• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ni Made Maret Mamiani, I Made Sutama, Ni Made Rai Wisudariani

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ni Made Maret Mamiani, I Made Sutama, Ni Made Rai Wisudariani"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENERAPAN TEKNIK DESKRIPSI INTERPRETASI DAN EVALUASI

UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF

DESKRIPSI SISWA KELAS X AP2 SMK PARIWISATA

TRIATMA JAYA SINGARAJA

Ni Made Maret Mamiani, I Made Sutama, Ni Made Rai Wisudariani

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

e-mail:

{[email protected]

,

[email protected]

,

[email protected]

}@undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan mendeskripsikan (1) kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa dengan menerapkan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi, (2) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam menerapkan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa, dan (3) respons siswa terhadap penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Objek penelitian ini adalah kemampuan menulis paragraf deskripsi, langkah-langkah pembelajaran menulis paragraf deskripsi, serta respons siswa mengenai penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan (1) metode tes (2) metode observasi, (3) metode angket, dan (4) metode wawancara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dan deskriptif-kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja meningkat dengan perolehan skor rata-rata dari 72,64 pada siklus I menjadi 77,03 pada siklus II, (2) terdapat tiga langkah utama dalam penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi, dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi.

Kata kunci: teknik deskripsi, interpretasi, evaluasi, menulis

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) aimed at describing (1) students' skills in writing descriptive paragraph by using descriptive, interpretive and evaluative technique, (2) the appropriate learning steps by using descriptive, interpretive, and evaluative technique to improve students' skills in writing descriptive paragraph, and (3) students' responses towards the use of descriptive, interpretive, and evaluative technique in the learning of writing descriptive paragraph. The subjects of this study were the Indonesian language teacher and students of grade X AP2 at SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. The objects of the study were the skills of writing descriptive paragraph, the learning steps of writing descriptive paragraph, and students' responses towards the use of descriptive, interpretive, and evaluative technique in the lerning of writing descriptive paragraph. The data collection of this study used the methods of (1) test, (2) observation, (3) questionnaire, and (4)

(2)

2

interview. The obtained data was analyzed by using descriptive qualitative and descriptive quantitative techniques. The result of the study showed that (1) the skill of grade X AP2 students at SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja in writing descriptive paragraph improved with the obtained average scores from 72.64 in the cycle I to 77.03 in the cycle II, (2) there are there main steps in using descriptive, interpretive and evaluative technique, and (3) students gave positive responses towards the use of descriptive, interpretive and evaluative technique in the learning of writing descriptive paragraph.

Keywords: descriptive, interpretive, evaluative technique, writing

PENDAHULUAN

Menulis merupakan salah satu dari empat aspek keterampilan berbahasa. Sebagai salah satu aspek kebahasaan, kegiatan menulis tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar yang dialami oleh siswa selama menuntut ilmu. Kegiatan menulis dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berbahasa, baik dalam berkomunikasi maupun dalam menyerap informasi atau pengetahuan yang dipelajarinya.

Arini (2006:132) menyatakan bahwa menulis adalah suatu kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Dalam kaitannya sebagai alat komunikasi, bahasa tulis dapat digunakan untuk mengomunikasikan berbagai hal, baik yang dirasakan, dialami, maupun dipikirkan oleh seseorang. Segala sesuatu yang dirasakan, dialami, maupun dipikirkan dapat diterima oleh orang lain dengan menggunakan bahasa yang tepat, jelas, dan tidak menimbulkan makna ganda.

Hal tersebut dikarenakan tulisan yang dibuat oleh seseorang dapat memengaruhi beberapa peristiwa luar biasa bagi peradaban manusia. Mencermati hal tersebut, kegiatan menulis dapat memotivasi seseorang untuk berpikir secara kritis terhadap peristiwa atau kejadian yang ada. Selain itu, keterampilan menulis memungkinkan penulis mengomunikasikan ide, penghayatan, dan pengalaman kepada berbagai pihak terlepas dari ikatan waktu dan tempat (Akhadiah, dkk., 1993:103). Hal ini mengimplikasikan bahwa tulisan dapat menjadi pelopor suatu pemikiran,

ide, keyakinaan, pengalaman terhadap suatu peristiwa yang ada dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu keterampilan menulis yang penting dikuasai oleh siswa adalah keterampilan menulis paragraf deskripsi. Paragraf deskripsi merupakan sebuah bentuk tulisan yang bertalian dengan usaha para penulis untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan (Keraf, 1981:93). Tujuan menulis paragraf deskripsi adalah membuat para pembaca menyadari apa yang diserap oleh penulis melalui panca indra, merangsang perasaan pembaca mengenai apa yang digambarkannya, dan menyajikan suatu kualitas pengalaman langsung. Objek yang dideskipsikan adalah sesuatu yang bisa ditangkap dengan panca indra manusia baik itu berupa benda, tempat, suasana maupun keadaan.

Dalam menulis paragraf deskripsi, harus diperhatikan pemilihan dan penggunaan kata yang tepat sesuai dengan gambaran objek yang sebenarnya sehingga melahirkan imajinasi yang hidup dan segar tentang ciri-ciri, sifat-sifat, atau hakikat dari objek yang dideskripsikan. Hal tersebut dikarenakan deskripsi merupakan hasil dari observasi melalui panca indra yang disampaikan dengan kata-kata (Marahimin, 2001:45). Dengan kata lain, tulisan deskripsi adalah tulisan yang bersifat menyebutkan karakteristik-karakteristik suatu objek secara keseluruhan, jelas, dan sistematis (Zainurrahman, 2011:45).

Begitu pentingnya kegiatan menulis, menyebabkan keterampilan ini diajarkan di sekolah-sekolah mulai dari

(3)

3

sekolah dasar (SD) sampai dengan perguruan tinggi. Pembelajaran menulis menjadi salah satu komponen keterampilan berbahasa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Penerapan tersebut dapat dilihat dalam standar isi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Salah satu Standar Kompetensi (SK) yang tercantum pada Standar Isi tersebut adalah berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana. Sementara itu, Kompetensi Dasar (KD) yang harus dimiliki siswa sesuai dengan Standar Kompetensi tersebut adalah membuat berbagai teks tertulis dalam konteks bermasyarakat dengan memilih kata, bentuk kata, dan ungkapan yang tepat. Namun kemampuan menulis bukanlah kemampuan yang diwariskan secara turun-temurun, melainkan merupakan hasil belajar-mengajar dan ketekunan berlatih (Akhadiah, dkk,.1998:143). Kemampuan menulis tidak dapat diperoleh secara alamiah, tetapi melalui proses belajar-mengajar dan latihan intensif serta bimbingan yang sistematis agar dapat menghasilkan tulisan yang bagus dan menarik. Hal ini dikarenakan setiap orang mempunyai kemampuan menulis yang berbeda.

Fakta di SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja pada kelas X AP2 menunjukkan bahwa kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa masih rendah. Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi, yaitu siswa mengalami kesulitan dalam menggambarkan keadaan objek yang diceritakan dan juga kesulitan dalam berimajinasi agar objek yang dideskripsikan dapat menarik minat pembaca. Hal tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan topik, mengelola ide, menjabarkan isi tulisan, dan mengorganisasikan tulisan. Hasil observasi ini juga diperkuat pula oleh penuturan Made Ellinawati, S.Pd., guru bahasa Indonesia di kelas X AP2. Beliau juga membenarkan bahwa kemampuan

menulis paragraf deskripsi siswa tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata siswa kelas X AP2 dalam pembelajaran menulis masih di bawah KKM, yaitu 71,2 sedangkan KKM mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di kelas X AP2 adalah 75. Itu terbukti dari 33 orang hanya 9 orang yang memperoleh nilai 75 ke atas (nilai minimal ketuntasan). Itu artinya, hanya 27% siswa yang mendapat nilai tuntas, sisanya 73% di bawah KKM. Selain itu, teknik pembelajaran belum optimal diterapkan dalam keterampilan menulis sehingga hasil belajar siswa dalam menulis paragraf deskripsi kurang baik. Di samping itu, salah satu siswa kelas X AP2 yang bernama Gede Mutia Adi Pradita juga mengakui masih merasa kesulitan dalam menulis. Terlebih lagi ketika ditugaskan untuk menulis sebuah paragraf deskripsi. Dengan demikian, kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis khususnya menulis paragraf deskripsi perlu ditingkatkan.

Sehubungan dengan hal tersebut dapat dianalisis beberapa masalah yang melatarbelakangi masih rendahnya kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Masalah-masalah tersebut meliputi 1) siswa cenderung kurang dapat berimajinasi sehingga cepat merasa bosan; 2) sulitnya mengungkapkan ide dan gagasan karena kurangnya wawasan yang dimiliki; 3) siswa kesulitan dalam menuangkan idenya ke dalam tulisan sehingga tulisan kurang terorganisasi; 4) kurangnya pemahaman kosakata yang dimiliki oleh siswa; 5) penggunaan teknik pembelajaran yang kurang inovatif. Kesulitan-kesulitan tersebut menyebabkan mereka tidak mampu menyampaikan pikiran dan gagasan dengan baik sehingga siswa menjadi enggan untuk menulis.

Berdasarkan hasil observasi dan hasil wawancara, rendahnya kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi disinyalir disebabkan oleh pemilihan teknik pembelajaran yang kurang menarik dan kurang memotivasi semangat siswa dalam belajar. Pemilihan teknik yang tepat

(4)

4

sangat penting dalam pembelajaran. Dengan penerapan teknik pembelajaran yang tepat, siswa dapat dimotivasi, dirangsang pikiran, perasaan, dan minatnya dalam pembelajaran. Oleh sebab itu, penerapan teknik pembelajaran yang inovatif merupakan solusi yang tepat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satu teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi adalah teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE).

Teknik pembelajaran deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE) merupakan salah satu bagian dari teknik pembelajaran partisipatif. Penggunaan teknik deskripsi, interprestasi, dan evaluasi (DIE) dalam pembelajaran dimaksudkan agar siswa mampu membedakan, menjelaskan, menafsirkan, dan menilai suatu informasi, konsep, gagasan serta dapat menerapkan dalam kegiatan pembelajaran untuk membahas bahan belajar yang disajikan dalam bentuk visual seperti gambar-gambar tentang suatu peristiwa atau kegiatan (Sudjana, 2005:150).

Penerapan teknik DIE mencangkup tiga tahapan, yaitu (1) deskripsi, yaitu menggambarkan fakta yang terlihat dalam gambar; (2) interpretasi, yaitu memikirkan apa yang dilihat, dan (3) evaluasi, yaitu merasakan nilai-nilai yang terdapat dalam gambar. Nilai-nilai tersebut berupa amanat yang diperoleh dari peristiwa atau kejadian yang ada dalam gambar.

Tujuan dari penerapan teknik DIE adalah untuk membina dan meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menjelaskan, menafsirkan, dan menilai secara runtut tentang suatu kegiatan atau peristiwa yang disajikan dalam bentuk visual, memupuk dan meningkatkan kemampuan peserta didik untuk merespons suatu kegiatan atau peristiwa, dan memahami dan menghargai perbedaan latar budaya pelaku kejadian atau peristiwa dan peserta didik.

Kelebihan teknik DIE dalam kegiatan menulis adalah teknik ini dapat digunakan pada situasi pembelajaran yang singkat, dapat memahami konsep deskripsi, interpretasi, dan evaluasi terhadap suatu peristiwa dalam situasi yang berbeda,

memperkenalkan berbagai pendapat dan latar belakang budaya, dan dapat menciptakan kegiatan belajar dalam suasana gembira, kreatif, dan saling belajar.

Penelitian mengenai teknik DIE sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh beberapa peneliti. Penelitian yang berjudul

Penerapan Teknik Pembelajaran DIE (Deskripsi, Interpretasi, dan Evaluasi) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Aktivitas Siswa pada Topik Ekosistem di Kelas VII SMPN 1 Tebing Tinggi Tahun Ajaran 2011/2012 dilakukan oleh Rizky Jayati pada tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan teknik pembelajaran DIE dapat meningkatkan prestasi belajar dan aktivitas siswa pada topik pelajaran ekosistem. Penelitian Jayati memiliki perbedaan dan persamaan dengan penelitian yang peneliti lakukan. Perbedaannya adalah penelitian Jayati menggunakan objek penelitian yang berbeda, yaitu meningkatkan prestasi belajar dan aktivitas siswa pada topik pelajaran ekosistem. Persamaan dengan penelitian yang peneliti lakukan adalah menggunakan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE).

Penelitian lainnya dilakukan oleh Melvira Fardanti (2012) berjudul Pengaruh

Penggunaan Teknik DIE (Deskripsi

Interpretasi Evaluasi) Terhadap

Kemampuan Menulis Paragraf

Argumentasi pada Siswa Kelas X SMA

Dharma Patra Pangkalan Berandan.

Penelitian Melvira Fardanti juga menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentasi sebelum menggunakan Teknik DIE (Deskripsi

Interpretasi Evaluasi) dengan sesudahnya

pada siswa kelas X SMA Dharma Patra Pangkalan Berandan. Penelitian ini mempunyai kesamaan dengan penelitian yang peneliti lakukan dari segi teknik penelitian, yaitu sama-sama menggunakan teknik DIE. Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Melvira Fardanti, yaitu penelitian ini berupaya meningkatkan kemampuan menulis paragraf argumentasi sedangkan

(5)

5

penelitian ini berupaya meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi.

Penelitian mengenai menulis paragraf deskripsi sudah pernah dilakukan sebelumnya oleh beberapa peneliti. Penelitian yang berjudul Penggunaan Teknik Menulis Semiterpimpin dengan

Kartu Kata untuk Meningkatan

Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Kelas X.7 SMA Negeri 2 Singaraja

dilakukan oleh Made Weda Satwika pada tahun 2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknik menulis semiterpimpin dengan kartu kata dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa. Penelitian Satwika (2012) memiliki persamaan dengan penelitian ini dari segi objek penelitian, yaitu sama-sama mengkaji cara meningkatkan keterampilan menulis paragraf deskripsi. Perbedaannya adalah penelitian Satwika menggunakan teknik semiterpimpin dengan media kartu kata sedangkan pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE).

Penelitian selanjutnya mengenai keterampilan menulis paragraf deskripsi juga pernah dilakukan oleh Komang Hardianti pada tahun 2010 dengan judul

Pengunaan Media Gambar untuk

Meningkatkan Keterampilan Menulis

Paragraf Deskripsi Siswa Kelas X.1 SMA PGRI Seririt. Penelitian Hardianti (2010) juga menunjukkan adanya peningkatan keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Penelitian ini mempunyai kesamaan dengan penelitian yang peneliti lakukan dari segi objek penelitian, yaitu sama-sama berupaya meningkatkan keterampilan menulis paragraf deskripsi. Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian Hardianti, yaitu penelitian ini tidak menerapkan teknik pembelajaran melainkan menggunakan media pemebelajaran berupa media gambar, sedangkan penelitian ini menggunakan penerapan teknik DIE. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan yang telah dipaparkan di atas, maka penelitian ini sangat penting dilakukan.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini mengggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dengan multisiklus. Dalam penelitian ini, peneliti merancang metode penelitian yang meliputi, rancangan penelitian, subjek dan objek penelitian, prosedur penelitian, rincian prosedur penelitian, metode dan istrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data dan kriteria keberhasilan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia dan siswa kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Objek dalam penelitian ini adalah kemampuan menulis paragraf deskripsi dengan menerapkan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE) di kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja, langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan menerapkan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE), dan respons siswa terhadap penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE). Prosedur penelitian ini adalah masalah perencanaan tindakan I pelaksanaan tindakan I pengumpulan data I refleksi I perencanaan tindakan II pelaksanaan tindakan II pengumpulan data II refleksi II.

Metode dan instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes dengan menggunakan tes unjuk kerja, metode observasi dengan menggunakan pedoman observasi guru dan siswa, metode angket dengan menggunakan angket, dan metode wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.

Setelah data terkumpul, selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data. Teknik analisis data adalah langkah terpenting untuk mendapatkan jawaban dari masalah yang ingin dipecahkan. Analisis penelitian ini disajikan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dalam penelitian ini, data hasil tes menulis paragraf deskripsi dianalisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif, langkah-langkah pembelajaran yang tepat dengan menerapkan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi

(6)

6

dianalisis dengan menggunakan analisis data kualitatif, dan data mengenai respons siswa dianalisis dengan menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif.

Sesuai dengan karakteristik penelitian tindakan kelas, kriteria keberhasilan dalam penelitian ini ditunjukkan dengan adanya kriteria keberhasilan dalam menulis paragraf deskripsi dapat dikatakan berhasil apabila hasil observasi menunjukkan bahwa siswa memperhatikan penjelasan guru, melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru, dan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, hasil tes kemampuan menulis paragraf deskripsi menunjukkan bahwa 75% siswa memperoleh nilai KKM, yaitu 75 atau ≥ 75 ke atas. Selain itu, hasil respons siswa menunjukkan bahwa 75% siswa merespons positif terhadap tindakan pembelajaran. Dengan tercapainya kriteria keberhasilan yang telah di tentukan di atas, penelitian dapat dihentikan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa hasil observasi, hasil tes, hasil respons siswa, dan hasil wawancara. Berdasarkan hasil observasi awal menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam menentukan topik, mengelola ide, menjabarkan isi tulisan, dan mengorganisasi tulisan. Dari hasil wawancara diperoleh data bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah. Selain itu, penerapan teknik pembelajaran belum optimal diterapkan dalam keterampilan menulis. Keadaan itu berdampak pada rendahnya nilai menulis paragraf deskripsi siswa. Hal tersebut terlihat dari skor rata-rata kemampaun menulis siswa,yaitu 71,2. Mencermati kondisi itu, peneliti menyarankan untuk memberikan solusi dengan menerapkan teknik DIE dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi di sekolah tersebut.

Hasil obsevasi pada siklus I menunjukkan bahwa siswa masih belum memahami konsep tulisan deskripsi. Hal tersebut menyebabkan siswa kesulitan dalam mendeskripsikan objek, mengawali tulisan dalam mengembangkan kerangka tulisan menjadi paragraf deskripsi. Situasi

belajar di kelas juga belum kondusif. Hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil tes menulis siswa. Dari hasil tes menulis, diperoleh skor rata-rata kemampaun menulis paragraf deskripsi siswa pada siklus I sebesar 72,64, yang masih di bawah KKM, yaitu 75. Secara umum, hasil respons siswa terhadap tindakan pembelajaran pada siklus I berada pada frekuensi 83,2% yang memberikan respons positif.

Berdasarkan hasil refleksi pada tindakan siklus I, terdapat beberapa kekurangan. Kekurangan pada siklus I harus diperbaiki pada siklus II. Untuk itu perlu dirancang rencana tindakan siklus II Hasil observasi pada siklus II menunjukkan bahwa guru sudah memfasilitasi siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Aktivitas yang ditunjukkan oleh siswa sudah baik, salah satunya tidak bermain-main ketika guru sedang menjelaskan materi pelajaran.

Hasil tes yang diperoleh siswa pada tindakan siklus II mengalami peningkatan dibandingkan dengan tindakan pada siklus I. Pada siklus II, skor rata-rata yang diperoleh siswa dalam menulis paragraf deskripsi sebesar 77,03, yaitu sudah memenuhi KKM.

Selain itu, respons siswa yang diberikan pada tindakan siklus II sangat baik. Siswa merasa senang dengan pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Mereka menginginkan guru dapat menciptakan pembelajaran yang dapat memotivasi semangat belajar siswa. Hasil respons siswa terhadap tindakan pembelajaran pada siklus II berada pada frekuensi 90,4% yang memberikan respons sangat positif.

Hasil refleksi pada tindakan siklus II, didasarkan pada hasil observasi, hasil tes, hasil respons siswa, dan hasil wawancara dengan siswa. Pelaksanaan tindakan pada siklus II ini lebih maksimal daripada tindakan pada siklus I. Pada siklus II, guru telah melaksanakan tindakan dengan sebaik-baiknya. Hasil tes yang diperoleh siswa sudah meningkat dibandingkan dengan tindakan pada siklus I. Di samping itu, respons siswa tehadap tindakan pembelajaran sangat baik.

(7)

7

Ada tiga temuan penting dalam penelitian ini, yaitu (1) penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE) dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa, (2) langkah-langkah pembelajaran yang tepat dalam menulis paragraf deskripsi dengan menerapkan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE), dan (3) siswa memberikan respons sangat positif terhadap penerapan teknik DIE. Temuan-temuan tersebut diuraikan sebagai berikut. Temuan pertama berkaitan dengan peningkatan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa melalui penerapan teknik deskripsi, interpretasi,dan evaluasi (DIE).

Penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE) dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Yang

pertama adalah penerapan teknik

deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE) dalam proses pembelajaran. Madjid (2008:69) menyatakan bahwa teknik pembelajaran dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam mengikuti pelajaran. Penerapan teknik DIE dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi dapat menumbuhkan minat dan motivasi dalam menulis.

Penerapan teknik DIE yang disajikan dengan media gambar dapat merangsang siswa dalam belajar dan mengurangi kejenuhan siswa selama mengikuti pelajaran. Hal yang lain, siswa merasa senang dan antusias selama kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Penerapan teknik DIE juga mampu mengubah situasi pembelajaran atau kondisi kelas menjadi lebih bergairah karena adanya variasi dalam pembelajaran. DePorter (2003:8) menyatakan bahwa kondisi yang menyenangkan merupakan dasar yang baik untuk menciptakan pembelajaran yang efektif. Tanpa adanya kesenangan dalam belajar, siswa cenderung akan merasa tertekan dan hal itu berarti pembelajaran yang berkualitas akan sulit tercapai.

Suasana kelas yang kondusif dapat memacu antusias dan motivasi siswa dalam belajar. Keantusiasan

tersebut ditunjukkan dengan keberanian siswa dalam menjawab dan mengungkapkan pertanyaan kepada guru. Selain itu, siswa sangat serius serta bekerja keras dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hal lainnya juga terlihat dari sikap positif siswa yang tercermin dari perilaku positif siswa ketika mengikuti pembelajaran. Hal ini, berpengaruh positif terhadap kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa.

Pada pelaksanaan siklus I masih ada beberapa siswa yang belum memperhatikan sepenuhnya materi yang dijelaskan oleh guru. Namun, masalah tersebut dapat diatasi oleh guru pada pelaksanaan siklus II. Siswa tidak ada lagi yang mengganggu teman yang lainnya, mereka sangat memperhatikan penjelasan guru dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dengan baik. Kegiatan belajar-mengajar dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah direncanakan. Siswa tidak lagi merasa terbebani, melainkan merasa tertarik untuk belajar menulis paragraf deskripsi dengan baik.

Hal tersebut dilihat dari perolehan skor rata-rata menulis paragraf deskripsi siswa mengalami peningkatan dari skor rata-rata yang dicapai pada pratindakan adalah 71,2, setelah menerapkan teknik DIE skor rata-rata kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa meningkat sebesar 1,44 menjadi 72,64 pada siklus I dan sebesar 4,4 menjadi 77,03 pada siklus II.

Temuan ini sejalan dengan penelitian dari Jayati (2011) yang berjudul

Penerapan Teknik Pembelajaran DIE (Deskripsi, Interpretasi Dan Evaluasi) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Aktivitas Siswa pada Topik Ekosistem di Kelas VII SMPN 1 Tebing Tinggi Tahun

Ajaran 2011/2012. Penelitian ini

menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan teknik pembelajaran DIE dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada topik pelajaran ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa meningkat pada setiap siklus. Rata-rata kelas dari prestasi belajar siswa pada pretes adalah 57,3 meningkat secara bertahap menjadi 68,3

(8)

8

pada siklus 1, menjadi 75,6 pada siklus 2 dan meningkat menjadi 87,7 pada siklus 3. Prestasi belajar siswa secara klasikal juga meningkat dari 8% (2 orang yang tuntas) menjadi 40% (10 orang) pada siklus 1, 68% (17 orang) pada siklus 2 dan 88% (22 orang) pada siklus 3.

Temuan ini juga sejalan dengan penelitian dari Fardanti (2012) yang berjudul Pengaruh Penggunaan Teknik DIE (Deskripsi Interpretasi Evaluasi) Terhadap Kemampuan Menulis Paragraf Argumentasi pada Siswa Kelas X SMA Dharma Patra Pangkalan Berandan. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentasi sebelum menggunakan

teknik DIE (Deskripsi Interpretasi Evaluasi)

dengan sesudah menggunakan teknik DIE

dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi di kelas X SMA Dharma Patra Pangkalan Berandan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil pre test dan pos test siswa. Kemampuan menulis paragraf argumentasi siswa sebelum menggunakan

teknik DIE berada pada nilai rata-rata

64,55 dan kemampuan menulis paragraf argumentasi siswa setelah menggunakan

teknik DIE mengalami peningkatan

dengan nilai rata-rata 76,21. Pada penelitian Fardanti menunjukan bahwa penggunaan teknik DIE sangat berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menulis paragraf argumentasi.

Faktor kedua, pemilihan dan

penggunaan media yang tepat. Dalam penerapan teknik DIE, pemilihan dan penggunaan media sangat berpengaruh terhadap hasil yang dicapai oleh siswa. Keberadaan media dapat membantu siswa untuk menuangkan ide dan mengorganisasikan ide dengan lebih bebas dan tanpa beban sehingga menulis menjadi aktivitas yang menyenangkan. Muslich (2012:133) mengatakan bahwa media suatu alat atau sarana yang berfungsi sebagai perantara atau saluran, atau jembatan dalam kegiatan berkomunikasi antara komunikator (penyampai pesan) dan komunikan (penerima pesan) untuk menyampaikan informasi dalam situasi belajar-mengajar. Dengan demikian, kriteria pemilihan media

yang digunakan harus sesuai dengan taraf berpikir siswa. Pemilihan media yang tepat sangat membantu siswa dalam proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Media yang dipilih dan digunakan dalam penerapan teknik DIE adalah media gambar. Rohani (1997:76) mengatakan bahwa gambar dapat membantu guru dalam mencapai tujuan instruksional, karena gambar termasuk media yang mudah dan murah serta besar artinya untuk mempertinggi nilai pengajaran. Penggunaan media gambar yang berkaitan dengan aktivitas di sekolah membuat siswa merasa nyaman untuk mengikuti pelajaran menulis paragraf deskripsi. Dengan melihat gambar, siswa dapat menggunakan panca indranya untuk menarik, kesimpulan dari gambar tersebut, kemudian menguraikan dalam bentuk tulisan. Semakin banyak alat indra yang digunakan untuk mengolah dan menerima informasi yang didapatkan maka semakin besar informasi tersebut dimengerti dan dapat dipertahankan dalam ingatan siswa. Hal tersebut sangat memengaruhi aktivitas siswa dalam mengikuti pelajaran. Ini menandakan bahwa pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan media gambar dalam penerapan teknik DIE dapat merangsang minat siswa untuk belajar.

Temuan ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Hardianti pada tahun 2010 dengan judul Pengunaan

Media Gambar untuk Meningkatkan

Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Kelas X.1 SMA PGRI Seririt. Pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi dengan menggunakan media gambar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan media gambar, keterampilan siswa dalam menulis paragraf deskripsi di kelas X.1 SMA PGRI Seririt mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari skor kemampuan menulis deskripsi siswa sebelum diadakan tindakan hanya mencapai 58,91. Setelah mengadakan tindakan pada siklus I, nilai rata-rata kemampuan menulis siswa

(9)

9

mencapai 67,75 dan mengalami peningkatan sebesar 76,22 pada siklus II.

Faktor ketiga, peran guru dalam pembelajaran. Guru memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Guru merupakan seorang figur yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran. Seorang guru harus mampu menjalankan tugasnya dengan selalu memperhatikan kondisi siswa dan kemampuannya, baik yang berorientasi pada bidang tugasnya maupun yang berorientasi pada pemeliharaan hubungan dengan kelompok siswa. Peranan guru di dalam kegiatan pembelajaran adalah membimbing dan memotivasi keseluruhan kegiatan belajar siswa baik dalam membangkitkan minat dan dorongan belajar siswa, sabar memberikan pelayanan kepada siswa, mampu mendayagunakan sumber-sumber yang tersedia secara maksimal, antusias melaksanakan tugasnya, dan peka terhadap apa yang dirasakan oleh siswanya. Bimbingan yang diberikan guru dalam menulis paragraf deskripsi dapat mempermudah siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan. Kesulitan yang dialami siswa dalam pembelajaran dapat segera teratasi karena bimbingan yang diberikan oleh guru. Dalam upaya mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, guru juga harus dapat mewujudkan perilaku mengajar secara tepat agar mampu mewujudkan perilaku belajar siswa yang kreatif-kritis melalui interaksi pembelajaran dalam situasi yang kondusif. Guru juga harus memberikan penghargaan kepada siswa siswa yang berperan aktif sehingga dapat memberikan rasa kepuasan dan dapat motivasi siswa lain untuk belajar lebih baik lagi. Motivasi dan rasa puas yang dimiliki siswa akan mendorong dirinya memiliki kepekaan diri, rasa percaya diri, berani menyampaikan pendapat dan berani mengambil keputusan secara bebas.

Temuan kedua, yaitu langkah-langkah pembelajaran yang diterapkan dengan menerapkan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE) untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi

siswa kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh oleh guru dalam penerapan teknik DIE untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa, antara lain terletak pada; kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir berdasarkan rencana pelaksanaan pembelajaran. Teknik DIE diaplikasikan pada saat siswa dan guru bersama-sama mengikuti kegiatan inti pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Pada kegiatan awal, guru memberikan apersepsi, menjelaskan materi pelajaran dan teknik pembelajaran yang akan digunakan beserta aturan-aturan yang perlu diperhatikan oleh siswa. Selanjutnya, guru memberikan intruksi terhadap aktivitas inti dengan memberikan sugestif positif sehingga dapat membangkitkan semangat belajar siswa, memfasilitasi siswa berdiskusi untuk menemukan topik/gagasan terhadap objek yang diamati, memfasilitasi siswa dalam penyusunan kerangka tulisan secara individu dan mengembangkan menjadi paragraf deskripsi, memfasilitasi siswa untuk menanyakan mengenai hal-hal yang kurang jelas tentang penulisan paragraf deskripsi, memfasilitasi siswa untuk membacakan hasil paragraf deskripsi, dan menugaskan siswa untuk menyimpulkan materi pembelajaran. Guru mengadakan evaluasi dan refleksi terhadap isi, proses, dan hasil penggunaan teknik DIE.

Berdasarkan langkah-langkah pembelajaran tersebut, penerapan teknik DIE dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian dari Jayati (2011) yang berjudul

Penerapan Teknik Pembelajaran DIE (Deskripsi, Interpretasi Dan Evaluasi) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar dan Aktivitas Siswa pada Topik Ekosistem di Kelas VII SMPN 1 Tebing Tinggi Tahun

Ajaran 2011/2012. Penelitian ini

menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan teknik pembelajaran DIE dapat meningkatkan aktivitas siswa pada topik pelajaran ekosistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada siklus pertama sebesar

(10)

10

53,9% mengalami peningkatan menjadi 76,3% pada siklus kedua, dan 87,8% pada siklus 3.

Temuan selanjutnya, yaitu mengacu pada hasil respons siswa yang diperoleh dari hasil angket dan wawancara. Keberhasilan penerapan teknik DIE untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi juga terlihat dari respons siswa terhadap proses pembelajaran pada tindakan siklus I dan siklus II memberikan respons sangat positif. Pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan menerapkan teknik DIE dapat membantu kesulitan siswa dalam menulis. Untuk mengatasi kesulitan tersebut peneliti menerapkan teknik DIE dengan menggunakan media gambar. Dengan media gambar, siswa dapat menulis dengan cepat berdasarkan gambar yang dilihat. Hal ini dikarenakan media gambar dapat merangsang daya berpikir siswa. Menurut Hastuti (1996:45) menyatakan bahwa media gambar memiliki berbagai kelebihan, antara lain: (1) dapat mengongkretkan bahan,(2) mudah diperoleh, (3) relatif mudah, (4) mudah dipakai karena tidak membutuhkan peralatan, (5) dapat dipakai pada semua tingkat pengajaran dan bidang studi, dan (6) dapat menimbulkan daya tarik pada siswa.

Media gambar dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dalam menulis paragraf deskripsi. Adanya media gambar dalam penerapan teknik DIE tersebut dapat memudahkan siswa dalam menulis deskripsi. Kemudahan tersebut dapat memacu rasa senang, semangat dan motivasi siswa untuk menulis. Pembelajaran menulis paragraf deskripsi tidak lagi sebagai sebuah keterampilan yang sulit dilakukan. Hal ini terbukti dari hasil persentase respons siswa pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I, persentase respons siswa terhadap penerapan teknik DIE pada pembelajaran menulis paragraf deskripsi adalah 83,2%. Persentase respons siswa pada siklus I tergolong pada kategori positif. Pada siklus II, persentase respons siswa terhadap penerapan teknik DIE pada pembelajaran menulis paragraf deskripsi mengalami peningkatan 7,2% menjadi

90,4%. Persentase respons siswa pada siklus II tergolong pada kategori sangat positif.

Temuan ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan Hardianti pada tahun 2010 dengan judul Pengunaan

Media Gambar untuk Meningkatkan

Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi

Siswa Kelas X.1 SMA PGRI Seririt.

Penelitian Hardianti memiliki kesamaan dengan penelitian yang peneliti lakukan, yaitu respons yang diberikan oleh siswa sangat positif terhadap pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Penelitian ini menunjukkan bahwa respons siswa terhadap proses pembelajaran menulis paragraf deskripsi dengan penggunaan media gambar adalah sangat positif. Pada siklus I, hanya 1 orang siswa yang memberikan respons sangat positif, 28 orang siswa yang memberikan respons positif dan 7 orang siswa yang memberikan respons cukup positif. Pada Siklus II, ada 24 orang siswa yang memberikan respons sangat positif dan 12 orang siswa yang memberikan respons positif. Jadi, respons siswa dapat dikatakan baik karena sudah melebihi kriteria yang telah ditentukan, yaitu 75% siswa memberikan respons positif.

PENUTUP

Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, ada beberapa hal yang menjadi simpulan dalam penelitian ini. Pertama, penerapan teknik deskripsi, interpretasi, dan evaluasi (DIE) dapat meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Hal ini dapat dilihat adanya peningkatan kualitas menulis paragraf deskripsi antara refleksi awal, tindakan siklus I dan tindakan siklus II. Pada refleksi awal, hasil yang diperoleh siswa kurang memuaskan, yaitu dengan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 71,2. Setelah menerapkan teknik DIE terjadi peningkatan rata-rata sebesar 72,64 pada siklus I, yaitu naik sebanyak 1,44. Rata-rata tersebut belum memenuhi KKM, yakni 75. Peneliti kemudian melakukan tindakan siklus II. Pada siklus II, nilai yang diperoleh siswa mencapai rata-rata sebesar 77,03. Kedua,

(11)

Langkah-11

langkah pembelajaran yang tepat untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis paragraf deskripsi siswa dengan penerapan teknik DIE. Adapun langkah-langkah tersebut, yaitu (1) guru menyampaikan salam dan mengecek kehadiran siswa, (2) gurumemberikan apersepsi terkait dengan materi pelajaran yang dijelaskan; (3) guru menyampaikan tujuan pembelajaran; (4) guru menjelaskan materi pembelajaran disertai dengan contoh; (5) guru memfasilitasi siswa dengan memberikan umpan balik terkait materi yang belum mereka pahami; (6) guru memberikan panduan tata cara penulisan yang benar atau EYD; (7) guru menjelaskan sekilas mengenai tata cara penulisan yang baik dan benar; (8) guru menugaskan siswa untuk mencari pasangan atau teman sebangku; (9) guru menjelaskan kepada siswa bahwa mereka ditugaskan untuk mendeskripsikan objek yang mereka amati berdasarkan penerapan teknik DIE; (10) guru memfasilitasi kegiatan siswa menemukan ide/gagasan ke dalam kerangka tulisan berdasarkan objek yang dibagika oleh guru; (11) guru memfasilitasi siswa berdiskusi dan mengembangkan topik/gagasan yang ada pada kerangka tulisan secara individu; (12) guru memfasilitasi siswa dengan lebih menekankan pada penyusunan kerangka paragraf deskripsi; (13) selama proses pembelajaran, guru mengamati aktivitas belajar siswa; ( 14) guru memfasilitasi siswa untuk bertanya mengenai hal-hal yang kurang jelas tetang paragraf deskripsi; (15) guru memfasilitasi siswa untuk membacakan hasil paragraf deskripsi mereka di depan kelas; (16) guru menyuruh siswa untuk menyimpulkan materi pembelajaran hari itu; (17) guru mengadakan evaluasi secara proses; (18) guru mengadakan refleksi terhadap hasil pembelajaran; (19) guru mengakhiri pembelajaran. Ketiga, penerapan teknik DIE untuk meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa mendapat respons sangat positif dari siswa kelas X AP2 SMK Pariwisata Triatma Jaya Singaraja. Siswa mengatakan sangat senang terhadap penerapan teknik DIE dalam pembelajaran

menulis paragraf deskripsi. Hal tersebut dapat dilihat pada siklus I persentase respons siswa adalah 83,2% (positif) mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 7,2% menjadi 90,4 (sangat positif).

Berdasarkan temuan-temuan dalam penelitian ini, peneliti dapat menyampaikan beberapa saran sebagai berikut. (1) Bagi guru mata pelajaran bahasa Indonesia, teknik pembelajaran DIE sebagai salah satu teknik pembelajaran alternatif dalam meningkatkan hasil belajar menulis paragraf deskripsi. Teknik pembelajaran ini dapat memberikan kesempatan berdiskusi yang baik bagi siswa, merangsang siswa lebih peka terhadap objek yang ada di sekitar, memberi siswa kesenangan dalam pembelajaran, dan siswa akan lebih aktif dan memahami paragraf deskripsi yang akan dibuat. Teknik DIE dapat dijadikan teknik mengajar yang efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan; (2) Bagi peneliti lain diharapkan melakukan penelitian tindakan lanjutan dengan menerapkan teknik ini pada aspek keterampilan berbicara. Keterampilan berbicara dan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat produktif. Kedua keterampilan berbahasa ini sangat berhubungan erat dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah, Sabarti, dkk. 1993. Menulis. Jakarta:Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Akhadiah, Sabarti, dkk. 1988. Pembinaan

Kemampuan Menulis Bahasa

Indonesia. Jakarta: Erlangga. Arini, dkk. 2006. Buku Ajar Peningkatan

Keterampilan Berbahasa Indonesia Berbasis Kompetensi. Singaraja: Undiksha.

Budiastini, Luh. 2009. Penggunaan Objek Langsung dengan Kartu Kata untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Deskripsi pada Siswa Kelas X.1 Negeri 1 Banjar.

(12)

12

Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha.

DePorter, Bobbit, dkk. 2003. Quantum Teaching; Mempraktikkan

Quantum Learning

di Ruang-ruang Kelas. Kaifa: Bandung.

Fardanti, Melvira. 2012. Pengaruh

Penggunaan Teknik DIE

(Deskripsi Interpretasi

Evaluasi) Terhadap

Kemampuan Menulis Paragraf

Argumentasi pada Siswa Kelas

X SMA Dharma Patra

Pangkalan Beranda. Tersedia

pada

http://digilib.unimed.ac.id/UNIM ED-

Undergraduate-0122758b/25093

(Diakses pada tanggal 10 Januari 2014).

Hardianti, Komang. 2010. Peggunaan Media Gambar untuk Menngkatkan Ketermpilan Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Kelas X.1 SMA PGRI Seririt. Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha.

Jayati, Rizky. 2011. Penerapan Teknik Pembelajaran DIE (Deskripsi, Interpretasi, dan Evaluasi) untuk Meningkatkan Prestasi

Belajar dan Aktivitas Siswa pada Topik Ekosistem di

Kelas VII SMPN 1 Tebing

Tinggi Tahun Ajaran 2011/2012. Tersedia pada

http://digilib.unimed.ac.id/public/ UNI MED- Undergraduate-22575- 1.%20ABSTRAK%20.pdf (Diakses pada tanggal 20 Mei 2014).

Keraf, Gorys. 1981. Eksposisi dan Deskripsi. Jakarta: Nusa Indah. Majid, Abdul.2008. Perencanaan

Pembelajaran,Mengembangkan

Standar Kompetensi Guru.

Bandung: Remaja Rosdakarya. Marahimin, Ismail. 2001. Menulis Secara

Populer. Jakarta: Pustaka Jaya. Muslich, Masnur. 2012. Melaksanakan

PTK Penelitian Tindakan Kelas

Itu Mudah. Jakarta: Bumi

Aksara.

Rani, Abdul. 2006. Analisis Wacana: Sebuah Kajian Bahasa dalam

Pemakaian. Malang: Bayumedia

Publishing.

Sudjana. 2005. Metode dan Teknik

Pembelajaran Partisipatif.

Bandung: Falah Production.

Satwika, Made Weda. 2012. Penggunaan Teknik Menulis Semiterpimpin dengan Kartu Kata untuk Meningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Deskripsi Siswa Kelas X.7 SMA Negeri 2 Singaraja.

Skripsi (tidak diterbitkan). Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Undiksha.

Zainurrahman. 2011. Menulis dari Teori

hingga Praktik (Penawar

Racun Plagiarisme). Bandung: Alpabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Melihat kepada pengeluaran hasil yang semakin meningkat dan bagi memastikan projek berdaya maju serta dapat diusahakan secara berterusan, PPK menjalin usahasama dengan

yang dibedakan menjadi, pertama, menggunakan sunnah atau hadis yang isi nashnya secara langsung menafsirkan al-Qur’an, atau kedua, menggunakan sunnah atau hadis yang

Ketiadaan ketosis pada KHH walaupun disertai dengan defisiensi insulin masih menjadi misteri, hipotesis yang ada sekarang menduga hal ini disebabkan

Metode yang dipergunakan didalam proses pembelajaran ini adalah dengan menggunakan metode ceramah, latihan (drill), tanya jawab, demonstrasi, diskusi dan metode

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan frekuensi pelayaran dan volume muatan kapal tol laut untuk rute dari Surabaya ke Indonesia Timur jauh lebih kecil dibandingkan

Responden dengan pendidikan SMA sudah dianggap dapat menerima berbagai informasi pengetahuan tentang masalah ISPA pada balita, termsuk bagaimana tindakan yang harus

Mengenai dampak pada penularan, atau penularan dan kematian bersama (tahan hidup tanpa HIV) oleh masing-masing kelompok, para penulis mencatat bahwa “tidak ada dampak yang bermakna

Salon The Luvaz yang berlokasi di salah satu mall di pusat Jakarta ini didesain dengan konsep Klasik Modern, dengan menggunakan pola oral Yunani.. Interior yang cukup