• Tidak ada hasil yang ditemukan

riris penerapan sni wajib presentasi dirjen ia seminar aspadin

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "riris penerapan sni wajib presentasi dirjen ia seminar aspadin"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN SNI WAJIB

AIR MINUM DALAM KEMASAN

Willem Petrus Riwu

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Ditjen Industri Agro

Disampaikan pada:

SEMINAR SEHARI ASPADIN

(2)

Outline

Latar Belakang

Dasar Hukum

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

SNI Wajib AMDK

Pembinaan dan Pengawasan

Sanksi

(3)

Latar Belakang

Standar merupakan sarana komunikasi yang efektif

antara produsen dan konsumen terhadap mutu suatu

produk yang telah disepakati bersama dan menjadi

faktor penguat daya saing, pelancar transaksi

perdagangan baik di dalam negeri maupun pasar

global serta pelindung kepentingan umum yang

menerapkan Standar Produk.

Standar Nasional Indonesia adalah dokumen yang

memuat ketentuan, pedoman dan/atau karakteristik

dari suatu kegiatan, barang atau jasa yang

(4)

Dasar Hukum

UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian

Pembangunan sarana dan prasarana Industri

meliputi Standardisasi Industri

Penetapan SNI secara wajib dilakukan untuk:

 Keamanan, kesehatan dan keselamatan manusia

 Pelestarian fungsi lingkungan hidup

 Persaingan usaha yang sehat

 Peningkatan daya saing; dan/atau

(5)

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)

Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dalam KBLI 2009 termasuk

No.11040 merupakan kelompok industri minuman ringan.

Industri AMDK mempunyai peran penting dalam industri

nasional karena peranannya dalam menyediakan produk air minum bagi masyarakat.

Industri air minum berkembang cukup pesat sejalan dengan

meningkatnya permintaan masyarakat terhadap produk minuman siap saji yang aman dan higienis.

Tingkat konsumsi AMDK yang tinggi di Indonesia yaitu

mencapai 23,1 Milyar Liter/tahun pada tahun 2014 sehingga masyarakat memerlukan kepastian keamanan produk ini.

Sejalan perkembangan teknologi, berbagai diversifikasi produk

(6)

Profil Industri AMDK

Profil Industri AMDK Tahun 2015

Jumlah Perusahaan

: +721 Unit Usaha

Produksi Riil

: 24,7 milyar liter

Utilitas

: 63,92 %

Nilai Ekspor/Impor (US$) : 1.258.000

Total Investasi

: Rp 1,60 triliun

Tenaga Kerja

: 30.500 orang

Penyebaran Industri

: Setiap Propinsi (tingkat

kab/kota)

(7)

Pembinaan dan

Pengawasan

PERMENPERIN NO.96/M-IND/PER/12/2011 TTG

PERSYARATAN TEKNIS INDUSTRI AMDK

PERMENPERIN NO. 49/M-IND/PER/3/2012 TTG

PEMBERLAKUAN SNI AMDK SECARA WAJIB

PERMENPERIN No. 109/M-IND/PER /10/2010 Tentang Penunjukan Lembaga Penilaian Kesesuaian Dalam angka

Pemberlakuan Atas 58 Produk Industri Secara Wajib

PERATURAN DIRJEN INDUSTRI AGRO NO.

22/IA/PER/5/2011 TTG JUKNIS PELAKSANAAN PEMBERLAKUAN DAN PENGAWASAN SNI AMDK SECARA WAJIB

Air Minum Dalam Kemasan adalah air yang diproses, tanpa bahan pangan lainnya dan bahan tambahan pangan, dikemas serta

(8)

Jenis dan Sumber Air

Baku

Air Mineral (Bahan baku berasal dari Air Tanah, Air Permukaan, atau Air Laut) Air

Minum dalam kemasan yang mengandung mineral dalam

jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral.

Air Demineral (Bahan Baku berasal dari air tanah atau air permukaan) Air Minum dalam kemasan yang diperoleh melalui

proses permunian secara destilasi, deionisasi, reverse

osmosis (RO)

Air Mineral Alami (Bahan Baku berasal dari Air Tanah Dalam)

Air minum yang diperoleh langsung dari sumber alami atau dibor dari sumur dalam, dengan proses terkendali yang menghindari pencemaran atau pengaruh luar atas sifat kimia,

fisika, dan mikrobiologi air mineral alami

Air Minum Embun (Bahan Baku berasal dari udara lembab)

Air Minum yang diperoleh dari proses pengembunan uap air dari udara lembab yang menjadi

tetesan air embun yang diolah lebih lanjut menjadi air minum

(9)

Persyaratan Teknis AMDK

Proses pengolahan 4 (empat) jenis AMDK harus

sesuai dengan Persyaratan Teknis AMDK, yaitu:

AMDK jenis Air Mineral, Air Demineral, dan Air Mineral

Alami wajib memenuhi pesyaratan SNI yang telah

diberlakukan secara wajib.

AMDK dapat ditambahkan O

2

, CO

2

, dan atau N

2

.

Lokasi Air Baku memenuhi persyaratan

Transportasi Air Baku memenuhi persyaratan

Melakukan pengujian air baku

Teknologi proses dan peralatan laboratorium harus

mengikuti persyaratan teknis

Keamanan Pangan: Permenperin No. 75/M-IND/PER/

(10)

Lokasi Air Baku

Lokasi sumber Air Baku dari Air Tanah atau Air

permukaan sekurang-kurangnya harus berjarak :

15 m dari saluran air limbah yang kedap air

30 m dari

Septik Tank

atau saluran air limbah

lainnya yang tidak kedap air.

60m dari lubang sumur, lapangan penimbunan

limbah, kandang/lapangan tempat tinggal

hewan

(11)

Teknologi Proses Minimal

Tangki penyimpanan bahan baku

Proses penyaringan/filtrasi (penyaringan partikel

kasar)

Filtrasi (makrofilter, karbon aktif, mikrofilter) bahan

pasir setara dengan butir silica (SiO

2

) minimal 95%

dan ukurannya sesuai tingkat kejernihan airnya.

Desinfeksi (ozon, UV) dan sesuai perkembangan

teknologi dapat menggunakan ion silver.

Pengisian dan penutupan dapat diinjeksikan (O

2

,

CO

2

, atau N

2

)

(12)

Proses Desinfeksi

Fungsinya membunuh bakteri patogen,

jenisnya antara lain:

Ozonisasi

Penyinaran lampu

ultraviolet

(UV) sebagai

peralatan tambahan dengan panjang

gelombang 254 nm atau 2537A

0

dengan

intensitas minimum 10.000 MW detik per cm

2

.

Ion Silver, menggunakan teknologi proses

(13)

Transportasi Air

Transportasi Air Baku dari lokasi sumber Air

Baku ke pabrik AMDK harus:

1. Air Mineral dan Demineral: dialirkan

melalui pipa yang tara pangan atau

diangkit menggunakan tangki

1. Air Mineral dan Demineral: dialirkan

melalui pipa yang tara pangan atau

diangkit menggunakan tangki

2. Air Mineral Alami: dialirkan melalui

pipa langsung atau penampungan tanpa

kontak dengan udara luar untuk proses

penyaringan dan pengemasan

2. Air Mineral Alami: dialirkan melalui

pipa langsung atau penampungan tanpa

(14)

Pengujian Air Baku

Perusahaan AMDK harus menguji Air Baku (Air

Tanah, Air Permukaan, Air Laut atau Air Embun)

melalui laboratorium internal atau eksternal secara

periodik:

Sebelum digunakan harus diperiksa secara

organoleptik, fisiko-kimia, mikrobiologi dan radiologi.

1 kali dalam 1 minggu untuk analisa bakteri coliform.

1 kali dalam 6 bulan untuk analisa kimia dan fisika.

1 kali uji analisa radiologi ketika menggunakan air

(15)

Jaminan dan Pengendalian Mutu

Penerapan SNI dilakukan melalui proses Sertifikasi oleh

Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro)

Jaminan mutu dipabrik sesuai SNI dibuktikan dengan

pengujian di laboratorium perusahaan terhadap produk yang dihasilkan secara berkala (harian) meliputi parameter:

1.

Organolaptik (bau, rasa, warna, dan penampakan)

2.

pH

3.

Kekeruhan (TDS)

4.

Mikrobiologi (angka lempeng total dan bakteri

coliform)

Dokumen hasil pengendalian mutu harus disimpan

(16)

Alat Uji Mutu

Perusahaan harus memiliki laboratorium

sendiri minimal memiliki:

1. Incubator

2. pH meter

3. Turbiditi meter

4. Oven

5. Autoclave

6. Timbangan analitik

Setiap alat harus dikalibrasi dan di-stel

(17)

Kemasan AMDK

Jenis bahan:

Kaca atau plastik (Polietilin, Polipropilin, Polietilen Tereftalat, Polivinil Khlorida atau Polikarbonat)

Penggunaan Kemasan:

1. Kemasan 1 kali pakai terbuat dari plastik harus:

• memenuhi syarat tara pangan dan bertanda logo tara pangan

• tidak bereaksi terhadap bahan pencuci dan disinfektan • Tidak boleh diisi ulang

2. Kemasan ulang terbuat dari: Plastik harus:

memenuhi syarat tara pangan dan bertanda tara panganKekuatan memenuhi syarat uji

Tahan suhu minimal 55 oC dengan waktu kontak minimal

15 detik

(18)

Pengawasan

Pembinaan dan pengawasan persyaratan teknis AMDK

dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Pelaksanaannya dapat dilimpahkan kepada pemerintah

daerah.

Mutu produk di pabrik:

 SPPT SNI oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro)

yang ditunjuk

 Surveilen setiap 1 tahun sekali

 Resertifikasi setiap 3 tahun sekali

 Pengawasan barang/jasa di pabrik dilakukan oleh

PPSP

 Petugas PPSP oleh Kementerian Perindustrian (Ditjen

(19)

Permenperin No. 49/2012 tentang SNI AMDK

Secara Wajib (Mencabut Permenperin No.

69/2009)

SNI wajib AMDK berlaku terhadap jenis:

SNI wajib AMDK berlaku terhadap jenis:

Air mineral

dengan SNI

01-3553-2006 dan

no. HS

2201.10.00.10

Air mineral

dengan SNI

01-3553-2006 dan

no. HS

2201.10.00.10

Air Demineral

dengan SNI

01-3553-2006 dan

no. HS

2201.90.90.10

Air Demineral

dengan SNI

01-3553-2006 dan

no. HS

2201.90.90.10

Air Mineral Alami

dengan SNI

01-6242-2000 dan

no. HS

2201.10.00.10

Air Mineral Alami

dengan SNI

01-6242-2000 dan

no. HS

(20)

Permenperin No. 49/2012 tentang

SNI AMDK Secara Wajib (Lanjutan)

Perusahaan AMDK wajib:

1.

Memiliki SPPT-SNI AMDK

2.

Membubuhkan tanda SNI pada

kemasan/label dengan tanda yang tidak

mudah hilang dan di tempat yang mudah

dibaca

3.

Menuliskan jenis airnya:

a.

Air Mineral

b.

Air Demineral

(21)

Sanksi

Perusahaan Industri AMDK yang tidak

memenuhi persyaratan teknis AMDK

dikenakan sankasi administrasi:

Peringatan tertulis

Pembekuan IUI atau

Pencabutan IUI

Perusahaan Industri AMDK yang melanggar

(22)

Sanksi Lanjutan

Sanksi Administrasi:

Sanksi Administrasi:

Pencabutan SPPT-SNI dan atau pencabutan hak penggunaan

tanda SNI

Pencabutan IUI; dan atau

Penarikan produk dari peredaran.

Sanksi Pidana

Sanksi Pidana

Pelaku usaha yang melanggar ketentuan Pasal 8 ayat (1) huruf

a pada peraturan ini (pelaku usaha dilarang memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak

memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan

(23)

LEMBAGA SERTIFIKASI DAN

LABORATORIUM PENGUJI SNI AMDK

Permenperin No. 01/M-IND/PER/1/2010

LSPro yang ditunjuk 12 Unit

Lab Uji yang ditunjuk 13 unit

Permenperin No. 92/M-IND/PER/10/2015

LSPro air mineral dan demineral yang telah

terakreditasi 26 Unit

Lab Uji air mineral dan demineral yang telah

terakreditasi 19 Unit

LSPro air mineral alami yang telah terakreditasi 3 Unit Lab Uji air mineral alami yang telah terakreditasi 2

(24)

Manfaat Penerapan SNI

Standardisasi merupakan salah satu instrumen regulasi

teknis yang dapat melindungi kepentingan konsumen nasional dan sekaligus produsen dalam negeri.

Melalui regulasi teknis yang berbasiskan standardisai

dapat dicegah beredarnya barang-barang yang tidak bermutu di pasar domestik khususnya yang terkait dengan kesehatan, keamanan, keselamatan dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Melalui instrumen yang sama, dapat dicegah masuknya

barang-barang impor bermutu rendah yang mendistorsi pasar dalam negeri karena berharga rendah.

Meningkatkan daya saing produk dalam negeri dalam

(25)

Referensi

Dokumen terkait

- Nilai kualitas transformator dianalisis dengan metode Markov berdasarkan data hasil tes DGA, pengujian tegangan tembus, dan tahanan isolasi..c. Pembangkit Tenaga

Teknik pengambilan sampel menggunakan salah satu metode Non Probabilty Sampling yaitu Purposive Sampling di mana anggota populasi dipilih sesuai dengan masalah dan tujuan

Hasil penelitian analisa SWOT menunjukkan bahwa pengembangan usaha budidaya ikan air tawar memiliki peluang yang lebih besar dibandingkan ancaman dan memiliki kekuatan yang

Alat stimulasi arus mikro adalah suatu perangkat elektrik yang bekerja berdasarkan prinsip generator sinyal dengan dilengkapi pengaturan atas besar kecilnya amplitudo, frekuensi

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2015 Tentang Pedoman Organisasi Rumah Sakit.. Departemen Kesehatan

Hal ini sesuai, senyawa keton tidak terjadi perubahan warna atau muncul endapan yang disebabkan sikloheksanon maupun aseton tidak bereaksi dengan reagen fehling, karena

6) Penyimpanan alat dan bahan harus diperhatikan sesuai dengan jenisnya. 6) Penyimpanan alat dan bahan harus diperhatikan sesuai dengan jenisnya... Cara pemeliharaan alat dan bahan

Evaluasi untuk kenyamanan anak yang dilakukan monitor pengukuran suhu tubuh menggunakan termometer temporal dari kelima pasien yang mengalami masalah utama peningkatan