• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Penyuluhan Gizi Seimbang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Penyuluhan Gizi Seimbang"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENYULUHAN LAPORAN PENYULUHAN

GIZI SEIMBANG UNTUK BALITA DAN ANAK  GIZI SEIMBANG UNTUK BALITA DAN ANAK 

DESA SUKARAMI DESA SUKARAMI

1. Pendahuluan 1. Pendahuluan

Gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang pada zat gizi yang diperoleh Gizi seimbang adalah pola makan yang seimbang pada zat gizi yang diperoleh dari aneka ragam makanan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat, cerdas, dari aneka ragam makanan dalam memenuhi kebutuhan zat gizi untuk hidup sehat, cerdas, dan produktif. Status gizi merupakan keadaan yang dihasilkan oleh status keseimbangan dan produktif. Status gizi merupakan keadaan yang dihasilkan oleh status keseimbangan antara jumlah asupan (intake) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (reuirement) oleh antara jumlah asupan (intake) zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan (reuirement) oleh tubuh untuk berbagai fungsi biologis antara lain pertumbuhan fisik, perkembangan, dan tubuh untuk berbagai fungsi biologis antara lain pertumbuhan fisik, perkembangan, dan akti!itas). Pengertian lain, status gizi adalah ekspresi keadaan akibat dari keseimbangan akti!itas). Pengertian lain, status gizi adalah ekspresi keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat gizi tersebut atau keadaan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan penggunaan zat gizi tersebut atau keadaan fisiologis akibat tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh

fisiologis akibat tersedianya zat gizi dalam seluler tubuh

". Permasalahan. ". Permasalahan.

#u

#uranrangngnyya a pepengngetetahahuauan n mamasysyaraarakat kat akakan an pepentntining g nynya a gigizi zi dadan n tutumbmbuhuh kembang anak. sehingga berdampak pada adanya balita yang mengalami gizi kurang di kembang anak. sehingga berdampak pada adanya balita yang mengalami gizi kurang di $ilayah kerja

$ilayah kerja Puskesmas #ota Puskesmas #ota %gung.%gung.

&. Perencanaan dan Pemilihan inter!ensi. &. Perencanaan dan Pemilihan inter!ensi.

Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan poster, menjelaskan kepada Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan poster, menjelaskan kepada masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan terdapat sesi tanya ja$ab.

masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan terdapat sesi tanya ja$ab. '. Pelaksanaan ( Proses inter!ensi )

'. Pelaksanaan ( Proses inter!ensi ) 

 Penyuluhan dilaksanakan pada hari jumat 1' Penyuluhan dilaksanakan pada hari jumat 1' desember "1.desember "1. 

 Penyuluhan bertempat di Posyandu S*+#%-+ desa Sukarame.Penyuluhan bertempat di Posyandu S*+#%-+ desa Sukarame. 

 aaktu pelaksanaan penyuluhan / ktu pelaksanaan penyuluhan / pukul 0. +pukul 0. +

. +si Penyuluhan . +si Penyuluhan

#%*%#23*+S2+# %4+2% #%*%#23*+S2+# %4+2%

(2)

%nak usia 19& tahun merupakan konsumen pasif, artinya anak menerima makanan dari apa yang disediakan ibunya. -engan kondisi demikian, sebaiknya anak balita diperkenalkan dengan berbagai bahan makanan. 4aju pertumbuhan masa batita lebih besar  dari masa usia prasekolah sehingga diperlukan jumlah makanan yang relatif lebih besar.  amun, perut yang masih lebih kecil menyebabkan jumlah makanan yang mampu diterimanya dalam sekali makan lebih kecil daripada anak yang usianya lebih besar. 8leh karena itu, pola makan yang diberikan adalah porsi kecil dengan frekuensi sering.

P3*% 7%#%% %G+ %4+2%

7akanan sebagai sumber zat gizi. -idalam makanan terdapat enam jenis zat gizi, yaitu karbohidrat, lemak, protein, !itamin, mineral, dan air. ;at gizi ini diperlukan bagi  balita sebagai zat tenaga, zat pembangun , dan zat pengatur.

1. ;at tenaga

;at gizi yang menghasilkan tenaga atau energi adalah karbohidrat , lemak, dan  protein. agi balita, tenaga diperlukan untuk melakukan akti!itasnya serta pertumbuhan dan perkembangannya. 8leh karena itu, kebutuhan zat gizi sumber tenaga balita relatif  lebih besar daripada orang de$asa.

". ;at Pembangun

Protein sebagai zat pembangun bukan hanya untuk pertumbuhan fisik dan  perkembangan organ9organ tubuh balita, tetapi juga menggantikan jaringan yang aus atau

rusak.

&. ;at pengatur

;at pengatur berfungsi agar faal organ9organ dan jaringan tubuh termasuk otak dapat  berjalan seperti yang diharapkan. erikut ini zat yang berperan sebagai zat pengatur.

a. <itamin, baik yang larut air ( !itamin  kompleks dan !itamin = ) maupun yang larut dalam lemak ( !itamin %, -, 3, dan # ).

 b. erbagai mineral, seperti kalsium, zat besi, iodium, dan flour. c. %ir, sebagai alat pengatur !ital kehidupan sel9sel tubuh.

(3)

#36265% G+;+ %4+2%

#ebutuhan gizi seseorang adalah jumlah yang diperkirakan cukup untuk  memelihara kesehatan pada umumnya. Secara garis besar, kebutuhan gizi ditentukan oleh usia, jenis kelamin, akti!itas, berat badan, dan tinggi badan. %ntara asupan zat gizi dan  pengeluarannya harus ada keseimbangan sehingga diperoleh status gizi yang baik. Status gizi balita dapat dipantau dengan menimbang anak setiap bulan dan dicocokkan dengan #artu 7enuju Sehat (#7S).

a. #ebutuhan 3nergi

#ebutuhan energi bayi dan balita relatif besar dibandingkan dengan orang de$asa, sebab pada usia tersebut pertumbuhannya masih sangat pesat. #ecukupannya akan semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia.

 b. #ebutuhan zat pembangun

Secara fisiologis, balita sedang dalam masa pertumbuhan sehingga kebutuhannya relatif lebih besar daripada orang de$asa. amun, jika dibandingkan dengan bayi yang usianya kurang dari satu tahun, kebutuhannya relatif lebih kecil.

c. #ebutuhan zat pengatur

#ebutuhan air bayi dan balita dalam sehari berfluktuasi seiring dengan  bertambahnya usia.

%da beberapa hal yang sering merupakan penyebab terjadinya gangguan gizi, baik  secara langsung maupun tidak langsung. Sebagai penyebab langsung gangguan gizi, khususnya gangguan gizi pada bayi dan anak usia diba$ah lima tahun (balita) adalah tidak  sesuainya jumlah gizi yang mereka peroleh dari makanan dengan kebutuhan tubuh mereka.

erbagai faktor yang secara tidak langsung mendorong terjadinya gangguan gizi terutama  pada anak alita antara lain sebagai berikut/

(4)

-alam kehidupan masyarakat sehari9hari sering terlihat keluarga yang sungguhpun berpenghasilan cukup akan tetapi makanan yang dihidangkan seadanya saja. -engan demikian, kejadian gangguan gizi tidak hanya ditemukan pada keluarga yang  berpenghasilan kurang akan tetapi juga pada keluarga yang berpenghasilan relatif baik 

(cukup). #eadaan ini menunjukkan bah$a ketidaktahuan akan faedah makanan bagi kesehatan tubuh mempunyai sebab buruknya mutu gizi makanan keluarga, khususnya makanan anak balita. 7enurut -r. Soegeng Santoso, 7.pd, 1000, masalah gizi #arena kurang pengetahuan dan keterampilan dibidang memasak menurunkan komsumsi anak, keragaman bahan dan keragaman jenis masakan yang mempengaruhi keji$aan misalnya kebosanan.

 b. Prasangka buruk terhadap bahan makanan tertentu

anyak bahan makanan yang sesungguhnya bernilai gizi tinggi tetapi tidak  digunakan atau hanya digunakan secara terbatas akibat adanya prasangka yang tidak baik  terhadap bahan makanan itu. Penggunaan bahan makanan itu dianggap dapae menurunkan harkat keluarga. >enis sayuran seperti genjer, daun turi, bahkan daun ubi kayu yang kaya akan zat besi, !itamin % dan protein dibeberapa daerah masih dianggap sebagai makanan yang dapat menurunkan harkat keluarga.

c. %danya kebiasaan atau pantangan yang merugikan

erbagai kebiasaan yang bertalian dengan pantang makan makanan te rtentu masih sering kita jumpai terutama di daerah pedesaan. 4arangan terhadap anak untuk makan telur, ikan, ataupun daging hanya berdasarkan kebiasaan yang tidak ada datanya dan hanya di$arisi secara dogmatis turun temurun, padahal anak itu sendiri sangat memerlukan bahan makanan seperti itu guna keperluan pertumbuhan tubuhnya.

d. #epercayaan akan suatu makanan.

#adang9kadang kepercayaan orang akan sesuatu makanan anak kecil membuat anak sulit mendapat cukup protein. eberapa orang tua beranggap ikan, telur, ayam, dan  jenis makanan protein lainnya memberi pengaruh buruk untuk anak kecil.

%nak yang terkena diare malah dipuasakan (tidak diberi makanan). =ara  pengobatan seperti ini akan memperburuk gizi anak.

(5)

e. #esukaan yang berlebihan terhadap jenis makanan tertentu

#esukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan tertentu atau disebut sebagai faddisme makanan akan mengakibatkan tubuh tidak memperoleh semua zat gizi yang diperlukan.

f. >arak kelahiran yang terlalu rapat

anyak hasil penelitian yang membuktikan bah$a banyak anak yang menderita gangguan gizi oleh karena ibunya sedang hamil lagi atau adiknya yang baru telah lahir, sehingga ibunya tidak dapat mera$atnya secara baik.

g. %nak yang diba$ah usia " tahun.

%nak yang diba$ah usia " tahun masih sangat memerlukan pera$atan ibunya,  baik pera$atan makanan maupun pera$atan kesehatan dan kasih sayang, jika dalam masa " tahun itu ibu sudah hamil lagi, maka bukan saja perhatian ibu terhadap anak akan menjadi berkurang.akan tetapi air susu ibu ( %S+ ) yang masih sangat dibutuhkan anak  akan berhenti keluar.

h. persiapan pengganti asi

%nak yang belum dipersiapkan secara baik untuk menerima makanan pengganti %S+, yang kadang9kadang mutu gizi makanan tersebut juga sangat rendah, dengan  penghentian pemberian %S+ karena produksi %S+ berhenti, akan lebih cepat mendorong anak ke jurang malapetaka yang menderita gizi buruk, yang apabila tidak segera diperbaiki maka akan menyebabkan kematian. #arena alasan inilah dalam usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga, disamping memperbaiki gizi juga perlu dilakukan usaha untuk  mengatur jarak kelahiran dan kehamilan.

i. Sosial 3konomi #eterbatasan penghasilan keluarga

Sosial 3konomi #eterbatasan penghasilan keluarga turut menentukan mutu makanan yang disajikan.

(6)

2idak dapat disangkal bah$a penghasilan keluarga akan turut menentukan hidangan yang disajikan untuk keluarga sehari9hari, baik kualitas maupun jumlah makanan.

 j. Penyakit infeksi +nfeksi.

Penyakit infeksi +nfeksi dapat menyebabkan anak tidak merasa lapar dan tidak  mau makan. Penyakit ini juga menghabiskan sejumlah protein dan kalori yang seharusnya dipakai untuk pertumbuhan. -iare dan muntah dapat menghalangi penyerapan makanan.

k. Sebab ? sebab lainnya.

Penyakit9penyakit umum yang memperburuk keadaan gizi adalah/ diare, infeksi saluran pernapasan atas, tuberculosis, campak, batuk rejan, malaria kronis, cacingan.

#3#6*%G% 33*G+ -% P*823+ (#3P)

erikut ini sebab9sebab kurangnya asupan energi dan protein. a. 7akanan yang tersedia kurang mengandung energi

 b. afsu makan anak terganggu sehingga tidak mau makan

c. Gangguan dalam saluran pencernaan sehingga penyerapan sari makanan dalam usus terganggu

d. #ebutuhan yang meningkat, misalnya karena penyakit infeksi yang tidak diimbangi dengan asupan yang memadai.

#ekurangan energi dan protein mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan  balita terganggu.Gangguan asupan gizi yang bersifat akut menyebabkan anak kurus kering yang disebut dengan $asting. asting, yaitu berat badan anak tidak sebanding dengan tinggi badannya. >ika kekurangna ini bersifat menahun ( kronik), artinya sedikit demi sedikit, tetapi dalam jangka $aktu yang lama maka akan terjadi kedaan stunting. Stunting , yaitu anak menjadi pendek dan tinggi badan tidak sesuai dengan usianya $alaupun secara sekilas anak tidak kurus.

(7)

%nak akan kehilangan nafsu makan karena hal9hal sebagai berikut/

a. %ir Susu +bu yang diberikan terlalu sedikit sehingga bayi menjadi frustasi dan menangis

 b. %nak terlalu dipaksa untuk menghabiskan makanan dalam jumlah@ takaran tertentu sehingga anak menjadi tertekan

c. 7akanan yang disajikan tidak sesuai dengan yang diinginkan @ membosankan d. Susu formula yang diberikan tidak disukai anak atau ukuran @ dosis yang diberikan tidak sesuai dengan sehingga susu yang diberikan tidak dihabiskan

e. Suasana makan tidak menyenangkan@ anak tidak pernah makan bersama kedua orang tuanya.

erikut ini beberapa upaya untuk mengatasi anak sulit makan ( faktor organis, faktor psikologis, atau faktor pengaturan makanan )

1) >ika penyebabnya faktor organis, yang harus dilakukan adalah dengan menyembuhka  penyakitnya melalui dokter.

") >ika penyebabnya faktor psikologis, berikut beberapa hal yang dapat dilakukan.

a. 7akanan dibuat dengan resep masakan yang mudah dan praktis sehingga dapat menggugah selera makan anak dan disajikan semenarik mungkin.

 b. >angan memaksa anak untuk menghabiskan makanan, orangtua harus sabar saat memberi makan anak.

c. 6payakan suasana makan menyenangkan , sebaiknya $aktu makan disesuaikan denga $aktu makan keluarga karena anak punya semangat untuk menghabiskan makanannya dengan makan bersama keluarga (orangtua)

d. Pembicaraan yang kurang menyenangkan terhadap suatu jenis makanan sebaiknya dihindari dan ditanamkan pada anak memilih bahan @jenis makanan yang baik.

(8)

>ika penyebabnya adalah faktor pengaturan makanan maka dapat dilakukan beberapa hal berikut ini.

a. -iusahakan $aktu makan teratur dan makanan diberikan pada saat anak benar9benar  lapar dan haus.

 b. 7akanan selingan dapat diberikan asalkan makanan tersebut tidak membuat anak  menjadi kenyang agar anak tetap mau makan nasi.

c. 6ntuk membeli makanan jajanan sebagai makanan selingan, sebaiknya didampingi oleh orang tuanya sehingga anak dapat memilih makanan jajanan yang baik dari segi kandungan gizi maupun kebersihannya.

d. #uantitas dan kualitas makanan yang diberikan harus diatur disesuaikan dengan kebutuhan@kecukupan gizinya sehingga anak tidak menderita gizi kurang atau gizi lebih.

e. entuk dan jenis makanan yang diberikan harus disesuaikan dengan tahap  pertumbuhan dan perkembangan anak.

736 7%#%% %4+2%

7akanan memegang peranan penting dalam pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak. 8leh karenanya, pola makan yang baik dan teratur perlu diperkenalkan sejak dini, antara lain dengan pengenalan jam9jam makan dan !ariasi makanan.

Gizi seimbang dapat dapat dipenuhi dengan pemberian makanan sebagai berikut %gar kebutuhan gizi seimbang anak terpenuhi, makanan sehari9hari sebaiknya terdiri atas ketiga golongan bahan makanan tersebut.

#ebutuhan bahan makanan itu perlu diatur, sehingga anak mendapatkan asupan gizi yang diperlukannya secara utuh dalam satu hari. aktu9$aktu yang disarankan adalah/

(9)

 Pagi hari $aktu sarapan.

 Pukul 1. sebagai selingan. 2ambahkan susu.  Pukul 1". pada $aktu makan siang.

 Pukul 1:. sebagai selingan

 Pukul 1A. pada $aktu makan malam.  Sebelum tidur malam, tambahkan susu.

 >angan lupa kumur9kumur dengan air putih atau gosok gigi.

=ontoh Pola >ad$al Pemberian 7akanan 7enjelang %nak 6sia 1 2ahun Perlu diketahui, jad$al pemberian makanan ini fleksibel (dapat bergeser, tapi jangan terlalu jauh)

Pukul :. / Susu

Pukul A. / ubur saring@asi tim Pukul 1. / Susu@7akanan selingan Pukul 1". / ubur saring@asi tim Pukul 1'. / Susu

Pukul 1:. / 7akanan selingan Pukul 1A. / ubur saring @nasi tim Pukul ". / Susu.

7%#%% S34+G% %4+2%

Pada usia balita juga membutuhkan gizi seimbang yaitu makanan yang mengandung zat9zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh sesuai umur. 7akanan seimbang  pada usia ini perlu diterapkan karena akan mempengaruhi kualitas pada usia de$asa

(10)

Gizi makanan sangat mempengaruhi pertumbuhan termasuk pertumbuhan sel otak  sehingga dapat tumbuh optimal dan cerdas, untuk ini makanan perlu diperhatikan keseimbangan gizinya sejak janin melalui makanan ibu hamil. Pertum9buhan sel otak akan  berhenti pada usia &9' tahun.

Pemberian makanan balita sebaiknya beraneka ragam, menggunakan makanan yang telah dikenalkan sejak bayi usia enam bulan yang telah diterima oleh bayi, dan dikembangkan lagi dengan bahan makanan sesuai makanan keluarga.

Pembentukan pola makan perlu diterapkan sesuai pola makan keluarga. Peranan orangtua sangat dibutuhkan untuk membentuk perilaku makan yang sehat. Seorang ibu dalam hal ini harus mengetahui, mau, dan mampu menerapkan makan yang seimbang atau sehat dalam keluarga karena anak akan meniru perilaku makan dari orangtua dan orang9 orang di sekelilingnya dalam keluarga.

7akanan selingan tidak kalah pentingnya yang diberikan pada jam di antara makan pokoknya. 7akanan selingan dapat membantu jika anak tidak cukup menerima  porsi makan karena anak susah makan. amun, pemberian yang berlebihan pada makanan

selingan pun tidak baik karena akan mengganggu nafsu makannya.

>enis makanan selingan yang baik adalah yang mengandung zat gizi lengkap yaitu sumber karbohidrat, protein, !itamin dan mineral, seperti arem9arem nasi isi daging sayuran, tahu isi daging sayuran, roti isi ragout ayam sayuran, piza, dan lain9lain.

Bungsi makanan selingan adalah /

1. 7emperkenalkan aneka jenis bahan makanan yang terdapat dalam bahan makanan selingan.

". 7elengkapi zat9zat gizi yang mungkin kurang dalam makanan utamanya (pagi, siang dan malam).

(11)

7akanan selingan yang baik dibuat sendiri di rumah sehingga sangat higienis dibandingkan jika dibeli di luar rumah. ila terpaksa membeli, sebaiknya dipilih tempat yang bersih dan dipilih yang lengkap gizi, jangan hanya sumber karbohidrat saja seperti hanya mengandung gula saja. 7akanan ini jika diberikan terus9menerus sangat berbahaya. >ika sejak kecil hanya senang yang manis9manis saja maka kebiasaan ini akan diba$a sampai de$asa dan risiko mendapat kegemukan menjadi meningkat. #egemukan merupakan faktor risiko pada usia yang relatif muda dapat terserang penyakit tertentu.

Pertumbuhan %nak 6ntuk erat adan Saat lahir "A & gr/

Saat usia  bulan berat badan bayi normal adalah " kali berat saat lahir. Saat usia 1 tahun, maka berat badan bayi adalah & kali berat lahir. Saat usia " tahun beratnya minimal ' kali berat badan lahir.6ntuk %4+2% kurang lebih berat badannya bertambah " kg  pertahun

Sedangkan untuk panjang badan@2inggi adan adalah sebagai berikut /

Saat 4ahir / lebih kurang  cm. Saat usia 1 tahun adalah 1, kali panjang badan saat lahir Saat usia ' tahun, tinggi badannya adalah " kali panjang badan saat lahir. Saat usia : tahun adalah 1, kali tinggi badan saat berusia 1 tahun.

Perkembangan anak  1. Perkembangan motorik 

 %nak baru lahir / memiliki reflek mengembang bila telapak tangannya disentuh  jari kita.

 "9& bulan / menggerakkan kepala ke kanan ke kiri, mengangkat kepala dan dada  pada posisi tengkurap

 ' bulan / menggenggam benda dengan seluruh jari dan telapak tangan, mampu  bermain9main dengan kedua tangannya

(12)

 : bulan / memegang ibu jari dan " jari lainnya

 C90 bulan / mulai belajar merangkak 

 A bulan / mampu duduk sendiri kemudian mengambil posisi ongkong9ongkong dan bertahan sebentar, mampu menggenggam balok mainan dengan seluruh  permukaan tangan

 091 bulan / mampu berdiri dan mulai melangkah (masih dibantu)

 1" bulan mampu berdiri dan berjalan sambil berpegangan dan mampu mengambil  benda kecil dengan ujung ibu jari dan jari telunjuk 

 1" 91A bulan / bisa berjalan sendiri , serta mampu melepaskan mainan dari tanggannya dengan baik 

 1A bulan / mampu berlari tanpa jatuh, mampu menyusun tiga balok mainan

 "' bulan / mampu melompat dengan " kaki sekaligus, mampu membuka botol dengan memutar penutupnya.

". Penglihatan dan Pendengaran.  Saat lahir sudah bisa melihat.

 4ebih dari " bulan pandanagan mata belum terarah dengan baik.

 "9& bulan bayi dapat mengikuti benda yang digerakkan di depan mata.

 ' bulan bayi mampu mengamati mainan dan mampu tersenyum pada ibu.

 A bulan bayi mampu memperlihatkan dan mencari mainan yang jatuh dan bermain cilukba.

 1" bulan, dapat mengiktui perintah, bicara menggunakan konsonan misalnya b,d, k. -apat menunjukkan roda mobil9mobilan dan mata boneka.

 1A bulan bisa menunjukkan bagian tubuh bila ditanya dan menirukan ktara9ktara  baru, mengucapkan 1 sampai " kata.

(13)

 Saat usia " tahun, sudah dapat mengikuti petunjuk sederhana, menyebutkan namanya sendiri.

&. erbicara dan berbahasa.

 1 bulan , kegiatan anak akibat suara.  & bulan, melihat ke arah pembicara

 ' bulan , mampu mendengar suara kertas diremas dan bermain bibir sambil mengeluarkan air liur.

  bulan, bereaksi ketika namanya dipanggil.

 :9C bulan , mulai mengenal dan bereaksi dengan kata9kata dada.. papa., kemari nak dll.

 A bulan , mampu mengeluarkan suara mama, tata, dada dan sebagainya.  0 bulan , menghentikan kegiatan bila dilarang.

 1 bulan, kata9kata mulai muncul.  1191" bulan, bereaksi jika ditanya.

 1" bulan , mampu mengucapkan satu kata atau lebih dan tahu artinya.

 1 bulan , mengetahui dan mengenal nama9nama bagian tubuh, kata9kata benar  terdengan diantara kata9kata yang kacau.

 1A bulan, lebih banyak menggunakna kata9kata daripada gerakan untuk  mengungkapkan keinginan dan mampu menyebutkan namanya bila ditanya.

 Saat usia " tahun, anak mengetahui lebih banyak kalimat yang rumist, menyebut nama sendiri, mampu menja$ab dengan kalimat dengan dua kata.

=ontoh mainan untuk menstimulasi perkembangan anak 

(14)

 6ntuk 7otorik 5alus / gunting, pensil, bola, balok, lilin

 6ntuk #ecerdasan / buku bergambar, buku cerita, puzzle, boneka, pendil $ana, radio

 6ntuk ahasa / buku bergambar, buku cerita, majalah , radio, tape, tele!isi

 2ingkah laku sosial / kotak pasir, tali, bola

 #emandirian@menolong diri sendiri / gelas, piring plastik, baju, kaus kaki.

#ota %gung, 1' -esember "1

Presentan Pendamping

( dr. Bebiyani Pribadi >anuar) ( dr. Siska -$iyantie )

#omentar dan umpan balik dari pendamping 1. #omunikasi

Referensi

Dokumen terkait

dapat dipantau dengan keadaan berat badan yang normal. Pemantauan berat badan dilakukan pada bayi, balita dan usia. sekolah dengan menggunakan KMS. Kelebihan

Penyebab timbulnya gizi kurang pada anak Balita dapat dilihat beberapa faktor penyebab di antaranya, faktor penyebab langsung yaitu intake zat gizi dari makanan yang kurang

Menurut UNICEF (1998) terdapat berbagai penyebab timbulnya masalah gizi pada balita yaitu : , sebagai penyebab langsung yaitu makanan anak dan penyakit infeksi, dan ,

DEFISIENSI GIZI DEPLESI DEPLESI JARINGAN JARINGAN KELAINAN KELAINAN BIOKIMIA BIOKIMIA GANGGUAN GANGGUAN FUNGSIONA FUNGSIONA L L KELAINAN KELAINAN ANATOMIS ANATOMIS KURUS

Menurut Depkes RI (1997) dalam Mastari (2009), faktor penyebab langsung timbulnya masalah gizi pada balita adalah penyakit infeksi serta kesesuaian pola konsumsi makanan

a. Pembentukan Kelompok Diskusi Gizi Seimbang. Untuk anak didik tingkat SMP-MTs dan SMA-MA dapat dibentuk “Kelompok Diskusi Gizi Seimbang, dengan tujuan untuk

Faktor yang dapat mempengaruhi status gizi pada balita adalah asupan makanan pada anak dan penyakit infeksi yang merupakan penyebab langsung, sedangkan penyebab

Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa (1) meningkatnya pengetahuan ibu-ibu Paud Dukuh Pakis Tirtosari tentang gizi seimbang pada balita serta olahan pangan