PEMAHAMAN TERHADAP PROGRAM REDUCING EMISSION FROM DEFORESTATION AND FOREST DEGRADATION PLUS (REDD+) OLEH MASYARAKAT ADAT DAYAK DI DAERAH ALIRAN SUNGAI KAHAYAN, PROVINSI KALIMANTAN TENGAH - Unika Repository
Teks penuh
Dokumen terkait
Kedua, konsep denda cerai dalam masyarakat adat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah yang pada dasarnya menetapkan ketentuan dan mekanisme perceraian, dinilai penulis
EKSISTENSI HUKUM PIDANA ADAT DALAM MENANGANI DELIK ADAT PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT DAYAK PANGKODAN DI1. DESA LAPE KECAMATAN SANGGAU KAPUAS KABUPATEN SANGGAU PROVINSI
Eksistensi hak ulayat masyarakat hukum adat Dayak Ma’anyan di Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah dengan berlakunya Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 juncto PMNA/KBPN
Upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah Provinsi Riau Dalam Mempersiapkan Kelembagaan REDD yaitu Pertama, Keluarnya Peraturan Gubernur Riau Nomor 26 Tahun 2008
Indonesia memiliki paham yang sedikit berbeda terkait keamanan dan pertahanan yang berkaitan di dalamnya sehingga di dalam penelitian ini pandangan terkait environment
Hasil Penelitian menunjukkan (1) Pihak- pihak yang harus terlibat dalam kegiatan REDD adalah Kementerian Kehutanan dengan porsi tugas terbesar mulai dari persiapan, implementasi,
Menurut Kepala Adat Besar Dayak Tidung Kalimantan, di Kota Tarakan Lembaga Adat Dayak Tidung selalu dirangkul pemerintah untuk menyelesaikan berbagai sengketa horizontal, sehingga
Peruntukkan dana tersebut ditujukan untuk: 1 responsibility cost 25% meliputi operasionalisasi pelaksanaan program FCPF Kalimantan Timur dan insentif untuk pihak-pihak yang