liknya yang telah m ti.e i a

K m dian R pavati m laksanakan seperti apa yang dikatakan B dhisattva S paraga dane u u e o u m lakuk n pancopacara puja. Ia m m ja caitya tersebut setiap hari. S atu hari, ketika iae a e u u m m ja caitya tersebut, m ncul sebuah caitya perm ta di angk sa, ia terke ut dan berane u u a a j j

m natap angkas dengan penuh devosi. C itya dari langit tersebut turun ke bum dan m nyatue a a i e dengan caitya pasir tem at di m na tulang-tulang kerbau ters but dikum ulkan. C itya pasirp a e p a tersebut terserap ke dalam caitya perm ta.a

D ri tanduk k rbau yang digunakan untuk ditipu, m ncul pri a m da. R pavati terkea e u u u bertnaya siapa dia. P ia m da tersebut berkata padanyar u : “Bagaimana mungkin engkau tidak

mengenalku, o perempuan yang berkeyakinan! Engkau telah membebaskan suamimu melalui kesetiaan pernikahanmu dan tindakan berdana yang bajik. O Rupavati! Aku telah dapat keluar dari tanduk, terbebas hari ini. Ini semua karena akumulasi ‘punya’ [kebajikan] yang dilakukan olehmu. Apakah kamu tidak tahu bahwa di kehidupan lampau kita, aku adalah raja kota ini dan engkau adalah ratuku Suraksani? Meskipun engkau berusaha untuk mencegahku pergi ke hutan berburu burung dan hewan, aku tetap melakukan

tindakan perburuan tersebut. Sebagai akibat dari perbuatan jahat tersebut, aku terjerumus dalam neraka, mengalami penderitaan yang amat besar. Akhirnya aku terlahir kembali menjadi seekor kerbau. Sekarang aku terbebaskan oleh karena pemujaan caitya-mu yang penuh kebajikan diiringi dengan suara terompet tanduk kerbau.

S telah m ndengar ini, R pavati berkata:e e u “Oh! Betapa beruntungnya aku! Sebagai akibat dari tindakan bajik dari pemujaan caitya ini, aku dapat mengakhiri perpisahan dan bergabung

kembali dengan suamiku.” S ng pria m da k m dian m lafalkan nam B dhisattva T ra sam ila u e u e a o a b m niup tanduk kerbau. S luruh isi kota m ndengarnya dan m lihat R pavati duduk di same e e e u pria yang tam an.. R pavati kem dian bercerita kepada m reka ke adian yang dialam nya. Pp u u e j i m da yang m ncul dari tanduk kerbau tersebut diberi nam B adra S rnga dan naik taku u a h h h m njadi seorang ra a. R ja B adra S rnga dan R tu R pavati kem dian m m rintah kotae j a h h a u u e e S ashipattana dengan bahagia.h

(12)

D lam P tta-B atta Jataka, S ng B dhisatta berkata pada seorang ratu:a u h a o “Di dunia, pernikahan / hubungan tanpa cinta sangat menyakitkan. Ketika kamu tinggal di sini, pernikahan yang tanpa

cinta dengan sang raja akan membawa penderitaan bagimu.”

“C nta untuk cinta,” dem kian ucap sang B dhisatta untuk m nyadarkan seorang ra a agari i o e j m ncintai ratunya yang selalu m ncintainya. S ng B ddha m m abark n P tta-B atta Jatakae e a u e b a u h pada sepasang suam is ri, setelah m ndengarkan pem abaran tentang pentingnya rasa salingi t e b m ncintai, m reka berdua m ncapai tingkat kesucian S tapanna.e e e o

C nta adalah hal yang dapat m m aw kebahag aan pada suam istri, atau antar kekasih yangi e b a i i m sih dalam m sa pacaran. H bungan yang hanya dijodoh-jodohkan sa a, tanpa cinta adalaha a u j m nyakitkan. M nerim cinta dari seseorang yang tidak kita cintai oleh karena kita kasihan,e e a hanya akan m m aw penderitaan ke kedua belah pihak.e b a

Cinta Antra Pasangan dalam Agama Buddha

“Ubahlah nafsu menjadi cinta yang murni seperti mengubah metal menjadi emas murni.”

(Master Zen Ikkyu)

C nta antara pria dan w nita yang dianjurkan dalam agami a a B ddha bukanlah cinta yang berorientasi k nafsu, m skipunu e e tidak dipungkiri pula bahw nafsu selalu m ngiringi cinta antaraa e law n jenis. C nta dalam agam B ddha sang t erat kaitannyaa i a u a dengan m itri (m tta) yang sering didengungkan oleh um ta e a

B ddhis. K sih saying m itri m rupakan kasih yang tanpa batas,u a a e m tlak harus ada dalam kehidupan pasangan B ddhis, karenau u m itri m rupakan bahtera dalam m n alani k hidupan cintaa e e j e m upun pernikahan. K sih M itri juga m rupak n kasih yanga a a e a

saling m m eri. N fsu duniaw dapat kita ubah m n adi w las asih yang m rni apabila kitae b a i e j e u m njalaninya dengan segala kesadaran.e

M itri karuna ini lahir dari hati yang tanpa aku, tidak m m ntingkan diri sendiri.a e e “Cinta kasih adalah Tathagata, Tathagata adalah cinta kasih”, dem kian ungkap S ng B ddha dalami a u

M haparinirvana S tra. C nta kasih adalah kek atan yang terbesar dan terdahsyat di dunia ini.a u i u B nyak orang m ncari “soulm te”. N m n soulm te itu tidak dapat ditem kan di luar diri kita,a e a a u a u tapi di dalam diri kita. S seorang hendak ya m m u m nerim kek rangan dan kelebihan darie n a p e a u law n jenis yang ditem inya. S seorang seharusnyalah m nerim pasangan sebagaim naa u e e a a

adanya, sebagaim na ia harus m nerim dirinya sendiri sebagaim na adanya. K kurangana e a a e pasangan kita, kita terim dan tetap m ncintainya. M nerim pasangan kita berarti kitaa e e a sungguh-sungguh m ncintainya. S seorang tidak akan m m u m ngubah orang lain.e e a p e

S seorang hanya m m u m ngubah diri sendiri agar m ngerti dan m nerim kekurangane a p e e e a m upun kelebihan orang lain. B nyak orang sibuk m ngeluhkan kekurangan pasangan ma a e dan berharap pasangan m reka berubah, ini adalah satu hal yang sia-sia. P rubahan adae e dalam diri kita sendiri.

K tika anda berkom tm n dan sungguh-sungg h m ncintai pasangan anda, m ngundange i e u e e

sebuah kebenaran ke dalam hubungan anda, m ka hubungan ini dapat m njadi cerm n bagi diria e i kita sendiri. C nta m m u m m uat kita m lihat ke dalam diri sendiri. K ta belajar untui a p e b e i k

m ncintai pasangan kita dengan sepenuh hati, m skipun banyak sekali k kecew an, halangan,e e e a kekurangan yang diakibatkan dalam hubungan dengan pasangan kita, di situlah kita belajar, belajar untuk hidup deng n pengertian dan cinta kasih m itri karuna.a a

(13)

A aran B ddha m yakini hukum sebab akibat yang saling bergantungan. A abila kita mj u e p a

m ncintai diri kita sendiri, m ka kedam ian batin akan m njadi m lik kita. K dam ian batin inie a a e i e a otom tis ak n m m aw kedam ian dan kebahagiaan pada hubungan dengan pasangan kitaa a e b a a m upun dengan dunia. M ncintai pasangan kita, berarti juga m nc ntai diri kita sendiri.a e e i

M ncintai diri sendiri berarti juga m ncintai pasangan kita. M ka dari itu, A ya N garjunae e a r a m nulis dalam M haprajnaparam ta U adesha,e a i p “Perasaan (cinta) di antara suami dan istri

adalah satu, meskipun tubuh mereka berbeda namun mereka satu inti.” K m tm n dan m uo i e a m ngerti, m n adikan sepasang kekasih m n adi satu inti.e e j e j

D ngan dem kian, ketika kita m ncintai pas ngan kita, m ka kita juga m num uhk ne i e a a e b a kedam ian dalam hati dan pikiran kita sendiri. C nta kasih dapat m nghalau kebencian, iaa i e m m erikan pada kita k kuatan, keindahan dan kebahagiaan dalam hidup ini.e b e

S tiape hubungan percintaan juga harus

ditransform sikan m lalui B chicitta yang beras l daria e o a E pat B ahm vihara (m itri, karuna, m dita, upeksha),m r a a u bagaikan keem at leng n B dhisattva A alokitesvarap a o v yang M ha W las A ih. B dhicitta m rupakan w lasa e s o e e asih yang tidak m lekat, w las asih yang m nerime e e a dan m m afk n, cinta k sih yang tidak cem uru. T dake a a a b i m lekat di sini buk n berarti bahw kita tidake a a

berkom tm n dalam kehidupan cinta kita. N m n yangi e a u dim k ud dengan tidak m lekat adalah bahw kita siapa s e a dan w spada terhadap segala perubahan yang terjadia (anitya). Ju ur dan m u m ndengar juga m rupakanj a e e kunci berhasilnya suatu hubungan.

“Seorang istri adalah teman [pendamping] terbaik bagi seorang pria” (bhariya ti parama sakha),

dem kian ucap S ng B ddha dalam S m utta N k ya 1. 37. D n dalam S m utta N kaya Ii a u a y i a a a y i S orang pasangan bukan hanya m rupakan seorang kekasih saja, s orang pasangan jugalahe e e harus dapat m n adi s orang tem n, yang m m u m njadi tem at kita curhat, yang m ue j e a a p e p a m nerim kita apa adanya. D ngan dem kian seperti kata seorang M hasiddha T betan,e a e i a i

“Kebahagiaan seorang wanita adalah kekasihnya.” W nita atau pria yang m m u bertindaka a p sebagai tem n m upun kek sih, ia m m u m m erikan kebahagiaan bagi pasangannya.a a a a p e b S perti dalam S galovada S tta, tem n yang baik adalah m reka yang penolong, bersame i u a e a sam kita di w ktu senang m upun susah, yang m m eri nasihat pada kita, yang bersim atia a a e b p pada kita.

S orang pria / w nita haruslah m m u m m ham perasaan pasangannya. A abila m rekae a a p e a i p e saling m ncintai, m rek bagaikan satu tubuh. P rasaan yang dialam pasangannya akan juge e a e i dirasakan olehnya. S perti S ng B dhisatta yang berkata pada k kasihnya, K nnari C nda:e a o e i a

mataku jatuh seperti hujan pada danau di kaki gunung, Tetapi karena penderitaanmu, Canda, hatiku berduka."

K tab Jatak m la juga m nceritak n k eratan hubungan sepasang suam istri. A kisah padai a a e a e i l saat tersebut: R tu M dri berkata pada suam nya B dhisattva V shvantara:a a i o i “Ke mana engkau

akan pergi, aku harus ikut, suamiku. Bersamamu, bahkan kematian akan menjadi kegembiraan bagiku, hidup tanpamu tak mungkin dapat kujalani.” Lalu B dhisattva pergi bersam is ri dano a t anak-anaknya, bersam -sam m n alankan praktik D arm di tengah hutan yang indah…a a e j h a S kra raja para D w m nyam r m n adi seorang B ahm na m m nta sang is ri dari tangana e a e a e j r a e i t B dhisattva. B dhisattva yang teguh dalam ketidak terikatan m m erikan M dri kepadanya.o o e b a

(14)

M dri yang w laupun m nderita, tetap tidak m nangis karena m m ham sifat suam nya. Sa a e e e a i i yang tersentuh oleh k jadian tersebut, berteriak:e “Untuk menghargai cinta kasih seorang istri

dan anak-anak, memberikan mereka demi ikrar tiada keterikatan, mungkinkah bahkan sekedar memahami kemuliaan yang seperti ini?” “Sekarang aku mengembalikan Madri, istrimu kepadamu. Di mana lagi cahaya bulan harus berdiam jika bukan di bulan?” (Vi shvant ara Jataka)

S am istri yang saling m ncintai adalah bagaikan cahaya bintang dengan bintangnya, bagaikanu i e cahaya m tahari dengan m taharinya. M reka saling m ncintai dan tidak dapat dipisahkan satua a e e sam lain, karena hidup m reka telah m n adi satu.a e e j

P m ka agam tinggi aliran G lug, D lai Lam ke-6, bukanlah seorang bhiksu. P da tahun iae u a e a a a m lepaskan jubah kebhiksuannya. Ia m ngundang para kaum m da ke L asa untuk berpese e u h di sana ia bertem dengan seorang gadis bernamu a

D w Zhuom . K tika m reka berpacaran, T angyanga a a e e s G atso m nyanyikan lag -lagu cinta padanya:y e u

“Jika hanya aku dapat menikahi seseorang yang aku cintai. Kegembiraan mendapatkan permata yang telah terpilih dari dasar samudra yang terdalam, akan aku peroleh.” Senyuman manismu bertujuan untuk mencuri hati mudaku. Jika cintamu padaku adalah sungguh-sungguh, maka berjanjilah padaku dari hatimu yang terdalam.” (Tsangyang Gyatso, Dalai Lama ke-6)

Mau Berkorban Demi Sang Kekasih

K sah K nnari dalam M havastu m ngisahkan bagaim na P ng ran S dhanu, Si i a e a a e u

B dhisattva, m nyelem tkan K nnari M nohara yang ia cintai dari sebuah upacara pengorbanan.o e a i a S ng B ddha juga m nc ritakan bagaim na kisah S riprabha Jataka. P da zam n dahulu kala,a u e e a i a a

S ng B dhisattva G tam pernah terlahir m njadi seek r ra a rusa bernam S riprabha.a o o a e o j a i S orang pem uru m nangkapnya dan ia tidak dapat m larikan diri. M lihat suam nya dalame b e e e i bahaya, rusa betina sang ratu, yang m rupakan kelahiran lam au Y sodhara, tanpa rasa takute p a m lindungi suam nya. M lihat hal itu S riprabha m ndorong istrinya agar m ncari suame i e i e e i

hutan-hutan yang indah dan m nakjubkan, karena percum sa a dirinya tidak ak n m me a j a a p

dari jebak n sang pem uru, lebih baik sang ratu m larikan diri sa a daripada ikut dibunuh oleha b e j sang pem uru. N m n istrinya yang sangat setia berkata:b a u

“Denganmu aku dapat bergembira di bukit-bukit dan hutan-hutan yang indah, demikian juga di kehidupan selanjutnya”, ucap sang rusa betina yang siap m nghadapi kem tiannya deme a i m nem ni suam nya sam ai akhir hayat.e a i p

K tika sang pem uru datang, sang rusa betina langsung m nghadangnya sam il berkata:e b e b

“Tebarkanlah dedaunan, o pemburu, dan jatuhkan pisaumu. Bunuhlah aku terlebih dahulu. Baru kamu dapat menyiksa sang raja rusa!!”, S ng pem uru yang m lihat ke adian itu takjub akana b e j keba ikan rusa tersebut, sehingga ia tidak jadi m m unuh m rek .j e b e a

K sah yang m rip dengan kisah di atas juga terdapat dalam S vannam g Jataka dan K kki i u i a a Jataka. D lam Jataka yang pertam , rusa betina berusaha m ngorbankan dirinya untuka a e

m nyelam tkan suam nya, sang ra a rusa. S ng istri m nghiburnya sem ari berkata,e a i j a e b “ Suam iku, jangan takut. Dengan kekuatanku sendiri, saya akan memohon kepada pemburu itu, dan saya

(15)

pada sang raja rusa, k beranian dalam rusa betina m ncul sehingga deng n tanpa rasa rakut iae u a m ngorbankan dirinya untuk m nyelam tkan kek sihnya.e e a a

D kitab Jataka yang kedua, S ng B dhisatta terlahir sebagai raja ga ah, nam n tidak beruntungi a o j u ia terjebak dalam perangkap seorang pem uru, lalu m njerit pada is rinya:b e t “K kasihku! Jangane tinggalkan aku- karena engkau sangat m ncintaiku!”e Is rinya, ga ah betina, dengan penuh cintat j

kasih m n aw b jeritan pilu sang suam :e j a i

“Meninggalkanmu? Tidak akan! Tidak akan pernah aku meninggalkanmu. Suami yang mulia, [aku] bersama dengan dirimu sudah 60 tahun. Semua empat penjuru bumi dapat menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih kusayangi selain dirimu sejak zaman dahulu.” (Kakkata Jataka)

D m kianlah kesetiaan rusa betina dan gajah betina, yang rela berkorban dan me i m nyelam tkan nyaw suam nya sekaligus m nc gah sang pem uru berbuat akusala karme a a i e e b

P ra bhik u berk ta,a s a “Sang Bhagava telah diselamatkan oleh Yasodhara ketika ia akan

dieksekusi. Yasodhara berbuat banyak bagi Sang Bhagava ketika ia masih seorang Bodhisattva

berkelana di ebrbagai kehidupannya.” S ng B ddha m njaw b:a u e a “Ya, Yasodhara berbuat banyak bagi Tathagata selama berbagai kelahirannya. Aku telah diselamatkan oleh Yasodhara di waktu

lain ketika aku terjatuh di tangan musuh.” ( Mahavast u)

Kesetiaan vs Mendua

K setiaan pada seorang pasangan adalah suatu kondisi ideal bagi seorang B ddhis. A ame u g B ddha tidak m larang adanya poligam , nam n agam B ddha tidak m ndukung poligamu e i u a u e S ng B ddha berk ta dalam C nda-K nnara Jataka:a u a a i

"Tidak heran, Maharaja! bahwa dalam kehidupanku yang terakhir Ia (Yasodhara) mencintai-Ku, dan setianya hanya kepada-Ku saja. Dalam kehidupan yang lampau, ketika terlahir sebagai Kinnara, ia setia hanya kepadaku seorang."

K tika Y sodhara ditinggalkan oleh P ngeran S ddharta, banyak raja dan pangeran yang ingine a a i m lam rnya, nam n sem anya ditolak oleh Y sodhara. K tika P ng ran S dhana ditaw rie a u u a e a e u a w nita-w nita cantik oleh ayahnya, ia m nolak ya sem a, karena hatinya tetap setia padaa a e n u M nohara. K cantikan w nita-w nita kerajaan tidak dapat m ngubah hati P ngeran S dhanaa e a a e a u terhadap M nohara. K tika dalam k hidupan lam au Y sodhara terlahir sebagai istria e e p a

K ddabodhi (kelahiran lam au S ddharta – K ddabodhi Jatak ), ia juga m ngikuti jejaku p i u a e

suam nya dalam m ninggalkan keduniaw an. R m ut pun dipotong ya dan pakaian yang indahi e i a b n ditanggalkannya. S ngg h agung kesetiaan dan kasih sayangnya. K hidupan pernikahanu u e

perum h tangga N kulapita dan N kulam ta juga m rupak n contoh kesetiaan pasangana a a a e a sam ai akhir hayat m reka.p e

D lam kitab T erigatha, dikisahkan K sagotam yang telaha h i i m ncapai tingkatan A ahat m ngatak n bahw tinggale r e a a bersam dengan is ri-istri lain adalah penderitaan:a t “Menyedihkan ketika tinggal bersama istri lain(co-wives) milik

suaminya”, karena dapat m nim ulkan kecem uruan antar is ri.e b b t Ini bisa dilihat pada berbagai kisah dalam kitab-kitab B ddhisu seperti P tavatthu dan D am apada A thakata di m na istrie h m t a pertam berusaha m nggugurkan kandungan istri kedua ataua e berusaha m ncelakai istri yang lain karena cem uru.e b

M nuruti biografi seorang M hasiddha B ddhis T betan tertulis:e a u i “Istri membenci istri muda suaminya.” P ligam atau m ndua akan m nyebabkan suatu keluarga penuh dengan kebenciano i e e

(16)

sabda S ng B ddha:a u “Seorang pria, O brahmana, adalah tujuan seorang wanita, yang dicari

adalah perhiasan, penopangnya adalah putra-putra, keinginannya adalah tidak dimadu, dan cita-citanya adalah mendominasi." (Anguttara Nikaya VI, 52)

S ng B ddha m njelask n bahw ada tu uh m cam harapan yang dihasilkan oleh rasa bencia u e a a j a seorang istri yang dim du [dipoligam ] terhadap is ri lain suam nya:a i t i “Di sini bhikkhu, seorang istri

lain berharap musuhnya (istri lainnya lagi): “O, ia seharusnya menjadi jelek…tidak dapat tidur…tidak berkelimpahan….tidak memiliki kekayaan… tidak menjadi terkenal… tidak punya teman…masuk ke neraka setelah kematian! Apa alasannya? Para bhikkhu, seorang istri lain tidak menyukai [kalau] istri yang lainnya cantik… tidur nyenyak…berkelimpahan…kaya raya…terkenal…banyak teman… maupun masuk ke surga.” (Kodhana Sutta, Anguttara Nikaya)

D lam kisah S ruci Jataka, k tika R ja B ahm dattaa u e a r a yang m rupakan ra a B nares hendak m nikahkane j e e putrinya dengan P ngeran S ruci, ia bertanyaa u

terlebih dahulu pada istrinya. “Ratu, apa penderitaan yang paling menyedihkan bagi seorang wanita?” “Bertengkar dengan sesama istri.” S telahe

m ndengar jaw bannya, R ja B ahm datta lalue a a r a berkata:

“Kalau begitu, ratuku, untuk menyelamatkan putri kita satu-satunya, putri Sumedha, dari penderitaan ini, kita akan menikahkannya dengan orang yang hanya akan memiliki satu istri.”

Layaknya seorang ayah yang m ngasihi anaknya dane tidak ingin anaknya m nderita k rena s am nyae a u i berpoligam , m ka seorang suam hendaknya jugai a i

berperilaku dem kian, ia harus sadar bahw apabila dirinya m m liki istri k dua, ketiga, keemi a e i e ini hanya akan m m aw kesedihan bagi para istrinya sendiri. K lau m m ng seorang suame b a a e a benar-benar m ncintai dan m ngasihi is rinya sendiri, tidak m ngkin ia m lakukan poligame e t u e W laupun P ngeran S ruci tidak m m liki anak dengan ratu S m dha, dan ketika paraa a u e i u e penduduknya m m nta sang P ngeran yang telah naik takhta untuk m m eristri orang laine i a e p sehingga m neruskan g ris keturunan, P ngeran S ruci berkata,e a a u “Saya telah berjanji untuk tidak beristri lebih dari satu orang, dan karena janji saya inilah saya mendapatkannya [putri

Sumedha] sebagai istri. Saya tidak boleh mengingkari janji, tidak boleh ada kerumunan wanita

bagiku.” S m ketika kita berjanji bahw akan s tia pada pasangan hidup kita dan m ngatakana a a e e

bahw ia adalah satu-satunya yang dicintainya, ini adalah jan i yang harus kita pegang. Aa j kita berpoligam , m ka kita telah m langgar jan i dan kata-i a e j

kata tersebut dan otom tis, kita m langgar sila k -4, k renaa e e a m ngatakan k bohongan. D n kisah S ruci Jataka diakhirie e a u dengan ham lnya putri S m dha karena pertolongan darii u e D w S kka, anak yang lahir dari S m dha dan S rucie a a u e u

diberi nam M hapanada yang kelak m n adi ra a yang bijak.a a e j j O eh karena itu poligam atau “m ndua” hanya m m awl i e e b a penderitaan pada m rek yang “diduakan”. Agam B ddhae a a u adalah sebuah a aran yang m ngusahakan k bahagiaanj e e sem a m khluk, oleh karena itulah kebiasaan “m ndua”u a e ataupun poligam seharusnyalah dihindari. T rhadapi e

(17)

“Seorang laki-laki yang memiliki banyak istri (poligini) akan terjatuh ke dalam neraka batu

gerinda besi ; seorang perempuan yang memiliki banyak suami (poliandri) akan terjatuh ke dalam neraka ular ganas.” (Sutra Sebab dan Akibat dari Tindakan)

K setiaan terhadap pas ngan kita adalah yang terpenting seperti N kulapita dan N kulame a , a a P aslah dengan satu istri kita, janganlah m ncari yang lain lagi, seperti disebutkan dalam kitabu e K uddaka N kaya:h i “Setelah menikah, kami tidak melirik kepada istri yang lainnya lagi, tetapi

kami setia dengan janji pernikahan kami; dan istri kami juga setia kepada kami: Oleh karena itu, tak seorang pun dari kami yang mati di usia muda.” (Maha Dhammapala Jataka). M haa

D am apala Jataka m ngisahkan tentang D am apala (k lahiran lam au pangeran S ddharta)h m e h m e p i yang disangka telah m ti, nam n ternyata belum karena tidak m ngkin bagi D am apalaa u , u h m

untuk m ti m da sebab ia setia pada istrinya. K tidaksetiaan akan m m uahkan akusala karma u e e b kesetiaan akan m m uahkan kebahagiaan.e b

P ligam disebabkan oleh rasa haus (lobha) sehingga seseorang akan selalu m rasa kurang:o i e

“S orang w nita m ngkin saja m m liki delapan suam , yang m nuruti keinginannya… me a u e i i e dem kian, ia m sih m m erikan cintanya kepada suam yang kesem ilan, karena ia tetapi a e b i b m rasa ada sesuatu yang k rang.”e u (Kunala Jataka). S ng B ddha dalam S m gg Jataka u a u a a

m ngatakan bahw w nita yang tidak dapat m njadi setia pada satu laki-laki sa a, me a a e j sudah dilindungi dan dijaga, adalah “seorang yang kejam dan tidak tahu berterim kasih”.a

Para brahmana tidak hidup bersama istri orang lain, dan mereka tidak pula membeli istri. Disatukan oleh kasih sayang untuk saling mencintai, mereka puas satu sama lain.

(Brahmanadhammika Sutta). P aslah dengan satu is ri kita, janganlah berpoligam ataupunu t i

selingkuh dengan w nita lain. C ntohlah tindakan S ng B dhisatta ketika beliau terlahir sebagaia o a o R ja K sa (K sa Jatak ):a u u a “Demikian Kusa Raja bersuara singa memberikan putri-putri Raja

Madda, satu gadis kepada satu raja, gadis-gadis cantik dengan kesatria-kesatria pemberani.”

D m kianlah S ng B dhisatta m nikahk n satu gadis pada satu kesatria pem erani, satu istrie i a o e a b bagi satu suam dan tentu juga, satu suam bagi s tu istri.i i a

Jadikanlah Kehidupan Cintamu sebagai Kendaraan Mencapai Ke-Buddhaan

H nen S onin, pendiri aliran Jodo (S khavati) di Jepang m nulis dalam W g u T uroku:o h u , e a o o

“Jika engkau tidak dapat melafalkan nama Buddha (Nembutsu) sebagai seorang bhiksu, maka ambillah seorang istri dan lafalkanlah nama Buddha. Jika engkau tidak dapat melafalkannya setelah mengambil seorang istri, maka lafalkanlah sebagai seorang bhiksu.”

M nikah, m njalin hubungan ataukah m njadi anggota S nghae e e a adalah pilihan hidup kita. T dak ada larangan m upun keharusani a bagi um t B ddhis untuk berpacaran atau m nikah. N m n jikaa u e a u sepasang um t B ddhis m n alin hubungan, seharusnyalah tidaka u e j m lupak n tu uan utam um t B ddhis yaitu m ncapaie a j a a u , e

pencerahan (N rvana). S ringkali kehidupan pernikahan dipandangi e sebagai halangan untuk m n alani hidup suci. N m n B dhisattvae j a u o V m lakirti m m uktikan bahw seseorang dalam kehidupani a e b a

pernikahan pun juga m m u m njalani k hidupan suci.a p e e

N chiren S onin, em nasi B dhisattva V sistacarita pernah berkata:i h a o i

Jelaskanlah ini semua pada istrimu, dan berjalanlah bersama dengan pasangan hidupmu seperti matahari dan bulan, sepasang mata atau sepasang sayap dari seekor burung. Dengan matahari dan bulan, bagaimana bisa engkau jatuh ke dalam jalan kegelapan? Dengan sepasang mata, bagaimana bisa engkau gagal melihat wajah-wajah dari Sakyamuni, Dipankara dan semua Buddha di

(18)

alam semesta? Dengan sepasang sayap, engkau dengan pasti dapat terbang dan segera mencapai Tanah Buddha Kebahagiaan Abadi. (Major Writings, Vol.2, p.231)

D a orang dengan B dhicitta dan param yang sebanding, bagaikan satu tubuh dan satu hati,u o i m ngatasi tiga akar k jahatan (lobha, dosa, m ha), dengan w las asih (m itri) yang tak terbatase e o e a saling m nyokong satu sam lain, bersam -s m m ncapai P ntai S berang dan bahkane a a a a e a e ,

tubuh m reka akan dijadikan objek penghorm tan banyak orang layaknya relik (sharira) Se a B ddha, seperti dikatakan oleh G ndun C oepel:u e h

“Setengah dari tubuh seorang suami adalah istrinya, dan setengah dari tubuh seorang istri adalah suaminya. Dengan tubuh seseorang terbagi setengah, akan sangat sulit untuk bahkan terlahir di antara alam hewan. Berpikir seperti itu, jika seseorang yang ketika mendekati ajalnya dapat mengarahkan pikiran cinta pada pasangannya tanpa menjadi bermuka dua, bahkan jasad seseorang akan menjadi objek penghormatan.”

P nuhilah kehidupan cintam dengan D arm S ng B agava, niscaya P ncerahan S jati ake u h a a h e e engkau peroleh, seperti kata T angyang G atso, D lai Lam ke-6,s y a a ”Jika aku dapat bermeditasi

pada Dharma sedalam rasa cintaku pada kekasihku. Maka aku pasti mencapai pencerahan, pasti, dalam satu kehidupan ini.”

Bagaimana Menumbuhkan dan Mengembangkan Rasa Cinta?

S seorang haruslah terus m ningkatkan k alitas dirinya agar layak untuk dicintai.e e u

“Lewat delapan cara, O para bhikkhu, seorang wanita / pria mengikat seorang pria / wanita.

Apakah yang delapan itu? Lewat bentuk tubuhnya seorang wanita / pria mengikat seorang pria /

wanita. Lewat senyum nnyaa atau ucapannya atau nyanyiannya atau t ang isannya atau g er ak

geriknya atau lewat hadiah at au sentuhannya seorang wanita / pria mengikat seorang pria /

wanita. Lewat delapan cara inilah, para bhikkhu, seorang wanita / pria mengikat seorang pria / wanita.”

(Anguttara Nikaya VIII, 17-18)

M njaga kondisi tubuh kita dan teruse

m raw tnya akan m m uat law n jenis tertarike a e b a dengan kita. T dak dipungkiri bahw kondisi fisiki a juga berperan dalam hal cinta. S nyum n yange a selalu m rekah di w jah kita pada saat yange a tepat ak n m m u m m erikan k bahgaiaana a p e b e orang-orang di sekitar kita. U apan dan kata-katac yang m rdu akan sangat enak didengar dane

m m uate b orang berbahagia, sehingga

kesem atan m ndapatk n pasangan akan jauhp e a

lebih besar. S perti puisi yang m ngungk pkan rasa cinta M ster Zen Ikk u kepada gadis Me e a a y

“Aku bermimpi kita saling bergandengan tangan, saling mengucapkan kata-kata cinta.”

S ntuhan juga dapat m njadi w jud rasa cinta kita, asal m sih dalam batas batas m ral.e e u a - o B rgandengan tangan m upun peluk n dapat m m erikan kehangatan pada pasangan kita.e a a e b S atu tangisan dapat juga m ngem angkan rasa cinta, k rena seseorang akan m nghiburu e b a e pasangannya yang sedih sebagai w jud perhatiannya.u

S seorang juga hendak ya m m erhatikan gerak-geriknya. G rak gerik yang elegan, apabilae n e p e laki-laki tegap dan perem uan lem ut, m k ak n banyak orang yang tertarik padanya. Dp b a a a V lentine, biasanya pasangan kita ak n m m erikan pada kita sebuah hadiah, entah itu bunga a e b atau coklat. H diah adalah perw judan cinta dan perhatian kita pada pas ngan kita.a u a

(19)

A a em at puluh cara bagaim na seorang w nita dapat berdam i dengan pria, baik antarad p a a a suam dan istri atau pasangan yang m sih dalam tahap berpacaran atau bertunangan:i a

“Ia meluruskan badannya, ia membungkukkan badannya, ia berlari-lari dan melompat-lompat, ia kelihatan tersipu malu-malu, ia menjentikkan jari-jari tangannya, ia menyilangkan satu kaki di atas kaki yang lainnya, ia menggaruk tanah dengan sebatang kayu, ia menggendong naik anaknya* [*poin ini khusus bagi suami istri], ia bermain dan membuatnya ikut bermain, ia mencium dan membuatnya mencium dirinya, ia makan dan memberinya makan, ia memberi atau meminta sesuatu, apa pun yang dilakukan ditiru olehnya, ia berbicara dengan nada yang tinggi atau nada yang rendah, kadang-kadang ia berbicara dengan tidak jelas, kadang-kadang dengan jelas, ia menarik perhatiannya dengan tarian, nyanyian dan musik, dengan air mata atau godaan, atau dengan dandanannya, ia tertawa atau menatap tajam, ia menggoyang-goyang pakaiannya atau menukar pakaian yang menutupi bagian bawahnya, memperlihatkan atau menutupi bagian kakinya, memperlihatkan bagian dadanya* [*bukan buah dada, yang dimaksud dada bagian atas], ketiak, pusar, ia menutup kedua matanya, ia menaikkan alis matanya, ia menggigit bibirnya sendiri, menjulurkan lidahnya, melonggarkan atau mengencangkan pakaiannya, melonggarkan atau mengencangkan penutup kepalanya. Sungguh, dengan empat puluh cara ini ia berdamai kembali dengan seorang pria.”

(Kunala Jataka)

K tika m sih sebagai rem ja pria, P ngeran S ddharta m ndistribusikan perm ta pada we a a a i e a w nita m da dan Y s dhara dengan m lu-m lu m m luknya. K m dian S ng B ddhaa u a o a a e e e u a u

m njelaskan M njari Jataka, di m na kala itu S ng B dhisattva terlahir sebagai K sika dane a a a o o Y sodhara sebagai devi bernam “P nghorm tan”. K sika m m erikan pujiannya pada Da a e a o e b “P nghorm tan”:e a “Tetapi ‘Penghormatan’ sangat ramah dan bersih. Ketika para pria berada

dalam kereta peperangan telah kehilangan hati dan sakit merasuk, tercerai berai dan diserang oleh panah-panah, ‘Penghormatan’ melihat pikiran terdalam dalam hati mereka.

‘Penghormatan’ adalah yang terbaik di antara manusia, Matali. Ia diinginkan oleh yang muda maupun tua. Ia mengubah kemarahan musuh menjadi cinta kasih. Ia melihat hati terdalam mereka.”

B hkan ketika ia m m erikan perm ta pada Y s dhara,a e b a a o S ng B dhisattva m m erikan paling banyak perm taa o e b a pada Y sodhara dan ini juga terjadi di kehidupan lam aua p m reka, di m na kala itu S ng B dhisattva terlahire a a o

sebagai R ja K si. Ia bertanya pada ratunya:a a “Rat uku, engkau sangat menarik bagiku. Dengan cara apakah engkau menarikku?” S ng ratu yang m rupakana e kelahiran lam au Y sodhara, m njaw bnyap a e a : “Gerak-gerik, tindakan menggoda, dan ketertarikan akan

pertunjukan sensual – dengan tiga inilah, raja, para pria yang berubah-ubah tergerak.”

Kebaikan hati dan tarikan sensual, itulah yang menyebabkan rasa cinta tumbuh.

B rcium n pada saat pacaran adalah hal yang w jar dan ag m B ddha tidak m larangnya.e a a a a u e D lam N lini Jataka [M havastu], B dhisattva Ekasringa [kelahiran lam au S ddharta] dana a a o p i N lini [kelahiran lam au Y sodhara] yang saling jatuh cinta beberapa k li saling berangka p a a dan bercium n bibir padahal m reka belum m nikah. D n sangat jelas pem da E asringaa e e a u k

tertarik oleh cium n putri N lini dan bercium n tidak dipandang sebagai tindakan sek ual yanga a a s salah. K tab N lini Jataka dengan jelas m m edakan antara bercium n dengan hubungani a e b a

(20)

sek ual. N m n m tivasi kita m ncium pasang n kita, harus lebih didasari atas rasa cinta,s a u o e a

untuk m ngekspresikan rasa kasih lew t cium n, usahakan ag r m tivasi kita tidak lebih banyake a a a o didasari oleh nafsu. S perti kutipan K nala Jatak di atas, cium n dilakuk n oleh w nita dengane u a a a a tujuan berdam i dengan pria. K ndisi dam i dapat kita w judkan apabila kita m m raktekkana o a u e p kesabaran dan cinta kasih, oleh karena itulah cium n di sini dilakuk n dengan kasih, bukana a nafsu.

C um n pada saat pac ran hendaknya buk nlah cium ni a a a a french kiss atau wet kiss yang

m njurus pada nafsu. C um n pada saat pacaran seharusnya lebih diarahkan pada bibir yange i a hanya m nem el pada bibir. S tiap kali ingin bercium n, kita harus m ngecek m tivasi kita,e p e a e o apakah lebih condong k arah nafsu atau k arah kasih sayang. G ya bercium n seseorange e a a m ncerm nkan m tivasi orang tersebut. K ta juga harus m m ham bahw dalam pahame i o i e a i a

B ddhis, m lut m rupak n salah satu dari tiga lubang sek ual, sehingga kita harus berhati-hati,u u e a s jangan sam ai m n urus pada pelanggaran sila ketiga. B bir adalah salah satu dari sem ilanp e j i b tem at di tubuh yang dapat m m angkitkan gairah seksual. A abila s seorang tidak dapatp e b p e m ngendalikan nafsuny saat bercium n, m ka sepantasnyalah bercium n bibir dihindari. Be a a a a pasangan yang sudah m nikah, m ka gaya bercium n apapun boleh dilakukan.e a a

K ta harus juga senantiasa w spada jangan s m ai tindakan bercium n ini k lew t batasi a a p a e a sam ai ke hubungan seksual. Y ng penting adalah pada saat pacaran, kita dapatp a

m ngendalikan diri kita jangan sam ai berhubungan seksual sebelum m nikah, karena hal itue p e term suk perzinahan, seperti yang akan dibahas berikut ini.a

Seks = Ungkapan Cinta?

B gi para suam istri, s ks dipandang sebagai suatu ungk pan cinta m reka. T ndakan seka i e a e i yang benar dapat m ngharm niskan kehidupan pernikahan seseorang. N m n pada zame o a u sekarang ini banyak rem ja yang tidak sabar m nunggu atau salah pengertian, bahw seka e a

sebagai ungk pan cinta ini boleh dilakukana

tanpa ikatan pernikahan. P da m lam V lentine,a a a m reka bersedia m lepaskan keperaw nane e a

m reka. H l ini sungguh am t m m rihatinkan.e a a e p S ng B ddha berkata dalam U asaka S laa u p i

S tra:u “Jika seorang pria berhubungan seksual di waktu yang tidak tepat (siang hari) atau di tempat yang tidak sesuai (tempat umum, tempat ibadah), atau melakukannya dengan bukan-perempuan (pria, hewan), atau melakukannya dengan perempuan yang bukan istrinya sendiri, atau melakukan masturbasi, tindakan tersebut termasuk tindakan seksual yang salah.”

H bungan sek pra nik h m rupakan pelangg ran sila. S ng B ddha dengan sangat jelasu s a e a a u berkata dalam S tra U asaka S la bahw hubungan seks dengan s seorang yang buk nu p i a e a istrinya, term suk pelanggaran sila ke-3. Ini term suk dengan pacar kita, karena pacar kitaa a bukanlah suam / is ri kita.i t

P langgaran sila terjadi apabila [m ngenai ini ak n dibahas lebih jelas dalam bab selanjutnya]:e e a 1. A at kelam n pria m suk ke dalam tiga lubang yaitu m lut, anus dan alat kelam n wl i a u i

w laupun hanya sedalam biji w jena i

2. T ngan bersentuhan dengan alat kelam n pria m upun w nita [dengan tua i a a m m angkitkan gairah s ksual atau m s urbasi]e b e a t

M ka dari itu oral sek dan anal seks juga tidak boleh dilakukan oleh pasangan yang beluma s m nikah, dem kian juga dengan m sturbasi m tual, yaitu saling m m sturbasi pasangan, hal inie i a u e a

(21)

dapat dikateg rikan sebagai tindakan sek ual yang m nyim ang. B nyak pasangan m siho s e p a a pacaran m m askan nafsu m rek dengan oral sek m upun anal sek , m reka m nganggape u e a s a s e e hal ini tidak apa-apa, nam n dalam agam B ddha, tindakan seperti ini sudah m rupakanu a u e tindakan seksual yang m nyim ang dan m langg r sila ketiga.e p e a

“Jika mereka (para Bodhisattva) memasuki rumah orang lain, ia tidak seharusnya berbicara [privat] dengan gadis-gadis muda, gadis yang belum menikah [perawan] ataupun janda.”

(Saddharmapundarika Sutra)

D sini yang dim k ud “berbicara” adalah berbic ra secara privat, sendirian, di m na tidak adai a s a a orang yang m ndengar ataupun m lihat. S orang B dhisattva pria hendaknya m nghindarie e e o e berbicara seperti itu dengan gadis yang belum m nikah ataupun janda di rum h orang lain,e a m salnya seorang pria berbicara berduaan deng n pacarnya di kam rny . Ini dilakukan untuki a a a m ncegah agar para B dhisattva tidak m lakukan perzinahan. S cara tidak langsunge o e e

S ddharm pundarika S tra juga m nyatakan bahwa a u e a sek pra-nikah seperti berhubungan seks dengans

m reka yang m sih belum m nikah ataupun janda,e a e adalah suatu bentuk perzinahan atau tindakan s ksuale yang salah.

D lam kitab V naya juga disebutk n bahwa i a a

berhubungan seksual dengan perem uan yang beradap di baw h perlindungan orang tua, saudara, negaraa adalah term suk pelanggaran sila. K tika seseoranga e m sih belum m nikah, m reka m sih berada di baw ha e e a a perlindungan orang tua ataupun saudara k rabate

m reka, m ka dari itu hindarilah hubungan seksual pra-nikah. S ks pra-nikah hanya dapate a e

m m ncing em si-em s negatif lainnya, bahkan dapat m nim ulkan hal yang tidak diinginkane a o o i e b seperti aborsi yang kalau kita m lakukannya, m ka kita juga m langgar sila jangan m me a e e b

G nakanlah hubungan sek ual di w ktu yang tepat, yaitu pada saat kita telah berkom tmu s a i e dengan pasangan kita dalam ikatan pernikahan.

N m n sek yang dilakukan bersam dengan suam istri kita juga bukanlah tanpa batas-batas.a u s a i M nurut A hdiharm k s a, G m opa dan Jey T ongkhapa, berhubungan dengan istri selagi iae b a o h a p s m nstruasi, ham l, m s m nyusui ataupun berhubungan seksual terlalu sering dengan istri,e i a a e juga m rupakan pelangg ran sila ketiga. H bung n seks dengan pasang n kita harus dilake a u a a dengan cara, w ktu dan tem at yang tepat, sehingga dapat sepenuhnya m ngungkapkan rasaa p e cinta.

Katakan Tidak Pada Playboy atau Playgirl

“Wanita yang melayani kesenangan semua pria tidaklah seharusnya dipercayai oleh siapapun, wanita itu selalu berubah-ubah pendiriannya (labil) dan tidak terkendalikan nafsunya. Wanita menyebut kesenangan sebagai sesuatu yang pantas (didapatkan), hal mendasar dari yang paling mendasar, menganggap semua laki-laki itu biasa, sama halnya dengan tempat mandi.”

(Kunala Jataka)

A abila m ncari pacar atau pasangan hidup, hindarilah m reka yang suka berm in pria (playgirl)p e e a ataupun yang suka berm in w nita (playboy).a a

Janganlah Mudah Menyerah Untuk Mendapatkan Cinta Kita

P da m sa lam au, S ng B dhisattva pernah terlahir sebagai singa, Y sodhara sebagai ma a p a o a betina, S ndarananda s bagai kerbau dan D vadatta sebagai ga ah. S nga, gajah dan k rbauu e e j i e berlom a m ndapatkan m can betina. N m n m can betina m nolak ga ah dan kerbau, samb e a a u a e j akhirnya singa berbicara: “Aku adalah singa dengan lengan yang berotot, dan dapat

(22)

berkehendak sesuai dengan kekuasaanku di pegunungan [ini]. Semua kumpulan hjewan berdiri menghormatiku. Maka, gadis, pilihlah aku sebagai kekasihmu.”

M can betina tersebut m njaw b:a e a “Aku akan memilih kekasih sepertimu yang diberkati oleh

semua kualitas yang luhur dan mandiri bagaikan sesosok gunung. Aku menghormat di hadapanmu dan menerimamu.”

T dak hanya sebagai hew n, P ngeran S ddharta m m nangkan Y sodhara. N m n sebagaii a a i e e a a u m nusia, sudah dua k li ia m m nangkan Y sodhara sebelum kelahirannya sebagai S ddharta.a a e e a i D ngan keahlian dan k kuatannya [energi] S ng B dhisattva m m nangkan seseorang yange e a o e e am t dicintainya, m nun ukkan bahw seseorang harus berjuang tanpa m dah m nyerah untuka e j a u e m ndapatkan cintanya, seperti S ng B dhisattv . S ng B ddha kem dian m nceritakan Se a o a a u u e

Jataka, di m na ia terlahir sebagai brahm na m da sedangkan Y sodhara sebagai S ri:a a u a i P da w ktu itu seorang B ahm na bertanya pada 500 m ridnyaa a r a u : “Siapakah di antara kalian yang mau untuk memberanikan diri pergi ke kota menyebrangi samudra, mengunjungi seorang

pedagang di sana? Untuknya yang mau pergi, aku akan memberikan anak perempaunku,

Sirika.” P da w ktu itu ada seorang brahm na m da yang pandai, aktif dan energika a a u

[bersem ngat dan kuat], dan sangat m ncintai S ri(ka). Ia siap dan berani untuk ma e i e tugas sang brahm na. S telah sam ai dia e p

pedagang tersebut dan m nyerahkane surat gurunya, pedagang tersebut

m m erikan bat-batu berharga padanya.e b D lam perjalanan kem ali, batu-batua b tersebut jatuh ke lautan dan sang

B dhisattva berpikir bahw satu-satunyao a cara adalah m ngeringkan sam drae u

dengan tim a. P ra deva yangb a

m ngetahuie kehendaknya

m m eritahunya bahw sam dra tidake b a u dapat dikeringkan, nam n brahm nau a m da tersebut berkata;u

“Siang dan malam itu panjang, para deva Brahma, dan timba ini sangat besar. Bagi pria yang ahli dan pandai, Siri tidak sulit untuk dimenangkan.”

D n ia m m nta bantuan para deva untuk m ngem alikan batu-batu tersebut, nam n ia juga e i e b u m ngancam bahw apabila para deva tidak m ngindahkan pem intaanya, m ka ia akane a e r a

m ngeringkan sam dra. P ra deva dan asura di laut m n adi ketakutan dan kem dian seorange u a e j u devi m ncul dari lautan, bertanya pada S ng B dhisattva apa yang ia cari, beritahukan dan parau a o deva akan m ncarikannya. S ng B dhisattva m m eritahunya bahw ia kehilangan hartanya die a o e b a sam dra dan ia ingin m ngam ilnya kem ali dengan cara m ngeringkan sam dra. N mu e b b e u a u

laut m neg rnya dengan m ngatakan bahw air sam dra tidaklah terbatas, dan tidak me u e a u u

dapat dikeringkan seperti layaknya kolam T k disangka, B dhisattva m njaw bnay seperti ini:. a o e a

“Deva, aku mengetahui alasan mengapa engkau menegur dan menasehatiku. Jika samudra menjadi lenyap maka ia tidak lagi menampung air dari sungai-sungai ataupun mencabut pohon dari akarnya. Tidak akan ada lagi halangan untuk sampai ke pantai seberang. Aku tidak akan meninggalkan hartaku oleh karena rasa malas. Setelah memenangkan [mendapat] hadiah batu berharga itu, aku tidak akan mengurangi semangat dan kekuatanku di mana dengannya aku memenangkannya. Biarkanlah makhluk-makhluk di laut menerima penawaranku ini. Hanya inilah dan tidak ada lagi yang aku kemukakakan.’ Aku tidak akan berhenti meskipun berada di hadapan api yang berkobar-kobar, aku akan menjungkirbalikkan bumi dan bulan dan bintang.”

M ndengar hal itu, para deva m ngem alikan harta S ng B dhisattva. D m m ndapatkane e b a o e i e kekasihnya, S ng B dhisattva bers dia untuk hal yang m s ahil bagi kita sebagai m nusiaa o e u t a biasa, yaitu m ngeringk n lautan dan m n ungkirbalikkan benda-benda langit. S ngguh luare a e j u

Referensi

Dokumen terkait

Model pembelajaran Talking Chips sangat sesuai dengan siswa yang memiliki kecerdasan interpersonal tinggi karena model pembelajaran Talking Chips memberikan kesempatan

merupakan jalan yang strategis sebagai pendukung utama dalam peningkatan pembangunan; sosial, ekonimi, dan pengembangan wilayah. Untuk itu prasarana transportasi

Base Station SR2000 merupakan salah satu base station yang digunakan dalam telekomunikasi radio di PT Kereta Api Indonesia DAOP IV Semarang.. Base Station SR2000

Penangguhan dan pencabutan sertifkat dilakukan apabila: (1) Sistem manajemen Klien gagal secara total dan serius untuk memenuhi persyaratan sertifikasi,

Menentukan Faktor-Faktor Gaya Kepemimpinan yang Mempengaruhi Kinerja Bawahan Dalam menentukan faktor-faktor dalam sebuah model, digunakan metode analisis deskriptif yang

(2001), e-procurement adalah aplikasi sistem informasi untuk mengkoordinasikan proses pembelian, pengiriman, pengelolaan inventory, pemilihan supplier dan proses persetujuan

- Proses analitik, yaitu proses pemisahan dari suatu bhan menjadi beberapa barang yang hampi menyerupai.

Dalam membahas Islamisasi di Kalimantan Timur, terlebih dahulu dijelaskan mengenai pengertian islamisasi. Secara sederhana, islamisasi dapat diartikan sebagai proses