• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH ETIKA BISNIS DALAM ISLAM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH ETIKA BISNIS DALAM ISLAM"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ETIKA BISNIS DALAM ISLAM

DOSEN PEMBIMBING : ISKANDAR, M.Pd

DISUSUN OLEH : MONALISA

WIKA

SEKOLAH TINGGI EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

TANGGAMUS

(2)

Kata Pengantar

Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang mana atas berkat dan pertolongan-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini.

Sholawat serta salam senantiasa kami haturkan kepada suri tauladan kita Nabi Muhammad SAW yang selalu kita harapkan syafa’atnya di hari kiamat nanti.

Makalah ini kami buat dalam rangka untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Bisnis Islam dan untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman mengenai “Etika Bisnis Dalam Islam”.

Dengan segala keterbatasan yang ada kami telah berusaha dengan segala daya dan upaya guna menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari bahwasanya makalah ini jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini. Atas kritik dan sarannya kami ucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya.

Kotaagung, 17 Agustus 2016

(3)

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar belakang 4

2. Rumusan masalah 5

3. Tujuan 5

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Etika, Bisnis, dan Etika Bisnis dalam Islam 6

2. Tauladan Nabi dalam Aktivitas Bisnis 7

3. Hal –hal yang Diperbolehkan dan Dilarang Agama dalam Berbisnis 7

4. Membangun Etika Bisnis 10

BAB III PENUTUP

Kesimpulan 12

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

(5)

b. Rumusan Masalah

1. Apakah yang dimaksud dengan etika, bisnis, dan etika bisnis dalam Islam ? 2. Bagaimana tauladan Nabi dalam aktivitas bisnis?

3. Apa saja hal-hal yang diperbolehkan agama dalam berbisnis? 4. Apa saja hal-hal yang dilarang agama dalam berbisnis? 5. Bagaimana membangun etika dalam bisnis?

c. Tujuan Penulisan Makalah

1. Untuk mengetahui pengertian dari etika, bisnis, dan etika bisnis dalam islam. 2. Untuk mengetahui tauladan Nabi dalam aktivitas berbisnis.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Etika, Bisnis, dan Etika Bisnis dalam Islam

Secara etimologi, Etika (ethics) yang berasal dari bahasa Yunani ethikos mempunyai beragam arti: pertama, sebagai analisis konsep-konsep terhadap apa yang harus, mesti, tugas, aturan-aturan moral, benar, salah, wajib, tanggung jawab dan lain-lain. Kedua, aplikasi ke dalam watak moralitas atau tindakan-tindakan moral. Ketiga, aktualisasi kehidupan yang baik secara moral.

Kata bisnis dalam Al-Qur’an biasanya yang digunakan al-tijarah, al-bai’,

tadayantum, dan isytara. Tetapi yang seringkali digunakan yaitu al-tijarah dan dalam bahasa arab tijaraha, berawal dari kata dasar t-j-r, tajara, tajran wa tijarata, yang bermakna berdagang atau berniaga. At-tijaratun walmutjar yaitu perdagangan, perniagaan (menurut kamus al-munawwir). Dalam hal ini, ada dua definisi tentang pengertian perdagangan, dari dua sudut pandang yang berbeda, yaitu menurut mufassir dan ilmu fikih.

1. Menurut Mufassir, Bisnis adalah pengelolaan modal untuk mendapatkan keuntungan.

2. Menurut Tinjauan Ahli Fikih, Bisnis adalah saling menukarkan harta dengan harta secara suka sama suka, atau pemindahan hak milik dengan adanya penggantian.

Menurut cara yang diperbolehkan penjelasan dari pengertian diatas :

a. Perdagangan adalah suatu bagian muamalat yang berbentuk transaksi antara seorang dengan orang lain.

b. Transaksi perdagangan itu dilaksanakan dalam bentuk jual beli yang diwujudkan dalam bentuk ijab dan qabul.

c. Perdagangan yang dilaksanakan bertujuan atau dengan motif untuk mencari keuntungan.

Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan kalau etika sebagai perangkat prinsip moral yang membedakan apa yang benar dari apa yang salah, sedangkan bisnis adalah suatu serangkaian peristiwa yang melibatkan pelaku bisnis, maka etika

diperlukan dalam bisnis.

Dengan demikian dapat dipahami bahwa, Etika bisnis adalah norma-norma atau kaidah etik yang dianut oleh bisnis, baik sebagai institusi atau organisasi, maupun dalam interaksi bisnisnya dengan “stakeholders”nya.

(7)

B. Tauladan Nabi dalam Aktivitas Bisnis

Rasulullah SAW adalah seorang pebisnis dan pedagang yang handal. Visi beliau dalam berdagang hanya satu, yaitu Bahwa transaksi bisnis sama sekali tidak ditujukan untuk memupuk kekayaan pribadi, namun justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnis dengan etika yg tinggi. Adapun hasil yang didapat harus

didistribusikan ke sebanyak mungkin umat. Prinsip yang beliau pegang cukup 3 hal saja, yaitu Jujur, Saling menguntungkan kedua pihak, Hanya menjual produk yang bermutu tinggi.

Tiga prinsip di atas menjiwai cara bisnis beliau. Berikut adalah teladan beliau sebagai seorang pedagang/penjual:

 Tidak boleh berbohong dan menipu pembeli mengenai barang yang dijual

 Carilah keuntungan yang wajar. Jika pembeli bertanya, sebutkan harga

modalnya kepada para pelanggan yang tidak mampu membayar kontan (tunai), berikanlah waktu untuk melunasinya. Bila dia betul-betul tidak mampu

membayar setelah masa tenggat pengunduran itu, padahal dia telah berusaha, maka ikhlaskanlah

 Hindari sumpah yang berlebihan, apalagi sumpah palsu untuk mengelabui

konsumen

 Lakukan transaksi jika telah ada kata sepakat antara penjual dan pembeli

 Lakukan penimbangan dan penakaran dengan benar dan setepat mungkin

 Camkan pada pembeli bahwa yang membayar di muka bahwa ia tidak boleh

menjualnya sebelum barang tersebut benar-benar menjadi miliknya (terbayar lunas terlebih dahulu)

 Jangan melakukan transaksi monopoli dalam perdagangan, berikan kesempatan

yang lain untuk berdagang juga.

C. Hal –hal yang Diperbolehkan dan Dilarang Agama dalam Berbisnis

1. Hal-hal yang Dilarang dalam Berbisnis

a. Bisnis yang mengandung Modus Penipuan

(8)

undang-undang akan tetapi juga akan mendapatkan siksa diakhirat nantinya karena melanggar aturan Agama.

b. Bisnis yang mengandung Unsur Riba

Riba adalah pengambilan tambahan, baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjam-meminjam secara bathil atau bertentangan dengan prinsip muamalat dalam Islam. Aturan Riba ini sudah diterangkan dalam Al-Hadist dan Al-Qur'an sehingga sebagai umat beragama kita menjauhi hal-hal yang berbau riba. Contoh nyata perbuatan riba dalam kehidupan sehari-hari yaitu :

- Produk perbankan yang berbasis tabungan/pinjaman berbunga adalah riba qardh

yang haram.

- Kartu kredit yg mensyaratkan punishment berupa tambahan uang juga

merupakan akad ribawi

- Gadai jika disyaratkan pengembalian yang lebih tinggi juga riba.

Hukum bagi pelaku Riba Dosa Besar dan akan disiksa dineraka. Dalam bisnis yang mengandung unsur riba, yang dianggap pelakunya adalah semua yang bersangkutan termasuk pembelinya. Dengan dalil :

ءءاووسو ممهه لواقووو ههيمدوههاشووو ههبوتهاكووو ههلوكهؤممهوو ابوررهلا لوكهآ مولروسووو ههيملوعو ههلرولا ىلروصو ههلرولا لهوسهرو نوعولو

Artinya :

“Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja.” (HR.Bukhari fathul bari/V:4/H:394/bab:24)

Untuk menghindari perbuatan Riba, sekarang ini sudah ada Instansi perbanka yang dalam sistem kerjanya sesuai syari'at islam, yang dikenal dengan Bank Syariah. Selain itu kita hendaknya juga berhati-hati dalam sebuah penawaran simpan-pinjam yang mungkin saja masih terdapat unsur Riba.

c. Bisnis yang mempejual-belikan Barang Haram

Bisnis yang bergerak dalam penjualan barang/jasa yang Haram adalah larangan dari Agama juga Pemerintah. Sebagai contoh Perdagangan Narkoba, Penyelundupan Barang, Perdagangan Satwa Langka, dan masih banyak lagi. Hukum bagi pelakunya akan mendapat hukuman penjara sesuai pelangaranya. Akan tetapi dalam ajaran Agama Allah akan melaknati setiap orang yang menkonsumsi barang haram juga yang

memperjual belikanya.

(9)

Bisnis yang dilarang berikutnya adalah jika kita melakukan suatu transaksi akan tetapi bayang yang ditawarkan belum ada kepastian. Misalnya Kebun Mangga yang luas akan dibeli buahnya oleh pemborong denganharga sekian, akan tetapi kebun itu sedang berbunga dan belum muncul buah yang layak jual. Bisnis seperti inilah yang dilarang dalam agama, karena dapat merugikan si pemilik maupun Pemborongnya.

Contoh lain adalah membeli ternak yang masih ada dalam kandungan induknya, dam masih banyak contoh yang lain. Hukum bagi pelaku bisnis ini oleh pemerintah memang belum begitu diperhatikan, akan tetapi dalam syari'at agama akan mendapatkan laknat dan siksa yang berat dineraka.

e. Bisnis yang begerak dalam Perjudian

Minuman Keras, Narkoba, Judi adalah perbuatan yang dilarang oleh pemerintah dan juga Agama. Bisnis yang bergerak dalam bidang ini memang menghasilkan profit yang menggiurkan, akan tetapi apa gunanya bila besok di Akhirat akan mendapat siksa dari Allah. Contoh nyata Bisnis perjudian adalah Bisnis Tebak Nomor (Togel), Lotre, serta taruhan-taruhan dalam balapan,dll. Pemerintah memberikan sanksi tegas bagi pelanggar aturan ini.

f. Bisnis yang bergerak dalam Perdagangan Manusia & Seksual

Bisnis yang satu ini marak terjadi di pada Akhir Zaman ini. Bagaimana tidak sekarang ini banyak sekali tempat-tempat lokalisasi dan Hiburan Malam yang

didalamnya penuh dengan wanita-wanita cantik nan seksi, akan tetapi Bisnis yang satu ini harus anda hindari sejauh mungkin, sebab jika anda menjalankan bisnis usaha ini, sama saja anda melancarkan perzinaan dan mempercepat terjadinya Kiamat. Dan Hukuman yang akan diterima sudah jelas, yaitu di dunia akan dikenakan hukuman pidana, dan di Akhirat akan mendapatkan siksa Neraka.

2. Hal-hal yang Dianjurkan dalam Berbisnis

a. Menggunakan Niat yang Tulus

Niat tulus dalam berbisnis adalah beribadah kepada Allah. Seperti didalam Alquran QS. Al Ankabuut ayat 17 telah dijelaskan, “Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; Maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. hanya kepada- Nyalah kamu akan dikembalikan.”

(10)

b. Alquran dan Hadist Sebagai Pedoman

Alquran sebagai pedoman manusia, termasuk dlam melakukan bisnis. Didalam Alquran QS. Al Jaatsiyah ayat 20 dijelaskan: “Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”

c. Meneladani Akhlak Rasulullah

Allah SWT memberikan pujian tentang budi pekerti kepada Rasulullah SAW, di dalam Alquran Qs. Al Qalam ayat 4 dijelaskan: “Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”

Dan di dalam sebuah riwayat tentang Rasulullah juga dijelaskan, Said bin Hisyam berkata, “Aku datang menemui Aisyah ra., lalu aku bertanya kepadanya tentang Akhlak Rasulullah SAW.” Maka Aisyah menjawab, “Tidakkah engkau membaca Alquran?” Aku menjawab, “Ya.” Aisyah berkata, “Akhlak Rasululah SAW adalah Alquran”.[1]

d. Melakukan jual-beli yang halal

Allah telah melarang segala bentuk kegiatan yang mengandung unsur haram, contohnya adalah riba. Didalam Alquran Allah menjelaskan: “orang-orang yang Makan (mengambil) riba[2] tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang

kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila[3]. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu[4] (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Jadi riba itu haram hukumnya, dan Allah dan Rasul-Nya telah melarang riba. Karena riba hanya akan mendatangkan kerugian bagi kedua belah pihak pelaku ekonomi.

D. Membangun Etika dalam Bisnis

(11)

sangat baik kalau sampai bisa Anda menanyakan untuk apa Anda hidup dan merumuskan apa tujuan hidup Anda. Kalau Anda jawab ini dengan serius, Anda paling tidak bisa menemukan jalan yang akan Anda tempuh. Pikiran dan hati nurani Anda juga akan memberikan signal-signal kepada Anda. Ibarat, lampu lalu lintas di persimpangan jalan, ada lampu merah, lampu hijau dan lampu kuning. Hati nurani akan menuntun Anda untuk memberikan mana jalan yang berbahaya, mana jalan yang harus Anda tempuh dan jalan mana yang Anda perlu bersikap hati-hati.

2. Kedua, mulailah mendeteksi etika apa yang paling sering Anda abaikan. Kalau Anda misalnya tidak tahan akan godaan uang ‘siluman’, ada baiknya Anda membuat studi tentang uang sebab uang merupakan topik yang begitu mempengaruhi siapapun di dunia ini. Begitu kuatnya pengaruh uang dalam hidup seseorang, para nabi menyandingkannya dengan Tuhan. Bagi manusia, hanya ada dua pilihan- uang atau Tuhan.

(12)

BAB III PENUTUP

1. Kesimpulan

a. Etika bisnis adalah norma-norma atau kaidah etik yang dianut oleh bisnis, baik sebagai institusi atau organisasi, maupun dalam interaksi bisnisnya dengan “stakeholders”nya.

b. Prinsip Rasulullah dalam berniaga/berbisnis ada 3 hal, yaitu jujur, saling menguntungkan kedua pihak, hanya menjual produk yang bermutu tinggi. c. Hal-hal yang Dilarang dalam Berbisnis antaralain: Bisnis yang mengandung

modus penipuan, mengandung unsur Riba, mempejual-belikan barang haram, Bisnis yang barang daganganya belum pasti, begerak dalam perjudian, bergerak dalam perdagangan manusia & seksual

d. Hal-hal yang Dianjurkan dalam Berbisnis antaralain: menggunakan niat yang tulus, Alquran dan Hadist sebagai pedoman berbisnis, meneladani akhlak Rasulullah, melakukan jual-beli yang halal.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-berdagang-rasulullah-saw/

http://ikutizaman.blogspot.co.id/2014/06/beberapa-hal-yang-dilarang-dalam.html

https://windaswarpandhani.wordpress.com/2015/11/01/indikator-prinsip-dan-cara-membangun-etika-bisnis-dalam-organisasi/

Referensi

Dokumen terkait

Mereka juga merupakan konsumen yang akan menentukan keputusan – keputusan perusahaan, baik dalam menentukan produk barang dan jasa yang dihasilkan maupun teknik produksi yang

Pelaku bisnis menurut Islam, tidak hanya sekedar mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya, sebagaimana yang diajarkan Bapak ekonomi kapitalis, Adam Smith, tetapi juga

Karena melalui pernyataan inilah diketahui maksud setiap pihak yang melakukan akad (aqid). Dalam kaitannya dengan ijab dan Kabul ini, ulama fikih mensyaratkan, a)

Diasumsikan karena entitas, lembaga, institusi dan mukalaf (orang yang bertanggung jawab) dalam islam tidak dapat dipisahkan, etika pribadi sebagai seorang muslim yang mukalaf

Perilaku bisnis yang benar menurut Mustaq Ahmad adalah yang sesuai dengan ajaran Alquran dan implementasinya tidak saja baik terhadap sesama manusia, tetapi juga

• Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/ atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun makhluk hidup lain,

Sabda Nabi Saw, “ Barang siapa yang menangguhkan orang yang kesulitan membayar hutang atau membebaskannya, Allah akan memberinya naungan di

terlebih dahulu keuntungan yang akan didapatkan, tetapi justru ia hanya menyebutkan harga modalnya saja, Rasulullah mempersilahkan pada pembeli untuk menentukan beberapa keuntungan yang