• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konflik Tersembunyi antara Penganut Sikh dan Hindu di Kota Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Konflik Tersembunyi antara Penganut Sikh dan Hindu di Kota Medan"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pengakuan terhadap 6 agama resmi di Indonesia membawa dampak tersendiri bagi penganut agama yang tidak termasuk dalam kategori agama yang diakui tersebut. Fenomena ini misalnya terlihat pada kasus penganut ajaran Sikh yang secara adminstratif berada dibawah naungan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Sikh berbeda dengan agama Hindu, akan tetapi dalam praktiknya penganut Sikh harus mengaku sebagai Hindu meskipun keduanya berbeda (Sihombing, dkk, 2008:4), sementara status di Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka dianggap sebagai penganut agama Hindu.

(2)

Boleh jadi kedekatan sejarah antara Sikh dan Hindu di tanah kelahirannya melatarbelakangi anggapan bahwa kedua ajaran ini memiliki kesamaan. Apalagi, di Indonesia muncul istilah Hindu Sikh dengan asumsi bahwa Sikh merupakan salah satu sekte dalam agama Hindu. Ajaran Sikh sendiri, seperti ditegaskan di atas, berada di bawah naungan PHDI yang diketahui merupakan sebuah lembaga berbentuk majelis untuk agama Hindu di Indonesia. Keberadaan majelis inilah yang mengindikasikan adanya konflik tersembunyi di antara penganut Sikh dan penganut Hindu, terutama sangat terlihat di Kota Medan.

Dalam penelitian yang dilakukan Aisyah (2015:211), diperoleh informasi bahwa kepengurusan PHDI lebih didominasi oleh penganut Hindu yang pengaruhnya sangat dirasakan oleh penganut Sikh. Konflik diantara umat Hindu dirasakan cukup tajam ketika diketahui berdiri sebuah majelis baru yang menjadi semacam “tandingan” bagi PHDI dan disebut sebagai Majelis Hindu Indonesia (MHI). Melalui sebuah wawancara dalam studi pendahuluan yang dilakukan terhadap salah seorang pendiri MHI, Bpk, Djendi Kumar, disebutkan bahwa penganut Sikh sempat terbelah menjadi dua dalam kaitannya dengan penerimaan mereka pada MHI. Sebagian penganut masih setia pada PHDI, namun sebagian lainnya mendukung terbentuknya MHI.

(3)

Utara. Tidak cukup sampai di situ, pada tahun 2014 muncul kembali sebuah lembaga baru yang menyebut diri mereka sebagai Perhimpunan Umat Hindu Sikh Indonesia (PERUHSI) yang mengklaim siap untuk menaungi ribuan umat Sikh di Sumatera Utara (Analisadaily, 13 Maret 2014. Wagub: PERUHSI Harus Mampu Berbaur dengan Suku dan Agama Lain).

Memang, berdirinya MHI merupakan permasalahan tersendiri dalam internal umat Hindu, akan tetapi sikap penganut Sikh yang sebagiannya mendukung berdirinya MHI dan sebagian lainnya tidak mendukung, diduga merupakan pengaruh yang dilakukan oleh tokoh-tokoh Hindu, baik yang setia pada PHDI maupun yang sudah keluar dari PHDI. Bagi penganut Sikh yang mendukung berdirinya MHI, menganggap bahwa kepentingan Sikh pada PHDI tidak terlalu diperhitungkan, Gurdwara (rumah ibadah Sikh) yang terletak di Kelurahan Sari Rejo Medan Polonia didirikan atas biaya penganut Sikh sendiri tanpa pernah dibantu oleh PHDI, padahal keberadaan Sikh di bawah PHDI merupakan kepentingan agar umat Hindu terhitung banyak.

(4)

pseudo conflict (konflik semu) merupakan pembedaan yang dilakukan Miller dan

Steinberg, untuk menggambarkan konflik yang terjadi karena kesalahpahaman akibat kesalahan-kesalahan komunikasi (Beebe dan Masterson, 2003:260).

Dugaan konflik tersembunyi yang terjadi antara penganut Sikh dan Hindu di Kota Medan, lebih disebabkan oleh kepentingan politik dan sentimen pengakuan. Paling tidak dugaan ini diperkuat dengan informasi yang pernah dikemukakan sebelumnya, bahwa telah terjadi pertentangan berkaitan dengan lembaga yang menaungi masing-masing agama. Sebagai informasi tambahan, dalam studi pendahuluan yang dilakukan diperoleh informasi bahwa PHDI sangat berkepentingan untuk mempertahankan agama Sikh di bawah naungannya terkait dengan bantuan dana yang diberikan oleh negara. Sementara sebagian pihak menganggap PHDI hanya memanfaatkan penganut Sikh agar secara kuantitas penganut agama Hindu terhitung lebih banyak.

(5)

menarik dari laporan tersebut, tidak disebutkan dari persentase yang dikemukakan adanya orang-orang Tamil yang menganut agama Sikh.

Sebaliknya, orang-orang Punjabi yang diperkirakan sebesar 5.000 jiwa, merupakan penganut Agama Sikh. Komunitas Punjabi ini sudah hadir di Sumatera Utara sejak awal perkebunan tembakau dibuka. Tidak seperti komunitas Tamil pada umumnya yang bermukim dengan pola menyatu, komunitas Punjabi lebih cenderung menyebar dan berbaur di pemukiman-pemukiman penduduk lainnya (Lubis, 2005: 142).

Sentimen etnis antara India Tamil dan India Punjabi ini juga bisa diduga diakibatkan oleh perbedaan ekonomi. Sebagaimana penelitian yang dilakukan Susi Mariani Harahap (2013), dengan judul: “Perbedaan Motivasi Belajar pada India Tamil dan India Punjabi di Kota Medan.” Dengan hipotesis motivasi

berprestasi India Punjabi lebih tinggi daripada India Tamil, penelitian tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang dibangun diterima melalui pengukuran di mana skor rata-rata motivasi berprestasi masyarakat India Punjabi adalah 108,41 dan skor rata-rata motivasi berprestasi India Tamil sebesar 92,53. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang diungkapkan McClelland (1966) bahwa masyarakat yang secara ekonomi lebih mapan mempunyai motivasi berprestasi yang tinggi. Sementara pada kenyataannya, secara ekonomi masyarakat India Punjabi di kota Medan lebih mapan dibandingkan masyarakat Tamil, hal ini dapat terlihat dengan bertahannya toko-toko sport masyarakat Punjabi di kota Medan (Harahap, 2013:52).

(6)

dengan mengambil judul: “Konflik Tersembunyi antara Penganut Sikh dan Hindu di Kota Medan.”

1.2. Perumusan Masalah

Rumusan masalah pada penelitian ini dirumuskan ke dalam pernyataan konflik tersembunyi yang terjadi antara penganut Sikh dan Hindu di Kota Medan. Adapun pernyataan ini dapat dipecah pada beberapa pertanyaan khusus, yaitu:

1) Apa saja bentuk-bentuk konflik tersembunyi pada hubungan penganut Sikh dan Hindu di Kota Medan?

2) Apakah ada potensi konflik terbuka dari situasi konflik tersembunyi yang terjadi di antara keduanya?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan menjawab permasalahan yang diungkapkan pada perumusan masalah, yaitu untuk mengetahui konflik tersembunyi antara penganut agama Sikh dan agama Hindu di Kota Medan. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1) Bentuk-bentuk konflik tersembunyi pada hubungan penganut Sikh dan penganut Hindu di Kota Medan.

(7)

1.4. Manfaat Penelitian

Secara teoretis, penelitian ini diharapkan bermanfaat secara keilmuan bagi penelitian-penelitian berikutnya untuk menggali teori-teori tentang konflik sosial, terutama teori konflik tersembunyi. Penelitian ini juga diharapkan memberikan sumbangan baru untuk rujukan bagi mahasiswa S.1 Departemen Sosiologi Universitas Sumatera Utara (khususnya) dan mahasiswa lain dengan jurusan yang sama pada umumnya.

Sementara itu, secara praktis, penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan bagi masyarakat yang mengalami konflik untuk dapat mengambil langkah-langkah bijaksana menghindari terjadinya konflik terbuka. Terhadap pemerintah, penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan untuk dijadikan acuan dalam upaya pembuatan kebijakan menghindari terjadi konflik yang terbuka.

1.5. Defenisi Konsep

1.5.1. Konflik Tersembunyi

Konflik tersembunyi merupakan konflik yang sifatnya berawal dengan perasaan atau sikap ketidaksukaan suatu individu dan atau kelompok kepada individu dan atau kelompok lainnya yang tersembunyi (hidden conflict ) dalam alam bawah sadar masing-masing pihak, hal mana berpotensi untuk sewaktu-waktu dapat berubah menjadi konflik aktual (konflik terbuka atau manifes) apabila mendapatkan rangsangan sosial dari suatu keadaan atau karena dimotivasi oleh sementara pihak untuk maksud tujuan tertentu.

(8)

langka atau peselisihan soal tujuan, status, nilai, persepsi, atau kepribadian yang dimiliki oleh beberapa pihak. Dalam penelitian ini konflik tersembunyi melihat suasana batin, sikap dan perasaan antara penganut Sikh dan Hindu Tamil di Kota Medan.

1.5.2. Penganut Sikh

Sikh merupakan sebuah agama atau kepercayaan, meskipun secara administratif ia tidak digolongkan sebagai agama di Indonesia. Guna mendapatkan pengakuan, Sikh di Indonesia kemudian berada di bawah naungan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) sehingga kepercayaan itu sering disamakan dengan salah satu aliran dalam agama Hindu. Sikh berbeda dengan Agama Hindu walaupun dalam praktiknya penganut Sikh harus mengaku sebagai Hindu (Sihombing, dkk., 2008:4).

(9)

Sementara itu, penelitian yang dilakukan Yasir Maulana Rambe dalam Skripsi berjudul: “Perkembangan Agama Sikh di Kota Medan,” kata agama juga digunakan untuk menyebutkan kepercayaan tersebut. dalam penelitian itu disebutkan bahwa kedatangan orang-orang Punjabi di Kota Medan sudah dimulai sejak masa kolonial, sekitar tahun 1880-an. Secara umum mereka tidak datang dengan cara berkelompok dalam jumlah yang besar. Akan tetapi lama kelamaan komunitas Punjabi yang menganut Sikh menjadi cukup besar di Kota Medan (Rambe, 2014:68-69). Penganut Sikh yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemeluk (umat) agama Sikh yang tinggal dan beraktifitas di rumah ibadah yang terletak di Kelurahan Karangsari Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.

1.5.3. Penganut Hindu

Agama Hindu merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia. Agama Hindu (disebut juga dengan istilah Hinduisme) merupakan agama dominan di Asia Selatan terutama di India dan Nepal yang mengandung aneka ragam tradisi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Zulkifli B. Lubis (2005), dalam hubungannya dengan etnis India, agama Hindu di Kota Medan didominasi oleh tenis India Tamil dengan komposisi 66 persen.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Sistem perkawinan endogami etnik Punjabi ini kemudian dicermati melalui penelitian dengan fokus penelitian, (1) apa latar belakang dilaksanakannya sistem perkawinan

dimanapun berada dan tidak terkecuali masyarakat Punjabi Sikh yang ada di kota Medan. Berbagai permasalahan yang timbul selalu memberikan efek yang kurang baik

Selain itu dalam bidang ekonomi, para anggota Deli Hindu Sabba belum bisa berbuat banyak untuk menggangkat kehidupan masyarakat India di Medan, para anggota yang hidupnya lebih mapan

Kota Medan saat ini banyak dijumpai etnis India Tamil.Salah satu yang masih dikenal dengan daerah Komunitas India Tamil adalah Kampung Madras.Komunitas India Tamil adalah

Kota Medan saat ini banyak dijumpai etnis India Tamil.Salah satu yang masih dikenal dengan daerah Komunitas India Tamil adalah Kampung Madras.Komunitas India Tamil adalah

“Studi Deskriptif Pengucapan Mantra Dalam Konteks Upacara Mandalabhisekam Pada Masyarakat Hindu Tamil Di Kuil Shiri Balaji Venkateshwara Koil Medan.” Medan : USU.. Jakarta:

Gambaran Umum Yayasan Missi Gurdwara Medan (Shree Guru Tegh Bahadur) Gurdwara adalah tempat ibadah penganut agama Sikh yang banyak didominasi etnis Punjabi.. Sedangkan

Dalam konteks sistem politik yang bersifat “marginalization” di India, ini dapat dilihat ketika golongan minoriti iaitu Muslim disisihkan oleh masyarakat di India berikutan