PERANCANGAN KEBIJAKAN PERAWATAN MESIN MITSUBISHI 1F DENGAN MENGGUNAKAN METODE RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM II) (Studi Kasus : PT XYZ)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Berdasarkan hasil diatas maka dapat disimpulkan bahwa metode ini merupakan metode yang tepat untuk mendapatkan interval perawatan yang optimal yang dapat. meminimumkan
Pemilihan sistem ini bertujuan untuk memilih komponen kritis pada suatu mesin. Penentuan komponen kritis ini melihat komponen mana saja yang memiliki data kerusakan yang
Untuk komponen-komponen kritis di PLTD “X”, tindakan perawatan yang diusulkan adalah combination of task antara schedule on-condition task dan schedule restoration
Hasil penelitian diperoleh bahwa dari 10 sub mesin pada Mesin Insulation Moulding didapatkan 8 komponen kritis dan komponen kritis yang memiliki kegagalan potensial diantaranya;
maintenance yang lebih efektif dan menentukan interval waktu yang optimal dalam pelaksanaan perawatan mesin dengan mempertimbangkan resiko kegagalan, biaya perawatan dan nilai
Untuk komponen-komponen kritis di PLTD “X”, tindakan perawatan yang diusulkan adalah combination of task antara schedule on-condition task dan schedule restoration task
Hasil dari tindakan perawatan pada komponen kritis dapat menjadi masukan bagi perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengurangi angka downtime dan mengetahui
Komponen terpenting dalam proses produksi adalah mesin, yang memerlukan perawatan agar berjalan sebagai mana fungsinya, misalnya mesin rotary spindles digunakan untuk mengupas log kayu