ANALISIS PROSEDUR PENGIRIMAN BARANG
PADA PT GLOPACK PACKAGING
TUGAS AKHIR
Disusun untuk memenuhi syarat kelulusan Program Diploma III
Oleh:
FITRIA KUSUMO HANDAYANI 3110801061
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
POLITEKNIK NEGERI BATAM
2011
Tugas Akhir ini adalah hasil karya saya sendiri,
dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk
telah saya nyatakan dengan benar.
Nama : Fitria Kusumo Handayani
NIM : 3110801061
Tanggal : 15 Juli 2011
LEMBAR PENGESAHAN
TUGAS AKHIR
ANALISIS PROSEDUR PENGIRIMAN BARANG PADA PT GLOPACK PACKAGING BATAM
Oleh:
FITRIA KUSUMO HANDAYANI 3110801061
BATAM, 04 Agustus 2011
Dosen Pembimbing
Seto Sulaksono Adi Wibowo, SE., M.Sc. 110076
Dosen Penguji 1 Dosen Penguji II
( Ely Kartikaningdyah, SE., M.Si ) ( Chici Ramdhaniah, SE )
iv
Alhamdulillah, segala puji syukur terlimpah kepada Tuhan kita, Allah SWT yang atas rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan kuliah sekaligus tugas akhir
dengan judul ”Analisis Prosedur Pengiriman Barang pada PT Glopack
Packaging Batam”. Penulisan tugas akhir ini merupakan salah satu syarat yang
harus dipenuhi untuk memperoleh gelar Diploma III pada Politeknik Negeri Batam. Tak lupa shalawat serta salam selalu tercurah untuk nabi besar kita, Muhammad SAW semoga kita mendapat syafa`atnya kelak.
Penulis menyadari, selesainya tugas akhir ini tak lepas dari bantuan, pengarahan, dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Priyono Eko Sanyoto selaku Direktur Politeknik Batam.
2. Bapak Ahmad Riyadi Firdaus selaku Wadir I Bid. Akademik.
3. Bapak Seto Sulaksono Adi W selaku Pembimbing. Terima kasih atas
bimbingan dan saran-saran serta waktu yang telah diberikan
4. Bapak Muslim Anshori selaku dosen wali. Terima kasih atas kritik dan
sarannya.
5. Ibu Eli selaku Penguji I. Terimakasih buat masukan yang diberikan.
6. Ibu Cici selaku penguji II. Terima kasih atas saran dan masukannya.
7. Mbak Kasniyah selaku pembimbing di perusahaan, terima kasih atas
v
8. Semua Dosen Akuntansi yang tersayang, Ibu Ely, Ibu Sinar, Ms. Yosi, Ibu
Marihot, Ibu Mega, Ibu Arni, Ibu Nanik, Ibu Cici, Pak Irsutami, Pak Zaen, Pak Muslim, Pak Rifi, Pak Seto, seluruh staff dosen Prodi Akuntansi, terima kasih ya Pak/Bu atas semua pelajarannya.
9. Terima kasih buat ibu dan Almarhum bapak tercinta, terima kasih atas semua
dukungan, doa dan supportnya baik moril maupun materil yang selama ini diberikan. Itu semua tidak bisa dibalas dengan apapun yang ada di dunia ini. Anakmu akan selalu mematuhi nasehat-nasehat kalian.
10. Buat kakak-kakak dan adikku tersayang, kak Nina, Kak Rani dan adikku
Farid yang telah memberikan semangat terlebih adikku yang rela antar jemput aku serta keponakanku yang selalu meramaikan suasana rumah
11. Terima kasih buat pak Amri selaku HRD di PT Glopack Packaging Batam,
12. Terima kasih kepada bapak Basri, pak Awal dan bu Lulu yang selalu
memberikan bantuan kepada penulis
13. Terima kasih banyak buat Mia yang sudah membantu mencarikan tempat
magang
14. Terima kasih buat Wa fitriyani, Halimah, Farika, Kiko dan Kak Wan yang
udah ngisi hari-hari aku selama kuliah, terima kasih atas saran-saran sudah diberikan ke aku, semoga aku bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi
15. Teman-teman AK 2008, terimakasih atas kebersamaannya, aku pasti kangen
kalian semua semoga kita selalu menjadi kisah klasik untuk masa depan seperti kata Sheila on 7
16. Dan untuk semua pihak yang telah membantu menyelesaikan penulisan tugas
vi
menyadari bahwa terdapat banyak kelemahan dan ketidaksempurnaan dari tugas akhir ini baik dari segi isi dan penggunaan kata. Oleh karena itu, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya dan dengan besar hati siap menerima kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun. Semoga tugas akhir yang penulis buat ini dapat bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan bagi penulis khususnya.
Batam, 15 Juli 2011 Penulis
Fitria Kusumo Handayani 311080106
vii
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Sebagai sivitas akademik Politeknik Batam, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Fitria Kusumo Handayani
NIM : 3110801061
Program Studi : Akuntansi
Jenis Karya : Tugas Akhir/Skripsi/Karya Ilmiah
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada
Politeknik Batam Hak Bebas Royalti Noneksklusif (Nonexclusive Royalty-Free
Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul:
Analisis Prosedur Pengiriman Barang pada PT Glopack Packaging Batam
Beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan Hak Bebas Royalti
Noneksklusif ini Politeknik Batam berhak menyimpan,
mengalihmedia/formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database),
merawat, dan mempublikasikan tugas akhir saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik Hak Cipta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Batam
Pada Tanggal : 15 Juli 2011
Yang menyatakan
viii
Halaman Judul ... i
Lembar Orisinil ... ii
Lembar Pengesahan ... iii
Kata Pengantar ... iv
Lembar Pernyataan Persetujuan Publik ... v
Daftar Isi ... x Daftar Gambar ... xi Abstrak ... xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Batasan Masalah ... 3 1.4 Tujuan Penelitian ... 4 1.5 Manfaat Penelitian ... 4 1.6 Sistematika Penulisan ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem dan Prosedur ... 7
2.2 Pengertian Formulir atau Dokumen ... 8
2.3 Peranan dan Kegunaan Formulir... 8
2.4 Prosedur Pelaksanaan Ekspo ... 9
2.5 Peraturan-peraturan dalam Melaksanakan Ekspor ... 10
ix
2.7 Dokumen yang Terkait Dalam Pelaksanaan Ekspor Barang ... 12
2.8 Pemasaran suatu Produk atau Komoditi ... 16
2.9 Motivasi Suatu Perusahaan untuk Melakukan Ekspor ... 16
2.10 Pengertian Pengendalian Internal dan komponen Pengendalian Internal ... 16
2.11 Prinsip-prinsip Pengendalian Internal ... 18
BAB III METODOLOGI PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 3.1 Metodologi Penelitian ... 19
3.1.1Objek Penelitian ... 19
3.1.3 Teknik Pengumpulan Data ... 19
3.1.4Metode Analisis Data ... 19
3.2 Gambarran Umum Perusahaan ... 20
3.2.1 Latar Belakang PT Glopack Packaging Batam ... 20
3.2.2Visi dan Misi ... 20
3.2.3Struktur Organisasi Perusahaan ... 21
3.2.4 Job Description Perusahaan ... 22
3.2.5 Produk yang Dihasilkan ... 24
BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Prosedur Pengiriman Barang ... 27
4.1.1 Bagian-bagian yang Terkait ... 27
4.1.2 Dokumen yang Terkait dalam Pelaksanaan Ekspor ... 28
x
direkomendasikan ... 34 4.2 Analisis Pengendalian Internal ... 37
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ... 43 5.2 Saran ... 44
Daftar Pustaka Lampiran
xi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT Glopack Packaging ... 21 Gambar 3.2 Produk-produk yang Dihasilkan ... 26 Gambar 3.3 Flowchart Prosedur Pengiriman Barang PT Glopack
Packaging ... 33 Gambar 3.4 Flowchart Prosedur Pengiriman Barang yang
xii
Nama : Fitria Kusumo Handayani
Program Studi : Akuntansi
Judul : Analisis Prosedur Pengiriman Barang pada PT Glopack
Packaging Batam
PT Glopack Packaging Batam merupakan perusahaan manufaktur yang mengolah bahan baku dan bahan setengah jadi menjadi barang jadi dengan menggunakan
sistem job order. Produk yang dihasilkan adalah plastic bag. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui peneraoan prosedur pengiriman barang ke luar negeri pada PT Glopack Packaging Batam dan untuk mengetahui unsur pengendalian yang diterapkan oleh perusahaan terhadap prosedur tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu memberikan gambaran secara fakta dari prosedur pengiriman barang pada PT Glopack Packaging Batam. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan prosedur pengiriman barang pada PT Glopack Packaging ini sudah baik, tetapi Pengendalian yang diterapkan masih kurang baik, hal ini dapat dilihat dari masih belum terpisahnya fungsi yang membuat invoice.
1
BAB 1 PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Batam adalah salah satu kota industri di Indonesia yang memiliki banyak keunggulan bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Salah satu keunggulan itu adalah letaknya yang sangat strategis yaitu berdekatan dengan Negara Singapura dan Malaysia. Alasan itulah yang menyebabkan banyaknya investor asing yang tertarik untuk menanamkan modalnya di Batam.
Industri yang di Batam ini mayoritas bergerak dibidang ekspor dan impor, dimana jenis produksi yang dihasilkan berupa barang setengah jadi dan barang jadi. Menurut Amir (2008:16) importir adalah badan usaha yang melakukan pembelian barang dari luar negeri untuk keperluan sendiri, dijual di dalam negeri maupun untuk kepentingan para investor. Sedangkan eksportir adalah badan usaha yang melakukan pasokan barang-barang dari negaranya ke negara lain, yang mengharapkan pembayaran dalam mata uang negaranya sendiri atau dalam mata
uang asing yang terpercaya dalam perdagangan internasional seperti dollar dan
euro.
PT Glopack Packaging merupakan salah satu perusahaan di Batam yang bergerak bidang ekspor impor. PT Glopack Packaging itu sendiri adalah perusahaan industri manufaktur yang mengolah bahan baku dan barang setengah
jadi menjadi barang jadi yang menggunakan sistem job order atau berdasarkan
pesanan. Produk yang dihasilkan oleh PT Glopack Packaging ini adalah tas plastik.
produksi juga sangat dipengaruhi oleh kesiapan bahan baku yang ada. Jika proses produksi dinyatakan selesai dan siap untuk dijual, maka langkah selanjutnya
adalah menyerahkan produk jadi kepada costumer yang memesannya. Hal ini
tidak akan menjadi suatu masalah jika barang yang dikirim ke pembeli dalam jumlah kecil dengan daerah tujuan yang relatif dekat. Jika transaksi bisnis yang
terjadidalam jumlah yang besar dan lintas negara, perusahaan harus memikirkan
sarana dan cara pengirimannya serta kelengkapan izin dan dokumen-dokumen yang harus diurus sebagai syarat untuk melewati daerah teritorial yang menjadi batas daerah kekuasaan negara lain.
Masalah-masalah yang sering timbul berkaitan dengan pengiriman barang yaitu sering terjadinya kesalahan dalam memberikan spesifikasi barang yang
dipesandan jumlah yang dikirim sering tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh
pembeli. Menurut Assisten Supervisor manual kesalahan ini bisa terjadi 3 kali dalam seminggu. Jika perusahaan sering melakukan kesalahan-kesalahan tersebut tentunya akan menambah biaya pengiriman barang yang seharusnya bukan merupakan kewajiban perusahaan. Akibatnya laba yang diharapkan akan berkurang, selain itu kejadian seperti ini akan menyebabkan berkurangnya tingkat kepercayaan pembeli terhadap perusahaan. Kesalahan perusahaan dalam memberi spesifikasi pesanan atau jumlah barang yang dikirimkan tidak sesuai pesanan, akan berdampak pada operasional produksi pihak pembeli, sehingga target produksi pihak pembeli tidak tercapai.
3
Berdasakan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penulisan tugas
akhir dengan judul: ”ANALISIS PROSEDUR PENGIRIMAN BARANG
PADA PT GLOPACK PACKAGING”
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
a. Bagaimanakah prosedur pengiriman barang ke luar negeri pada PT Glopack
Packaging.
b. Apakah prosedur pengiriman barang ke luar negeri pada PT Glopack Packaging Batam tersebut telah menerapkan prinsip pengendalian internal dengan baik.
3. Batasan Masalah
Agar penulisan ini lebih mengarah pada tujuan yang diharapkan, maka penulis membatasi ruang lingkup penulisan pada:
a. Batasan Lapangan
Penelitian ini dilakukan pada bagian shipping di PT Glopack Packaging yang
berlokasi di Komplek Sarana Industrial Point Batam.
b. Batasan Data
Dalam penulisan ini data dibatasi pada dokumen-dokumen yang terkait
dengan pengiriman barang ke luar negeri seperti purchase order (PO),
invoice, Packing List, Delivery Order selama bulan Januari sampai Maret 2011.
c. Batasan Aspek
Dalam penelitian ini penulis hanya mengarah pada aspek menganalisis prosedur pengiriman barang ke luar negeri pada PT Glopack Packaging.
4. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah:
a. Untuk mengetahui prosedur pengiriman barang ke luar negeri pada PT
Glopack Packaging
b. Untuk mengetahui dan memastikan apakah prosedur pengiriman barang ke
luar negeri pada PT Glopack Packaging Batam tersebut telah menerapkan prinsip pengendalian internal dengan baik.
5. Manfaat Penulisan
Penulisan tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan manfaat:
a. Bagi Perusahaan
Hasil penulisan ini dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dan masukkan bagi manajemen PT Glopack Packaging Batam dalam prosedur pengiriman barang ke luar negeri.
b. Bagi Penulis
Penulisan ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian atau studi banding yang dapat menjadi pelajaran dalam merumuskan, menganalisis serta memecahkan masalah dengan menggunakan ilmu yang didapatkan sebelumnya.
5
c. Bagi Pembaca
Bagi pembaca hasil dari penelitian ini dapat menambah pengetahuan serta wawasan atau sebagai referensi tambahan.
6. Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan dalam tugas akhir ini adalah sebagai berikut: BAB I Pendahuluan
Bab ini menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, serta penjelasan mengenai tujuan dan manfaat dari penelitian serta sistematika penulisan yang menggambarkan secara singkat mengenai keseluruhan pembahasan tugas akhir ini.
BAB II Tinjauan Pustaka
Bab ini berisi landasan teori dasar tentang pengertian-pengertian yang ada dalam penelitian ini.
BAB III Metodologi Penelitian
Menjelaskan tentang teknik-teknik penulisan yang dilakukan oleh penulis, gambaran perusahaan, dan identifikasi permasalahan yang terjadi dalam perusahaan tersebut.
BAB IV Pembahasan
Di dalam bab ini menguraikan deskripsi objek penelitian, serta berisi tentang jawaban atas pertanyaan yang ada pada rumusan masalah.
BAB V Penutup
Berisi tentang kesimpulan dari bab-bab sebelumnya dan saran yang mungkin berguna bagi pihak yang terkait.
7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Sistem dan Prosedur
Sebelum membicarakan prosedur pengiriman barang lebih lanjut berikut ini adalah beberapa definisi sistem dan prosedur.Menurut Cole dalam Baridwan (2009:3), sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh, untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi utama dari perusahaan.Menurut
Moscove dalam Baridwan (2009:4), sistem adalah suatu kesatuan (entity) yang
terdiri dari bagian-bagian (subsistem) yang saling berkaitan dengan tujuan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.Menurut Cole dalam Baridwan (2009:3),
prosedur adalah suatu urut-urutan pekerjaan kerani (clerical), biasanya melibatkan
beberapa orang dalam satu bagian atau lebih disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi-transaksi perusahaan yang sering terjadi.
Menurut Mulyadi (2001:5), sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Prosedur adalah suatu urutan kegiatanklerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam suatu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.
Formulir faktur penjualan digunakan untuk mendokumentasikan transaksi penjualan. Faktur ini merekam data mengenai nama pembeli, alamat pembeli, jenis dan kuantitas barang yang dijual, harga barang, tanda tangan otorisasi, dan sebagainya. Informasi yang tercantum dalam faktur penjualan tersebut kemudian dicatat dalam jurnal penjualan dan buku pembantu piutang. Dengan demikian faktur penjualan tersebut merupakan media pencatatan ke dalam jurnal dan media posting ke dalam buku pembantu piutang.
Menurut Baridwan (2009:7), formulir dan dokumen adalah blangko-blangko yang digunakan untuk melakukan pencatatan dari suatu transaksi seperti penjualan, voucher, formulir, rekening dan lain-lain. Dalam setiap sistem yang disusun harus direncanakan adanya formulir dan dokumen-dokumen yang cukup yang akan digunakan dalam pencatatan.
2.3 Peranan dan Kegunaan Formulir
Peranan atau kegunaan formulir dan dokumen-dokumen dalam sistem akuntansi menurut Gillespie dalam Baridwan (2009:8) adalah sebagai berikut:
a. Untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan.
Peranan ini dapat dilihat dari pekerjaan membuat distribusi dan pembuatan laporan-laporan untuk pimpinan.
b. Untuk menjaga aktiva-aktiva dan utang-utang perusahaan.
Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rekening-rekening sehingga dapat diketahui saldo masing-masing rekening.
9
Peranan ini dapat dilihat antara lain dari penggunaan surat perintah pengiriman untuk mengirim barang-barang dan penggunaan surat permintaan pembelian agar dibelikan barang-barang yang dibutuhkan.
d. Untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan penyesuaian rencana-rencana.
Peranan ini dapat dilihat dari penggunaan rencana produksi yang akan digunakan untuk menilai kegiatan produksi, kemudian kalau diperlukan mengadakan perubahan terhadap rencana kegiatan yang direncanakan tersebut.
2.4 Prosedur Pelaksanaan Ekspor
Menurut Amir M.S (2008:177), prosedur ekspor adalah rangkaian langkah demi langkah yang harus diambil oleh seorang eksportir mulai dari mempersiapkan barang-barang dagangannya sampai barang dimuat ke atas kapal di pelabuhan muat, sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku dan kebiasaan dalam perdagangan internasional.Adapun prosedur pelaksanaan ekspor itu adalah sebagai berikut:
a. Eksportir menerima order dari pelanggan di luar negeri
b. Bank memberitahukan telah dibukanya suatu L/C untuk dan atas nama
Eksportir
c. Eksportir menempatkan pesanan kepada pemasok maker pemilik barang/
produsen
d. Eksportir menyelenggarakan pengepakan barang khusus untuk diekspor
pada maskapai pelayaran
f. Ekportir menyelesaikan semua formulir ekspor dengan semua instansi ekspor
yang berwenang
g. Eksportir menyelenggarakan pemuatan barang ke atas kapal dengan atau tanpa
mempergunakan peruahaan ekspedisi
h. Eksportir mengurus Bill of Lading dengan maskapai pelayaran
i. Eksportir menutup asuransi laut dengan maskapai asuransi
j. Menyiapkan faktur dan dokumen-dokumen pengapalan lainnya
k. Mengurus Consular-invoice dengan Trade Councelor kedutaan Negara
Importir
l. Menarik wesel kepada Importir dan menerima hasilnya dari Negotiating Bank
m. Negotiating Bank mengirimkan Shipping Document kepada prinsipalnya di Negara Importir
n. Eksportir mengirimkan Shipping Advice dan salinan Shipping Document
kepada importer.
2.5 Peraturan-peraturan dalam Melaksanakan Ekspor
Menurut Amir M.S (2008:178) peraturan yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan ekspor adalah sebagai berikut:
a. Ketentuan pemerintah tentang penggolongan barang ekspor.
Barang yang diatur ekspornya
Barang yang diawasi ekspornya
11
b. Ketentuan tentang fasilitas ekspor
Fasilitas dari pemerintah sendiri
Fasilitas dari Negara asing, khususnya dalam rangka Generalized System of
Preference (GSP) dari Negara maju.
c. Prosedur memperoleh Surat Keterangan Negara Asal (SKA)
d. Petunjuk Pengisian Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)
2.6 Pihak-pihak yang berkaitan dengan Kegiatan Ekspor
Menurut Amir M.S (2008:2), pelaku yang berperan dalam pelaksanaan ekspor adalah:
a. Produsen
b. Eksportir
c. Bank
d. Balai pengujian dan sertifikasi mutu barang
e. Usaha jasa transportasi (Freight forwarder)
f. Bea dan Cukai
g. Dinas Karantina Tanaman
h. Independent Surveyor
i. Dinas Peternakan
j. Perusahaan Asuransi
k. BPEN-ITPC-LPE-PIB-ATASEJETRO-KOTRA-AMCHAM-INA dan
lain-lain
l. Perusahaan Pelayaran
o. Kantor Inspeksi Pajak
p. Kedutaan Negara Asing
2.7 Dokumen yang Terkait dalam Pelaksanaan Ekspor Barang
Dokumen-dokumen yang digunakan atau yang berhubungan dengan pengiriman barang keluar negeri menurut Susilo (2008:70) adalah:
a. Purchase Order (PO)
Dokumen PO diterbitkan oleh costumer. Dokumenini berisi tentang tanggal
PO diterbitkan, no PO, no kode Barang, Jumlah Barang yang dipesan. PO ini akan didistribusikan ke bagian printing bila yang diorder menggunakan print, ke
Bagian Cutting, ke Bagian Manual dan ke BagianExtruction.
b. Letter Of Credit (L/C)
Berfungsi sebagai kontrak jaminan bagi buyer maupun eksportir dan secara
praktis menghilangkan resiko kredit bagi kedua belah pihak, serta mengurangi keterlambatan pembayaran, juga memberikan jaminan keamanan yang tinggi buat
eksportir. Isi dari L/C sendiri sama persis dengan yang tertera pada PO, sales
information, atau sales contract.
c. Packing List
Packing Liste merupakan dokumen ekspor yang memuat informasi mengenai
barang yang akan diekspor ke luar negeri. Informasi tersebut berupa:
Tulisan packing list beserta nomor packing list
Tanggal dibuatnya packing list
13
Data lengkap nama importir dan alamatnya
Data lain jika disyaratkan dalam L/C, misalnya nomor purchase order,
nomor L/C
Description of goods (nama barang)
Jumlah barang
Berat kotor dan berat bersih
Ukuran dimensi dalam volume meter kubik atau cmb
d. Invoice
Invoice merupakan dokumen ekspor yang memuat data dan informasi barang yang akan diekspor ke luar negeri serta nilai barangnyadalam mata uang asing.
Data yang terdapat di dalam invoice diantaranya:
Tulisan invoice beserta nomor invoice
Tanggal dibuatnya invoice
Data lengkap nama eksportir dan alamatnya
Data lengkap nama importir dan alamatnya
Data lain jika disyaratkan dalam L/C, misalnya nomor PO dan L/C
Nama barang
Jumlah barang
Harga per unit barang
Total harga (jumlah harga per unit x kuantiti barang yang dipesan)
e. Shipping Instruction
Shipping Instruction merupakan dokumen ekspor berupa instrukti pengapalan
yang dibuat oleh eksportir kepada perusahaan pelayaran atau forwarder dan atau
sekaligus pesan peti kemas (container). Di dalamnya memuat data-data penting
sebagai dasar pembuatan bill of lading B/L.
Shipping instruction berfungsi sangat strategis karena menjadi jembatan
informasi antara eksportir sebagai shipper dan shipping company yang meembuat
dan menerbitkan bill of lading.
Dasar pembuatan shipping instruction (SI)adalah persyaratan yang ada di
L/C. Jika dalam pembuatan SI ternyata ditemukan kesalahan, secara otomatis data
yang akan tercantum di dalam B/L juga salah. Shipping company atau forwarder
dan atau PPJK tidak berhak menerima atau membaca L/C. Jadi, disamping semua data yang diperlukan untuk pembuatan B/L, data-data yang harus ada dalam
shipping instruction adalah:
Shipper Consigne Notify party Final destination Volume Delivery term L/C no Date of stuffing Closing time Vessel
Setelah semuanya termuat dengan benar, SI dikirim ke shipping
15
melalui kurir. Atas dasar SI tersebut, shipping company/liner akan menyiapkan
delivery order (DO) yang akan diambil oleh PPJK untuk pengambilan peti kemas
kosong (empty container) di (container depot).
PPJK akan membawa empty container tersebut ke gudang eksportir sesuai
dengan tempat yang tertera dalam SI untuk dilakukan proses stuffing. Selanjutnya,
peti kemas yang berisi komoditas ekspor tersebut disebut dengan full container,
akan dibawa menuju pelabuhan muat (port of loading) untuk disimpan di tempat
penimbunan atau yang lazim disebut dengan container yard (CY). Penyimpanan
ini dilakukan sampai kedatangan sarana pengangkut atau feeder vessel serta
penyelesaian pengurusan dokumennya.
f. Delivery Order (DO), dokumen DO diterbitkan oleh bagian shipping.
Dokumen ini berisi tentang: nomor seri invoice dan DO, tanggal penerbitan
dokumen, halaman DO, sold to and ship to, tanggal penerbitan dokumen, tanggal
pengiriman barang, nama forwarder, pay terms, SI number, rute pengiriman,
Negara asal barang, nomor kode barang, descripsi barang, jumlah barang, jumlah
cartoon, dimensi atau ukuran barang, berat barang (Kg), total jumlah barang per
cartoon, PO number dan kode lokasi barang dan ordernumber.
g. Bill of Lading (B/L), merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran dan mempunyai fungsi sebagai berikut:
Bukti bahwa barang telah dimuat di kapal.
Dokumen hak milik dari pemilik barang.
Kontrak angkutan.
dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan
2.8 Pemasaran Suatu Produk atau Komoditi
Menurut Amir M.S (2008:115-116), Penjualan suatu produk atau komoditi akan terjadi setelah melalui suatu proses kegiatan pemasaran. Kegiatan pemasaran ini dapat dilakukan di dalam negeri atau di luar negeri. Suatu komoditi akan dipasarkan di dalam negeri (pasar domestik), atau di luar negeri (pasar ekspor) ditentukan melalui kebijakan pemilik dari pengelola perusahaan itu sendiri.
2.9 Motivasi Sebuah Perusahaan untuk Melakukan Ekspor
Menurut Amir M.S (2008:116-117), factor-faktor yang mendorong pengelola perusahaan untuk ekspor diantaranya:
a. Komoditi Tradisional
b. Optimalisasi Laba
c. Perluasan Pasar
d. Pemanfaatan idle/excesscapacity
e. Ekspor Oriental Products
f. Wisma Dagang (Trading House)
g. Komoditi Berdaya Saing Tinggi
2.10 Pengertian Pengendalian Internal dan Komponen Pengendalian Internal
Menurut IAI dalam Agoes (2006:75), pengendalian internal adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang
17
didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini:
a. Keandalan pelaporan keuangan.
b. Efektifitas dan efisiensi operasi.
c. Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.
Menurut Agoes (2006:75) proses pengendalian internal terdiri dari lima komponen yaitu:
a. Lingkungan Pengendalian, menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi
kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
b. Penaksiran Resiko, identifikasi entitas dan analisis terhadap resiko yang
relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola.
c. Aktifitas Pengendalian, kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin
bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
d. Informasi dan Komunikasi, pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran
informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka.
e. Pemantauan, proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern
sepanjang waktu.
Konsep pengendalian internal didasarkan pada dua premis utama, yaitu:
a. Tanggungjawab, terkait dengan tanggungjawab manajemen dan dewan direksi
pengendalian.
2.11 Prinsip-prinsip Pengendalian Internal
Untuk dapat mencapai tujuan pengendalian akuntansi, suatu sistem harus memenuhi enam prinsip dasar pengendalian intern yang meliputi :
a. Pemisahan fungsi, Tujuan utama pemisahan fungsi untuk menghindari dan pengawasan segera atas kesalahan atau ketidakberesan. Adanya pemisahan fungsi untuk dapat mencapai suatu efisiensi pelaksanaan tugas.
b. Prosedur pemberian wewenang, Tujuan prinsip ini adalah untuk menjamin bahwa transaksi telah diotorisir oleh orang yang berwenang.
c. Prosedur dokumentasi, Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian akuntansi yang efektif. Dokumentasi memberi dasar penetapan tanggungjawab untuk pelaksanaan dan pencatatan akuntansi.
d. Prosedur dan catatan akuntansi, Tujuan pengendalian ini adalah agar dapat disiapkannya catatan-catatan akuntansi yang yang teliti secara cepat dan data akuntansi dapat dilaporkan kepada pihak yang menggunakan secara tepat waktu. e. Pengawasan fisik, Berhubungan dengan penggunaan alat-alat mekanis dan elektronis dalam pelaksanaan dan pencatatan transaksi.
f. Pemeriksaan intern secara bebas, Menyangkut pembandingan antara catatan asset dengan asset yang betul-betul ada, menyelenggarakan rekening-rekening kontrol dan mengadakan perhitungan kembali penerimaan kas .Ini bertujuan untuk mengadakan pengawasan kebenaran data.
19
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN DAN GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 Metodologi Penelitian 3.1.1 Objek Penulisan
Objek dari penulisan ini meliputi seluruh dokumen yang berhubungan dengan
pengiriman (shipping) barang ke luar negeripada periode Januari sampai Maret
2011.
3.1.2 Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penulisan ini
adalahsebagaiberikut:
a. Wawancara
Dalam penelitian ini dilakukan metode wawancara dengan cara melakukan
tanya jawab dengan narasumber, yang dalam hal ini adalah bagian shipping
untuk memperoleh informasi yang terkait dengan topik penulisan. b. Observasi
Dalam penelitian ini juga dilakukan metode observasi, yaitu pengamatan langsung pada prosedur dan praktek kegiatan pengiriman barang pada PT Glopack Packaging.
3.1.3 Metode Analisis Data
Penulis menggunakan metode analisisdeskriptif, yaitu analisis yang
menggambarkan tentang prosedur pengiriman barang yang dilakukan oleh PT Glopack Packaging apakah telah sesuai dengan prosedur yang ada, serta apakah pengendalian internalnya telah sesuai dengan prinsip pengendalian internal.
3.2.1 Latar Belakang Berdirinya Perusahaan
PT Glopack packaging merupakan perusahaan perseroan yang didirikan dalam dalam rangka penanaman modal asing. PT Glopack Batam berkedudukan di kota Batam sejak tahun 2005. PT Glopack Packaging Batam didirikan di Indonesia yang berdomisili di kota Batam tepatnya di Komp. Sarana Industrial Point Blok A No.7 Batam, Kepri. Berdirinya PT Glopack Packging Batam tersebut berdasarkan Akte Notaris Soehendro Gautama SH No.116 pada tanggal 8 April 2005 dengan nama PT Glopack Packaging Batam dan telah disahkan pada tanggal 19 Mei 2005.
PT Glopack Packaging ini memiliki karyawan sebanyak 150 orang karyawan. Bidang usaha yang dijalankan oleh PT Glopack Packaging ini adalah industrikemasan dari plastik, yang nantinya akan di pasarkan ke Negara-negara tetangga seperi Singapura, Jepang, dan wilayah benua Eropa, dan Amerika.
3.2.2 Visi dan Misi Perusahaan Visi
Merupakan kebijakan kami untuk memberikan mutu, nilai tambah produk dan jasa kepada pelanggan kami dengan harga yang bersaing, penghantaran tepat waktu dan dalam jumlah dan model yang dibutuhkan.
Misi
1. Memproduksi dan mengirim produk dan jasa yang memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan yang berubah-ubah.
2. Melaksanakan perbaikan yang berkesinambungan untuk proses, produk dan
21
3. Memberikan pelatihan yang berkesinambungan dan peningkatan keahlian
untuk melakukan pekerjaan dengan benar pertama kali dan setiap waktu.
4. Menjamin pemenuhan permintaan dengan sistem manajemen mutu.
3.2.3 Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang jelas sangat mendukung proses perjalanan perusahaan. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan tanggung jawab dan tugas dalam organisasi perusahaan. Berikut ini struktur organisasi PT Glopack Packaging:
PRESIDEN DIREKTUR ACCONTING MANAGER OPERASIONA L MANAGER
PAYROLL SHIPPING PURCHASING
HR &ADMIN
SECURITY
EXTRUCTION DEPT.
PRINNTING
DEPT. GUSSET DEPT.
CUTTING DEPT. MANUAL WORK DEPT. RECYCLE DEPT. WAREHOUSE MAINTENANC E
Berikut ini merupakan keterangan mengenai fungsi dan tanggung jawab dari bagian-bagian yang terkait dalam struktur organisasi yang telah disajikan dalam gambar 3.2, yaitu:
1. Presiden Direktur
Seorang presiden direktur memiliki wewenang dalam mengambil keputusan dan kebijakan sehubungan dengan pencapain tujuan perusahaan. Selain itu seorang presiden direktur harus mengkoordinir seluruh kegiatan perusahaan dan mengolah dana seefisien dan seefektif mungkin.
2. Accounting Manager
Adapun fungsi dari accounting manager adalah sebagai berikut:
Membuat laporan keadaan keuangan perusahaan setiap akhir periode.
Bertanggung jawab atas penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan.
Bertanggung jawab atas pembayaran tagihan ke supplier.
Membuat tagihan piutang perusahaan setiap akhir periode.
Untuk melaksanakan tugas Accounting Manager dibantu oleh beberapa sub
bagian yaitu:
a. Bagian Payroll
Menghitung gaji karyawan setiap bulannya.
Menghitung pemotongan pajak penghasilan beserta jamsostek.
Verifikasi waktu kehadiran, jam kerja, dan membayar penyesuaian gaji
karyawan apabila terjadi shortpay.
b. Bagian Purchasing, yang bertugas untuk mengorder bahan baku dan
23
c. Bagian Shipping
Bertanggung jawab atas kegiatan ekspor dan impor.
Membuat invoice pada saat sebelum melakukan pengiriman.
Membuat draft Bill of Lading.
Bertanggung jawab atas kontrak angkutan pengiriman.
3. Operational Manager
Operational Managerini bertugas untuk mengawasi seluruh kegiatan
operasional, baik dalam hal perekrutan karyawan maupun pelayanan terhadap rekanan perusahaan dan juga karyawan perusahaan. Serta membuat rencana
produksi. Dalam menjalankan tugasnya operational manager dibantu oleh
beberapa staf yang memiliki perbedaan tugas, seperti:
a. Human Resource dan Administrasi
Bertugas untuk pencatatan karyawan baru, penataan file data karyawan, pembagian perjanjian kerja beserta pelindung diri untuk karyawan tersebut serta mengurus dokumen perusahaan yang di perlukan.
b. Security, bertugas untuk mengawasi kinerja karyawan dan juga keamanan lingkungan perusahaan.
4. Bagian Produksi
Adapun untuk mempermudah menjalankan produksi sesuai pesanan pelanggan, oleh karena itu perusahaan membagi beberapa departemen, yaitu: a. Extrusion department
Bagian printing ini bertanggungjawab dalam mencetak desain plastik sesuai
dengan keinginan costumer.
c. Gusset department
Bagian gusset ini bertanggungjawab dalam membuat lipatan-lipatan yang terdapat
pada plastik.
d. Cutting department
Bagian Cutting ini bertanggungjawab memotong plastik yang sudah dibentuk oleh
bagian sebelumnya, serta mempunching atau membolongkan plastik tersebut
sebagai handle.
e. Manual work department
Bagian ini bertanggungjawab dalam pemasangan handle plastik apabila plastik
tersebut membutuhkan pemasangan handle, dan merupakan departemen terakhir
dalam produksi (finish goods).
f. Recycle departmen
g. Warehouse department
h. Maintenance department
3.2.5 Produk yang dihasilkan
PT Glopack Packaging merupakan jenis perusahaan manufaktur. Perusahaan ini
menghasilkan plastic bag dalam berbagai banyak variasi bentuk dan ukuran sesuai
25
SKU: PGC0810COLOR
08 X 4.75 X 10.5 COLOR Gloss Coated Paper Shopping Bags 250/Case
$103.56
SKU: PGC0810WHT
08 X 4.75 X 10.5 WHITE Gloss Coated Paper Shopping Bags 250/Case
$78.60
SKU: EC1516CLR
15 X 18 + 4 COLOR 1.25Mil SUPER GLOSS DIE CUT BAGS 500/CS
$47.93
SKU: EC1516WH
15 X 18 + 4 WHITE 2.5 Mil SUPER GLOSS DIE CUT BAGS 500/CS
$78.65
16 X 6 X 13 WHITE Gloss Coated Paper Shopping Bags 250/Case
SKU: PGC1613COLOR
16 X 6 X 13 COLOR Gloss Coated Paper Shopping Bags 250/Case
$136.95
SKU: PBTHNK166
16 X 6 X 13 Natural Kraft Shopping Bags
$64.68
27
BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Prosedur Pengiriman Barang 4.1.1 Bagian-bagian yang terkait
Berikut ini adalah bagian-bagian yang terkait dengan prosedur pengiriman barang ke luar negeri pada PT Glopack Packaging Batam:
a. Bagian Store
Bertanggungjawab dalam penyimpanan sementara barang-barang yang akan
dikirim untuk costumer, sampai diterimanya loading plan atau deskripsi untuk
informasi pengiriman barang. Store juga bertanggungjawab dalam pembuatan
DO.
b. Bagian Shipping
Bertanggungjawab melakukan booking kapal atau kapal terbang kepada
forwarder, dan pihak ini akan berhubungan kepada costumer bila terjadi complain
atas masalah yang berhubungan dengan pengiriman barang kepada costumer
seperti keterlambatan barang, kekurangan jumlah barang, dan spesifikasi yang
tidak sesuai dengan yang diinginkan costumer.
c. Bagian QC In Proses
Dalam bagian ini terdapat beberapa departeman hingga sampai ke finish good.
Departemen-departemen tersebut antara lain:
- Extraction, bertanggungjawab dalam membuat sample plastik - Printing, bertanggungjawab dalam pemberian warna dan corak - Cutting, bertanggungjawab dalam pemotongan plastik
QC sendiri bertanggungjawab dalam pemeriksaan atau pengecekkan barang yang akan dikirim apakah warna dan modelnya sudah sesuai pesanan
costumer atau belum.
d. Bagian Purchase
Bertanggungjawab dalam melakukan booking cartoon untuk pengepakan barang
kiriman tersebut.
4.1.2 Dokumen yang Terkait dalam Pelaksanaan Ekspor Barang
Dokumen-dokumen yang digunakan atau yang berhubungan dengan pengiriman barang keluar negeri pada PT Glopack Packaging Batam adalah
a. Purchase Order (PO)
Dokumen PO diterbitkan oleh costumer. Dokumen ini berisi tentang tanggal
PO diterbitkan, no PO, no kode Barang, Jumlah Barang yang dipesan. PO ini akan didistribusikan ke bagian printing bila yang diorder menggunakan print, ke
Bagian Cutting, ke Bagian Manual dan ke BagianExtruction.
b. Letter Of Credit (L/C), berfungsi sebagai kontrak jaminan bagi buyer maupun eksportir dan secara praktis menghilangkan resiko kredit bagi kedua belah pihak, serta mengurangi keterlambatan pembayaran, juga memberikan jaminan keamanan yang tinggi buat eksportir. Isi dari L/C sendiri sama persis dengan yang
tertera pada PO, sales information, atau sales contract.
c. Packing List, merupakan dokumen ekspor yang memuat informasi mengenai
29
d. Invoice, merupakan dokumen ekspor yang memuat data dan informasi mengenai barang yang akan diekspor ke luar negeri serta nilai barangnya dalam mata uang asing.
e. Shipping Instruction, merupakan dokumen ekspor berupa instrukti
pengapalan yang dibuat oleh eksportir kepada perusahaan pelayaran atau
forwarder dan atau PPJK (Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan).
f. Delivery Order (DO), dokumen DO diterbitkan oleh bagian shipping. Dokumen ini berisi tentang: nomor seri invoice dan DO, tanggal penerbitan
dokumen, halaman DO, sold to and ship to, tanggal penerbitan dokumen, tanggal
pengiriman barang, nama forwarder, pay terms, SI number, rute pengiriman,
Negara asal barang, nomor kode barang, descripsi barang, jumlah barang, jumlah
cartoon, dimensi atau ukuran barang, berat barang (Kg), total jumlah barang per
cartoon, PO number dan kode lokasi barang dan ordernumber.
g. Bill of Lading (B/L), merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran dan mempunyai fungsi sebagai berikut:
Bukti bahwa barang telah dimuat di kapal.
Dokumen hak milik dari pemilik barang.
Kontrak angkutan.
Dokumen jual beli.
h. Certificate of Origin atau SKA, merupakan surat keterangan asal barang yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan.
Prosedur Pemngiriman barang pada PT Glopack Packaging adalah sebagai berikut:
1. Bagian QC in Process
a. Menyimpanan barang material ke gudang, yang nantinya akan digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan plastic bag.
b. Bagian Extrusion akan membuat sample plastic sekaligus pengecekan
warna plastik dan micron/ketebalan plastiknya.
c. Setelah sample dinyatakan sesuai dengan pemesanan customer. Proses
akan dilanjutkan kebagian Printing, Sampai dibagian pemotongan atau
department Cutting, barang – barang yang bermasalah atau reject akan
langsung dipisahkan. Bagian QC inilah yang langsung mengecek barang yang
reject atau tidaknya.
d. Selanjutnya barang akan melalui proses pemasangan Handle pada
department Manual. Setelah itu Barang akan di lakukan proses pengecekan
terakhir sebelum barang di packing.
2. Bagian Store
Aktivitas awal dari bagian store ialah menerima barang – barang finish good
sebagai stock yang akan dikirim untuk customer. Untuk barang akan disimpan
sementara di gudang, menunggu sampai diterimanya Loading Plan yaitu deskripsi
untuk informasi pengiriman barang.
3. Bagian Shipping
a. Bagian Shipping akan mengkonfirmasi barang yang akan dikirim kepada
31
kuantitinya atau tidak. Selanjutnya bagian shipping akan memberikan info
kepada customer tentang kuantiti barang yang akan dikirim.
b. Selanjutnya Bagian shipping juga menerima e-mail lanjutan dari customer
yaitu Booking detail dari shipping customer. Yang berisi No. Container, No
Seal, Mother Vessel (dari Singapore ke Negara tujuan), ETD Batam, ETD
Singapore, ETA Negara tujuan, dan Agen di Batam. Bagian shipping akan
mem follow up e-mail tersebut dan mengkonfirmasikannya dengan forwarder
di Batam yaitu dengan menghubungi melalui telefon untuk booking vessel dari
Batam ke Singapore, agar Feeder Vessel (Batam ke Singapore) connect
dengan Mother Vessel nya (Singapore sampai Negara Tujuan Pengiriman
barang).
- Dan yang terakhir bagian shipping akan menerima e-mail lanjutan untuk
membuat Invoice dan Packing List yang akan dibuat untuk penagihan kepada
mereka.
- Selanjutnya bagian shipping mengirimkan barang beserta Bill of Loading
(B/L) untuk pengurusan PEB (Pemberitahuan Pabean Ekspor barang) oleh
forwarder.
4. Bagian Store
Bagian strore mempersiapkan DO (Delivery Order) tersebut ada empat rangkap
yaitu :
- 1 lembar DO yang berwarna merah, akan diarsip menurut tanggal pada bagian
acuan dalam melakukan pemeriksaan barang yang akan diangkut forwarder keluar dari perusahaan.
- 1 lembar DO yang berwarna kuning, akan diarsip untuk bagian store.
- 1 lembar DO lagi yang berwarna putih, didistribusikan kepada forwarder pada
33 -Mulai Penyimp anan material Plastic Bag Verifik asi kesesu aian PB Cek Warna PB Check sampel plastik B Finish Good Simpan FG ke gudang Pembua tan Delivery Order FG Konfirmasi ke customer YA Bag. Cutting Bag. Printing Pasang hendel & finishing A. BAGIAN QC DO B. BAGIAN STORE 1 2 3 4 B. BAGIAN SHIPPING Security C Tidak Konfirmasi barang ke customer Menghubungi perusahaan pengiriman barang Selesai Pengiriman Barang FB Invoice Packing List Shipping instruction Bill of lading Menyiapkan dokumen shipping Ya Konfirmasi ke Bag. extruction Tidak No. container No. seal Mother vessel
ETA & ETD
Gambar 3.3 Flowchart Prosedur Pengiriman Barang pada PT Glopack Packaging
Prosedur Pengiriman barang pada PT Glopack Packaging adalah sebagai berikut :
1. Bagian Shipping
Bagian shipping menerima purchase order (PO) melalui email dari costumer.
Kemudian dicopy 5 rangkap. 1 rangkap untuk bagian purchase, 1 rangkap untuk bagian printing, 1 rangkap untuk bagian extraction, 1 rangkap cutting, dan 1 rangkap terakhir untuk bagian manual.
2. Bagian QC in Process
a. Menyimpanan barang material ke gudang, yang nantinya akan digunakan
sebagai bahan dasar pembuatan plastic bag.
b. Bagian Extrusion akan membuat sample plastic sekaligus pengecekan warna
plastik dan micron/ketebalan plastiknya.
c. Setelah sample dinyatakan sesuai dengan pemesanan customer. Proses akan
dilanjutkan kebagian Printing, Sampai dibagian pemotongan atau department
Cutting, barang – barang yang bermasalah atau reject akan langsung
dipisahkan. Bagian QC inilah yang langsung mengecek barang yang reject
atau tidaknya.
d. Selanjutnya barang akan melalui proses pemasangan Handle pada department
Manual. Setelah itu Barang akan di lakukan proses pengecekan terakhir
sebelum barang di packing.
3. Bagian Store
Aktivitas awal dari bagian store ialah menerima barang – barang finish good
35
disimpan sementara di gudang, menunggu sampai diterimanya Loading Plan
yaitu deskripsi untuk informasi pengiriman barang.
4. Bagian Shipping
a. Bagian Shipping akan mengkonfirmasi barang yang akan dikirim kepada
bagian store dan bagian produksi, apakah barang yang akan dikirim mencapai
kuantitinya atau tidak. Selanjutnya bagian shipping akan memberikan info
kepada customer tentang kuantiti barang yang akan dikirim.
b. Selanjutnya Bagian shipping juga menerima e-mail lanjutan dari customer
yaitu Booking detail dari shipping customer. Yang berisi No. Container, No
Seal, Mother Vessel (dari Singapore ke Negara tujuan), Estimate of Departure (ETD) Batam, ETD Singapore, Estimate of Arrival (ETA) Negara tujuan, dan
Agen di Batam. Bagian shipping akan mem follow up e-mail tersebut dan
mengkonfirmasikannya dengan forwarder di Batam yaitu dengan
menghubungi melalui telefon untuk booking vessel dari Batam ke Singapore,
agar Feeder Vessel (Batam ke Singapore) connect dengan Mother Vessel nya
(Singapore sampai Negara Tujuan Pengiriman barang).
- Dan yang terakhir bagian shipping akan menerima e-mail lanjutan untuk
membuat Invoice dan Packing List yang akan dibuat untuk penagihan kepada
mereka.
Terakhir bagian ini mempersiapkan DO(Delivery Order) tersebut ada
empat rangkap yaitu :
- 1 lembar DO yang berwarna merah, akan diarsip menurut tanggal pada
acuan dalam melakukan pemeriksaan barang yang akan diangkut forwarder keluar dari perusahaan.
- 1 lembar DO yang berwarna kuning, akan diarsip untuk bagian store.
- 1 lembar DO lagi yang berwarna putih, didistribusikan kepada forwarder
pada saat penarikan container dari perusahaan.
5. Bagian store
Selanjutnya bagian store mengirimkan barang beserta Bill of Loading (B/L)
untuk pengurusan PEB (Pemberitahuan Pabean Ekspor barang) oleh
37 Penyimp anan material Plastic Bag Verifik asi kesesu aian FG Cek Warna PB Check sampel plastik Finish Good Simpan FG ke gudang Pembua tan Delivery Order FG Konfirmasi ke customer YA Bag . Cutting Bag . Printing Pasang hendel & finishing
B . BAGIAN QC C . BAGIAN STORE D . BAGIAN SHIPPING
Tidak Konfirmasi barang ke customer Menghubungi perusahaan pengiriman barang Menyiapkan dokumen shipping Ya Konfirmasi ke Bag . extruction Tidak No . containerNo . seal Mother vessel
ETA & ETD
Mulai Bagian Purchase A. BAGIAN SHIPPING PO Bagian cutting Bagian Printing Bagian manual PO Bagian Extruction Mulai B FG Invoice Packing List Shipping instructionBill of lading
DO 1 2 3 4 Security C Pengiriman Barang Selesai
Gambar 3.4Flowchart Prosedur Pengiriman Barang pada PT Glopack Packaging Yang direkomendasikan
4.2 Analisis Pengendalian Internal
1. Pemisahan Fungsi
Prosedur pengiriman barang pada PT Glopack Packaging Batam ini belum menerapkan pengendalian internal berupa pemisahan fungsi dengan baik antara bagian-bagian yang terkait dengan prosedur pengiriman barang, karena belum
adanya pemisahan fungsi antara bagian shipping dengan bagian accounting hal ini
dapat dilihat dari pembuatan invoice penjualan yang seharusnya dibuat oleh
Menurut Mulyadi, (2009: 166) Struktur organisasi merupakan kerangka pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan pokok perusahaan. Pada perusahaan manufaktur misalnya, untuk melaksanakan kegiatan pokok tersebut dibentuk departemen produksi, departemen pemasaran, departemen keuangan dan umum. Apabila perumusan tanggung jawab ini tidak ditetapkan secara jelas dan terjadi suatu kesalahan, maka akan sulit untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.
2. Otorisasi Transaksi yang Layak
Prosedur pengiriman barang pada PT Glopack Packaging Batam telah menerapkan pengendalian internal berupa otorisasi transaksi yang layak. Hal ini dapat dilihat dari:
a. Bagian shipping menerbitkan shipping instruction (SI) setelah ada instruksi.
b. Finish good dikatakan layak untuk dikirim setelah mendapat persetujuan dari bagian produksi.
c. Dan semua dokumen yang berkaitan dengan pengiriman barang telah
diketahui oleh Direktur PT Glopack Packaging dan biasanya pengotorisasian dokumen langsung dilakukan oleh Direktur tersebut.
Dalam organisasi setiap transaksi hanya terjadi atas dasar otorisasi dari pejabat yang memiliki wewenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut. Oleh karena itu dalam organisasi harus dibuat sistem yang mengatur pembagian wewenang untuk otorisasi atas terlaksananya setiap transaksi dalam organisasi.
39
3. Dokumen dan sarana yang Memadai
Prosedur pengiriman barang pada PT Glopack Packaging Batam ini telah menerapkan pengendalian internal berupa dokumen dan sarana yang memadai dan telah sesuai dengan teori yang ada. Hal ini dapat dilihat dari:
a. Purchase Order (PO)
Dokumen PO diterbitkan oleh costumer. Dokumen ini berisi tentang tanggal
PO diterbitkan, no PO, no kode Barang, Jumlah Barang yang dipesan. PO ini akan didistribusikan ke bagian printing bila yang diorder menggunakan print, ke
Bagian Cutting, ke Bagian Manual dan ke BagianExtruction.
b. Letter Of Credit (L/C), berfungsi sebagai kontrak jaminan bagi buyer maupun eksportir dan secara praktis menghilangkan resiko kredit bagi kedua belah pihak, serta mengurangi keterlambatan pembayaran, juga memberikan jaminan keamanan yang tinggi buat eksportir. Isi dari L/C sendiri sama persis dengan yang
tertera pada PO, sales information, atau sales contract.
c. Packing List, merupakan dokumen ekspor yang memuat informasi mengenai
barang yang akan diekspor ke luar negeri.
d. Invoice, merupakan dokumen ekspor yang memuat data dan informasi mengenai barang yang akan diekspor ke luar negeri serta nilai barangnya dalam mata uang asing.
e. Shipping Instruction, merupakan dokumen ekspor berupa instruksi
pengapalan yang dibuat oleh eksportir kepada perusahaan pelayaran atau
forwarder dan atau PPJK (Perusahaan Pengurusan Jasa Kepabeanan).
f. Delivery Order (DO), dokumen DO diterbitkan oleh bagian shipping. Dokumen ini berisi tentang: nomor seri invoice dan DO, tanggal penerbitan
pengiriman barang, nama forwarder, pay terms, SI number, rute pengiriman, Negara asal barang, nomor kode barang, deskripsi barang, jumlah barang, jumlah
cartoon, dimensi atau ukuran barang, berat barang (Kg), total jumlah barang per
cartoon, PO number dan kode lokasi barang dan ordernumber.
g. Bill of Lading (B/L), merupakan dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan pelayaran dan mempunyai fungsi sebagai berikut:
Bukti bahwa barang telah dimuat di kapal.
Dokumen hak milik dari pemilik barang.
Kontrak angkutan.
Dokumen jual beli.
h. Certificate of Origin atau SKA, merupakan surat keterangan asal barang yang dikeluarkan oleh Departemen Perdagangan
Dokumentasi yang layak penting untuk menciptakan sistem pengendalian yang efektif. Dokumentasi memberi dasar penetapan tanggungjawab untuk pelaksanaan
dan pencatatan akuntansi.
4. Keamanan fisik asset yang memadai
Prosedur pengiriman barang pada PT Glopack Packaging Batam ini telah menerapkan pengendalian internal berupa keamanan fisik asset yang memadai hal ini dapat dilihat dari apabila karyawan yang ingin melanjutkan pekerjaannya dirumah, maka karyawan tersebut harus melapor ke bagian security, selanjutnya security pun akan mencatat nama karyawan yang membawa pulang barang tersebut, berapa beratnya dan jenisnya serta tanggal kapan barang tersebut harus dibawa kembali oleh karyawan tersebut. Menurut Jusup (2005:6) prinsip pokok
41
pengengendalian intern mensyaratkan bahwa pegawai yang menyimpan atau bertanggungjawab atas aktiva tertentu, tidak diperkenankan mengurusi catatan akuntansi atas aktiva yang bersangkutan. Apabila prinsip ini diterapkan, pegawai yang bertanggungjawab atas suatu aktiva cenderung untuk tidak memanipulasi atau mencuri aktiva yang menjadi tanggung jawabnya, karena ia tahu bahwa ada orang lain yang menyelenggaraka pencatatan atas aktiva tersebut. Di lain pihak pegawai yang menyelenggarakan pencatatan tidak ada alasan untuk membuat catatan yang tidak benar, karena aktiva tersebut berada di tangan orang lain.
5. Kualifikasi pegawai yang sepadan
PT Glopack Packaging Batam ini telah menerapkan sistem pengendalian internal berupa kualifikasi pegawai yang sepadan, hal ini dapat dilihat pada perusahaan yang menerima karyawanyang memiliki keahlian yang kompetensi. Perusahaan ini nantinya juga akan menempatkan karyawan tersebut pada posisi yang sesuai dengan keahlian dan kompetensi karyawan itu sendiri.
6. Verifikasi internal
PT Glopack Packaging Batam ini telah menerapkan sistem pengendalian internal berupa verifikasi internal, hal ini dapat dilihat pada adanya pemeiksaan yang dilakukan oleh manager accounting.
7. Praktik yang sehat
PT Glopack Packaging Batam ini telah menerapkan sistem pengendalian internal berupa praktik yang sehat, hal ini dapat dilihat pada:
- Menggunakan formulir bernomor urut bercetak yang pemakaiannya harus
melaksanakan tugasnya, sehingga persekongkolan diantara mereka dapat dihindari.
- Keharusan mengambil cuti bagi karyawannya yang berhak, karena cuti
43
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan penulis dalam bab IV serta dikaitkan dengan tujuan penelitian ini, maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Prosedur pengiriman yang dilakukan oleh PT Glopack Packaging Batam ini
telah sesuai dengan teori dan peraturan yang berlaku hal ini dapat dilihat dalam aktivitas pengiriman yang berdasarkan PO, kemudian dari PO ini
dibuatlah barang pesanan sesuai yang diinginkan oleh costumer. Barang yang
telah selesai akan disimpan sementara oleh bagian store. Sementara itu bagian shipping menyiapkan dokumen-dokumen yang terpakai dengan pengiriman
seperti invoice, packing list, booking shipment, loading plan dan seterusnya.
Setelah dokumen siap bagian shipping akan mengkonfirmasikannya ke bagian
store untuk ditindak lanjuti hingga samapi barang dikirim ke costumer.
2. Sistem pengendalian internal pada PT Glopack Packaging ini masih kurang
baik hal ini dapat dilihat dari tidak adanya pemisahan fungsi antara bagian
shipping dan accounting dalam pembuatan invoice. Dan pengotorisasian yang hanya dilakukan oleh satu orang dalam hal ini Direkturnya.
5.2 Saran
1. Sebaiknya pengiriman barang tidak dilakukan apabila barang tersebut tidak
atau belum mencapai kuantiti yang dipesan oleh costumer. Dan invoice
sebaikknya dibuat setelah barang selesai diproduksi.
2. Sebaiknya fungsi bagian shipping dan bagian accountinng dipisah dalam
pembuatan invoice. Dan sebaiknya pengotorisasian dokumen tidak hanya
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Sukrisno. (2006). Auditing. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas
Indonesia.
Amir, M.S. (2008). Handbook of Ekspor-Impor Business. Jakarta: PPM
Manajemen.
Baridwan, Zaki. (2009). Sistem Akuntansi. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Jusup, Al Haryono. (2005). Dasar-dasar Akuntansi. Yogyakarta: Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi YKPN.
Mulyadi. (2001). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat.