• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Kuliah: MODUL KULIAH - Kepariwisataan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Materi Kuliah: MODUL KULIAH - Kepariwisataan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Bagian 4

Bagian 4

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

(2)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Faktor utama yang sangat menentukan

Faktor utama yang sangat menentukan

penyelenggaraan kegiatan adalah kepastian

penyelenggaraan kegiatan adalah kepastian

hukum.

hukum.

Kepariwisataan merupakan kegiatan bisnis yang

Kepariwisataan merupakan kegiatan bisnis yang

berdimensi internasional, kepastian hukum

berdimensi internasional, kepastian hukum

menjadi suatu keharusan.

menjadi suatu keharusan.

Apabila suatu saat terjadi perselisihan (dispute)

Apabila suatu saat terjadi perselisihan (dispute)

antara pihak indonesia dengan mitranya (pihak

antara pihak indonesia dengan mitranya (pihak

asing), maka akan semakin rumit, karena terkait

asing), maka akan semakin rumit, karena terkait

dengan kepastian hukum multi nasional.

(3)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Undang-Undang tentang Pariwisata

Undang-Undang tentang Pariwisata

Undang-Undang No.09 Tahun 1990

Undang-Undang No.09 Tahun 1990

UU kepariwisataan pertama yang dimiliki oleh

UU kepariwisataan pertama yang dimiliki oleh

negara kita.

negara kita.

Diperlukan 10 tahun dalam menyusun Rancangan

Diperlukan 10 tahun dalam menyusun Rancangan

Undang-Undang (RUU).

Undang-Undang (RUU).

Tantangan Utama adalah substansi, karena

Tantangan Utama adalah substansi, karena

Indonesia belum pernah memiliki peraturan

Indonesia belum pernah memiliki peraturan

dibidang pariwisata, baik peninggalan kolonial

dibidang pariwisata, baik peninggalan kolonial

Belanda maupun buatan sendiri.

(4)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Dalam UU No.09 Tahun 1990, ada tiga hal pokok yang diatur, antara lain:

Dalam UU No.09 Tahun 1990, ada tiga hal pokok yang diatur, antara lain:  Obyek WisataObyek Wisata

Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam Obyek dan Daya Tarik Budaya Obyek dan Daya Tarik Budaya

Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus Obyek dan Daya Tarik Wisata Minat Khusus  Sarana PariwisataSarana Pariwisata

Sarana Akomodasi Sarana Akomodasi

Sarana makan dan minum Sarana makan dan minum Sarana angkutan wisata Sarana angkutan wisata Sarana wisata tirta

Sarana wisata tirta Kawasan pariwisata Kawasan pariwisata  Jasa PariwisataJasa Pariwisata

Jasa biro perjalanan wisata Jasa biro perjalanan wisata Jasa agen perjalanan wisata Jasa agen perjalanan wisata Jasa pramuwisata

Jasa pramuwisata

Jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran Jasa konvensi, perjalanan insentif dan pameran Jasa impresariat

Jasa impresariat

Jasa konsultan pariwisata Jasa konsultan pariwisata Jasa informasi

(5)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Selanjutnya, tujuan penyelenggaraan pariwisata untuk:

Selanjutnya, tujuan penyelenggaraan pariwisata untuk:

Memperkenalkan , mendayagunakan, melestarikan dan

Memperkenalkan , mendayagunakan, melestarikan dan

meningkatkan mutu obyek dan daya tarik wisata.

meningkatkan mutu obyek dan daya tarik wisata.

Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan persahabatan

Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan persahabatan

antar bangsa.

antar bangsa.

Memperluas dan meratakan kesempatan berusaha dan lapangan

Memperluas dan meratakan kesempatan berusaha dan lapangan

kerja.

kerja.

Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan

Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan

kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Mendorong pendaya gunaan produksi nasional

Mendorong pendaya gunaan produksi nasional

Juga mencantum kewajiban secara eksplisit untuk

Juga mencantum kewajiban secara eksplisit untuk

memperhatikan:

memperhatikan:

Nilai-nilai agama, adat-istiadat, serta pandangan dan nilai-nilai yang

Nilai-nilai agama, adat-istiadat, serta pandangan dan nilai-nilai yang

hidup dalam masyarakat.

hidup dalam masyarakat.

Kelestarian budaya dan mutu lingkungan hidup.

(6)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Undang-Undang No.05 Tahun 1992 tentang

Undang-Undang No.05 Tahun 1992 tentang

cagar budaya.

cagar budaya.

Berkaitan dengan upaya pemeliharaan, pelindungan

Berkaitan dengan upaya pemeliharaan, pelindungan

dan pelestarian obyek wisata/daya tarik wisata.

dan pelestarian obyek wisata/daya tarik wisata.

Secara eksplisit dinyatakan bahwa:

Secara eksplisit dinyatakan bahwa:

benda cagar

benda cagar

budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang

budaya merupakan kekayaan budaya bangsa yang

paling penting artinya bagi pemahaman dan

paling penting artinya bagi pemahaman dan

pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan

pengembangan sejarah, ilmu pengetahuan dan

kebudayaan, sehingga perlu dilindungi dan

kebudayaan, sehingga perlu dilindungi dan

dilestarikan demi pemupukan kesadaran jatidiri

dilestarikan demi pemupukan kesadaran jatidiri

(7)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang ini

Pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang ini

antara lain mencakup:

antara lain mencakup:

Tujuan dan Lingkup

Tujuan dan Lingkup

Penguasaan, pemilikan, penemuan dan pencarian

Penguasaan, pemilikan, penemuan dan pencarian

Perlindungan dan pemeliharaan

Perlindungan dan pemeliharaan

Pemanfaatan

Pemanfaatan

Pengawasan

Pengawasan

Ruang Lingkup:

Ruang Lingkup:

Benda cagar budaya

Benda cagar budaya

Benda yang diduga benda cagar budaya

Benda yang diduga benda cagar budaya

Benda berharga yang tidak diketahui pemiliknya.

(8)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Benda yang tergolong benda cagar budaya:

Benda yang tergolong benda cagar budaya:

Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa

Benda buatan manusia, bergerak atau tidak bergerak yang berupa

kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya,

kesatuan atau kelompok, atau bagian-bagiannya, atau sisa-sisanya,

dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan

dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan

dan kebudayaan.

dan kebudayaan.

Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah,

Benda alam yang dianggap mempunyai nilai penting bagi sejarah,

ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

ilmu pengetahuan dan kebudayaan.

Dengan demikian semua benda yang termasuk katagori tersebut

Dengan demikian semua benda yang termasuk katagori tersebut

wajib dipelihara, dilindungi dan dilestarikan.

wajib dipelihara, dilindungi dan dilestarikan.

Dalam undang-undang ini juga dimuat ketentuan pidana dengan

Dalam undang-undang ini juga dimuat ketentuan pidana dengan

ancaman berat, dan juga denda, bagi siapa saja yang

ancaman berat, dan juga denda, bagi siapa saja yang

melanggar, baik itu merusak, membawa, memindahkan,

melanggar, baik itu merusak, membawa, memindahkan,

mengambil, mengubah bentuk/warna, memugar atau

mengambil, mengubah bentuk/warna, memugar atau

memisahkan benda cagar budaya tanpa ijin pemerintah.

(9)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Undang-Undang No.04 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok

Undang-Undang No.04 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok

Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pengelolaan Lingkungan Hidup.

 UU lainnya yang berkaitan dengan pemeliharaan, perlindungan dan UU lainnya yang berkaitan dengan pemeliharaan, perlindungan dan pelestarian obyek/daya tarik wisata.

pelestarian obyek/daya tarik wisata.

 Memuat ketenttuan pokok mengenai:Memuat ketenttuan pokok mengenai:

Lingkungan hidup

Lingkungan hidup

Pengelolaan lingkungan hidup

Pengelolaan lingkungan hidup

Ekosistem

Ekosistem

Daya dukung lingkungan

Daya dukung lingkungan

Sumber daya

Sumber daya

Baku mutu lingkungan

Baku mutu lingkungan

Pencemaran lingkungan

Analisis mengenai dampak lingkungan

Analisis mengenai dampak lingkungan

Konservasi sumber daya alam

Konservasi sumber daya alam

Pembangunan berwawasan lingkungan, dll.

Pembangunan berwawasan lingkungan, dll.

Dimuai juga ketentuan pidana dan denda bagi yang merusak dan

(10)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Undang-Undang No.22 tahun 1999 tentang

Undang-Undang No.22 tahun 1999 tentang

Pemerintah Daerah harus mendapat perhatian.

Pemerintah Daerah harus mendapat perhatian.

UU ini disebut Undang-undang Otonomi Daerah

UU ini disebut Undang-undang Otonomi Daerah

karena pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan

karena pada prinsipnya mengatur penyelenggaraan

pemerintahan daerah yang lebih mengutamakan

pemerintahan daerah yang lebih mengutamakan

pelaksanaan asas desentralisasi.

pelaksanaan asas desentralisasi.

Menempatkan otonomi daerah sepenuhnya pada

Menempatkan otonomi daerah sepenuhnya pada

daerah kabupaten atau daerah kota.

daerah kabupaten atau daerah kota.

Namun masih ada kewenangan Pemerintah Pusat,

Namun masih ada kewenangan Pemerintah Pusat,

antara lain:

antara lain:

Politik luar negeri dan pertahanan keamanan

Politik luar negeri dan pertahanan keamanan

Peradilan, moneter dan fiskal

Peradilan, moneter dan fiskal

Agama

(11)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah

Peraturan Pemerintah No.34 tahun 1979

Peraturan Pemerintah No.34 tahun 1979

tentang Penyerahan sebagian urusan

tentang Penyerahan sebagian urusan

Pemerintah dalam bidang Kepariwisataan

Pemerintah dalam bidang Kepariwisataan

kepada kepala Daerah tingkat I.

kepada kepala Daerah tingkat I.

Peraturan Pemerintah pertama dalam bidang

Peraturan Pemerintah pertama dalam bidang

Kepariwisataan.

Kepariwisataan.

(12)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Peraturan Pemerintah No.10 tahun 1999 tentang

Peraturan Pemerintah No.10 tahun 1999 tentang

Benda Cagar Budaya

Benda Cagar Budaya

Terdiri dari 47 pasal.

Terdiri dari 47 pasal.

Peraturan Pemerintah No.20 tahun 1990 tentang

Peraturan Pemerintah No.20 tahun 1990 tentang

Pengendalian Pencemaran Air.

Pengendalian Pencemaran Air.

Penting dalam hal kelangsungan hidup manusia, termasuk

Penting dalam hal kelangsungan hidup manusia, termasuk

kegiatan pariwisata.

kegiatan pariwisata.

Peraturan Pemerintah No.27 tahun 1999 tentang

Peraturan Pemerintah No.27 tahun 1999 tentang

Analisis Dampak Lingkungan Hidup.

Analisis Dampak Lingkungan Hidup.

Penting dari segi pembangunan, khususnya pengembangan

Penting dari segi pembangunan, khususnya pengembangan

pariwisata.

pariwisata.

PP ini merupakan tindak lanjut dari UU No.23 tahun 1997

PP ini merupakan tindak lanjut dari UU No.23 tahun 1997

tentang lingkungan hidup dan pengganti PP No.51 tahun

tentang lingkungan hidup dan pengganti PP No.51 tahun

1993 tentang AMDALH yang dianggap sudah ketinggalan.

(13)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Peraturan Pemerintah No.6 tahun 1998

Peraturan Pemerintah No.6 tahun 1998

tentang Koordinasi kegiatan Instansi Vertikal

tentang Koordinasi kegiatan Instansi Vertikal

di Daerah.

di Daerah.

Keputusan dan Instruksi Presiden

Keputusan dan Instruksi Presiden

Keputusan Presiden No.30 tahun 1969

Keputusan Presiden No.30 tahun 1969

Kepres tentang Pengembangan Kepariwisataan

Kepres tentang Pengembangan Kepariwisataan

Nasional. Hanya terdiri dari 8 pasal antara lain:

Nasional. Hanya terdiri dari 8 pasal antara lain:

Kebijakan dibidang pengembangan kepariwisataan

Kebijakan dibidang pengembangan kepariwisataan

nasional ditetapkan oleh Presiden

nasional ditetapkan oleh Presiden

Dalam menetapkan kebijaksanaan umum, Presiden

Dalam menetapkan kebijaksanaan umum, Presiden

dibantu oleh sebuah Dewan Pertimbangan

dibantu oleh sebuah Dewan Pertimbangan

Kepariwisataan Nasional.

(14)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Keputusan Presiden No.15 tahun 1983

Keputusan Presiden No.15 tahun 1983

Kepres tentang kebijakan Pengembangan

Kepres tentang kebijakan Pengembangan

Kepariwisatan.

Kepariwisatan.

Pada dasarnya menetapkan tiga hal:

Pada dasarnya menetapkan tiga hal:

Pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan

Pemberian fasilitas bebas visa bagi wisatawan

mancanegara

mancanegara

Penambahan pintu-pintu masuk udara dan laut.

Penambahan pintu-pintu masuk udara dan laut.

Pemberian keringanan kepada usaha-usaha pariwisata.

Pemberian keringanan kepada usaha-usaha pariwisata.

Pemberian kemudahan pelayanan kepada wisatawan.

Pemberian kemudahan pelayanan kepada wisatawan.

Keputusan Presiden No.60 tahun 1992

Keputusan Presiden No.60 tahun 1992

tentang Dekade kunjungan wisata dari tahun

tentang Dekade kunjungan wisata dari tahun

1991 sampai dengan tahun 2000.

(15)

Hukum dan Undang-Undang

Hukum dan Undang-Undang

Kepariwisataan

Kepariwisataan

Instruksi Presiden

Instruksi Presiden

Inpres No.9 tahun 1969 tentang Pedoman dalam

Inpres No.9 tahun 1969 tentang Pedoman dalam

melaksanakan Kebijakan Pemerintah dam Membina

melaksanakan Kebijakan Pemerintah dam Membina

Pengembangan kepariwisataan Nasional.

Pengembangan kepariwisataan Nasional.

Inpres No.3 tahun 1985 tentang Keringanan Pajak

Inpres No.3 tahun 1985 tentang Keringanan Pajak

Pembangunan I dan Retribusi Izin membangun Hotel di

Pembangunan I dan Retribusi Izin membangun Hotel di

Daerah Tujuan Wisata.

Daerah Tujuan Wisata.

Inpres No.5 tahun 1987 tentang Penyederhanaan Perizinan

Inpres No.5 tahun 1987 tentang Penyederhanaan Perizinan

dan Retribusi di bidang Usaha Pariwisata.

dan Retribusi di bidang Usaha Pariwisata.

Inpres No.3 tahun 1989 tentang Kunjungan Wisata Indonesia

Inpres No.3 tahun 1989 tentang Kunjungan Wisata Indonesia

tahun 1991 (Visit Indonesia Year)

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa elemen dari komponen sumber daya alam yang dapat dikembangkan menjadi objek dan daya tarik wisata terdiri dari cuaca iklim,bentang alam,flora dan

Objek Wisata dan Daya Tarik Wisata merupakan salah satu faktor yang paling utama bagi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi suatu daerah atau Negara. Dimana daya tarik wisata

Objek dan daya tarik wisata dapat berupa alam, budaya, tata hidup dan sebagainya yang memiliki daya tarik dan nilai jual untuk dikunjungi ataupun dinikmati oleh wisatawan

Dengan adanya pengelolaan obyek dan daya tarik wisata yang baik dari pemilik usaha wisata dan Pemerintah Kota Singkawang, diharapkan dapat meningkatkan

Sebagai pedoman pembinaan dan pengembangan kawasan pariwisata, obyek, dan daya tarik wisata, sarana dan prasarana wisata, pemasaran wisata, promosi, kelembagaan

Berdasarkan penilaian terhadap Obyek Daya Tarik Wisata Alam Lembah Hijau dengan menggunakan Pedoman Identifikasi Potensi Objek Daya Tarik Wisata Alam di Kawasan Hutan Produksi ODTWA

Kesimpulan yang didaptkan dari hasil analisis yakni potensi daya tarik wisata yang ada di Kecamatan Kalawat dan Kecamatan Airmadidi yaitu mempunyai beragam daya tarik wisata alam,

Desa wisata adalah desa yang memiliki potensi keunikan dan daya tarik wisata yang khas, baik berupa karakter fisik lingkungan alam pedesaan maupun kehidupan sosial budaya