• Tidak ada hasil yang ditemukan

perpres no 165 th 2014 penataan tusi kabinet kerja 27 oktober 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "perpres no 165 th 2014 penataan tusi kabinet kerja 27 oktober 2014"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

!" # $ "% !"&'" ( #" "(" )" * ! +,-" (" * #,!"&" - + . " *"(" "! + ./"

#"- !"+-" + ./"( )" * .# 0 ." +,#"0 (" 1, #0 " +". - + . " (" 2 !"#"3

!% !"&'" # #"+ + ./"( )" * .# 0 ." +,#"0 (" 1, #0 "-" * .2, ( 2"-,-" * "+"" 0 +"." , +,- /"#" &". 4 0"0 - ./" *"(" "! + ./" 0 ! 2, + .! +,- )" 4.#" 0"0 (" +"+" - ./" - + . " (" 2 !"#" *"(" "! + ./"3 5% !"&'" - + . " (" 2 !"#" ("2" "! +

./" * .2, 0 # ." 2"-0" "-" +,#"0 (" 1, #0 )"3

( !"&'" ! .("0".-" * .+ !" #" 0 !"#" " " ( "-0,( ("2" &,.,1 " &,.,1 ! (" &,.,1 5 * .2, +"*-" ."+,." . 0 ( + +" # "+"" ,#"0 (" , #0 "! + ./"3

# #"+ $ % "0"2 ")"+ 6 7 (" #8 (" # "0". #"."

*,!2 - (4 0 " "&, 9 3

% (" #8 (" # 4 4. :9 "&, ; + +" #

+ . " #"." 6 !"." #"." *,!2

-(4 0 " "&, ; 4 4. " !"&"

!"." #"." *,!2 - (4 0 " 4 4. 9 73

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)

8 8 "0"2 2"-,-" * "+"" 4.#" 0"0 - + . " (" 2 !"#"%

(15)

8 8

6 7 "+"" 4.#" 0"0 0 !"#" " " ( "-0,( *"(" ")"+ 6 7 ( 2"-0" "-" ( #" +,/," , ',/,(-" 4.#" 0"0 - + . " (" 2 !"#" )" # ." * # + *"+ 1, #0 (" + *"+ ,-,." %

"0"2 ;

6 7 "+"" 4.#" 0"0 - + . " (" 2 !"#" *"(" + #-"+ 0 24 ( + +"*-" ( #" ."+,."

. 0 ( %

6 7 "+"" 0 !"#" " " ( "-0,( ")"+ 6 7

( ,0,2-" 42 & "0 #8 "0 # + . ("

-. +". 0 "! + - *"(" + . (")"#, "" *"."+,. #"." (" 14. "0 .4-."0 , +,-0 2" /,+ )" ( +,-0" *" -" - *"(" . 0 ( %

"0"2 9

6 7 "+"" 4.#" 0"0 - + . " (" 2 !"#" *"(" + #-"+ 0 24 - !"'"& ( + +"*-" 42 &

"0 #8 "0 # + . 0 + 2"& ("*"+

* .0 +,/," + . (")"#, "" *"."+,. #"." (" 14. "0 .4-."0 %

6 7 "+"" 0 !"#" " ( "-0,( *"(" ")"+ 6 7 ( ,0,2-" 42 & "0 #8 "0 # + . - *"(" + . (")"#, "" *"."+,. #"." (" 14. "0 .4-."0 %

(16)
(17)

8 ? 8

+ +"* ! .2"-, (" * /"!"+ )" + +"* 2"-0" "-" +,#"0 (" 1, #0 )" 0" *" ( #" ( "+,. - !"2 ( #"

."+,." . 0 ( # " 4.#" 0"0 (" +"+" - ./" "0 #8 "0 # - + . " (" 2 !"#"%

"0"2

6 7 2"-0" "" +,#"0 (" 1, #0 - + . " (" 2 !"#" 0 !"#" " " ( "-0,( ("2" ."+,."

. 0 ( ##, "-" 0, ! . (")" " ,0 "

(" " ##"." )" # + .0 ( " 0 0," +,#"0 (" 1, #0 )"%

6 7 2"-0" "" * ##, "" " ##"." 0 !"#" " " ( "-0,( *"(" ")"+ 6 7 ( "+,. 2 ! & 2" /,+ 42 &

+ . ," #" %

@

"0"2

"(" 0""+ ."+,." . 0 ( ,2" ! .2"-, 0 ," * ."+,." * ., (" #8, (" #" )" # .,*"-" * ."+,." * 2"-0" "" (". $

"% ."+,." . 0 ( 4 4. "&, + +" #

(,(,-" ,#"0 (" , #0 + . "

#"." 0 .+" ,0, " .#" 0"0 ,#"0 (" , #0 0 24 + . " #"." 0 !"#" " " + 2"& ! ! ."*" -"2 ( ,!"& + ."-& . ( #"

."+,." . 0 ( 4 4. : "&, 3

(18)

8 ; 8

!% ."+,." . 0 ( 4 4. ; "&, +" #

+ . " -. +". "+ #"." 0 !"#" " " + 2"&

( ,!"& ( #" ."+,." . 0 ( 4 4. ;

"&, 3

5% ."+,." . 0 ( 4 4. ; "&, + +" #

-. +". "+ "! +3

(% ."+,." . 0 ( 4 4. : "&, : + +" #

"(" .+" "&" "0 4 "2 *,!2 - (4 0 "3

% ."+,." . 0 ( 4 4. ; "&, ? + +" #

"(" . 5" "" !" #, " "0 4 "23 ("

1% ."+,." . 0 ( 4 4. "&, 9 + +" #

+ ./" . 0 ( (" # #"'"0" ("

# ("2 " !" #, " 0 !"#" " " + 2"&

( ,!"& ( #" ."+,." . 0 ( 4 4.

"&,

( )"+"-" "0 & + +"* ! .2"-, 0 *" /" # ! 2, ( ,!"& (" ="+", ( #" + ( #" * ."+,." )" # !".,%

"0"2 :

"+"" 4.#" 0"0 "! + ./" ( 0 2 0" -" *"2 # 2" " 6 *"+7 !,2" 0 /"- ( + +"*-" )" ."+,."

. 0 ( %

"0"2

."+,." . 0 ( ,2" ! .2"-, *"(" +" ##"2 ( , (" #-" %

(19)

8 9 8

#". 0 + "* 4." # # +"&, )" . +"&-"

* #, (" #" ."+,." . 0 ( ( #"

* *"+" )" ("2" !"." #"." *,!2 -(4 0 "%

+ +"*-" ( "-".+" *"(" +" ##"2 ? -+4! .

++(% A

, (" #-" ( "-".+" *"(" +" ##"2 ? -+4! .

++(% %

::9

"2 " 0 0," ( #" "02 )"

*,+ (" # 42 + - ,-,

(" " " " ++(%

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Hani handoko (1995) mengemukakan definisi pengawasan yang di dalamnya memuat unsur esensial proses pengawasan, bahwa : “pengawasan manajemen adalah

Merek telah lama dikenal manusia sejak zaman dahulu yang digunakan sebagai tanda pembeda antara produk yang dihasilkan oleh seseorang atau badan hukum dengan

KELOMPOK 4 KELOMPOK 4 DEWI NURAHMAYANTI DEWI NURAHMAYANTI IFTITAH IFTITAH KHUSNUL FITRIANI KHUSNUL FITRIANI MIRANDA MIRANDA NILUH. NILUH LITTA LITTA W

Memperhatikan ketentuan dalam Peraturan Presiden RI Nomor 70 tahun 2012 dan Tata cara Evaluasi Kualifikasi, serta hasil evaluasi terhadap Dokumen Isian Kualifikasi untuk

didapatkan akurasi terbaik 96% yang dapat dilihat dari hasil klasifikasi jumlah piksel mata normal kurang dari 250125 piksel, mata glaukoma lebih dari atau sama dengan 250125

Wawancara dilakukan dengan pihak-pihak terkait yaitu dengan Kepala Klinik Lapas X untuk mengetahui mengenai gambaran program rehabilitasi yang dilaksanakan, dengan pertugas

Setelah melakukan serangkaian proses pada BAB III hingga terbentuk peta daerah rawan kriminalitas kemudian dilakukan validasi dengan meninjau dari ketiga faktor yang