• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Model Pengembangan

Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan media video ini menggunakan model Borg & Gall. Borg & Gall (2003) menyatakan penelitian pengembangan memiliki dua tujuan utama yaitu : (1) mengembangkan produk (2) menguji keefektifan produk. Tujuan pertama disebut sebagai fungsi pengembangan, sedangkan tujuan kedua disebut sebagai validitas. proses pengembangan biasa berhenti sampai pada tahap dihasilkan produk melalui uji coba terbatas. Adapun dalam borg & Gall (1983) langkah-langkah yang digunakan adalah sesuai tabel berikut ini:

Tabel 3.1. Langkah-langkah Penelitian Borg & Gall (1983)

No Tahap-Tahap Rincian kegiatan

1. Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi

Kajian pustaka, pengamatan,persiapan laporan tentang pokok masalah

2. Melakukan perencanaan Pendefinisian, perumusan tujuan, penentuan urutan pembelajaran,uji skala kecil

3. Mengembangkan bentuk produk awal

Penyiapan materi, penyusunan produk, penyusunan kelengkapan produk (panduan, Evaluasi)

4. Melakukan uji coba lapangan

Menguji pruduk awal, mengumpulan data (wawancara,kuisioner, observasi), analisis hasil data.

5. Melakukan revisi terhadap produk utama

Revisi berdasarkan evaluasi dan saran uji coba lapangan awal.

(2)

28 6. Melakukan uji coba produk

utama

Unjuk kerja subyek pada pra pelatihan dan pasca pelatihan dikumpulkan, dinilai sesuai tujuan,dibandingkan dengan data kelompok bila ada.

7. Melakukan revisi terhadap produk operasional

Revisi berdasarkan evaluasi dan saran uji coba produk utama.

8. Melakukan uji coba produk operasional

Wawancara observasi, kuesioner data dikumpulkan dan dianalisis

9. Melakukan revisi terhadap produk akhir

Revisi produk sebagaimana yang disarankan oleh hasil uji coba lapangan

10. Mendesimininasikan dan mengimplementasikan produk

Membuat laporan produk pada pertemuan profesioanal dan jurnal

Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan media video ini menggunakan model Borg & Gall. Borg & Gall (2003). Dengan demikian prosedur utama dalam penelitian pengembangan ini terdiri atas 7 langkah yaitu:

1. Melakukan penelitian dan pengumpulan informasi 2. Melakukan perencanaan

3. Mengembangkan bentuk produk awal 4. Melakukan uji coba lapangan

5. Melakukan revisi terhadap produk utama 6. Melakukan uji coba produk utama

(3)

29 3.2. Prosedur Pengembangan

Prosedur pengembangan menurut Borg & Gall (2003) dalam penelitian pengembangan dilakukan dengan tiga tahap,

yaitu:

TAHAP I PRA PENGEMBANGAN

Mengumpulkan informasi tentang gaya belajar melalui observasi dan wawancara

TAHAP II PENGEMBANGAN 1. Merumuskan tujuan umum, tujuan khusus 2. Membuat media video

3 .Membuat alat evaluasi

TAHAP III UJI COBA

Uji ahli subjek: 2 orang ahli

Skala penilaian analisis: kualitatif, kuantitatif

Evaluasi

Uji konselor sekolah subjek: 3 konselor Instrument:Wawancara, Skala

penilaian

(4)

30 Gambar 1.Prosedur PengembanganPenelitian

3.3. Tahap pra pengembangan,

Pada tahap ini, dilakuakan Need assessment. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi perlunya adanya inovasi dan

pengembangan media video tentang modalitas belajar audio visual.

Need assessment dapat dilakukan melalui dua cara, yang pertama dengan melakukan survey, observasi dan wawancara pada

lokasi yang bersangkutan. dalam hal ini adalah SMP N 9 Salatiga.

Cara yang kedua adalah dengan menyebarkan instrumen di SMP N 9

Salatiga.

3.4.Tahap Pengembangan

Pada tahap ini , kegiatan yang dilakukan, yaitu :

a. Merumuskan Tujuan Umum

Merumuskan tujuan umum merupakan bagian penting dalam

pengembangan media video audio visual. Tujuan umum merupakan

dasar dan arah bagi pengembangan media video audio visual yang

akan dikembangkan selanjutnya.

(5)

31

Mengingat pentingnya tujuan umum sebagai panduan dalam

proses selanjutnya, maka dalam menentukan tujuan umum ini

haruslah benar-benar memperhatikan pada kebutuhan dan hasil apa

yang ingin dicapai melalui proses pengembangan tersebut. Untuk

mempermudah dalam pencapaian tujuan tersebut, maka tujuan itu

kemudian dirinci lagi menjadi tujuan-tujuan khusus yang detail dan

operasional.

Tujuan pengembangkan ini adalah mengembangkan media

video audio visual modalitas belajar untuk siswa kelas VIII C SMP

N 9 Salatiga.

b. Merumuskan Tujuan Khusus

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, agar mempermudah

tercapainya tujuan umum, maka perlu dirinci menjadi tujuan khusus.

Merumuskan tujuan khusus adalah penjabaran dari tujuan umum

atau dengan kata lain tujuan khusus yang ingin dicapai setelah

diadakan pengembangan media.

c. Membuat Media Video Audio Visual

Video ini berjudul “Modalitas Belajar” yang berisi tentang

macam-macam modalitas belajar dan ciri-ciri dari masing-masing

modalitas belajar dalam DePorter. Video ini dirancang dengan tujuan

untuk mengembangkan media video audio visual modalitas belajar,

(6)

32

belajarnya masing-masing sehingga prestasi belajarnya menjadi

lebih baik. Video audio visual ini digunakan guru bimbingan

konseling pada saat memberikan layanan di kelas dengan cara

memutarkan video ini di laptop ataupun di komputer sekolah dan

menjelaskan sedikit materi video ini, apabila ada murid yang masih

belum mengerti bisa diputarkan lagi atau murid tersebut memutarnya

sendiri di laptop atau handphone miliknya.

Berikut ini adalah langkah-langkah maupun cara-cara

membuat video audio visual:

1) Menyusun naskah

2) Editing dan Mixing

3) Hasil video

4) Evaluasi

d. Menyusun Alat Evaluasi

Untuk mengetahui akseptabilitas media video audio visual,

perlu dilakukan evaluasi. Oleh karena itu perlu disusun alat evaluasi

yang sesuai. Alat evaluasi yang disusun dalam media video audio

visual terdiri dari beberapa elemen yaitu ditinjau dari kriteria

(7)

33 3.5. Tahap Pasca Pengembangan,

Tahap pasca pengembangan yaitu kegiatan uji coba dan

evaluasi produk, meliputi :

a. Tahap uji ahli, melibatkan 2 ahli dalam bidang masing-masing

yaitu dalam bidang bimbingan dan konseling dan bidang video.

b. Tahap uji konselor sekolah, penilaian ini berasal dari 3 orang

konselor sekolah

3.6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan dalam penelitian

ini adalah :

a. Metode FGD (Focus Group Discution)

Metode pengumpulan informasi mengenai suatu permasalahan

tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok. Dalam hal

ini, yang terlibat diskusi adalah guru BK dan juga pihak terkait,

mengenai gaya belajar siswa di SMP N 9 Salatiga.

b. Metode Observasi

Metode yang dilakukan penulis untuk mengumpulkan data dan

mendapatkan hal-hal yang diperlukan untuk proses penelitian dengan

cara mendatangi objek penelitian secara langsung. Dengan

(8)

34

c. Skala Penilaian

Instrumen pengumpulan data menggunakan skala penilaian

akseptabilitas (by the joint committee on standards for educational evaluation dalam Handarini, 2000).

Tabel 3.2. Kisi-kisi format penilaian media video oleh ahli

Aspek Indikator Deskriptor Item

Kegunaan (Utility) 1. Pemakai Produk 2. Dampak media video

1.1. Manfaat media video bagi konselor dan siswa 1.2. Manfaat media video bagi

siswa sebagai kebutuhan akan gaya belajar

1.3. Manfaat media video bagi konselor sebagai media dalam memberikan layanan belajar

1.4. Pentingnya media video bagi konselor dan siswa

1.5. Kecocokan media video bagi konselor dan siswa

2. Dampak penggunaan media video bagi siswa

1,2 3 4 5,6 7 8 Kelayakan (Feasibility) 1. Kepraktisan media 2. Keefektifan waktu dan tenaga 1. Kepraktisan (kemudahan)

media video dilihat dari tahap-tahap dan komponen-komponen penerapannya. 2.1. Waktu yang digunakan dalam

penyampaian materi 2.2. Jumlah tenaga yang

dibutuhkan untuk menyampaikan materi 9 10 11 Ketepatan (Accuracy) 1. Ketepatan Objek 2. Ketepatan Materi

1.1. Ketepatan media video bila diterapkan pada siswa SMP 1.2. Kesesuaian antara

masing-masing tujuan dengan materi 1.3. Ketepatan penggunaan

strategi pengajaran dan komponen-komponen materi yang digunakan dalam media video

2.1. Kejelasan materi dalam video

2.2. Kesesuaian judul materi

12 13 14-17

18 19

(9)

35

dengan topik-topik 2.3. Kejelasan dan kemudahan

penerapan media video 2.4. Kelengkapan prosedur media

video

2.5. Kesesuaian gambar-gambar yang digunakan dalam materi

2.6. Kesesuaian bahasa yang digunakan dalam penyampaian materi 20,21 22,23 24 25,26

Tabel 3.3. Kisi-kisi format penialaian media video oleh konselor

Variabel Indikator Deskriptor Item

Kegunaan

(Utility)

1. Pemakaian

Produk

1.1. Manfaat media video bagi siswa SMP

1.2. Manfaat media video sebagai kebutuhan akan layanan bimbingan belajar

1.3. Manfaat media video bagi konselor sebagai media dalam memberikan layanan

bimbingan belajar

1.4. Kecocokan media video bagi konselor dan siswa SMP

1 2 3 4 Kelayakan (feasibility) 1. Kepraktisan media 2. Keefektifan waktu dan tenaga 1.1. Kepraktisan (kemudahan) media video dilihat dari tahap-tahap dan

komponen-komponen penerapannya 2.1. Jumlah biaya yang digunakan

dalam pembuatan media video 2.2. Waktu yang digunakan dalam

penyampaian materi 2.3. Jumlah tenaga yang

dibutuhkan untuk memberikan layanan bimbingan belajar

5,6 7 8 9 Ketepatan (Accuracy) 1. Ketepatan rumusan tujuan dan prosedur

1.1. Kejelasan rumusan tujuan umum, tujuan khusus media video

1.2. Kesesuaian judul materi dengan topik-topik 1.3. Kejelasan dan kemudahan

penerapan media video 1.4. Kelengkapan media video 1.5. Kesesuaian gambar-gambar

yang digunakan dalam setiap materi 10,11 12,13 14,15 16 17,18

(10)

36

1.6. Kesesuaian bahasa yang digunakan untuk konselor dan siswa

19,20

Dalam setiap pertanyaan pada skala tersebut mempunyai

gradasi berupa skala 1-4 yang memiliki makna sebagai berikut :

1 = tidak jelas/tidak tepat/tidak praktis/tidak relevan/tidak

perlu/tidak penting

2 = kurang jelas/kurang tepat/kurang praktis/kurang

relevan/kurang perlu/kurang penting

3 = jelas/tepat/praktis/relevan/perlu/penting

4 = sangat jelas/sangat tepat/sangat praktis/sangat

relevan/sangat perlu/sangat penting

3.7. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam pengembangan

media video audio visual modalitas belajar dilakukan secara

kualitatif dan kuantitatif. Data berupa saran, komentar dan kritikan

dianalisis secara kualitatif. Data kualitatif ini dipaparkan apa adanya

sebagai bahan pertimbangan untuk revisi dan penyempurnaan media

video untuk mengoptimalkan gaya belajar. Analisis data dilakukan

melalui analisis statistik deskriptif. Penarikan kesimpulan pada

statistik deskriptif (jika ada) hanya ditunjukkan pada kumpulan data

yang ada. Mode (modus) adalah teknik penjelasan kelompok

berdasarkan fenomena, nilai yang sering muncul dalam kelompok

Gambar

Tabel 3.1. Langkah-langkah Penelitian Borg & Gall (1983)
Tabel 3.2. Kisi-kisi format penilaian media video oleh ahli
Tabel 3.3. Kisi-kisi format penialaian media video oleh konselor

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi model penelitian pengembangan dari Borg & Gall yang telah dimodifikasi. Prosedur penelitian yang

Prosedur penelitian yang digunakan adalah prosedur penelitian pengembangan menurut Borg dan Gall (1983), yang dirinci dalam 5 langkah utama, yakni: (1) Langkah I:

Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian dan pengembangan (R&D) hasil modifikasi dari model pengembangan Borg and Gall dan model pengembangan Kemp yang meliputi

Penelitian pengembangan ini menggunakan prosedur pengembangan Borg & Gall yang disederhanakan oleh Tim Puslitjaknov (2008). Kelayakan media dinilai oleh ahli media dan

Prosedur pengembangan mengadaptasi dari model penelitian dan pengembangan (Research and Development, R&D) yang dikembangkan oleh Borg dan Gall yang meliputi tahap

Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari prosedur pengembangan menurut Borg & Gall, (1989:569). Penelitian pengembangan

model penelitian pengembangan yang mengacu pada prosedur pengembangan dari Borg & Gall dengan tahapan sebagai berikut: (1) Kajian pustaka melalui penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang menggunakan model penelitian pengembangan yang mengacu pada prosedur pengembangan dari Borg & Gall dengan tahapan