• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PROMOSI PENJUALAN TERHADAP IMPULSE BUYING (STUDI KASUS PADA TOKO LOIS JEANS KOTA KASABLANKA PERIODE JANUARI MARET 2013)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH PROMOSI PENJUALAN TERHADAP IMPULSE BUYING (STUDI KASUS PADA TOKO LOIS JEANS KOTA KASABLANKA PERIODE JANUARI MARET 2013)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

(STUDI KASUS PADA TOKO LOIS JEANS

KOTA KASABLANKA PERIODE JANUARI –

MARET 2013)

Adhyta Wulan Gitaningmamba

Program Studi S1 Fakultas Marketing Communication, Binus University

Jl. Kebon Jeruk Raya No.27, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, 11530 (021) 53696969

[email protected]

Nama Mahasiswa : Adhyta Wulan Gitaningmamba Nama Dosen Pembimbing : Marta Sanjaya, S.IP., M.Si

ABSTRAK

TUJUAN PENELITIAN, ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan terhadap pembelian

impulsif atau impulse buying. METODE PENELITIAN, yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survei menggunakan kuesioner serta tipe riset eksplanatif yaitu menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih variabel yang akan diteliti. ANALISIS, dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda yaitu untuk mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel independen dengan dependen. HASIL YANG DICAPAI, dalam penelitian ini promosi penjualan yang terdiri dari promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap perilaku pembelian impulsif.

SIMPULAN, penelitian ini ialah adanya pengaruh promosi penjualan yang berkaitan dengan uang

berpengaruh terhadap pembelian impulsif dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang juga berpengaruh terhadap pembelian impulsif. (AWG)

Kata kunci: Promosi Penjualan, Impulse Buying, Monetary, Non-monetary

ABSTRACT

THE PURPOSE OF THE RESEARCH, is to understand the influence of sales promotion towards

impulse buying behaviour. THE METHOD OF THE RESEARCH, that used a survey method using questioner and explanative type of research that to connect or to find the cause and effect between two variable or more to be studied. ANALYSIS, in this research using the double regression test to find the connection between two independent and dependent variable or more. THE RESULTS, of this research is that sales promotion which is divided into monetary sales promotion and non-monetary sales promotion simultaneously have impacts of the impulse buying behaviour. THE CONCLUSION, of this

(2)

research is there is an impact of the monetary sales promotion towards impulse buying and there is also an impact of non-monetary sales promotion towards impulse buying. (AWG)

Keywords: Sales Promotion, Impulse Buying, Monetary, Non-monetary

PENDAHULUAN

Fenomena kehidupan konsumtif di era modern saat ini semakin menjadi gaya hidup masyarakat. Hal ini tampak dari semakin banyaknya gerai dan toko yang menyediakan persediaan barang-barang kebutuhan konsumen. Peritel menggunakan berbagai strategi pemasaran dalam rangka berkompetisi dengan peritel lainnya agar dapat meningkatkan angka penjualan. Salah satu program yang dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen adalah promosi. Tujuan dari promosi penjualan ini tentunya meningkatkan volume penjualan jangka pendek untuk perusahaan dengan menciptakan tampilan dan aktivitas yang menarik dan pada akhirnya akan menimbulkan keputusan pembelian. Pada saat konsumen melihat produk baru dan tertarik, lalu secara spontan membeli sebuah produk tanpa memperhatikan konsekuensinya, hal inilah yang dinamakan pembelian impulsif (impulse buying). Berbagai program dan kegiatan dilakukan Lois Jeans untuk memperkenalkan produk dan mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian. Salah satu program Lois Jeans adalah dengan melakukan promosi, diantaranya adalah potongan harga atau diskon, cash back, hadiah atau gift dan lucky draw. Berbagai program promosi tersebut hampir terdapat disetiap outlet Lois dan dalam periode tertentu. Salah satu outlet Lois Jeans berada di mal Kota Kasablanka. Dengan tersedianya berbagai toko sejenis, Lois Jeans pun bersaing dengan sesama kompetitor untuk menarik perhatian para pengunjung untuk masuk ke dalam toko Lois Jeans dengan promosi penjualan yang diadakan dalam periode waktu tertentu tersebut.

Perumusan Masalah

1. Apakah promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang) memiliki pengaruh terhadap impulse buying?

2. Apakah promosi penjualan (promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang) memiliki pengaruh terhadap impulse buying?

3. Apakah promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang) secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap

impulse buying?

Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang) terhadap impulse buying

2. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang) terhadap impulse buying

3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang) secara bersama-sama terhadap impulse buying

Promosi Penjualan yang Berkaitan Dengan Uang

Menurut Kwok (2005: 68-69) yang termasuk dalam promosi penjualan yang berkaitan dengan uang, adalah:

a. Pengembalian tunai atau refunds b. Potongan Harga atau Diskon c. Paket Harga (price off-deals)

Promosi Penjualan yang Tidak Berkaitan Dengan Uang

Menurut Kwok (2005: 68-69) yang termasuk dalam promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang, adalah:

a. Kontes & Undian (Contest & Sweeptakes) b. Hadiah (free gifts/premium)

(3)

Dimensi Pembentuk Impulse Buying

Rook mengklarifikasikan pembelian impulsif terjadi ketika seorang konsumen merasa keinginan yang tiba-tiba, seringkali kuat dan teguh untuk membeli sesuatu secepatnya. Proses impulsif untuk membeli tersebut adalah sesuatu yang kompleks secara hedonis dan dapat menstimuli konflik emosional. Pembelian impulsif juga cenderung muncul dengan pengacuhan terhadap konsekuensi dari tindakan tersebut.

Menurut Rook (Cahyorini dan Rusfian, 2011: 12), pembelian impulsif terdiri dari karakteristik berikut :

1. Power, compulsion, and insensity, adanya motivasi untuk mengesampingkan hal-hal

lain dan bertindak secepatnya.

2. Spontaneity, pembelian impulsif terjadi secara tak terduga dan memotivasi konsumen

untuk membeli saat itu juga, seringkali karena respon terhadap stimuli visual

point-of-sale.

3. Excitement and stimulation, keinginan membeli tiba-tiba ini sering kali diikuti oleh emosi seperti “exciting”, “thrilling”, atau “wild”.

4. Disregard for consequences, keinginan untuk membeli dapat menjadi tidak dapat

ditolak sampai konsekuensi negatif yang mungkin terjadi diabaikan.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif menurut Rachmat Krisyantono (2012: 55) adalah metode yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis. Lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil penelitian merupakan representasi dari seluruh populasi. Penelitian ini menggunakan tipe riset eksplanatif. Penelitian dengan tipe riset eksplanatif bertujuan untuk mengetahui mengapa situasi atau kondisi tertentu terjadi atau apa yang mempengaruhi terjadinya sesuatu. Periset tidak sekedar menggambarkan terjadinya fenomena tapi telah mencoba menjelaskan mengapa fenomena itu terjadi dan apa pengaruhnya. Dengan kata lain, periset ingin menjelaskan hubungan antara dua atau lebih variabel. Periset dituntut membuat hipotesis sebagai asumsi awal untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang diteliti (Rachmat Krisyantono, 2012 : 60). Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli produk Lois Jeans dalam periode Januari – Maret 2013. Dengan jumlah populasi sebesar 778 pembeli. (Sumber: Data Perusahaan (Lois-Kota Kasablanka). Penulis memilih teknik pengambilan sampling dengan menggunakan metode Purposive / Judgemental. Teknik ini menggunakan pendapat peneliti tentang siapa yang dapat memberikan informasi terbaik untuk mendapatkan objektif dari penelitian. Sampel yang diambil dalam melakukan penelitian berjumlah 89 responden. Dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga variabel, dua variabel bebas dan satu variabel terikat, yaitu promosi penjualan yang berkaitan dengan uang (monetary sales promotion) (X1) dengan dimensi yaitu diskon atau potongan harga dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang (non-monetary sales promotion) (X2) dbagi menjadi dua dimensi yaitu gift atau hadiah dan kontes atau undian. Sedangkan batasan pembahasan mengenai impulse

buying (Y) dibagi menjadi empat dimensi yaitu power, compulsion and intensity, spontaneity, excitement & compulsion, dan yang terakhir adalah disregard of consequences. Hipotesis dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut:

Hipotesis

Ho1 : Tidak terdapat pengaruh antara promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang) terhadap impulse buying pada konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka

Ha1 : Terdapat pengaruh antara promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang) terhadap impulse buying pada konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka

Ho2 : Tidak terdapat pengaruh antara promosi penjualan (promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang) terhadap impulse buying pada konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka

Ha2 : Terdapat pengaruh antara promosi penjualan (promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang) terhadap impulse buying pada konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka

(4)

Ho3 : Promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang) secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap impulse

buying pada konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka

Ha3 : Promosi penjualan (promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang) secara bersama-sama memiliki pengaruh terhadap impulse

buying pada konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka.

Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner menggunakan satuan ukuran skala likert (1-5).

Untuk mengetahui pengaruh promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan pengaruh promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang terhadap impulse buying peneliti menggunakan pre-test untuk uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas dan dilanjutkan dengan uji asumsi klasik (multikolinearitas dan heteroskedastisitas), uji regresi linear berganda, uji korelasi berganda, uji determinasi, uji t, dan uji F. Semua data hasil kuesioner dapat dikatakan valid apabila nilai r hitung > r tabel (0,361), dikatakan reliabel apabila nilai Croncbach Alpha > 0,6. Sebaran data dari ketiga variabel dikatakan berdistribusi normal apabila Sig.Kolmogorov-Smirnov < 0,05, dimana 0,05 adalah tingkat signifikansi.

HASIL DAN BAHASAN

Berdasarkan hasil kuesioner yang disebar kepada 89 responden yaitu pembeli Lois Jeans Kota Kasablanka, berdasarkan jenis kelamin, 53% responden adalah laki-laki dan 47% sisanya adalah perempuan. Bila dilihat berdasarkan usia, mayoritas adalah pelanggan yang berusia 18-23 tahun yaitu sebanyak 43%. Berdasarkan jenis pekerjaan / profesi, 43% diperoleh oleh responden dengan pekerjaan / profesi sebagai pelajar / mahasiswa. Mayoritas dari responden dengan hasil 25% berpendapatan >Rp 6.500.000,00 perbulan.

Tabel 1 Hasil Pre-Test Uji Validiitas

Sumber: Hasil Pengolahan Data, 2013

Dari hasil uji validitas setiap butir-butir pertanyaan dari ketiga variabel, didapatkan hasil dari semua butir pertanyaan dimensi dari variabel X1, X2 dan Y memiliki r hitung > r tabel ( 0,361). Maka dapat dikatakan semua butir pertanyaan adalah valid.

No Questioner Pearson

Correlation Keterangan

1 Diskon/Potongan Harga (1) 0.805 VALID 2 Diskon/Potongan Harga (2) 0.781 VALID 3 Diskon./Potongan Harga (3) 0,708 VALID

4 Hadiah/Undian (1) 0,506 VALID

5 Hadiah/Undian (2) 0,772 VALID

6 Hadiah/Undian (3) 0,655 VALID

7 Hadiah/Undian (4) 0,913 VALID

8 Hadiah/Undian (5) 0,841 VALID

9 Power, Compulsion, Intensity (1) 0,526 VALID 10 Power, Compulsion, Intensity (2) 0,563 VALID 11 Power, Compulsion, Intensity (3) 0,788 VALID

12 Spontaneity (1) 0,810 VALID

13 Spontaneity (2) 0,507 VALID

14 Excitement and Stimulation (1) 0,685 VALID 15 Excitement and Stimulation (2) 0,796 VALID 16 Excitement and Stimulation (3) 0,630 VALID 17 Disregard for Consequences (1) 0,784 VALID 18 Disregard for Consequences (2) 0,756 VALID

(5)

Uji Reliabilitas

Peneliti juga melakukan uji reliabilitas dari variabel X dan variabel Y.

Tabel 2 Hasil Pre-Test Uji Reliabilitas Variabel Promosi Penjualan yang Berkaitan Dengan Uang Reliability Statistics X1 Cronbach's Alpha N of Items .637 3

Tabel 3 Hasil Pre-Test Uji Reliabilitas Variabel Promosi Penjualan yang Tidak Berkaitan Dengan Uang Reliability Statistics X2 Cronbach's Alpha N of Items .799 5

Tabel 4 Hasil Pre-Test Uji Reliabilitas Variabel Impulse Buying

Reliability Statistics Y Cronbach's Alpha N of Items .867 10

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2013

Hasil uji reliabilitas variabel X1 yaitu diperoleh nilai Cronbach’s Alpha : 0,637 > 0,60 , maka data tersebut reliabel. Sedangkan hasil uji reliabilitas variabel X2 yaitu nilai Cronbach’s Alpha : 0,799 terletak > 0,60 , maka data tersebut reliabel. Dan hasil uji reliabilitas variabel Y yaitu nilai Cronbach’s

Alpha : 0,867 > 0,60 maka dinyatakan reliabel.

Uji Normalitas

Uji normalitas juga digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah populasi data berdistribusi normal.

Jika nilai signifikansi (Asym.Sig) > 0,05, maka data berdistribusi normal Jika nilai signifikansi (Asym.Sig) < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal

(6)

Tabel 5 Hasil Uji Normalitas

Dari hasil uji normalitas diperoleh nilai untuk X1 sebesar 0,169 > 0,05 maka data berdistribusi normal. Sedangkan nilai untuk X2 sebesar 0,647 > 0,05 maka data berdistribusi normal dan nilai untuk Y sebesar 0,609 > 0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal.

Uji Multikolinearitas

Jika VIF < 5 dan Tolerance > 0,5, maka data bebas masalah multikolinearitas Jika VIF > 5 dan Tolerance < 0,5, maka data memiliki masalah multikolinearitas Hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada Tabel berikut ini :

Tabel 6 Hasil Uji Multikolinearitas

Dari Tabel 6 dapat diketahui nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk kedua variabel, yaitu promosi penjualan yang berkaitan dengan uang (X1) dan diskon non tunai (X2) adalah 1,548, sedangkan Tolerance untuk kedua variabel adalah 0,646. Karena nilai VIF untuk kedua variabel 1,548 lebih kecil dari 5 (1,548 < 5), dan nilai Tolerance 0,646 lebih besar dari 0,5, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas pada model regresi.

Uji Heteroskedastisitas

Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. maka syarat yang harus dipenuhi dalam uji Durbin-Watson yang dipakai oleh peneliti adalah :

Jika ada pola tertentu, seperti titik yang membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka terjadi heteroskedastisitas Jika tidak ada pola yang jelas, seperti titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada

sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel berikut :

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

Promosi Penjualan yang berkaitan dengan uang

.646 1.548

Promosi Penjualan tidak berkaitan dengan uang

(7)

Gambar 1 Pola Heteroskesdastisitas

Dari hasil gambar di atas dapat dilihat tidak membentuk pola tertentu yang teratur bergelombang, melebar kemudian menyempit. Maka dinyatakan bebas dari heteroskesdastisitas.

Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linier berganda bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang terhadap impulse

buying.

Tabel 7 Hasil Analisis Regresi Linear Berganda

Y' = 0,621 + 0,593 X1 + 0,274 X2

1. Konstanta sebesar 0,621, artinya jika diperumpamakan promosi penjualan yang berkaitan dengan uang (X1) dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang (X2) nilainya adalah 0, maka impulse buying (Y) nilainya adalah 0,621

2. Koefisien regresi linear variabel promosi penjualan yang berkaitan dengan uang (X1) sebesar 0,593, artinya jika diperumpamakan variabel independen lain nilainya tetap dan promosi penjualan yang berkaitan dengan uang mengalami kenaikan 1, maka impulse buying (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,593. Koefisien bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dengan impulse buying.

3. Koefisien regresi linear variabel promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang (X2) sebesar 0,274, artinya jika diperumpamakan variabel independen lain nilainya tetap dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang mengalami kenaikan 1, maka impulse

buying (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,274. Koefisien bernilai positif artinya terjadi

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .621 .207 2.999 .004 Promosi penjualan yang berkaitan dengan uang .593 .063 .662 9.432 .000 Promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang .274 .071 .271 3.867 .000

(8)

hubungan positif antara promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang dengan impulse

buying.

Hasil Uji Kolerasi Berganda dan Uji Determinasi

Analisis korelasi ganda digunakan untuk menunjukan seberapa besar hubungan yang terjadi antara variabel independen secara serentak terhadap variabel dependen. Analisis determinasi dalam regresi linear berganda digunakan untuk menunjukkan seberapa besar persentase variasi variabel independen yang digunakan dalam model mampu menjelaskan variasi variabel dependen.

Tabel 8 Hasil Analisis Uji Korelasi Berganda dan Uji Determinasi

Angka R sebesar 0,852. Hal ini menunjukkan korelasi antara variabel promosi penjualan berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang terhadap impulse buying sebesar 0,852. Hal ini berarti terjadi hubungan yang sangat kuat antara promosi penjualan berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang terhadap impulse buying.

Angka Adjusted R2 (R Square) yaitu koefisien deteminasi sebesar 0,720 atau 72,0%. Hal ini menunjukan bahwa impulse buying (variabel dependen) dipengaruhi oleh promosi penjualan berkaitan dengan uang dan promosi penjualan tidak berkaitan dengan uang (variabel independen) sebesar 72,0%. Sedangkan sisanya sebesar 28% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

Hasil Uji t

Uji t atau uji koefisien regresi secara parsial digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Jika -T Tabel ≤ T Hitung ≤ T Tabel maka Ho diterima Jika -T Hitung < -T Tabel atau T hitung > T Tabel maka Ho ditolak

Tabel 9 Hasil Uji t

a. Promosi penjualan berkaitan dengan uang(X1) karena T Tabel < T Hitung (1,988 < 9,432) maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka X1 secara signifikan berpengaruh secara parsial terhadap Y b. Promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang(X2) karena T Tabel < T Hitung (1,988 <

3,867) maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka X2 secara signifikan berpengaruh secara parsial terhadap Y

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate 1 .852a .726 .720 .31999 Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .621 .207 2.999 .004 Promosi penjualan yang berkaitan dengan uang .593 .063 .662 9.432 .000 Promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang

(9)

Hasil Uji F

Uji F digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.

Ho1 diterima bila F hitung ≤ F tabel Ho1 ditolak bila F hitung > F tabel Tabel 10 Hasil Uji F

ANOVAb Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig. 1 Regression 23.353 2 11.677 114.039 .000a

Residual 8.806 86 .102

Total 32.159 88

a. Predictors: (Constant), Promosi penjualan yang berkaitan dengan uang, Promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang

b. Dependent Variable: Impulse Buying

F hitung > F tabel (114,038 > 3,103), maka Ho ditolak, artinya ada pengaruh secara signifikan antara Promosi penjualan berkaitan dengan uang dan promosi yang tidak berkaitan dengan uang secara bersama-sama terhadap impulse buying.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Promosi penjualan yang berkaitan dengan uang secara parsial mempengaruhi terhadap impulse

buying di mata konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa

promosi penjualan (diskon atau potongan harga) dilakukan sesering atau dilaksanakan dengan baik maka akan meningkatkan daya beli konsumen dalam hal ini adalah impulse buying. 2. Promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang secara parsial mempengaruhi terhadap

impulse buying di mata konsumen Lois Jeans – Kota Kasablanka. Dengan ini dapat dinyatakan

bahwa promosi penjualan (gift atau hadiah dan kontes dan undian) dilakukan sesering atau dilaksanakan dengan baik maka akan meningkatkan daya beli konsumen dalam hal ini adalah

impulse buying.

3. Promosi penjualan yang berkaitan dengan uang dan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap impulse buying. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa promosi penjualan dilakukan sesering atau dilaksanakan dengan baik maka akan meningkatkan daya beli konsumen dalam hal ini adalah impulse buying.

Saran

Berdasarkan dari hasil penelitian dan kesimpulan yang telah didapatkan, penulis dapat memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan perusahaan tempat penulis melakukan penelitian.

Saran Akademis

a. Dari hasil penelitian mengenai promosi penjualan khususnya yang berkaitan dengan uang dan yang tidak berkaitan dengan uang, diharapkan dapat digunakan sebagai referensi pada penelitian yang sama dimasa yang akan datang.

(10)

b. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan penulis, diharapkan dapat membantu peneliti lain sebagai bahan perbandingan untuk melakukan penelitian tentang promosi penjualan dan pengaruhnya terhadap kegiatan pembelian impulsif.

Saran Praktis

a. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh perusahaan bahwa program promosi penjualan di Lois Jeans masih kurang bervariasi, sehingga perlu bagi perusahaan untuk memvariasikan program promosi penjualan agar dapat terus meningkatkan angka penjualan dan menarik konsumen untuk impulse buying. Menyediakan gift atau hadiah yang lebih bervariasi dan menarik di mata konsumen karena berdasarkan hasil pernyataan kuesioner nomor 5, didapatkan bahwa 58% responden ragu dengan ketertarikan dari bentuk hadiah yang disediakan.

b. Lois Jeans agar memaksimalkan dan meningkatkan promosi penjualan yang sudah ada sebaik mungkin, sehingga dapat terus meningkatkan angka penjualan dan mendapat konsumen tetap yang merasa puas akan program promosi penjualan yang dijalankan perusahaan. Dengan memperpanjang waktu periode promosi penjualan yang lebih lama. Terutama untuk program promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang pada variabel bebas di dalam penelitian ini karena hasil dari uji t menyatakan promosi penjualan yang tidak berkaitan dengan uang berpengaruh lebih kecil terhadap impulse buying dibandingkan dengan promosi penjualan yang berkaitan dengan uang.

REFERENSI

Ardianto, E. d.-A. (2011). Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media. Belch, G. E., & Belch, M. A. (2004). Advertising and Promotions: An Integrated Marketing

Communication Perspective 6th Edition. New York: Mc. Graw-Hill.

Cahyorini, A., & Rusfian, E. Z. (2011). The Effect of Packaging Design on Impulse Buying. Journal of

Administrative Science & Organization, 11-21.

Christina Juwita. (2008). Pengaruh Sikap Konsumen Ritel Pada Promosi Penjualan Terhadap Perilaku

Pembelian Impulsif. Disertasi tidak diterbitkan. Depok. Program Sarjana Ilmu Administrasi

Universitas Indonesia.

Cummins, J., & Mullin, R. (2004). Sales Promotion. Jakarta: PT Ikrar Mandiri Abadi.

Dharmmesta, & Negara. (2003). Normative Moderators of Impulse Buying Behavior. International

Journal of Business, 1-14.

Fisk, P. (2007). Marketing Genius. Jakarta: PT Alex Media Komputindo.

Foedjiawati, & Samuel, H. (2007). Pengaruh Sikap Persepsi Nilai dan Peluang Keberhasilan Terhadap Niat Menyampaikan Keluhan. Jurnal Manajemen Pemasaran.

Grewal, D., & Levy, M. (2008). Marketing. New York: McGraw-Hill.

John Dilip Raj. (2011). A Study of the Antencedents and Consequences of Consumers’ Need for Affective

and Cognitive Touch in a Retail Environment. Disertasi tidak diterbitkan. Warwickshire. Doctor

of Philosophy in Marketing and Strategy University of Warwick. Kotler, P. (2003). Marketing Management. Jakarta: Erlangga.

Kotler, P. (2009). Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

(11)

Kotler, P., & Armstrong, G. (2011). Principles of Marketing 11th Edition. New Jersey: Prentice Hall. Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran Edisi 13 Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen Pemasaran Jilid 13 Edisi Kedua. Jakarta: Erlangga. Kriyantono, R. (2012). Teknis Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Pranada Media Group. Kuncoro, M. (2009). Metode Riset Untuk Bisnis dan Ekonomi. Jakarta: Erlangga.

Kwok, S., & Uncles, M. (2005). Sales Promotion Effectiveness: The Impact of Consumer Differences at an Ethnic-Group Level. Journal of Product & Brand Management, 68-69.

Maholtra, N. K. (2004). Riset Pemasaran. Jakarta: PT Indeks Kel Gramedia.

Muruganantham, G., & Bhakat, R. S. (2013). A Review of Impulse Buying Behavior. International

Journal of Marketing Studies, 149-160.

Nurmasarie, R., & Iriani, S. S. (2013). Pengaruh Promosi Penjualan dan Penjualan Perseorangan Terhadap Keputusan Belanja Tidak Terencana. Jurnal Ilmu Manajemen, 528-538.

Ping-Liang, Y. (2012). The Relationship Between Consumer Product Involvement Buying Behavior.

Journal of Behavioral and Sciences, 325.

Priyatno, D. (2012). Belajar Cepat Olah Data Statistik dengan SPSS. Yogyakarta: Penerbit Andi. Priyatno, D. (2012). Cara Kilat Belajar Analisis Data dengan SPSS 20. Yogyakarta: Penerbit Andi. Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2004). Consumer Behavior 8th Edition. New York: Prentice Hall. Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2007). Consumer Behavior 9th Edition. New York: Prentice Hall. Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (2008). Perilaku Konsumen Edisi Ketujuh. Jakarta: PT Indeks.

Schiffman, L. G., & Kanuk, L. L. (Consumer Beharvior 9th Edition). 2007. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Shoham, A., & Brencic, M. (2003). Compulsive Buying Behavior. Journal of Consumer Marketing, 127-131.

Soemanagara. (2008). Konsep Strategi dan Terapan. Bandung: Alfabeta.

Solomon, M. R. (2004). Consumer Behavior: Buying, Having. & Being 6th Edition. New Jersey: Prentice Hall.

Sunyoto, D. (2012). Dasar-Dasar Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit CAPS. Tjiptono, F. (2005). Brand Management & Strategi. Yogyakarta: Penerbit Andi. Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Tjiptono, F., Chandra, Y., & Diana, A. (2004). Marketing Scale. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Umar, H. (2008). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

RIWAYAT PENULIS

Adhyta Wulan Gitaningmamba lahir di kota Jakarta pada 19 Agustus 1991. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Binus University dalam bidang Komunikasi Pemasaran pada 2013.

Gambar

Tabel 1 Hasil Pre-Test Uji Validiitas
Tabel 4 Hasil Pre-Test Uji Reliabilitas Variabel Impulse Buying
Tabel 5 Hasil Uji Normalitas
Tabel 7  Hasil Analisis Regresi Linear Berganda
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil uji pengaruh parsial dengan uji t, diketahui seluruh variabel bebas, yakni variabel periklanan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, penjualan personal,

Berdasarkan uji F pada tabel 4.21 menunjukkan nilai sebesar 0,037, diketahui bahwa variabel bebas yang terdiri dari citra merek, iklan, promosi penjualan, penjualan

Kegiatan promosi penjualan yang memberikan harga lebih murah untuk suatu pembelian produk kedua setelah melakukan pembelian produk pertama yang dipromosikan (contoh : diskon 50%

(68,182 &gt; 2,70). Atas dasar kedua hasil ini, maka H1 diterima, yang menyatakan hedonic shopping motivation, shopping lifestyle dan promosi penjualan secara

Hasil uji t membuktikan semua variabel independen (kualitas pelayanan, promosi, hedonic shopping motives ) memiliki pengaruh positif terhadap variabel dependen yaitu impulse buying

Uji t dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh satu variabel independen (Kualitas Pelayanan, Kualitas Produk, Harga, dan Promosi) secara individual dalam

Berdasarkan uji F pada tabel 4.21 menunjukkan nilai sebesar 0,037, diketahui bahwa variabel bebas yang terdiri dari citra merek, iklan, promosi penjualan, penjualan

Promosi Penjualan Midnight Sale dan Shopping Motivation Berdasarkan hasil uji hipotesis variabel promosi penjualan midnight sale X1 pada pengunjung di Ramayana Kota Malang