• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERSPEKTIF PEMBELAJARAN IPS DI SD DI ABA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERSPEKTIF PEMBELAJARAN IPS DI SD DI ABA"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PERSPEKTIF PEMBELAJARAN IPS

DI SEKOLAH DASAR PADA ABAD 21

Oleh :

YANWAR SUDARTONO

NIM 824661438

POKJAR 3 SMKN 3 WONOSARI

(2)

BAB I

PERMASALAHAN PEMBELAJARAN IPS DI SD

Proses pembelajaran yang berlangsung di SD merupakan sebuah proses yang berkesinambungan dan berkaitan satu sama lain diantara komponen-komponen yang terlibat di dalamnya yaitu murid dengan guru. Secara sederhana istilah pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan seseorang atau sekelompok orang melalui satu atau lebih strategi, metode, dan pendekatan tertentu ke arah pencapaian tujuan pembelajaran yang telah direncanakan.

IPS sendiri merupakan nama mata pelajaran di tingkat Sekolah Dasar. Istilah IPS di Sekolah Dasar merupakan nama mata pelajaran yang berdiri sendiri sebagai integrasi dari sejumlah konsep disiplin ilmu sosial, humaniora, sains bahkan berbagai isu dan masalah sosial kehidupan. Materi IPS untuk jenjang Sekolah Dasar tidak terlihat aspek disiplin ilmu karena yang lebih dipentingkan adalah dimensi pedagogic dan psikologis serta karakteristik kemampuan berpikir peserta didik yang bersifat holistik. Jadi pembelajaran IPS merupakan upaya untuk membelajarkan peserta didik dalam ilmu sosial, humaniora, dan masalah sosial kehidupan.

Pembelajaran IPS sendiri dalam perkembangannya senantiasa mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan zaman yang ada. Meskipun demikian perkembangannya belum sesuai dengan apa yang kita harapkan, masih banyak pengajar yang melaksanakan pembelajaran IPS dengan metode lama seperti ceramah dan sekedar membaca buku paket. Pada akhirnya tujuan dari pembelajaran IPS itu sendiri tidak dapat dicapai dengan maksimal, murid terkadang hanya bisa menyerap apa yang disampaikan guru sepotong-sepotong saja, tidak bisa secara sempurna.

Kondisi yang demikian itu tentu saja tidak dapat terlepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi pada proses pembelajaran IPS tersebut. Berikut ini dapat diidentifikasi beberapa permasalahan yang sering muncul pada pembelajaran IPS yang ada di sekolah kami. Permasalahan tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang yaitu:

1. Murid

Beberapa permasalahan yang muncul pada sisi murid adalah sebagai berikut:

 Murid kesulitan menyerap materi yang disampaikan oleh guru IPS

(3)

 Murid merasa jenuh dengan proses pembelajaran dilakukan yang dirasa monoton dan tidak ada variasi.

2. Guru

 Metode mengajar yang dilakukan belum ada variasi atau belum berani mencoba teknik/metode atau model yang baru.

 Guru merasa kesulitan untuk senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan IPS yang terus berubah dari waktu ke waktu.

 Guru tidak menguasai dan tidak mau terbuka terhadap alternatif perubahan atau inovasi teknik pembelajaran IPS yang baru.

 Guru belum menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai media alat bantu pembelajaran.

3. Kebijakan

 Dukungan dari pengambil kebijakan di sekolah dalam hal ini adalah manajemen sekolah dalam rangka menerapakan metode pembelajaran yang lebih inovatif di sekolah belum ada terutama untuk mulai menerapkan media pembelajaran berbasis

e-learning. 4. Sarana dan Prasarana

 Buku tidak tidak sesuai dengan perkembangan pengetahuan IPS yang ada.

 Media atau alat bantu pembelajaran IPS di sekolah yang belum tersedia.

 Bahan ajar untuk IPS yang berbasis e-learning belum ada.

(4)

BAB II

TUJUAN PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR

Tujuan pembelajaran IPS di tingkat Sekolah Dasar adalah sebagai berikut:

1. IPS mempersiapkan siswa untuk studi lanjut dibidang sosial sciences jika ia nantinya masuk ke perguruan tinggi. Untuk itu maka pelajaran seperti sejarah, geografi, ekonomi dan antropologi budaya harusnya diberikan lepas-lepas sebagai vak tersendiri.

2. IPS yang bertujuan mendidik kewarganegaraan yang baik, mata pelajaran yang disajikan oleh guru sekaligus harus ditempatkan dalam konteks budaya melalui pengolahan secara ilmiah dan sikologis yang tepat.

3. IPS yang hakikatnya merupakan kompromi antara satu dan dua tersebut di atas inilah yang kita temukan dalam definisi IPS, sebagai “suatu penyederhanaan dan penyaringan terhadap ilmu-ilmu sosial, yang penyajiannya di sekolah disesuaikan dengan kemampuan guru dan daya tangkap peserta didik

4. IPS yang mempelajari closed area atau masalah-masalah sosial yang pantang untuk dibicarakan di muka umum. Bahannya menyangkut macam-macam pengetahuan dari ekonomi sampai politik, dari yang sosial sampai kultural. Dengan cara ini, siswa dilatih berfikir demokratis

5. Menurut pedoman khusus bidang studi IPS, tujuan bidang studi tersebut yaitu dengan materi yang dipilih disaring dan disinkronkan kembali maka sasaran seluruh kegiatan belajar dan pembelajaran IPS mengarah pada 2 hal yaitu:

1. Pembinaan warga Negara Indonesia atas dasar moral Pancasila/ UUD 1945.

2.

Sikap sosial yang rasional dalam kehidupan.

(5)
(6)

BAB III

PEMBAHASAN

Sekolah kami merupakan sekolah yang berada di lingkungan perkotaan, dengan demikian maka sebenarnya sekolah ini termasuk sekolah yang mendapat input murid dengan kemampuan anak yang baik dan kemampuan ekonomi orang tua yang cukup tinggi. Selain itu sarana dan prasarana yang ada di sekolah sebenarnya juga sudah mampu untuk menyelenggarakan sistem pembelajaran yang lebih variatif dan inovatif. Sekolah kami terdiri dari 12 kelas paralel dengan jumlah murid mencapai sekitar 370 orang dengan staf pengajar sebanyak 31 orang dan 1 orang staf administrasi. Namun demikian sekolah kami termasuk sekolah yang berada dibawah naungan yayasan bukan dibawah langsung dari Dinas Pendidikan. Adapun fasilitas yang ada yaitu ada 12 ruang kelas, kantin, masjid, aula pertemuan, 5 ruang toilet, perpustakaan, dan ruang Laboratorium Komputer dengan 20 PC

client dan 1 PC server lengkap dengan koneksi intranet (jaringan local) dan internet.

Kondisi yang demikian itu sebenarnya sudah cukup bagus untuk menunjang kelancaran proses pembelajaran di sekolah agar dapat berjalan dengan baik. Namun khususnya pembelajaran untuk mata pelajaran IPS perlu adanya inovasi dan terobosan baru agar dapat menjadi solusi bagi permasalahan-peramsalahan yang ada pada proses pembelajaran IPS itu sendiri. Sehingga dengan demikian diharapkan tujuan dari proses pembelajaran IPS dapat tercapai dengan baik dan maksimal.

A. Pemecahan Masalah

Adanya fakta kesenjangan antara tujuan pembelajaran IPS di SD yang diharapkan dengan pencapaian hasil atau realitas di lapangan, maka ini memerlukan munculnya berbagai solusi atau inovasi untuk mengatasi masalah tersebut. Solusi atau inovasi yang ditawarkan harus dapat mengatasi berbagai permasalahan secara menyeluruh baik dari sudut pandang murid, guru, kebijakan, atau pun sarana dan prasarana yang ada. Oleh karena itu diperlukan sebuah terobosan yang baru, berani berbeda dari yang lain dengan teknik atau cara yang benar-benar baru pula, sehingga akan meningkatkan minat belajar pada siswa.

(7)

merupakan beberapa bentuk kendala yang ada pada pembelajaran IPS. Diperlukan sebuah model pembelajaran baru yang dapat membuat proses pembelajaran IPS ini tetap eksis bagi siswa dan memiliki daya tarik tersendiri.

Jika kita melihat peraturan yang ada tentang proses pembelajaran yaitu PP No. 19 Tahun 2005, Pasal 19, ayat 1 menyatakan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Maka dapat disimpulkan bahwa perlu dicari metode pembelajaran IPS yang juga memenuhi kriteria seperti apa yang terdapat dalam peraturan tersebut serta dapat menjadi solusi dan inovasi baru bagi perkembangan pembelajaran IPS di tingkat SD.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran IPS, maka hal ini bisa menjadi salah satu solusi yang cukup efektif dan sesuai untuk mengatasi berbagai permasalahan yang muncul pada proses pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet. E-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet/intranet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan yang lebih luas. Menjawab tantangan globalisasi khususnya bidang pendidikan, meningkatkan kualitas interaksi belajar mengajar, dan membiasakan penggunaan teknologi informasi bagi siswa-siswa.

(8)

Alternatif pemecahan masalah dengan diterapkannya metode pembelajaran e-learning diharapkan akan dapat lebih menarik minat siswa untuk belajar IPS karena media belajar yang digunakan cukup beragam macamnya dan masing-masing memiliki manfaat sendiri-sendiri disesuaikan dengan materi ajar. Selain itu metode e-learning ini juga dapat berfungsi sebagai alat bantu pengajaran yang membantu guru dalam penyelenggaraan pembelajaran yang lebih efisien, sehingga pengelolaan pembelajaran akan berjalan lebih efektif. Fungsi lain yaitu untuk mengambil alih ceramah guru ketika menjelaskan suatu materi ajar dalam pengelolaan KBM. Berbagai media yang digunakan dalam proses pembelajaran e-learning ini juga diharapkan dapat melatih siswa belajar secara efisien, merangsang daya fikir siswa dan menstimulus siswa untuk berfikir kritis.

Pembelajaran e-learning sendiri memberikan sejumlah manfaat bagi proses belajar mengajar. Manakala model pembelajaran ini digunakan dengan tepat guna, maka akan mampu menarik perhatian, menantang untuk dilihat, dan memberikan stimulus kerja pada otak. Informasi verbal hanya berfungsi sebagai suplemen namun model pembelajaran ini sekaligus dapat mengurangi informasi verbal yang dibutuhkan, hanya saja penggunaanya harus tepat disesuaikan dengan kebutuhan materi ajar.

Beberapa media yang dapat digunakan pada proses model pembelajaran e-learning

yaitu rekaman suara, lagu, video (film), foto (gambar), poster, grafik, diagram, slide presentasi, permainan (game), soal-soal latihan (quiz) dan lain-lain. Seluruh media belajar tersebut dapat dikemas dalam 1 paket bahan ajar dengan bantuan sebuah software

pembelajaran atau authoring tools. Software ini berfungsi untuk membantu guru dalam mempersiapkan bahan ajar yang akan digunakan dalam proses pembelajaran berbasis e-learning. Dengan bantuan sofware ini bahan ajar dapat disajikan dengan kemasan yang lebih menarik dan atraktif karena banyak konten media yang dapat diintegrasikan ke dalam bahan ajar tersebut sehingga siswa menjadi lebih tertarik dan penasaran untuk mengaksesnya kemudian mempelajarinya.

(9)

selama ini sebagai pusat pembelajaran. Dalam proses e-learning ini justru siswa atau murid yang aktif mengakses bahan ajar, kemudian berusaha memahami dan memecahkan permasalahannya sendiri, guru cukup sebagai fasilitator saja dalam melaksanakan proses pembelajaran tersebut. Selain itu murid dapat melakukan evaluasi belajar sendiri dengan mengerjakan latihan soal atau quiz yang juga terintegrasi dalam bahan ajar tersebut, dan ketika mereka merasa sudah penat, game atau permainan yang ada dalam paket bahan ajar tersebut dapat diakses untuk penyegaran siswa. Sungguh suatu model pembelajaran yang lengkap secara konten maupun substansinya.

Penerapan e-learning yang dimaksud dalam paparan ini adalah e-learning yang berbasis pada LMS (Leearning Maangement System) dengan menggunakan Moodle

sebagai alat untuk mempublikasi bahan ajar. Moodle ini diinstall dalam komputer Server

kemudian siswa bersama guru dapat mengakses melalui browser yang sudah terpasang pada masing-masing komputer yang tergabung dalam satu jaringan lokal (intranet). Pembuatan bahan ajar pada e-learning ini bebasis pada penggunaan authoring tools yang bernama Lectora. Model e-learning ini kami tawarkan sebagai solusi atau jalan keluar bagi inovasi model pembelajaran IPS di sekolah dengan pertimbangan beberapa hal sebagai berikut:

1. Sekolah sudah memiliki perangkat yang akan digunakan, yaitu seperangkat komputer yang ada di laboratorium komputer lengkap dengan jaringan intranet dan internet, perangkat authoring tools yaitu Lectora yang sudah terpasang tinggal digunakan dan dimanfaatkan oleh guru.

2. Admin atau pengelola laboratorium komputer yang ada siap membantu guru IPS untuk menyiapkan secara teknis bahan ajar yang sudah jadi kemudian di publish

dalam moodle yang terdapat pada komputer server laboratorium komputer.

3. Pelatihan bagi guru yang akan membuat bahan ajar sudah dilaksanakan oleh dinas terkait, tinggal pengimbasan pada sesama guru yang lain.

4. Kondisi tenaga pengajar yang ada hampir seluruhnya menguasai operasionalisasi komputer, jadi ini sangat menunjang untuk penerapan e-learning di sekolah.

(10)

Model pembelajaran e-learning dengan basis penggunaan program Lectora dipilih karena software ini memiliki berbagai fitur atau fasilitas yang mampu menampilkan berbagai media ajar dengan berbagai format seperti foto, video, animasi, rekaman suara, lagu, soal-soal dan games untuk selingan agar siswa tidak jenuh. Selain fitur yang mumpuni, software ini juga cukup mudah untuk dipelajari dan digunakan. Apalagi pelatihan pembuatan bahan dengan basis Lectora sudah dilakukan oleh dinas terkait.

Berbagai fasilitas yang dimiliki oleh softwareLectora tersebut dapat membantu dan memudahkan guru untuk membuat bahan ajar IPS dengan menggunakan berbagai media yang dibutuhkan. Misalnya untuk materi IPS Geografi, kita dapat memasukkan berbagai media seperti peta dari googlemaps yang up to date, foto satelit kenampakan bumi dari

googleearth, peta pembagian iklim dan musim, berbagai gambar, foto, atau animasi flora dan fauna, animasi proses siklus air, animasi proses terjadinya hujan dan masih banyak lagi media yang bisa kita masukkan ke dalam bahan ajar yang kita buat. Bahan-bahan yang kita masukkan bisa kita buat sendiri atau kita download dari internet.

Ilustrasi lain misalnya kita akan membuat bahan ajar tentang keanekaragaman suku dan adat istiadat dari tiap provinsi, maka kita bisa menampilkan letak atau peta persebaran suku-suku di indonesia, gambar aneka rumah adat, lagu daerah yang dapat didengarkan langsung oleh siswa, video aneka tarian dari tiap daerah yang dapat di lihat langsung, foto pakaian adat tiap daerah, dan masih banyak lagi media yang lain yang tentu saja sangat membantu untuk proses pemahaman siswa. Jadi siswa tidak hanya membayangkan saja bagaimana bentuknya atau bagaimana gerakan tarian tiap daerah misalnya, tapi mereka dapat melihat langsung atau mendengarkan langsung berbagai lagu daerah dan tarian yang ada di Indonesia. Selain membantu proses pemahaman dengan model bahan ajar seperti ini, siswa lebih aktif mencari bahan ajarnya sendiri dengan mengakses langsung dari komputer server melalui komputer siswa masing-masing, sedangkan guru tinggal memberikan petunjuk dan mendampingi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

(11)

menggunakan berbagai perangkat audio visual juga mampu memberikan manfaat lebih untuk meningkatkan daya serap dan hasil belajar siswa, terutama dalam pembelajaran IPS, karena media audio visual dengan basis teknologi informasi memiliki dua dimensi sensorik yang berintegrasi dalam waktu yang bersamaan untuk dapat memperluas berbagai pengalaman siswa ketika dihadapkan pada suatu rangsangan.

Ada beberapa manfaat secara umum dengan diterapkannya model pembelajaran e-learning pada proses pembelajaran IPS di Sekolah Dasar yaitu:

1. Bagi Guru

• Guru dapat tampil lebih percaya diri, karena termasuk guru inovatif dan kreatif. • Guru lebih mudah mencari bahan ajar yang baru sesuai dengan perkembangan situasi

dan kondisi dari berbagai sumber.

• Pengajaran lebih efektif dan efisien sesuai dengan apa yang diharapkan yaitu mengurangi peran sentralistik seorang guru.

2. Bagi Siswa

• Pelajaran lebih mudah dipahami dengan berbagai media bahan ajar yang digunakan dan sesuai dengan SK dan KD masing-masing materi

• Tingkat kesalahan informasi dari guru lebih kecil, karena bisa dipersiapkan lebih dulu materi yang akan disampaikan.

• Pembelajaran lebih menyenangkan dan bermakna, karena menggunakan perangkat komputer yang cenderung disukai oleh siswa

3. Bagi Sekolah

• Kepercayaan stakeholder sekolah meningkat

• Memudahkan pemetaan kompetensi guru atau tenaga pengajar yang ada di sekolah • Prestasi sekolah lebih meningkat dengan tingkat pemahaman dan penyerapan siswa

terhadap pelajaran yang semakin baik.

Prestise sekolah meningkat, nama baik sekolah akan semakin baik.

Demikian beberapa manfaaat yang dapat kita ambil dengan diterapkannya metode

e-learning berbasis Lectora di sekolah. Mengingat manfaatnya yang begitu besar bagi sekolah maka hal tersebut bisa menjadi faktor pendorong yang sangat kuat bagi sekolah untuk menerapkan pembelajaran IPS dengan model pembelajaran e-learning berbasis

Lectora, terutama bagi sekolah yang sudah memiliki perangkat penunjang untuk pelaksanannya seperti adanya laboratorium komputer dengan jaringan intranet/internet yang tersedia. Dengan demikian diharapkan tujuan dari pembelajaran IPS dapat tercapai dengan baik, siswa tidak merasa bosan dengan pola pembelajaran yang ada tetapi mereka lebih tertarik lagi untuk belajar IPS secara lebih mendalam dan menyeluruh.

(12)

meningkatkan pengetahuannya sesuai dengan perkembangan yang ada. Sedangkan dari pihak sekolah juga sebaiknya menerapkan kebijakan dalam rangka peningkatan kompetensi guru dan penerapan model pembelajaran e-learning. Sehingga dengan demikian seluruh komponen yang terlibat dalam hal ini dapat berperan sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pada akhirnya proses pembelajaran IPS tetap eksis, semakin maju dan diminati oleh siswa sehingga tujuan dari pembelajaran IPS itu sendiri dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

B. Kesimpulan

Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, proses pembelajaran IPS harus semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang ada, maka keadaan ini hendaklah diikuti dengan kemajuan para guru dalam menguasai teknologi terutama teknologi imforasi dalam rangka meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPS, guru hendaknya memanfaatkan sumber – sumber belajar yang ada di lingkungan sekolah seperti buku dan internet serta sumber belajar yang ada di masyarakat untuk menjadikan materi pembelajaran IPS tetap eksis dan diminati para siswa. Seperti kita ketahui bersama bahwa pelajaran IPS dapat menjadi salah satu alat ukur untuk menentukan keberhasilan suatu bangsa dimasa mendatang.

Dalam upaya peningkatan peran guru yang professional, seorang guru perlu memahami bahwa inovasi metode pembelajaran IPS yang baru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Fungsi utamanya adalah sebagai alat bantu pembelajaran untuk menunjang penerapan metode pembelajaran yang telah direncanakan oleh guru sesuai dengan karakteristik siswa dan bahan belajar yang akan disampaikannya. Dalam hal ini e-learning dengan basis Lectora adalah solusi yang tepat dalam rangka menunjang peningkatan pencapaian tujuan pembelajaran IPS.

C. Saran dan Harapan

Beberapa masukan atau saran yang dapat dikemukakan yaitu:

(13)

e-learning misalnya dengan melakukan penjadwalan bagi guru IPS untuk melaksanakan proses pembelajaran di laboratorium komputer dengan metode e-learning berbasis Lectora.

2. Pelatihan bagi seluruh guru, terutama guru bidang studi IPS sangat diperlukan dalam rangka penerapan pemanfaatan teknologi informasi (TIK) untuk menunjang proses pembelajaran IPS di sekolah, agar guru IPS memiliki kemampuan untuk melakukan inovasi pembelajaran berbasis e-learning dengan baik.

(14)

Gambar screenshoot program authoring tools Lectora Inspire, lengkap dengan berbagai fitur yang ada di dalamnya

(15)

Gambar

Gambar screenshoot tampilan bahan ajar saat berlangsung proses pembelajaran e-learning
Gambar suasana proses pembelajaran dengan metode e-learning di sekolah

Referensi

Dokumen terkait

Karakteristik sumber belajar yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran IPS dengan metode Contextual Teaching Learning (CTL) di SMPN 7 Purworejo Kongkrit,

Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa penerapan strategi pemecahan masalah dapat meningkatkan minat dan hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN 2 Taskombang

Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) bagaimana upaya peningkatan motivasi belajar IPS menggunakan metode pembelajaran Quantum teaching learning ; (2) apakah

Penelitan Tindakan Kelas dengan rumusan masalah “Apakah strategi pembelajaran Artikulasi dapat meningkatkan minat belajar IPS pada siswa kelas IV SD N Baleharjo 2 Tahun

EFEKTIFITAS METODE QUIZ TEAM DAN MURDER TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN IPS.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran daring melalui e-learning dapat meningkatkan minat belajar siswa dan memberikan alternatif metode

Paradigma Pembelajaran IPS di SDMI Ilmu Pengetahuan Sosial IPS adalah bidang studi yang mempelajari, menelaah, menganalisis, geiala dan masalah sosial di masyarakat dengan meninjau

1.4 Rumusan Masalah Berdasarkan batasan masalah tersebut, maka yang menjadi rumusan masalah adalah “Apakah ada peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPS setelah diterapkannya