Studi Kasus pada PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero)
Tbk. dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Oleh:
ZUSANA PERDANI SUDIASIH MINULYO NIM : 002114106
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
Hilangnya harta dapat dicari lagi dengan bekerja
Hilangnya ilmu dapat dicari lagi dengan belajar
Hilangnya waktu tidak akan pernah tergantikan selamanya
Skripsi ini ku persembahkan untuk :
Tuhan Yesus dan Bunda Maria
Bapak B. Susanto Minulyo dan ibu F. Sumarti
Adikku Thomas
Special Someone Karli G
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN KEUANGAN
PERUSAHAAN BERDASARKAN SURAT KEPUTUSAN
MENTERI BUMN NO. KEP-100/MBU/2002
Studi Kasus pada PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
Zusana Perdani Sudiasih Minulyo Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta 2007
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesehatan keuangan perusahaan selama tahun 2002-2004 berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 pada perusahaan PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. dan PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
Teknik analisis yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah : (1) Menghitung nilai masing-masing indikator aspek keuangan. (2) Menentukan skor masing-masing indikator pada aspek keuangan dari tahun 2002-2004, yaitu dengan cara membandingkan nilai masing-masing indikator dengan daftar skor penilaian masing-masing indikator aspek keuangan. (3) Menjumlahkan skor dari semua indikator aspek keuangan, kemudian total skor aspek keuangan dibandingkan dengan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002. (4) Menarik kesimpulan apakah perusahaan tersebut termasuk dalam kondisi sehat, kurang sehat atau tidak sehat berdasarkan hasil analisis kriteria penilaian diatas.
Berdasarkan hasil analisis data, dapat diketahui bahwa : (1) PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. dari tahun 2002-2004 berada dalam kondisi sehat dengan nilai bobot kinerja tahun 2002-2004 mengalami kenaikan. (2) PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. dari tahun 2002-2004 berada dalam kondisi sehat, walaupun nilai bobot kinerja yang didapatkan mengalami penurunan dari tahun 2002-2004.
AN ANALYSIS OF COMPANY’S FINANCIAL HEALTH
LEVEL BASED ON THE MINISTER OF BUMN DECREE NO.
KEP-100/MBU/2002
A Case Study on PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. and PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
Zusana Perdani Sudiasih Minulyo Sanata Dharma University
Yogyakarta 2007
The aim of this research was to know the company’s financial health level during the year of 2002-2004 based on the Minister of BUMN decree No. KEP-100/MBU/2002 at the companies of PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. and PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
The analysis technique used by the writer in this research was : (1) Counting the value of each indicator of financial aspect. (2) Determining the score of each indicator on the financial aspect from the year of 2002-2004 by comparing each indicator’s value with a score list of assesment of each indicator on the financial aspect. (3) Summing up the score from all of the financial aspect’s indicators, and then comparing the result with the Minister of BUMN decree No. KEP-100/MBU/2002. (4) Concluding wether the company was classified in the good, low or bad condition based on the analysis result of the assesment criteria above.
Based on the result of the analysis on the data, it was found out that: (1) PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. during the year of 2002-2004 was in the good condition with increasing score of performance quality during 2002-2004. (2) PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. was in the good condition during the year of 2002-2004, although the score of performance quality was decreasing during year 2002-2004.
Segala puji, hormat, juga syukur kepada Yesus Kristus dan Bunda Maria atas segala kasih-Nya yang telah dilimpahkan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Analisis Tingkat Kesehatan Keuangan Perusahaan Berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No.
KEP-100/MBU/2002”
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, Program Studi Akuntansi, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Penulis menyadari bahwa terselesainya skripsi ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada:
1. Drs. Alex Kahu Lantum, MS, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
2. Ir. Drs. Hansiadi YH, M.Si., Akt, selaku Ketua Jurusan Akuntansi Universitas Sanata Dharma.
3. Drs. F.A. Joko Siswanto, Akt, M.M. selaku Dosen Pembimbing I yang memberikan bimbingan, bantuan, masukan, dukungan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
ini.
5. B. Susanto Minulyo dan F. Sumarti selaku kedua orangtuaku yang telah memberikan doa, kasih sayang, kesabaran, nasehat, dukungan baik moril maupun materil dan segala-galanya kepada penulis.
6. Adekku “Tom-Ndut” yang sering menyebalkan, makasih sudah meminjamkan komputer sehingga skripsiku selesai dan mau mengalah buat segalanya.
7. Keluarga Bapak Suherman dan Ibu Rusmini, terimakasih banyak atas semua dukungan dan doanya.
8. Buat semua keluargaku dan keluarga Kim yang telah membantuku selama aku di Yogya (Keluarga Paingan, Gedongkuning, Godean, dll). Keluarga Pak Dul Pranoto (Arimbi 3), Pak Suroto (Buntu II) dan Ibu Kartini (Buntu II) yang telah menjadi Bapak-Ibu kosku selama ini.
9. Buat teman-temanku tercinta Arimbi 3 yang telah memberikan dukungan kepada penulis dan rata-rata telah lulus: Yeni, Yustin, M’Elis, M’Rini, M’Ayoe, M’Endank, M’Tama, M’Niken, M’Yeni, Panti, Asween, Dicky, Yosie, Anton, Danu, Karli, Ms Haris, Nita, Moniq.
10.Buat Oepik, Annae, Dhina, Lucki, Desy & Keluarga, Siwi & Kristin WS, Ika, M’Santi, Hario, Trie, dan M’Woro. Teman-temanku di Sanata Dharma, khususnya buat anak-anak Akuntansi B 2000.
telah kita lalui bersama serta dukungan yang telah kalian berikan. 12.Dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Akhirnya penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun akan penulis terima dengan senang hati. Sehingga skripsi ini dapat berguna bagi semua pihak khususnya pada semua pihak yang berada dibidang yang sama.
Penulis
Zusana Perdani Sudiasih Minulyo
HALAMAN JUDUL... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN... iii
HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS... v
ABSTRAK ... vi
ABSTRACT... vii
KATA PENGANTAR ... viii
DAFTAR ISI... xi
DAFTAR TABEL... xiv
DAFTAR LAMPIRAN... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah... 1
B. Rumusan Masalah ... 4
C. Batasan Masalah ... 4
D. Tujuan Penelitian ... 4
E. Manfaat Penelitian ... 5
F. Sistematika Penulisan ... 6
B. Analisis Laporan Keuangan ... 11
C. Analisis Rasio Keuangan ... 13
D. Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara Berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002... 14
BAB III METODE PENELITIAN ... 25
A. Jenis Penelitian... 25
B. Tempat dan Waktu Penelitian ... 25
C. Objek Penelitian ... 25
D. Data yang Diperlukan ... 26
E. Teknik Pengumpulan Data... 26
F. Teknik Analisis Data... 26
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 36
A. PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk ... 36
B. PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ... 39
BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 44
A. Deskripsi Data... 44
B. Analisis Data ... 44
C. Pembahasan... 58
C. Saran... 78 DAFTAR PUSTAKA ... 80
Tabel 1 Daftar Indikator dan Bobot Aspek Keuangan... 17
Tabel 2 Daftar Skor Penilaian ROE ... 32
Tabel 3 Daftar Skor Penilaian ROI ... 32
Tabel 4 Daftar Skor Penilaian Cash Ratio ... 33
Tabel 5 Daftar Skor Penilaian Current Ratio ... 33
Tabel 6 Daftar Skor Penilaian Collection Periods ... 33
Tabel 7 Daftar Skor Penilaian Perputaran Persediaan ... 34
Tabel 8 Daftar Skor Penilaian Perputaran Total Asset ... 34
Tabel 9 Daftar Skor Penilaian Rasio Modal Sendiri terhadap Total Asset... 34
Tabel 10 ROE PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk... 45
Tabel 11 ROI PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk... 45
Tabel 12 Cash Ratio PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk ... 46
Tabel 13 Current Ratio PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk... 46
Tabel 14 CP PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk... 47
Tabel 15 Perputaran Persediaan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk ... 47
Tabel 16 TATO PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk ... 48
Tabel 17 TMS Terhadap TA PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk ... 48
Tabel 18 Nilai Masing-masing Indikator PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk ... 49
Asam Tbk ... 50
Tabel 21 Penilaian Kinerja Keuangan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk ... 51
Tabel 22 ROE PT Perusahaan Gas Negara Tbk... 51
Tabel 23 ROI PT Perusahaan Gas Negara Tbk... 52
Tabel 24 Cash Ratio PT Perusahaan Gas Negara Tbk ... 52
Tabel 25 Current Ratio PT Perusahaan Gas Negara Tbk... 53
Tabel 26 CP PT Perusahaan Gas Negara Tbk... 53
Tabel 27 Perputaran Persediaan PT Perusahaan Gas Negara Tbk ... 54
Tabel 28 TATO PT Perusahaan Gas Negara Tbk ... 54
Tabel 29 TMS Terhadap TA PT Perusahaan Gas Negara Tbk ... 55
Tabel 30 Nilai Masing-masing Indikator PT Perusahaan Gas Negara Tbk ... 55
Tabel 31 Nilai dan Skor Masing-masing Indikator PT Perusahaan Gas Negara Tbk... 56
Tabel 32 Total Bobot Kinerja Keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk ... 56
Tabel 33 Penilaian Kinerja Keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk ... 58
Lampiran 2 Neraca Dan Laporan Laba Rugi PT Perusahaan Gas Negara Lampiran 3 SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002
A. Latar Belakang Masalah
Memasuki era globalisasi saat ini, persaingan di dunia usaha semakin ketat. Ketatnya persaingan ini disebabkan oleh semakin banyaknya perusahaan yang berdiri dengan usaha-usaha sejenis, baik dari perusahaan milik pemerintah, perusahaan swasta nasional, maupun swasta asing. Munculnya perusahaan-perusahaan baru membuat persaingan antar perusahaan semakin ketat. Kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan dipengaruhi oleh kondisi masing-masing perusahaan. Perusahaan yang sehat akan mampu bersaing dengan perusahaan lain, sedangkan perusahaan yang kondisinya tidak sehat akan kalah dalam persaingan. Kelangsungan hidup perusahaan ditandai dengan kemampuan manajemen dalam melihat kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta dapat memanfaatkan peluang di masa yang akan datang.
Keberhasilan perusahaan dapat dilihat dari perkembangan kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan perusahaan dapat diketahui dengan menganalisis laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Salah satu alat yang digunakan untuk melakukan analisis laporan keuangan adalah analisis rasio keuangan. Analisis rasio keuangan digunakan untuk mengevaluasi keadaan keuangan pada masa lalu, sekarang dan memproyeksikan hasilnya untuk kepentingan di masa yang akan datang berdasarkan rasio keuangannya. Hasil analisis rasio keuangan akan menjelaskan dan memberi gambaran
tentang kondisi perusahaan juga untuk mengetahui bagaimana perkembangan perusahaan jika dilihat dari perkembangan rasio keuangannya.
Dalam perubahan keempat Undang-Undang Dasar pasal 33 disebutkan bahwa perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan, kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Dalam rangka usaha untuk meningkatkan perekonomian nasional tersebut, maka diperlukan untuk meningkatkan seluruh kekuatan ekonomi nasional, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam TAP MPR No. IV/MPR/1999 ditetapkan antara lain bahwa arah kebijakan tentang BUMN adalah menata BUMN secara efisien, transparan dan profesional terutama yang usahanya berkaitan dengan kepentingan umum perlu disehatkan dan yang tidak berkaitan dengan kepentingan umum didorong untuk privatisasi melalui pasar modal. BUMN sebagai salah satu pelaku kegiatan perekonomian Indonesia disamping swasta dan koperasi harus mengembangkan sistem dan paradigma baru dalam pengelolaan BUMN. Oleh karena itu BUMN harus mengupayakan peningkatan efisiensi, efektivitas, kinerja, daya saing dan kesehatan BUMN.
perekonomian yang semakin berkembang pesat, maka penilaian tingkat kesehatan BUMN harus dilakukan dengan baik. Penilaian tingkat kesehatan BUMN dapat diukur dengan membandingkan hasil perhitungan rasio keuangan yang telah ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan RI. Keputusan tersebut sebagai kebijakan pemerintah yang dimaksudkan untuk mendorong perusahaan-perusahaan yang merupakan bagian dari BUMN supaya menjalankan operasi usahanya secara lebih efektif dan efisien.
Mengingat pentingnya mengetahui kondisi kesehatan perusahaan melalui analisis terhadap laporan keuangan, maka penulis melakukan penelitian dengan topik “Analisis Tingkat Kesehatan Keuangan Perusahaan Berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002”.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana tingkat kesehatan keuangan perusahaan selama tahun 2002-2004 berdasarkan Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002?
C. Batasan Masalah
Penulis membatasi permasalahan pada analisis laporan keuangan dengan cara membandingkan rasio keuangan perusahaan serta menilai tingkat kesehatan finansial perusahaan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 yang ditinjau dari aspek keuangannya saja.
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
1. Bagi Perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai perkembangan kinerja keuangan perusahaan dan tingkat kesehatan perusahaan sehingga berguna dalam penyusunan rencana yang lebih baik dimasa yang akan datang.
2. Bagi Pemerintah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan kinerja keuangan sehingga pemerintah dapat memperhitungkan besarnya keuntungan perusahaan dan besarnya pajak bagi BUMN.
3. Bagi Stakeholders
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi stakeholders, yaitu semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaan sehingga membantu mereka dalam pengambilan keputusan dan kebijakan dalam penanaman modal.
4. Bagi Universitas Sanata Dharma
5. Bagi Penulis
Penelitian ini merupakan sarana dalam menambah pengetahuan mengenai analisis laporan keuangan dan untuk menerapkan ilmu-ilmu yang telah diperoleh selama kuliah kedalam praktek yang sesungguhnya.
F. Sistematika Penulisan
BAB I Pendahuluan
Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II Landasan Teori
Bab ini menguraikan tentang teori-teori yang digunakan sebagai dasar dalam pengolahan data yang meliputi Laporan Keuangan, Analisis Laporan Keuangan, Analisis Rasio Keuangan dan Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara Berdasarkan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002. Teori ini akan digunakan sebagai tinjauan pustaka dalam pembahasan masalah yang akan diteliti.
BAB III Metode Penelitian
BAB IV Gambaran Umum
Bab ini berisi tentang gambaran umum perusahaan PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk. dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. yang meliputi Sejarah Singkat Perusahaan, Tujuan Perusahaan, Lokasi Perusahaan serta Komisaris, Direksi dan Karyawan.
BAB V Analisis Data dan Pembahasan
Bab ini berisi tentang analisis data dan pembahasan dengan menggunakan metode dan teknik analisis yang telah tertera dalam metodologi penelitian.
BAB VI Penutup
A. Laporan Keuangan
1. Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan (financial statements) adalah seperangkat
laporan yang merupakan hasil akhir dari proses akuntansi. Laporan
keuangan bersifat historis dan menyeluruh (Munawir, 2002: 19). Laporan
keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang menggambarkan
keadaan perusahaan. Laporan keuangan pada dasarnya merupakan hasil
akhir dari proses pencatatan, penggolongan dan peningkatan dari
peristiwa-peristiwa yang setidak-tidaknya bersifat keuangan dengan cara
yang setepat-tepatnya dan dinyatakan dalam satuan uang.
Laporan keuangan merupakan sarana pengkomunikasian informasi
keuangan utama kepada pihak-pihak di luar korporasi. Laporan ini
menampilkan sejarah perusahaan yang dikuantifikasi dalam nilai moneter.
Laporan keuangan yang sering disajikan adalah neraca, laporan laba-rugi,
laporan arus kas, dan laporan ekuitas pemilik atau pemegang saham.
Selain itu, catatan atas laporan keuangan atau pengungkapan juga
merupakan bagian integral dari setiap laporan keuangan (Kieso, 2002: 3).
Pada umumnya laporan keuangan terdiri dari neraca dan
perhitungan laba-rugi serta laporan perubahan modal. Neraca
menggambarkan jumlah aktiva, hutang dan modal dari suatu perusahaan
pada tanggal tertentu. Sedangkan perhitungan laba-rugi memperlihatkan
hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan serta biaya yang terjadi selama
periode tertentu dan laporan perubahan modal menunjukkan sumber dan
penggunaan modal perusahaan.
2. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan utama laporan keuangan adalah untuk memberikan
informasi yang relevan pada pihak-pihak di luar perusahaan (Munawir,
2002: 20). Menurut Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan
Indonesia, 2004); tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi
yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Informasi mengenai posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi
keuangan sangat diperlukan untuk dapat melakukan evaluasi atas
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas), dan
waktu serta kepastian dari hasil tersebut. Posisi keuangan perusahaan
dipengaruhi oleh sumber daya yang dikendalikan, struktur keuangan,
likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan
lingkungan (Prastowo, 2002: 5).
3. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif laporan keuangan merupakan ciri khas yang
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Karakteristik kualitatif
laporan keuangan ini meliputi (Standar Akuntansi Keuangan, 2004):
a. Dapat Dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuangan
adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahami oleh pemakai.
Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang
memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta
kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar.
b. Relevan
Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi
keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi
peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan, menegaskan, atau
mengkoreksi, hasil evaluasi mereka di masa lalu.
c. Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal jika bebas dari pengertian yang
menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya
sebagai penyajian yang tulus atau jujur dari yang seharusnya disajikan
atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan.
d. Dapat dibandingkan
Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan perusahaan
antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan posisi dan kinerja
keuangan antar perusahaan untuk mengevaluasi posisi keuangan,
kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
B. Analisis Laporan Keuangan
1. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses yang penuh
pertimbangan untuk membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil
operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan
utama untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin
mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang
(Prastowo, 2002: 52).
2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Tujuan dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengurangi
ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan murni, terkaan dan
intuisi, mengurangi dan mempersempit lingkup ketidakpastian yang tidak
bisa dielakkan pada setiap proses pengambilan keputusan. Analisis laporan
keuangan bukan berarti mengurangi kebutuhan akan penggunaan
keputusan-keputusan, melainkan hanya memberikan dasar yang layak dan
sistematis dalam menggunakan keputusan-keputusan tersebut (Prastowo,
2002: 53).
3. Arti Penting Analisis Laporan Keuangan
Laporan keuangan akan menjadi lebih bermanfaat untuk
keuangan tersebut dapat diprediksi apa yang akan terjadi di masa
mendatang. Dengan mengolah lebih lanjut laporan keuangan melalui
proses pembandingan, evaluasi dan analisis trend, akan diperoleh prediksi
tentang apa yang mungkin terjadi di masa mendatang. Hasil analisis
laporan keuangan akan mampu membantu menginterpretasikan berbagai
hubungan kunci dan kecenderungan yang dapat memberikan dasar
pertimbangan mengenai potensi keberhasilan perusahaan di masa
mendatang (Prastowo, 2002: 51).
4. Metode Analisis Laporan Keuangan
Secara umum, metode analisis laporan keuangan dapat
diklasifikasikan menjadi dua, yaitu (Prastowo, 2002: 54):
a. Metode Analisis Horizontal (dinamis)
Metode analisis horizontal adalah metode analisis yang dilakukan
dengan cara membandingkan laporan keuangan untuk beberapa tahun
(periode), sehingga dapat diketahui perkembangan dan
kecenderungannya. Metode ini disebut analisis horizontal karena
analisis ini membandingkan pos yang sama untuk periode yang
berbeda dan disebut metode analisis dinamis karena metode ini
bergerak dari tahun ke tahun (periode).
b. Metode Analisis Vertikal (statis)
Metode analisis vertikal adalah metode analisis yang dilakukan dengan
cara menganalisis laporan keuangan pada tahun (periode) tertentu,
pada laporan keuangan yang sama untuk tahun (periode) yang sama.
Oleh karena membandingkan antara pos yang satu dengan pos lainnya
pada laporan keuangan yang sama, maka disebut metode vertikal.
Metode ini disebut statis karena metode ini hanya membandingkan
pos-pos laporan keuangan pada tahun (periode) yang sama.
C. Analisis Rasio Keuangan
1. Pengertian Rasio Keuangan
Analisis rasio keuangan adalah suatu metode analisis untuk
mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam neraca atau laporan
laba-rugi secara individu ataupun kombinasi dari kedua laporan tersebut
(Munawir, 2002: 37).
Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara
suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Analisis rasio dapat
menjelaskan atau memberi gambaran kepada penganalisa tentang baik atau
buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan (Munawir, 2002:
64).
2. Macam-macam Rasio Keuangan
Pada dasarnya ada bermacam-macam rasio keuangan, karena rasio
dapat dibuat menurut kebutuhan penganalisis. Dilihat dari sumber rasio
keuangan, rasio dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu (Riyanto, 1995:
a. Rasio-rasio Neraca (Balance sheet ratios), ialah rasio-rasio yang
disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya current ratio,
acid-test ratio, current assets to total assets ratio, current liabilities to
totalassets ratio dan lain sebagainya.
b. Rasio-rasio Laporan Rugi & Laba (Income statement ratios), ialah
rasio-rasio yang disusun dari data yang berasal dari Income Statement,
misalnya gross profit margin, net operating margin, operating rasio
dan lain sebagainya.
c. Rasio-rasio antar-laporan (Inter-statement ratios), ialah rasio-rasio
yang disusun dari data yang berasal dari Neraca dan data lainnya
berasal dari Income statement, misalnya assets turnover, inventory
turnover, receivables turnover dan lain sebagainya.
D. Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara Berdasarkan
Surat Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002.
1. Pengertian BUMN
Dalam keputusan menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 yang
dimaksud dengan (pasal 1):
a. BUMN adalah Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk Perusahaan
Perseroan (PERSERO) sebagaimana dimaksud dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 12 tahun 1998 dan Perusahaan Umum (PERUM)
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun
b. Anak Perusahaan BUMN adalah perusahaan berbentuk Perseroan
Terbatas yang sekurang-kurangnya 51% sahamnya dimiliki oleh
BUMN.
2. Penggolongan BUMN
a. BUMN non jasa keuangan adalah BUMN yang bergerak di bidang
infrastruktur dan non infrastruktur.
1) BUMN INFRASTRUKTUR adalah BUMN yang kegiatannya
menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat luas,
yang bidang usahanya meliputi :
- Pembangkitan, transmisi atau pendistribusian tenaga listrik.
- Pengadaan dan atau pengoperasian sarana pendukung
pelayanan angkutan barang atau penumpang baik laut, udara
atau kereta api.
- Jalan dan jembatan tol, dermaga, pelabuhan laut atau sungai
atau danau, lapangan terbang dan bandara.
- Bendungan dan irigasi.
2) BUMN NON INFRASTRUKTUR adalah BUMN yang bidang
usahanya diluar bidang usaha sebagaimana dimaksud dalam
BUMN INFRASTRUKTUR.
b. BUMN jasa keuangan adalah BUMN yang bergerak dalam bidang
3. Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan Aspek Keuangan
Berdasarkan kriteria Surat Keputusan BUMN No.
KEP-100/MBU/2002, penilaian kinerja berpedoman pada besarnya bobot yang
diperoleh perusahaan. Untuk menentukan tingkat kesehatan tersebut
ditetapkan berdasarkan penilaian terhadap kinerja perusahaan untuk tahun
buku yang bersangkutan, yang meliputi tiga aspek penilaian yaitu aspek
keuangan, aspek operasional dan aspek administrasi, dimana total skor
secara keseluruhan dari ketiga aspek ini sama dengan 100 (TS =100).
1) SEHAT, yang terdiri dari :
AAA apabila TS > 95
AA apabila 80 < TS ≤ 95
A apabila 65 < TS ≤ 80
2) KURANG SEHAT, yang terdiri dari :
BBB apabila 50 < TS ≤ 65
BB apabila 40 < TS ≤ 50
B apabila 30 < TS ≤ 40
3) TIDAK SEHAT, yang terdiri dari :
CCC apabila 20 < TS ≤ 30
CC apabila 10 < TS ≤ 20
C apabila ≤ 10
Dalam penelitian ini yang diukur hanya aspek keuangannya saja,
maka aspek operasional dan aspek administrasi tidak dihitung dalam
KEP-100/MBU/2002 dalam penilaian aspek keuangan, indikator yang dinilai
serta bobot-bobotnya adalah sebagai berikut:
Tabel 1 Daftar Indikator dan Bobot Aspek Keuangan
Indikator Bobot
Infrastruktur Non Infrastruktur
1. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 15 20
2. Imbalan Investasi (ROI) 10 15
8. Rasio modal sendiri terhadap total Aktiva 6 10
Total Bobot 50 70
Sumber: SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002
Rumus dan arti masing-masing indikator aspek keuangan:
1. Imbalan kepada pemegang saham atau Return on Equity (ROE)
Laba Setelah Pajak
ROE = --- x 100% Modal Sendiri
Definisi:
- Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan dari modal
sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham
preferen dan saham biasa (Riyanto, 1995: 336).
- Laba Setelah Pajak adalah keuntungan bersih yang diperoleh
perusahaan yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai
dividen.
- Modal Sendiri adalah ekuitas pemilik dalam sebuah perusahaan
- Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan adalah aktiva tetap yang
digunakan untuk kegiatan operasi perusahaan.
2. Imbalan Investasi atau Return on Investment (ROI)
EBIT + Penyusutan
ROI = --- x 100%
Capital Employed
Definisi:
- Return on Investment (ROI) menunjukkan kemampuan dari modal
yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
keuntungan netto (Riyanto, 1995: 336).
- EBIT adalah laba bersih atau keuntungan yang diperoleh sebelum
dikurangi bunga dan pajak.
- Penyusutan adalah pengorbanan yang dilakukan pada waktu
sumber daya seperti peralatan dipergunakan dalam menghasilkan
pendapatan (Thacker, 1998: 132).
- Capital Employed adalah modal bersih perusahaan yang menjadi
sumber dana dari dalam yang digunakan untuk kegiatan
perusahaan.
3. Rasio kas atau Cash Ratio
Kas + Bank + Surat Berharga Jangka Pendek
Cash Ratio = --- x 100%
Definisi:
- Cash Ratio menunjukkan kemampuan untuk membayar utang yang
harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan
dan efek yang dapat segera diuangkan (Riyanto, 1995: 332).
- Kas dan Bank adalah uang atau alat pembayaran lain yang dapat
disamakan dengan uang dan dapat digunakan secara bebas oleh
perusahaan untuk membiayai operasi perusahaan. Untuk dapat
disamakan dengan uang, suatu alat pembayaran harus dapat
diterima oleh bank sebesar yang tercantum dalam alat pembayaran
tersebut. Kas pada umumnya terdiri atas uang kertas dan logam dan
saldo rekening giro dibank. Termasuk dalam pengertian kas adalah
cek, wesel pos, cek wisata dan bank draft yang diterima dari pihak
lain. (Suwardjono, 2002: 75).
Surat Berharga Jangka Pendek adalah investasi dalam asset untuk
memanfaatkan kas yang sementara menganggur dan akan dijual
kembali bila kas dibutuhkan. Surat berharga ini dapat berupa
saham dan obligasi (Suwardjono, 2002: 75).
- Current Liabilities adalah kewajiban atau utang yang akan segera
dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun atau kurang dari satu
perioda normal sejak tanggal pelaporan (tanggal neraca) dan
pelunasannya biasanya menggunakan asset lancar, misalnya kas
4. Rasio Lancar atau Current Ratio
Current Asset
Current Ratio = --- x 100%
Current Liabilities
Definisi:
- Current Ratio menunjukkan kemampuan untuk membayar utang
yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar (Riyanto, 1995:
332).
- Current Asset adalah asset yang diharapkan akan segera
terkonversi menjadi kas, terjual, atau terpakai dalam perioda
kurang dari satu perioda operasi (siklus operasi) normal perusahaan
(Suwardjono, 2002: 75).
- Current Liabilities adalah kewajiban atau utang yang akan segera
dilunasi dalam waktu kurang dari satu tahun atau kurang dari satu
perioda normal sejak tanggal pelaporan (tanggal neraca) dan
pelunasannya biasanya menggunakan asset lancar, misalnya kas
(Suwardjono, 2002: 78).
5. Collection Periods (CP)
Total Piutang usaha
CP = --- x 365 hari Total Pendapatan Usaha
Definisi:
- Collection Periods menunjukkan periode atau lamanya piutang
- Total Piutang Usaha adalah total tagihan atau klaim yang timbul
akibat penyerahan barang atau jasa kepada pihak luar sebagai
operasi utama (Suwardjono, 2002: 75).
- Total Pendapatan Usaha adalah total pendapatan yang diperoleh
perusahaan dari kegiatan utama atau yang menjadi tujuan utama
perusahaan (Suwardjono, 2002: 81).
6. Perputaran Persediaan (PP)
Total Persediaan
PP = --- x 365 hari Total Pendapatan Usaha
Definisi:
- Perputaran Persediaan menunjukkan berapa kali persediaan
perusahaan telah dijual selama periode tertentu, misalnya selama
tahun tertentu (Prastowo, 2002: 82).
- Total Persediaan adalah barang atau bahan yang sengaja diperoleh
perusahaan dan disediakan dalam rangka operasi umum
perusahaan. Pengertian persediaan dalam neraca adalah untuk
menunujukkan barang atau bahan yang masih tersisa pada tanggal
penyusunan neraca (Suwardjono, 2002: 76).
- Total Pendapatan Usaha adalah total pendapatan yang diperoleh
perusahaan dari kegiatan utama atau yang menjadi tujuan utama
7. Perputaran Total Asset atau Total Asset Turn Over (TATO)
Total Pendapatan
TATO = --- x 100%
Capital Employed
Definisi:
- Total Asset Turn Over (TATO) mengukur aktivitas aktiva dan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan melalui
penggunaan aktiva tersebut (Prastowo, 2002: 89).
- Total Pendapatan adalah total pendapatan yang diperoleh
perusahaan dari kegiatan utama dalam mencapai tujuannya
(pendapatan usaha) dan pendapatan yang berasal bukan dari
kegiatan utama perusahaan (pendapatan non usaha), contoh:
pendapatan bunga, pendapatan dividen (Suwardjono, 2002: 81).
- Capital Employed adalah modal bersih perusahaan yang menjadi
sumber dana dari dalam yang digunakan untuk kegiatan
perusahaan.
8. Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Asset (TMS terhadap TA)
Total Modal Sendiri
TMS Terhadap TA = --- x 100%
Total Asset
Definisi:
- Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Asset menunjukkan
perbandingan antara modal sendiri dengan total aktiva. Semakin
digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan (Munawir, 1983:
82).
- Total Modal Sendiri adalah seluruh ekuitas pemilik dalam sebuah
perusahaan (Thacker, 1998: 22).
- Total asset adalah total sumber daya yang diperoleh sebuah
perusahaan untuk membantunya dalam mencapai tujuannnya
(Thacker, 1998: 21).
Dalam penelitian ini, perusahaan yang akan diteliti termasuk dalam
BUMN non infrastruktur, sehingga total skor aspek keuangan yang dipakai
adalah 70% (0.7).Untuk mengetahui proporsi khusus pada aspek keuangan
saja, maka dilakukan perhitungan sebagai berikut: total skor aspek
keuangan sebesar 70% (0.7) dibagi dengan total skor (TS) dikalikan bobot
masing-masing. Dengan demikian dapat dicari proporsinya:
1) SEHAT
AAA apabila total skor keuangan (TSK) > 0.7 x 95
AA apabila 0.7 x 80 < TSK ≤ 0.7 x 95
A apabila 0.7 x 65 < TSK ≤ 0.7 x 80
2) KURANG SEHAT
BBB apabila 0.7 x 50 < TSK ≤ 0.7 x 65
BB apabila 0.7 x 40 < TSK ≤ 0.7 x 50
3) TIDAK SEHAT
CCC apabila 0.7 x 20 < TSK ≤ 0.7 x 30
CC apabila 0.7 x 10 < TSK ≤ 0.7 x 20
C apabila TSK ≤ 0.7 x 10
Hasil perhitungan dari total skor keuangan (TSK) dikalikan dengan total
skor keseluruhan (TS) menjadi:
1) SEHAT
AAA apabila TSK > 66.5
AA apabila 56 < TSK ≤ 66.5
A apabila 45.5 < TSK ≤ 56
2) KURANG SEHAT
BBB apabila 35 < TSK ≤ 45.5
BB apabila 28 < TSK ≤ 35
B apabila 21 < TSK ≤ 28
3) TIDAK SEHAT
CCC apabila 14 < TSK ≤ 21
CC apabila 7 < TSK ≤ 14
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada PT Tambang
Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk, yang telah go public di Bursa Efek Jakarta. Penelitian dilaksanakan
dengan mengamati objek penelitian sehingga kesimpulan yang diperoleh
hanya terbatas pada perusahaan yang bersangkutan.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat Penelitian
Penelitian dilakukan dengan mengambil data-data keuangan dan data
lainnya yang dibutuhkan dipojok Bursa Efek Jakarta Universitas Sanata
Dharma dan Magister Manajemen Universitas Gadjah Mada.
2. Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan selama bulan Januari - Februari tahun 2006.
C. Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah data tentang laporan keuangan PT Tambang
Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero)
Tbk yang meliputi neraca, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan
keuangan konsolidasian perusahaan selama tahun 2002-2004.
D. Data Yang Diperlukan
Data yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain:
1. Gambaran umum perusahaan yang diambil dari catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
2. Data mengenai laporan keuangan PT Tambang Batubara Bukit Asam
(Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang meliputi
laporan laba-rugi dan neraca dari tahun 2002 sampai tahun 2004.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik ini digunakan untuk
menelusuri data keuangan perusahaan. Data tersebut diteliti dengan cara
memeriksa dokumen yang ada di perusahaan.
F. Teknik Analisis Data
Untuk menjawab rumusan masalah yang telah dikemukakan pada Bab I,
berkaitan dengan tingkat kesehatan keuangan perusahaan selama tahun
2002-2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 maka
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menghitung nilai masing-masing indikator dari aspek keuangan.
a. Imbalan kepada pemegang saham atau Return on Equity (ROE)
Laba Setelah Pajak
Keterangan:
- Return on Equity (ROE) menunjukkan kemampuan dari modal
sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham
preferen dan saham biasa (Riyanto, 1995: 336).
- Laba Setelah Pajak adalah laba setelah pajak dikurangi dengan laba
hasil penjualan dari: aktiva tetap, aktiva non produktif, aktiva
lain-lain, dan saham penyertaan langsung.
- Modal Sendiri adalah seluruh komponen modal sendiri dalam
neraca perusahaan pada posisi akhir tahun buku dikurangi dengan
komponen modal sendiri yang digunakan untuk membiayai aktiva
tetap dalam pelaksanaan dan laba tahun berjalan. Dalam modal
sendiri tersebut diatas termasuk komponen kewajiban yang belum
ditetapkan statusnya.
- Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan adalah posisi pada akhir tahun
buku aktiva tetap yang sedang dalam tahap pembangunan.
b. Imbalan Investasi atau Return on Investment (ROI)
EBIT + Penyusutan
ROI = --- x 100%
Capital Employed
Keterangan:
- Return on Investment (ROI) menunjukkan kemampuan dari modal
yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan
- EBIT adalah laba sebelum bunga dan pajak dikurangi laba dari
hasil penjualan dari: aktiva tetap, aktiva non produktif, aktiva
lain-lain, dan saham penyertaan langsung.
- Penyusutan adalah depresiasi, amortisasi dan deplesi.
- Capital Employed adalah posisi pada akhir tahun buku total
dikurangi aktiva tetap dalam pelaksanaan.
c. Rasio kas atau Cash Ratio
Kas + Bank + Surat Berharga Jangka Pendek
Cash Ratio = --- x 100%
Current Liabilities
Keterangan:
- Cash Ratio menunjukkan kemampuan untuk membayar utang yang
harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan
dan efek yang dapat segera diuangkan (Riyanto, 1995: 332).
- Kas, Bank dan Surat Berharga Jangka Pendek adalah posisi
masing-masing pada akhir tahun buku.
- Current Liabilities adalah posisi total kewajiban lancar pada akhir
tahun buku.
d. Rasio Lancar atau Current Ratio
Current Asset
Current Ratio = --- x 100%
Keterangan:
- Current Ratio menunjukkan kemampuan untuk membayar utang
yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar (Riyanto, 1995:
332).
- Current Asset adalah posisi total aktiva lancar pada akhir tahun
buku.
- Current Liabilities adalah posisi total kewajiban lancar pada akhir
tahun buku.
e. Collection Periods (CP)
Total Piutang usaha
CP = --- x 365 hari Total Pendapatan Usaha
Keterangan:
- Collection Periods menunjukkan periode atau lamanya piutang
dapat dikumpulkan (Riyanto, 1995: 334).
- Total Piutang Usaha adalah posisi piutang usaha setelah dikurangi
cadangan penyisihan piutang pada akhir tahun buku.
- Total Pendapatan Usaha adalah total pendapatan usaha selama
tahun buku.
f. Perputaran Persediaan (PP)
Total Persediaan
Keterangan:
- Perputaran Persediaan menunjukkan berapa kali persediaan
perusahaan telah dijual selama periode tertentu, misalnya selama
tahun tertentu (Prastowo, 2002: 82).
- Total Persediaan adalah seluruh persediaan yang digunakan untuk
proses produksi pada akhir tahun buku yang terdiri dari persediaan
bahan baku, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang
jadi ditambah persediaan peralatan dan suku cadang.
- Total Pendapatan Usaha adalah total pendapatan usaha dalam
tahun buku yang bersangkutan.
g. Perputaran Total Asset atau Total Asset Turn Over (TATO)
Total Pendapatan
TATO = --- x 100%
Capital Employed
Keterangan:
- Total Asset Turn Over (TATO) mengukur aktivitas aktiva dan
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan penjualan melalui
penggunaan aktiva tersebut (Prastowo, 2002: 89).
- Total Pendapatan adalah total pendapatan usaha dan non usaha
tidak termasuk pendapatan hasil penjualan aktiva tetap.
- Capital Employed adalah posisi pada akhir tahun buku total aktiva
h. Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Asset (TMS terhadap TA)
Total Modal Sendiri
TMS Terhadap TA = --- x 100%
Total Asset
Keterangan:
- Rasio Total Modal Sendiri Terhadap Total Asset menunjukkan
perbandingan antara modal sendiri dengan total aktiva. Semakin
tinggi rasio ini berarti semakin kecil jumlah modal pinjaman yang
digunakan untuk membiayai aktiva perusahaan (Munawir, 1983:
82).
- Total Modal Sendiri adalah seluruh komponen modal sendiri pada
akhir tahun buku diluar dana-dana yang belum ditetapkan
statusnya.
- Total asset adalah total asset dikurangi dengan dana-dana yang
belum ditetapkan statusnya pada posisi akhir tahun buku yang
bersangkutan.
2. Menentukan skor masing-masing indikator pada aspek keuangan dari
tahun 2002-2004, yaitu dengan cara membandingkan nilai masing-masing
indikator dengan daftar skor penilaian masing-masing indikator aspek
keuangan.
Untuk mengetahui daftar skor penilaian masing-masing indikator yang
a. Daftar Skor Penilaian ROE
Tabel 2 Daftar Skor Penilaian ROE
Sumber: SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002 ROE (%) Skor Non Infrastruktur
15 < ROE 20
b. Daftar Skor Penilaian ROI
Tabel 3 Daftar Skor Penilaian ROI
ROI (%) Skor Non Infrastruktur
c. Daftar Skor Penilaian Cash Ratio
d. Daftar Skor Penilaian Current Ratio
Tabel 5 Daftar Skor Penilaian Current Ratio
Current Ratio = X (%) Skor Non Infrastruktur
125 ≤ X 5
e. Daftar Skor Penilaian Collection Periods
Tabel 6 Daftar Skor Penilaian Collection Periods
f. Daftar Skor Penilaian Perputaran Persediaan
Tabel 7 Daftar Skor Penilaian Perputaran Persediaan
PP = X (hari) Perbaikan = X (hari) Skor Non Infrastruktur
g. Daftar Skor Penilaian Perputaran Total Asset
Tabel 8 Daftar Skor Penilaian Perputaran Total Asset
TATO = X (%) Perbaikan = X (hari) Skor Non Infrastruktur Sumber: SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002
h. Daftar Skor Penilaian Rasio Modal Sendiri terhadap Total Asset
Tabel 9 Daftar Skor Penilaian Rasio Modal Sendiri terhadap Total Asset
TMS terhadap TA (%) = X Skor Non Infrastruktur
X ≤ 0 0
3. Menjumlahkan skor dari semua indikator aspek keuangan. Total skor
aspek keuangan kemudian dibandingkan dengan SK Menteri BUMN No.
KEP-100/MBU/2002.
4. Menarik kesimpulan apakah perusahaan tersebut termasuk dalam kondisi
sehat, kurang sehat atau tidak sehat berdasarkan hasil analisis kriteria
penilaian diatas.
Hasil perhitungan dari total skor keuangan (TSK) dikalikan dengan total
skor keseluruhan (TS) adalah:
a. SEHAT
AAA apabila TSK > 66.5
AA apabila 56 < TSK ≤ 66.5
A apabila 45.5 < TSK ≤ 56
b. KURANG SEHAT
BBB apabila 35 < TSK ≤ 45.5
BB apabila 28 < TSK ≤ 35
B apabila 21 < TSK ≤ 28
c. TIDAK SEHAT
CCC apabila 14 < TSK ≤ 21
CC apabila 7 < TSK ≤ 14
A. PT TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk
1. Sejarah Singkat Perusahaan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 2 Maret 1981, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 42 tahun 1980 dengan akta notaris Mohamad Ali No. 1, yang telah diubah dengan akta notaris No. 5 tanggal 6 Maret 1984 dan No. 51 tanggal 29 Mei 1985 dari notaris yang sama. Akta pendirian dan perubahan tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-7553-HT.01.04.TH.85 tanggal 28 November 1985 serta diumumkan dalam Berita Negara No. 33, Tambahan No. 550, tanggal 25 April 1986. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta notaris No. 18 tanggal 14 Oktober 2002 dari notaris Nila Noordjasmani Soeyasa Besar, S.H., notaris pengganti Imas Fatimah, S.H., sehubungan dengan, antara lain, perubahan jumlah ekuitas, penawaran umum efek dan perubahan nama Perusahaan menjadi “PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk” dan telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C-20119 HT.01.04.TH.2002 tanggal 17 Oktober 2002 dan dituangkan dalam Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No. KEP-123/M.BUMN/2002. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 56 tanggal 30
Oktober 1990, Perum Tambang Batubara, sebuah perusahaan batubara yang berlokasi di Sawahlunto, Sumatera Barat, digabung dengan Perusahaan. Pada tahun 1993, Perusahaan ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Satuan Kerja Pengusahaan Briket.
Pada tahun 1996, Perusahaan mendirikan anak perusahaan PT Batubara Bukit Kendi (“BBK”) yang berkedudukan di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, dengan kepemilikan sebesar 75%. Ruang lingkup kegiatan anak perusahaan terutama mengusahakan pertambangan batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pengangkutan dan pemasaran batubara. BBK mulai beroperasi pada tahun 1997 dan jumlah aktivanya pada tanggal 31 Desember 2004 adalah sebesar Rp 61,5 miliar.
2. Tujuan Perusahaan
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan terutama bergerak dalam bidang industri tambang batubara, yang meliputi:
a. kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas dermaga khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain.
b. Pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap baik untuk keperluan sendiri ataupun pihak lain dan memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang ada hubungannya dengan industri pertambangan batubara beserta hasil olahannya.
3. Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut:
Komisaris
Komisaris Utama: Jarman
Komisaris: Mahyudin Lubis
Supriyadi
Mirza Mochtar
Mirman
Direktur
Direktur Utama: Ismet Harmaini
Direktur: Abdul Azis Nazori Sukrisno
A.C. Purba
Mahbub Iskandar
Jumlah gaji dan tunjangan lainnya yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan sekitar Rp 3,8 miliar dan Rp 2,8 miliar masing-masing pada tahun 2004 dan 2003. pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003, Perusahaan dan Anak perusahaan mempunyai 3.703 dan 4.031 karyawan tetap.
B. PT PERUSAHAAN GAS NEGARA (PERSERO) Tbk
1. Sejarah Singkat Perusahaan
No. 19/1965, Perusahaan ditetapkan sebagai Perusahaan Negara dan dikenal sebagai Perusahaan Negara Gas (PN. Gas). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 tahun 1984, PN. Gas diubah menjadi perusahaan umum (Perum) dengan nama Perusahaan Umum Gas Negara. Setelah itu, status Perusahaan diubah dari Perum menjadi perusahaan perseroan terbatas yang dimiliki oleh Negara (Persero) dan namanya berubah menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 37 tahun 1994 dan Akta Pendirian Perusahaan No. 486 tanggal 30 Mei 1996 yang diaktakan oleh notaris Adam Kasdarmaji, S.H. Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah dengan Akta Notaris No. 5 dari Fathiah Helmi, S.H. tanggal 3 November 2003, antara lain tentang perubahan nilai nominal saham, peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan serta perubahan status Perusahaan menjadi perusahaan terbuka. Perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C-26467 HT.01.04 Th.2003 tanggal 4 November 2003, dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia dengan nomor 94 Tambahan No. 11769 tanggal 24 November 2003.
2. Tujuan Perusahaan
dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang pengembangan pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan umum serta penyediaan gas dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk melayani kebutuhan masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut, Perusahaan akan melaksanakan perencanaan, pembangunan, pengelolaan dan usaha hilir bidang gas bumi yang meliputi kegiatan pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga, perencanaan, pembangunan dan pengembangan penyaluran dan distribusi gas buatan, atau usaha lain yang menunjang usaha di atas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pada saat ini, usaha utama Perusahaan adalah distribusi dan transmisi gas bumi ke pelanggan industri, komersial dan rumah tangga.
3. Lokasi Perusahaan
1) SBU distribusi wilayah I, Jawa Bagian Barat
SBU distribusi wilayah I yang mencakup wilayah Jawa Bagian Barat sampai dengan Sumatera Selatan, memiliki tujuh distrik dan satu rayon, yaitu: distrik Jakarta, Banten, Bekasi, Karawang, Bogor, Cirebon dan Palembang serta rayon Bandung.
2) SBU distribusi wilayah II, Jawa Bagian Timur
SBU distribusi wilayah II yang mencakup wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan memiliki tiga distrik dan dua rayon, yaitu: distrik Surabaya-Gresik, Sidoarjo-Mojokerto dan Pasuruan-Probolinggo serta rayon Semarang dan makasar.
3) SBU distribusi wilayah III, Sumatera Bagian Utara
SBU distribusi wilayah III yang mencakup wilayah Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau dan Jambi memiliki dua distrik, yaitu: distrik Medan dan Batam.
4. Komisaris, Direksi dan Karyawan
Pada tanggal 31 Desember 2004, susunan dewan komisaris dan dewan direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: DR. Sumarno Surono Komisaris: Ir. Bemby Uripto
Ir. Pudja Sunasa
Komisaris Independen: DR. Ir. Nenny Miryani Saptadji
Ir. Rudy Tavinos
Dewan Direksi
Direktur Utama: Drs. W. M. P. Simandjuntak Direktur Keuangan: Drs. Djoko Pramono, MBA Direktur Pengembangan: Ir. Adil Abas Reksoatmodjo Direktur Pengusahaan: Ir. Nursubagjo Prijono, M.Sc. Direktur Umum: Drs. Sutikno, M.Si.
Pada tanggal 31 Desember 2004, susunan komite audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
Ketua: DR. Ir. Nenny Miryani Saptadji Anggota: P. Mamontang Simatupang, SE, MSM
Ir. Dumoly Freddy Pardede, MBA
Drs. Soeparwan, MM (Alm)
A. Deskripsi Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan PT
Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk. Laporan keuangan ini terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan
catatan atas laporan keuangan. Laporan yang digunakan adalah laporan
keuangan konsolidasian tahunan dan telah diaudit oleh akuntan publik untuk
tahun 2002 sampai dengan tahun 2004.
Data laporan keuangan untuk tahun 2003 pada kedua perusahaan
menggunakan data yang disajikan kembali pada tahun 2004. Hal ini
disebabkan karena Perusahaan menerapkan lebih awal Pernyataan Standar
Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 24 (Revisi 2004) tentang “Imbalan Kerja”.
Menurut pendapat auditor, penyesuaian tersebut wajar dan telah diterapkan
dengan semestinya.
B. Analisis Data
Untuk menjawab permasalahan yang telah diuraikan pada Bab I, maka
berikut ini akan dilakukan analisis data yang diperlukan dari hasil penelitian,
dimana penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesehatan masing-masing
perusahaan yang dilihat dari aspek keuangan perusahaan saja.
Hasil analisis rasio terhadap laporan keuangan PT Tambang Batubara
Bukit Asam (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk dari
tahun 2002 sampai dengan tahun 2004 adalah sebagai berikut:
1. PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
a. Menghitung nilai masing-masing indikator dari aspek keuangan.
1) Imbalan kepada pemegang saham / Return On Equity (ROE)
Laba Setelah Pajak
2002 177.955 1.356.372 13,11
2003 210.390 1.393.652 15,09
2004 419.802 1.689.263 24,85
Sumber: data sekunder yang diolah
2) Imbalan Investasi / Return On Investment (ROI)
EBIT + Penyusutan
Tahun EBIT Penyusutan Capital Employed ROI (%)
3) Rasio Kas / Cash Ratio
2002 584.753 469.183 124,63
2003 594.897 360.196 165,15
2004 993.730 433.166 229,41
Sumber: data sekunder yang diolah
4) Rasio Lancar / Current Ratio
Current Asset
Tahun Current Asset Current Liabilities Current Ratio(%)
2002 1.257.369 469.183 267,99
2003 1.295.669 360.196 359,71
2004 1.638.657 433.166 378,29
Sumber: data sekunder yang diolah
5) Collection Periods (CP)
Total Piutang usaha
Tabel 14 Collection Periods
Sumber: data sekunder yang diolah
Total Piutang Usaha * 2002 = 45.954 + 376.863
Tabel 15 Perputaran Persediaan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk (dalam jutaan rupiah)
Tahun Total Persediaan Total Pendapatan
Usaha
Perputaran Persediaan
2002 191.355 2.163.689 32,28
2003 151.708 2.285.038 24,23
2004 155.440 2.614.472 21,70
Sumber: data sekunder yang diolah
7) Perputaran Total Asset / Total Asset Turn Over (TATO)
Total Pendapatan
TATO = --- x 100%
Tabel 16 Total Asset Turn Over
Sumber: data sekunder yang diolah
Total Pendapatan * 2002 = 2.163.689 + (110.321) ** 2003 = 2.285.038 + 44.408 *** 2004 = 2.614.472 + 73.691
8) Rasio Total Modal Sendiri terhadap Total Asset (TMS terhadap
TA)
Total Modal Sendiri
TMS Terhadap TA = --- x 100%
Total Asset
Tabel 17 Total Modal Sendiri terhadap Total Asset PT Tambang Batubara Bukit asam (Persero) Tbk
(dalam jutaan rupiah)
Tahun Total Modal
Sendiri
Total Asset TMS terhadap TA (%)
2002 1.356.372 1.985.120 68,32
2003 1.393.652 2.080.608 66,98
2004 1.689.263 2.385.141 70,82
Sumber: data sekunder yang diolah
Berdasarkan perhitungan indikator diatas, maka diperoleh nilai
Tabel 18 Nilai Masing-masing Indikator
PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk.
Indikator Aspek Keuangan 2002 2003 2004
ROE 13,11% 15.09% 24,85%
ROI 13,68% 14,01% 25,39%
Rasio Kas 124,63% 165,15% 229,41%
Rasio Lancar 267,99% 359,71% 378,29%
Collection Periods 71 hari 80 hari 60 hari
Perputaran Persediaan 32 hari 24 hari 22 hari
Perputaran Total Asset 103,43% 111,95% 112,70%
Rasio Modal Sendiri thdp total aktiva 68,32% 66,98% 70,82%
Sumber: data sekunder yang diolah
b. Menentukan skor masing-masing indikator pada aspek keuangan dari
tahun 2002-2004, yaitu dengan cara membandingkan nilai
masing-masing indikator dengan daftar skor penilaian masing-masing-masing-masing
indikator aspek keuangan dan hasilnya sebagai berikut:
Tabel 19 Nilai dan Skor Masing-masing Indikator PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
Tahun 2002 2003 2004
No.
Indikator Nilai Skor Nilai Skor Nilai Skor
1 Imbalan Kepada Pemegang
Saham (ROE)
8 Rasio Total Modal Sendiri
terhdp Total asset
68,32% 8 66,98% 8 70,82% 7,5
c. Menjumlahkan skor dari semua indikator aspek keuangan. Total skor
aspek keuangan kemudian dibandingkan dengan SK Menteri BUMN
No. KEP-100/MBU/2002.
Tabel 20 Total Bobot Kinerja Keuangan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
No. Indikator 2002 2003 2004
d. Menarik kesimpulan apakah perusahaan tersebut termasuk dalam
kondisi sehat, kurang sehat atau tidak sehat berdasarkan hasil analisis
kriteria penilaian diatas.
Kriteria penilaian tingkat kesehatan BUMN menurut SK Menteri
BUMN No. KEP 100/MBU/2002 digolongkan menjadi:
a). SEHAT
AAA apabila TSK > 66.5
c). TIDAK SEHAT
CCC apabila 14 < TSK ≤ 21
CC apabila 7 < TSK ≤ 14
C apabila TSK ≤ 7
Kriteria penilaian kinerja keuangan PT. Tambang Batubara Bukit
Asam Tbk. menurut SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002
diatas dengan total bobot yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Tabel 21 Penilaian Kinerja Keuangan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk.
Tahun 2002-2004
Tahun Total Skor Keterangan Kinerja Perusahaan
2002 61,5 AA SEHAT
2003 64 AA SEHAT
2004 67 AAA SEHAT
Sumber: data sekunder yang diolah
2. PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
a. Menghitung nilai masing-masing indikator dari aspek keuangan.
1) Imbalan kepada pemegang saham / Return On Equity (ROE)
Laba Setelah Pajak
2002 1.115.714.395.119 2.248.294.861.284 49,62
2003 509.480.734.340 3.261.966.546.414 15,61
2004 474.338.160.462 3.177.610.927.878 14,92
2) Imbalan Investasi / Return On Investment (ROI)
EBIT + Penyusutan
ROI = --- x 100%
Capital Employed
Tabel 23 Return On Investment (ROI)
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (dalam rupiah)
Tahun EBIT Penyusutan Capital Employed ROI(%)
2002 1.690.328.554.394 305.774.194.102 * 5.770.088.390.099 34,59
2003 740.346.424.754 385.234.761.081 ** 9.127.017.758.403 12,33
2004 683.101.607.097 551.564.631.527 *** 11.039.702.933.604 11,18
Sumber: data sekunder yang diolah
Penyusutan * 2002 = 293.405.448.839 + 12.368.745.263
2002 915.545.008.682 * 1.200.295.604.139 76,27
2003 2.613.560.230.623 ** 883.131.770.348 295,94
2004 3.858.475.661.708 *** 1.317.612.202.071 292,84
Sumber: data sekunder yang diolah
4) Rasio Lancar / Current Ratio
Tahun Current Asset Current Liabilities Current Ratio
(%)
2002 1.807.821.050.761 1.200.295.604.139 150,61
2003 3.537.890.806.060 883.131.770.348 400,60
2004 4.804.649.199.605 1.317.612.202.071 364,64
Sumber: data sekunder yang diolah
5) Collection Periods (CP)
Total Piutang usaha
CP = --- x 365 hari Total Pendapatan Usaha
Tabel 26 Collection Periods
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
2002 389.115.477.933 3.151.811.664.964 45,06 2003 523.352.510.882 3.596.192.187.193 53,11 2004 683.834.568.752 4.457.870.136.709 55,99
Sumber: data sekunder yang diolah
6) Perputaran Persediaan (PP)
Total Persediaan
Tabel 27 Perputaran Persediaan
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (dalam rupiah)
Tahun Total Persediaan Total Pendapatan
Usaha
Perputaran Persediaan 2002 43.868.075.061 3.151.811.664.964 5,08 2003 57.800.270.935 3.596.192.187.193 5,86 2004 41.288.373.981 4.457.870.136.709 3,38
Sumber: data sekunder yang diolah
7) Perputaran Total Asset / Total Asset Turn Over (TATO)
Total Pendapatan
Tahun Total Pendapatan Capital Employed Total Asset Turn
Over (%)
2002 4.028.206.420.541 * 5.770.088.390.099 69,81
2003 3.673.895.211.244 ** 9.127.017.758.403 40,25
2004 4.772.601.397.890 *** 11.039.702.933.604 43,23
Sumber: data sekunder yang diolah
Total Pendapatan * 2002 = 3.151.811.664.964 + 876.394.755.577 ** 2003 = 3.596.192.187.193 + 77.703.024.051
*** 2004 = 4.457.870.136.709 + 314.731.261.181
8) Rasio Total Modal Sendiri terhadap Total Asset (TMS terhadap
TA)
Total Modal Sendiri
TMS Terhadap TA = --- x 100%
Tabel 29 Total Modal Sendiri terhadap Total Asset 2002 2.248.294.861.284 5.770.088.390.099 38,96 2003 3.261.966.546.414 9.127.017.758.403 35,73 2004 3.177.610.927.878 11.039.702.933.604 28,78
Sumber: data sekunder yang diolah
Berdasarkan perhitungan indikator diatas, maka diperoleh nilai
masing-masing indikator sebagai berikut:
Tabel 30 Nilai Masing-masing Indikator PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.
Indikator Aspek Keuangan 2002 2003 2004
ROE 49,62% 15,61% 14,92%
Perputaran Total Asset 69,81% 40,25% 43,23%
Rasio Modal Sendiri thdp total aktiva 38,96% 35,73% 28,78%
Sumber: data sekunder yang diolah
b. Menentukan skor masing-masing indikator pada aspek keuangan dari
tahun 2002-2004, yaitu dengan cara membandingkan nilai
masing-masing indikator dengan daftar skor penilaian masing-masing-masing-masing
Tabel 31 Nilai dan Skor Masing-masing Indikator PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
Tahun 2002 2003 2004
No.
Indikator Nilai Skor Nilai Skor Nilai Skor
1 Imbalan kepada Pemegang
Saham (ROE)
8 Rasio Total Modal Sendiri
terhdp Total asset
38,96% 10 35,73% 10 28,78% 7,25
Sumber: data sekunder yang diolah
c. Menjumlahkan skor dari semua indikator aspek keuangan. Total skor
aspek keuangan kemudian dibandingkan dengan SK Menteri BUMN
No. KEP-100/MBU/2002.
Tabel 32 Total Bobot Kinerja Keuangan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk
d. Menarik kesimpulan apakah perusahaan tersebut termasuk dalam
kondisi sehat, kurang sehat atau tidak sehat berdasarkan hasil analisis
kriteria penilaian diatas.
Kriteria penilaian tingkat kesehatan BUMN menurut SK Menteri
BUMN No. KEP 100/MBU/2002 digolongkan menjadi:
a) SEHAT
AAA apabila TSK > 66.5
AA apabila 56 < TSK ≤ 66.5
A apabila 45.5 < TSK ≤ 56
b) KURANG SEHAT
BBB apabila 35 < TSK ≤ 45.5
BB apabila 28 < TSK ≤ 35
B apabila 21 < TSK ≤ 28
c) TIDAK SEHAT
CCC apabila 14 < TSK ≤ 21
CC apabila 7 < TSK ≤ 14
C apabila TSK ≤ 7
Kriteria penilaian kinerja keuangan PT. Perusahaan Gas Negara
(Persero) Tbk. menurut SK Menteri BUMN
No.KEP-100/MBU/2002 diatas dengan total bobot yang diperoleh adalah
Tabel 33 Penilaian Kinerja Keuangan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Tahun 2002-2004
Tahun Total Skor Keterangan Kinerja Perusahaan
2002 68 AAA SEHAT
2003 65,5 AA SEHAT
2004 56,75 AA SEHAT
Sumber: data sekunder yang diolah
C. Pembahasan
Untuk mengetahui kinerja PT Tambang Batubara Bukit Asam (Persero)
Tbk. dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. yang ditunjukkan dengan
tingkat kesehatannya melalui indikator-indikator pada aspek keuangannya
dilakukan dengan langkah-langkah yang telah diuraikan pada analisis data
diatas berdasarkan SK Menteri BUMN No. KEP-100/MBU/2002.
1. PT Tambang Batubara Bukit asam (Persero) Tbk.
a. Imbalan Kepada Pemegang Saham/Return On Equity (ROE)
Berdasarkan perhitungan sebelumnya, pada tahun 2002 tingkat
ROE yang dimiliki oleh perusahaan sebesar 13,11%. Hal ini
menunjukkan bahwa kemampuan dari modal sendiri untuk
menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham adalah sebesar
13,11%, hal ini berarti bahwa setiap satu rupiah modal sendiri dapat
menghasilkan keuntungan bersih sebesar Rp 0,1311 yang tersedia