• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN AHLI TEKNIK SUPERVISI PEKERJAAN JALAN (SUPERVISION ENGINEER OF ROADS CONSTRUCTION) MODUL MODUL SE 05 DOKUMEN KONTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PELATIHAN AHLI TEKNIK SUPERVISI PEKERJAAN JALAN (SUPERVISION ENGINEER OF ROADS CONSTRUCTION) MODUL MODUL SE 05 DOKUMEN KONTRAK"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

(1)

PELATIHAN

AHLI TEKNIK SUPERVISI PEKERJAAN JALAN

(SUPERVISION ENGINEER OF ROADS CONSTRUCTION)

MODUL

MODUL SE – 05 DOKUMEN KONTRAK

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA

PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI (PUSBIN-KPK) 2005

(2)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -i-

KATA PENGANTAR

Dokumen Kontrak merupakan dokumen terpenting dalam pengikatan kerja konstruksi antara pengguna jasa dengan penyedia jasa. Dokumen tersebut merupakan acuan baik secara hukum maupun teknis bagi pelaksanaan konstruksi yang dilakukan oleh semua pihak yang terlibat yakni pihak direksi pekerjaan, kontraktor dan konsultan pengawas dalam mewujudkan sasaran proyek yakni sesuai mutu, waktu dan biaya yang ditetapkan.

Modul ini disususn berdasarkan dokumen kontrak yang selama ini dipakai oleh proyek-proyek pemerintah terutama proyek di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum.

Dengan mempelajari modul ini diharapkan para pengawas pekerjaan jalan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai ketentuan-ketentuan dokumen kontrak sehingga dapat melakukan tugas pengawasannya secara profesional sesuai ketentuan dokumen kontrak dan mewujudkan sasaran proyek secara tepat mutu, tepat waktu , dan tepat biaya.

J a k a r t a ,

D e s e m b e

(3)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -ii-

r

2 0 0 5 P e n y u s u n

(4)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -iii-

LEMBAR TUJUAN

JUDUL PELATIHAN : Pelatihan Ahli Teknik Supervisi Pekerjaan Jalan (Supervision Engineer of Road Construction)

MODEL PELATIHAN : Lokakarya terstruktur

TUJUAN UMUM PELATIHAN :

Pada akhir pelatihan ini peserta diharapkan mampu mengawasi pekerjaan jalan sesuai dengan metode, gambar dan spesifikasi teknik yang ditetapkan pada dokumen kontrak

TUJUAN KHUSUS PELATIHAN : Pada akhir pelatihan peserta mampu :

1. Mengawasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3).

2. Mengawasi Pelaksanaan Pengendalian Lingkungan.

3. Mengawasi Pelaksanaan Perhitungan Biaya Konstruksi Jalan.

4. Mengawasi Pelaksanaan Rekayasa Lapangan Dan Kaji Ulang Desain (Review Design).

5. Mengawasi Pelaksanaan Pekerjaan Sesuai Dengan Dokumen Kontrak.

6. Mengawasi Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan.

7. Melakukan Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Jalan.

8. Melakukan Perhitungan Hasil Pekerjaan.

9. Membuat Pelaporan.

10. Melakukan Penyerahan Pekerjaan Yang Telah Selesai.

(5)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -iv-

NOMOR DAN JUDUL MODUL : SE – 05 DOKUMEN KONTRAK TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

Setelah modul ini dipelajari, peserta mampu menjelaskan materi Dokumen Kontrak bidang jalan dan jembatan, serta mampu menerapkan ketentuan kontrak pada pelaksanaan proyek jalan

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK) Pada akhir pelatihan peserta mampu : 1. Menjelaskan kontrak kerja konstruksi;

2. Menjelaskan dan menerapkan syarat-syarat kontrak;

3. Menjelaskan spesifikasi teknis;

4. Menjelaskan gambar-gambar; dan 5. Menjelaskan daftar kuantitas dan harga.

(6)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -v-

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

LEMBAR TUJUAN ii

DAFTAR ISI iv

DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN AHLI

TEKNIK SUPERVISI PEKERJAAN JALAN (Supervision Engineer of

Roads Construction) vi

DAFTAR MODUL vii

PANDUAN INSTRUKTUR viii

BAB I. SISTEM KONTRAK 1.1. Umum

1.2. Kontrak Lumpsum 1.3. Kontrak Harga Satuan

1.4. Kontrak Biaya Tambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee)

I – 1 I – 1 I – 1 I – 2 I – 3

BAB II KONTRAK KERJA KONSTRUKSI 2.1. Dokumen Kontrak Kerja Konstruksi 2.2. Isi Kontrak Kerja Konstruksi

2.3. Surat Perjanjian

2.4. Syarat Hukum Perjanjian 2.5. Amandemen Kontrak

II – 1 II – 1 II – 2 II – 4 II – 7 II – 8

BAB III SYARAT-SYARAT KONTRAK 3.1. Umum

3.2. Syarat-Syarat Umum Kontrak 3.3. Syarat-Syarat Khusus Kontrak

III – 1 III – 1 III – 1 III – 18

BAB IV SPESIFIKASI TEKNIS, GAMBAR-GAMBAR, DAN DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA

4.1. Spesifikasi Teknis

IV – 1 IV – 1 IV – 1

(7)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -vi-

4.2 Gambar-Gambar

4.3. Daftar Kuantitas Dan Harga

IV – 11 IV – 12

RANGKUMAN

LAMPIRAN

1. Syarat-Syarat Kontrak

2. Bentuk Surat Perjanjian (NCB) 3. Form of Agreement (ICB)

R – 1

L – 1 L – 32 L – 35

DAFTAR PUSTAKA D – 1

HAND OUT

(8)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -vii-

DESKRIPSI SINGKAT PENGEMBANGAN MODUL PELATIHAN AHLI TEKNIK SUPERVISI PEKERJAAN JALAN

(Supervision Engineer of Roads Construction)

1. Kompetensi kerja yang disyaratkan untuk jabatan kerja Ahli Teknik Supervisi Pekerjaan Jalan(Supervision Engineer of Roads Construction) dibakukan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang didalamnya telah ditetapkan unit-unit kerja sehingga dalam Pelatihan Ahli Teknik Supervisi Pekerjaan Jalan (Supervision Engineer of Roads Construction) unit-unit tersebut menjadi Tujuan Khusus Pelatihan.

2. Standar Latihan Kerja (SLK) disusun berdasarkan analisis dari masing-masing Unit Kompetensi, Elemen Kompetensi dan Kriteria Unjuk Kerja yang menghasilkan kebutuhan pengetahuan, keterampilan dan sikap perilaku dari setiap Elemen Kompetensi yang dituangkan dalam bentuk suatu susunan kurikulum dan silabus pelatihan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kompetensi tersebut.

3. Untuk mendukung tercapainya tujuan khusus pelatihan tersebut, maka berdasarkan Kurikulum dan Silabus yang ditetapkan dalam SLK, disusun seperangkat modul pelatihan (seperti tercantum dalam Daftar Modul) yang harus menjadi bahan pengajaran dalam pelatihan Ahli Teknik Supervisi Pekerjaan Jalan(Supervision Engineer of Roads Construction).

(9)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -viii-

DAFTAR MODUL

Jabatan Kerja : Supervision Engineer of Roads Construction (SE)

Nomor

Modul Kode Judul Modul

1 SE – 01 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2 SE – 02 Pengendalian Lingkungan

3 SE – 03 Perhitungan Biaya Konstruksi Jalan

4 SE – 04 Rekayasa Lapangan dan Kaji Ulang Desain (Review Design)

5 SE – 05 Dokumen Kontrak

6 SE – 06 Persiapan Pelaksanaan

7 SE – 07 Pengawasan Pelaksanaan Pekerjaan Jalan 8 SE – 08 Perhitungan Hasil Pekerjaan

9 SE – 09 Pelaporan

10 SE – 10 Penyerahan Pekerjaan Selesai

(10)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -ix-

PANDUAN INSTRUKTUR

A. BATASAN

NAMA PELATIHAN : AHLI TEKNIK SUPERVISI PEKERJAAN JALAN (Supervision Engineer of Roads Construction)

KODE MODUL : SE – 05

JUDUL MODUL : DOKUMEN KONTRAK

DESKRIPSI : Modul ini membahas mengenai kontrak kerja konstruksi; penjelasan dan penerapan syarat- syarat kontrak; spesifikasi teknis; gambar-gambar;

dan daftar kuantitas dan harga untuk pelatihan ahli teknik supervisi pekerjaan jalan.

TEMPAT KEGIATAN : Ruangan Kelas lengkap dengan fasilitasnya.

WAKTU PEMBELAJARAN : 6 (Enam) Jam Pelajaran (JP) (1 JP = 45 Menit)

(11)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -x-

B. RENCANA PEMBELAJARAN

Kegiatan Instruktur Kegiatan Peserta Pendukung

1. Ceramah : Pembukaan

 Menjelaskan tujuan instruksional (TIU dan TIK )

Waktu : 5 menit

 Mengikuti penjelasan TIU dan TIK dengan tekun dan aktif

OHP.

2. Ceramah : Sistem Kontrak

Memberikan penjelasan mengenai

 Kontrak lumpsum

 Kontrak harga satuan

 Kontrak biaya tambah imbalan jasa (cost plus fee)

Waktu : 55 menit

 Mengikuti penjelasan ins- truktur

 Mengajukan pertanyaan apabila kurang jelas

OHP.

3. Ceramah : Kontrak Kerja Konstruksi Memberikan penjelasan mengenai

 Dokumen kontrak kerja konstruksi

 Isi kontrak kerja konstruksi

 Surat perjanjian

 Syarat hukum perjanjian Waktu : 60 menit

 Mengikuti penjelasan ins- truktur

 Mengajukan pertanyaan apabila kurang jelas

OHP.

4. Ceramah : Syarat-syarat Kontrak Memberikan penjelasan mengenai

 Syarat-syarat Umum Kontrak

 Syarat-syarat Khusus Kontrak Waktu : 90 menit

 Mengikuti penjelasan ins- truktur

 Mengajukan pertanyaan apabila kurang jelas

OHP.

5. Ceramah : Spesifikasi Teknis, gambar-gambar dan Daftar Kuantitas dan Harga

Memberikan penjelasan mengenai

 Spesifikasi Teknis

 Mengikuti penjelasan ins- truktur

 Mengajukan pertanyaan apabila kurang jelas

OHP.

(12)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Kata Pengantar

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) -xi-

Kegiatan Instruktur Kegiatan Peserta Pendukung

 Gambar-gambar

 Daftar Kuantitas dan Harga Waktu : 60menit

(13)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab I : Sistem Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) I -1

BAB I

SISTEM KONTRAK

1.1. UMUM

Penyusunan kontrak jasa pemborongan adalah kegiatan menyusun kontrak paket pekerjaan jasa pemborongan yang dilakukan oleh pihak pengguna jasa / panitia dan penyedia jasa pemborongan yang telah ditunjuk pada proses pelaksanaan lelang.

Dalam menyusun kontrak, pengguna dan penyedia jasa pemborongan mengacu kepada dan berdasarkan naskah draft kontrak yang ada dalam dokumen penawaran dan dokumen lainnya seperti : dokumen berita acara hasil pembukaan dokumen usulan, berita acara evaluasi, berita acara klarifikasi dan negosiasi, berita acara penetapan calon penyedia jasa pemborongan, dan keputusan penunjukan penyedia jasa pemborongan dari pihak pengguna, dan sebagainya.

Sistem kontrak yang dipilih adalah sistem kontrak yang telah ditentukan pada naskah draft kontrak yang ada dalam dokumen lelang. Pemilihan sistem kontrak yang digunakan tersebut disesuaikan dengan jenis, sifat, dan nilai pengadaan jasa pemborongan yang bersangkutan.

Jenis kontrak yang umumnya digunakan dalam pekerjaan jasa pemborongan adalah: Kontrak Lumpsum, Kontrak Harga Satuan, dan Kontrak Biaya Tambah Imbalan Jasa (Cost Plus Fee).

1.2. KONTRAK LUMPSUM

Kontrak lumpsum pada pekerjaan jasa pemborongan adalah kontrak yang berdasarkan total biaya yang disepakati oleh para pihak pada waktu dilakukan negosiasi.

Kontrak lumpsum dipilih untuk pekerjaan jasa pemborongan yang sifat pekerjaannya tidak rumit serta jenis pekerjaannya dan volumenya dapat ditentukan dan dihitung secara akurat.

Dalam kontrak lumpsum semua risiko yang mungkin terjadi dalam proses pengadaan jasa pemborongan tersebut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab

(14)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab I : Sistem Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) I -2

penyedia jasa pemborongan kecuali dalam hal terjadi keadaan kahar (force majeure).

Pembayaran dilakukan secara bertahap berdasarkan tahap penyelesaian pekerjaan jasa pemborongan, misalnya : Dalam jasa pekerjaan pembangunan rumah, pembayaran pertama sebesar 20% setelah pekerjaan pondasi selesai.

Pembayaran kedua sebesar 30% setelah pekerjaan pembuatan dinding dan selanjutnya.

1.3. KONTRAK HARGA SATUAN

Kontrak berdasarkan Harga Satuan adalah kontrak pekerjaaan jasa pemborongan yang berdasarkan harga satuan setiap jenis pekerjaan yang disepakati.

Pembayarannya dilakukan secara bulanan atas nilai pekerjaan yang telah dilaksanakan sampai dengan saat bulan yeng bersangkutan. Nilai pekerjaan tersebut dihitung berdasarkan volume dan harga satuan masing-masing mata pembayaran yang dimuat dalam daftar kuantitas dan harga.

Pada sistem kontrak harga satuan ini, yang mengikat sebagai harga kontrak adalah harga satuan masing-masing mata pembayaran untuk sejumlah volume yang dimuat dalam daftar kuantitas dan harga. Sedangkan nilai total kontrak untuk seluruh pekerjaan yang merupakan penjumlahan semua hasil perkalian volume dan harga satuan masing-masing mata pembayaran adalah merupakan nilai yang

“belum pasti” dan bukan merupakan nilai yang akan dibayarkan pada akhir kontrak apabila seluruh pekerjaan telah terselesaikan.

Volume masing-masing jenis mata pembayaran yang ada di dalam daftar kuantitas dan harga merupakan volume perkiraan sementara untuk menyelesaikan pekerjaan proyek dan merupakan volume yang berlaku untuk setiap harga satuan yang ditawarkan oleh penyedia jasa dalam penawarannya.

Karena harga satuan adalah mengikat dalam kontrak, maka nilai harga satuan masing-masing mata pembayaran tidak dapat diubah kecuali apabila terjadi perubahan volume mata pembayaran dari volume awal melebihi nilai tertentu, misalnya 15%, atau karena adanya penyesuaian harga sebagai akibat fluktuasi harga yang resmi misalnya berdasarkan data badan statistic.

(15)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab I : Sistem Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) I -3

Sistem kontrak harga satuan ini umumnya diterapkan pada jenis-jenis pekerjaan yang volumenya tidak dapat dihitung secara pasti sehubungan dengan sifat perencanaannya sendiri masih harus disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga akan mempengaruhi nilai volume awal yang disiapkan pengguna jasa.

1.4. KONTRAK BIAYA TAMBAH IMBALAN JASA (COST PLUS FEE)

Kontrak sistem cost plus fee adalah kontrak pengadaan jasa pemborongan yang berdasarkan biaya yang dikeluarkan ditambah fee yang disepakati. Pembayaran dilakukan secar periodik ( misalnya bulanan ) dengan nilai pembayaran minimum yang disepakati para pihak. Kontrak jenis ini umumnya digunakan untuk jenis dan volume pekerjaannya belum pasti.

(16)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab I : Sistem Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) I -4

Pasal 30 Keppres No. 80 Tahun 2003 mengatur ketentuan mengenai jenis kontrak pengadaan barang dan jasa sebagai berikut :

Kontrak pengadaan barang/jasa dibedakan atas : 1. Berdasarkan bentuk imbalan :

a. Lumpsum

Kontrak Lumpsum adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, dengan jumlah harga yang pasti dan tetap, dan semua resiko yang mungkin terjadi bdalam proses penyelesaian pekerjaan sepenuhnya ditanggung oleh penyedia barang/jasa.

b. Harga Satuan

Kontark Harga satuan adalah kontrak pengadaan barang/jasa atas penyelsaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu, berdasarkan harga satuan yang pasti dan tetap untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang volume pekerjaannya masih bersifat perkiraan semetara, sedangkan pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas volume pekerjaan yang benar-benar telah dilaksanakan oleh penyedia barang/jasa.

c. Gabungan Lumpsum dan Harga Satuan

Kontrak Gabungan Lumpsum edan Harga Satuan adalah kontrak yang merupakan gabungan lumpsum dan hartga satuan dalam satu pekerjaan yang diperjanjikan.

d. TerimaJadi (Turn Key)

Kontrak Terima Jadi adalah kontrak pengadaan barang/jasa pemborongan atas penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu dengan jumlah harga pasti dan tetap sampai seluruh bangunan/konstruksi, peralatan dan jaringan utama maupun penunjangnya berfungsi dengan baik sesuai dengan kriteria kinerja yang telah ditetapkan.

e. Persentase

Kontrak Persentase adalah kontrak pelaksanaan jasa konsultansi di bidang konstruksi atau pekerjaan pemborongan tertentu, dimana konsultan yang bersangkutan menerima imbalan jasa berdasarkan persentase tertentu dari nilai pekerjaan fisik konstruksi/pemborongan tersebut.

2. Berdasarkan jangka waktu pelaksanaan

a. Tahun Tunggal

Kontrak Tahun Tunggal adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran vuntuk asa 1 (satu) tahun anggaran.

b. Tahun Jamak

Kontrak Tahun Jamak adalah kontrak pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa lebih dari 1 (satu) tahun anggaran yang dilakukan atas persetujuan Menteri Keuangan untuk pengadaan yang dibiayai APBN, Gubernur untuk pengadaan yang dibiayai APBD Propinsi, Bupati/Walikota untuk pengadaan yang dibiayai APBD Kabupaten/Kota.

3. Berdasarkan jumlah pengguna barang/jasa ;

a. Kontrak Pengadaan Tunggal

Kontrak Pengadaan Tunggal adalah kontrak antara satu unit kerja atau satu proyek dengan penyedia barang/jasa tertentu untuk menyelesaikan pekerjaan terentu dalam waktu tertentu

b. Kontrak Pengadaan Bersama

Kontrak Pengadaan Bersama adalah kontrak antara beberapa unit kerja atau beberapa proyek dengan penyedia barang/jasa tertentu untuk menyelesaikan

(17)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-1

BAB II

KONTRAK KERJA KONSTRUKSI

2.1. DOKUMEN KONTRAK KERJA KONSTRUKSI

Sesuai Pasal 22 Peraturan Pemerintah 29 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, Kontrak Kerja Konstruksi sekurang-kurangnya memuat dokumen-dokumen yang meliputi :

a. Surat Perjanjian;

b. Dokumen Lelang;

c. Usulan atau Penawaran;

d. Berita Acara berisi kesepakatan antar pengguna jasa dan penyedia jasa selama proses evaluasi oleh pengguna jasa antara lain klarifikasi atas hal-hal yang menimbulkan keragu-raguan;

e. Surat Perjanjian dari pengguna jasa menyatakan menerima atau menyetujui usulan penawaran dari penyedia jasa; dan

f. Surat pernyataan dari penyedia jasa yang menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan pekerjaan.

Sementara itu dokumen kontrak untuk pekerjaan-pekerjaan konstruksi jalan dan jembatan dengan dengan sistem Pelelangan Nasional (National/Local Competitive Bidding) dalam urutan prioritas terdiri dari :

a. Surat Perjanjian termasuk Adendum Kontrak (bila ada);

b. Surat Penunjukan Pemenang Lelang;

c. Surat Penawaran;

d. Adendum Dokumen Lelang;

e. Data Kontrak;

f. Syarat-syarat Kontrak;

g. Spesifikasi;

h. Gambar-gambar;

i. Daftar Kuantitas dan harga yang telah diisi harga penawarannya;

j. Dokumen lain yang tercantum dalam Data Kontrak pembentuk bagian dari kontrak;

(18)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-2

Sedangkan untuk kontrak-kontrak dengan sistem Pelelangan Internasional (International Competitive Bidding), dokumen kontrak tersebut secara urutan prioritas meliputi :

a. the Contract Agreement;

b. the Letter of Acceptance;

c. the Bid and the Appendix to Bid;

d. the Conditions of Contract, Part II;

e. the Conditions of Contract, Part I;

f. the Specifications;

g. the Drawings;

h. the priced Bill of Quantities; and

i. other documents, as listed in the Appendix to Bid.

2.2. ISI KONTRAK KERJA KONSTRUKSI

Sesuai ketentuan Pasal 22 Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, kontrak kerja konstruksi sekurang-kurangnya harus memuat uraian mengenai:

a. Para pihak, yang memuat secara jelas identitas para pihak;

b. Rumusan pekerjaan, yang memuat uraian yang jelas dan rinci tentang lingkup kerja, nilai pekerjaan, batasan waktu pelaksanaan;

Keppres N0. 80/2003 memuat ketentuan mengenai dokumen kontrak sebagai berikut :

Kontrak terdiri dari :

1. Surat Perjanjian;

2. Syarat-syarat Umum Kontrak;

3. Syarat-syarat Khusus Kontrak; dan

4. Dokumen Lainya Yang Merupakan Bagian Dari Kontrak yang terdiri dari : a. Surat penunjukan;

b. Surat penawaran;

c. Spesifikasi khusus;

d. Gambar-gambar;

e. Adenda dalam proses pemilihan yang kemudian dimasukkan di masing-masing substansinya;

f. Daftar kuantitas dan harga (untuk kontrak harga satuan);

g. Dokumen lainnya, misalnya :

1) Dokumen penawaran lainnya;

2) Jaminan pelaksanaan;

3) Jaminan uang muka.

(19)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-3

c. Masa pertanggungan dan/atau pemeliharaan, yang memuat tentang jangka waktu pertanggungan dan/atau pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab penyedia jasa;

d. Tenaga ahli, yang memuat ketentuan tentang jumlah, klasifikasi dan kualifikasi tenaga ahli untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi;

e. Hak dan kewajiban, yang memuat hak pengguna jasa untuk memperoleh hasil pekerjaan konstruksi serta kewajibannya untuk memenuhi ketentuan yang diperjanjikan serta hak penyedia jasa untuk memperoleh informasi dan imbalan jasa serta kewajibannya melaksanakan pekerjaan konstruksi;

f. Cara pembayaran, yang memuat ketentuan tentang kewajiban pengguna jasa dalam melakukan pembayaran hasil pekerjaan konstruksi;

g. Cidera janji, yang memuat ketentuan tentang tanggung jawab dalam hal salah satu pihak tidak melaksanakan kewajiban sebagaimana diperjanjikan;

h. Penyelesaian perselisihan, yang memuat ketentuan tentang tata cara penyelesaian perselisihan akibat ketidaksepakatan;

i. Pemutusan kontrak kerja konstruksi, yang memuat ketentuan tentang pemutusan kontrak kerja konstruksi yang timbul akibat tidak dapat dipenuhinya kewajiban salah satu pihak;

j. Keadaan memaksa (force majeure), yang memuat ketentuan tentang kejadian yang timbul di luar kemauan dankemampuan para pihak, yang menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak;

k. Kegagalan bangunan, yang memuat ketentuan tentang kewqajiban penyedia jasa dan/atau pengguna jasa atas kegagalan bangunan;

l. Perlindungan pekerja, yang memuat ketentuan tentang kewajiban para pihak dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja serta jaminan tenaga kerja;

m. Aspek lingkungan, yang memuat kewajiban para pihak dalam pemenuhan ketentuan tentang lingkungan.

Dengan ketentuan tersebut, maka kontrak kerja konstruksi yang tidak memuat ketiga belas uraian tersebut dapat dinyatakan sebagai cacat hukum.

(20)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-4

2.3. SURAT PERJANJIAN

Penyusunan surat perjanjian kontrak pekerjaan jasa pemborongan harus memperhatikan kaidah-kaidah penyusunan suatu perjanjian kontrak, diantaranya tentang kerangka dan isi perjanjian kontrak. Adapun kerangka dan isi perjanjian kontrak pekerjaan jasa pemborongan pada umumnya adalah sebagai berikut :

2.3.1. PEMBUKAAN PERJANJIAN

Pembukaan perjanjian kontrak pekerjaan jasa pemborongan memuat ketentuan tentang:

Judul atau nama kontrak pekerjaan jasa pemborongan,

Nomor kontrak ;

Tempat, hari, tanggal, bulan dan tahun kontrak ditandatangani;

Kalimat pembukaan, merupakan kalimat yang menjelaskan bahwa para pihak pada hari, tanggal, bulan dan tahun membuat dan menandatangani kontrak;

Identitas para pihak yang menandatangani perjanjian meliputi : Nama, jabatan, alamat, serta kedudukannya dalam kontrak (sebagai pengguna dan penyedia jasa pemborongan), serta penjelasan tentang para pihak bertindak untuk atas nama siapa dan dasar mereka bertindak. Apabila pihak penyedia tidak terdiri dari satu penyedia jasa pemborongan, maka harus dijelaskaan bentuk kerjasama dan siapa yang akan bertindak atas nama penyedia jasa pemborongan yang tergabung dalam kerjasama tersebut;

Kewenangan para pihak sebagai wakil badan hukum atau pribadi.

2.3.2. ISI PERJANJIAN JASA PEMBORONGAN Perjanjian pengadaan memuat ketentuan tentang:

Kesepakatan para pihak untuk mengadakan perjanjian;

Hak dan kewajiban para pihak;

Nilai kontrak yang telah disepakati;

Cara pembayaran;

Jangka waktu pelaksanaan perjanjian;

Ketentuan tentang mulai dan berakhirnya kontrak;

Sanksi apabila para pihak melanggar ketentuan dalam perjanjian;

Keadaan kahar memaksa (force majeure);

(21)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-5

Pilihan proses penyelesaian sengketa perjanjian dapat melalui jasa penengah, peradilan umum atau lembaga arbitrase. Apabila di dalam kontrak tidak ada ketentuan mengenai pilihan penyelesaian sengketa maka dianggap secara hukum diselesaikan di peradilan umum. Dan apabila memilih diselesaikan di lembaga arbitrase maka harus ditentukan di dalam kontrak.

2.3.3. PENUTUP PERJANJIAN

Penutup perjanjian memuat tanda tangan para pihak yang membuat perjanjian.

Apabila perjanjian tersebut disyahkan notaris maka pada bagian penutup, disamping tanda tangan para pihak juga ada tanda tangan saksi dan tanda tangan notaries.

2.3.4. LAMPIRAN PERJANJIAN

Lampiran perjanjian merupakan salah satu kesatuan dengan perjanjian, memuat:

Naskah dokumen kontrak yang dilengkapi setelah klarifikasi;

Biaya pelaksanaan pekerjaan;

Barang dan fasilitas yang disediakan pengguna jasa pemborongan;

Peralatan dan barang yang akan disediakan oleh penyedia jasa pemborongan;

Dokumen usulan biaya;

Berita acara klarifikasi, dan negosiasi;

Surat keputusan penetapan penyedia jasa pemborongan.

(22)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-6

Huruf C Bab II Lampiran I Keppres No. 80/2003 memuat ketentuan mengenai surat perjanjian pengadaan barang/jasa sebagai berikut :

Kerangka surat perjanjian pengadaan barang/jasa terdiri dari :

a. Pembukaan (Komparasi)

Pembukaan adalah bagian dari surat perjanjian yang meliputi : 1) Judul Kontrak;

2) Nomor Kontrak;

3) Tanggal Kontrak;

4) Kalimat Pembuka;

5) Penandatanganan Kontrak;

6) Para Pihak Dalam Kontrak;

b. Isi

1) Pernyataan bahwa para pihak telah sepakat atau setuju untuk mengadakan kontrak mengenai obyek yang dikontrakkan sesuai dengan jenis pekerjaannya;

2) Pernyataan bahwa para pihak telah menyetujui besarnya harga kontrak.

Harga kontrak harus ditulis dengan angka dan huruf, serta rincian sumber pembiayaannya;

3) Pernyataan bahwa ungkapan-ungkapan dalam perjanjian harus mempunyai makna yang sama seperti yang tercantum dalam kontrak;

4) Pernyataan bahwa kontrak yang dibuat ini meliputi beberapa dokumen dan merupakan satu kesatuan yang disebut kontrak;

5) Pernyataan bahwa apabila terjadi pertentangan antara ketentuan yang ada dalam dokumen-dokumen perjanjian/kontrak maka yang dipakai adalah dokumen urutannya lebih dulu;

6) Pernyataan mengenai persetujuan para pihak untuk melaksanakan kewajibannya masing-masing, yaitu pihak pertama membayar harga kontrak dan pihak kedua melaksanakan pekerjaan yang diperjanjikan dalam kontrak;

7) Pernyataqan mengenai jangka waktu pelaksanaan pekerjaan, yaitu kapan dimulai dan diakhirinya pekerjaan terseburt

8) Pernyataan mengenai kapan mulai efektif berlakunya kontrak.

c. Penutup

Penutup adalah bagian surat perjanjian yang memuat :

1) pernyataan bahwa para pihak dalam perjanjian ini telah menyetujui untuk melaksanakan perjanjian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia pada hari dan tanggal penandatangana perjanjian tersebut;

2) Tanda tangan para pihak dalam surat perjanjian dengan dibubuhi meterai.

(23)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-7

2.4. SYARAT HUKUM PERJANJIAN

Sebagai dasar hukum dan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan jasa pemborongan oleh para pihak, maka dokumen kontrak harus disusun berdasarkan prinsip dan syarat hukum perjanjian/kontrak sebagai berikut :

Para pihak dalam perjanjian/kontrak harus jelas yaitu orang atau badan hukum yang mempunyai kewenangan atau berhak dan mempunyai kemampuan bertindak;

Obyek yang diperjanjikan adalah barang/jasa yang nyata dan ada dalam perniagaan;

Perjanjian/kontrak dibuat secara syah dan mengikat bagi para pihak yang menandatanganinya;

Kedudukan para pihak dalam hubungan kontrak serta dalam hak dan kewajiban sama (hubungan yang dapat saling menuntut/klaim);

Perjanjian/kontrak dibuat tanpa ada paksaan, kekhilafan dan kekeliruan yang disengaja;

Perjanjian/kontrak harus disusun tidak bertentangan dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Dokumen kontrak asli yang ditandatangani oleh para pihak sebanyak 2 (dua) dokumen; yang masing-masing disimpan oleh pihak pengguna dan pihak penyedia jasa pemborongan.;

Dokumen kontrak ditandatangani di atas meterai secukupnya atau di kertas bermeterai;

Para pihak yang memerlukan dokumen kontrak keperluan lain dibuatkan salinannya.

Dalam hal penyedia adalah: (1) PT, maka yang menandatangani kontrak adalah direksi atau pejabat yang ditunjuk mwakili PT sesuai dengan akta pendirian PT; (2) CV, maka yang menandatangani kontrak adalah pengurus CV yang ditunjuk mewakili CV sesuai dengan akta pendirian CV;(3) LSM, NGO, maka yang menandatangani kontrak adalah pimpinan LSM/NGO sesuai dengan akta pendirian LSM/NGO; (4) Lembaga penelitian/pengabdian masyarakat adalah pimpinan lembaga tersebut; (5) Koperasi, maka yang menandatangani kontrak adalah pengurus koperasi yang ditunjuk mewakili koperasi sesuai dengan akte pendirian koperasi; (6) Perseorangan maka yang menandatangani adalah orang tersebut karena mereka mewakili diri sendiri.

(24)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab II : Kontrak Kerja Konstruksi

Pelatihan Supervisison Engineer of Roads Construction (SE) II-8

2.4. AMANDEMEN KONTRAK

Amandemen kontrak harus segera dibuat bila terjadi perubahan kontrak.

Perubahan kontrak dapat terjadi apabila:

a. Perubahan pekerjaan yang disebabkan oleh sesuatu hal yang dilakukan oleh para pihak dalam kontrak sehingga mengubah lingkup pekerjaan

b. Perubahan jadwal pelaksanaan pekerjaan akibat adanya perubahan pekerjaan c. Perubahan harga kontrak akibat adanya perubahan pekerjaan

Prosedur pembuatan Addendum kontrak dilakukan sebagai berikut:

a. Pengguna jasa segera memberikan perintah tertulis kepada penyedia jasa untuk melaksanakan perubahan kontrak, atau penyedia jasa mengusulkan perubahan kontrak.

b. Penyedia jasa harus memberikan tanggapan atas perintah perubahan dari pengguna jasa dan mengusulkan perubahan harga (bila ada) selambat- lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari. Pengguna jasa harus memberikan tanggapan atas usulan perubahan kontrak dari penyedia jasa selambat- lambatnya dalam waktu 7 (tujuh) hari.

c. Atas usulan perubahan kontrak dilakukan negosiasi teknis dan harga dan dibuat berita acara hasil negosiasi.

d. Berdasarkan berita acara hasil negosiasi dibuat Addendum kontrak.

(25)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-1

BAB III

SYARAT-SYARAT KONTRAK

3.1. UMUM

Dokumen ini terdiri dari Syarat-syarat Umum Kontrak yang memuat batasan pengertian istilah yang digunakan, hak, kewajiban, tanggung jawab termasuk tanggung jawab pada pekerjaan yang disubkontrakkan, sanksi, penyelesaian perselisihan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam pelaksanaan kontrak bagi setiap pihak, dan Syarat-syarat Khusus Kontrak yang memuat ketentuan-ketentuan yang lebih spesifik sebagaimana yang dirujuk dalam pasal-pasal Syarat-syarat Umum Kontrak

Syarat-syarat Khusus Kontrak memuat perubahan, penambahan, atau penghapusan ketentuan dalam Syarat-syarat Umum Kontrak, dan sifatnya lebih mengikat dari pada syarat-syarat umum kontrak.

Untuk pengadaan jasa konstruksi di lingkungan pemerintah yang dilakukan dengan cara pelelangan nasional (National Competitive Bidding/NCB), syarat- syarat kontrak yang digunakan adalah syarat-syarat kontrak sesuai Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah Nomor 257/KPTS/M/2004 tentang Standar Dan Pedoman Jasa Konstruksi, sedangkan untuk yang dilakukan dengan cara pelelangan internasional (International Competitive Bidding/ICB) digunakan Conditions of Contract for Works of Civil Works Engineering Construction dari FIDIC (Federation Internationale Des Inginieurs-Conseils) yang terdiri dari Part I General Conditions dan Part II Conditions of Particular Application

3.2. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK

Pada kontrak-kontrak jasa pemborongan pekerjaan konstruksi, Syarat-Syarat Umum Kontrak yang berlaku pada kontrak pekerjaan jalan memuat ketentuan- ketentuan pokok seperti:

1. Definisi.

Definisi adalah uraian atau pengertian mengenai istilah yang digunakan dalam kontrak. Penjelasan, pemberian art dan pemberian tafsiran atas Istilah-istilah tersebut dimaksudkan agar isi kontrak mudah dipahami oleh para pihak dan pihak lain yang berkepentingan dengan penafsiran dan pengartian yang sama.

Beberapa definisi yang perlu mendapat perhatian adalah:

(26)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-2 a. Pengguna jasa adalah kepala kantor/satuan kerja/pemimpin

proyek/pemimpin bagian proyek sebagai pemilik pekerjaan yang bertanggungjawab atas pengadaan jasa dalam lingkungan kantor/satuan kerja/proyek/bagian proyek tertentu. Nama, jabatan, dan alamat pengguna jasa tercantum dalam syarat-syarat khusus kontrak;

b. Kepala kantor/satuan kerja adalah pejabat struktural departemen yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pengadaan jasa yang dibiayai dana anggaran rutin APBN;

c. Penyedia jasa adalah badan usaha yang kegiatan usahanya menyediakan layanan jasa;

d. Kontrak harga satuan adalah kontrak pengadaan jasa pelaksanaan konstruksi atau penyelesaian seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu berdasarkan harga untuk setiap satuan/unsur pekerjaan dengan spesifikasi teknis tertentu, yang kuantitas pekerjaannya masih bersifat perkiraan sementara, sedangkan pembayarannya didasarkan pada hasil pengukuran bersama atas kuantitas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh penyedia jasa;

e. Direksi pekerjaan dalah pejabat atau orang yang ditentukan dalam syarat- syarat khusus kontrak untuk mengelola administrasi kontrak dan mengendalikan pekerjaan. Pada umumnya direksi pekerjaan dapat dijabat oleh orang lain yang ditunjuk oleh pengguna jasa;

f. Direksi teknis adalah tim yang ditunjuk oleh direksi pekerjaan yang bertugas untuk mengawasi pekerjaan;

g. Tanggal mulai kerjaadalah tanggal mulai kerja yang dinyatakan pada Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), yang dikeluarkan oleh pengguna jasa;

h. Tanggal penyelesaian pekerjaan adalh tanggal penyerahan pertama pekerjaan, dinyatakan dalam berita acara penyerahan pertama pekerjaan yang diterbitkan oleh pengguna jasa;

i. Kegagalan bangunan adalh keadaan bangunan, yang setelah diserhterimakan oleh penyedia jasa kepada pengguna jasa menjadi tidak berfungsi, baik secara keseluruhan maupun sebagian dan/atau tidak sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak, dari segi teknis, manfaat, keselamatan dan kesehatan kerja, dan/atau keselamatan umum.

(27)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-3 2. Penerapan

Penerapan adalah ketentuan bahwa syarat-syarat umum kontrak harus diterapkan secara luas tanpa boleh melanggar ketentuan-ketentuan lain dalam kontrak secara keseluruhan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketentuan mengenai penerapan ini juga memuat urutan kekuatan hukum semua dokumen kontrak. Dengan ketentuan ini, maka apabila terjadi perbedaan pengertian, penafsiran atau pencantuman yang berlaku adalah yang tercantum pada dokumen yang hirarkinya lebih tinggi.

3. Asal Jasa

Ketentuan ini menjelaskan mengenai persyaratan asal jasa yang menjadi obyek perjanjian dalam kontrak termasuk persyaratan penyedia jasa asing.

4. Hak Paten, Hak Cipta, Dan Merek

Ketentuan ini mengatur tentang kewajiban penyedia jasa untuk membebaskan pengguna jasa dari segala tuntutan atau klaim dari pihak ketiga atas pelanggaran hak paten, hak cipta, dan merek dan penggunaan atas hak-hak tersebut merupakan tanggung jawab sepenuhnya penyedia jasa.

5. Jaminan

Ketentuan ini menguraikan semua jaminan yang wajib disediakan oleh penyedia jasa mencakup nilai, bentuk, penjamin, dan masa laku jaminan yang terdiri atas: jaminan uang muka, jaminan pelaksanaan, dan jaminan pemeliharaan.

6. Asuransi

Ketentuan ini mengatur mengenai kewajiban penyedia jasa untuk menyediakan asuransi dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang meliputi asuransi terhadap: barang, peralatan dan personil, pihak ketiga atas kecelakaan di lokasi kerja, dan perlindungan terhadap kegagalan bangunan.

7. Pembayaran

Ketentuan tentang pembayaran ini mengatur mengenai cara-cara pembayaran, mata uang yang digunakan, serta waktu pengajuan tagihan dan pembayaran

(28)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-4 oleh pengguna jasa. Pembayaran tersebut meliputi: uang muka, perstasi pekerjaan, penyesuaian harga, serta ganti rugi dan kompensasi.

Pengguna jasa harus sudah membayar kepada penyedia jasa paling lambat 14 hari sejak tanggal pengajuan tagihan yang telah disetujui direksi teknis dan direksi pekerjaan.

8. Direksi Teknis dan Panitia Peneliti Pelaksanaan Kontrak

Ketentuan ini mengatur mengenai hak pengguna jasa untuk menunjuk direksi tenis untuk melakukan penawasan pekerjaan mewakili direksi pekerjaan dan membentuk panitia peneliti pelaksanaan kontrak untuk membantu direksi pekerjaan.

9. Penyerahan Lapangan

Ketentuan ini mengatur kewajiban pengguna jasa untuk menyerahkan seluruh/sebagian lapangan pekerjaan kepada penyedia jasa agar memungkinkan penyedia jasa dapat memulai pelaksanaan pekerajaan.

10. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)

Ketentuan tentang SPMK ini memuat keharusan pengguna jasa untuk menerbitkan SPMK setelah dilakukannya penyerahan lapangan serta pencantuman tanggal paling lambat dimulainya pekerjaan oleh penyedia jasa yang sekaligus sebagai tanggal awal masa kontrak. Pengguna jsa harus sudah menerbitkan SPMK paling lambat 14 hari setelah penandatangan kontrak.

11. Persiapan Pelaksanaan Kontrak

Ketentuan ini mengatur kewajiban pengguna jasa untuk menyelenggarakan rapat persiapan pelaksanaan bersama-sama dengan semua yang terkait seperti: penyedia jas, unsur perencanaan, dan unsur pengawasan yang membahas dan menyepakati hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kontrak seperi: organisasi kerja, tatacara pengaturan pekerjaan, jadual pelaksanaan, jadual pengadaan bahan, mobilisasi peralatan dan personil, rencana pemeriksaan lapangan, sosialisasi kepda masyarakat dan pemerintah daerah, program mutu dan lain sebagainya yang dianggap perlu. Dalam pelaksanaannya, rapat ini sekaligus membahas dan menyepakati penjabaran lebih lanjut atas isi kontrak dalam rangka penerapannya dalam pelaksanaan

(29)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-5 kontrak seperti: pengajuan dan persetujuan, pembayaran, perhitungan penyesuaian harga, hal-hal yang masih bellum ada kesepakan, penyerahan pekerjaan selesai, denda, kompensasi, dan penyelesaian perselisihan.

12. Program Mutu

Ketentuan ini mengatur mengenai keharusan penyedia jasa untuk menyusun program mutu yang akan dilaksanakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Program mutu ini dimaksudkan sebagai acuan semua pihak untuk melaksanakan pengendalian dan pengawasan mutu pekerjaan.

13. Perkiraan Arus Uang

Ketentuan ini berisi kewajiban penyedia jasa untuk menyerahkan perkiraan arus uang sesuai dengan program kerja kepada direksi pekerjaan. kertentuan ini dimaksudkan direksi pekerjaan mendapatkan keyakinan atas keberlangsungan penyediaan pendanaan oleh penyedia jasa untuk keperluan pembiayaan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

14. Pemeriksaan Bersama

Ketentuan ini mengatur mengenai pemeriksaan bersama yang dilakukan oleh direksi teknis, panitia peneliti pelaksanaan kontrak dan penyedia jasa dengan melakukan pengukuran dan pemeriksaan detail kondisi lapangan pada awal pelaksanaan kontrak untuk setiap rencana mata pembayaran guna menetapkan kuantitas awal.

15. Perubahan Kegiatan Pekerjaan

Ketentuan ini mengatur hak pengguna jasa dan penyedia jasa untuk mengadakan kesepakatan untiuk melakukan perubahan kontrak apabila terjadi perbedaan yang signifikan antara kondisi lapangan pada saat pelaksanaan dengan gambar dan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.

16. Pembayaran Untuk Perubahan

Ketentuan ini mengatur mengenai cara mengusulkan, menilai dan menetapkan perubahan harga sebagai akibat adanya perubahan pekerjaan yang disepakati.

(30)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-6 17. Perubahan Kuantitas dan Harga

Ketentuan ini mengatur mengenai persyaratan dan cara melakukan perubahan harga satuan akibat perubahan kuantitas awal.

18. Amandemen Kontrak

Ketentuan ini mengatur mengenai persyaratan dan prosedur perubahan kontrak yang dapat dilakukan oleh para pihak. Amandemen kontrak harus diterbitkan apabila terjadi perubahan kontrak yang meliputi perubahan- perubahan: lingkup pekerjaan, jadual pelaksanaan, harga kontrak. Amandemen dibuat apabila disetujui oleh para pihak.

Dalam kontrak ICB amandemen ini dikenal sebagai adendum kontrak.

19. Hak dan Kewajiban Para Pihak

Ketentuan ini mengatur mengenai hak yang dimiliki dan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh masing-masing pengguna jasa dan penyedia jasa dalam pelaksanaan kontrak.

a. Hak dan kewajiban pengguna jasa

1) Mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilaksanakan oleh penyedia jasa;

2) Meminta laporan periodik pelaksanaan pekerjaan;

3) Melakukan perubahan kontrak;

4) Menangguhkan pembayaran;

5) Mengenakan denda keterlambatan;

6) Membayar uang muka, hasil pekerjaan, dan uang retensi;

7) Menyerahkan seluruh/sebagian lapangan pekerjaan;

8) Memberikan isntruksi sesuai jadual;

9) Membayar ganti rugi, melindungi dan membela penyedia jasa terhadap tuntutan hukum, tuntutan lainnya dan tanggungan yang timbul karena kesalahan, kecerobohan dan pelanggaran kontrak yang dilakukan pengguna jasa.

b. Hak dan kewajiban penyedia jasa

1) Menerima pembayaran uang muka, hasil pekerjaan dan uang retensi;

2) Menerima pembayaran ganti rugi/kommpensasi (bila ada);

3) Melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadual pelaksanaan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

(31)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-7 4) Melaporkan pelaksanaan pekerjaan secara periodik kepada pengguna

jasa;

5) Memberikan peringatan dini dan keterangan-keterangan yang diperlukan untuk pemeriksaan pelaksanaan yang dilakukan pengguna jasa;

6) Menyerahkan hasil pekerjaan sesuai dengan jadual penyerahan pekerjaan yang telah ditetapkan dalam kontrak;

7) Mengambil langkah-langkah yang memadai untuk melindungi lingkungan baik di dalam maupun di luar tempat kerja dan membatasi perusakan dan pengaruh/gangguan kepada masyarakat maupun miliknya, sebagai akibat polusi, kebisingan dan kerusakan lain yang disebabkan kegiatan penyedia jasa.

20. Resiko Pengguna Jasa Dan Penyedia Jasa

Ketentuan ini mengatur mengenai resiko kerusakan, kehilangan, kerugian, kecelakaan, dan kematian yang yang menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna jasa dan penyedia jasa akibat kejadian yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kontrak.

a. Resiko pengguna jasa

1) Resiko kecelakaan, kematian, kerusakan atau kehilangan harta benda (di luar pekerjaan, peralatan, instalasi dan bahan untuk pelaksanaan pekerjaan) yang disebabkan oleh:

a) Penggunaan atau penguasaan lapangan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan yang tidak dapat dihindari sebagai akibat pekerjaan tersebut; atau

b) Keteledoran, pengabaian kewajiban dan tanggungjawab, gangguan terhadap hak yang legal oleh pengguna jasa atau orang yang dipekerjakannya, kecuali disebabkan oleh penyedia jasa.

2) Resiko kerusakan terhadap pekerjaan, peralatan, instalasi, dan bahan yang disebabkan karena disain atau disebabkan oleh kesalahan pengguna jasa, keadaan kahar dan pencemaran/terkontaminasi limbah radio aktif/nuklir.

3) Resiko yang terkait dengan kerugian atau kerusakan dari pekerjaan, peralatan, instalasi dan bahan sejak saat pekerjaan selesai sampai berakhirnya masa pemeliharaan, kecuali apabila:

a) Kerusakan yang terjadi pada masa pemeliharaan; atau

(32)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-8 b) Kejadian sebelum tanggal penyerahan pertama pekerjaan yang

bukan tanggunggjawab pengguna jasa.

b. Resiko penyedia jasa

Kecuali resiko-resiko pengguna jasa, maka penyedia jasa bertanggungjawab atas setiap cidera atau kematian dan semua kerugian atau kerusakan atas pekerjaan, peralatan, instalasi, bahan dan harta benda yang mungkin terjadi selama pelaksanaan kontrak.

21. Laporan Hasil Pekerjaan

Ketentuan ini mengatur tentang keharusan penyedia jasa membuat laporan pelaksanaan pekerjaan yang wajib disampaikan kepada direksi teknis.

22. Cacat Mutu

Ketentuan ini mengatur mengenai kewajiban direksi teknis untuk melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan penyedia jasa, cara penanganan cacat mutu yang terjadi dan kewajiban penyedia jasa untuk memperbaiki cacat mutu termasuk pelibatan pihak ketiga untuk memeperbaiki cacat mutu apabila penyedia jasa tidak melaksanakan perbaikan cacat mutu dalam waktu yang ditetapkan direksi teknis.

23. Jadual Pelaksanaan Pekerjaan

Ketentuan ini mengatur mengenai jadual waktu pelaksanaan seperti:

pengertian waktu pelaksanaa kontrak, mulai berlakunya kontrak, mulai pelaksanaan pekerjaan, pekerjaan dinyatakan selesai, dan penyerahan hasil pekerjaan.

24. Wakil Penyedia Jasa

Ketentuan ini mengatur mengenai kewajiban penyedia jasa untuk menunjuk personil sebagi wakilnya yang bertanggung jawab dan mempunyai wewenang penuh atas pelaksanaan pekerjaan termadsuk persyaratannya.

25. Pengawasan

Ketentuan ini mengatur mengenai hak pengguna jasa melakukan pengawasan atas pelaksanaan pekerjaan oleh penyedia jasa dengan menunjuk pihak yang mewakilinya.

(33)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-9 26. Keterlambatan Pelaksanaan Pekerjaan

Ketentuan ini mengatur mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keterlambatan pelaksanaan pekerjaan seperti:

a. pemberian peringatan oreh pengguna jasa kepada penyedia jasa, b. pemberian sanksi,

c. pemberian kompensasi apabila keterlambatan disebabkan oleh pengguna jasa, dan

d. pengecualian dari kertentuan akibat keadaan kahar.

27. Kontrak Kritis

Ketentuan ini mengatur mengenai pengertian dan cara penanganan kontrak kritis.

a. Kontrak dinyatakan kritis apabila:

1) Dalam periode I (rencana fisik pelaksanaan 0% – 70% dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 15% dari rencana;

2) Dalam periode II (rencana fisik pelaksanaan 70% - 100% dari kontrak), realisasi fisik pelaksanaan terlambat lebih besar 10% dari rencana.

b. Penanganan kontrak kritis

1) Rapat pembuktian (show cause meeting/SCM)

a) Pada saat kontrak dinyatakan kritis direksi pekerjaan menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa dan selanjutnya menyelenggarakan SCM.

b) Dalam SCM direksi pekerjaan, direksi teknis dan penyedia jasa membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba pertama) yang dituangkan dalam berita acara SCM tingkat proyek.

c) Apabila penyedia jasa gagal pada uji coba pertama, maka harus diselenggarakan SCM tingkat atasan langsung yang membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba kedua) yang dituangkan dalam berita acara SCM tingkat atasan langsung.

d) Apabila penyedia jasa gagal pada uji coba kedua, maka harus diselenggarakan SCM tingkat atasan yang membahas dan menyepakati besaran kemajuan fisik yang harus dicapai oleh

(34)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-10 penyedia jasa dalam periode waktu tertentu (uji coba ketiga) yang dituangkan dalam berita acara SCM tingkat atasan.

e) Pada setiap uji coba yang gagal, pengguna jasa harus menerbitkan surat peringatan kepada penyedia jasa atas keterlambatan realisasi fisik pelaksanaan pekerjaan.

f) Apabila pada uji coba ketiga masih gagal, maka pengguna jasa dapat menyelesaikan pekerjaan melalui kesepakatan tiga pihak atau memutuskan kontrak secara sepihak dengan mengesampingkan pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

2) Kesepakatan tiga pihak

28. Penyedia jasa masih bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.

29. Pengguna jasa menetapkan pihak ketiga sebagai penyedia jasa yang akan menyelesaikan sisa pekerjaan atau atas usulan penyedia jasa.

30. Pihak ketiga melaksanakan pekerjaan dengan menggunakan harga satuan kontrak. Dalam hal pihak ketiga mengusulkan harga satuan yang lebih tinggi dari harga satuan kontrak, maka selisih harga menjadi tanggungjawab penyedia jasa.

31. Pembayaran kepada pihak ketiga dapat dilakukan secara langsung.

32. Kesepakatan tiga pihak dituangkan dalam berita acara dan menjadi dasar pembuatan amandemen kontrak.

33. Perpanjangan Waktu Pelaksanaan

Ketentuan ini mengatur mengenai persyaratan dan cara pemberian perpanjangan waktu pelaksanaan kepada penyedia jasa.

34. Kerjasama Antara Penyedia Jasa Dan Sub Penyedia Jasa

Ketentuan ini mengatur mengenai kewajiban penyedia jasa untuk bekerjasama dengan penyedia jasa golongan usaha kecil termasuk koperasi dan persyaratannya serta hak intervensi pengguna jasa atas pelaksanaan sub kontrak.

(35)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-11 35. Penggunaan Penyedia Jasa Usaha Kecil Termasuk Koperasi Kecil

Ketentuan ini mengatur mengenai pelibatan penyedia jasa usaha kecil/koperasi kecil dalam pelaksanaan kontrak termasuk dalam hal penyedia jasa yang ditunjuk adalah penyedia jasa usaha kecil/koperasi kecil dan sanksi apabila fasilitas dan kesempatan yang telah diberikan bagi usaha kecil/kopersai kecil disalahgunakan.

36. Keadaan Kahar

Ketentuan ini mengatur mengenai keadaan kahar yaitu: pengertian keadaan kahar, kejadian yang digolongkan sebagai keadaan kahar, tindakan yang harus diambil, pihak yang harus menanggung dan pengaturan mengenai apabila sudah pulih kembali.

37. Peringatan Dini

Ketentuan ini mengatur mengenai kewajiban penyedia jasa untuk menyampaikan peringatan dini kepada direksi pekerjaan mengenai kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa tertentu atau keadaan-keadaan yang dapat berakibat buruk terhadap pekerjaan, kenaikan harga kontrak, atau keterlambatan tanggal penyelesaian pekerjaan termasuk kewajiban penyedia jasa untuk membahas dengan pengguna jasa mengenai upaya-upaya untuk menghindari akibat kejadian atau keadaan tersebut. Penyedia jasa tidak berhak menerima pembayaran tambahan untuk biaya-biaya yang sesungguhnya dapat dihindari melalui peringatan dini.

38. Itikad Baik

Ketentuan ini menyatakan bahwa para pihak bertindak berdasarkan asas saling percaya yang disesuaikan dengan hak dan kewajiban yang ada dalam kontrak dan para pihak sepakat unrtuk melaksanakan perjanjian dengan jujur tanpa menonjolkan kepentingan masing-masing pihak.

39. Penghentian Dan Pemutusan Kontrak

Ketentuan ini mengatur mengenai penghentian dan pemutusan kontrak yakni:

hal-hal yang dapat menyebabkan penghentian atau pemutusan kontrak, tata cara dan prosedur penghentian/pemutusan kontrak, kewajiban masing-masing pihak dan sanksi yang dikenakan kepada masing-masing pihak.

(36)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-12 a. Penghentian kontrak dapat dilakukan karena pekerjaan sudah selesai.

b. Penghentian kontrak dilakukan karena terjadinya hal-hal diluar kekuasaan (keadaan kahar) kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang ditentukan di dalam kontrak.

Dalam hal kontrak dihentikan, maka pengguna jasa wajib membayar kepada penyedia jasa sesuai dengan kemajuan pelaksanaan pekerjaan yang telah dicapai.

c. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana penyedia jasa cidera janji atau tidak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagaimana diatur di dalam kontrak. Kepada penyedia jasa dikenakan sanksi.

d. Pemutusan kontrak dilakukan bilamana para pihak terbukti melakukan kolusi, kecurangan atau tindak korupsi baik dalam proses pelelangan maupun pelaksanaan pekerjaan, dalam hal ini :

1) Penyedia jasa dapat dikenakan sanksi yaitu :

a) Jaminan pelaksanaan dicairkan dan disetorkan ke kas negara;

b) Sisa uang muka harus dilunasi oleh penyedia jasa;

c) Pengenaan daftar hitam untuk jangka waktu 2 (dua) tahun.

2) Pengguna jasa dikenakan sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disipilin Pegawai Negeri Sipil atau ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

e. Pemutusan kontrak oleh pengguna jasa

Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah pengguna jasa menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada penyedia jasa untuk kejadian tersebut di bawah ini, pengguna jasa dapat memutuskan kontrak.

Kejadian dimaksud adalah :

1) Penyedia jasa tidak mulai melaksanakan pekerjaan berdasarkan kontrak pada tanggal mulai kerja sesuai dengan Pasal 15.2.;

2) Penyedia jasa gagal pada uji coba ketiga dalam melaksanakan SCM.

3) Penyedia jasa tidak berhasil memperbaiki suatu kegagalan pelaksanaan, sebagaimana dirinci dalam surat pemberitahuan penangguhan pembayaran;

4) Penyedia jasa tidak mampu lagi melaksanakan pekerjaan atau bangkrut;

(37)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-13 5) Penyedia jasa gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian

perselisihan;

6) Denda keterlambatan penyelesaian pekerjaan sudah melampaui besarnya jaminan pelaksanaan;

7) Penyedia jasa menyampaikan pernyataan yang tidak benar kepada pengguna jasa dan pernyataan tersebut berpengaruh besar pada hak, kewajiban, atau kepentingan pengguna jasa;

8) Terjadi keadaan kahar dan penyedia jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.

Terhadap pemutusan kontrak yang timbul karena terjadinya salah satu kejadian sebagaimana dirinci dalam angka 1) sampai 8) di atas, Pasal 1266 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tidak diberlakukan.

Atas pemutusan kontrak yang timbul karena salah satu kejadian yang diuraikan dalam angka 1). sampai 8) penyedia jasa dimasukkan dalam daftar hitam selama 2 (dua) tahun.

f. Pemutusan kontrak oleh penyedia jasa

Sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) hari setelah penyedia jasa menyampaikan pemberitahuan rencana pemutusan kontrak secara tertulis kepada pengguna jasa untuk kejadian tersebut di bawah ini, penyedia jasa dapat memutuskan kontrak.

Kejadian dimaksud adalah :

1) Sebagai akibat keadaan kahar, penyedia jasa tidak dapat melaksanakan pekerjaan sesuai ketentuan kontrak.;

2) Pengguna jasa gagal mematuhi keputusan akhir penyelesaian perselisihan.

40. Penyelesaian Perselisihan

Ketentuan ini mengatur mengenai penyelesaian perselisihan atau sengketa antara para pihak dalam kontrak yakni: cara penyelesaian perselisihan dan pihak yang menanggung biaya penyelesaian perselisihan.

Penyelesaian perselisihan dapat melalui:

a. Di luar pengadilan, yaitu dengan cara musyawarah, mediasi, konsiliasi atau arbitrase di Indonesia atau

b. Pengadilan.

(38)

Modul SE-05 : Dokumen Kontrak Bab III : Syarat-Syarat Kontrak

Pelatihan Supervision Engineer of Roads Construction (SE) III-14 Penyelesaian perselisihan lebih lanjut diatur dalam syarat-syarat khusus kontrak.

41. Bahasa Dan Hukum

Ketentuan ini mengatur mengenai bahasa dan hukum yang digunakan dalam kontrak.

42. Perpajakan

Ketentuan ini menetapkan mengenai peraturan perundang-undangan mengenai perpajakan yang diberlakukan pada kontrak.

43. Korespondensi

Ketentuan ini mengatur mengenai korespondensi antara para pihak berkaitan dengan: bentuk korespondensi yang berlaku dan alamat para pihak.

44. Penyesuaian Harga

Ketentuan ini mengatur mengenai perubahan harga akibat penerapan penyesuaian harga yaitu; persyaratan penerapan penyesuaian harga, rumusan penyesuaian harga, koefisien komponen harga satuan setiap mata pembayaran, dan mata uang yang digunakan.

Penyesuaian harga diberlakukan terhadap kontrak jangka panjang lebih dari 12 bulan.

45. Denda Dan Ganti Rugi

Ketentuan ini mengatur mengenai denda dan ganti rugi yang harus dikenakan masing-masing kepada penyedia jasa atau pengguna jasa karena adanya cidera janji terhadap ketentuan kontrak yang meliputi: pengertian denda/cidera janji, nilai, dan tata cara pembayaran.

a. Denda adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada penyedia jasa, sedangkan ganti rugi adalah sanksi finansial yang dikenakan kepada pengguna jasa, karena terjadinya cidera janji terhadap ketentuan yang tercantum dalam kontrak.

b. Besarnya denda kepada penyedia jasa atas keterlambatan penyelesaian pekerjaan adalah 1 ‰ (per seribu) dari harga kontrak atau bagian kontrak untuk setiap hari keterlambatan.

Gambar

Gambar  tidak  mengarah  lepada  merek/produk  tertentu  kecuali  untuk  suku  cadang/componen  produk  tertentu  serta  tidak  menutup  kemungkinan  digunakannya  produksi  dalam  negeri  dan  semaksimal  mungkin  diupayakan  menggunakan standar nasional

Referensi

Dokumen terkait

Rekap analisa perkembangan kemampuan siswa, diisi oleh manager,admin dan asisten manager dengan dasar pre test, buku prestasi dan bukuc.

“Penelitian Deskriptif adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variable mandiri, baik satu variable atau lebih (Independen) tanpa membuat

Memberikan perhatian yang tulus dan bersifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen dimana suatu

Untuk mendukung stabilitas balok (khususnya balok baja) dalam menahan beban yang diterima balok itu sendiri perlu ditambahkan penahan samping / sokongan lateral.. Tujuan

Bakar (SPBU) dan Pasar, kemudian data direkap, diinput dan disusun dalam Microsoft office Excel. Aplikasi dibuat mengunakan teknologi Framework Codeigniter dan

Saat pertama kali bayi lahir, maka yang sebaiknya dilakukan pada bayi adalah:.. Melakukan inisiasi

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, hasil dari ketiga validasi pada aspek materi, evaluasi, dan kependidikan masing-masing sebesar 99%, 92%, dan 92%. Hal

(2011) yaitu sebagai berikut: 1) pertanyaan essensial, pertanyaan terbuka dan konseptual, pertanyaan sekitar fakta dari topik atau konsep; 2) pertanyaan pancingan, pertanyaan