• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK. Kata Kunci : Ketenagakerjaan, Pasar Kerja, Proyeksi, Industri.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK. Kata Kunci : Ketenagakerjaan, Pasar Kerja, Proyeksi, Industri."

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ABSTRAK

Perubahan industri di dunia mempunyai efek besar, khususnya pasar kerja di Indonesia. Di masa yang akan datang, akan ada banyak pekerjaan yang muncul namun akan banyak juga pekerjaan yang hilang seiring dengan perubahan industri tersebut. Karena itu, perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mengantisipasi perubahan tersebut dengan menganalisis dan mengevaluasi kondisi perekonomian saat ini sehingga dapat memprediksi pasar kerja di masa depan. Tujuannya dari Riset Proyeksi Pasar Kerja ini untuk mengetahui tren pasar kerja ke depan guna melakukan intervensi atau penanganan khusus untuk menjaga agar pasar kerja Indonesia tetap kondusif. Untuk Riset Proyeksi Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan konsultan SDM dan akademisi serta melibatkan 102 perusahaan dengan 9 kategori industry di Indonesia.

(3)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

BAB 1 PENDAHULUAN 3

1.1. Latar Belakang 3

1.2. Metode dan Desain Riset 5

1.3. Tujuan 6

1.4. Pertanyaan Utama 6

BAB 2 INDUSTRI YANG DILIBATKAN DALAM RISET 7

BAB 3 PENGGERAK PERUBAHAN PASAR KERJA 10

3.1. Penggerak Perubahan Industri 10

3.2. Penggerak Perubahan Keterampilan Kerja 15

BAB 4 PREDIKSI PERUBAHAN PASAR KERJA 17

4.1. Prediksi Perubahan Pasar Kerja Berdasarkan Faktor Demografis dan Teknologi 17 4.2. Perubahan Tren Kerja, Pola Hubungan Kerja, dan Stabilitas Keterampilan Tren Kerja 18

4.3. Peran Baru dan Peran yang Hilang 20

BAB 5 PREDIKSI INDUSTRI DAN KELOMPOK JABATAN YANG AKAN PASANG 26 5.1. Industri yang Akan Pasang pada 2017-2030 26 5.2. Kelompok Jabatan dan Keterampilan Okupasional yang Akan Pasang pada 2017-2030 30

BAB 6 KARAKTERISTIK PEKERJA DAN ORIENTASI PEKERJAAN YANG DIPERLUKAN OLEH INDUSTRI 31

6.1. Karakteristik Pekerja 31

6.2. Orientasi Pekerjaan 40

6.3. Sintesis Hasil Karakteristik Pekerja dan Orientasi Pekerjaan 54

BAB 7 HAMBATAN DAN STRATEGI 55

7.1. Hambatan dalam Menghadapi Perubahan Pasar Kerja 55 7.2. Strategi yang Diperlukan untuk Menghadapi Pasar Kerja 66

BAB 8 REKOMENDASI 59

LAMPIRAN A 62

(4)
(5)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

3 1.1. Latar Belakang

Sejak kita memasuki Abad ke-21 telah terjadi perubahan-perubahan dratis di berbagai ranah kehidupan, baik di dunia secara luas maupun di Indonesia. Perubahan itu sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia, terutama di area ketenagakerjaan. Model bisnis pada lanskap pekerjaan mulai berubah dan akan semakin berubah di tahun-tahun mendatang. Transformasi pasar kerja yang terjadi akibat perubahan itu mempengaruhi industri nasional dan memiliki dampak signifikan terhadap pekerjaan; mulai dari penciptaan lapangan hingga pemindahan pekerjaan, dan dari meningkatnya produktivitas tenaga kerja hingga kesenjangan keterampilan yang melebar.

Indonesia akan berhadapan dengan berbagai persoalan ketenagakerjaan, terutama kesenjangan antara karakteristik kebanyakan tenaga kerja yang ada dan tuntutan keterampilan kerja yang baru. Saat ini sudah banyak permintaan keterampilan okupasional atau keahlian yang pada 10 tahun atau bahkan lima tahun yang lalu tidak ada. Beberapa jenis keterampilan sulit didapatkan dari tenaga kerja yang ada. Kesenjangan itu berdampak pada penyerapan tenaga kerja di pasar kerja. Kita temukan di satu sisi banyak pekerja yang menganggur, di sisi lain banyak jabatan yang tak dapat diisi oleh pekerja karena jenis keterampilan yang dibutuhkan tidak mereka miliki. Kesenjangan itu akan semakin melebar di masa datang jika tidak segera ada penanganan khusus untuk mengatasinya.

Kita saksikan juga dalam 10 tahun terakhir, laju perubahan di pasar kerja mengalami percepatan yang tinggi. Kita perlu melakukan proyeksi mengenai pasar kerja di masa depan dengan perkiraan umum bahwa sekitar 50% anak yang memasuki sekolah dasar saat ini nantinya akan bekerja dalam jenis pekerjaan yang belum ada sekarang. Dalam situasi seperti ini, kemampuan untuk mengantisipasi dan mempersiapkan pemenuhan kebutuhan keterampilan masa depan, isi pekerjaan dan mengatasi dampak agregatnya pada lapangan kerja menjadi sangat penting bagi pelaku bisnis, pemerintah dan individu.

(6)

4 Perubahan industri dunia memiliki efek yang sangat besar, karena industri dunia selalu terkait dengan sistem sosial-ekonomi, geopolitik, dan demografis. Dengan berubahnya industri dunia, banyak hal akan berubah, terutama lapangan pekerjaan itu sendiri. Di masa datang akan ada banyak pekerjaan yang muncul namun akan banyak juga pekerjaan yang hilang. Perubahan ini selalu dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama kesempatan inovasi, bahwa ada kesempatan untuk menghasilkan kebaruan dan berkembang yang luas. Kedua, stagnasi yang didasari oleh kepuasan akan status quo dan ketakutan untuk berubah. Stagnasi akan membuat sebuah negara menjadi tidak mampu bersaing di masa depan. Untuk dapat bersaing dan maju, Indonesia harus memilih melihat perubahan sebagai kesempatan melakukan inovasi. Situasi dunia saat ini menjadikan adaptasi terhadap iklim perekonomian global menjadi suatu kunci untuk tetap berkembang dan memiliki perekonomian yang kuat.

Untuk menghadapi situasi masa depan, terutama di ranah pasar kerja, perlu antisipasi jenis pekerjaan apa yang akan berkurang bahkan hilang karena perkembangan teknologi dan perubahan hubungan antar-negara, juga pekerjaan apa yang akan sangat diperlukan. Salah satu persiapan untuk melakukan adaptasi ini adalah menganalisis dan mengevaluasi kondisi perekonomian saat ini untuk memprediksi pasar kerja di masa depan. Usaha ini dilakukan agar sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia dapat berfungsi secara maksimal di kemudian hari.

Walaupun implikasi dari perubahan model bisnis di dunia terjadi sangat cepat– komprehensif, adaptasi yang cepat bukanlah suatu hal yang mustahil jika semua pihak (korporat, pemerintah, masyarakat) bekerja sama dan berkontribusi. Bagi pemerintah, hal penting yang perlu dilakukan, salah satunya, adalah pembuatan atau modifikasi kebijakan dalam hal pendidikan dan lapangan kerja. Peningkatan dalam kompetensi juga menjadi suatu fokus baru yang perlu dilihat, berbagai bentuk pelatihan sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan ini. Dalam ranah pelatihan ini sendiri akan banyak kesempatan dibuka lapangan kerja. Untuk dapat menghasilkan kebijakan dan program yang tepat dalam bidang lapangan kerja, diperlukan pemahaman mengenai situasi masa depan, khususnya tentang industri apa yang akan berkembang dan marak di masa depan, serta kebutuhan tenaga kerja seperti apa yang akan muncul nanti. Berdasakan pemahaman itu dapat dibuat proyeksi untuk memahami prospek pasar kerja di masa depan. Dengan pemahaman itu, dapat dibuat

(7)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

5 kebijakan tenaga kerja, khususnya pendidikan dan pelatihan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang diperlukan.

1.2. Metode dan Disain Riset

Riset Proyeksi Pasar Kerja Indonesia 2020-2030 ini berusaha memahami dampak terkini dari dari perubahan itu pada tingkat industri, ketenagakerjaan, ketrampilan dan pola perekrutan di berbagai industri di Indonesia. Harapannya kita dapat mengetahui tren pasar kerja ke depan guna melakukan intervensi atau penanganan khusus untuk menjaga agar pasar kerja Indonesia tetap kondusif. Laporan ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pemangku kepentingan pasar kerja, serta untuk mengurangi hasil yang tidak diinginkan di masa depan.

Kerangka kerja Riset Pasar Kerja Indonesia 2020-2030 ini dikembangkan berdasarkan riset yang dilakukan oleh World Economic Forum (WEF) yang dimuat dalam laporan The Future of Jobs; Employment, Skills and Workforce Strategy for the Fourth Industrial Revolution (Januari 2016). Dalam penyusunan dan perumusan metodenya, dilibatkan para pakar yang mencakup akademisi, praktisi di bidang sumber daya manusia dari perusahaan besar di Indonesia, serta konsultan jasa profesional.

Sumber analisis terhadap kelompok fungsi jabatan yang diturunkan menjadi fungsi pekerjaan yang spesifik dan kelompok jabatan yang lebih luas diperoleh dari sistem informasi pasar kerja O*NET yang biasa digunakan oleh para periset di seluruh dunia. Kami mengembangkan analisis data berdasarkan klasifikasi yang dilakukan O*NET. Kumpulan data yang diolah, dianalisis dan menjadi dasar laporan ini adalah hasil survei yang dilakukan oleh Tim dari Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia terhadap pejabat bidang pengembangan sumber daya manusia dari 102 perusahaan terkemuka di Indonesia, yang mewakili 9 sektor industri yang menyerap sekitar 10 juta pekerja. (Daftar perusahaan terlampir). Data juga diperoleh melalui diskusi kelompok fokus di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya dan Semarang, yang diikuti oleh penyelenggara pendidikan tinggi vokasi, akademisi yang meneliti mengenai sumber daya manusia, wakil perusahaan, dan konsultan sumber daya manusia.

Riset ini dilakukan oleh Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan, Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dibantu oleh para ahli

(8)

6 dari universitas dan konsultan sumber daya manusia. Riset ini melibatkan 102 perusahaan besar yang mewakili jenis-jenis industri yang ada di Indonesia, khususnya pada pejabat bagian sumber daya manusia untuk membayangkan bagaimana pekerjaan di industri mereka akan berubah sampai tahun 2030.

1.3. Tujuan

Tujuan riset ini adalah sebagai berikut.

1. Menghasilkan proyeksi khusus pasar kerja Indonesia di masa depan.

2. Menjadi dasar untuk pembuatan strategi perubahan untuk beradaptasi dengan perubahan industri global.

3. Menjadi rekomendasi untuk pemerintah dalam pengembangan kebijakan.

4. Menjadi dialog untuk pemerintah sebagai gambaran serta prediksi pasar kerja Indonesia untuk peningkatan penyerapan sumber daya manusia di Indonesia.

5. Menjadi bahan dialog untuk para pemimpin industri sebagai dasar pertimbangan dalam menjalankan korporasinya.

6. Sebagai landasan untuk reformasi kurikulum pada lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

1.4. Pertanyaan Utama

Untuk mencapai tujuan ini, terdapat empat hal yang menjadi fokus dalam riset ini. Empat hal itu yang akan digali informasinya dalam riset ini. Berikut empat pertanyaan utama riset ini.

1. Faktor-faktor apa saja yang menjadi penggerak perubahan industri Indonesia? 2. Faktor-faktor apa saja yang menjadi penggerak perubahan kelompok jabatan

dan keahlian okupasional di Indonesia?

3. Bidang dan jenis industri apa yang semakin dibutuhkan (“Pasang/Naik”) pada 2020-2030?

4. Kelompok jabatan dan bidang keahlian okupasional yang semakin dibutuhkan (“Pasang/Naik”) pada 2020-2030?

(9)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

7 Untuk menggambarkan kebutuhan pasar kerja secara umum dan khusus, riset ini akan membagi industri menjadi 9 kategori dengan total 20 sub-kategori berdasarkan produk atau jasa yang dihasilkan, yaitu:

1. Industri Dasar dan Infrastruktur a. Kimia (1)

b. Infrastruktur dan Pembangunan Kota (2) c. Pertambangan dan Metalurgi (3)

2. Konsumsi

a. Agrikultur, Makanan, dan Minuman (4) b. Retail, consumer goods, dan gaya hidup (5) 3. Energi

a. Alat-alat dan Teknologi Energi (6) b. Minyak dan Gas (7)

c. Renewable energy (8) 4. Finansial dan Investasi

a. Banking dan Pasar Mata Uang (9) b. Managemen Asuransi dan Aset (10) c. Investasi (11)

d. Investasi publik, Reksadana (12) 5. Kesehatan (13)

6. Teknologi Informasi dan Komunikasi a. Teknologi Informasi (14)

INDUSTRI YANG DILIBATKAN

DALAM RISET

(10)

8 b. Telekomunikasi (15)

7. Media, Hiburan, dan Informasi (16) 8. Mobilitas dan Transportasi

a. Aviasi (17) b. Otomotif (18)

c. Transportasi dan Distribusi (19) 9. Jasa Profesional (20)

Pengambilan data dilakukan dengan melihat keterwakilan dari setiap sub-kategori. Dalam riset ini, jumlah perusahaan yang terlibat (menjadi sampel) dalam riset ini adalah 103 perusahaan. Untuk menggambarkan secara singkat perusahaan mana saja yang dilibat dan keterwakilian setiap sektor industru, berikut ini sebagian perusahaan yang berperan serta dalam riset ini. (Daftar perusahaan lengkap yang terlibat dalam riset ini dapat dilihat di LAMPIRAN B.)

SEBAGIAN PERUSAHAAN YANG BERPARTISIPASI DALAM PENELITIAN

Klasifikasi Perusahaan Nama Perusahaan

I. INDUSTRI DASAR DAN INFRASTRUKTUR

Kimia International Chemical Industry Yasulor

Infrastruktur dan Pembangunan Kota PALYJA

Gunawangsa Apartment

Pertambangan dan Metalurgi Wacoal

Steel Pipe Industry of Indonesia

II. KONSUMSI

Agrikultur, Makanan, dan Minuman Fast Food Indonesia tbk. Coca Cola Amatil Retail, Consumer Goods, dan Gaya Hidup Trans Retail Indonesia Indomarco Prismatama

III. ENERGI

Alat-alat dan Teknologi Energi Indonesia Power

PLN (Persero)

Minyak dan Gas Pertamina Medco Energy International tbk.

IV. FINANSIAL DAN INVESTASI

Banking dan Pasar Mata Uang Bank BNI

Bank Mandiri

Managemen Asuransi dan Aset Sinarmas Group (Asuransi) AXA Life Indonesia

Investasi Adira FInance PNM

V. KESEHATAN

(11)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

9

Polyjaya Medikal

VI. TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Teknologi Informasi GO-JEK Indonesia

Linknet

Telekomunikasi Telkom

Tempo

VII. MEDIA, HIBURAN, DAN INFORMASI

MNC ASTON Hotel

VIII. MOBILITAS DAN TRANSPORTASI

Aviasi Garuda Indonesia

Otomotif Progress Diecast

NGK Basi

Transportasi dan Distribusi Express Group KAI (Persero)

IX. JASA PROFESIONAL

Sumber Daya Mandiri LPT Universitas Indonesia

(12)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

10 Banyak digaungkan di dunia bahwa kita hari ini berada pada awal Revolusi Industri Keempat. Perkembangan bidang yang sebelumnya terputus-putus seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, robotika, nanoteknologi, pencetakan 3D, serta genetika dan bioteknologi semuanya saling mendukung dan saling menguatkan. Sistem cerdas, baik di rumah, pabrik, peternakan, jejaring maupun di seluruh kota, akan membantu mengatasi masalah mulai dari manajemen rantai pasokan hingga perubahan iklim. Bersamaan dengan revolusi teknologi ini, ada serangkaian perkembangan sosio-ekonomi, geopolitik dan demografis yang lebih luas, yang hampir setara dengan faktor teknologi. Berikut ini faktor penggerak yang berperan dalam perubahan pasar kerja di Indonesia menurut responden studi ini.

3.1 Penggerak Perubahan Industri

Dalam kenyataannya, kondisi dan keadaan industri selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu seiring dengan berubahnya faktor-faktor yang terkait industri. Untuk memahami perubahan industri perlu diketahui faktor-faktor itu. Faktor penggerak perubahan industri secara umum di Indonesia digambarkan dengan grafik berikut ini.

PENGGERAK PERUBAHAN

PASAR KERJA

(13)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

11 Faktor Demografi

Grafik 1: Faktor Demografis dalam Menggerakan Perubahan Industri

Sejalan dengan perubahan dinamika dan pola hubungan di dunia, terjadi perubahan gaya dan cara kerja. Kondisi ini menghasilkan perubahan besar dalam fleksibilitas kerja karena baik jenis, cara, tempat, peralatan maupun hubungan kerja berubah-ubah dalam waktu cepat sehingga membuat orang cenderung fleksibel dalam bekerja. Fleksibilitas kerja ini merupakan faktor demografi terbesar yang mempengaruhi perubahan industri pada rentang waktu 2017-2030. Ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kelas menengah dan demografi orang muda yang juga menghasilkan orientasi, gaya dan cara kerja baru dalam pasar kerja. Itu semua mempengaruhi perubahan industri baik di sisi produsen maupun konsumen. Berinteraksi dengan faktor-faktor demografi lainnya yang disebut dalam grafik 1, efeknya menjadi sangat besar terhadap perubahan industri di Indonesia.

PROPORSI RESPONDEN YANG MENGANGGAP PENTINGNYA FAKTOR-FAKTOR DEMOGRAFIS DALAM MENGGERAKKAN PERUBAHAN INDUSTRI SECARA UMUM (DALAM

(14)

12 Faktor Teknologi

Grafik 2: Faktor Teknologi dalam Menggerakan Perubahan Industri

Faktor demografi juga berinteraksi dengan faktor teknologi dalam menghasilkan perubahan industri di Indonesia. Ada kesesuaian antara faktor teknologi dengan faktor demografi dalam mempengaruhi perubahan industri. Keterhubungan hal-hal via internet dan berkembangnya teknologi internet bergerak (mobileinternet) menghasilkan perubahan gaya dan cara kerja, dalam hal ini menjadikan kegiatan kerja lebih fleksibel. Lalu kekuatan memporses data besar yang merupakan faktor ketiga terbesar dalam mempengaruhi perubahan industri juga terkait dengan fleksibilitas kerja, pertumbuhan kelas menengah dan

PROPORSI RESPONDEN YANG MENGANGGAP PENTINGNYA FAKTOR-FAKTOR TEKNOLOGI DALAM MENGGERAKKAN PERUBAHAN INDUSTRI SECARA

(15)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

13 demografi orang muda. Interaksi faktor-faktor tersebut berefek besar terhadap perubahan industri di Indonesia.

Faktor teknologi lainnya yang disebut dalam Grafik 2 juga menyumbangkan pengaruh yang besar meski sekarang belum menjadi faktor penggerak utama. Ke depannya, faktor pasokan energi dan teknologi robotik, juga kecerdasan buatan dan material advans akan berefek lebih besar lagi. Antisipasi terhadap pengaruh dari faktor-faktor itu perlu ditingkatkan dari sekarang.

Setiap faktor penggerak itu memiliki daya pengaruhnya masing-masing. Dalam studi ini besaran daya pengaruh itu diwakili dengan skala 0-10. Dari Grafik 3 dapat dipahami, internet memiliki daya pengaruh terbesar, baik internet bergerak (mobile internet), penyimpanan data daring (dalam jaringan/online), maupun keterhubungan hal-hal melalui internet. Demografi orang muda, perubahan pasokan energi dan ditemukannya teknologi baru juga memiliki pengaruh besar terhadap dinamika pasar kerja.

Teknologi merupakan faktor utama dalam berbagai sektor, khususnya teknologi informasi dan telekomunikasi. Ini dikemukakan oleh responden dari Telkom dan salah perusahaan besar di Cikarang. Perkembangan teknologi selalu akan membuat suatu pekerjaan yang tadinya ada menjadi hilang, dan juga dapat memunculkan pekerjaan yang baru. Beberapa perusahaan di Karawang (manufaktur) saat ini sudah mulai memakai robot untuk mendorong efektivitas dan output. Teknologi akan memudahkan proses pekerjaan. Teknologi memiliki output yang cenderung akurat, reliable, dan valid.

Studi ini menemukan, rata-rata responden memperkirakan dampak dari sebagian penggerak perubahan pasar kerja sudah ada saat ini dan akan bertambah dalam 5 tahun ke depan, hingga semua akan berpengaruh signifikan di tahun 2030. Ini mengindikasikan perlunya tindakan antisipatif dan adaptif mulai saat ini. Faktor pendorong itu akan berdampak pada terjadinya perubahan tren kerja disertai dengan munculnya peran-peran baru dalam industri. Itu semua akan menuntut adanya kelompok jabatan dan keahlian baru sekaligus berdampak pada hilangnya jabatan dan keahlian lama yang sudah tidak dibutuhkan. Pasar kerja akan menuntut tenaga kerja dengan keahlian baru dan sesuai dengan kebutuhan baru, dan pola hubungan kerja yang baru pula, termasuk cara perekrutan yang berbeda dengan yang ada sekarang.

(16)

14 Grafik 3: Besar Pengaruh Faktor Penggerak Perubahan Industri

Kapan faktor penggerak itu berpengaruh dalam mengubah industri secara umum di Indonesia dalam rentang waktu 2017-2030? Berikut ini jawabannya:

Tabel 1: Runut Waktu Berpengaruhnya Faktor Penggerak Perubahan Industri

BESAR PENGARUH FAKTOR PENGGERAK PERUBAHAN INDUSTRI SECARA UMUM DI INDONESIA (INDEKS PENGARUH)

(17)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

15 3.2. Penggerak Perubahan Keterampilan Kerja

Perubahan juga akan terjadi pada keterampilan pekerja. Perubahan itu juga dipengaruhi oleh faktor demografi dan teknologi. Faktor-faktor penggeraknya sama dengan faktor penggerak perubahan industri, begitu juga dengan daya pengaruh dan waktu mulai berpengaruhnya. Grafik-grafik berikut ini menggambarkan tentang seberapa penting faktor penggerak perubahan keterampilan pekerja di Indonesia (dalam persentase).

Faktor Demografis

Grafik 4: Faktor Demografis dalam Menggerakan Perubahan Pasar Kerja Faktor Teknologi

(18)

16 Grafik 6: Besar Pengaruh Faktor Penggerak Perubahan Pasar Kerja

Kapan faktor penggerak perubahan berpengaruh dalam perubahan keterampilan pekerja di Indonesia dalam rentang waktu 2017-2030?

Tabel 2: Runut Waktu Berpengaruhnya Faktor Penggerak Perubahan Pasar Kerja

BESAR PENGARUH FAKTOR PENGGERAK PERUBAHAN

(19)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

17 4.1. Prediksi Perubahan Pasar Kerja Berdasarkan Faktor Demografis dan Teknologi Dengan adanya perubahan industri dan keterampilan kerja, kelompok jabatan juga akan mengalami perubahan di rentang waktu 2017-2030. Seiring dengan perubahan pada faktor demografis dan teknologi, terjadi perubahan permintaan keterampilan okupasional. Di sini keterampilan okupasional yang signifikan terkena pengaruh faktor demografis dan teknologi dikelompokkan menjadi 13 (tiga belas) kelompok okupasi.

Grafik 7: Prediksi Perubahan Pasar Kerja Berdasarkan Faktor Demografi dan Teknologi

PREDIKSI PERUBAHAN PASAR KERJA PADA SETIAP KELOMPOK

OKUPASI (BERDASARKAN FAKTOR DEMOGRAFIS & TEKNOLOGI)

4

PREDIKSI PERUBAHAN PASAR

(20)

18 Secara umum, kelompok jabatan manufaktur dan produksi akan mengalami perubahan paling besar, diikuti oleh kelompok jabatan penjualan dan yang terkait dengan penjualan. Dua kelompok jabatan ini sangat dipengaruhi oleh faktor demografi dan teknologi sehingga tidak stabil. Banyak jabatan dan keterampilan yang akan hilang dalam kelompok ini diganti dengan peran dan keterampilan baru. Perubahan teknologi produksi dan internet berperan besar mempengaruhi dua kelompok jabatan ini.

Kelompok jabatan instalasi dan pemeliharan adalah kelompok jabatan yang paling stabil, diikuti oleh kelompok jabatan hukum, serta perhotelan dan makanan terkait. Grafik berikut ini menggabarkan faktor yang mempengaruhi perubahan kelompok jabatan berikut ini pada rentang waktu 2017-2030 di Indonesia.

Kelompok okupasi yang paling banyak mendapatkan pengaruh baik dari faktor demografis maupun faktor teknologi adalah kelompok okupasi manifaktur dan produksi, serta kelompok okupasi penjual dan yang terkait penjualan.

4.2. Perubahan Tren Kerja, Pola Hubungan Kerja dan Stabilitas Keterampilan Tren Kerja

Ketenagakerjaan di Indonesia diperkirakan akan mengalami pembauran yang signifikan antara kelompok jabatan dan fungsi pekerjaan. Di seluruh industri yang tercakup dalam studi ini, tren saat ini dapat menyebabkan dampak lebih dari 1 juta lapangan kerja akan hilang akibat perubahan pasar kerja selama periode 2020-2030; lebih dari setengahnya terkonsentrasi pada fungsi kantor kerah putih dengan tugas klerikal dan rutin, seperti peran pengelolaan kantor dan administratif, lalu diikuti fungsi pemasaran dan penjualan tatap muka, serta produksi dan manufaktur manual. Jumlah jenis pekerjaan baru yang akan muncul atau dituntut muncul bisa mencapai 2 juta pekerjaan, di bidang komputer dan matematika, arsitektur dan teknik, seni, disain, olah raga dan hiburan, serta bidang kehidupan (di antaranya rekayasa genetika, budi-daya pangan, obat-obatan, dan ekosistem), fisika, dan ilmu sosial.

Penggunaan Artificial Intelligence (AI) akan sangat dibutuhkan dalam pengembangan Industri. Sekarang saja, sebagai contoh, Unilever, yang menjadi salah satu responden studi ini, sudah menggunakan artificial intelligence (AI) dalam beberapa departmen di perusahaannya. Hal ini membuat Unilever menjadi semakin efisien dan efektif. Bahkan

(21)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

19 dalam pengembangan AI, Unilever mengambil tenaga kerja pengembang dari Google untuk mengembangkan AI di Unilever Pusat (United Kingdom), kemudian disebarkan di semua cabang Unilever di berbagai negara.

Selain itu, otomatisasi mesin akan mengubah pasar kerja Indonesia. Contohnya, tadinya satu pekerjaan membutuhkan 15 tenaga kerja untuk melakukannya, dengan otomatisasi hanya membutuhkan 3 tenaga kerja saja karena digantikan dengan mesin. Bahkan peran 3 tenaga kerja ini sangat berbeda dengan 15 tenaga kerja itu. Pengetahuan menenai programmable logic controller (PLC) juga akan sangat dibutuhkan. Kebutuhan akan pengendali yang dapat diprogram ini mulai terlihat sekarang dan akan meningkat di 2020-230. Di periode itu, akan sangat dibutuhkan penggunaan komputer digital industrial yang dirancang dan disesuaikan untuk pengendalian proses manufaktur, seperti jalur perakitan, atau perangkat robot, atau aktivitas yang memerlukan kontrol keandalan dengan kemudahan pemrograman yang tinggi, serya dapat memproses diagnosis kesalahan.Terkait dengan itu, berpikir logis, berpikir kritis, dan kreativitas juga sangat dibutuh dan itu akan menjadi kualifikasi penting dalam perekrutan tenaga kerja karena keterampilan seperti ini bertahan dari waktu ke waktu dan dari sektor ke sektor, serta sangat bisa dikembangkan.

Di kelompok manufaktur dan produksi diproyeksikan akan ada banyak pekerjaan yang hilang namun dapat diantisipasi juga ada banyak jenis pekerjaan baru. Selain itu, ada potensi yang cukup baik untuk meningkatkan, memperbaiki dan meningkatkan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi tanpa menghilangkan sama sekali jenis pekerjaan lama, tentunya dengan penyesuaian jumlah tenaga kerja. Manufaktur dan produksi paling rentan perubahan dan tidak stabil. Ini bisa jadi masalah tetapi juga jadi peluang bagi pengembangan jenis pekerjaan baru. Perlu studi khusus untuk memproyeksikan dan mengantisipasi potensi perubahan di kelompok manufaktur dan produksi.

Perubahan jenis pekerjaan berlangsung secara bertahap, mulai dari 2017 hingga 2030. Pada saat ini hingga 2020 terjadi pertumbuhan pekerjaan yang terkait dengan pelatihan, pelayanan kesehatan, riset dan pengelolaan sumber daya manusia, serta pengelolaan keuangan. Seperti yang digambarkan dalam grafik di atas, pada rentang 2017-2030 pekerjaan trainer, perawat dan terapis naik. Begitu pula jenis pekerjaan terkait dengan

(22)

20 penjualan dan pemasaran. Di bidang riset dan analisis data. Jenis perkejaan administratif, manual, dan mekanik mengalami penurunan.

Di periode 2021-2025, pekerjaan pemeliharaan dan instalasi akan semakin dibutuhkan dan tumbuh. Permintaan akan jenis pekerjaan ini akan terus bertambah. Pekerjaan di bidang kesehatan pun tumbuh terus. Begitu pula di bidang analisis dan pengendalian yang menggunakan komputer. Pekerjaan yang melibatkan tingkah laku rutin, mekanik dan mengandalkan teknologi lama akan turun.

Pada periode 2026-2030, kebutuhan akan perancangan dan pengendalian mesin otomatis meningkat sehingga pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan ini pun tumbuh. Kebutuhan akan pembuatan software baik di bidang hiburan, bisnis maupun pendidikan pun meningkat sehingga pekerjaan di bidang ini juga tumbuh. Seiring dengan pertumbuhan jenis pekerjaan ini pekerjaan mekanikal dan klerikal akan semakin berkurang bahkan besar kemungkinan akan hilang.

4.3. Peran Baru dan Peran Yang Hilang

Dalam rentang waktu 2017-2030, sejumlah pekerjaan tumbuh, dan sejumlah lainnya turun sebagaimana yang dikemukakan di bagan berikut ini.

PERKERJAAN YANG TUMBUH DAN MENURUN

• Tumbuh:

Trainer, perawat, manajer keuangan, pengacara, agen penjualan dan pemasaran, analis dan periset pasar, terapis fisiologis, penasihat keuangan, akuntan, manajer personalis & SDM, perawat, dokter, dan pengembang sistem perangkat lunak, dan layanan berita reguler • Turun:

Manajer administrasi, mekanik, tukang cetak, operator radio, pengantar surat, supir perusahaan, petugas ekspedisi perusahaan, pekerja pabrik manual, operator mesin jahit, dan operator perangkat komunikasi,

• Tumbuh:

Pemeliharaan dan instalasi, ahli persuasi dan mediasi, manajer kesehatan dan medis, pengendali jarak jauh, analis data, analis manajemen, manajer sistem informasi dan komputer, konselor vokasi, analis dampak lingkungan, dan ilmuwan komputer

• Turun:

Resepsionis, tukang kayu, pembuat maket dan desain tiga dimensi, pengolah

semikonduktor, teller bank,

travel agents, juru masak fast-food dan operator mesin

• Tumbuh:

Perancang dan pengendali robot, pemrogam

kecerdasaran buatan, perancang dan pengendali mesin otomasi, perancang

software hiburan dangame online

(23)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

21 Kategori dan jenis pekerjaan baru muncul seiring dengan adanya peran dan fungsi baru yang penting bagi industri pada tahun 2030. Empat jenis pekerjaan menonjol berdasarkan kebutuhannya di hampir semua industri.

Yang pertama adalah analis data. Peran ini diharapkan oleh perusahaan akan membantu mereka untuk memahami dan memaknai secara masuk akal data yang mereka peroleh, serta mendapat wawasan dari arus data yang dihasilkan oleh perubahan drastis teknologi. Yang kedua adalah agen penjualan khusus. Peran ini diperlukan oleh hampir setiap industri agar dapat mengkomersilkan dan menjelaskan penawaran mereka kepada klien bisnis atau pemerintah dan konsumen, baik karena sifat teknis inovatif dari produk itu sendiri atau karena target klien baru yang belum dikenali secara baik oleh perusahaan, atau keduanya. Yang ketiga adalah analis sistem komputer. Peran ini dibutuhkan karena hampir semua perusahaan besar dan sedang ke depan akan mengandalkan penggunaan sistem komputer dalam operasi bisnisnya, baik di bidang produksi, pemasaran, penjualan dan manajemen hubungan dengan pelanggan. Ini juga terkait dengan kebutuhan adanya dan layanan on-line dalam bisnis. Yang keempat adalah pengembang aplikasi digital yang dibutuhkan untuk membuat, mengoperasikan dan merawat sistem operasi bisnis yang berbasis aplikasi komputer dan internet.

Peran baru lainnya yang dibutuhkan juga terlihat di industri beragam industri lain seperti energi, media, hiburan dan informasi. Dalam industri energi dibutuhkan peran efisiensi dan pembaruan energi, pengembangan peralatan baru, serta penemuan energi alternatif baik untuk listrik, bahan bakar kendaraan, maupun keperluan lainnya. Lalu diperlukan juga peran baru yang dapat memenuhi kebutuhan efisiensi melalui integrasi energi dan pertambangan. Menurut salah satu responden dari perusahaan tambang, saat ini sudah mulai dilakukan integrasi pembangkit listrik dengan sektor ekstraksi seperti pertambangan. Tenaga ahli untuk menjalankannya masih sangat kurang, padahal sudah mulai dibutuhkan dan ke depannya akan lebih dibutuhkan lagi.

Di industri media peran reporter digabung dengan peran investigasi, penulis berita, desainer, pembuat video, dan copy writer. Sebagai contoh, Majalah Tempo sudah mengidentifikasi kebutuhan peran baru ini dan mengharus para reporternya untuk menjalankannya. Tuntutan untuk menyediakan berita audio visual yang informatif dan memikat membutuhkan peran baru itu. Menurut responden dari Jawa Pos, pemasaran

(24)

22 digital (digital marketing), analisis digital (digital analyst), dan pengelola media sosial akan sudah menjadi kebutuhan dan akan terus meningkat.

Di bidang hiburan dan informasi, kebutuhan peran percancang hiburan dan penyedia informasi yang kreatif dan terus menerus dapat up to date akan sangat menonjol dalam 5-10 tahun ke depan. Manajemen perusahaan juga menuntut peran baru, khususnya peran manajer senior baru yang dapat mengelola dan mengarahkan perusahaan melalui perubahan drastis tak terduga yang akan datang. Seorang responden dari Indonesian-New Zealand Strategic Group yang juga pengajar di ITS, menyatakan bahwa di masa 2020-2030 industri-industri akan bergerak menjadi sektor-sektor yang lebih fleksibel untuk mengakomodir kebutuhan menghadapi perubahan setiap saat. Dalam situasi itu, peran manajer senior baru itu sangat dibutuhkan.

Secara umum, peran baru yang akan muncul merupakan peran mencakup perpaduan keterampilan sosial dan kemampuan matematika, namun lebih khususnya keterampilan sosial. Pekerjaan yang tidak mengandalkan keterampilan sosial dan kemampuan matematika akan cenderung turun di masa depan. Peran lama yang melibatkan keterampilan sosial dan kemampuan matematika cenderung tumbuh atau bertahan. Peran-peran yang secara dominan mengandalkan keterampilan sosial akan bertahan. Sementara beberapa peran lama yang secara dominan menggunakan kemampuan matematika dengan sedikit sekali mengandalkan keterampilan sosial akan tetap bertahan karena terkait dengan perkembangan industri, terutama yang sejalan dengan perubahan faktor teknologi dan demografi.

Grafik berikut ini menggambar beberapa contoh pekerjaan yang akan tumbuh, turun dan tetap.

(25)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

23 Grafik 8: Pekerjaan Yang Tumbuh dan Turun

Dari grafik di atas dapat dipahami bahwa keterampilan sosial dan kemampuan matematika berperan penting di pasar kerja pada periode 2020-2030. Penguatan pendidikan di bidang keterampilan sosial dan kemampuan matematikan diperlukan untuk mengantisipasi perubahan pasar kerja di masa datang itu.

Perubahan Rekrutmen dan Hubungan Kerja

Metode dan cara rekrutmen pegawai akan mengalami perubahan signifikan. Dengan adanya perubahan besar di industri secara keseluruhan yang mengubah tren kerja, persaingan untuk mendapatkan pekerja dalam kelompok jabatan yang tinggi permintaannya seperti komputer dan matematika, arsitektur dan teknik, serta peran strategis dan spesialis lainnya akan sangat ketat, dan membutuhkan cara yang efisien. Para pejabat pengembangan sumber daya manusia di perusahaan dituntut untuk mencari cara baru yang efektif dan efisien untuk dapat mengamankan saluran talenta yang solid. Ini akan jadi prioritas hampir di setiap industri. Menurut responden, sebagian besar peran ini di seluruh industri dan

PERKERJAAN YANG TUMBUH DAN MENURUN BERDASARKAN KEMAMPUAN KEMAMPUAN SOSIAL KEMAMPUAN MATEMATIKA Pemeliharaan dan instalasi Perancang Sofware

Tukang kayu manual

Ahli listrik Manajer Keuangan Notaris Polisi Perawat anak Supir truk Buruh yang mengandal kan fisik Mekanik Dokter Ilmuwan komputer Teller bank Ahli mesin konselor vokasi Layanan berita reguler Perancang program hiburan perawat Petugas kebersihan Pegawai penghitung/juru statistik Juru bayar Turun Tumbuh Tetap Keterangan: Operator mesin Teknisi biologi Pengacara dan hakim

Dokter gigi Ahli gizi

Teknisi kesehatan

Ekonom Psikolog

Ahli/pegawai Sumber Daya Manusia

(26)

24 kelompok jabatan sudah dianggap sulit untuk direkrut saat ini dan akan menjadi lebih sulit lagi selama periode 2020-2030.

Hubungan kerja pun akan mengalami perubahan, terutama untuk peran-peran yang tinggi tingkat permintaannya. Perusahaan akan menjaga sedemikan rupa agar talenta yang mereka butuhkan tidak pindah ke perusahaan lain. Pembinaan hubungan dengan pegawai yang memegang peran penting akan berbeda dengan yang ada sekarang. Pada saat ini saja perusahaan sudah mengalami kesulitan mempertahankan karyawan yang memiliki keahlian khusus dan tinggi tingkat permintaannya. Kesulitan itu akan bertambah di periode 2020-2030.

Stabilitas Keterampilan

Perubahan model bisnis sering diterjemahkan menjadi perubahan drastis pada berbagai keterampilan yang terjadi hampir bersamaan dalam waktu yang singkat. Dampak nyata dari banyak perubahan itu terhadap kecukupan keterampilan karyawan yang ada sekarang dapat dirasakan dalam berbagai bidang pekerjaan dan industri saat ini. Kesulitan karyawan menguasai keterampilan baru yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerja sudah terasa secara signifikan.

Sejalan dengan laju perubahan yang cepat, perubahan model bisnis menghasilkan dampak yang hampir bersamaan terhadap keahlian untuk pekerjaan saat ini dan yang akan berkembang di seluruh industri. Jika permintaan keterampilan baru di tingkat industri terasa cepat, maka perubahan persyaratan keterampilan dalam kelompok jabatan dan pekerjaan perorangan terasa lebih cepat lagi. Ini juga berdampak pada perangkat dan alat kerja yang dibutuhkan. Keterampilan baru menuntut perangkat dan alat kerja baru. Di hampir semua industri, dampak perubahan teknologi dan perubahan lainnya memperpendek masa simpan perangkat dan alat kerja yang ada. Bahkan pekerjaan yang tidak secara langsung terpengaruh oleh perubahan teknologi dan memiliki prospek pekerjaan yang stabil, seperti pemasaran atau rantai pasokan yang menargetkan demografi baru di pasar yang sedang berkembang, tetap memerlukan keahlian baru yang sangat berbeda di tahun-tahun mendatang karena “ekosistem” tempat mereka beroperasi berubah. Pada tahun 2030, lebih dari sepertiga dari himpunan keterampilan inti yang diperlukan pada sebagian besar pekerjaan akan terdiri atas keterampilan yang belum

(27)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

25 dianggap penting untuk pekerjaan hari ini. Secara umum, keterampilan sosial, seperti persuasi, mediasi, negosiasi, kecerdasan emosional, kordinasi dengan orang lain, pelayanan, serta pengajaran dan pelatihan, akan diperlukan industri melebihi keterampilan teknis yang sempit. Intinya, keterampilan teknis perlu dilengkapi dengan keterampilan sosial dan kolaborasi yang kuat.

Beberapa industri membayangkan mereka akan berada dalam skenario permintaan kerja untuk pekerjaan spesialis yang sulit direkrut dengan ketidakstabilan keterampilan yang muncul bersamaan di banyak peran yang ada. Misalnya, industri telekomunikasi, internet dan mobilitas yang diperkirakan akan tumbuh pesat membutuhkan hampir 40% keterampilan baru untuk dapat menjalankan pekerjaan utamanya.

Pada saat yang sama, pekerja yang memiliki keterampilan rendah, terutama di kelompok jabatan kantor dan administrasi serta manufaktur dan produksi, akan kesulitan mendapatkan tempat dalam industri-industri yang akan berkembang pesat di periode 2020-2030. Mereka membutuhkan keterampilan baru untuk dapat bersaing di pasar kerja.

(28)

26 5.1. Industri Yang Akan Pasang Pada 2017-2030

Hasil proyeksi ke rentang waktu 2017-2030 memberikan gambaran bahwa industri teknologi informasi, telekomunikasi, retail, barang konsumsi dan gaya hidup, media, hiburan dan informasi, serta infrastruktur dan pembangunan kota akan paling pasang pada 2020-2030. Tingkat perkembangannya tergolong besar dan akan berpengaruh terhadap perubahan lanskap pekerjaan dan pasar kerja. Ini sejalan juga dengan besarnya pengaruh faktor-faktor penggerak perubahan industri terhadap pasar kerja. Perkembangan teknologi internet, keterhubungan berbagai hal dengan internet, fleksibilitas kerja dan demografi orang muda berpengaruh besar terhadap perkembangan industri, yang kemudian mempengaruhi perubahan pasar kerja. Beberapa industri lain mengikuti seperti yang dipaparkan dalam grafik berikut ini.

Penggerak perubahan industri dan ketenagakerjaan ke depan akan banyak bertumpu pada teknologi informasi. Pertumbuhan industri telekomunikasi terutama didorong oleh penggunaan pulsa dan layanan data internet yang belakangan mulai masuk menjadi kebutuhan pokok baru masyarakat. Teknologi tidak hanya menjadi industri tersendiri akan tetapi juga telah menjadi lingkungan yang dibutuhkan (necessity environment). Bagi para pelaku usaha, teknologi informasi dapat menjadi pedang bermata dua –yaitu sebagai peluang sekaligus bencana. Ambil contoh di industri media, digitalisasi misalnya telah membuat beberapa media cetak gulung tikar. Industri media harus merespons generasi baru, yaitu “digital native” –mereka yang lahir di era digital. Media yang berhasil beradaptasi dengan “digital native” berpeluang melipatkan gandakan oplahnya. Demikian halnya, sektor

PREDIKSI INDUSTRI DAN

KELOMPOK JABATAN YANG

AKAN PASANG

(29)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

27 industri retail kini mulai mengarah ke digitalisasi sebagaimana ditandai dengan menjamurnya perdagangan elektronik (online shopping).

Grafik 9: Industri yang Akan Pasang

INDUSTRI YANG AKAN PASANG PADA RENTANG WAKTU 2017-2030

DI INDONESIA

(30)

28 Besar perkembangan industri pada rentang waktu 2017-2030 di Indonesia

Grafik 10: Indeks Perkembangan Industri

Pasang surut industri menentukan intensitas perekrutan sekaligus pemutusan hubungan kerja. Artinya, beberapa industri membawa karakteristik situasional. Dinamisnya dunia industri misalnya dapat mudah ditemui di sektor tambang. Pada kasus industri pertambangan, kebijakan pengolahan (smelting) yang tegas dan ketat dapat menumbuhkan lapangan kerja dan industri baru mulai dari elektrikasi, mekanik hingga beberapa mata rantai di dalamnya. Pasar industri otomotif Indonesia misalnya telah memproyeksikan otomatisasi hingga 90 persen dalam sepuluh tahun ke depan.

Semakin hari, dunia industri semakin mensyaratkan multi–keterampilan profesional dari setiap calon tenaga kerjanya. Sementara itu, tenaga terampil yang menguasai teknologi

3.6 7.4 2.1 6.7 8.3 6.6 2.4 6.3 5.5 4.9 5.6 4.8 6.7 8.5 8.3 7.8 5.9 5.9 6.6 5.7 0.0 1.0 2.0 3.0 4.0 5.0 6.0 7.0 8.0 9.0 Kimia Infrastruktur dan Pembangunan Kota Pertambangan dan Metalurgi Agrikultur, Makanan, dan Minuman Retail. Consumer goods, dan gaya hidup Alat-alat dan Teknologi Energi Minyak dan Gas Renewable Energy Perbankan dan Pasar Mata Uang Manajemen Asuransi dan Aset Investasi Investasi Publik, Reksadana Kesehatan Teknologi Informasi Telekomunikasi Media, Hiburan, dan Informasi Aviasi Otomatif Transportasi dan Distribusi Jasa Profesional

BESAR PERKEMBANGAN INDUSTRI PADA RENTANG WAKTU

2017-2030 DI INDONESIA (INDEKS PERKEMBANGAN INDUSTRI)

(31)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

29 informasi masih terbatas akibatnya banyak industri yang masih dijalankan secara tradisional. Di industri media, profesi wartawan misalnya telah banyak “dikalahkan” oleh profesi baru, yakni programmer dan desainer.

Perkembangan keterampilan okupasional di Indonesia sejalan dengan perkembangan industri dan sama-sama mendapatkan pengaruh besar dari faktor-faktor penggerak utama yang mempengaruhi perubahan industri. Kelompok jabatan yang mengandalkan keterampilan komputer dan matematika akan menonjol, juga arsitektur dan teknik, transportasi dan logistik, bisnis dan operasi keuangan, serta penjualan dan yang terkait dengan penjualan.

Lebih khusus lagi dalam kelompok jabatan komputer dan matematika, keterampilan yang membantu perusahaan memahami data akan sangat diperlukan. Perusahaan juga perlu memanfaatkan potensi penuh dari kemajuan teknologi sehingga mereka memerlukan sistem dan kemampuan untuk memahami data yang belum pernah terjadi sebelumnya. Penggunaan sensor jarak jauh, komunikasi, serta pengelolaan daya yang ada dalam peralatan industri dan benda sehari-hari akan menghasilkan sejumlah besar data dan kesempatan untuk melihat pola dan sistem perancangan dalam skala yang tidak pernah ada sebelumnya.

Dalam kelompok jabatan arsitektur dan teknik, dibutuhkan keterampilan yang dapat memanfaatkan kemajuan teknologi, khususnya teknologi manufaktur seperti pencetakan 3D (tiga dimensi) yang dapat mencetak benda lapisan demi lapisan (layer-by-layer) dari file desain master digital, serta soft-ware desain bangunan dan tata ruang. Itu semua memungkinkan produksi sesuai permintaan, yang memiliki implikasi luas untuk rantai pasokan global dan jaringan produksi.

(32)

30 5.2. Kelompok Jabatan Dan Keterampilan Okupasional Yang Akan Pasang

Pada 2017-2030

Keterampilan okupasional yang akan berkembang pada rentang waktu 2017-2030 di Indonesia

Grafik 11: Kelompok Jabatan dan Keterampilan Okupasional

4.0% 5.2% 5.3% 5.7% 4.9% 5.0% 5.6% 5.2% 6.2% 5.8% 5.9% 5.5% 4.4% 5.3% 5.7% 5.1% 5.2% 5.5% 4.5% 0% 2% 4% 6% 8%

Kantor dan Administrasi Manufaktur dan Produksi Konstruksi dan Ekstraksi Seni, Desain, Hiburan, Olahraga, dan Media Hukum Instalasi dan Pemeliharaan Bisnis dan Operasi Keuangan Manajemen Komputer dan Matematika Arsitektur dan Teknik Penjualan dan yang Terkait dengan Penjualan Pendidikan dan Pelatihan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Perhotelan dan Makanan Terkait Transportasi dan Logistik Perawatan dan Pelayanan Pribadi Pelayanan Komunitas, Sosial, dan…

Praktisi dan Teknisi Kesehatan Kehidupan, Fisik, dan Ilmu-ilmu Sosial

KELOMPOK JABATAN DAN KETERAMPILAN OKUPASIONAL

YANG AKAN BERKEMBANG PADA RENTANG WAKTU 2017-2030

(33)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

31 Dalam menjalankan industri, dibutuhkan tenaga kerja yang kompetensinya dibutuhkan secara umum serta orientasi dari pekerjaan tenaga kerja tersebut. Namun untuk menentukan apa yang disebut dengan tenaga kerja yang kompeten, Kita harus memecah beberapa keterampilan sesuai dengan kategorinya, dan dari kategori tersebut, kita akan melihat butir-butir keterampilan seperti apa yang dibutuhkan. Lalu butir-butir keterampilan yang dipersepsikan dibutuhkan oleh industri-industri tersebut dapat kita simpulkan sebagai karakteristik tenaga kerja yang kompeten dan tepat dengan sasaran kebutuhan industri.

Karakterisitik pekerja akan dibentuk menjadi beberapa karakteristik, yaitu keterampilan tenaga kerja dan persyaratan okupasional. Keterampilan tenaga kerja terbagi menjadi keterampilan kognitif, keterampilan psikomotor, keterampilan fisik, keterampilan sensoris, keterampilan dasar, keterampilan sistemik dan teknis, serta keterampilan sosial dan manajemen. Sedangkan gambaran orientasi pekerjaan akan digambarkan melalui minat kerja, gaya kerja, nilai kerja, jurusan pendidikan yang dibutuhkan oleh industri, tingkat pendidikan dan pengalaman yang dibutuhkan oleh industri, serta tingkat pengalaman pelatihan dan syarat masuk tenaga kerja. Hal lain yang perlu dilihat adalah persyaratan okupasional tenaga kerja, yang terbagi menjadi interaksi sosial dalam pekerjaan, kegiatan proses mental dan input informasi, karakteristik tugas, serta sumber informasi lowongan pekerjaan. Pembagian ini akan tergambar melalui tabel berikut:

6

KARAKTERISTIK PEKERJA DAN

ORIENTASI PEKERJAAN YANG

DIPERLUKAN OLEH INDUSTRI

(34)

32 Karakteristik Pekerja Keterampilan Tenaga Kerja

Keterampilan Kognitif Keterampilan Psikomotor Keterampilan Fisik Keterampilan Sensoris Keterampilan Dasar

Keterampilan Sistemik dan Teknis Keterampilan Sosial dan Manajemen

Orientasi Pekerjaan Orientasi Pekerjaan Minat Kerja Gaya Kerja Nilai Kerja Jurusan Pendidikan

Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Tingkat Pelatihan dan Syarat Masuk

Persyaratan Okupasional

Interaksi Sosial dalam Pekerjaan Kegiatan Proses Mental

Input Informasi Karakteristik Tugas

Sumber Informasi Lowongan Pekerjaan

6.1. Karakteristik Pekerja Keterampilan Tenaga Kerja

Keterampilan tenaga kerja terbagi menjadi beberapa keterampilan yang merupakan dimensi-dimensi yang membentuk keterampilan tenaga kerja secara umum, yaitu keterampilan kognitif, psikomotor, fisik, sensoris, dasar, sistemik dan teknis, serta sosial dan manajemen.

Keterampilan kognitif merupakan kemampuan yang mempengaruhi proses akusisi dan aplikasi pengetahuan dalam penyelesaian masalah. Keterampilan ini terbentuk dari 20 faktor yang merepresentasikan kualitas-kualitas yang membentuk keterampilan kognitif.

(35)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

33 Grafik 12: Keterampilan Kognitif

Dari 20 faktor ini, lima keterampilan kognitif tenaga kerja yang paling dibutuhkan oleh industri adalah kaya ide, sensitivitas terhadap masalah, pembagian waktu, logika deduktif, serta fleksibilitas dalam mengkategorikan. Kelima faktor ini sangat erat kaitannya dengan identifikasi dan penyelesaian masalah. Keterampilan sensitivitas terhadap masalah dapat mengidentifikasi dan mengenali masalah dengan cepat Lalu keterampilan fleksibilitas dalam mengkategorikan dapat mengklasifikasikan masalah dan lalu bertindak sesuai dengan panduan yang sudah ada (baik itu dalam satu kategori saja atau sintesis beberapa kategori masalah), atau jika belum ada panduan mengenai hal tersebut, dapat membuat kerangka berdasarkan kategori yang sudah ada. Keterampilan kaya ide dan logika deduktif sangatlah berguna untuk merumuskan konsep dan cara serta penjelasan logis untuk menjalani konsep tersebut dari hulu sampai hilir. Keterampilan pembagian waktu berguna untuk membagi langkah-langkah penyelesaian masalah sesuai dengan frame waktu yang

(36)

34 tersedia sehingga penyelesaian masalah dapat terbentuk dengan cepat, tepat, dan sesuai tujuan.

Keterampilan yang kedua adalah keterampilan psikomotor. Keterampilan psikomotor merupakan kemampuan yang mempengaruhi kapasitas untuk memanipulasi dan mengontrol objek. Keterampilan ini terbentuk dari 10 faktor yang merepresentasikan kualitas-kualitas yang menggambarkan keterampilan psikomotor.

Grafik 13: Keterampilan Psikomotor

Dari kesepuluh faktor tersebut, yang dianggap paling dibutuhkan oleh industri adalah waktu reaksi, orientasi respon, dan presisi kontrol. Ketiga hal ini menggambarkan kompetensi dimana tenaga kerja diharapkan untuk responsif, tepat, dan sigap. Kesigapan ini dianggap merupakan suatu keharusan dalam menjalani pekerjaan secara umum, namun juga tetap mempertimbangkan ketepatan dari respon tersebut.

(37)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

35 Keterampilan yang ketiga adalah keterampilan fisik. Keterampilan fisik merupakan kemampuan yang mempengaruhi kekuatan, ketahanan, fleksibilitas, keseimbangan dan koordinasi badan. Keterampilan ini terbentuk dari 8 faktor yang merepresentasikan kualitas-kualitas yang membentuk kemampuan fisik.

Grafik 14: Keterampilan Fisik

Faktor-faktor yang dianggap paling dibutuhkan industri adalah stamina dan fleksibilitas dinamis. Hal ini memiliki arti bahwa industri membutuhkan tenaga kerja yang sanggup untuk bekerja sesuai dengan tuntutan pekerjaan, termasuk dalam mempertimbangkan ketahanan fisik dari tenaga kerja tersebut dalam menjalankan tuntutan pekerjaannya, terlebih jika terdapat tuntutan tambahan di luar tuntutan wajib yang memiliki kepentingan cukup tinggi dan perlu juga dilaksanakan.

Keterampilan yang keempat adalah keterampilan sensoris. Keterampilan sensoris merupakan kemampuan yang mempengaruhi persepsi visual, auditoris, dan percakapan.

(38)

36 Keterampilan ini terbagi menjadi 12 faktor yang merepresentasikan kualitas-kualitas yang membentuk keterampilan sensoris.

Faktor-faktor yang dianggap dibutuhkan oleh industri secara umum adalah kejelasan bercakap, sensitivitas pendengaran, identifikasi percakapan, atensi auditoris, dan diskriminasi warna visual. Kelima faktor ini merupakan kemampuan yang mendukung kegiatan berinteraksi dengan orang lain serta mempengaruhi penangkapan informasi. Tenaga kerja yang mampu menangkap informasi dengan efisien dan tepat, serta mampu mengkomunikasikan hal tersebut dengan bahasanya sendiri dan juga mempertimbangkan kemampuan orang lain dalam memahami perkataannya.

Grafik 15: Keterampilan Sensoris

Keterampilan selanjutnya adalah keterampilan dasar, yang merupakan kemampuan umum yang patut dimiliki oleh seluruh tenaga kerja, tidak terkait satu industri spesifik saja. Keterampilan ini terdiri dari 11 faktor.

(39)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

37 Grafik 16: Keterampilan Dasar

Faktor yang dianggap paling penting adalah memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, belajar aktif, dan mendengar aktif. Keempat hal ini selaras dengan kebutuhan pasar yang tergambar pada keterampilan yang pertama, yaitu keterampilan kognitif. Orientasi dari konsistensi kebutuhan pasar kerja yang menuntut tenaga kerja untuk dapat berpikir kritis untuk mencari pemecahan masalah yang efisien dapat kita lihat sebagai kebutuhan yang belum terpenuhi dengan baik meskipun sangat dibutuhkan.

Keterampilan sistemik dan teknis merupakan kemampuan individu dalam menghadapi dan berinteraksi dengan sistem serta kemampuan menggunakan alat-alat serta mesin dalam melakukan pekerjaan.

(40)

38 Grafik 17: Keterampilan Sistemik & Teknis

Terdapat 14 faktor, namun yang paling dibutuhkan industri adalah penilaian dan pengambilan keputusan, pemecahan masalah teknis, evaluasi sistem, pengoperasian dan kontrol, serta analisis sistem. Faktor-faktor yang disebutkan diatas menggambarkan kebutuhan pasar kerja yang mengidam-idamkan tenaga kerja yang mampu mengevaluasi serta menganalisis ha-hal yang dikerjakan serta dapat memikirkan dan dapat mengambil keputusan yang efisien terhadap pemecahan masalah atau hasil evaluasi yang ditemukan.

Keterampilan sosial dan manajemen merupakan keterampilan terakhir yang menjadi perhatian. Keterampilan sosial dan manajemen merupakan keterampilan individu dalam

(41)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

39 menghadapi serta berkomunikasi dengan individu lain serta dapat mengalokasikan serta mengatur individu atau hal-hal terkait individu untuk mencapai suatu tujuan.

Grafik 18: Keterampilan Sosial & Manajemen

Pada keterampilan sosial, faktor yang paling penting adalah kemampuan untuk berkoordinasi dan bernegosiasi. Sedangkan dalam keterampilan manajemen, berdasarkan persepsi urutan kepentingan adalah manajemen sumber daya manusia, diikuti oleh manajemen waktu, lalu manajemen sumber daya finansial, dan yang memiliki kepentingan paling rendah adalah manajemen sumber daya material. Dari kedua hal ini kita dapat

KETERAMPILAN SOSIAL

(42)

40 menyimpulkan bahwa tenaga kerja yang dibutuhkan adalah tenaga kerja yang dapat bekerjasama dalam tim dan juga mengaturnya. Selain itu efektivitas dalam mengerjakan pekerjaan juga menjadi suatu penekanan tersendiri secara tidak langsung.

6.2. Orientasi Pekerjaan

Orientasi Pekerjaan terbagi menjadi dua, yaitu orientasi pekerjaan dan persyaratan okupasional. Orientasi pekerjaan terbagi menjadi beberapa hal yang merupakan dimensi-dimensi yang menggambarkan orientasi pekerjaan, yaitu minat kerja, gaya kerja, nilai kerja, jurusan pendidikan yang dibutuhkan, tingkat pendidikan dan pengalaman, serta tingkat pelatihan dan syarat masuk.

Minat kerja merupakan preferensi dari tenaga kerja untuk lingkungan, budaya, serta hasil akhir (output/outcomes) dari pekerjaan. Minat kerja terbagi menjadi 6 tipe, yaitu:

1. Realistik; Minat realistik tersalurkan melalui pekerjaan yang membutuhkan penyelesaian masalah dan solusi yang praktikal dan langsung terjun ke lapangan (lebih banyak kerja lapangan).

2. Investigatif; Minat investigatif tersalurkan melalui jenis pekerjaan yang lebih banyak melibatkan ide serta membutuhkan kegiatan berpikir yang ekstensif (lebih menekankan kepada pencarian informasi dan fakta serta menyelesaikan masalah dalam ranah mental)

3. Artistik; Minat artistik tersalurkan melalui pekerjaan yang melibatkan bentuk, desain, dan pola; pekerjaan yang membutuhkan ekspresi diri dan dapat dilakukan tanpa suatu bentuk aturan atau tata cara yang ajeg.

4. Sosial; Minat sosial tersalurkan melalui pekerjaan yang membutuhkan kerjasama dengan orang lain, berkomunikasi dengan orang lain, dan juga mengajar; memberikan servis jasa kepada orang lain juga merupakan pekerjaan yang menggambarkan minat sosial ini.

5. Enterprising; Minat enterprising tersalurkan melalui pekerjaan yang bersifat memulai atau membangun proyek; membutuhkan kemampuan untuk memimpin

(43)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

41 orang lain dan membuat keputusan, biasanya membutuhkan pengambilan resika dan berurusan dengan bisnis

6. Konvensional; Minat konvensional tersalalurkan melalui pekerjaan yang membutuhkan tenaga kerja untuk mengikuti suatu rangkaian prosedur dan rutin; pekerjaan ini lebih sering bekerja dengan data dan detil dibandingkan dengan ide, juga terdapat garis kepemimpinan dan perintah yang jelas dan ajeg.

Grafik 19: Minat Kerja

Berdasarkan kebutuhan industri, minat kerja yang dianggap paling dibutuhkan adalah minat realistik dan minat sosial. Dari kedua hasil ini, pasar kerja lebih mengharapkan tenaga kerja yang memiliki minat untuk terjun langsung ke lapangan dan tertarik untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

Gaya kerja merupakan karakteristik dari tenaga kerja tentang cara bagi tenaga kerja menyelesaikan pekerjaannya. Kesesuaian antara cara dan pekerjaan akan mempengaruhi hasil akhir (output) dari pekerjaan tersebut. Tenaga kerja memiliki preferensi personal terhadap cara-cara ini. Kesesuaian antara preferensi personal dengan gaya kerja yang dibutuhkan oleh industri tempat tenaga kerja tersebut bekerja akan mempengaruhi hasil akhir dan kemampuan.

(44)

42 Gaya kerja terbagi menjadi 16 tipe, yaitu:

1. Pencapaian/Usaha; pekerjaan membutuhkan pembuatan dan mempertahankan pencapaian personal serta mengeluarkan effort dalam menguasi tugas.

2. Adaptabilitas/Fleksibilitas; pekerjaan membutuhkan keterbukaan terhadap perubahan (positif dan negatif) serta keberagaman yang cukup bersar di tempat kerja.

3. Berpikir Analitik; pekerjaan membutuhkan kemampuan analisis informasi dan menggunakan logika untuk menghadapi isu serta masalah dalam pekerjaan dan tempat kerja.

4. Atensi Terhadap Detil; pekerjaan membutuhkan ketelitian tentang detil dan menyeluruh dalam menyelesaikan tugas-tugas.

5. Kepedulian Terhadap Orang Lain; pekerjaan membutuhkan sensitivitas terhadap kebutuhan serta perasaan orang lain, tenaga kerja diharapkan dapat membantu dan memahami orang lain dalam pekerjaan.

6. Kooperasi; pekerjaan membutuhkan keramahtamahan dengan orang lain dalam pekerjaan dan menampilkan sikap yang baik dan kooperatif.

7. Keandalan; pekerjaan membutuhkan reliabilitas, tanggung jawab, keandalan, dan pemenuhan obligasi.

8. Kemandirian; pekerjaan membutuhkan pengembangan cara personal untuk melakukan sesuatu, menuntun diri sendiri dengan tidak adanya atau sedikit pengawasan, dan mengandalkan diri sendiri untuk menyelesaikan tugas.

9. Inisiatif; pekerjaan membutuhkan kemauan untuk mengambil tanggung jawab dan tantangan.

10.Inovasi; pekerjaan membutuhkan kreativitas dan berpikir tentang alternatif sebagai pengembangan ide baru untuk dan menjawab masalah terkait pekerjaan.

11.Integritas; pekerjaan membutuhkan tenaga kerja untuk berperilaku jujur dan etis. 12.Kepemimpinan; pekerjaan membutuhkan kemauan untuk memimpin, mengambil

alih, dan menawarkan pendapat serta arahan.

(45)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

43 14.Kontrol Diri; pekerjaan membutuhkan kemampuan mempertahankan ketenangan, tidak emosional, kontrol amarah, dan menghindari tingkah laku agresif, bahkan di situasi sulit sekalipun.

15.Orientasi Sosial; pekerjaan membutuhkan preferensi untuk bekerja dengan orang lain dibandingkan dengan bekerja sendiri, dan terhubung secara personal dengan orang lain dalam pekerjaan.

16.Toleransi Stress; pekerjaan membutuhkan penerimaan kritik dan mengatasi situasi stress tinggi dengan tenang dan efektif.

Gaya kerja yang dianggap dibutuhkan oleh industri secara umum adalah inovasi, inisiatif, pencapaian/usaha, integritas, dan kepemimpinan. Kelima tipe gaya kerja yang berbeda ini memiliki satu tujuan, yaitu menyelesaikan pekerjaan dengan efektif, efisien, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Selain itu tenaga kerja juga diharapkan memiliki motivasi untuk mencapai target dan dapat mengambil keputusan jika tidak ada instruksi atau panduan yang cukup jelas.

Grafik 20: Gaya Kerja

GAYA KERJA

(46)

44 Nilai kerja adalah aspek-aspek global dari pekerjaan yang juga merupakan unsur penting dalam membentuk kepuasan kerja. Terdapat enam tipe dari nilai kerja, yaitu:

1. Pencapaian; Tergambarkan melalui pekerjaan yang bersifat orientasi hasil dan membuat tenaga kerja menggunakan kemampuan terbaik mereka, memberikan tenaga kerja kepuasan yang muncul dari pencapaian (kata kunci: utilisasi dan pencapaian pribadi)

2. Kemandirian; Tergambarkan melalui pekerjaan yang memperbolehkan tenaga kerjanya untuk bekerja dan mengambil keputusan sendiri (kata kunci: kreativitas, tanggung jawab, otonomi)

3. Rekognisi; Tergambarkan melalui pekerjaan yang menawarkan kemajuan (berupa pangkat atau gaji), memiliki potensi untuk memimpin dan biasanya dianggap prestijius (kata kunci: otoritas, rekognisi, status sosial)

4. Hubungan; Tergambarkan melalui pekerjaan yang memberikan layanan kepada orang lain dan bekerja dengan rekan kerja dalam lingkungan yang ramah dan tidak kompetitif (kata kunci: rekan kerja, nilai moral, layanan sosial)

5. Dukungan; Tergambarkan melalui pekerjaan yang menawarkan manajemen suportif yang mendukung dan membela karyawan (kata kunci: kebijakan perusahaan, pengawasan hubungan manusia, pengawasan teknis)

6. Kondisi Kerja; Tergambarkan melalui pekerjaan yang menawarkan keamanan bekerja dan kondisi bekerja yang baik (kata kunci: aktivitas, kompensasi, independensi, keamanan, keberagaman, dan kondisi kerja).

Berdasarkan hasil, nilai kerja yang dianggap dibutuhkan oleh industri adalah pencapaian dan kemandirian. Diikuti oleh kondisi kerja, dukungan, dan rekognisi/pengakuan. Dari hasil ini, dapat kita simpulkan bahwa tenaga kerja dituntut untuk bermotivasi dan memiliki semangat untuk mencapai target atau tujuan, namun juga harus dapat otonom dan mandiri dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga membutuhkan kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Tipe pekerja seperti inilah yang akan memiliki kepuasan kerja yang tinggi, karena iklim kerja industri Indonesia lebih menekankan kedua nilai kerja pencapaian dan kemandirian.

(47)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

45 Grafik 21: Nilai Kerja

Jurusan pendidikan yang dibutuhkan yang dibutuhkan oleh industri secara umum dibagi menjadi 33 berdasarkan jurusan yang memiliki perbedaan dalam mata ajar atau hal-hal yang dipelajari. Berdasarkan hasil temuan, jurusan pendidikan yang dianggap paling dibutuhkan oleh industri secara umum adalah komputer dan elektronika, diikuti oleh penjualan dan marketing, personalia dan sumber daya manusia, produksi dan manufaktur, ekonomi dan akutansi, bahasa inggris, serta teknik dan teknologi. Sedangkan jurusan pendidikan yang dianggap tidak terlalu dibutuhkan industri adalah geografi, sejarah dan arkeologi, sosiologi dan antropologi, klerikal, serta filsafat dan ilmu ketuhanan.

Selain jurusan pendidikan, hal yang perlu dilihat adalah tingkat pendidikan dan pengalaman kerja. Tingkat pendidikan terbagi menjadi 6 berdasarkan tingkatannya serta 2 bagian tambahan berupa keahlian di luar tingkat pendidikan (pelatihan dan lisensi keahlian/sertifikasi). Sedangkan pengalaman kerja terbagi menjadi 5 tingkatan berdarkan rentang waktu lama kerja (rentang berjarak sekitar 5 tahun).

(48)

46 Grafik 22: Jurusan Pendidikan

JURUSAN PENDIDIKAN YANG DIBUTUHKAN INDUSTRI

(49)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

47 Grafik 23: Tingkat Pendidikan dan Pengalaman

Berdasarkan hasil, proporsi terbesar tingkat pendidikan yang dibutuhkan oleh industri Indonesia secara umum adalah sarjana (S1), diikuti oleh mereka yang memiliki lisensi keahlian/sertifikasi dan vokasi (D1-D3). Sedangkan tenaga kerja dengan tingkat doktorat dan SMA dianggap tidak terlalu dibutuhkan oleh Industri Indonesia secara umum. Untuk pengalaman kerja, yang paling dibutuhkan oleh industri Indonesia secara umum adalah tenaga kerja dengan rentang pengalaman 0-5 tahun, diikuti oleh tenaga kerja dengan rentang pengalaman 6-15 tahun. Tenaga kerja dengan pengalaman lebih dari 20 tahun dianggap tidak terlalu dibutuhkan dalam industri Indonesia secara umum.

Tingkat pelatihan dan syarat masuk melihat beberapa hal, yaitu tenaga kerja dengan status pelatihan seperti apa yang dibutuhkan dan syarat yang dianggap umum dan dibutuhkan untuk bekerja di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa ketiga level (junior, manajerial, dan senior; respectively) sangat dibutuhkan ketika mereka sudah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan. Sedangkan jika ketiga level tersebut tidak memiliki pengalaman mengikuti pelatihan, ketiganya tidak terlalu dibutuhkan. Entry level (fresh

(50)

48

graduate) berada di tengah-tengah kebutuhan pasar kerja ini. Sedangkan persyaratan untuk bekerja yang paling umum adalah sertifikat keahlian dan menjalani kontrak terlebih dahulu.

Grafik 24: Tingkat Pengalaman Pelatihan dan Syarat Masuk Bagi Tenaga Kerja

TINGKAT PENGALAMAN PELATIHAN

(51)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

49 Grafik 25: Karakteristik Pekerja yang Dibutuhkan oleh Industri Secara Umum

(52)

50 Persyaratan Okupasional

Persyaratan okupasional terbagi menjadi interaksi sosial dalam pekerjaan, kegiatan proses mental, input informasi, karakteristik tugas, serta sumber informasi lowongan pekerjaan.

Interaksi sosial dalam pekerjaan membahas tentang jenis-jenis interaksi yang dilakukan tenaga kerja dengan rekan dan orang lain atau kegiatan pengawasan yang terjadi selama melakukan pekerjaan. Interaksi sosial ini terbagi menjadi 16 jenis aktivitas.

Grafik 26: Interaksi Sosial dalam Pekerjaan

Berdasarkan hasil, interaksi sosial yang sering terjadi dan juga dibutuhkan kemampuannya adalah komunikasi dengan atasan, rekan, atau bawahan, lalu diikuti dengan melatih dan mengembangkan orang lain, serta monitoring dan mengontrol sumber daya. Mengarahkan, menginstruksikan, dan memotivasi bawahan juga dianggap penting, sama

(53)

PROYEKSI PASAR KERJA MASA DEPAN INDONESIA RENTANG WAKTU 2017-2030

51 dengan membangun dan memelihara hubungan interpersonal serta koordinasi kerja dan aktivitas dengan orang lain. Sedangkan aktivitas seperti memberikan konsultasi dan sara, melakukan pekerjaan yang melibatkan publik, serta melakukan aktivitas administratif dianggap tidak terlalu dibutuhkan.

Kegiatan proses mental dan Input Informasi merupakan suatu kegiatan mengenai kapan dan bagaimana informasi serta data dikumpulkan yang nantinya akan dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dalam pekerjaan, yang melalui aktivitas memproses, merencanakan, menyelesaikan masalah dan membuat inovasi yang dilaksanakan dalam pekerjaan dengan modal informasi yang relevan. Kegiatan proses mental terbagi menjadi 10 tipe, sedangkan kegiatan input informasi terbagi menjadi 5 tipe.

(54)

52 Grafik 27: Kegiatan Proses Mental dan Input Informasi

Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa kegiatan proses mental yang dibutuhkan oleh industri secara umum adalah berpikir kreatif, analisis data atau informasi, serta mengatur, membuat rencana dan prioritas kerja. Sedangkan kegiatan proses mental yang dianggap tidak terlalu penting adalah menjadwalkan kerja dan aktivitas, menilai kualitas hal-hal, pelayanan, atau orang lain, serta memproses informasi. Untuk kegiatan input informasi, yang dianggap penting adalah kegiatan memonitor proses, material, atau lingkungan, estimasi karakteristik dan parameter kuantitatif, serta mencari informasi. Sedangkan inspeksi peralatan, struktur atau material serta identifikasi objek, aksi, dan kejadian dianggap kurang penting.

Selanjutnya akan dijelaskan mengenai karakterisitik tugas dan sumber informasi serta lowongan pekerjaan. Karakteristik tugas menggambarkan secara umum karakteristik tugas-tugas yang biasanya ada dalam industri. Bagian informasi lowongan pekerjaan merupakan sumber informasi yang populer bagi tenaga kerja untuk mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan.

Gambar

Grafik 2: Faktor Teknologi dalam Menggerakan Perubahan Industri
Tabel 1: Runut Waktu Berpengaruhnya Faktor Penggerak Perubahan Industri
Grafik 4: Faktor Demografis dalam Menggerakan Perubahan Pasar Kerja  Faktor Teknologi
Tabel 2: Runut Waktu Berpengaruhnya Faktor Penggerak Perubahan Pasar Kerja
+7

Referensi

Dokumen terkait

penggunaan kata berimbuhan dalam laporan praktik kerja industri, dari 764 penggunaan kata bersimulfiks, penggunaan yang tepat ditemukan sebanyak 736 kata atau sebesar 25,10%,

Hasil pengamatan uji toksisitas akut ramuan formula jamu untuk Hipertensi ringan terhadap kenaikan berat badan hewan uji setelah pemberian dosis tunggal dalam

merupakan layanan bagi pengguna baik formal maupun informal, berkisar antara kegiatan orientasi, tur perpustakaan untuk mengenali lokasi dan jasa layanan, pelatihan,

Perkembangan ekonomi bukan merupakan proses yang harmonis melainkan perubahan yang spontan dan terputus-putus, Teori tersebut dikemukakan oleh .... Schumpeter

Latar belakang penelitian ini adalah adanya praktek Monopoli dan Persaingan tidak sehat atau persaingan curang diantara para pelaku usaha di Indonesia sejak masa orde baru

Model konseptual memiliki tujuan untuk memperoleh konsep perancangan produk yang sesuai dengan kebutuhan serta perancangan sistem SCADA di stasiun kerja penggilingan dengan

Masalah utama dalam proses deteksi dan pengenalan berbasis wajah manusia diantaranya adalah kebutuhan sistem untuk mendekati waktu nyata (real time), pelacakan

Selama pelaksanaan praktik mengajar baik mandiri maupun terbimbing mahasiswa banyak sekali memperoleh pengalaman yang nyata dalam mengajar anak. Dalam pelaksanaan PPL