• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE ROLE PLAYING BAGI ANAK TUNAGRAHITA TIPE RINGAN KELAS 2 SDLB DI SLB NEGERI 1 BANTUL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENINGKATAN KEMAMPUAN BERBICARA MENGGUNAKAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE ROLE PLAYING BAGI ANAK TUNAGRAHITA TIPE RINGAN KELAS 2 SDLB DI SLB NEGERI 1 BANTUL."

Copied!
153
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Bagan Kerangka Pikir
Gambar 2.
Tabel 2. Kisi-Kisi Tes Kemampuan Berbicara dengan Bahasa Indonesia
Tabel 3. Kisi-kisi Panduan Observasi Partisipasi Siswa dalam Penerapan  Metode Bermain Peran (role playing)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari hambatan motorik dan konsentrasi anak tunagrahita ringan tersebut maka diperlukan latihan yang dapat membantu meminimalisir hambatan anak tersebut. Salah satu

Anak tunagrahita pada dasarnya mempunyai hambatan perkembangan fungsi intelektual, sehingga mengalami hambatan yang berarti dalam proses belajar termasuk dalam proses

Sifat dasar genetik termasuk bentuk tubuh dan kecerdasan sehingga anak yang IQ-nya tinggi menunjukkan perkembangan motoriknya lebih cepat dibandingkan dengan

Hasil yang diperoleh dari Norma Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) yang disesuaikan untuk anak tunagrahita ringan usia 13-15 tahun, tingkat kebugaran jasmani

Berdasarkan hasil tes Akhir/pos-test dengan menggunakan kegiatan bermain pancing menunjukan peningkatan yang signifikan setelah anak tunagrahita ringan diberi

Tes yang dilakukan adalah tes lisan terkait kemampuan membaca permulaan meliputi membaca huruf, suku kata, dan kata sederhana terhadap anak tunagrahita ringan untuk

playing pada Anak Tunagrahita Ringan Kelas III di SLBN 1 Kubung Koto Baru Solok”. Peneliti berharap metode ini dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berlalu lintas agar

Selain itu permainan engklek menjadi stimulus bagi anak tunagrahita ringan yang memiliki hambatan intelektual untuk melatih kemampuan koordinasi gerakan yang termasuk dalam keterampilan