BAB IV
ANALISA HASIL PENGECEKKAN PADAAKTIVASIPDP
SERTA PERBANDINGAN
4.1 Metode Perbaikan Pada Aktivasi PDP
Pada bab ini membahas tentangperbaikan yang dilakukan apabila terjadi kegagalan pada saat transaksi aktivasi PDP. Perbaikan dilakukan pada penyebab kegagalan yang sering terjadi ketika proses transaksi aktivasi PDP, dari hasil pengecekkan pada tanggal 20 Februari 2014. Proses perbaikan dilakukan pada link RNC (RJKKP3 dan RJKKP4) ke arah SGJKT1.
Adapun tujuan proses perbaikan adalah untuk meningkatkan persentase kualitas jaringan dari hasil transaksi PDP, Pada RJKKP3 dan RJKKP4 ke arah SGJKT1 di PT.Indosat Tbk, sesudah proses perbaikan.
Setelah melalui proses perbaikan dari kegagalan aktivasi PDP. Pengecekkan ulang dilakukan pada tanggal 21 Februari 2014. Proses pengecekkan ulang tersebut dilakukan di site KPPTI lt.3 pada link RJKKP3 dan RJKKP4 ke arah SGJKT1 dalam 2 sesi selama 4 jam. Sesi pertama dilakukan pada siang hari (pukul 12:00 - 15:00 wib) dan sesi kedua dilakukan pada malam hari (pukul 19:00 - 22:00 wib).Hasil dari proses pengecekkan ulang tersebut dihitung dan dibandingkan persentase kualitas jaringan dari transaksi kegagalan aktivasi PDP, antara sebelum dan sesudah proses perbaikan.
4.2 Perbaikan Hasil Pengecekkan Pada Aktivasi PDP
Perbaikan pada transaksi kegagalan aktivasi PDP dilakukan tanggal 21 Februari 2014 pada waktu pagi hari setelah proses pengecekkan berlangsung kemarin.Adapun proses perbaikan yang dilakukan pada kegagalan aktivasi PDP yang disebabkan penggunaan APN yang tidak sesuai, dapat dilakukan dengan beberapa metode sebagai berikut.
4.2.1 Sosialisasi Dengan User
Sosialisasi kepada user (pelanggan) harus diberikan sesering mungkin baik dalam bentuk panggilan, sms broadcast maupun media televisi seperti iklan. Informasi tersebut berfungsi untuk meminimalisir kegagalan transaksi aktivasi PDP yang disebabkan oleh penggunaan APN yang keliru.Untuk setting APN dilakukan sebanyak mungkin, dijelaskan dan diberikan pengarahan.
Hal tersebut dimaksudkan agar pelanggan mengetahui dan tidak terjadi kekeliruan lagi dalam penggunaan APN dan ketentuan-ketentuan lainnya.Karena pelayanan yang baik
merupakan kunci utama bagi setiap operator telekomunikasi, agar pelanggan merasa nyaman dan puas menggunakan jasa dari operator tersebut.
4.2.2 Troubleshoot Pada SGJKT1
Adapun metode kedua yang digunakan untuk perbaikan kegagalan pada transaksi aktivasi PDP troubleshoot pada SGJKT1. Berikut merupakan command yang digunakan untuk menampilkan status error pada SGJKT1 ke arah RJKKP3.
Dari gambar diatas terlihat perbaikan transaksi aktivasi kegagalan PDP dilakukan tanggal 21 Februari 2014.Perbaikan dengan metode ini dilakukan kepada user yang mengalami kegagalan aktivasi PDP dengan keterangan APN yang digunakan tidak sesuai atau tidak diketahui. Kemudian profile dari user tersebut akan di delete dengan command sebagai berikut.
Gambar 4.3Command Untuk Delete Profile UserPada SGJKT1
Setelah didelete profile, user harus melakukan locup ulang agar PDP tersebut dapat aktif dan user dapat terkoneksi ke internet. Untuk memastikan bahwa APN yang digunakan oleh user kali ini sesuai, maka kita display profile tersebut dengan menggunakan command sebagai berikut.
Gambar 4.4Command Untuk Menampilkan Profile User Kembali Setelah Di Delete Dari gambar diatas terlihat bahwa pesan PDP tersebut sudah aktif dan user sudah terkoneksi ke internet dengan APN yang digunakan blackberry.net.
4.2.3 Refresh SGSN Pada Database
Berikut merupakan capture gambar pada databaseindosat yang mengindikasikan error disisiSGSN.
Gambar 4.5Indikasi Error Pada SGSN
Dari gambar diatas terlihat kegagalan transaksi aktivasi PDP terjadi karena adanya indikasi error di SGSN. Keterangan (SGSN Unknown)mengindikasikan adanya error disisi jaringan yang seharunya berisi label nama dari SGSN tersebut, misal SGJKT1 yang dijadikan sample pada troubleshoot kali ini.Untuk melakukan troubleshoot atau refresh pada SGSN langkah awal yang harus dilakukan adalah input SGSN label pada kolom diatas yang akan direfresh, misal SGJKT1. Setelah itu klik icon tools>action dan kemudian muncul kolom perintah seperti pada gambar berikut.
Gambar 4.6 Proses Troubleshoot SGSN
Setelah itu klik send untuk memulai refresh. Apabila sudah selesai tunggu sekitar 5 menit untuk refreshdata dari usertersebut. Berikut merupakan capture gambar yang sudah direfresh dan ditandai dengan command (executed).
Berikut merupakan capture gambar pada SGJKT1 setelah direfresh.
Gambar 4.8SGSN Aktif Kembali
Dari capture gambar diatas terlihat bahwa SGSN yang semula terindikasi error, kini sudah aktif kembali dengan keterangan SGJKT1 point code 1334.Sehingga kegagalan transaksi aktivasi PDP dari sisi jaringan sudah dapat diperbaiki dan untuk APN yang digunakan oleh user yakni indosatgprs.
Berikut merupakan tampilan hasil proses pengecekan di site KPPTI lt.3 yang dilakukan pada tanggal 21 Februari 2014 pada link RJKKP3 dan RJKKP4 ke arah SGJKT1 setelah dilakukan perbaikan.
4.3.1 Transaksi Kegagalan Aktivasi PDP Pada RJKKP3 Ke Arah SGJKT1 Setelah Perbaikan
Berikut merupakan tabel hasil pengecekkan pada tanggal 21Februari 2014 yang dilakukan pada sesi pertama siang hari (pukul 12:00 - 15:00 wib) dan sesi kedua malam hari (pukul 19:00 - 22:00 wib) pada link RJKKP3 ke arah SGSN setelah dilakukan proses perbaikan.
Tabel 4.1 Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Pertama Pada RJKKP3 Setelah
Perbaikan
Dari tabel hasil pengecekkan pada tanggal 21Februari 2014 telah dilakukan trace pada link RJKKP3 ke arah SGJKT1 setelah proses perbaikan. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi penurunan pada transaksi kegagalan aktivasi PDP setelah dilakukan proses perbaikan, khususnya yang terjadi pada sesi pertama pada pukul (12:00 - 15:00).
Rata-rata transaksi kegagalan aktivasi PDP yang semula mencapai 12,55% kini menurun hingga 4,04%, dengan rata-rata transaksi yang gagal sebesar8,51% pada sesi pertama. Sedangakan untuk sesi kedua pukul (19:00 - 22:00) pada RJKKP3 terjadi penurunanyang cukup signifikan.
Rata-rata transaksi kegagalan aktivasi PDP yang semula mencapai 8,32% kini menurun hingga 4,55% dengan rata-rata transaksi yang gagal sebesar3,77%.Dari hasil pengecekkan baik pada sesi pertama maupun sesi kedua sudah mencapai standarisasi KPI yang telah ditetapkan yakni <10% dengan kualitas baik.
4.3.2 Transaksi Kegagalan Aktivasi PDP Pada RJKKP4 Ke Arah SGJKT1 Setelah Perbaikan
Berikut merupakan tabel hasil pengecekkan pada tanggal 21 Februari 2014 yang dilakukan pada sesi pertama siang hari (pukul 12:00 - 15:00 wib) dan sesi kedua malam hari (pukul 19:00 - 22:00 wib) pada link RJKKP4 ke arah SGSN setelah dilakukan proses perbaikan.
Tabel 4.3Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Pertama Pada RJKKP4 Setelah
Perbaikan
Dari tabel hasil pengecekkan pada tanggal 21 Februari 2014 telah dilakukan trace pada link RJKKP4 ke arah SGJKT1 setelah proses perbaikan. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa terjadi penurunan pada transaksi kegagalan aktivasi PDP setelah dilakukan proses perbaikan, khususnya yang terjadi pada sesi pertama pada pukul (12:00 - 15:00).
Rata-rata transaksi kegagalan aktivasi PDP yang semula mencapai 12,67% kini menurun hingga 4,45%, dengan rata-rata transaksi yang gagal sebesar8,22% pada sesi pertama.
Tabel 4.4Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Kedua Pada RJKKP4 Setelah Perbaikan
Sedangakan untuk sesi kedua pukul (19:00 - 22:00) pada RJKKP3 terjadi penurunan yang cukup signifikan. Rata-rata transaksi kegagalan aktivasi PDP yang semula mencapai 8,52% kini menurun hingga 5,32% dengan rata-rata transaksi yang gagal sebesar3,2%. Dari hasil pengecekkan pada sesi pertama dan sesi kedua sudah mencapai standarisasi KPI yang telah ditetapkan yakni <10% dengan kualitas baik.
4.3.3 Total Transaksi Rata-rata Kegagalan Aktivasi PDP Pada RJKKP3 dan RJKKP4 ke Arah SGJKT1 Setelah Perbaikan
Berikut merupakan tabel total hasil perhitungan rata-rata transaksi PDP yang gagal dan berhasil yang dilakukan tanggal 21 Februari 2014 pada RJKKP3 dan RJKKP4 ke arah SGJKT1 setelah dilakukan proses perbaikan perbaikan.
Tabel 4.5Total Perhitungan Rata-rataTransaksi Aktivasi PDP Setelah Perbaikan
Dari hasil perhitungan diatas terlihat bahwa, terjadi penurunan yang cukup signifikan pada total rata-rata aktivasi PDP yang gagal pada kedua RNC (RJKKP3 dan RJKKP4) ke arah SGJKT1. Total rata-rata transaksi kegagalan aktivasi PDP yang semula mencapai 10,05% kini menurun hingga 4,67% dengan rata-rata transaksi yang gagal sebesar 5,38%. Dari hasil pengecekkan dalam 2 sesi (sesi pertama + sesi kedua)pada kedua RNC tersebut (RJKKP3 + RJKKP4) ke arah SGJKT1, sudah mencapai standarisasi KPI yang telah ditetapkan yakni <10% dengan kualitas baik.
Kemudian untuk total rata-rata aktivasi PDP berhasil pada kedua RNC ke arah SGJKT1 ikut meningkat setelah dilakukan proses perbaikan pada tanggal 21 Februari 2014. Total rata-rata aktivasi PDP berhasil dalam 2 sesiyang semula sebesar sebesar 89,95%, kini naik hingga 4,67% dengan rata-rata transaksi yang berhasil sebesar 94,62%, sudah mencapai standarisasi KPI yang telah ditetapkan yakni >90% dengan kualitas baik.Berikut merupakan
diagram transaksi aktivasi PDP pada kedua RNC (RJKKP3 dan RJKKP4) ke arah SGJKT1, tanggal 21 Februari 2014 selama 2 sesi setelah dilakukan proses perbaikan.
Gambar 4.9 Persentase Transaksi Aktivasi PDP Setelah Perbaikan
Dari data diagram diatas terlihat bahwa, persentase transaksi kegagalan aktivasi PDP pada kedua RNC (RJKKP3 dan RJKKP4) ke arah SGJKT1 mengalami penurunan setelah dilakukan proses perbaikan pada tanggal 21 Februari 2014 selama 2 sesi. Persentase transaksi kegagalan aktivasi PDP yang semula sebesar 10,05%. mencapai 10,05% kini menurun hingga 4,67% dengan rata-rata transaksi yang gagal dibawah 5,38%. Persentase kegagalan paling besar yang semula sekitar 6% yang disebabkan oleh (Missingor Unknown APN)APN yang digunakan tidak sesuai kini menurun hingga 2% dengan rata-rata transaksi yang gagal mencapai 4%
Kemudian untuk persentase kegagalan yang cukup besar semula sekitar 3% terjadi disebabkan oleh (Network Failure) kini menurun hingga 2% dengan rata-rata transaksi yang
gagal hanya sebesar 4%.Dari hasil pengecekkan pada tanggal 21 Februari 2014 baik pada sesi pertama dan sesi kedua sudah mencapai standarisasi KPI yang telah ditetapkan yakni <10% dengan kualitas baik.
4.3.4 Grafik Perbandingan Transaksi Aktivasi PDP Pada RJKKP3 ke arah SGJKT1 Antara Sebelum dan Setelah Perbaikan
Berikut merupakan grafik transaksi aktivasi PDP pada RJKKP3 ke arah SGJKT1, tanggal 21 Februari 2014 dalam 2 sesi, antara sebelum dan setelah dilakukan proses perbaikan.
Grafik 4.10 Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Pertama Pada RJKKP3 Sebelum Perbaikan
Grafik 4.12 Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Pertama Pada RJKKP3 Setelah Perbaikan
Grafik 4.13 Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Kedua Pada RJKKP3 Setelah Perbaikan
Dari data grafik diatas terlihat bahwa, persentase transaksi kegagalan aktivasi PDP pada RJKKP3 ke arah SGJKT1 mengalami penurunan setelah dilakukan proses perbaikan pada tanggal 21 Februari 2014 selama 2 sesi, baik pada sesi pertama (pukul 12:00 - 15:00 wib), maupun sesi kedua malam hari (pukul 19:00 - 22:00 wib).
4.3.5 Grafik Perbandingan Transaksi Aktivasi PDP Pada RJKKP4 ke arah SGJKT1 Antara Sebelum dan Setelah Perbaikan
Berikut merupakan grafik transaksi aktivasi PDP pada RJKKP4 ke arah SGJKT1, tanggal 21 Februari 2014 dalam 2 sesi, antara sebelum dan setelah dilakukan proses perbaikan.
Grafik 4.14 Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Pertama Pada RJKKP4 Sebelum Perbaikan
Grafik 4.16 Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Pertama Pada RJKKP4 Setelah Perbaikan
Grafik 4.17 Kegagalan Aktivasi PDP Sesi Kedua Pada RJKKP4 Setelah Perbaikan
Dari data grafik diatas terlihat bahwa, persentase transaksi kegagalan aktivasi PDP pada RJKKP3 ke arah SGJKT1 mengalami penurunan setelah dilakukan proses perbaikan pada tanggal 21 Februari 2014 selama 2 sesi, baik pada sesi pertama (pukul 12:00 - 15:00 wib), maupun sesi kedua malam hari (pukul 19:00 - 22:00 wib).