vii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh sistem pengukuran kinerja terkait dengan levers of control terhadap kinerja manajerial pada Hotel di Subang.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kausal. Metode ini digunakan untuk menguji lebih luas mengenai pengaruh sistem pengukuran kinerja terkait dengan levers of control terhadap kinerja manajerial pada Hotel di Subang. Penelitian ini menggunakan data primer yang di peroleh melalui penyebaran kuesioner kepada sampel penelitian. Jumlah sampel sebanyak 33 oarang manajer dan supervisor hotel, diperoleh melalui metode secara purposive sampling. Pada penelitian ini data penelitian dianalisis menggunakan analisis validitas dan reliabilitas kemudian hipotesis penelitian diuji dengan menggunakan regresi liner berganda.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa persepsi responden secara umum terhadap variabel sistem pengukuran kinerja terkait dengan levers of control, dan kinerja manajerial berada pada kriteria baik yaitu berkisar pada 68.01% sampai 84%. Masing-masing hasil penelitian pada variabel sistem pengukuran kinerja berada pada kriteria yang baik dengan prosentase sebesar 72.86%, variabel levers
of control sebesar 76.45%, dan kinerja manajerial sebesar 78.68%. Untuk uji
hipotesis, hasil statistic menunjukan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel sistem pengukuran kinerja terkait dengan levers of control terhadap kinerja manajerial sebesar 49,2%, sedangkan sisanya 50,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Penelitian ini menyarankan agar perusahaan hendaknya melengkapi diagnoistic
control system dengan interactive control system yang lebih kominikatif serta
melakukan evaluasi yang berkesinambungan sistem pengukuran kinerja yang ada yang memuaskan terhadap semua pihak yang diukur kinerjanya maupun hotel.
viii Universitas Kristen Maranatha out more about the effect of the performance measuring system related to levers of control on managerial performance in a hotel in Subang. This research uses primary data which are gathered from questionnaires distributed among the samples. The samples are as many as 33 managers and hotel supervisors, the sample taking is done by using purposive sampling. In this research, the research data are analyzed by using validity and reliability analysis and then the hypothesis is tested by using double linear regression.
Based on the result of the research, it is known that the perception of the respondents in general towards the variable of performance measuring system related to levers of control on the managerial performance is on good criteria which ranges from 68.01% to 84 %. Each of the result of the variables is on good criteria which is as much as 72.86%, the levers of control variable as much as 76.45% and the managerial performance as much as 78.68%. The result of the hypothesis testing shows that there is a significant effect between the variables of performance measuring system related to levers of control on the managerial performance as much as 49.2 %, while the rest which is 50.8% is explained by the other factors not being researched here.
The researcher suggests that the hotel completes the diagnostic control system by using interactive control system which is more communicative and conducts a continuous evaluation on the performance measuring system which can satisfy all parties whose performances are measured including the hotel.
ix
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xiii
DAFTAR GRAFIK ... xv
DAFTAR LAMPIRAN ... xvi
BAB I PENDAHULUAN ... 1
I.1 Latar Belakang ... 1
I.2 Identifikasi Masalah ... 5
I.3 Tujuan Penelitian ... 6
I.4 Manfaat Penelitian ... 6
BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7
II.1 Sistem Pengukuran Kinerja ... 7
II.1.1 Syarat-syarat Suatu Sistem Pengukuran Kinerja... 10
II.1.2 Unsur-unsur Kunci dalam Pengukuran Kinerja ... 11
II.1.3 Langkah-langkah Pengukuran Kinerja ... 13
x
Universitas Kristen Maranatha
II.2 Sistem Pengendalian Manajemen ... 16
II.2.1 Struktur Sistem Pengendalian Manajemen ... 16
II.2.2 Tujuan Sistem Pengendalian ... 18
II.2.3 Unsur-unsur Sistem Pengendalian Manajemen ... 20
II.2.4 Proses Sistem Pengendalian Manajemen ... 22
II.2.5 Teori Levers of Control ... 24
II.3 Kinerja Manajerial ... 30
II.3.1 Kinerja ... 30
II.3.2 Faktor7faktor Yang Mempengaruhi Pencapaian Kinerja ... 31
II.3.3 Langkah-langkah Peningkatan Kinerja...32
II.3.4 Kinerja Manajerial ... 33
II.3.5 Kemampuan Manajerial ... 33
II.4 Kerangka Pemikiran ... 34
II.5 Pengembangan Hipotesis ... 35
BAB IIIMETODOLOGI PENELITIAN... 36
III.1 Jenis Penelitian ... 36
III.2 Populasi dan Sampel Penelitian ... 36
III.3 Teknik Pengambilan Sampel ... 37
III.4 Operasional Variabel ... 37
III.4.1 Variabel Bebas (X) ... 37
III.4.2 Variabel Terikat (Y) ... 37
III.5 Teknik Pengumpulan Data ... 40
III.6 Teknik Analisis Data ... 41
III.6.1 Uji Validitas ... 41
xi
Universitas Kristen Maranatha
III.6.3 Uji Asumsi Klasik ... 45
III.6.4 Uji Regresi Berganda ... 46
BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 48
IV.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 48
IV.1.1 Karakteristik Responden ... 48
IV.1.2 Analisis Deskriptif ... 49
IV.1.3 Analisis Deskriptif Variabel Sistem Pengukuran Kinerja X1 ... 51
IV.1.4 Analisis Deskriptif Variabel Levers of Control X2 ... 53
IV.1.5 Analisis Deskriptif Variabel Kinerja Manajerial ... 59
IV.2. Transformassi Data ... 69
IV.3 Aanalisis Verifikatif ... 71
IV.3.1 Uji Asumsi Klasik ... 71
IV.3.2 Pengaruh sistem pengukuran kinerja terhadap kinerja manajerial dengan levers of control sebagai variabel moderator ... 73
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN... 82
V.1 Kesimpulan ... 82
V.2 Saran ... 83
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1 Kerangka Pemikiran ... 35
Gambar IV.1 Garis Kontinum Variabel Sistem Pengukuran Kinerja ... 53
Gambar IV.2 Garis Kontinum Variabel Levers of Control ... 54
xiii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Tabel III.1 Operasional variabel ... 38
Tabel III.2 Rekapitulasi hasil variabel sistem pengukuran kinerja ... 42
Tabel III.3 Rekapitulasi hasil variabel levers of control ... 42
Tabel III.4 Rekapitulasi hasil variabel kinerja manajerial ... 43
Tabel III.5 Hasil uji reliabilitas kuesioner penelitian ... 44
Tabel IV.1 Jenis kelamin... 48
Tabel IV.2 Usia responden ... 48
Tabel IV.3 Tingkat pendidikan responden ... 49
Tabel IV.4 Lama kerja ... 49
Tabel IV.5 Pedoman kategorisasi tanggapan responden... 50
Tabel IV.6 Rekapitulasi hasil tanggapan responden untuk variabel SPK ... 51
Tabel IV.7 Rekapitulasi hasil tanggapan responden untuk variabel LOC ... 53
Tabel IV.8 Tanggapan responden dimensi belief system ... 55
Tabel IV.9 Tanggapan responden dimensi boundary system... 56
Tabel IV.10 Tanggapan responden dimensi diagnostic control system ... 57
Tabel IV.11 Tanggapan responden dimensi interactive control system ... 58
Tabel IV.12 Rekapitulasi skor tanggapan responden untuk kinerja manajerial ... 60
Tabel IV.13 Tanggapan responden dimensi perencanaan... 61
Tabel IV.14 Tanggapan responden dimensi investigasi ... 62
Tabel IV.15 Tanggapan responden dimensi pengkoordinasian ... 63
Tabel IV.16 Tanggapan responden dimensi evaluasi ... 64
Tabel IV.17 Tanggapan responden dimensi pengawasan ... 65
Tabel IV.18 Tanggapan responden dimensi pemilihan staff ... 66
Tabel IV.19 Tanggapan responden dimensi negosiasi ... 67
Tabel IV.20 Tanggapan responden dimensi perwakilan ... 68
Tabel IV.21 Tanggapan responden dimensi kinerja keseluruhan ... 69
Tabel IV.22 MSI pertanyaan 1 pada variabel SPK ... 70
xiv Universitas Kristen Maranatha
Tabel IV.24 Korelasi berganda antara SPK terhadap kinerja manajerial dengan
levers of control sebagai variabel moderator ... 74
Tabel IV.25 Hasil analisis regresi ... 75
Tabel IV.26 Anova untuk pengujian secara simultan ... 76
Tabel IV.27 Koefisien determinasi ... 77
Tabel IV.28 Koefisien determinasi secara parsial SPK terkait dengan LOC terhadap kinerja manajerial ... 78
xv Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GRAFIK
Grafik I.1 Grafik Kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia ... 1
Grafik I.2 Grafik Jumlah hotel pada hotel bintang dan non bintang ... 2
Grafik IV.4 Grafik Normalitas ... 72
xvi Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Kuesioner
Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Dalam menghadapi era globalisasi seperti saat ini, dunia pariwisata merupakan salah satu industri yang berpotensi besar terhadap tumbuh kembangnya perekonomian di Indonesia. Pariwisata dan perhotelan saling berperan penting terhadap pertumbuhan industri ini, industri perhotelan tidak akan terus tumbuh jika industri pariwisata tidak berkembang dengan baik. Begitupun, pariwisata tidak akan berkembang dengan baik jika tidak ada dukungan dari industri perhotelan.
Industri perhotelan dan pariwisata di Indonesia dapat dikatakan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Hal ini di lihat dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan dan bertumbuhnya jumlah hotel di Indonesia.
Grafik 1.1 Grafik kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia
Sumber: Badan Pusat Statistik
Menurut data BPS pada tahun 2013 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia mencapai 8802129, tahun 2014 meningkat menjadi 9435591, dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 9729350 (www.bps.go.id).
B A B I P E N D A H U L U A N 2
Universitas Kristen Maranatha
Grafik 1.2 Grafik jumlah hotel pada hotel bintang dan non bintang di Indonesia
Sumber: Badan Pusat Statistik
Masih menurut data BPS pada tahun 2013, jumlah hotel berbintang dan non bintang yang ada di Indonesia sebanyak 16685 hotel, tahun 2014 meningkat menjadi 17484 hotel, dan pada tahun 2015 meningkat menjadi 18353 hotel. (www.bps.go.id). Dari sini, dapat dilihat bahwa kenaikan jumlah wisatawan diiringi juga dengan pertumbuhan hotel bintang dan non bintang yang agresif di Indonesia, akan tetapi agresifitas para pelaku bisnis perhotelan tidak sinkron dengan data okupansi hotel di Indonesia yang masih rendah sehingga hal ini dapat menyebabkan perang tarif yang tidak wajar. Hasil survei Badan Pusat Statistik menunjukan okupansi hotel di Indonesia sebenarnya belum menunjukan kinerja yang terlalu memuaskan. Okupansi hotel bintang pada tahun 2014 hanya menginjak angka 52,56%. Sementara itu hotel non bintang justru lebih rendah, yaitu sebesar 35,87%. (www.bps.go.id).
Dilihat dari data BPS tingkat okupansi hotel di Jawa Barat secara rata-rata pada Januari 2016 sebesar 44,60% atau mengalami penurunan 3,00 poin dibandingkan Desember 2015 yang tercatat sebesar 47,60%, hal ini disebabkan karena kurangnya kinerja operasional yang kurang memuaskan dalam segi
B A B I P E N D A H U L U A N 3
Universitas Kristen Maranatha
pelayanan serta fasilitas yang diberikan. Sementara itu, meningkatnya jumlah hotel terutama di daerah seperti Jawa Barat mengakibatkan persaingan bisnis hotel semakin meningkat terlebih dengan adanya apartmen yang disewakan dengan harga yang dapat bersaing dengan hotel. Pertumbuhan hotel yang pesat dengan tingkat okupansi yang rendah karena kurangnya permintaan menimbulkan persaingan yang tinggi dalam bisnis perhotelan. Agar tetap bertahan dan bertumbuh hotel memerlukan manajemen yang ahli dalam mengelola segala sumber daya yang dimiliki untuk memberikan nilai tambah bagi bisnis hotel. Dalam hal ini, maka perlu dilakukan penilaian/pengukuran kinerja manajerial.
Kinerja manajerial adalah kinerja individu anggota organisasi dalam kegiatan manajerial (Kurnianingsih, 2000). Kinerja manajerial meliputi perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan staff, pengaturan, negosiasi dan perwakilan. Kinerja manajerial sangat dibutuhkan dalam organisasi karena dengan kinerja manajerial yang maksimal diharapkan mampu membawa keberhasilan bagi perusahaan yang dipimpinnya (Mahoney et al, 1965). Agar tujuan yang telah ditetapkan tersebut dapat diketahui telah tercapai atau tidak maka diperlukan sistem pengukuran kinerja yang tepat. Untuk mengukur sistem pengukuran kinerja yang tepat dapat diukur menggunakan indikator meliputi relevan, sensitif, reliabel, akseptabel, dan praktis (Cascio, 1999). Penelitian yang diakukan oleh (Robbins, 2006) sistem pengukuran kinerja diukur menggunakan lima indikator meliputi kualitas, kuantitas, ketetapan waktu, efektivitas, dan kemandirian.
B A B I P E N D A H U L U A N 4
Universitas Kristen Maranatha
Selain itu kinerja manajerial akan menggunakan indikator dari (Mahoney et al, 1965) yang meliputi perencanaan, investigasi, evaluasi, pengkoordinasian, pengawasan, pemilihan staff, negosiasi, perwakilan, dan kinerja rata-rata keseluruhan.
Desain yang baik dari sistem pengukuran kinerja harus mempertimbangkan hakikat multidimensional yang akan mempengaruhi kinerja keseluruhan organisasi. Saat ini, supaya organisasi dapat bersaing di pasar global, pada saat yang sama perlu memuaskan semua stakeholders mereka, organisasi harus bergerak sesuai dengan dimensi kinerja (Cocca & Alberti, 2010). Karena pengukuran kinerja merupakan salah satu fungsi utama dari manajemen untuk menunjukkan sejauh mana perusahaan telah mencapai tujuan dan strategi yang sudah ditetapkan sebelumnya, maka sangat tepat untuk mempelajari sistem pengukuran kinerja pada hotel khususnya di Subang. Pembahasan ini terfokus pada sistem pengendalian manajemen (SPM) yang dijalankan pada sektor hotel terkait dengan pengukuran kinerja. Secara khusus, penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh sistem pengukuran kinerja terkait dengan empat dimensi levers of control dari SPM, yaitu: belief system, boundary sytem, diagnostic control system, interactive control system terhadap kinerja manajerial.
B A B I P E N D A H U L U A N 5
Universitas Kristen Maranatha
pengaruh sistem pengukuran kinerja terkait dengan levers of control terhadap kinerja manajerial.
Hasil penelitian Jamil & Mohamed (2013) menyatakan bahwa sistem pengukuran kinerja terkait dengan empat levers of control (system belief, system
boundary, diagnostic control system, interactive control system) sistem
pengendalian manajemen individu yang terseleksi dan juga menyatakan bahwa perkembangan sistem pengukuran kinerja akan mempengaruhi keseluruhan kinerja di sektor hotel menengah kecil melalui tindakan sistem pengendalian manajemen.
Mengingat pentingnya sistem pengukuran kinerja terkait dengan levers of
control terhadap kinerja manajerial dalam sebuah organisasi, maka berdasarkan
latar belakang diatas mendorong peneliti untuk melakukan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul “Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja terkait dengan Levers of Control terhadap Kinerja Manajerial pada Hotel di Subang”
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan Latar Belakang Penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah sistem pengukuran kinerja berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada hotel di Subang?
2. Apakah levers of control berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada hotel di Subang?
B A B I P E N D A H U L U A N 6
Universitas Kristen Maranatha
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan permasalahan yang ada, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui apakah sistem pengukuran kinerja berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada hotel di Subang.
2. Untuk mengetahui apakah levers of control berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada hotel di Subang
3. Untuk mengetahui apakah sistem pengukuran kinerja terkait dengan levers
of control berpengaruh terhadap kinerja manajerial pada hotel di Subang
1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan kegunanaan bagi seluruh pihak yaitu: 1. Bagi Penulis
Untuk memenuhi salah satu syarat dalam mencapai gelar sarjana ekonomi jurusan akuntansi Universitas Kristen Maranatha.
2. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi para manajer tentang sistem pengukuran kinerja dan levers of control (SPM) untuk menunjang tumbuh kembang perusahaan.
3. Bagi Pembaca
Universitas Kristen maranatha
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Hasil penelitian pada variabel sistem pengukuran kinerja berada pada kriteria yang baik dengan prosentase sebesar 72.86% berada pada kriteria baik terletak pada interval 68.01-84%. Pada pernyataan “dalam menilai, atasan saya tidak
memandang suku bangsa, agama, usia ataupun perbedaan lainnya” skornya
yang paling besar yaitu sebesr 76.36% dan pernyataan “ukuran keberhasilan dalam sistem pengukuran kinerja sangat jelas dan sama bagi setiap unit pelayanan teknis yang ada” skornya yang paling kecil yaitu sebesar 67.88%. 2. Hasil penelitian pada variabel levers of control berada pada kriteria baik
dengan prosentase sebesar 76.45% berada pada kriteria baik terletak pada interval 68.01-84%. Pada dimensi boundary sistem skornya yang paling besar yaitu sebesr 80.91% dan dimensi diagnoistic control system skornya yang paling kecil yaitu sebesar 69.61%.
3. Hasil penelitian pada variabel variabel kinerja manajerial berada pada kriteria
baik dengan prosentase sebesar 78.68% berada pada kriteria baik terletak pada interval 68.01-84%. Pada dimensi memilih staf skornya yang paling besar yaitu sebesr 81.41% dan dimensi negosiasi skornya yang paling kecil yaitu sebesar 74.85%.
B A B V K E S I M P U L A N D A N S A R A N 83
Universitas Kristen Maranatha
control sebagai moderator sebesar 49,2%, sedangkan sisanya 50,8%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. 5.2 Saran
Berdasarkan penelitian dan kesimpulan, maka disarankan sebagai berikut: 1. Perusahaan hendaknya mempertahankan kinerja manajerial dengan cara
meningkatkan sitem pengukuran kinerja dan levers of control. Namun demikian, perusahaan hendaknya melengkapi Diagnoistic control system dengan interactive control system yang lebih kominikatif serta melakukan evaluasi yang berkesinambungan sistem pengukuran kinerja yang memuaskan terhadap semua pihak yang diukur kinerjanya maupun hotel.
PENGARUH SISTEM PENGUKURAN KINERJA
TERKAIT DENGAN LEVERS OF CONTROL
TERHADAP KINERJA MANAJERIAL
PADA HOTEL DI SUBANG
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat menempuh
Sidang Sarjana Strata 1 (S-1)
Oleh
YONNA MAULIDIANA YUDASWARA
1251221
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA
BANDUNG
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan tugas akhir ini. Shalawat beserta salam semoga senantiasa terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya dan para sahabatnya. Penulisan tugas akhir ini diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha Bandung. Judul yang penulis ajukan adalah “Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja terkait dengan Levers Of Control terhadap Kinerja Manajerial Pada Hotel di Subang”.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas akhir ini masih jauh dari kesempurnaan, mengingat keterbatasan, kemampuan dan pengetahuan penulis. Penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, penulis khususnya dan pembaca umumnya.
Dalam penyusunan dan penulisan tugas akhir ini tidak terlepas dari bantuan, bimbingan serta dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis dengan senang hati menyampaikan terimakasih kepada: 1. Keluarga tercinta Dadan Yudaswara (Papah), Lilis Mardiana (Mamah) dan
Kelvin Yudaswara (Adik) yang telah memberikan dukungan dan semangat baik secara moril maupun materil serta doa dan segala pengorbanannya dalam penyusunan tugas akhir ini.
2. Ibu Sondang Mariani R., S.E., M.A., Ak., CA. atas bimbingan, masukan, dukungan, serta pengarahan yang diberikan kepada penulis selama proses penyusunan tugas akhir.
3. Bapak Dr. Mathius Tandiontong, S.E., M.M., Ak., CA. selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha.
4. Ibu Elyzabet Indrawati Marpaung, S.E., M.Si., Ak., CA. selaku Ketua Program studi Akuntansi Universitas Kristen Maranatha.
5. Seluruh dosen dan staf pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha yang telah membantu penulis selama perkuliahan.
6. Ibu Endah Purnama Sari Eddy, S.E., M.Ak., Ak., CA., BKP. selaku dosen wali.
7. Seluruh keluarga besarku yang selalu memberikan semangat dan dukungan serat doa.
8. Untuk sahabat-sahabat seperjuanganku yang selalu menghibur, dan memberikan semangat serta doa Levina Ratih Almeida, Stephanie Callista, Putri Rafika, Erli Lisnawati, Fegyawati Septiami, Sari Setiawati, Astrid Dwi Anggraini.
9. Diki Ginanjar yang selalu menghibur dan memotivasi serta doa selama proses penyusunan tugas akhir ini. Thanks for the support.
10. Seluruh teman-teman Akuntansi 2012 mahasiswa Universitas Kristen Maranatha yang selalu memberikan semangat dan dukunganya.
Akhir kata, semoga Tuhan membalas kebaikazn dan ketulusan semua pihak yang telah membantu menyelesaikan tugas akhir ini dengan melimpahkan rahmat dan karunia-Nya. Semoga tugas akhir ini dapat berguna dan memberi nilai tambah serta wacana baru bagi semua pihak yang membacanya.
Bandung, Juni 2016
Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Abernethy, M. A., & Lillis, A. M. (1995). The Impact of Manufacturing Flexibility on Management Control System Design. Accounting,
Organizations and Society, Vol. 20, No. 4, pp. 241-258.
Agus Widarsono. (2007). Pengaruh Kualitas Informasi Manajemen Terhadap Kinerja Manajerial (Survey pada perusahaan go-publik di JawaBarat),
Jurnal Akuntansi FE Unsil, Vol. 2, No. 2, 2007 ISSN : 1907–9958. Anthony & Govindarajan. (2005). Management Control System, Edisi 11,
penerjemah: F.X. Kurniawan Tjakrawala, dan Krista. Penerbit Salemba Empat, Buku 2, Jakarta.
Cascio, W. F. (1999). Managing Human Resources, Productivity, Quality of
Worklife, Profits. New York : McGraw-Hill Inc.
Cocca, P & Alberti, M. (2010). “A framework to assess performance measurement systems in SMEs,” International Journal of Productivity and Performance Management, vol. 59, no. 2, pp. 186- 200.
Cooper, D. R., dan Schindler, P. S. (2011). Business Research Methods. Singapore: The McGraw-Hill Companies, Inc.
Darmawan, Deni. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Fahmi, Irham. (2013). Manajemen Kinerja : Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM
SPSS 19 (edisi kelima.) Semarang: Universitas Diponegoro.
Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program IBM SPSS
21. Edisi7, Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Hartono. Jogiyanto. (2013). Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan
Pengalaman Pengalaman. BPFE. Yogyakarta.
Henri, JF. (2006). Management Control Systems and Strategy: A Resource-based Perspective. Accounting, Organizations and Society. Vol. 31, No. 4, pp. 529-558.
Jamil & Mohamed. (2013). The Effect of Management Control System on Performance Measurement System at Small Medium Hotel in Malaysia.
International Journal of Trade, Economics and Finance, Vol. 4, No. 4,
Universitas Kristen Maranatha
Kurnianingsih, Retno. (2000). Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem
Penghargaan Terhadap Keefektifan Penerapan Teknik Total Quality Management: Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur di Indonesia,
SNA III, Hal 237.
Mahoney. et al. (1963). Development of Managerial Performance: A Research Approach. Cincinnati: South Western Publishing.
Manalu, Lia. (2010). Definisi Kinerja dan Pengukuran Kinerja Akuntansi Sektor Publik. http://liamanalu.blogspot.com/2010/02/definsi-kinejra-dan-pengukuran kinerja.html.
Mangkunegara, Anwar Prabu. (2005). Perilaku dan Budaya Organisasi. Bandung : PT.Refika Aditama.
Mangkunegara, Anwar Prabu (2012). Evaluasi Kinerja SDM, cetakan keenam. Bandung : Refika Aditama.
Mardiasmo, (2009). Akuntansi Sektor Publik, Yogyakarta: ANDI.
Moeheriono. (2012). Perencanaan,aplikasi dan pengembangan: Indikator kinerja
utama( IKU) bisnis dan publik. Rajawali Pers, Jakarta.
Morissan, M. A. (2012). Metodologi Penelitian Survei. Jakarta: Kencana. Mulyadi. (2007). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Menejemen. Salemba
Empat:. Jakarta.
Narsa, I. M. “Pengaruh Interaksi antara Total Quality Management dengan Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada PT. Telkom Divre V Surabaya)”. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 5, No. 1 : 18-34.
Simons, R. (1994) “How new top manager use control systems as levers of strategic renewal,” Strategic Management Journal, vol. 15, no. 3, pp.
169-189.
Simons, R. (1995). Levers of Control: How Managers Use Innovative Control
Systems to Drive Strategy Renewal. Boston. Harvard Business School
Press.
Simons, R. (2000). Performance Measurement and Control Systems for
Implementing Strategy. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D).Bandung : Alfabeta.
Sumarsan, T. (2011). Sistem Pengendalian Manajemen Konsep, Aplikasi, dan
Universitas Kristen Maranatha
Veithzal Rivai & Ahmad Fawzi Mohd Basri. (2008). Performance Appraisal
Sistem Yang Tepat Untuk Menilai Kinerja Karyawan Dan Meningkatkan Daya Saing Perusahaan. PT. Raja Grafindo Persada, Edisi 2, Jakarta.
Widener, Sally, K. (2007). An Empirical Analysis of the Levers of Control Framework.Accounting, Organizations and Society, Vol. 32, No. 6, pp. 757-788.
Wiludjeng, Sri. (2007). Pengantar Manajemen, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Yusuf, A Muri. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan