• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Amdal - Makalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Makalah Amdal - Makalah"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

Panduan Penilaian

AMDAL atau UKL/UPL untuk Kegiatan

Penambangan Pasir dan Kerikil

Disusun Oleh:

Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

Deputi MENLH Bidang Tata Lingkungan

(2)

Panduan Penilaian

AMDAL atau UKL/UPL untuk Kegiatan

Penambangan Pasir dan Kerikil

Disusun Oleh:

Asisten Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

Deputi MENLH Bidang Tata Lingkungan

(3)

PENGARAH Hermien Roosita

Plh. Deputi Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

EDITOR

Sri Wahyuni Herly Kabid Pengembangan

Asdep Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

Ary Sudijanto

Kabid Penyelenggaraan

Asdep Urusan Pengkajian Dampak Lingkungan

TIM PENYUSUN Farid Mohammad Amanda Widyadwiana Rachma Venita Wahyu Puspita Sari Sena Pradipta

Jan Weber

Idris Maxdoni Kamil

Puji dan Syukur ke hadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, sehingga buku panduan penilaian AMDAL atau UKL-UPL untuk kegiatan pembangunan jalan ini dapat tersusun dengan bekerjasama dengan GTZ. Buku panduan ini berisi tentang hal-hal yang yang perlu diperhatikan dalam melakukan penilaian dokumen AMDAL atau UKL-UPL kegiatan penambangan pasir dan kerikil. Penyusunan buku panduan ini ditujukan untuk mempermudah anggota Komisi Penilai AMDAL atau UKL-UPL dalam melakukan proses penilaian.

Diharapkan dengan hadirnya buku panduan ini, proses penilaian dokumen AMDAL atau UKL-UPL kegiatan penambangan pasir dan kerikil menjadi lebih mudah dan terarah, sehingga kualitas dokumen AMDAL menjadi lebih baik.

Masukan dan saran guna penyempurnaan buku panduan ini sangat diharapkan demi terwujudnya kegiatan penambangan pasir dan kerikil yang benar-benar memperhatikan aspek lingkungan melalui dokumen AMDAL atau UKL-UPL yang baik.

Jakarta, November 2007

Plh. Deputi Menteri Negara Lingkungan Hidup Bidang Tata Lingkungan

Ir. Hermien Roosita, MM

APRESIASI

Ucapan terima kasih disampaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu penerbitan buku ini, khususnya kepada Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit (GTZ), Dr. Budi Sulistijo, MApp, Dr. Agus Guntoro, Dr. Agung Suryanto, Harni Sulistyowati, Widhi Handoyo, Esther Simon, Endah Sri Sudewi, Muhammad Askary, Estamina Silalahi, Rachma Venita, Mawan Wicaksono, Tarmidi, Tanuwijaya, Pemi Suthiathirtarani, Istiqomah, Ira Haryani, Ahmad Djunaedi, Darno, Sopiyan, Khamim Huda, Suryatini Verias, dan seluruh pihak yang turut membantu terselesaikannya buku panduan ini.

Cetakan Pertama – 2007

Disclaimer

Panduan ini adalah pedoman lepas dalam penilaian AMDAL atau UKL dan UPL kegiatan penambangan pasir dan kerikil. Dampak yang potensial terjadi pada suatu rencana kegiatan sangat bergantung pada rencana kegiatan serta situasi, kondisi ekosistem, ekonomi, kesehatan masyarakat, dan sosial budaya setempat. PENERBIT

ASISTEN DEPUTI URUSAN PENGKAJIAN DAMPAK LINGKUNGAN DEPUTI MENLH BIDANG TATA LINGKUNGAN

KEMENTERIAN NEGARA LINGKUNGAN HIDUP Gedung A Lantai 6 Otorita Batam

Jl. DI. Panjaitan Kav. 24, Kebon Nanas, Jakarta Timur Telp/Faks: 021 85904925/021 85906168

Email: [email protected]

(4)

KATA PENGANTAR ...

PENDAHULUAN... 1

DISKRIPSI KEGIATAN ... 2

1. Identitas Pemrakarsa ... 2

2. Pelaksanaan Proyek... 2

3. Lokasi Kegiatan ... 2

4. Zona Layak Tambang ... 2

5. Deskripsi Cadangan dan Sumberdaya Bahan Tambang ... 3

6. Deskripsi sistem penambangan ... 3

7. Deskripsi sistem pengolahan dan pemurnian ... 4

8. Deskripsi sistem pengangkutan ... 4

9. Sarana dan Prasarana ... 4

10. Deskripsi rencana rehabilitasi pasca penambangan ... 5

11. Tenaga Kerja... 5

KOMPONEN LINGKUNGAN YANG DIPERHATIKAN ... 6

1. Komponen Tata Ruang ... 6

A. Tata Ruang dan Lahan... 6

B. Penggunaan Lahan ... 6

C. Transportasi... 6

D. Kegiatan lain disekitar ... 6

2. Komponen Fisik ... 6

A. Fisiografi ... 6

B. Iklim ... 6

C. Kualitas Udara dan kebisingan... 6

D. Kualitas air ... 6

E. Geologi... 6

F. Geohidrologi ... 7

3. Komponen Biologi ... 7

A. Flora ... 7

B. Fauna... 7

4. Komponen Sosial, Ekonomi, dan Budaya... 7

POTENSI DAMPAK YANG PERLU MENDAPAT PERHATIAN UNTUK DIKAJI (SITUASIONAL TERGANTUNG KONDISI SETEMPAT DAN RENCANA KEGIATAN) ... 8

1. Perubahan fungsi dan tata guna lahan... 8

2. Peningkatan erosi dan sedimentasi ... 8

3. Penurunan kualitas air ... 8

4. Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan ... 8

RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN ... 9

1. Perubahan fungsi dan tata guna lahan... 9

2. Peningkatan erosi dan sedimentasi ... 9

3. Penurunan kualitas air ... 9

4. Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan ... 9

PENUTUP ... 11 LAMPIRAN

(5)

(6)

Pasir dan kerikil merupakan salah satu bahan/material utama dalam kegiatan konstruksi jalan, bangunan bertingkat tinggi ataupun perumahan sederhana. Bahan galian tersebut termasuk dalam bahan galian golongan C, yaitu bahan galian yang tidak termasuk bahan galian strategis (A) dan bahan galian vital (B), namun merupakan sumberdaya alam yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pembangunan suatu wilayah.

Aktivitas penambangan pasir dan/atau kerikil memiliki potensi untuk merusak lingkungan yang hampir sama dengan bahan galian yang lain, hal ini dikarenakan penambangan pasir dan/atau kerikil adalah penambangan yang secara teknis mudah dilakukan karena dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana (manual) hingga menggunakan alat berat (mekanik). Begitu pula jika ditinjau dari luas area tambang yang dapat dilakukan dari skala perorangan (<100 m2) hingga industri (>1.000 Ha). Sumberdaya yang melimpah dan dapat dieksploitasi dengan mudah sehingga tidak diperlukan modal besar untuk dapat melakukan kegiatan penambangan mengakibatkan harga bahan galian ini dinilai dengan harga murah, selain itu juga mengakibatkan penambangan pasir menjadi penambangan yang paling berkembang luas di banyak tempat di Indonesia, baik yang memilki izin (legal) maupun yang tanpa izin (illegal). Sehingga seringkali menyulitkan dalam pengawasan dan terabaikan dalam pembinaan kegiatan penambangan yang berwawasan lingkungan.

Masalah lain yang dapat timbul adalah ketika penambang hanya meninggalkan kawasan penambangan tersebut begitu saja, atau hanya melakukan pemulihan sekedarnya, dan pada akhirnya dampak kerusakan lingkungan akan menjadi beban dan ditanggung oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

Pada saat ini peraturan yang digunakan sebagai acuan untuk kegiatan penambangan galian C khususnya pasir dan kerikil adalah Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 tentang Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Jenis Lepas Di Daratan dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 555.K/26/M.PE/1995.

Mengingat berbagai potensi dampak lingkungan yang timbul dari kegiatan ini, maka sebagai upaya dalam melakukan pengendalian dampak lingkungan, baik pada saat pra konstruksi (tahap perencanaan kegiatan), konstruksi, dan operasi kegiatan pembangunan kawasan penambangan pasir tersebut, diperlukan perencanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan dalam suatu dokumen pengelolaan lingkungan (dokumen AMDAL maupun UKL/UPL). Keterkaitan antara pembangunan kawasan penambangan pasir dengan kegiatan disekitarnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam perencanaan tata ruang wilayah, sehingga dalam pelaksanaanya harus selalu mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah baik Nasional, Provinsi, maupun Kabupaten/Kota. Sebagai salah satu acuan dalam melakukan penyusunan dokumen pengelolaan lingkungan maupun dalam melakukan penilaian, Kementerian Negara Lingkungan Hidup menerbitkan Pedoman Penilaian AMDAL atau UKL/UPL Untuk Kegiatan Penambangan Pasir dan Kerikil. Diharapkan, pedoman ini akan dapat bermanfaat bagi penilai AMDAL sebagai gambaran awal proses kegiatan pembangunan kawasan penambangan pasir.

(7)

2

Dalam setiap kegiatan penambangan pasir dan kerikil, deskripsi kegiatan yang akan dilakukan harus jelas dan harus mencakup antara lain:

1. IDENTITAS PEMRAKARSA

Penjelasan tentang nama dan alamat pemrakarsa, struktur organisasi, penanggungjawab proyek dan bagian yang bertanggungjawab terhadap pengelolaan lingkungan.

2. PELAKSANAAN PROYEK

Penjelasan tentang jadwal waktu pelaksanaan setiap tahapan proyek (prakonstruksi, konstruksi, operasi dan pasca operasi) dan Rencana Kerja Penambangan (pembagian blok-blok penambangan).

3. LOKASI KEGIATAN

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penjelasan tentang lokasi kegiatan tersebut adalah:

ƒ Nama desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, luas lahan yang akan digunakan

harus jelas dan sebaiknya dilengkapi dengan letak geografis (koordinat);

ƒ Luas area yang dibutuhkan mencakup deskripsi layout proyek (sebaran bahan tambang);

ƒ Kesesuaian dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (sesuai dengan RTRW Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota), harus disertakan Peraturan Daerah yang mengatur;

ƒ Kondisi ekosistem setempat (geografi, topografi dan kondisi geologi)

ƒ Penjelasan umum tentang lokasi tersebut seperti lapisan penutup (tingkat kesuburan, jumlah lapisan penutup yang harus dibuang), kemungkinan dilakukan reklamasi, dan kemungkinan relokasi penduduk.

4. ZONA LAYAK TAMBANG

(8)

Lokasi tambang sebaiknya tidak terletak di hulu sungai, karena dampaknya bisa sampai ke hilir. Contoh dari dampak tambang di hulu sungai adalah banjir, erosi dan pendangkalan di hilir sungai.

Lokasi tambang secara umum sebaiknya memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:

1. Daerah tadah/imbuhan air tanah (catchment area).

2. Letak bangunan-bangunan penting seperti tiang transmisi tegangan tinggi, bendung, tanggul dan jembatan.

3. Penambangan tidak dilakukan pada tempat dengan lereng yang lebih besar dari 40 % agar tidak terjadi erosi dan longsoran.

4. Komposisi dan ketebalan lapisan yang berlokasi di antara tambang dan air permukaan;

5. Memastikan lapisan terlindung dari erosi akibat aliran air;

6. Daerah rawan gerakan tanah, jalur gempa kuat, bahaya letusan gunung api, banjir bandang dan sebagainya.

7. Daerah-daerah yang memiliki fungsi lindung.

5. DESKRIPSI CADANGAN DAN

SUMBERDAYA BAHAN TAMBANG

Cadangan bahan tambang adalah bahan galian yang dapat ditambang dan bernilai ekonomis, sedangkan sumber daya bahan tambang merupakan ketersediaan bahan galian secara keseluruhan di batas area penambangan yang diizinkan oleh Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD). Penilai dokumen AMDAL atau UKL-UPL sebaiknya memperhatikan deskripsi ini dalam dokumen

tersebut, sehingga dapat diketahui batasan maksimal penambangan yang diperbolehkan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan peruntukan lahan.

6. DESKRIPSI SISTEM

PENAMBANGAN

Sistem penambangan yang dilakukan dapat berbeda-beda tergantung dari lokasi penambangan tersebut dilakukan. Penetapan sistem penambangan ini akan berpengaruh pada upaya pengelolaan lingkungan dan usaha rehabilitasi pasca penambangan karena sistem penambangan akan mempengaruhi kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.

Sistem penambangan pasir dan kerikil sudah diatur dalam Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 tentang Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Jenis Lepas Di Daratan (definisi dalam peraturan tersebut adalah sirtu/pasir batu). Pada peraturan tersebut sistem penambangan yang aman untuk lingkungan adalah sistem penambangan jenjang/trap (bench system). Hal-hal yang harus diperhatikan tentang deskripsi sistem penambangan menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 yaitu:

Kedalaman lubang galian

(9)

4

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan pemukiman/industri adalah minimum 1 meter di atas muka air tanah pada musim penghujan.

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan tanaman tahunan adalah minimum mencapai letak permukaan air tanah dimusim hujan.

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan tanaman pangan lahan basah adalah minimum 10 cm di bawah permukaan air tanah dimusim hujan.

Persyaratan kelayakan kedalaman lubang galian bagi peruntukan tanaman pangan lahan kering/peternakan adalah minimum mencapai letak permukaan air tanah dimusim hujan.

Jarak

Penjelasan mengenai jarak antara titik terluar lubang galian dengan titik terdekat dari batas area penambangan yang diizinkan oleh Surat Izin Penambangan Daerah (SIPD). Jarak lubang galian dari batas SIPD merupakan zona penyangga agar lahan di luar batas SIPD tidak terganggu oleh kegiatan penambangan. Dalam hal ini jarak minimal 5 m dari batas SIPD merupakan batas aman. Jika ada dua atau lebih SIPD yang berdampingan maka jarak lubang galian dimasing-masing SIPD dapat mencapai batas SIPD yang berdampingan.

Kemiringan dasar galian

Penjelasan mengenai kemiringan lahan yang merupakan salah satu faktor yang menentukan daya dukung lahan bagi suatu peruntukan. Persyaratan kelayakan lahan untuk pemukiman/industri adalah tidak lebih dari 8% sehingga untuk peruntukan tersebut kemiringan dasar galian dibatasi maksimum 8%.

Persyaratan kelayakan kemiringan dasar galian untuk tanaman tahunan maksimum 15%.

Persyaratan kelayakan kemiringan dasar galian untuk lahan basah maksimum 3%.

Persyaratan kelayakan kemiringan dasar galian untuk lahan kering maksimum 8%.

Dinding galian (Tinggi dan Lebar

Teras)

Penjelasan mengenai tinggi teras dan lebar teras. Tinggi teras maksimum 3 meter dan lebar dasar teras minimum 6 meter, atau dengan perbandingan 1:2. Hal tersebut untuk mempertahankan agar kemiringan dinding galian tidak lebih dari 50 %.

7. DESKRIPSI SISTEM

PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN

Kegiatan pengolahan dan pemurnian yang dilakukan dalam kegiatan penambangan pasir pada umumnya hanya dilakukan dengan cara pencucian, penyaringan, dan penyemprotan. Perlu diperhatikan sumber air yang akan digunakan, jumlah dan pengelolaan air bekas pencucian, serta prakiraan persentase pengotor (lumpur) yang ada.

8. DESKRIPSI SISTEM

PENGANGKUTAN

Penjelasan mengenai sistem pengangkutan bahan tambang ke konsumen. Bagaimana cara pengangkutannya, jenis alat pengangkutan, rute pengangkutan, kapasitas alat angkut, dan frekuensi pengangkutan.

9. SARANA DAN PRASARANA

(10)

ƒ Saluran drainase, penjelasan mengenai pola saluran drainase yang akan dibangun. Saluran drainase yang baik dapat mengurangi terjadinya erosi dan genangan air

ƒ Jalan operasional, penjelasan ukuran lebar dan panjang serta jenis perkerasan jalan.

ƒ Lahan stock pile, penjelasan luas lahan yang digunakan dan sistem drainase stock pile

ƒ Lahan tanah penutup, penjelasan mengenai luasan lahan tanah penutup beserta lokasi.

10. DESKRIPSI RENCANA

REHABILITASI PASCA

PENAMBANGAN

Rencana rehabilitasi pasca tambang berkaitan dengan rencana reklamasi yang seharusnya sudah mulai dilakukan pada saat awal penambangan (pemindahan top soil atau tanah penutup).

Penjelasan mengenai peruntukan lahan sebelum dilakukan penambangan, cara penempatan tanah penutup, lokasi tanah penutup, ketebalan tanah, jenis tumbuhan yang akan di tanam, dll.

Menurut Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 43/MENLH/10/1996 tentang Kriteria Kerusakan Lingkungan Bagi Usaha atau Kegiatan Penambangan Bahan Galian Golongan C Jenis Lepas Di Daratan, ditetapkan persyaratan ketebalan tanah penutup yang disesuaikan dengan peruntukan lahannya.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman budi daya di areal pemukiman adalah 25 cm.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman tahunan atau tanaman perkebunan adalah 50 cm.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman lahan basah adalah 25 cm.

Persyaratan minimal ketebalan tanah untuk pertumbuhan tanaman pangan lahan kering adalah 25 cm.

11. TENAGA KERJA

Pengerahan tenaga kerja: penjelasan jumlah, jenis dan kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan untuk setiap tahap.

(11)

6

1. KOMPONEN TATA RUANG

A. Kebijakan Tata Ruang

Lokasi kegiatan harus sesuai dengan peruntukan rencana tata ruang wilayah setempat, lampirkan Perda Tata Ruang Kabupaten atau Kota (jika tidak tersedia gunakan Perda Tata Ruang Provinsi). Gambarkan kondisi eksisting tata guna lahan setempat

B. Penggunaan Lahan

Meliputi luas penggunaan lahan, status lahan dan produktivitas lahan.

C. Transportasi

Meliputi sistem transportasi regional dan lokal, prasarana transportasi lokal dan regional dan pola pergerakan penduduk.

D. Kegiatan lain di Sekitar

Perlu diperhatikan keberadaan pasar tradisional, perkampungan penduduk lokal, daerah wisata, situs bersejarah, kawasan lindung.

2. KOMPONEN FISIK

A. Fisiografi

Yaitu kondisi topografi setempat (yang dinyatakan ketinggian dalam meter di atas permukaan laut guna menentukan ketinggian agar mengacu pada peta topografi di mana diberikan garis kontur ketinggian serta

sumber-sumber lain seperti foto satelit), kemiringan lahan, perhatikan lokasi kegiatan dan signigfikan landmark, badan-badan air serta daerah-daerah relevan lain yang akan terkena dampak, inventarisasi daerah terlindungi, tangkapan air, elevasi muka air banjir dan daerah banjir pada lokasi kegiatan dan sekitarnya. Potensi erosi, longsor dan land subsidence. Perlu diperhatikan pula potensi terjadinya perubahan fungsi lahan, dan sedimentasi.

B. Iklim

Diperlukan pula data iklim setempat yang mencakup curah hujan rata-rata, maksimum dan minimum; jumlah bulan hujan, bulan kering; suhu rata-rata, maksimum, minimum; kelembaban rata-rata, maksimum dan minimum; penyinaran matahari, arah dan kecepatan angin.

C. Kualitas Udara dan Kebisingan

Kualitas udara termasuk debu dan kebisingan.

D. Kualitas air

kualitas air (air laut, air permukaan, air tanah), pemanfaatan air tanah atau air permukaan untuk aktivitas penduduk, ketersediaannya.

E. Geologi

(12)

F. Geohidrologi

Meliputi aliran air tanah.

3. KOMPONEN BIOLOGI

A. Flora

Vegetasi (apakah terdapat vegetasi endemik, keragaman, kerapatan)

B. Fauna

Fauna (apakah ada satwa endemik yang dilindungi, apakah ada habitat satwa yang terganggu)

4. KOMPONEN SOSIAL,

EKONOMI, DAN BUDAYA

Meliputi tingkat pendapatan masyarakat lokal, jenis mata pencaharian dan demografi penduduk (jumlah dan komposisi penduduk), kesehatan masyarakat, nilai dan norma budaya masyarakat lokal.

(13)

8

1. PERUBAHAN FUNGSI DAN

TATA GUNA LAHAN

Kegiatan penambangan bahan galian C akan merubah tata guna lahan serta produktivitas lahan di lingkungan sekitar kawasan penambangan.

2. PENINGKATAN EROSI DAN

SEDIMENTASI

Kegiatan pembukaan lahan, pembangunan jalan operasional, dan tahap operasional khusus untuk penambangan pasir di darat akan mengakibatkan terjadinya erosi dan sedimentasi. Penempatan tanah penutup pada tahap pembangunan jalan operasional dan tahap operasi yang tidak dilakukan dengan baik akan mudah tererosi air hujan dan akhirnya akan terbawa aliran air hujan ke daerah yang lebih rendah sehingga akan menimbulkan sedimentasi pada daerah tersebut.

3. PENURUNAN KUALITAS AIR

Penambangan pasir akan menimbulkan penurunan kualitas air. Terutama pada tahap operasi (penambangan).

4. PENURUNAN KUALITAS

UDARA DAN PENINGKATAN

KEBISINGAN

Mobilisasi truk pengangkut pada saat pengangkutan material sebelum konstruksi, pembuatan jalan operasional, pembangunan sarana pendukung dan pada saat pengangkutan bahan galian pada tahap operasi merupakan sumber kegiatan yang dominan mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas udara akibat debu dan emisi gas dari truk pengangkut serta terjadinya peningkatan kebisingan.

(14)

1. PERUBAHAN FUNGSI DAN

TATA GUNA LAHAN

Rencana Pengelolaan

Membuat desain kegiatan yang sesuai dengan tata guna lahan eksisting.

Rencana Pemantauan

Pemantauan tata guna lahan secara berkala untuk memastikan tidak ada perubahan tata guna lahan.

2. PENINGKATAN EROSI DAN

SEDIMENTASI

Rencana Pengelolaan

Memiliki sistem manajemen penempatan tanah penutup yang baik pada tahap konstruksi maupun operasi sehingga terhindar dari erosi. Beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya pengelolaan adalah:

Memisahkan antara tanah penutup (top soil) dengan tanah yang lain;

Membuat tanggul atau pembatas pada sisi timbunan tanah penutup ke arah saluran drainase yang berfungsi untuk mengurangi laju erosi;

Mengatur tinggi dan derajat kemiringan timbunan tanah penutup;

Melakukan penghijauan.

Rencana Pemantauan

Melakukan pemantauan berkala terhadap saluran drainase dan kolam pengendapan untuk mengetahui seberapa besar lapisan tanah yang tererosi dan yang tersedimentasi.

3. PENURUNAN KUALITAS AIR

Rencana Pengelolaan

Memiliki kolam pengendapan, sehingga sedimen atau lumpur yang terbawa air pada tahap konstruksi maupun operasi tidak langsung masuk ke badan air atau saluran drainase umum tetapi diendapkan terlebih dahulu di kolam pengendapan.

Rencana Pemantauan

Melakukan pemantauan berkala terhadap saluran drainase umum.

4. PENURUNAN KUALITAS

UDARA DAN PENINGKATAN

KEBISINGAN

Rencana Pengelolaan

(15)

10

dapat ditempuh upaya pengelolaan sebaga berikut:

Membatasi kecepatan truk pengangkut;

Pemeliharaan mesin peralatan mobilisasi alat dan bahan sehingga tidak mengeluarkan emisi yang melebihi persyaratan;

Menghindari terjadinya ceceran tanah galian dan bahan bangunan dengan menutup truk pengangkut dengan kanvas atau bahan sejenis;

Melakukan penyiraman tanah atau jalan secara teratur;

Melakukan penghijauan secara bertahap.

Rencana Pemantauan

Metode pemantauan yaitu dengan cara pengambilan sampel dan analisa laboratorium yang dilakukan secara berkala.

(16)

Buku panduan ini adalah alat bantu penilaian dokumen AMDAL atau UKL-UPL yang bersifat umum dan cukup fleksibel terhadap kemungkinan perubahan terhadap hal-hal yang perlu diperhatikan akibat perbedaan kondisi di lapangan.

Kegiatan penambangan pasir dan kerikil memiliki beberapa aspek yang sangat tergantung pada kondisi setempat, sehingga

diharapkan penilai dapat memperhatikan pula kondisi lokal dalam melakukan penilaian. Semoga buku panduan ini dapat memberikan manfaat untuk terwujudnya pembangunan yang berwawasan lingkungan, khususnya pada kegiatan penambangan pasir dan kerikil.

z

(17)

Lampiran

Daftar Proses Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup (AMDAL, UKL/UPL)

DAFTAR PROSES

PENYUSUNAN DOKUMEN LINGKUNGAN HIDUP

(AMDAL, UKL/UPL)

Jenis Proyek:

(18)

DAFTAR PROSES

Jenis Proyek:

PENGGALIAN PASIR DAN KERIKIL

(GALIAN C)

Proyek Penggalian Permukaan di Sungai

Rancangan (versi 4.0) tanggal 15 September, 2006

0.1 Permohonan:

[ ] AMDAL [ ] UKL/UPL

[ ] Pemantauan/Inspeksi

0.2 Nama Proyek: ____________________________________________ __________________________________________________________

0.3 Lokasi: ___________________________________________________ __________________________________________________________

0.4 Surat Permohonan Diterima Oleh: _______________________________

0.5 Tanggal :__________________________________________

0.5 Date: ______________________

DOKUMEN TERLAMPIR / DOKUMEN YANG AKAN DILAMPIRKAN

0.6 Dokumen Resmi

(Pembenaran, pemberitahuan, kesepakatan)

‰ ______________________________________________________

0.7 Dokumen Korespondensi/Komunikasi

(Catatan, anotasi, rekomendasi)

‰ ______________________________________________________

0.8 Lampiran Penelitian Lain

(Studi - studi tambahan, penilaian, prognosa, d.s.b., sesuai dengan Kerangka Acuan mengenai AMDAL)

(19)

2

BAGIAN 1: INFORMASI YANG DIPERLUKAN

Catatan: Bagian ini menyatakan informasi yang harus diserahkan oleh pemrakarsa proyek sebagai lampiran pada Daftar Proses, tanpa lampiran ini pengajuan tidak akan diterima.

Lampiran Catatan 1.1

Peta Topografi,

Memperlihatkan lokasi proyek, ‰ skala 1:50,000

‰ skala 1:10,000

1.2

‰ Peta daerah sekitar, memperlihatkan seluruh tempat penggalian didalam perairan sungai yang sama, dalam jarak 5km ke hulu dan ke hilir.

1.3

Peta lokasi memperlihatkan komponen proyek tunggal (area penggalian, area proses and pembuangan, jalan akses, dsb. ‰ Skala 1 : 100

‰ Skala 1 : 500 ‰ Skala 1 : 1.000

1.4

Inventarisasi daerah terlindung dan area banjir di daerah lokasi and sekitarnya.

‰ Dalam radius 1 km ‰ Dalam radius 5 km

1.5

‰ Sertifikat zona.

1.6

‰ Catatan konsep sebagai diserahkan kepada BBR.

1.7

‰ Proposal jadwal kegiatan

1.8

‰ Lain-lain (uraikan)

(20)

2.1 Nama Projek _____________________________________________________

2.2 Lokasi Projek

Street: ___________________________________________________________ Desa: ___________________________________________________________

Kecamatan: _____________________________________________________ Kapubaten/kota: ___________________________________________________

Koordinat Geografis (ditentukan dengan GPS): ___________________________

2.3 Pemrakarsa _____________________________________________________

Petugas Penghubung:_______________________________________________ Alamat: _____________________________________________________

Tlp/Fax #: ________________________________________

Hp #: ________________________________________

E-mail: ________________________________________

2.4 Kepemilikan Proyek

Jenis Kepemilikan:

[ ] Kepemilikan Tunggal [ ] Kemitraan atau Kerjasama [ ] Perusahaan [ ] Cooperatives

[ ] Lain-lain ___________________________________________

2.5 Biaya Proyek

Total (estimasi) Biaya Projek: _____________________________ Cara Pendanaan Proyek:

[ ] Dana Sendiri [ ] Pinjaman Bank [ ] Dana Pemerintah [ ] Lain-lain

2.6 Kontraktor _____________________________________________________

Petugas Penghubung: __________________________________________ Alamat: _____________________________________________________

Tlp/Fax #: _______________________________________

Hp #: _______________________________________

E-mail: _______________________________________

2.7 Pihak-pihak Terkait

Kelompok masyarakat yang berpotensi mengalami dampak proyek. a) Dalam jarak < 100 m: _________________________________ _____________________________________________________ b) Dalam jarak > 100 m: _________________________________ _____________________________________________________

2.8 Informasi untuk Umum

Pemberian informasi pada masyarakat dilakukan [ ] Ya [ ] Tidak

Dimana? ___________________________________________

Kapan? ___________________________________________ Oleh siapa? Nama: ______________________________________

Tlp.-no: _____________________________________

Tanggapan masyarakat/pemangku kepentingan yang perlu diserahkan sampai dengan tanggal pertemuan Komisi AMDAL guna menentukan KA-ANDAL

(21)

4

BAGIAN 3: DESKRIPSI PROYEK

3.1 Deskripsi Proyek / Tujuan

a) Presentasi dari tujuan dan latar belakang proyek (alasan dari pengajuan proyek) b) Presentasi dari dibutuhkannya proyek ini dalam tingkat nasional, daerah dan lokal. ________________________________________________________

3.2 Sumber dari Pasir and Kerikil

Nama Sungai / badan air yang diajukan untuk pengambilan pasir dan kerikil. ________________________________________________________ Klasifikasi: _______________________________________________

3.3 Jumlah kapasitas pengambilan per tahun: ___________________ m3

3.4 Kepemilikan tanah

Bukti kepemilikan tanah dari tanah yang berdampingan (yaitu tanah yang berdampingan dengan sungai di lokasi proyek yang telah diajukan)

Klasifikasi Umum Tanah: [ ] Tanah Negara [ ] Hak Milik

Bila tanah Negara, apa klasifikasinya: ___________________________ Status Kepemilikan Tanah: ____________________________________

3.5 Akses ke tempat

Jalan Umum kecil: ___________________________________________ Jalan Propinsi / Nasional: _____________________________________ Bukan Jalan Umum / Jalan pribadi: ______________________________ Bila melewati jalan pribadi; berapa pemilik tanah? __________________ Izin dari pemilik untuk penggunaan tanah?

[ ] Ya [ ] Tidak

[ ] Lampirkan, surat pernyataan izin, kontrak sewa atau dokumen serupa.

3.6 Pandangan panorama dari lokasi proyek.

Lampirkan pandangan panorama dari lokasi proyek serta wilayah berbatasan langsung (paling tidak 2 sudut)! Mohon jelaskan jalan akses!

3.7 Peralatan Konstruksi

Jenis mesin/truk yang akan digunakan, tujuan penggunaan dan nomornya.

Jenis mesin/truk Tujuan penggunaan Jumlah units

3.8 Komponen Proyek

[ ] Lampirkan susunan tata ruang/rencana pembangunan lokasi termasuk rencana perkembangan yang lengkap!

3.8.1 Fasilitas Proyek:

Fasilitas Luas (m2) / Kapasitas / No.

3.8.2 Diagram aliran proses dari penggalian dan pengolahan:

Gambar diagram skematik dari pertambangan / penggalian tanah dan kerikil dan daftar perlengkapan yang akan digunakan!

Gambar diagram schematic untuk proses pasir dan kerikil! 3.8.3 Pembuangan bahan-bahan Disposal of classified material:

(22)

Volume: ____________m

Jenis bahan: _______________________________________________ Lokasi: ____________________________________________________ [ ] Tunjukkan lokasi pada peta terlampir!

3.9 Utilitas air dan infrastruktur

3.9.1 Keperluan Air:

Estimasi keperluan air pada tahap operasional: ___________ m3/detik 3.9.2 Penyediaan Air:

Utilitas air, sumber air pendingin untuk pengisian kendaraan angkutan bila tidak menggunakan listrik

Lampirkan susunan sistim distribusi air mulai dari sumbernya Jumlah

satuan

Sumber/Metode Kapasitas (m3) /

Kedalaman (m)

Air permukaan

Air tanah, sumur galian dengan pompa motor (sebutkan kedalaman/daya kuda (HP)) dan tanki air.

Air tanah, sumur bor dengan pompa motor (sebutkan kedalaman/daya kuda (HP)) dan tanki air.

Air Lokal (Air PAM)

Total volume air yang dipompa /digunakan dalam m3/detik (maximum) Bila digunakan air tanah untuk berbagai tujuan:

[ ] Dengan Izin atau Sertifikat [ ] Lampirkan Izin atau Sertifikat! [ ] Tanpa Izin atau Sertifikat

3.10 Utilitas Tenaga Listrik

Jumlah Satuan

Sumber/Metode Catatan

Generator/Standby Power

(sebutkan daya kuda/jumlah total jam pemakaian / operasi) Listrik Lokal (Listrik PLN)

(sebutkan jumlah pemakaian per bulan- KW-per jam, maximum)

3.11 Bahan Bakar yang diperlukan

3.11.1 Jenis bahan bakar [ ] Kayu [ ] Diesel

[ ] Lain-lain, sebutkan: ____________________________

Bila Kayu, sebutkan nama jenis: _________________________________ 3.11.2 Sumber bahan bakar:

[ ] Komersial [ ] Perkebunan [ ] Daerah Hutan [ ] Daerah hutan bakau [ ] Lain-lain, sebutkan: ____________________________ 3.11.3 Jumlah bahan bakar yang digunakan setiap pemakaian:____________ m3

3.12 Tenaga Kerja dan Pekerjaan:

Berapa banyak orang akan dipekerjakan oleh proyek? _________________

[ ]Lampirkan daftar keperluan tenaga kerja!

3.13 Jadwal Konstruksi

Berapa lama perioda konstruksi akan berlangsung? ________________ Mulai: ______________

Berakhir: ______________

(23)

6

BAGIAN 4: DESKRIPSI LOKASI PROYEK DAN SEKITARNYA

4.1 Lingkungan Fisik

4.1.1 Sifat umum dari daerah proyek:

Nyatakan ketinggian dalam meter diatas permukaan laut. Guna menentukan ketinggian, agar mengacu pada peta topografi, dimana diberikan garis kontur ketinggian serta sumber-sumber lain seperti peta baru pada geo-risks dan foto satelit, dll.!

No. Ketinggian Estimasi % daerah/panjang total

< 0 m

0 – 5 m

5 – 20 m

20 -100 m

> 100 m

Sumber Informasi: ____________________________________________

4.1.2 Kemiringan dan topografi pada daerah tanggul sungai di lokasi proyek:

No. Kemiringan Estimasi % daerah/panjang total

Daerah rata atau sangat landai (kemiringan 0 – 3 %)

Landai hingga berombak( kemiringan 3 – 8 %)

Landai hingga berombak (kemiringan 8 – 18%)

Berombak hingga kecuraman sedang (kemiringan 18 – 30%)

Kemiringan curam (kemiringan 30 – 50%)

Sangat curam hingga bergunung (kemiringan >50%)

4.1.3 Kemiringan pada daerah berdampingan / sekitar dalam radius 500 m dari daerah proyek:

No. Area Estimasi % kemiringan rata -

rata

Arah Timur

Arah Barat

Arah Selatan

Arah Utara

4.1.4 Erosi tanah:

Apakah terdapat daerah di lokasi proyek yang mengindikasikan terjadinya erosi? [ ] Ada [ ] Tidak

Sebab-sebab terjadinya erosi:

[ ] Hujan lebat [ ] Lereng tidak stabil

[ ] Gerak tanah [ ] Lain-lain (jelaskan): _________________ 4.1.5 Lokasi penambangan lain lyang ada dalam radius 5 km sekitar lokasi proyek?

[ ] Ada [ ] Tidak

Bila ada, sebutkan jumlah lokasi, lokasi, jarak ke lokasi proyek, estimasi volume dan sebutkan, bila tempat pengambilan berada ditempat badan air yang sama dengan lokasi proyek!

Jumlah Satuan

Lokasi (nama)

Jarak ke lokasi proyek

Estimasi m3 volume

Proyek di lokasi badan air (sungai) yang

sama?

(24)

Batu besar / kali

Pasir halus

Kerikil

4.1.7 Banjir:

Apakah daerah tersebut mengalami banjir selama musim hujan atau pada pasang laut besar? [ ] Ya [ ] Tidak

4.1.8 Apakah wilayah proyek (atau sebagiannya) mengalami dampak tsunami 12/2004? [ ] Ya [ ] Tidak

Bila ya, apakah daerah itu (atau sebagiannya) diliputi: [ ] Air laut [ ] Bahan hancuran [ ] Substansi berminyak [ ] Benda-benda logam

[ ] Substansi lainnya yang diakibatkan tsunami (jelaskan):_____________ 4.1.9 Badan air lain dalam dan sekitar lokasi proyek (radius < 1.000 m)

No. Jenis*) Nama Lokasi Berapa

banyak?

Estimasi m3 kapasitas

Musim hujan

Musim kemarau

*) a.l. kali, mata air, sungai, kolam, kolam ikan, danau, dll.

Bila tidak mempunyai nama, sebutkan jumlah badan air. Semua badan air harus digambarkan dalam peta topografi.

4.1.10 Pemanfaatan badan air dalam atau sekitar lokasi proyek:

[ ] Mandi/Mencuci [ ] Memancing

[ ] Sumber air minum [ ] Rekreasi (a.l. berenang, berlayar) [ ] Lain-lain (jelaskan): ________________________________________

4.1.11 Apakah daerah proyek berada dalam atau dekat wilayah tangkapan air yang dilindungi (daerah suaka alam)?

[ ] Ya [ ] Tidak

Bila ya, jelaskan (nama, lokasi dan jarak): __________________________ 4.1.12 Iklim setempat (data dasar):

Musim hujan: mulai: _____________ hingga: _______________ Musim kemarau: mulai _____________ hingga ______________ Suhu rata-rata: ______ºC; maksimum _____ ºC; minimum _______ ºC Curah hujan rata-rata: _______ m3/tahun

4.2 Lingkungan Biologis

4.2.1 Pepohonan yang ada serta vegetasi lain di lokasi proyek: Berikan beberapa contoh pada kotak dibawah!

No. Spesies Terancam?

Pohon:

Spesies lainnya:

[ ] Lampirkan suatu daftar lengkap spesies sesuai dengan persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!

[ ] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang!

4.2.2 Habitat spesifik ekologis (kritis dan sensitif) di lokasi proyek dan sekitarnya (dalam jarak < 500 m): Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!

No. Habitat Kritis / sensitif?

(25)

8

[ ] Lampirkan daftar habitat dan spesies penunjuk – sesuai persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!

[ ] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang! 4.2.3 Apakah proyek berlokasi disalah satu daerah berikut?

[ ] Ya [ ] Tidak Jenis daerah yang ada:

[ ] Daerah hutan bakau asli

[ ] Bekas daerah hutan bakau (sekarang rusak) [ ] Daerah bakau direncanakan (berpotensi). [ ] Hutan lindung

4.2.4 Daerah terlindung dalam and sekitar lokasi proyek. (radius < 5 km):

No. Nama dan jenis daerah terlindung Tujuan utama dari perlindungan Jarak km

4.2.5 Apakah lokasi memperlihatkan struktur vegetasi yang mengalami dampak tsunami 12/2004? [ ] Ya [ ] Tidak

4.2.6 Ikan - ikan dan bentuk kehidupan liar yang ada di lokasi proyek: Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!

No. Spesies Terancam?

Ikan:

Jenis lain:

[ ] Lampirkan suatu daftar lengkap spesies sesuai dengan persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!

[ ] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang!

4.2.7 Sumber daya perikanan dalam badan-badan air di lokasi proyek: berikan beberapa contoh pada kotak dibawah!

No. Sumber daya perikanan

[ ] Lampirkan suatu daftar lengkap spesies sesuai dengan persyaratan Bapedalda (UKL/UPL) / Komisi AMDAL (KA-ANDAL)!

[ ] Lampirkan evaluasi mengenai kondisi sekarang!

4.3 Lansekap / bentang alam

4.3.1 Karakteristik bentang alam yang khas dan ciri-ciri tunggal yang unik di lokasi proyek dan sekitarnya (dalam jarak < 1.000 m)

Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!

No. Deskripsi singkat

Karakteristik lansekap:

Ciri-ciri tunggal:

[ ] Lampirkan foto-foto yang memperjelas!

4.3.2 Struktur pemukiman yang khas atau ciri tunggal budaya yang penting di lokasi proyek dan sekitarnya (radius < 1.000 m)

[ ] Ya [ ] Tidak

Bila ya, jelaskan: _____________________________________________ 4.3.3 Gangguan pandangan / penyimpangan bentang darat (radius < 1.000m) akibat dari (saat ini)

[ ] Pemukiman

[ ] Pergerakan tanah / penambangan

[ ] Bangunan industry dan komersial / pembangkit listrik [ ] Infrastruktur (a.l.. jalan, jembatan, saluran listrik, pelabuhan) [ ] Erosi / tsunami / longsoran

[ ] Lain-lain (jelaskan) _______________________________________ Berikan beberapa contoh dalam kotak dibawah!

(26)

[ ] Lampirkan foto-foto yang memperjelas!

4.3.4 Adakah potensi lansekap untuk (kegiatan) rekreasi atau pariwisata [ ] Ada [ ] Tidak

Bila ada, jelaskan: ___________________________________________

4.4 Lingkungan Sosio-Ekonomi

4.4.1 Penggunaan tanah sekarang di lokasi proyek:

[ ] Tanah Murni Pertanian [ ] Kebun buah-buahan [ ] Padang rumput [ ] Rawa/Hutan bakau [ ] Kolam ikan [ ] Telah dibangun

[ ] Lain-lain (jelaskan) ________________________________

4.4.2 Izin yang berlaku untuk penggunaan tanah (atau izin penggunaan yang lain) untuk lokasi proyek? [ ] Ya [ ] Tidak

[ ] Lampirkan, izin penggunaan tanah!

Apakah proyek ini memenuhi syarat penggunaan tanah saat ini. [ ] Ya [ ] Tidak

4.4.3 Jumlah total penduduk total masyarakat di sekitar proyek(1.000m): ______ [ ] Ya [ ] Tidak

Bila ya:

Jumlah rumah tangga atau keluarga: ________________ Jumlah pemilik resmi tanah: _______________________ Jumlah penyewa: _______________________________ Jumlah penghuni liar: ____________________________

Sumber informasi: ____________________________________________ 4.4.4 Jumlah total penduduk masyarakat di dalam lokasi sekitar proyek: ______ ___________________________________________________________ 4.4.5 Sumber kehidupan utama / sekunder:

[ ] / [ ] Pertanian [ ] / [ ] Perikanan [ ] / [ ] Ternak unggas [ ] / [ ] Penjaja / jual beli [ ] / [ ] Lain-lain (jelaskan) ______________________________ [ ] / [ ] Lain-lain (jelaskan) ______________________________ 4.4.6 Organisasi lokal yang ada didaerah tersebut

(kelompok terorganisir seperti asosiasi, koperasi, dsb.) [ ] Ada [ ] Tidak

Bila ada, apa saja: ____________________________________ 4.4.7 Apakah ada jalan akses menuju lokasi proyek?:

[ ] Ada [ ] Tidak

Jenis jalan: _________________________________________ Panjang: ___________________ m

4.4.8 Infrastruktur sosial / budaya yang ada di wilayah tersebut

[ ] Sekolah [ ] Mesjid

[ ] Tempat suci (a.l.. syah kuala) [ ] Lokasi arkeologis / bersejarah [ ] RS / Puskesmas / klinik [ ] Tempat berkumpul

[ ] Lain-lain (jelaskan) ________________________________ 4.4.9 Kelompok penduduk asli bermukim di lokasi atau sekitarnya (< 5 km)?

[ ] Ada [ ] Tidak

Bila ada, catat dan nyatakan lokasinya: __________________________ Bila ada, apakah kelompok-kelompok ini disertakan dalam perencanaan proyek?

[ ] Ada [ ] Tidak

(27)

10

BAGIAN 5: ANALISA DAMPAK LINGKUNGAN (KAJIAN RISIKO)

Catatan: Bagian berikut ini mengatur identifikasi mengenai potensi dampak yang diakibatkan oleh proyek (kajian risiko lingkungan). Ini merupakan suatu kajian awal singkat yang menyatakan apakah suatu jenis dampak berkemungkinan terjadi atau tidak (opsi Ya/Tidak). Apabilan diperlukan (misalnya sebagai hasil dari proses peliputan AMDAL – KA-ANDAL), maka perlu dilaksanakan pengumpulan data KSEara mendetil, analisis, kajian dan prognosa yang hasilnya dilampirkan pada Daftar Proses (studi tambahan), yang mengindikasikan pokok terkait dari bagian ini. Studi-studi tambahan ini harus dicatat pada Label (halaman 2) dari Daftar Proses ini (Bagian 0.8).

Lampiran terlampir “Kriteria Standar Evaluasi untuk AMDAL (KSE)” memberikan pendekatan-pendekatan awal pada risiko dari dampak yang tercatat dibawah ini; pokok terkait pada Lampiran ditandai pada sisi

kanan masing-masing nomor dari bagian berikutnya ( KSE).

5.1 Lingkungan Fisik

5.1.1 Kehilangan lapisan penutup tanah dan/atau kehilangan fungsi tanah yang penting karena

pekerjaan pemindahan tanah, penutupan sementara karena peralatan/bangunan, pengaspalan dan konstruksi jalan .

[ ] Ya [ ] Tidak

Luas yang tercakup: ___________m2

Prosentase lahan yang dibersihkan __________________________%

(→ KSE: A.1.a) [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.1.2 Perubahan morfologi sungai (dasar sungai, aliran sungai) [ ] Ada [ ] Tidak

Bila ada, sebutkan:

[ ] Perubahan dasar sungai (kedalaman, profil) karena pengerukan [ ] Pengendapan

[ ] Aliran sungai

[ ] Tanggul sungai (lereng-lereng)

[ ] Morfologi tanah longsor di area terdekat (a.l. lereng-lereng) [ ] Yang lain, sebutkan: _________________________________

(→ KSE: A.1.b) [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.1.3 Risiko erosi dan tanah longsor karena potongan tajam dan lereng tanpa vegetasi dan tanggul, pergantian arus air dan juga karena kegiatan pemindahan bahan material, pembuangan dan penggalian.

[ ] Ada [ ] Tidak

(→ KSE: A.1.c) Bila ada uraikan: ___________________________________________________

[ ] Tandai daerah risiko pada peta terlampir! [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!!

5.1.4 Peningkatan risiko banjir di bagian hilir karena perubahan morfologi sungai sebagai risiko berkelanjutan (akan kumulatif khususnya bila ada beberapa lokasi penggalian di sungai yang sama):

[ ] Ada [ ] Tidak

(→ KSE: A.1.d) Bila ada, uraikan: __________________________________________________

[ ] Tandai lokasi berisiko pada peta terlampir! Radius < 5 km sepanjang aliran sungai [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.1.5 Risiko terjadinya sedimentasi / penyumbatan pada pola drainase atas aliran air permukaan akibat berseraknya timbunan persediaan tanah dan bahan lainnya pada pinggiran sungai dan/atau aliran sempit.

[ ] Ada [ ] Tidak

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: A.2.a) 5.1.6 Risiko (a) polusi air tanah, (b) polusi air permukaan, (c) polusi tanah

(28)

mesin, kecelakaan dan bahan konstruksi berbahaya), [ ] / [ ] / [ ] Limbah (pengendalian limbah kurang tepat),

[ ] / [ ] / [ ] Air limbah dari system sanitasi kurang baik (a.l. untuk pekerja), [ ] / [ ] / [ ] Proses air limbah,

[ ] / [ ] / [ ] Kemungkinan pembuangan material yang tergolong terkontaminasi, [ ] / [ ] / [ ] Lumpur (a.l. proses limbah, air limbah, limbah sampingan),

[ ] / [ ] / [ ] Pembersihan lahan (pebongkaran vegetasi pelindung dan lapisan tanah) pada pinggiran sungai

[ ] / [ ] / [ ] Lain-lain (jelaskan): ______________________________

Lihat juga bagian 5.4.3/4(→ KSE: A.2.b and A.1.e)

[ ] Lampirkan rincian lebih lanjut mengenai kajian risiko potensi polusi air tanah! [ ] Lampirkan rincian lebih lanjut mengenai kajian risiko potensi polusi air permukaan! [ ] Lampirkan rincian lebih lanjut mengenai kajian risiko potensi polusi tanah

(kontaminasi tanah)! 5.1.7 Risiko terjadinya peningkatan debu

[ ] Ada [ ] Tidak disebabkan:

[ ] Pembersihan lahan (penghilangan lapisan vegetasi), [ ] Pemindahan tanah,

[ ] Pembuangan hasil keruk yang tidak terlindung, [ ] Peledakan,

[ ] Transportasi, pengangkutan (lalu-lintas jalan) [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: A.3.a) 5.1.8 Risiko terjadinya peningkatan dalam polusi udara disebabkan oleh pembuangan gas dari mesin –

mesin, kendaraan and sumber emisi lainnya. [ ] Ada [ ] Tidak

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: A.3.a) 5.1.9 Risiko terjadinya perubahan signifikan dari iklim mikro lokal

[ ] Ada [ ] Tidak disebabkan:

[ ] Pembersihan lahan (penghilangan lapisan vegetasi dan pohon) [ ] Perubahan badan air permukaan dan kondisi banjir

[ ] Perubahan morfologi sekitarnya

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut! 5.1.10 Peningkatan tingkat kebisingan

[ ] Ada [ ] Tidak disebabkan:

[ ] Transportasi, pengangkutan

[ ] Mesin pengeruk dan peralatan lainnya di lokasi penggalian [ ] Peledakan

[ ] Pembersihan lahan (penghilangan vegetasi pelindung dan pohon)

(→ KSE: A.3.b) [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.1.12 Risiko dampak lainnya pada lingkungan fisik [ ] Ada [ ] Tidak

Jelaskan: ___________________________________________________

5.2 Lingkungan Biologis

5.2.1 Kehilangan vegetasi akibat pembersihan lahan, kehilangan pohon: [ ] Ada [ ] Tidak

Daerah kena dampak: ___________m2 Jumlah pohon kena dampak: __________

Prosentase lahan yang dibersihkan: _______________%

[ ] Lampirkan daftar lengkap pohon-pohon dan unit vegetasi lainnya yang akan dihilangkan (lihat bagian 4.2.1)!

[ ] Lampirkan peta lokasi pohon dan unit vegetasi lain yang akan dihilangkan!

(29)

12

5.2.2 Risiko terjadinya perubahan pada air (sungai, danau) habitat (struktur vegetasi air): [ ] Ada [ ] Tidak

disebabkan:

[ ] Perubahan pada aturan kimia dan fisik sungai (a.l. perubahan arus air, morfologi sungai)

[ ] Penghilangan vegetasi air (akibat langsung) [ ] Polusi air

[ ] Yang lain, sebutkan: _______________________________ [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.2.3 Risiko terjadinya gangguan atau kehilangan hewan (terlindung) dan habitat khusus (sensitif) pada lokasi dan sekitarnya:

[ ] Ada [ ] Tidak disebabkan:

[ ] Perubahan pada aturan kimia dan fisik sungai (a.l. perubahan arus air, morfologi sungai)

[ ] Gangguan terhadap arus migrasi air (a.l. sepanjang sungai) [ ] Penghilangan vegetasi air (akibat langsung)

[ ] Polusi air [ ] Kebisingan

[ ] Pergerakan (lalu lintas) dan kegiatan konstruksi lainnya.

[ ] Lampirkan daftar lengkap hewan yang ada dan ditemukan yang berpotensi untuk terganggu! (lihat bagian 4.2.2)!

[ ] Lampirkan peta menunjukan lokasi hewan yang ada dan ditemukan yang berpotensi untuk terganggu!

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut (studi ilmu hewan) termasuk evaluasi risiko jangka panjang, difokuskan kepada (kelompok) spesies sebagai berikut:

____________________________________________________________

(→ KSE: B.2) 5.2.4 Risiko terjadinya gangguan pada daerah suaka alam:

[ ] Ya [ ] Tidak

Jelaskan: ____________________________________________________

(→ KSE: B.3) [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.2.4 Risiko dampak lainnya pada lingkungan biologis: [ ] Ada [ ] Tidak

Jelaskan: ____________________________________________________

5.3 Lansekap / Bentang alam

5.3.1 Perubahan visual, risiko gangguan atau kehilangan ciri-ciri bentang alam: [ ] Ada [ ] Tidak

Bila ada, jelaskan: ___________________________________________________ [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

[ ]Lampirkan gambar visualisasi (nyatakan sudut pengambilan foto)!

(→ KSE: C.1) 5.3.2 Risiko terjadinya devaluasi / gangguan terhadap (potensi) daerah rekreasi / wisata dan daerah

cagar budaya:

[ ] Ada [ ] Tidak

Bila ada, jelaskan: ___________________________________________________ [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: C.2 ) 5.3.3 Risiko lain dari dampak pada bentang alam:

[ ] Ada [ ] Tidak

Jelaskan: ____________________________________________________

5.4 Lingkungan Sosio-Ekonomi

5.4.1 Risiko adanya pengaruh pada pembangunan perkotaan / tata ruang, konflik dalam penggunaan tanah; risiko perubahan infrastruktur sosial

[ ] Ada [ ] Tidak

(→ KSE: D.1.a dan D.2.a) [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(30)

dan/atau kesepakatan (mengenai penggunaan lahan, pelanggaran) program pemukiman kembali.

5.4.3 Peningkatan risiko bahaya / masalah kesehatan akibat sisa hasil pengerukan dan bahan-bahan konstruksi yang berbahaya, limbah padat, limbah kimia, minyak bekas, bahan bakar dan minyak pelumas, dan sampah.

[ ] Ada [ ] Tidak

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: D.3) (Lihat 5.1.6)( KSE: A.2.b dan A.1.e) 5.4.4 Peningkatan risiko bahaya / masalah kesehatan akibat limbah rumah / domestik dan air-buangan

akibat pemukiman (sementara) para pekerja tambang: [ ] Ada [ ] Tidak

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: D.2.b)(Lihat 5.1.6) ( KSE: A.2.b dan A.1.e) 5.4.5 Peningkatan kegiatan ekonomi didaerah tersebut karena peningkatan kesempatan kerja dan

peningkatan keperluan rumah dan layanan umum untuk pekerja sementara pada tahap (para-) konstruksi

[ ] Ada [ ] Tidak

Jumlah pekerja sementara asal luar: _______________________ [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

5.4.6 Risiko dampak negatif pada tradisi, nilai-nilai budaya dan pola perilaku sebagai akibat adanya pemukiman (sementara) dari para buruh serta timbulnya kegiatan ekonomi sekunder:

[ ] Ada [ ] Tidak

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: D.2.a) 5.4.7 Risiko gangguang pada lokasi-lokasi sensitif budaya, tradisi atau keagamaan sebagai akibat emisi

kebisingan, debu, dampak visual dsb.: [ ] Ada [ ] Tidak

[ ] Lampirkan lokasi -okay sensitif budaya pada peta terlampir! [ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: D.3.a) 5.4.8 Risiko terjadinya sengketa dengan kelompok penduduk asli

[ ] Ada [ ] Tidak

[ ] Lampirkan rincian kajian risiko lebih lanjut!

(→ KSE: D.3.b) 5.4.9 Perkiraan dampak positif pada struktur social:

[ ] Ada [ ] Tidak Bila ada, maka dampak positif pada:

[ ] Ekonomi lokal [ ] Transportasi/jaringan jalan/akses [ ] Angkutan umum [ ] Kesehatan

[ ] Tatanan pendidikan dan budaya

[ ] Lain-lain (jelaskan): ______________________________ 5.4.10 Risiko lain akibat dampak pada lingkungan sosial:

[ ] Ada [ ] Tidak

(31)

14

BAGIAN 6:

RENCANA / UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN (RKL/UKL) dan

RENCANA / UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN (RPL/UPL)

Catatan: Daftar isi berikut bertujuan mendukung identifikasi kemungkinan tindakan-tindakan mitigasi serta kegiatan-kegiatan pemantauan. Isi daftar ini diatur analog dengan bagian 5. (Sekali lagi dampak yang berpotensi disebutkan dalam kolom pertama.) Dengan memberi tanda pada kegiatan yang sesuai untuk diusulkan, maka daftar isian bagian 6 memenuhi persyaratan dari suatu rencana pengelolaan lingkungan dan rencana pemantauan.

Rincian tambahan dari rencana pemantauan - seperti lokasi dan frekwensi – dapat diatur pada kolom 4. Guna menentukan frekwensi*, gunakanlah kependekan-kependekan berikut:

S = sekali sebelum pembukaan tanah M = setiap minggu

K = setelah kejadian khusus (a.l. hujan berat) atau bila di-identifikasi ada masalah B = setiap bulan

(32)

6.1 Lingkungan Fisik

Dampak Tindakan Mitigasi Metoda Pemantauan Frekwensi*

dan Lokasi

‰ Pengendalian pembersihan lahan dengan tegas dalam batas-batas yang di-izinkan. ‰ Simpan lapisan tanah bagian atas pada tempat aman dan gunakan sebagai bahan pemerata akhir atau lapisan akhir

‰ Setelah kegiatan penggalian berakhir, diperbaiki kembali: ‰ Perbaikan permukaan ‰ Pengaturan tanah

‰ Penanaman kembali tanaman / reboisasi. yang ada dan tanda-tanda batas daerah pembersihan lahan.

‰ Pengendalian pembersihan lahan dengan kedalaman dalam batas-batas yang di-izinkan.

‰ Memberikan studi jangka panjang pada dampak banjir, erosi, dll. Di lokasi proyek dan hilir.

‰ Memperkuat tanggul sungai yang tepat untuk jangka pendek dan jangka panjang. ‰ Menyediakan parit,

gorong-gorong dan cara -cara lain untuk menghambat dan membatasi aliran, untuk mengendalikan air permukaan dan menjaga aliran drainase. ‰ Hindari bidang-bidang

potongan terpapar dengan lama.

‰ Pemasangan jaring penahan, tanggul penahan, parit pengumpul air, manfaatkan brangkal / puing-puing bekas bangunan.

‰ Penanaman kembali tanaman / reboisasi dengan segera.

‰ Observasi visual ‰ Pembuatan foto ‰ Mengenali lokasi yang

mempunyai potensi yang tidak seimbang, erosi, pergantian dalam arus air, genangan air. ‰ Pengukuran arus air. ‰ Lakukan analisa

kekeruhan air sebagai diarahkan oleh

‰ Pengendalian pembersihan lahan dengan kedalaman dalam batas-batas yang

(33)

Daftar Proses: Penggalian pasir dan kerikil(Rancangan, versi 4.0) drainase yang memadai. ‰ Pembuangan limbah yang arus air akibat tumpukan dari bahan-bahan / material

‰ Buatkan parit dengan ukuran dan jenis yang memadai. ‰ Bangun perangkap/kolam

penahan endapan guna mencegah penyumbatan. ‰ Penyimpanan sisa brangkal

yang tepat (pada daerah rata dan jauh dari jalur drainase, jalur air, atau daerah berpohon).

‰ Observasi visual ‰ Pembuatan foto. ‰ Identifikasi daerah

dengan genangan air ‰ Identifikasi daerah yang

kekeruhan air sesuai arahan ahli/badan lingkungan.

-

Kekeruhan air

-

Penyumbatan

gorong – gorong / parit.

6.1.6 Polusi air dan pencemaran tanah.

‰ Pemisahan dan pemurnian limbah bekas proses yang terkontaminasi. (larutan dan suspensi)

‰ Pada setiap saat: Hindari bahan berminyak, bahan bakar dan bahan berbahaya masuk kedalam tanah, daerah drainase, badan air.

‰ Penanaman kembali daerah dimana vegetasi telah dihilangkan / reboisasi. ‰ Dirikan mekanisme

pembuangan sementara dalam daerah konstruksi, dan buang limbah padat dengan benar.

‰ Bangun fasilitas MCK yang memadai.

‰ Terapkan persyaratan pembuangan limbah dan sanitasi yang benar pada kontraktor.

‰ Pengambilan sampel dan analisa air pada lokasi pengerukan dan hilir. fasilitas sanitasi yang memadai.

-

Daerah banjir dalam m2

-

Prosentase

lahan yang dibersihkan.

-

Kekeruhan air.

-

Pengaduan.

6.1.7 Peningkatan terjadinya debu.

‰ Penyiraman teratur dan tutupi daerah yang tidak tertutup atau tanah yang terbuka. ‰ Penggunaan bahan pengikat

debu.

‰ Penanaman pohon dan vegetasi disekitar lokasi proyek

‰ Truk pengangkut harus ditutupi dengan kanvas atau bahan setara.

‰ Padatkan (kompaksi) bidang yang akan dilalui kendaraan

‰ Observasi visual sampel untuk analisa kualitas udara. ‰ Periksa laporan

-

Kuantitas debu

(34)

selama konstruksi dengan tepat waktu dan benar, serta basahi tanah yang terbuka. ‰ Hilangkan tanah/lumpur dari

roda-roda truk dan peralatan sebelum keluar daerah konstruksi.

‰ Berikan informasi kepada penduduk di sekitar lokasi proyek.

-

Keluhan.

6.1.8 Polusi udara

‰ Penggunaan peralatan yang tepat dan benar / tegas. ‰ Pengelolaan lalu lintas dengan

tujuan untuk mengurangi kecepatan dan / atau tidak melewati daerah permukiman / penduduk.

‰ Pengelolaan sampah dengan baik (tidak ada pembakaran sampah)

‰ Pengukuran kualitas udara

-

Kepadatan lalu

lintas

‰ Pengendalian pembersihan lahan dengan dalam batas-batas yang di-izinkan.

‰ Pengukuran kualitas air ‰ Observasi visual

‰ Penggunaan peredam suara untuk peralatan dan

kendaraan; memelihara dan memperbaiki mesin-mesin dengan teratur.

‰ Merencanakan kegiatan dan transportasi yang bising pada daerah yang sensitif.

‰ Periksa laporan mengenai daerah bermasalah, atau adanya potensi daerah bermasalah.

‰ Laksanakan pengukuran lapangan dan pengambilan sampel untuk analisa kebisingan di

daerah-Dampak Tindakan Mitigasi Metoda Pemantauan Frekwensi*

dan Lokasi

‰ Sedapat mungkin membatasi pembersihan lahan;

‰ Mengurangi pembersihan lahan dari pohon

‰ Memberikan pagar sementara pada vegetasi yang akan dipertahankan

‰ Menanam / menanam kembali spesies tanaman asli.

‰ Menanam pepohonan / potensi atau daerah bermasalah. (mengikuti hasil studi sebelumnya) ‰ Periksa daftar

pengaduan, surat kabar

(35)

Daftar Proses: Penggalian pasir dan kerikil(Rancangan, versi 4.0)

______________________________________________________________________________________________________

(GTZ-SLGSR) 18

15.09.2006/20.02.2007 tanaman yang bertumbuh cepat pada lereng atau tanggul yang telah gundul akibat pembersihan. pada habitat air (pola vegetasi air)

‰ Pengendalian daerah kerja dan kedalaman yang tegas dalam batas-batas yang di-izinkan. ‰ Pemisahan dan pemurnian

proses pembuangan air limbah yang terkontaminasi. (larutan dan suspensi)

‰ Pada setiap saat: Hindari bahan berminyak, bahan bakar dan bahan berbahaya masuk kedalam tanah, daerah drainase, badan air lokal.

‰ Periksa laporan mengenai adanya potensi atau daerah bermasalah. (mengikuti hasil studi sebelumnya) ‰ Pengambilan sampel

dan analisa air pada lokasi pengerukan dan hilir.

‰ (Laksanakan penelitian jangka panjang mengenai flora dan fauna yang memperlihatkan tindakan mitigasi dan pemantauan yang memadai). ‰ Memento atau substitusi

habitat biota sungai yang rusak setelah pengerukan berakhir. ‰ Hindari penyumbatan

sepanjang aliran sungai (rute migrasi untuk satwa air) ‰ Penanaman pohon dan tanaman daerah sekitar, terutama pada pinggiran sungai.

‰ Rambu-rambu yang tepat untuk perlindungan satwa liar. ‰ Mendirikan pagar pelindung

pada pinggiran daerah proses.

‰ Periksa laporan mengenai adanya potensi atau daerah bermasalah. (mengikuti hasil studi sebelumnya) ‰ Observasi visual dan

pemeriksaan lapangan ‰ Studi lapangan jangka

panjang

‰ Laksanakan pengukuran dan sampling lapangan untuk Polusi di air dan tanah dan kebisingan di daerah-daerah sensitif ‰ Periksa daftar

pengaduan, surat kabar d.s.b.

‰ Hindari penutupan pada rute migrasi yang penting, terutama sepanjang aliran sungai. ‰ Mendirikan unsur perlindungan

seperti penyekatan visual (hutan), pagar lindung, d.s.b ‰ Memberikan jenis dan ukuran

parit yang memadai.

‰ Observasi visual dan pemeriksaan lapangan ‰ Studi lapangan jangka

panjang dengan sample (perangkap)

(36)

Dampak Tindakan Mitigasi Metoda Pemantauan Frekwensi*

‰ Pembatasan perubahan morfologi sesuai dengan pola lansekap.

‰ Hindari potongan dalam, lereng yang curam dan sisi sungai besar yang gundul. ‰ Membentuk kembali morfologi

lansekap.

‰ Tanam dan lindungi vegetasi dan pohon-pohon asli (penyekatan visual) pada tanggul sungai dan disekitar lokasi proyek.

‰ Observasi visual dan pemeriksaan lapangan ‰ Pembuatan foto ‰ Periksa daftar

pengaduan, surat kabar d.s.b.

jalan masuk yang baru kedalam daereah rekreasi. ‰ Mengambil tindakan untuk

mengurangi kebisingan dan debu.

‰ Dalam merencanakan lokasi proyek, pertimbangkan lokasi rekreasi agar dapat menjaga jarak yang sesuai

‰ Observasi visual dan pemeriksaan lapangan ‰ Laksanakan

pengukuran dan sampling lapangan untuk Polusi di air dan tanah dan kebisingan di daerah-daerah sensitif ‰ Periksa daftar

pengaduan, surat kabar d.s.b.

6.4 Lingkungan Sosio – Ekonomi

Dampak Tindakan Mitigasi Metoda Pemantauan Frekwensi*

dan Lokasi

‰ Hindari penambangan di desa-desa yang ada dan di tanah milik perorangan.

‰ Kerjasama erat dengan lembaga-lembaga guna menanggapi keperdulian masyarakat dalam menentukan lokasi akhir. ‰ Memberikan prasarana

memadai untuk menghindari beban yang terlalu banyak pada daerah disekitar proyek.

(37)

Daftar Proses: Penggalian pasir dan kerikil(Rancangan, versi 4.0)

______________________________________________________________________________________________________

(GTZ-SLGSR) 20

15.09.2006/20.02.2007 ‰ Koordinasi dengan

masyarakat, LSM dan badan donor lainnya mengenai rencana dan tempo / masa kegiatan konstruksi.

perusakan dan ‰ Laksanakan konsultasi dan

selesaikan kesepakatan sebelum menyelesaikan pola akhir.

‰ Memberitahukan dan memberi kerugian kepada pemilik tanah yang terganggu.

‰ Lakukan diskusi dengan wakil-wakil masyarakat setempat.

‰ Meninjau daftar keluhan untuk mengidentifikasi masalah masalah yang belum diselesaikan.

‰ Tutupi dan kuras pembuangan dari bahan bahan kerukan (yang telah diklasifikasi). ‰ Laksanakan penggunaan dan

pemeliharaan peralatan yang memenuhi persyaratan dan baku-mutu lingkungan setempat.

‰ Pengendalian dalam penggunaan zat / bahan berbahaya di dalam air / berhubungan dengan air. ‰ Ketentuan yang memadai

untuk fasilitas pengolahan air limbah.

‰ Memasang WC kimia atau setara yang efektif dengan sistem pembuangan / pembersihan yang memadai. ‰ Terapkan pengendalian

sampah padat dengan baik. ‰ Dengan tegas mengharuskan

kontraktor dan karyawannya mematuhi peraturan

keselamatan konstruksi dan di lokasi (dengan berkoordinasi dengan pejabat setempat). ‰ Sediakan peralatan

keselamatan dan rambu-rambu peringatan yang sesuai

‰ Observasi visual dan daftar keluhan, surat kabar dsb.

‰ Memeriksa daftar kesehatan.

‰ Laksanakan inspeksi kesehatan untuk para pekerja.

‰ Prioritas dalam pemilihan karyawan akan diberikan kepada penduduk lokal yang memenuhi syarat.

‰ Sediakan rumah barak dilokasi atau sewa perumahan diantara masyarakat sekitar apabila akomodasi tidak tersedia di tempat lokasi proyek (tahap konstruksi). mengenai daerah yang berpotensi untuk bermasalah atau daerah bermasalah. ‰ Periksa daftar

(38)

perkotaan, membangun

‰ Memberikan pendidikan kepada pekerja

‰ Hindari pengerukan / pertambangan pada desa / kampung yang telah berdiri. ‰ Kerjasama erat dengan

institusi / lembaga guna memperhatikan keluhan masyarakat.

‰ Memberikan prasarana yang memadai untuk mengindari beban yang terlalu banyak pada daerah disekitar proyek.

‰ Periksa laporan pada daerah bermasalah. ‰ Diskusi dengan

perwakilan masyarakat lokal.

‰ Teliti daftar keluhan guna mengidentifikasi masalah yang belum diselesaikan.

‰ (Lihat tindakan pada bagian

6.1.7, 6.1.8, 6.1.10 dan 6.3.2 )

‰ (Lihat tindakan pada

bagian 6.1.7, 6.1.8, 6.1.10 dan 6.3.2)

- (Lihat tindakan

pada bagian bekerja sama dengan representatif / wakil masyarakat.

‰ Laksanakan studi jangka panjang pada kelompok lokal dan prognosis mengenai perkembangan sosial

‰ Pertimbangkan aspek khusus / sensitif sewaktu

merencanakan proyek ‰ Memberikan pendidikan

kepada pekerja mengenai aspek / tingkah laku sosial

‰ Diskusi dengan representatif masyarakat lokal. ‰ Periksa laporan pada

(39)

Daftar Proses: Penggalian pasir dan kerikil(Rancangan, versi 4.0)

LAMPIRAN

KRITERIA STANDAREVALUASI untuk AMDAL

untuk

PENGGALIAN PASIR DAN KERIKIL

(GALIAN C)

Gambar

Gambar diagram skematik dari pertambangan / penggalian tanah dan kerikil dan daftar

Referensi

Dokumen terkait

o Biasanya digunakan pada citra foto atau image lain yang tidak.. terlalu memerlukan detail citra, dimana kehilangan bit

[r]

Dalam mereview notulen rapat, auditor harus memperhatikan apakah ada saham yang telah dicadangkan untuk opsi saham atau ketentuan serupa serta

Data eksternal diperoleh dari lingkungan luar instalasi farmasi rawat jalan RSMS, yang merupakan data eksternal berupa peluang dan ancaman. Faktor-faktor ini

Model akhir pada gambar 2 dapat dijelaskan bahwa USAGE dipengaruhi langsung oleh IU dan PEOU. Sementara IU dipengaruhi langsung oleh PEOU. Dan PU dipengaruhi

Berikut ini kegiatan usahatani yang pada umumnya dilakukan oleh petani belimbing di Kota Depok sesuai dengan SOP belimbing dewa.. Penanaman Tanaman

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pengadaan Langsung Nomor: 07/Ba-HPL/PL-Konsul/BM- APBD/PU/IV/2012 :.. Perencanaan Pembangunan Jalan Lapen Macadam Jalan Lingkungan Batubi SP1, SP2 dan

Dibolehkannya operasi perbaikan atau penyempurnaan kelamin, sesuai dengan keadaan anatomi bagian dalam kelamin orang yang mempunyai kelainan kelamin atau. kelamin