• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. menjadi tiga jenis, yaitu exploratory study, descriptive study dan causal study.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. A. Jenis Penelitian. menjadi tiga jenis, yaitu exploratory study, descriptive study dan causal study."

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

49 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Sekaran dan Bougie (2013: 96) membedakan maksud dilakukannya penelitian menjadi tiga jenis, yaitu exploratory study, descriptive study dan causal study. Dilihat dari ketiga jenis penelitian tersebut maka penelitian ini yang dilakukan dengan maksud untuk mendeskripsikan kenyataan yang terjadi di lapangan berkaitan dengan kebermanfaatan LKPD dalam proses perencanaan pembangunan daerah adalah termasuk penelitian descriptive study.

Dilihat dari tujuan dilakukannya riset maka riset terbagi menjadi dua jenis yaitu theory-oriented research dan practice-oriented research (Dul dan Hak, 2008: 30). Theory-oriented research adalah riset yang bertujuan untuk pengembangan teori atas suatu fenomena atau kenyataan yang terjadi, sedangkan practice-oriented research adalah riset yang ditujukan untuk menggali praktek-praktek yang terjadi di lapangan dari suatu teori yang sudah ada guna memberikan tambahan pengetahuan bagi satu atau lebih praktisi tertentu

Theory-oriented research meliputi theory testing research dan theory building research sedangkan practice-oriented research terdiri dari descriptive research, hypothesis testing research, dan hypothesis building research. Dengan memperhatikan pembagian jenis penelitian tersebut, maka penelitian ini yang dilakukan dengan menggali praktek-praktek atau kenyataan-kenyataan yang ada di lapangan mengenai kebermanfaatan LKPD dalam proses perencanaan pembangunan daerah adalah termasuk practice-oriented research. Selain itu, karena maksud dilakukannya penelitian

(2)

commit to user

ini adalah untuk mendeskripsikan kebermanfaatan LKPD bagi proses perencanaan pembangunan daerah maka penelitian ini termasuk descriptive research.

B. Pengumpulan Data dan Pemilihan Sampel

Sehubungan dengan maksud dari penelitian ini untuk menggali kondisi dilapangan berkaitan dengan kebermanfaatan LKPD bagi pihak yang berwenang dan bertanggung jawab dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, maka unit of analysis atau populasi dari penelitian ini adalah para kepala Bappeda pada pemerintah daerah kabupaten/kota di Indonesia. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 54 Tahun 2010 para kepala Bappeda merupakan pihak yang berwenang dan bertanggung jawab dalam penyusunan rencana pembangunan daerah. Berdasarkan daftar pemerintahan daerah kabupaten/kota per 31 Desember 2014 diketahui bahwa pada tahun 2014 terdapat 514 pemerintah daerah kabupaten/kota di seluruh Indonesia (Daftar Kabupaten/Kota di Indonesia, 2014, http://id.wikipedia.org).

Penentuan sampel dilakukan dengan cara area sampling, yaitu pembagian populasi didasarkan pada wilayah-wilayah geografis (Sekaran dan Bougie, 2013: 250). Sampel yang dipilih pada penelitian adalah seluruh kepala Bappeda pemerintah daerah kabupaten/kota yang berada di pulau Jawa dan Madura yang jumlahnya sebanyak 119 Bappeda yang terdiri dari 85 kepala Bappeda pemerintahan daerah kabupaten dan 34 kepala Bappeda pemerintahan kota. Dipilihnya kepala Bappeda pemerintah daerah kabupaten/kota yang berada di pulau Jawa dan Madura sebagai sampel penelitian adalah karena pertimbangan agar jarak antara domisili peneliti dengan lokasi sampel yang diteliti tidak terlalu jauh. Dengan demikian komunikasi antara peneliti dengan kepala Bappeda yang dijadikan sampel menjadi lebih mudah dan tingkat respon terhadap penelitian ini menjadi lebih tinggi.

(3)

commit to user

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara survei yaitu dengan mengirimkan kuesioner kepada kepala Bappeda pemerintahan daerah kabupaten/kota yang terpilih sebagai sampel penelitian. Pengiriman kuesioner sebagian besar dilakukan melalui PT Pos Indonesia. Untuk beberapa sampel yang lokasinya dekat dengan domisili peneliti, pengiriman kuesioner dilakukan dengan diantarkan secara langsung. Daftar pertanyaan dari kuesioner penelitian ini dapat dilihat pada lampiran 1.

.

C. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Sebagaimana yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan LKPD. Definisi operasional dari kebermanfaatan suatu laporan keuangan dapat berupa tingkat terpenuhinya karakteristik kualiatif laporan keuangan sebagaimana yang dikemukakan pada paragraf 24 sampai dengan paragraf 46 KDPPLK, untuk laporan keuangan perusahaan, atau paragraf 35 sampai dengan paragraf 40 KKAP, untuk laporan keuangan pemerintah. Berdasarkan karakteristik kualitatif tersebut, maka suatu laporan keuangan dapat bermanfaat bagi para

pengguna jika laporan keuangan tersebut memenuhi karakteristik relevance, reliable,

comparable dan understandable.

Laporan keuangan dikatakan relevance apabila informasi yang termuat di dalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan cara membantu mereka dalam mengevaluasi peristiwa masa lalu atau masa kini, dan memprediksi masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masa lalu. Laporan keuangan dikatakan reliable apabila informasi yang termuat di dalamnya menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya yang seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapat diharapkan untuk disajikan, atau informasi yang disajikan dapat diuji, dan apabila pengujian dilakukan lebih dari sekali oleh pihak yang

(4)

commit to user

berbeda, hasilnya tetap menunjukkan simpulan yang tidak berbeda jauh, serta informasi yang disajikan tidak berpihak pada kebutuhan pihak tertentu. Laporan keuangan dikatakan comparable apabila informasi yang termuat dalam laporan keuangan dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya atau dengan laporan keuangan entitas pelaporan lainnya. Laporan keuangan dikatakan understandable apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan dapat dipahami oleh pengguna dan dinyatakan dalam bentuk serta istilah yang disesuaikan dengan batas pemahaman para pengguna.

Sebagaimana juga telah dijelaskan sebelumnya, kebermanfaatan suatu laporan keuangan

dapat juga dilihat dari penggunaan laporan keuangan atau informasi yang terdapat pada

suatu laporan keuangan oleh para pengguna yang dituju, baik untuk keperluan pengambilan keputusan maupun untuk keperluan pertanggunjawaban manajemen (Lee dan Fisher 2007; Jorge et al 2008; Suwardjono 2011; Nogueira et al 2013). Pada penelitian ini, definisi operasional dari kebermanfaatan laporan keuangan adalah dilihat dari penggunaan suatu laporan keuangan bagi keperluan pengambilan keputusan, yang difokuskan pada penggunaan LKPD bagi proses perencanaan pembangunan daerah.

Elemen-elemen LKPD dan informasi keuangan daerah yang dipilih untuk dijadikan objek atau variabel dalam penelitan ini adalah sebagai berikut:

1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA),

yaitu laporan yang menyajikan ikhtisar perolehan, pengalokasian dan pemakaian sumber daya keuangan, yang terdiri pendapatan-LRA, belanja, transfer, dan pembiayaan.

2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL),

yaitu laporan yang menyajikan informasi kenaikan atau penurunan Saldo Anggaran Lebih tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

(5)

commit to user 3. Neraca,

yaitu laporan yang menyajikan informasi posisi keuangan suatu entitas pelaporan yang meliputi aset, kewajiban, dan ekuitas pada suatu tanggal tertentu.

4. Laporan Operasional (LO),

yaitu laporan yang menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas serta penggunaannya dalam satu periode pelaporan yang terdiri dari pendapatan-LO, beban, transfer dan pos-pos luar biasa.

5. Laporan Arus Kas (LAK),

yaitu laporan yang menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris serta menyajikan saldo awal dan saldo akhir selama periode tertentu.

6. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE),

yaitu laporan yang menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

7. Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK),

yaitu laporan yang menyajikan penjelasan naratif atau rincian dari angka yang tertera dalam LRA, LPSAL, LO, LPE, Neraca, dan LAK, serta informasi tentang kebijakan akuntansi yang dipergunakan oleh entitas pelaporan dan informasi lain yang diharuskan dan dianjurkan untuk diungkapkan di dalam SAP serta ungkapan-ungkapan yang diperlukan untuk menghasilkan penyajian laporan keuangan secara wajar.

8. Rasio Efektifitas Penerimaan (REP),

yaitu rasio yang membandingkan antara nilai realisasi penerimaan daerah pada suatu periode dengan anggaran penerimaan.

(6)

commit to user 9. Rasio Efisiensi Belanja (REB),

yaitu rasio yang membandingkan antara nilai realisasi belanja daerah dengan anggaran belanja.

10. Rasio Kemandirian Daerah (RKD),

yaitu rasio yang membandingkan antara jumlah pendapatan asli daerah dengan penerimaan dari pemerintah pusat, seperti penerimaan dana alokasi umum atau hibah, serta penerimaan pinjaman dari pihak ketiga. Semakin besar nilai rasio ini berarti semakin tinggi kemampuan pemerintah daerah alam membiayai dirinya sendiri tanpa terlalu bergantung pada bantuan keuangan dari luar daerah.

11. Rasio Likuiditas Daerah (RLD),

yaitu rasio yang membandingkan antara jumlah aset lancar dengan hutang lancar. 12. Rasio Solvabilitas Daerah (RSD),

yaitu rasio yang membandingkan antara total aset dengan total hutang. 13. Rasio Hutang Terhadap Modal (RHTM),

yaitu rasio yang membandingkan antara total hutang dengan total ekuitas dana. Lee dan Fisher (2007) mengukur variabel-variabel penelitiannya, yang juga berupa informasi yang tersedia pada suatu laporan keuangan, dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari 5 kategori yaitu “never used” yang diberi skala 0 hingga “frequently used” yang diberi skala 4. Pengukuran dari variabel-variabel pada penelitian ini akan menggunakan 4 kategori tingkat penggunaan laporan keuangan yaitu “tidak pernah digunakan” himgga “selalu digunakan”. Skala yang digunakan dalam mengukur kategori-kategori tersebut adalah skala ordinal. Hal ini mengacu pada pendapat Sekaran dan Bougie (2013: 213) yang mengemukakan bahwa skala ordinal merupakan skala pengukuran yang tidak hanya membedakan kategori-kategori variabel tetapi juga menyatakan tingkatan (rank-orders) dari kategori-kategori tersebut.

(7)

commit to user

Skala ordinal yang digunakan dalam mengukur variabel-variabel penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1. Tingkat penggunaan dengan kategori “tidak pernah digunakan” akan diberi nilai 1, yaitu jika variabel ini sama sekali tidak dijadikan sebagai bahan analisis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

2. Tingkat penggunaan dengan kategori “jarang digunakan” akan diberi nilai 2, yaitu jika variabel ini pernah dijadikan sebagai bahan analisis tetapi lebih banyak tidak digunakan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

3. Tingkat penggunaan dengan kategori “sering digunakan” akan diberi nilai 3, yaitu jika variabel ini pernah tidak dijadikan sebagai bahan analisis tetapi lebih banyak digunakan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

4. Untuk tingkat penggunaan dengan kategori “selalu digunakan” akan diberi nilai 4, yaitu jika variabel ini tidak pernah tidak dijadikan sebagai bahan analisis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

D. Metode Analisis

Untuk mengukur apakah konsep kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini memberikan hasil yang valid dan reliable, maka terlebih dahulu akan dilakukan pengujian validitas dan reliabilitas. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner tersebut mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2012: 52). Suatu kuesioner dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2012: 47).

Uji validitas dapat dilakukan dengan melakukan analisis bivariate correlation antara masing-masing skor indikator dengan total skor konstruk (Ghozali, 2012: 54).

(8)

commit to user

Dalam penelitian ini akan menggunakan Correlation Coefficient Pearson untuk mengukur validitas data yang diperoleh. Jika korelasi antara masing-masing indikator (variabel) terhadap total skor dari keseluruhan indikator (konstruk) menunjukan hasil yang signifikan maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing indikator pertanyaan adalah valid (Ghozali, 2012: 55).

Ghozali (2012) menjelaskan bahwa pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara repeated measure dimana responden akan diberikan kuesioner yang sama pada waktu yang berbeda untuk dinilai apakah responden tersebut konsisten dengan jawaban sebelumnya. Selain itu, reliabilitas dapat juga diukur dengan cara one shot measure dimana responden hanya diberikan kuesioner sekali saja yang kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau diukur korelasi antara jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ada pada kuesioner tersebut.

Dalam penelitian ini, reliabilitas data hasil survey akan diukur dengan cara one shot measure. dimana pengujiannya menggunakan uji statistic Cronbach Alpha (

α

). Suatu variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70 (Nunnally, 1994 dalam Ghozali, 2012: 48). Setelah dilakukan uji reliabilitas dan validitas, data yang diperoleh akan dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik non parametrik.

Selain pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan tingkat penggunaan elemen LKPD dan rasio keuangan daerah, kuesioner dalam penelitian ini dilengkapi juga dengan pertanyaan mengenai kekurangan-kekurangan apa saja yang ada pada LKPD yang selama ini dirasakan dalam proses penyusunan rencana pembangunan, informasi apa saja yang sebaiknya juga diungkapkan dalam LKPD serta hal-hal lainnya yang perlu dilakukan dalam proses akuntansi pemerintah daerah agar LKPD dapat lebih bermanfaat bagi pelaksanaan tugas penyusunan rencana pembangunan daerah. Jawaban atas

(9)

commit to user

pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dikompilasi dan disajikan berdasarkan frekuensi pilihan responden. Hasil dari kompilasi tersebut kemudian akan dibahas dan diambil kesimpulan yang diharapkan dapat berguna bagi para pengguna maupun penyusun LKPD serta dapat dijadikan referensi bagi penelitian-penelitian selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Aset tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun terlebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan

Untuk pengukuran gaya kepemimpinan kepala sekolah menggunakan angket yang bersifat tertutup dengan menggunakan skala likert, yaitu responden memberikan jawaban terhadap

Analisis Tobin’s Q < 1 maka menunjukkan bahwa nilai buku asset perusahaan lebih besar dari nilai pasar perusahaan, sehingga perusahaan akan menjadi sasaran akuisisi

Setelah membuat simulasi sistem injeksi bahan bakar pada motor diesel dapat disimpulkan bahwa prinsip kerja aliaran bahan bakar pada motor diesel dimulai dari pompa

Agar dapat menyalurkan air melalui saluran tersier dalam jumlah yang cukup dan tidak terjadi kehilangan air yang besar pada saluran atau untuk mendapatkan

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis data kuantitatif berupa data harga saham dan volume perdagangan harian dari emiten yang masuk ke dalam Indeks LQ45.

Sedangkan di tahun 2016, Kabupaten Brebes berbanding terbalik dari tahun sebelumnya, Kabupaten Brebes hanya memproduksi sekitar 327 Kw saja, dan daerah yang memproduksi

Merupakan form penginputan data kriteria, yang dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan dengan metode promethe, adapun implementasi dari form input data