• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH PENGGUNAAN DISKUPER DISKUSI DAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH PENGGUNAAN DISKUPER DISKUSI DAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PENGGUNAAN DISKUPER (DISKUSI DAN PERMAINAN)

UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMBACA PEMAHAMAN

TEKS HORTATORY EXPOSITION

PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA 2

SMA NEGERI 8 SURAKARTA

SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :

WARSANA, S.Pd.

NIP. 19691021 199512 1 001

SMA NEGERI 8 SURAKARTA

Makalah disampaikan pada Review Peningkatan Kompetensi

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Guru SMA/SMK

(2)

PENGGUNAAN DISKUPER (DISKUSI DAN PERMAINAN)

UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MEMBACA

PEMAHAMAN TEKS HORTATORY EXPOSITION

PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MIA 2

SMA NEGERI 8 SURAKARTA

SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Oleh :

WARSANA, S.Pd.

(3)

HALAMAN PENGESAHAN

MAKALAH HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1. Judul :

Penggunaan Diskuper (Diskusi dan Permainan) Untuk Meningkatkan

Kompetensi Membaca Pemahaman Teks Hortatory Exposition Pada Peserta

Didik Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Surakarta Semester II Tahun Pelajaran

2014/2015.

2. Identitas Peneliti:

Nama Lengkap

: Warsana, S.Pd.

NIP

: 19691021 199512 1 001

Pangkat / Golongan

: Pembina / IVa

Unit Kerja

: SMA Negeri 8 Surakarta

Lokasi Penelitian

: SMA Negeri 8 Surakarta

3. Waktu Penelitian : 4 bulan (Bulan Maret s.d. Bulan Juni 2015)

4. Biaya Penelitian : Mandiri

Surakarta, September 2015

Pembimbing

Peneliti

Prof. Dr. Subyantoro, M. Hum.

Warsana, S.Pd.

NIP. 196802131992031002

NIP 19691021 199512 1 001

Kepala SMA Negeri 8 Surakarta

(4)

HALAMAN PENGESAHAN

MAKALAH HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS

1. Judul :

Penggunaan Diskuper (Diskusi dan Permainan) Untuk Meningkatkan

Kompetensi Membaca Pemahaman Teks Hortatory Exposition Pada Peserta

Didik Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Surakarta Semester II Tahun Pelajaran

2014/2015.

2. Identitas Peneliti:

Nama Lengkap

: Warsana, S.Pd.

NIP

: 19691021 199512 1 001

Pangkat / Golongan

: Pembina / IVa

Unit Kerja

: SMA Negeri 8 Surakarta

Lokasi Penelitian

: SMA Negeri 8 Surakarta

3. Waktu Penelitian : 4 bulan (Bulan Maret s.d. Bulan Juni 2015)

4. Biaya Penelitian : Mandiri

Surakarta, September 2015

Pembimbing

Peneliti

Dr. Mulyadi HP, M. Pd..

Warsana, S.Pd.

NIP.

NIP 19691021 199512 1 001

Kepala SMA Negeri 8 Surakarta

(5)

ABSTRAK

WARSANA.. Penggunaan Diskuper (Diskusi dan Permainan) Untuk

Meningkatkan Kompetensi Membaca Pemahaman Teks Hortatory Exposition

Pada Peserta Didik Kelas XI MIA 2 SMA Negeri 8 Surakarta Semester II Tahun

Pelajaran 2014/2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari tindakan yang

dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan membaca pemahaman peserta didik

kelas XI MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta. Tindakan yang dilakukan peneliti

adalah dengan menggunakan metode

Diskuper (Diskusi dan Permainan)

dalam

proses pembelajarannya.

Sebelum tindakan diberikan peneliti terlebih dahulu melihat penguasaan

Bahasa Inggris para peserta didik khususnya reading comprehension. Dari

ulangan harian diketahui bahwa nilai rata-rata adalah 55 nilai tertinggi adalah 80

dan nilai terendah adalah 45.

Setelah diberikan tindakan dengan pembelajaran menggunakan metode

Diskuper (Diskusi dan Permainan)

dengan jumlah anggota enam atau tujuh

orang per kelompok, hasil tes belajar peserta didik siklus I adalah nilai rata-rata

63,4 nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 65.

Dari hasil tes belajar pada pra siklus dan siklus I tersebut diperoleh bahwa

nilai rata-rata meningkat meningkat 8,3 poin atau 15 % , nilai tertinggi naik 10

poin atau 12,5% , nilai terendah naik 20 poin atau 44,4% . Karena tindakan yang

dilakukan pada siklus I belum bisa mencapai indikator keberhasilan yang

ditetapkan yaitu bahwa sekurang-kurangmya 85 % dari seluruh peserta didik

memperoleh nilai ≥ 70 , maka peneliti melakukan tindakan berikutnya yaitu

tindakan siklus II. Pada siklus II peneliti menggunakan metode

Diskuper (Diskusi

dan Permainan)

dengan jumlah anggota tiga atau empat orang per kelompok.

Dari hasil tes siklus II diperoleh data bahwa nilai rata-rata adalah 76,8 nilai

tertinggi adalah 95 dan nilai terendah adalah 60.

Berdasarkan hasil tes siklus I dan siklus II diketahui bahwa nilai rata-rata

meningkat 13,4 poin atau 21 % , nilai tertinggi naik 5 poin atau 5 %, nilai

terendah naik 15 poin atau 33,3 % . Sedangkan dari kondisi awal ke siklus II

diperoleh data bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata dari 55 menjadi 76,8 ada

peningkatan sebesar 21,8 poin atau 39,6 %, nilai tertinggi naik dari 80 menjadi 95

ada peningkatan 15 poin atau 18,75 %, nilai terendah naik dari 45 menjadi 60 ada

peningkatan 15 poin atau 33,33 %

Jumlah peserta didik yang sudah mencapai KKM pada siklus II adalah

sebanyak 22 peserta didik dari 25 peserta didik. Itu berarti peserta didik yang

sudah tuntas sebanyak 88 %. Dengan demikian indikator keberhasilan yang

ditetapkan yaitu bahwa sekurang-kurangmya 85 % dari seluruh peserta didik

memperoleh nilai ≥ 70 sudah tercapai.

Dari data hasil tes kondisi awal dan siklus II , peneliti menyimpulkan

bahwa ada peningkatan keterampilan membaca pemahaman melalui pembelajaran

dengan menggunakan metode

Diskuper (Diskusi dan Permainan)

(6)

PRAKATA

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan, kemampuan

dan kesempatan kepada peneliti untuk menyelesaikan makalah penelitian ini.

Atas selesainya penulisan makalah ini, peneliti mengucapkan terima

kasih kepada Yth:

1. Bapak Prof. Dr. Subyantoro, M. Hum. selaku pembimbing.

2. Ibu Dra. EP Agustina, M.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 8 Surakarta,

yang telah memberi ijin kepada peneliti untuk melakukan penelitian

tindakan kelas di sekolah.

3. Siswa kelas XI MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran

2014/2015.

4. Keluarga tercinta dan teman sejawat yang selalu memberi dorongan

kepada peneliti untuk menyelesaikan makalah penelitian ini.

5. Semua pihak yang telah memberi bantuan dalam bentuk apapun

sehingga makalah penelitian ini dapat selesai dengan baik.

Meskipun dalam pembuatan makalah penelitian ini peneliti telah

berusaha sebaik mungkin tetapi peneliti menyadari bahwa masih banyak

kekurangan. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan.

Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi peneliti khususnya dan bagi pembaca

pada umumnya.

Surakarta, September 2015

(7)

PENDAHULUAN

Keterampilan membaca merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh peserta didik SMA/MA. Kebutuhan untuk menguasai bahasa Inggris, khususnya ‘readng’ merupakan kebutuhan yang mendesak sebagai media komunikasi tulis. Namun, keterampilan membaca pemahaman peserta didik kelas XI MIA-2 SMA N 8 Surakarta masih rendah. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa kebiasaan yang kurang baik pada saat membaca pemahaman, penggunaan metode pembelajaran yang terkesan menjenuhkan, dan kurangnya motivasi peserta didik dalam membaca pemahaman karena pelaksanaan pembelajaran yang tidak menarik. Ketidaktertarikan peserta didik pada pelaksanaan pembelajaran mengakibatkan aktifitas dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran sangat kurang. Peserta didik menjadi sangat pasif. Jika aktifitas peserta didik sangat kurang akan berpengaruh pada rendahnya penguasaan kompetensi, sebagaimana yang dikatakan Sardiman (1994:99) aktifitas belajar merupakan prinsip atau asas yang sangat penting dalam proses pembelajaran.

Dalam pembelajaran keterampilan membaca pemahaman di SMA disajikan berbagai jenis teks yang salah satunya adalah hortatory exposition. Hortatory exposition merupakan salah satu teks yang sulit untuk dikuasai oleh peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari persentase penguasaan materi soal Bahasa Inggris Ujian Nasional SMA/MA Tahun Pelajaran 2012/2013 di mana persentase penguasaan teks hortatory exposition untuk peserta didik SMA Negeri 8 Surakarta adalah 23.08% untuk indikator menentukan makna kata tertentu, 28.85% untuk indikator menentukan informasi rinci tersurat dan 20.56% untuk indikator menentukan gambaran umum teks esei berbentuk exposition.

(8)

dengan metode permainan, peserta didik akan terhindar dari kebosanan karena menurut Nurkamto dkk (2012:13) dalam game ada unsur rasa senang.

Masalah utama dalam penelitian ini adalah masih rendahnya kompetensi membaca teks hortatory exposition, hal tersebut dikarenakan metode yang digunakan dalam pembelajaran tidak menarik sehingga peserta didik bosan dalam pembelajaran. Masalah tersebut bisa diatasi dengan penggunaan metode diskuper.

Berdasarkan pembatasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimanakah proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman menggunakan metode diskuper pada peserta didik kelas XI MIA-2 SMAN 8 Surakarta, 2) seberapa besar hasil peningkatan yang diperoleh peserta didik dalam pembelajaran keterampilan membaca pemahaman menggunakan metode diskuper, 3) bagaimanakah perubahan sikap dan tingkah laku setelah mendapatkan pembelajaran membaca pemahaman menggunakan metode diskuper pada peserta didik kelas XI MIA-2 SMAN 8 Surakarta.

Dari rumusan masalah diatas, pemecahan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) penggunaan metode diskuper dalam pembelajaran membaca pemahaman teks hortatoty exposition pada peserta didik kelas XI MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta dengan persiapan yang baik dari perencanaan hingga pelaksanaannya, 2) peningkatan keterampilan membaca pemahaman teks hortatory exposition peserta didik kelas XI MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta akan nampak lebih baik karena dengan diskusi kelompok dan permainan akan meningkatkan minat baca dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran, 3) perubahan perilaku peserta didik kelas XI MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta setelah melaksanakan pembelajaran membaca pemahaman teks hortatory exposition dengan metode diskuper diharapkan akan tumbuh sifat aktif, antusias, berani, percaya diri, dan kreatif dalam berbahasa Inggris.

(9)

setelah mengikuti pembelajaran membaca pemahaman dengan menggunakan metode diskuper pada peserta didik kelas XI MIA-2 SMAN 8 Surakarta.

Penulis berharap penelitian ini secara teoretis dapat menghasilkan model baru dalam pembelajaran reading comprehension khususnya teks hortatory exposition melalui metode diskuper sebagai acuan penelitian selanjutnya pada pembelajaran yang sejenis. Secara praktis penelitian ini akan memberikan kemudahan dalam meningkatkan keterampilan membaca pemahaman dengan metode yang inovatif dan menyenangkan. Dengan menguasai bahasa Inggris khususnya reading comprehension peserta didik akan mudah mengakses ilmu yang tertulis dalam bahasa Inggris. Disamping itu, guru akan mendapatkan ilmu baru dalam peningkatan mutu pembelajaran bahasa Inggris khususnya pembelajaran reading comprehension yang menarik, menyenangkan, berkualitas, kreatif, dan inovatif. Bagi sekolah hasil penelitian ini dapat digunakan untuk memperkaya referensi yang bisa didokumentasikan di perpustakaan sekolah.

LANDASAN TEORETIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN

Penelitian ini merujuk pada penelitian dari peneliti sebelumnya. Beberapa penelitian yang berhubungan tentang keterampilan membaca pemahaman antara lain penelitian yang dilakukan oleh Hasyim (2011) yang berjudul

Peningkatan Hasil Belajar Reading melalui Penerapan Strategi Kognitif pada Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Siswa Kelas XI IPA1 SMA

Negeri 1 Tompobulu Kabupaten Gowa”. Penelitian tersebut mengkaji keefektifan strategi kognitif pada Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) untuk pembelajaran reading pada peserta didik Kelas XI IPA1 SMA Negeri 1 Tompobulu

(10)

cara berfikir mereka sesuai dengan kemampuan masing-masing. Persamaan penelitian ini sama-sama menfokuskan pada keterampilan membaca (reading) sedangkan perbedaannya bahwa penelitian ini dilakukan dengan setting lokasi, tempat, waktu, dan metode pembelajaran yang berbeda. Ardiningsih (2011) melakukan penelitian yang berjudul “Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Deskriptive melalui Think-Share and Shopping (Thishasho) pada Peserta didik Kelas 7B SMPN 1 Duduk Sampeyan Gresik Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011. Hasil penelitiannya adalah ada peningkatan kompetensi membaca teks deskriptive melalui metode Thishasho. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya rata-rata tes pada siklus I sebesar 65 menjadi 75,62 pada siklus II. Dari hasil penelitian tersebut di atas, penulis menyimpulkan bahwa penerapan metode kooperatif dapat meningkatkan kompetensi membaca peserta didik.

Kedua penelitian tersebut mempunyai persamaan dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu sama-sama meneliti kompetensi ‘reading’ dengan metode yang bersifat kooperatif. Perbedaannya adalah terletak pada setting dan jenis metode yang digunakan. Dari kedua penelitian tindakan kelas yang penulis jadikan acuan di atas, penulis berkeyakinan bahwa tema penelitian yang sedang penulis lakukan ini adalah permasalahan serius yang juga sering dihadapi oleh sebagian besar para pendidik terhadap peserta didik mereka, khususnya bagaimana meningkatkan keterampilan membaca pemahaman teks dalam bahasa Inggris.

Hakekat Keterampilan Membaca

Nunan (1999:22) mengatakan bahwa :“Reading is usually conceived of as solitary in which the reader interacts with the text in isolation.” Membaca selalu dipahami bagaimana pembaca berinteraksi dengan apa yang terdapat dalam teks. To read dalam bahasa Inggris juga berarti “memahami”. Memang, yang terpenting dalam membaca adalah memahami isinya.

(11)

Sedangkan Pang et al (2003: 14) berpendapat: Comprehension is the process of deriving meaning from connected text. It involves word knowledge (vocabulary) as well as thinking and reasoning. Therefore, comprehension is not a passive process, but an active one. The reader actively engages with the text to construct meaning. This active engagement includes making use of prior knowledge. It involves drawing inferences from the words and expressions that a writer uses to communicate information, ideas and viewpoints.

Dalam pendapat tersebut Pang menggarisbawahi bahwa membaca pemahaman adalah suatu proses untuk mendapatkan makna dari teks yang dibaca. Dalam proses tersebut melibatkan pengetahuan kosa kata maupun berpikir dan memberi alasan. Membaca pemahaman bukanlah proses yang pasif tetapi merupakan proses yang aktif. Pembaca dengan aktif terlibat dalam teks untuk membangun makna.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman adalah suatu proses aktif mencari makna atau informasi dari teks yang dibaca dengan menggunakan strategi untuk memahami teks yang dibaca dan melibatkan pengetahuan kosa kata maupun berpikir dan memberi alasan.

Teks Hortatory Exposition

(12)

modals, misalnya must, should, dan lain-lain, 3) bahasa evaluatif, misalnya important, necessary, significant, valuable, 4) kalimat pasif, 5) thinking verb, misalnya I believe, I think.

Dari pendapat-pendapat diatas dapat penulis simpulkan bahwa teks hortatory exposition merupakan teks yang bertujuan untuk mempengaruhi, membujuk ataupun mengajak pembaca untuk mengambil tindakan atas suatu masalah.

Pengertian Metode Pembelajaran

Sugiyanto (2009:3) mendefinisikan bahwa metode pembelajaran adalah kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yanng sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran benar-benar merupakan kegiatan bertujuan yang tertata secara sistematis.

Senada hal tersebut, Richard dan Rodgers (2001:247) mengatakan “methods typically prescribe for teachers what and how to teach. Teachers have to accept on faith the claims or theory underlying the method and apply them in their own practice”, metode meresepkan kepada guru apa dan bagaimana mengajar. Guru harus menerima dengan sepenuh hati teori-teori yang melandasi metode tersebut dan menerapkannya dalam praktek mengajar mereka.

Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah rancangan konseptual berlandaskan teori-teori tertentu sebagai pedoman untuk merencanakan pembelajaran. Metode pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah GDG.

Metode Pembelajaran Diskuper

Metode pembelajaran diskuper merupakan metode gabungan antara metode diskusi kelompok dan permainan (game). Metode ini bersifat kolaboratif dan kooperatif serta kompetitif.

(13)

tersebut. Metode diskusi yang dipakai dalam penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan serta untuk membuat pertanyaan dari bacaan.. Hal ini sangat berguna untuk saling memahamkan teman dalam satu kelompok. Dalam diskusi kelompok “kesempatan untuk berbicara tidak hanya didominasi oleh mereka yang suka berbicara, tetapi siswa yang malu untuk berbicara di depan kelas atau di hadapan guru juga merasa lebih mudah untuk mengungkapkan pendapat mereka di hadapan kelompok diskusi teman sebaya mereka”. (Ur, 1990: 7)

Permainan adalah kegiatan yang mempunyai peraturan, tujuan dan unsur kesenangan. Dalam lingkup pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing, terdapat dua jenis permainan, yaitu permainan komunikatif yang dibedakan dengan permainan jenis kebahasaan (lingusitic). Permainan juga dapat dibagi menjadi permainan yang bersifat kompetitif dan permainan yang bersifat kooperatif. Selain sifatnya yang menyenangkan, permainan yang bersifat komunikatif mempunyai potensi untuk menciptakan kegiatan komunikasi. Permainan dalam penelitian ini bertujuan untuk melatih kosa kata peserta didik.

Kerangka Berpikir

Pembelajaran membaca dengan diskuper yang peneliti lakukan adalah diskusi kelompok yang ada unsur kompetisi dan permainan. Hal tersebut dilakukan untuk lebih meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Diskuper ini akan menarik minat baca peserta didik sehingga peserta didik akan termotivasi dalam pembelajaran membaca pemahaman. Ketika peserta didik mengalami kesulitan, peserta didik bisa bertanya teman dalam satu kelompok diskusi ataupun guru sehingga peserta didik merasa pembelajaran membaca pemahaman menyenangkan dan tidak hanya membaca teks bacaan yang kurang menarik minat peserta didik . Apalagi dengan adanya permainan kosa kata, maka kosa kata akan lebih mudah dipahami. Dengan adanya pembelajaran membaca pemahaman dengan metode diskuper akan menciptakan suasana di kelas yang menyenangkan dan kreatif.

(14)

Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah melalui diskuper dapat meningkatkan kompetensi membaca pemahaman teks hortatory exposition pada peserta didik kelas XI MIA-2 Semester II SMA Negeri 8 Surakarta Tahun Pelajaran 2014/2015 serta akan terjadi perubahan perilaku peserta didik ke arah yang positif.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini penulis lakukan pada saat pembelajaran reading comprehension dalam teks berbentuk hortatory exposition,di kelas XI.MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta yang berjumlah 25 peserta didik terdiri dari 11 peserta didik putra dan 14 peserta didik putri pada semester II tahun pelajaran 2014/2015, alasan penulis melakukan penelitian di kelas ini adalah karena tingkat penguasaan reading comprehension pada teks hortatory exposition kelas tersebut sangat rendah, khususnya ketika mereka harus menentukan gambaran umum dan ide pokok suatu paragraf.. Oleh karena itu, sebagai subjek penelitian ini adalah keterampilan membaca pemahaman peserta didik kelas XI.MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta.

Desain penelitian pada penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing siklus ada empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data tes, wawancara, observasi atau pengamatan, catatan harian guru, catatan harian peserta didik, dan dokumentasi.

Analisis validasi data pada penelitian ini melibatkan kolaborator dalam kegiatan wawancara dan jurnal guru, disamping oleh peneliti sendiri. Pada validasi pengamatan penulis melibatkan orang yang ahli, untuk mengetahui apakah lembar pengamatan telah mewakili data yang akan diambil.

(15)

Indikator kinerja dalam penelitian ini terdiri atas indikator data kuantitatif dan indikator data kualitatif. Dalam indikator kuantitatif, penilaian dilakukan berdasarkan tes tertulis. Indikator data kuantitatif penelitian ini adalah ketercapaian target kriteria ketuntasan minimal peserta didik sebesar 70 dengan jumlah peserta didik minimal 85% dari jumlah peserta didik keseluruhan. Penilaian dalam indikator data kualitatif dilakukan berdasarkan teknik nontes. Data tersebut diambil dari hasil observasi, wawancara, dokumentasi, catatan harian atau jurnal guru dan peserta didik. Dari data-data tersebut, peserta didik dapat dinyatakan berhasil jika proses pembelajaran membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui metode diskuper berlangsung efektif dan perilaku peserta didik berubah ke arah positif.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN NYA

Hasil penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari tindakan prasiklus, siklus I, dan siklus II. Hasil tes prasiklus berupa keterampilan membaca pemahaman sebelum menggunakan metode Diskuper dalam pembelajaran. Hasil tes tindakan pada siklus I dan siklus II berupa keterampilan membaca pemahaman teks hortatory exposition setelah menggunakan metode Diskuper. Adapun hasil nontes berupa uraian pendidikan karakter peserta didik selama melaksanakan pembelajaran, meliputi keaktifan, keantusiasan, keberanian dan kepercayaan diri, serta kreatifotas dan keinovatifan. Data mengenai pendidikan karakter tersebut didapatkan melalui instrumen nontes, yaitu lembar observasi, catatan harian peserta didik, catatan harian guru, wawancara, dan dokumentasi foto.

Prasiklus

Berdasarkan observasi SMAN 8 Surakarta, ternyata kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas XI MIA-2 masih rendah. Pada prasiklus hanya 28% atau 7 siswa yang mencapai KKM dengan nilai rata-rata kelas sebesar 58,2 masih dalam kategori cukup. Peserta didik mengalami kesulitan dalam membaca pemahaman. Selain itu, dalam pembelajaran guru masih menggunakan metode yang tidak mengaktifkan peserta didik.

(16)

Proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman menggunakan metode diskuper yaitu: (1) intensifnya proses internalisasi penumbuhan minat membaca pemahaman, (2) kondusifnya proses diskusi peserta didik dalam menjawab pertanyaan berdasarkan bacaaan, (3) intensifnya peserta didik dalam berlatih kosa kata melalui game, dan (4) terbangunnya suasana yang reflektif ketika kegiatan refleksi. Data yang diperoleh dari proses pembelajaran siklus I yaitu 84% untuk aspek intensifnya proses internalisasi penumbuhan minat membaca pemahaman, 76% untuk aspek proses diskusi peserta didik dalam menjawab pertanyaan berdasarkan bacaaan, 76% untuk aspek proses peserta didik berlatih kosa kata melalui game, 72% untuk aspek terbangunnya suasana yang reflektif ketika kegiatan refleksi.

Berdasarkan hasil tes pada siklus I, jumlah nilai 1585, dengan rata-rata 63,4 termasuk dalam kategori cukup. Dari 25 peserta didik , tidak ada peserta didik yang memperoleh skor ≤ 40 atau dalam kategori tidak baik, ada 2 peserta didik atau 8% yang memperoleh rentang skor antara 85-100 atau dalam kategori sangat baik , 5 peserta didik atau 20% memperoleh nilai dalam kategori baik dengan rentang skor 70-84, 15 peserta didik atau 60% memperoleh nilai dalam kategori cukup dengan rentang skor 60-69, dan 3 peserta didik atau 12% memperoleh nilai dalam kategori kurang dengan rentang skor 50-59. Hasil tersebut merupakan jumlah skor delapan indikator keterampilan membaca pemahaman teks hortatory exposition yang telah diujikan yaitu indikator menentukan gambaran umum, menentukan informasi rinci menentukan informasi tersirat, menentukan informasi tertentu, menentukan makna kata/frase/kalimat, menentukan pikiran utama paragraf, menentukan rujukan kata dan aspek menentukan tujuan komunikatif dari teks tertulis berbentuk hortatory exposition.

(17)

Siklus II

Tindakan siklus II merupakan kelanjutan dari tindakan siklus I. Tindakan tersebut dilaksanakan karena pada siklus I hasil membaca pemahaman dengan menggunakan metode diskuper pada peserta didik kelas XI MIA-2 SMA N 8 Surakarta masih dalam kategori cukup dengan rata-rata 63,4. Hasil tersebut belum memenuhi target minimal ketuntasan yang ditentukan yaitu 70. Selain itu masih ditemukan perilaku negatif peserta didik dalam pembelajaran membaca pemahaman. Dengan demikian, tindakan siklus II dilakukan untuk memperbaiki hasil dari pembelajaran membaca pemahaman siklus I

Proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman menggunakan metode Diskuper siklus II yaitu: (1) intensifnya proses internalisasi penumbuhan minat membaca pemahaman, (2) kondusifnya proses diskusi peserta didik dalam menjawab pertanyaan berdasarkan bacaaan, (3) intensifnya peserta didik dalam berlatih kosa kata melalui game, dan (4) terbangunnya suasana yang reflektif ketika kegiatan refleksi. Data yang diperoleh dari proses pembelajaran siklus II yaitu 92% untuk aspek intensifnya proses internalisasi penumbuhan minat membaca pemahaman, 84% untuk aspek proses proses diskusi peserta didik dalam menjawab pertanyaan berdasarkan bacaaan, 88% untuk aspek proses peserta didik berlatih kosa kata melalui game, 84% untuk aspek terbangunnya suasana yang reflektif ketika kegiatan refleksi.

(18)

menentukan pikiran utama paragraf, menentukan rujukan kata dan aspek menentukan tujuan komunikatif dari teks tertulis berbentuk hortatory exposition.

Perubahan perilaku adalah perubahan perilaku yang lebih positif setelah mengikuti kegiatan pembelajaran membaca pemahaman teks hortatory exposition menggunakan metode diskuper. Data yang diperoleh yaitu 92% aktif untuk aspek keaktifan peserta didik, 84% aktif untuk aspek keantusiasan peserta didik, 88% aktif untuk aspek keberanian dan percaya diri peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok, dan 84% aktif untuk aspek kekreatifan dan keinovasian peserta didik dalam mengembangkan dan menggunakan kosa kata yang dipelajari dari bacaan.

Pembahasan

Tabel 1. Proses Pembelajaran Membaca Pemahaman Siklus I dan Siklus II

Aspek yang diamati

Rata-rata skor Peningkata n % Siklus I Siklus II

F % F %

1. Intensifnya proses internalisasi penumbuhan minat peserta

didik untuk membaca

pemahaman. 21 84,00 % 23 92,00 % 8%

2. Kondusifnya proses diskusi peserta didik dalam menjawab pertanyaan berdasarkan bacaan. 19 76,00 % 21 84,00 % 8%

3. Intensifnya peserta didik dalam berlatih kosa kata melalui game.

19 76,00 %

22 88,00

% 12%

4. Terbangunnya suasana reflektif saat kegiatan refleksi pada akhir pembelajaran sehingga

siswa bisa menyadari

18 72,00 %

21 84,00 %

(19)

kekurangan saat proses pembelajaran dan mengetahui apa yang akan dilakukan setelah proses pembelajaran.

Berdasarkan Tabel 1 diketahui proses pembelajaran dalam pembelajaran membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui diskuper meningkat dari siklus I ke siklus II. Dalam pembelajaran membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui Diskuper pada siklus I tercatat 21 peserta didik atau 84% peserta didik berminat untuk membaca pemahaman, dan pada siklus II mengalami peningkatan 8% menjadi 23 peserta didik atau 92%, pada siklus I 19 peserta didik atau 76% mampu melakukan proses diskusi dengan baik sehingga suasana diskusi berlangsung kondusif, dan pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 8% menjadi 21 siswa atau 84%, pada siklus I tercatat 19 peserta didik atau 76% peserta didik mampu intensif dalam berlatih kosa kata melalui game, pada siklus II meningkat 12% menjadi 22 siswa atau 88%, dan saat kegiatan refleksi pada siklus I tercatat 18 siswa atau 72% mampu membangun suasana reflektif ketika kegiatan refleksi berlangsung, dan terjadi peningkatan juga pada siklus II sebesar 12% menjadi 21 siswa atau 84%.

Tabel 2. Hasil Tes Membaca Pemahaman Teks Hortatory Exposition Siklus I dan Siklus II

No Kategori Rentang Skor

Frekuensi Bobot Skor

Persentase (%)

Rata-rata Skor SI SII SI SII SI SII SI SII 1 Sangat baik 85-100 2 8 175 690 8 32

63,4

76,8 2 Baik 70-84 5 14 375 105

0

20 56

3 Cukup 55-69 15 3 900 180 60 12 4 Kurang 40-54 3 0 135 12

5 Tidak Baik ≤40 0 0 0 0 25 158

5

192 0

(20)

Berdasarkan Tabel tersebut secara klasikal dapat diketahui hasil tes keterampilan membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui diskuper mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 13,4 atau 21% yaitu dari nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 63,4 menjadi sebesar 76,8 pada siklus II.

Hasil tes keterampilan membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui Diskuper siklus I dan siklus II dapat dijelaskan bahwa keterampilan membaca pemahaman teks hortatory exposition pada kategori baik dan sangat baik mengalami peningkatan. Pada kategori baik mengalami peningkatan jumlah sebanyak 9 peserta didik atau meningkat 180%, dari 5 peserta didik pada siklus I menjadi 14 peserta didik pada siklus II Pada kategori sangat baik mengalami peningkatan jumlah sebanyak 6 peserta didik atau meningkat 300%, dari 2 peserta didik pada siklus I menjadi 8 peserta didik pada siklus II. Pada kategori kurang dan cukup mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada kategori cukup mengalami penurunan jumlah sebanyak 12 peserta didik atau turun 80%, dari 15 peserta didik pada siklus I menjadi 3 peserta didik pada siklus II, sedangkan pada kategori kurang mengalami penurunan jumlah sebanyak 3 peserta didik atau turun 100%, dari 3 peserta didik pada siklus I menjadi 0 peserta didik pada siklus II

Peningkatan keterampilan membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui diskuper kelas XI MIA-2 SMA Negeri 8 Surakarta merupakan suatu prestasi yang patut dibanggakan. Keberhasilan yang dicapai peserta didik sangat memuaskan. Sebelum dilakukan tindakan pembelajaran membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui diskuper, sebagian besar nilai peserta didik belum mencapai KKM yang ditentukan. Peserta didik beranggapan bahwa keterampilan membaca pemahaman sangat susah dan membosankan. Selama ini pembelajaran yang diberikan guru mata pelajaran bahasa Inggris belum menggunakan metode yang inovatif.

(21)

didik belum memahami sepenuhnya penerapan membaca pemahaman teks hortatory exposition melalui diskuper dalam pembelajaran membaca pemahaman. Namun, setelah guru merefleksi kekurangan-kekurangan pada siklus I dan melakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-siswa meningkat menjadi sebesar 76,8 dengan angka peningkatan sebesar 13,4 dan persentase peningkatan sebesar 21%. Pada siklus II, nilai rata-rata sudah mencapai kategori baik. Sebanyak 22 peserta didik atau 88% peserta didik sudah mancapai batas KKM.

Berdasarkan hasil perbandingan tes tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran Diskuper dapat meningkatkan keterampilan peserta didik dalam membaca pemahaman teks hortatory exposition Hasil tes siklus II menunjukkan 88% peserta didik sudah mencapai batas KKM.

Tabel 3. Perilaku Peserta didiksetelah Mengikuti Pembelajaran Siklus I dan Siklus II

Aspek yang diamati Rata-rata skor Peningkatan

%

Siklus I Siklus II

F % F %

Keaktifan peserta didik 18 72 21 84 12

Keantusiasan peserta didik 20 80 22 88 8

Keberanian dan percaya diri peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok

14 56 20 80 24

Kekreatifan dan keinovasian peserta didik

dalam mengembangkan dan

menggunakan kosa kata yang dipelajari dari bacaan.

16 64 19 76 12

(22)

pembelajaran dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 8% menjadi 22 peserta didik atau 88%, pada siklus I tercatat 14 siswa atau 56% peserta didik berani dan percaya diri untuk mempresentasikan hasil diskusi dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 24% menjadi 20 dan mengalami peningkatan atau 80%, dan pada siklus I tercatat 16 peserta didik atau 64% peserta didik kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan menggunakan kosa kata yang dipelajari dari bacaan dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 12% menjadi 19 peserta didik atau 76% peserta didik kreatif dan inovatif dalam mengembangkan dan menggunakan kosa kata yang dipelajari dari bacaan.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, menyarankan kepada guru terutama guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris SMA N 8 Surakarta untuk menggunakan metode Diskuper sebagai alternatif pembelajaran membaca pemahaman. Guru juga hendaknya melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajaran dan bersikap lebih terbuka terhadap kemajuan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bagi peneliti, disarankan agar melakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterampilan membaca pemahaman dengan metode pembelajaran yang berbeda dan lebih menarik dan bagi peserta didik hendaknya lebih memperhatikan penjelasan yang diberikan guru, serius dalam belajar, dan selalu bertanya ketika menemukan kesulitan dalam pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ardiningsih, Dwi Indah. 2011. “Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Teks Deskriptive melalui Think-Share and Shopping (Thishasho) pada Peserta didik Kelas 7B SMPN 1 Duduk Sampeyan Gresik Semester II Tahun Pelajaran 2010/2011”. Laporan penelitian.

Hasyim. 2011. “Peningkatan Hasil Belajar Reading dengan Penerapan Strategi Kognitif pada Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) Kelas XI IPA 1 SMAN Tompo Bulu Kabupaten Gowa”. Laporan Penelitian.

Djauharie, Otong Setiawan. 2010. Bank Soal Bimbingan Pemantapan Bahasa Inggris. Bandung: CV. Yrama Widya.

(23)

Nurkamto, Joko. Susilohadi, Gunarso. Rochsantiningsih, Dewi. Ngadiso. 2012. Model, Media, dan Evalusai Pembelajaran. Surakarta: PLPG Rayon 13 FKIP UNS.

Pang, Elizabeth. Muaka, Angaluki. Bernhard, Elizabeth. 2003. The International Academy of Education—IAE. Curtin University of Technology in Perth, Australia.

Richards, Jack C. & Rodgers, Theodore S. 2001. Approaches and Methods in Language Teaching. Cambridge: Cambridge University Press.

Sardiman, A.M. 1994. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Grafindo Persada.

Singer. 1985. “Active Comprehension: From Answering to Asking Questions”. Reading Teacher 31:1-8.

Sugiyanto. 2009. Model-model Pembelajaran Inovatif. Surakarta: Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13 FKIP UNS.

Ur, Penny. 1990. Discussions that Work. New York: Cambridge University Press.

Wallace L. 2001.

Communicative Language Teaching

. Cambridge: Cambridge

Gambar

Tabel 1. Proses Pembelajaran Membaca Pemahaman Siklus I dan Siklus II
Tabel 2. Hasil Tes Membaca Pemahaman Teks Hortatory Exposition Siklus I
Tabel 3. Perilaku Peserta didik setelah Mengikuti Pembelajaran Siklus I dan

Referensi

Dokumen terkait

Pernyataan tersebut memperkuat hasil penelitian yang dilakukan oleh Nye (1957), yang diacu dalam Pryor dan Rodgers (2001) juga menemukan bahwa anak yang berasal

Idealnya, kunjungan pertama dilakukan selama konsepsi dengan riwayat Idealnya, kunjungan pertama dilakukan selama konsepsi dengan riwayat kesehatan yang lengkap dan

Berdasarkan data hasil penelitian yang dilakukan di TK Negeri Pontianak dapat disimpulkan secara umum yaitu pemanfaatan media dalam proses belajar mengajar di TK

Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, masalah yang dapat diidentifikasikan adalah Bagaimana pengaruh lama pengeringan dan konsentrasi tapioka

[r]

Jika dalam sistem HIR, keterangan ahli tidak dicantumkan sebagai salah satu alat bukti yang sah, dan kedudukannya hanya sebagai pemberi keterangan saja kepada

Demikian pula dari penelitian ini menunjukkan bahwa klon Sca 6 dari eksplan petala mempunyai persentase jumlah eksplan menghasilkan embrio tertinggi pada minggu ke-18 yaitu 52.2%

Berdasarkan tabel 5.7 mengenai hasil uji heteroskedastisitas dapat diketahui bahwa nilai signifikan regresi variabel (ukuran perusahaan, umur perusahaan, margin kotor