BAB 3
MATERIAL
DAN
KOMPETENSI INTI
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KOMPETENSI DASAR
1. Mendeskripsikan keterkaitan sifat bahan dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari, serta pengaruh pemanfaatan bahan tertentu terhadap kesehatan manusia
INDIKATOR
1. Peserta didik dapat menjelaskan
material dan pengaruhnya terhadap
kesehatan
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mengelompokkan benda-benda yang termasuk material
2. Melakukan percobaan sederhana cara
membersihkan Aluminium
3. Menyebutkan manfaat bahan-bahan dalam kehidupan sehari-hari
5. Mengelompokkan benda-benda yang termasuk material
6. Melakukan percobaan sederhana cara membersihkan aluminium
7. Menyebutkan manfaat bahan-bahan dalam kehidupan sehari-hari
8. Menyebutkan pengaruh material terhadap kesehatan 9. Menyebutkan efek samping penggunaan bahan kimia 10. Menerapkan cara mencegah efek samping dari
PETA KONSEP
MATERIAL
POLITUR PIPA PVC CAT ASBES SEMEN
ALERGI MEKANIK TERMAL LISTRIK OPTIK KIMIA
ELASITAS KONDUKTI
A. SIFAT MATERIAL
Material adalah barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. Istilah
lain material adalah
sebuah bahan mentah sebagai masukan dalam produksi atau diproses
terlebih dahulu untuk
produksi lebih lanjut.
Pada dasarnya material mempunyai beberapa sifat yang diklasifikasikan menjadi sifat mekanik, sifat fisik dan sifat kimia.
sifat mekanik
B. KARAKTERISTIK MATERIAL
Rumah terdiri dari material yang menjadi
bahan mentah antara lain:kayu, besi,
1. Aluminium
Aluminium adalah sejenis logam yang memiliki sifat fisik keras dan kuat
tetapi sangat kenyal,
aluminium mempunyai
berat jenis 2,6 dan
warnanya putih kebitu-biruan , justru karena
kekenyalannya itulah
maka aluminium mudah di bentuk ,dapat digiling,
dituang sehingga
aluminium itu menjadi
plat-plat tipis,
kawat-kawat kecil
2. Besi dan Baja
Besi (Fe) adalah suatu logam dengan sifat-sifat keras, Titik didih dari besi
murni terletak sekitar
1525°c,berat jenisnya
7,88 dan angka
kooefisien muanya
0.000012.
Besi dan baja banyak digunakan untuk segala keperluan sebagai bahan
bangunan, misalnya
untuk: paku, kawat,
profil,alat-alat,plat/besi batangan
Akhir-akhir ini penggunaan baja ringan sebagai atap rumah mulai digemari.
Kerangka atap ini mengadopsi bangunan di negeri Sakura Jepang karena resiko kecil saat terjadi gempa, hal ini juga
strategis digunakan di
Indonesia.
Keunggulan baja ringan antara
lain: tidak rapuh karena
dimakan rayap, beban
bangunan lebih ringan,
struktur material dapat
disesuaikan keadaan geografis
dan pengerjaan relative
mudah..
Kerangka Atap Rumah Menggunakan Baja
3. Kayu
Kayu merupakan bahan
produk alam, hutan. Kayu merupakan bahan bangunan yang banyak disukai orang atas pertimbangan tampilan maupun kekuatan.
dikerjakan – disambung
dengan alat relatif
sederhana.
Kusen, Pintu, kerangka atap dari Bahan
Kelebihan-kelebihan itu antara lain
:
1.Di Indonesia kayu mudah didapat dan bisa didapat pada sembarang tempat/hutan di Indonesia.
2.Kayu sebagai bahan bangunan ,mudah diangkut dan apabila perlu dibuat balok dengan ukuran kecil ,sehingga proses pengangkutannya mudah.
3.Mudah cara pengerjaan kayu, dan apabila terjadi kekeliruan dalam pembuatan mudah merubahnya. 4.Kayu cukup baik untuk pekerjaan didalam air
,karena kayu tidak mungkin berkarat ,dengan syarat kayu harus terendam dalam air terus.
BERDASARKAN TEKSTUR JENIS KAYU
1.Kayu bertekstur halus, contoh kayu giam, lara ,kulim
2.Kayu bertekstur sedang , contoh kayu jati, snokeling 3.Kayu bertekstur kasar,
contoh Kayu meranti,
kampas
4. Semen
Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat
Batu, Bata, Batako
maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari
caementum (bahasa
Latin), yang artinya
"memotong menjadi
bagian-bagian kecil tak
beraturan". Semen material
5. Pasir
Batu pasir (Bahasa Inggris: sandstone) adalah Batu endapan terdiri dari mineral butiran batuan yang kecil. Sebagian besar butiran pasir terbentuk oleh kuarsa karena mineral-mineral tersebut paling banyak terdapat di kulit bumi
2. Bahan Kimia dalam Rumah Tangga
1. Bahan Pembersih (Sabun dan deterjen)
Sabun adalah garam kalium atau natrium dari asam-asam organik, seperti asam-asam stearat atau asam-asam palmitat, contoh Natrium stearat, Natrium palmitat, Kalium stearat, Kalium palmitat.
Sabun dapat diperoleh dari mereaksikan antara lemak atau minyak baik hewani maupun nabati dengan basa( KOH atau NaOH). Reaksi ini dikenal dengan reaksi saponifikasi atau reaksi penyabunan.
Lemak + basa → sabun + gliserol
Dikenal ada dua macam sabun yaitu sabun lunak dan sabun keras. Sabun lunak, basanya berasal dari KOH. Sedangkan sabun keras, basanya berasal dari NaOH.
Detergen mempunyai sifat yang mirip dengan sabun, yaitu bila ditambahkan ke dalam air sama-sama dapat melepas kotoran dari suatu benda. Sabun dan detergen bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan sehingga air mudah membasahi permukaan benda, kemudian menarik kotoran dari benda yang ada. Kotoran terangkat dari benda dan terbawa oleh air.
Molekul sabun lebih mudah terdegradasi oleh bakteri pengurai, tetapi harganya lebih mahal.
Keuntungan lain detergen dibanding sabun, bahwa molekul detergen tidak dapat bereaksi dengan ion Ca2+ dan ion
Mg2+ dalam air. Sehingga dapat digunakan untuk mencuci
dalam air sadah. Sedangkan sabun tidak bisa dipakai untuk mencuci dalam air sadah karena akan terjadi pengendapan.
Air sadah adalah air yang mengandung ion Ca2+ atau Mg2+.
2. Bahan Pemutih
Pemutih digunakan pula untuk membunuh bakteri dan mengembalikan warna putih agar kelihatan lebih cerah. Zat aktif yang terdapat pada pemutih pakaian atau pengelantang (bleaching agent ) adalah Natrium hipoklorit (NaClO), karena ion ClO- mempunyai daya oksidasi yang
baik .
3. Bahan Pewangi
Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa terlepas dari apa yang disebut bahan pengharum atau pewangi. Zat ini digunakan sebagai pengharum ruangan atau pengharum badan / pakaian.
Salah satu proses pengambilan komponen esensial dalam parfum adalah dengan metode enfluorase. Metode ini dilakukan dengan menangkap bahan parfum yang bersifat folatil (gas yang mudah menguap) ke dalam suatu lemak padat. Cara ini dipakai untuk menghasilkan aroma tertentu yang sulit dilarutkan atau ditangkap dengan pelarut cair biasa. Meskipun saat ini metode tersebut sudah mulai ditinggalkan karena mahal, namun untuk parfum-parfum tertentu yang menghendaki kemurnian dan efek tertentu, maka penggunaan metode tersebut masih dimungkinkan.
4. Pembasmi hama (Pestisida)
Pestisida adalah bahan atau zat kimia yang digunakan untuk membunuh hama baik yang berupa tumbuhan, serangga maupun hewan di lingkungan kita. Berdasarkan jenis hama yang akan diberantas pestisida dapat digolongkan menjadi insektisida, herbisida, nematisida, fungisida dan rodentisida.
1. Jenis-jenis pestisida
a. Insektisida
Insektisida merupakan pestisida untuk memberantas serangga, seperti: nyamuk, kecoa, kutubusuk, rayap,
b. Herbisida
Herbisida merupakan pestisida untuk mencegah dan mematikan gulma atau tumbuhan pengganggu. Contoh : enceng gondok, rumput teki, alang-alang. Alang-alang dapat dikatakan sebagai hama tananaman karena alang-alang merebut makanan dari tanaman yang ada dalam tanah. Contoh : Gramoxone, totacol, pentakloro fenol, amonium sulfonat.
c. Nematisida
d. Fungisida
Fungisida adalah pestisida untuk memberantas
jamur(fungi). Contoh : Timbal(I)oksida, Carbendazim, tembaga oksiklorida, natrium dikromat
e. Rodentisida
2. Bahan Kimia Dalam pestisida
Berdasarkan bahan kimia yang terdapat dalam pestisida, maka pestisida dapat digolongkan menjadi :
a. golongan organoklor,
yaitu senyawa organik yang mengandung klor dan umumnya bersifat racun.
Contoh : DDT (Diklorodifenil Trikloroetana), aldrin, dieldrin,endosulfan, dikofol, folpet, lindan, klordan.
b. golongan organofosfat,
yaitu senyawa organik yang mengandung gugus fosfat. Senyawa ini lebih bersifat racun, tetapi lebih mudah terdegradasi dan lebih cepat hilang keaktifannya.
c. Golongan karbamat
1. Kayu merupakan bahan material alami
sehingga lebih ramah lingkungan. Sering kali orang memperindah warna dengan
menggunakan politur hal ini menimbulkan
bahaya. Sumber bahaya penggunaan politur, melamin (urea formal-dehyde) adalah Alergi kulit, mata, gangguan selaput lendir
Berikut beberapa material/bahan bangunan yang berbahaya beserta penyakit yang ditimbulkan;
2. Pipa PVC, lem PVC, cat PVC, Lantai Vilil, karpet plastik (yang dibuat dari PVC), lem kontak. Sifatnya yang ringan, kekuatan tinggi, dan
reaktivitas rendah,
menjadikannya cocok
untuk berbagai
keperluan. Penyakit
yang ditimbulkan :
Kanker, pembakaran
menguapkan asam
klorida (mematikan
tanaman), penyakit
hati, ginjal
3. Cat sintetis (cat
besi/kayu), thinner, cat
epoksi yang
mengandung
etylalkohol, epoksi
mesin. Penyakit yang ditimbulkan : Penyakit
syaraf, darah,
pernafasan, mata
buta, gangguan
keseimbangan, selaput
lendir, eksim pada
1. Apabila rumah baru saja dicat, atau ada furniture yang baru difinishing (dicat/dipolitur), sebaiknya tidak dihuni dahulu sementara
waktu hingga bau menyengat dari
formaldehyde tidak tercium lagi. Normalnya, emisi gas ini tetap tinggi selama 6 – 12 bulan. Untuk meminimalisasi bahaya tersebut,
setidaknya kita mempunyai beberapa solusi diantaranya :
3. Kayu merupakan bahan material alami sehingga lebih ramah lingkungan. Sering kali
orang memperindah warna dengan
Pengaruh Bahan Kimia Terhadap Kesehatan Pencemaran Pestisida