• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TEKNIK PRODUKSI Para Pihak yang Berkepentingan (sides) 1. Fera Intan Junia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TEKNIK PRODUKSI Para Pihak yang Berkepentingan (sides) 1. Fera Intan Junia"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

33 3.1. Rencana Pra Produksi

3.1.1. Para Pihak yang Berkepentingan (sides)

Para pihak yang berkepentingan dalam reka adegan

neo-documentary “Sunda Aing” adalah

1. Fera Intan Junia

Fera memiliki jenis kulit putih mulus, berambut panjang, menggunakan kacamata, dan supel. Memiliki karakter ceria, semangat, dan suka dengan hal yang baru

2. Derry

Derry memiliki bentuk badan yang baik, berkulit sawo matang, berpenampilan gaul, dan semangat.

Pihak tersebut berkepentingan dikarenakan mereka adalah yang berperan penting membawakan acara dari awal hingga akhir.

3.1.2 Tim Produksi

Susunan organisasi atau jabatan dalam film dokumenter “Sunda Aing” sebagai berikut :

(2)

b) Sutradara : Fera Intan Junia

c) Ass. Sutradara : Diana Nurlaeli

d) Cameraman : Kamal Adiwira Pradipta Laksono

e) Penulis Naskah : Diana Nurlaeli

f) Editor : Kamal Adiwira Laksono

Pihak tersebut mempunyai kepentingan / berkepentingan karena terlibat langsung dalam pembuatan tayangan “Sunda Aing”. 3.1.3 Menyusun Jadwal dan Budgeting

Dalam tahap pra produksi setelah menemukan ide cerita, harus menyusun jadwal dan budgeting. Jadwal atau working schedule disusun secara rinci dan detail, kapan, siapa saja, biaya dan peralatan apa saja yang diperlukan, dimana serta batas waktunya. Termasuk jadwal pengambilan gambar juga, scene dan shot keberapa yang harus diambil kapan dan dimana serta siapa yang akan bermain dalam film tersebut. Lokasi juga sangat menentukan jadwal pengambilan gambar, pada pagi, siang, dan malam atau interior atau exterior.

Hal–hal yang perlu kita perhatikan saat menentukan biaya atau budgeting:

(3)

b) Materi penyimpanan hasil rekaman (kaset, memory card, hard disk, dsb).

c) Sewa alat–alat syuting

d) Persedian property dan make up

e) Persedian kostum

f) Honor untuk pemain

g) Komsumsi

h) Akomodasi dan Transportasi

i) CD blank

3.1.4 Biaya Produksi

Target biaya produksi Dokumenter Sunda Aing adalah Rp. 960.000 dengan rincian sebagai berikut :

No. Subject Item Unit Cost Total

PRA PRODUKSI 1 Riset dan hunting 1 hari Rp 100.000 Rp 100.000 PRODUKSI

(4)

1 Sewa kamera Canon EOS 600 D 1 Rp 250.000 Rp 350.000 2 Honor talent Rp 200.000 Rp 200.000 3 Konsumsi Rp. 200.000 Rp 200.000 4 Transport Rp. 100.000 Rp 100.000 PASCA PRODUKSI 1 CD + Cover Rp 10.000 Total biaya produksi Rp. 960.000 Tabel 3.1 Tabel Biaya Produksi 3.1.5 Survey Lokasi

Memilih dan mencari lokasi harus sesuai dengan naskah yang dibuat oleh penulis naskah. Jika kita mengambil gambar di tempat umum biasanya memerlukan izin kepada pihak yang bersangkutan. Jika kita tidak mengurus izin terlebih dahulu maka hal tersebut akan menganggu jalanya syuting misalnya, diusir ketika kita sedang melakukan pengambilan gambar karena tidak punya izin. Dalam memilih atau mencari lokasi syuting juga harus memperkirakan biaya transportasi, keamanan saat syuting dan yang paling penting tersedianya sumber listrik.

(5)

3.1.6 Karakterisasi Pemain

Dokumenter “Sunda Aing” akan dikemas dalam bentuk cerita perjalanan 2 orang Sunda yang akan menjelajahi tempat sejarah di Jawa Barat. Agar program dokumenter ini menarik untuk ditonton, maka dibutuhkan 2 orang host yang bisa melengkapi satu sama lain agar acara yang dipandu tidak kaku dan dapat dengan asik dinikmati oleh penonton sesuai dengan target market kami yaitu anak muda.

Maka dibutuhkan 1 host wanita dan 1 host pria dengan karakteristik sebagai berikut:

Host Wanita Host Pria

Good looking Good looking

Tinggi 155 cm Tinggi 175 cm

Penyuka sejarah dan seni Penyuka sejarah dan seni

Ceria Supel

Cerewet Kalem

Table 3.2

Table Karakteristik Host 3.1.7 Casting Pemain

Casting pemain juga sangat dibutuhkan untuk memilih pemain. Memilih dan mencari pemain yang memerankan tokoh

(6)

dalam cerita film. Dapat dipilih langsung ataupun dicasting terlebih dahulu. Casting dapat diumumkan secara luas atau cukup diberitahu lewat rekan-rekan saja. Hal ini harus benar–benar dalam memilih pemain, jika tidak peran yang akan dimainkan tidak akan menarik penonton.

Tips dalam memilih pemain :

a) Gunakan casting sheet sebagai pedoman dalam menetukan pemain.

b) Memilih pemeran yang sudah professional akan lebih baik. c) Selalu gunakan kamera dalam melihat sisi face.

d) Gunakanlah potongan dialog skenario yang dilengkapi dengan permintaan expresi dan gesture tubuh.

e) Kecantikan dan ketampanan tidak menjadi point meski tetap memilki nialai point, yang menjadi point paling penting adalah karakter yang kuat.

f) Buatlah kontrak kerja yang harus disepakati bersama. Macam–macam casting :

a) Casting by ability adalah berdasarkan kecakapan ( pandai ) casting jenis ini biasanya untuk memilih pemeran utama.

b) Casting by type adalah berdasarkan kecocokan fisik pemain

c) Anti type casting adalah berdasarkan bertentangan dengan watak dan fisik pemain

(7)

d) Casting to emotional temperament adalah berdasarkan hasil observasi hidup pribadi karena mempunyai banyak persamaan dengan peran yang akan dimainkan.

Setelah dilakukan persiapan untuk casting pemain terpilihlah 1 host wanita dan 1 host pria yang bernama Fera Intan Junia dan Derri Altatera dengan profil sebagai berikut:

Nama Host Karakteristik Host

Fera Intan Junia Good Looking Penari Jaipong tinggi 156 cm Ceria dan Cerewet umur 24 tahun

Dhery Altatera Good Looking

Vokalis Band Tinggi 175 cm supel dan kalem umur 26 tahun

Table 3.3 Table Data Diri Host

Mereka terpilih karena menurut kami mereka mewakili anak muda zaman sekarang namun tetap mencintai seni dan sejarah, sesuai

(8)

dengan konsep program kami yang bertemakan tentang sejarah dan ingin melestarikan bahasa Sunda.

3.1.8 Gambar-gambar yang dibutuhkan ( shot list ) 1) Stasiun Manggarai

2) Stasiun Kereta Bogor

3) Kebon Raya Bogor:

a. Jembatan Merah

b. Istana Kepresidenan

c. Tugu Olivia Rafles

4) Suasana Kota Bogor

5) Tempat asinan bogor

3.1.9 Time Line

Dalam “production timeline” perlu ditentukan berapa lama waktu yang diperlukan untuk kegiatan pra-produksi (penyusuna naskah, hunting lokasi, pemilihan narasumber, casting, dsb). Produksi (berapa lama “shooting days” yang dibutuhkan), sehingga pasca produksi (berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk editing).

(9)

Time Line

OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pra-Produksi a. Riset b. Meeting Creative c. Script Building d. Casting e. Design f. Budget Produksi a. Set Up b. Rehearsal c. Shooting Pasca-Produksi a. Logging/ preview b. Editing Online c. Editing Offline Table 3.4

Table Timeline Produksi

3.2 Tahap Pra Produksi

(10)

a. Tema

Tema adalah ide atau persoalan pokok yang merupakan gagasan pemikiran yang menjadi dasar sebuah karya

b. Ide Cerita

Ide cerita merupakan hasil pengendapan dan perenungan pengalaman hidup yang panjang dari seorang penulis. Semakin banyak pengalaman hidup seseorang, semakin banyak pula idenya. Untuk mendapat iden bukanlah perkara yang sulit, jika kita mau menjemputnya. Ide tidak mungkin dating begitu saja, tanpa kita melakukan usaha-usaha untuk menjemput datangnya ide tersebut. Secara lebih khusus ada beberapa hal yang bias memunculkan ide baru kepada penulis yaitu:

1. Banyak membaca

2. Menjawab pertanyaan dari orang lain

3. Berdiskusi dengan orang lain

4. Peka terhadap lingkungan1

c. Judul

(11)

Program televisi Neo-dokumenter travel series kami berjudul “Sunda Aing”. Menurut kami ini lebih dikarenakan agar pemirsa bisa dengan mudah mengenal acara ini.

d. Sinopsis

Sinopsis adalah ringkasan cerita. Sinopsis biasanya berupa inti sari dari isi program yang memuat semua data dan informasi terhadap naskah yang akan disusun.

e. Treatment

Sebelum menulis naskah yang paling penting juga membuat konsep treatment. Treatment adalah uraian pendek secara deskriptif tentang bagaimana suatu episode program. Dengan adanya treatment dapat membuat gambaran urutan visual sehingga bisa mendapat rangkaian cerita yang menarik.

f. Naskah

Dari treatment kemudian dibuat naskah produksi. Penulisan naskah produksi harus operasional karena digunakan sebagai panduan tidak saja untuk kerabat kerja tetapi juga pemain dan pendukung lain yang terlibat.

(12)

Production Company : Univ. Mercu Buana Project Title : Sunda Aing

Sutradara : Fera Intan junia Script Writer : Diana Nurlaeli

Editor : Kamal Adhiwira Pradipta Laksono

Durasi : 20 Menit

Dheri dan Fera merupakan 2 orang sahabat yang akan menjelajahi kota Bogor. Mereka berangkat menggunakan kereta api dari stasiun manggarai menuju stasiun Bogor. Dalam perjalanan menuju ke stasiun Bogor mereka member tips-tips saat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi kereta api. Setelah sampai di stasiun Bogor mereka memberikan informasi mengenai sejarah stasiun Bogor.

Setelah asik berkeliling stasiun Bogor, mereka mengunjungi makanan khas kota Bogor yaitu asinan. Tempat asinan terkenal di Bogor yaitu asinan gedung dalam. Setelah puas menikmati asinan mereka ingin melanjutkan perjalanan, namun mereka melihat pertengkaran sepasang kekasih setelah diselediki sepasang kekasih itu pun putus mereka percaya dengan mitos jembatan merah yang berada di Kebun Raya Bogor. Fera dan dheri pun memutuskan untuk membuktikan mitos tersebut. Mereka pun berangkat menuju Kebun Raya Bogor.

(13)

Sesampainya disana ternyata banyak situs sejarah yang ada di Kebun Raya Bogor. Seperti sejarah dari Kebun Raya Bogor itu sendiri, tugu raflesia, istana Bogor dan jembatan merah tersebut. Setelah asik mengelilingi Kebun Raya Bogor dan menemukan jembatan merah mereka langsung menyebrangi jembatan tersebut. Akhirnya mereka menyimpulkan bahwa jangan percaya dengan mitos, karena rezeki, maut dan jodoh adanya di tangan tuhan Yang Maha Kuasa.

3.2.1 Naskah/ Skrip

Production Company : Univ. Mercu Buana Project Title : Sunda Aing

Sutradara : Fera Intan junia Script Writer : Diana Nurlaeli

Editor : Kamal Adhiwira Pradipta Laksono

Durasi : 20 Menit

VISUAL AUDIO

LAMBANG KOTA BOGOR SUASANA KOTA BOGOR MASYARAKAT KOTA BOGOR ASINAN BOGOR

ANGKUTAN UMUM YANG SEDANG NGETEM

ISTANA BOGOR

MUSIK NARASI

(14)

MONUMEN OLIVIA RAFLES PEPOHONAN KEBUN RAYA BOGOR/BUNGA BANGKAI

OBB MUSIK

OPENING HOST DHERY : “NGARAN URANG

DHERY// URANG TEH ORANG SUNDA ASLI// KARENA

WILAYAH JAWA BARAT TEH LUAS/ URANG REK

NGENALKEUN TEMPAT-TEMPAT NU AYA DI JAWA BARAT// TAH TEMPAT NU PERTAMA NYAETA URANG REK KA KOTA BOGOR// NAH TIDITU TEH AYA MITOS NU TERKENAL DI SELURUH DUNIA/ NYAETA JEMBATAN BEREUM// LAMUN MANEH TEH LEWAT KADINGA JEUNG

KABOGOH/ MANEH TEH PASTI PUTUS// OH MY GOD// URANG SIH TEU PERCAYA KANU NGARANA MITOS/ MAKANA URANG REK NGABUKTIKEUN LAMUN MITOS ETA TEH TEU BENER EUY// INI DIA FERA// REK ILU LELEMPANGAN KA BOGOR//”

FERA: “HALO”

DHERY : “YUK BERANGKAT//”

LOKET TIKET KERETA API MGRI/

FERA DAN DHERY SEDANG MEMBELI TIKET

PAPAN NAMA STASIUN MANGGARAI

MUSIK

(15)

SUASANA GERBANG STASIUN MANGGARAI DHERY SEDANG

MENUNJUKAN KARTU CL DAN HARGA TIKET

DHERY DAN FERA MASUK STASIUN MANGGARAI DAN MELAKUKAN TAP IN

FERA DAN DHERY

BERJALAN KE PERON DAN MENUNGGU COMMUTER LINE DATANG. SETELAH DATANG MEREKA PUN NAIK KE CL

ANIMASI GAMBAR

PERJALANAN DARI MGRI KE BOGOR DAN TULISAN

WAKTU TEMPUH SUASANA DALAM CL

TANDA LARANGAN MAKAN DAN MINUM

TULISAN GERBONG KHUSUS WANITA/

SUASANA DI DALAM

GERBONG KHUSUS WANITA BANGKU PRIORITAS DAN ZOOM TULISANNYA. IBU HAMIL DAN LANSIA YANG SEDANG DUDUK

MUSIK NARASI

KERETA TIBA DI STASIUN BOGOR

ORANG-ORANG

BERHAMBURAN TURUN TERMASUK FERA DAN DHERY

(16)

HOST DHERY SEDANG BERDIRI DIDEPAN PAPAN NAMA STASIUN BOGOR

DHERY BERLARI-LARI KESENANGAN KARENA SUDAH SAMPAI DI BOGOR DAN TERJATUH

TERSANDUNG REL KERETA/ FERA TERTAWA MELIHAT TINGKAH LAKU DHERY

DHERY : “SELAMAT DATANG DI KOTA BOGOR// IEU TEH STASIUN KEBANGGAAN URANG BOGOR EUY//” DHERY : “BOGOR// YEAAHHHH// BOGOR// BOGORRRRR!!

BANGUNAN STASIUN BOGOR

SUASANA STASIUN BOGOR ARSITEKTUR BANGUNAN STASIUN BOGOR

PENUMPANG STASIUN BOGOR YANG SEDANG MENUNGGU CL DI PERON

MUSIK NARASI

ANIMASI GAMBAR

PERJALANAN DARI STASIUN BOGOR KE JALAN

SILIWANGI

DHERY YANG SEDANG BERADA DI DEPAN ASINAN BOGOR GEDUNG DALAM

GAMBAR ASINAN BOGOR ASINAN BOGOR SAYURAN DAN BUAH

SUASANA ASINAN BOGOR

MUSIK NARASI

DHERY : “OK/ AYEUNA TEH URANG REK MAKAN ASINAN BOGOR GEDUNG DALAM// KUNAON NGARANA GEDUNG DALAM NYA?// MUNGKIN KARENA JUALANA AYA DALAM GEDUNG MEREN NYA//”

(17)

GEDUNG DALAM ORANG-ORANG YANG SEDANG ANTRI MEMBELI ASINAN

DHERY YANG SEDANG ANTRI DENGAN WAJAH NGILER SAMBIL MENGUSAP DADA

DHERY MEMBAWA ASINAN BOGOR SAMBIL BERNYANYI

KEMUDIAN DHERY DUDUK

MIMIK FERA YANG ANEH MELIHAT DHERY

DHERY MENGELUARKAN MANGKOK DAN SENDOK DARI DALAM TAS NYA

DHERY MAKAN ASINAN BERSAMA FERA

DHERY : “HADUH AKHIRNA BERES OGE SEGALA

PENANTIAN PANJANGKU// SETELAH TEMUKAN DIRIMU DUHAI ASINANKU”//

DHERY: “BUTUH PERJUANGAN BGT EUY/ BUAT DAPETIN ASINAN LEGENDARIS IYE// IBARAT KATA/ LAMUN KEUR NANGGUAN GEBETAN MANEH SUPAYA BISA JADI KABOGOH/ KOS FERA JEUNG AING KITU//

DHERY : “TAH LAMUN MESER ASINAN DIDIEU TEH KUDU DI DIBUNGKUS/ TARAAAA AING TEH TOS NYIAPKEUN

MANGKOK JEUNG SENDOK BUAT ICIP-ICIP ASINAN LEGENDARIS IYE”//

DHERY: “ RASANA ENAK PISAN EUY/ ADA ASIN/ MANIS/ ASEM/ DAN PEDES GITU// NANO-NANOLAH RASANA”//

FERA : “ YA// SUMPAH SEGER PISAN// TEU HERAN LAMUN ORANG RELA ANTRI PANJANG BUAT BELI ASINAN BOGOR”// DHERY : “ LEBIH SERU LAGI/ LAMUN MANEH TEH MAKANA BERDUA JEUNG KABOGOH/

(18)

ROMANTIS GIMANA GITU”//

DHERY YANG SEDANG BERJALAN MENCARI TAHU KEBERADAAN JEMBATAN MERAH

DHERY PUN BERTANYA KE SEORANG BAPAK-BAPAK

MUSIK NARASI

DHERY:”PUNTEN PAK CEUNAH MAH DI BOGOR TEH AYA MITOS TENTANG JEMBATAN BEREM// ITU DIMANA NYA PAK TEMPATNA TEH?

BAPAK : “OH..// ETA MAH AYANA DI KEBUN RAYA BOGOR”//

ANIMASI PERJALANAN DARI ASINAN BOGOR GEDUNG DALAM KE KEBUN RAYA BOGOR

MUSIK NARASI DHERY DAN FERA TELAH

SAMPAI DI PINTU MASUK KEBUN RAYA BOGOR DAN DHERY PUN BERLARI

PETUGAS SAMBIL

MENUNJUK KE ARAH LOKET TIKET

DHERY DAN FERA MASUK KE DALAM KEBUN RAYA BOGOR

SUASANA KEBUN RAYA BOGOR BESERTA

PEPOHONANNYA INSERT GAMBAR IPB

DHERY : “KEBUN RAYA BOGOR// JEMBATAN MERAH I’M COMING//”

PETUGAS : “MAAF MAS/ TIKETNA MANA?/”

DHERI : “OH/ PAKE TIKET NYA PAK/ KIRAIN SAYA GRATIS// PETUGAS : “IYA MAS// BELI DULU TIKETNYA DILOKET SANA YA MAS”//

MUSIK NARASI

(19)

MONUMEN OLIVIA RAFFLES

DHERY SEDANG MELIHAT BUNGA BANGKAI

NARASI

DHERY :”TAH IEU TEH BUNGA BANGKAI// SALAH SATU DAYA TARIK JUGA DARI KEBUN RAYA BOGOR IEU TEH// BUNGA IEU TEH TERMASUK TANAMAN LANGKA/JADI DILINDUNGI DAN

DIKEMBANGBIAKKAN GITU BIAR GA PUNAH//BAU APA SIH NI?//

PERJALANAN MENUJU ISTANA BOGOR

MUSIK DHERY YANG SEDANG

MELIHAT ISTANA BOGOR

SUASANA ISTANA KEBUN RAYA BOGOR

RUSA-RUSA YANG ADA DI ISTANA BOGOR

DENGAN MUKA GALAU MENCARI JEMBATAN

MERAH, AKHIRNYA DHERY PUN BERTANYA KEPADA PEREMPUAN YANG SEDANG LEWAT

DHERY DAN FERA BERJALAN MENUJU JEMBATAN MERAH

DHERY : “SOK TINGALI FER KADIE/ DIDITU AYA ISTANA ANU MEGAH PISAN //AKAN KUBUATKAN ISTANA SEPERTI ITU UNTUK PERMAISURIKU//

MUSIK NARASI

DHERY : “JEMBATAN BEUREM OH JEMBATAN BEUREM

DIMANAKAH KAU BERADA?// TEH PUNTEN JEMBATAN BEREUM NU MITOSNA BISA MUTUSKEUN SEPASANG KEKASIH LEWAT MANA NYA//”

MBA: “OH. AA LURUS WAE TIDIEU TEH// ATI-ATI LOH AA NANTI BISA PUTUS”//

MUSIK NARASI

(20)

DITENGAH PERJALANAN MENUJU JEMBATAN MERAH DHERY BERHENTI UNTUK BERISTIRAHAT DAN MINUM

DHERY : “HUFF/ HUFF/ HUFF/ LAMUN MANEH KADIEU TEH KUDU BOGA STAMINA ANU KUAT/ TEU ELEH EUY KOS NAIK GUNUNG// HAHHA// SEBENARNA URANG MAH CUMA NGABATURAN FERA ISTIRAHAT DOANG KOK// URANG SIH TEU CAPE//” DHERY BERDIRI DI DEPAN

JEMBATAN MERAH

DHERY DAN FERA SEDANG MENYEBRANGI JEMBATAN MERAH GAMBAR STRUKTUR JEMBATAN MERAH DHERY DISEBRANG JEMBATAN MERAH BERSAMA FERA

DERY DAN FERA BERJALAN-JALAN KEMBALI

MENYUSURI KEBUN RAYA BOGOR

CREDIT TITLE OCB

DHERY :” SAMPEOGE DI

JEMBATAN BEUREM/ SETELAH MELEWATI LIKA-LIKU

PERJALANAN// AYEUNA WAKTUNY NGABUKTIKEUN BAHWA IYEU TEH CUMA MITOS// SIAP FERA?// FERA : “YUK/ MARI//” MUSIK

NARASI

DHERY : “NAH AYEUNA

URANG BERHASIL NGALEWATI JEMBATAN BEUREM IYEU// TERNYATA IYEU TEH CUMA MITOS/ BUKTINA URANG JEUNG FERA HENTEU PUTUS// FERA : “HAH KUMAHA REK PUTUS JADIAN OGE TEU ACAN/ SOK ANEH AKHH”//

MUSIK NARASI

(21)

Gambar

Table 3.3  Table Data Diri Host
Table Timeline Produksi
GAMBAR ASINAN BOGOR  ASINAN BOGOR SAYURAN  DAN BUAH

Referensi

Dokumen terkait

Setelah masa itu, mereka menghasilkan sepasang kelinci setiap bulan (satu jantan, satu betina). Dengan asumsi bahwa pada awalnya ada satu pasang kelinci, maka

Setelah masa itu, mereka menghasilkan sepasang kelinci setiap bulan (satu jantan, satu betina). Dengan asumsi bahwa pada awalnya ada satu pasang kelinci, maka

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan di atas, penulis telah mengangkat alat musik tiup tersebut sebagai objek penelitian Tugas Akhir dengan judul Ensembel Instrumen

Hasil observasi aktivitas siswa saat pembelajaran melalui pendekatan PMRI dengan asesmen portofolio, pada pertemuan pertama siswa masih belum terbiasa belajar

Melalui kegiatan berdiskusi, siswa mampu membuat peta pikiran mengenai urutan peristiwa dengan memperhatikan latar cerita pada teks nonfiksi dengan benar.. Dengan melakukan

kehidupan sebagai manusia. Cinta ideal itu baru mereka peroleh utuh setelah mereka mengalami kematian dan reinkarnasi menjadi sepasang kupu-kupu. Cinta ideal itu

Proses permohonan itsbat nikah di lakukan dengan pemenuhan beberapa persyaratan sesuai yang telah di atur dalam ketentuan perundang-undangan maupun Kompilasi Hukum

Dalam pelaksanaan penelitian, penulis menggunakan metode penelitian ADDIE. Model ADDIE, berisi lima tahapan yaitu, analisis atau analysis , rancangan atau design,