PEMANFAATAN LIMBAH SERUTAN KAYU NANGKA (Artocarpus heterophyllus) UNTUK PEWARNAAN KAIN SUTERA
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengaruh variasi ketebalan papan dan waktu pemanasan dengan gelombang mikro ( microwave ) terhadap sifat fisis dan sifat mekanis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan meleleh dan sifat organoleptik es krim dengan penambahan biji nangka dan ekstrak kayu secang sebagai pewarna alami.
Aroma khas susu dihasilkan oleh perlakuan yang tidak diberi penambahan kayu secang karena dalam pembuatan es krim biji nangka menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari susu,
Tahapan dalam penelitian ini antara lain pembuatan indikator asam- basa dari limbah serbuk gergajian kayu nangka dan pembuatan trayek pH pada indikator asam-basa dari serbuk
Hasil ini memperlihatkan bahwa ketahanan luntur warna terhadap gosokan dari pewarnaan dengan limbah cair gambir pada kain batik memberikan hasil yang lebih baik. Ketahanan
Praptoyo (2008) dalam penelitian menyatakan bahwa sifat fisika yang lain, yaitu perubahan dimensi berupa penyusutan dan pengembangan untuk kayu Nangka adalah penyusutan
Judul Penelitian : Variasi Ketebalan Papan dan Waktu Pengeringan dengan Gelombang Mikro terhadap Kualitas Kayu Nangka ( Artocarpus heterophyllus L ).. Nama : Ruth Allyen
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun marenggo dapat dimanfaatkan sebagai zat warna untuk pewarnaan kain batik katun dan sutera dengan hasil nilai uji ketahanan luntur warna