• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

 Pengulangan penuh (dwilingga)

 Pengulangan perubahan bunyi (dwi lingga salin swara)

 Pengulangan parsial akhir (dwi purwa)  Pengulangan parsial akhir (dwi wasana)  Pengulangan dengan pengimbuhan afiks  Pengulangan semu

(3)

 Pengulangan adalah kata yang diucapkan dua kali seluruhnya atau sebaliknya

(4)

 Pengulangan morfem dasar / morfem asal secara utuh

(5)

 Pengulangan dengan mengubah bunyi dari kata dasar yang diulang.

(6)
(7)

 Pengulangan silabe akhir, yang diulang di belakang

(8)

 Pengulangan bentuk dasar dengan

menambahkan afiks pada perulangannya.  Tuladha: sapadha-padha

(9)

 Bentuk morfem yang terlihat seperti telah mengalami pengulangan tetapi sebetulnya kata dasar/ bentuk dasar (tidak terjadi

proses pengulangan)

 Tuldha : arem-arem

(10)

 Pengulangan arti melalui penggabungan dua bentuk yang mengandung arti sinonim

 Tuladha: edi-peni

Referensi

Dokumen terkait

keramik yang berfungsi sebagai wadah dengan mengambil bentuk dasar binatang

Dalam bahasa Prancis kata-kata yang berkaitan dengan pertanian dan peternakan mengalami perubahan makna dari makna umum ke makna khususe. Latin

• pembedaan kata jadian (mots construits) dan kata tunggal (mots simples) : tidak didasarkan pada asal-usul kata itu (asli atau serapan) tetapi didasarkan pada

• Tembung camboran (kata majemuk) adalah gabungan dua kata atau lebih mempunyai makna baru.. • Kata majemuk berdasarkan bentuknya ada tiga macam, yaitu satu kata

Dasar pemikiran BPK Manajemen Pendidikan ini bahwa proses pendidikan itu terjadi di sekolah, di luar sekolah atau dalam masyarakat, di dalam diklat (pendidikan dan

bidang lengkung memang dapat ditentukan dengan integral seperti pada permukaan bidang datar, tetapi merupakan proses yang menjemukan karena tidak ada rumus-rumus yang tidak

dasar menjadi bentuk lain dengan. dasar menjadi bentuk

sebelumnya dalam hal tindakan ataupun yang lain berdasarkan efek yang ditimbulkan atau hal lain yang terjadi dalam proses pembelajaran.Tindakan dalam setiap siklus