PENGASUHAN DAN KELEKATAN ANAK
Andra Vidyarini, S.Gz, M.Si Fildzah Badzlina, MKM Tim Pengajar MK Tumbuh Kembang Anak Prodi Imu Gizi FIKES Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang
bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap
apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang
diperintahkan
Q.S. At-Tahrim/66: 6
Pola asuh adalah berbagai cara atau metode orang tua dalam mengajar, mengasuh dan
mendidik anak sesuai tujuan orang tua
hingga mencapai kedewasaan
definisi
P
engasuhan
Suatu bentuk (struktur), sistem dalam menjaga, merawat dan membimbing anak (KBBI)
Pola Asuh
Cara atau metode pengasuhan yang digunakan oleh orang tua agar anak dapat tumbuh menjadi individu yang dewasa secara sosial (Santrock, 2014).
Pola interaksi antara anak dengan orangtua yang meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang dan lain -lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku di masyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya (Latifah, 2011)
1.
Upaya memenuhi kebutuhan anak untuk kesejahteraan jasmani, rohani, sosial dan emosionalnya. Dan melindungi anak, melalui menghindarkan dari potensi kecelakaan/
bahaya atau pelecehan.
2.
Memberikan aturan dan memastikan bahwa aturan terkontrol serta mampu ditegakkan.
3.
Mendukung anak, mampu mengembangkan potensi dalam dirinya. Dimana, jika hal ini dilakukan dengan benar, maka anak-anak dalam pengasuhan mampu menjadi generasi terbaik dan juga menjadi penyejuk mata serta hati orangtua.
3 KUNCI PENGASUHAN
MACAM-MACAM PENGASUHAN
01 02 03 04
Otoriter Demokratis Assignment About the Topic Oleh Baumrind
1. Pola asuh otoriter / parent oriented
Orangtua adalah cental dimana segala ucapan, perlakuan maupun kehendak orangtua dijadikan patokan. Agar taat orangtua menerapkan hukuman yang keras agar peraturan stabil dan menoalk diprotes, dikritik dan dibantah
2. Pola asuh permisif
orangtua cenderung tidak peduli dan memberi kebebasan pada anak. Anak menjadi sentral dan orangtua tidak punya kewibawaan → segala pendapat orangtua tidak diperdulikan anak
3. Pola asuh demokratis
gabungan permisif dan otoriter → menyeimbangkan pemikiran, sikap dan Tindakan anak dan orangtua sehingga anak-orangtua bisa berdiskusi, berkomunikasi untuk mencapai kesepakatan bersama → pengembangan kepribadian yang baik pada anak
4. Pola asuh situasional
Menggunakan campuran ketiga pola asuh lainnya. Disesuaikan dengan kondisi dan situasi sesuai dengan waktu dan tempat bagi setiap keluarga
Gaya pengasuhan
● pengasuhan menurut Hetherington & Whiting (1999) adalah bahwa pengasuhansebagai proses interaksi total antara orang tua dengan anak, seperti pemeliharaan, pemberian makan, membersihkan,
melindungi dan proses sosialisasi anak dengan lingkungan sekitar.
SEDANGKAN
● Pola asuh anak adalah suatu proses yang ditujukan untuk
meningkatkan serta mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa
• Pola asuh dengan gaya membatasi dan menghukum → orang tua menasihati anak untuk mengikuti arahan mereka dan
menghormati pekerjaan dan upaya mereka
• Orang tua yang otoriter menempatkan batasan dan kendali tegas pada anak dan mengizinkan sedikit pertukaran verbal.
Misalnya, orang tua yang otoriter mungkin berkata, "Kamu akan melakukannya dengan caraku atau yang lain.“
• Orang tua yang otoriter juga mungkin sering memukul anak, menegakkan aturan dengan kaku tetapi tidak
menjelaskannya, dan menunjukkan kemarahan kepada anak.
• Anak-anak dari orang tua otoriter seringkali tidak bahagia, takut, dan cemas tentang membandingkan diri mereka
dengan orang lain, gagal memulai aktivitas, tidak inisiatif dan memiliki keterampilan komunikasi yang lemah.
• Anak laki-laki dari orang tua otoriter dapat berperilaku agresif
Pengasuhan OTORITER (AUTHORITARIAN PARENTING)
Pengasuhan OTORATIF (AUTHORITATIVE PARENTING)
• Tipe ini mendorong anak untuk mandiri tetapi tetap membatasi dan mengontrol tindakan mereka
• Pemberian dan penerimaan verbal yang ekstensif diperbolehkan, dan orang tua bersikap hangat serta mengasuh anak
• Orang tua yang berwibawa mungkin merangkul anak dengan cara yang menghibur dan berkata, "Kamu tahu kamu seharusnya tidak melakukan itu. Mari bicarakan tentang bagaimana kamu dapat menangani situasi ini dengan lebih baik di lain waktu. “
• Orang tua yang berwibawa menunjukkan kesenangan dan dukungan dalam menanggapi perilaku konstruktif anak-anak, perilaku dewasa, mandiri, dan sesuai usia dari anak-anak.
• Anak-anak yang orang tuanya berwibawa sering kali ceria, dapat mengendalikan diri dan mandiri, dan berorientasi pada prestasi;
mereka cenderung memelihara hubungan persahabatan dengan teman sebaya, bekerja sama dengan orang dewasa, dan mengatasi stres dengan baik.
Pengasuhan LALAI (NEGLECTFUL PARENTING)
• Tipe ini orang tua sangat tidak terlibat dalam kehidupan anak.
• Anak-anak yang orang tuanya lalai mengembangkan perasaan bahwa aspek lain dari kehidupan orang tua lebih penting daripada mereka
• Anak-anak ini cenderung tidak kompeten secara sosial, memiliki pengendalian diri yang buruk dan tidak menangani kemandirian dengan baik, sering kali memiliki harga diri yang rendah, tidak dewasa, dan mungkin terasing dari keluarga
• Pada masa remaja, mereka mungkin menunjukkan pola pembolosan dan kenakalan.
Pengasuhan MEMANJAKAN (INDULGENT PARENTING)
• Tipe ini orang tua sangat terlibat dengan anak-anak mereka tetapi hanya sedikit menuntut atau mengontrol mereka
• Orang tua tipe ini membiarkan anak mereka melakukan apa yang mereka inginkan
• Akibat → anak-anak tidak pernah belajar untuk mengontrol perilaku mereka sendiri dan selalu berharap untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan
• Beberapa orang tua sengaja membesarkan anak-anak mereka dengan cara ini karena mereka percaya kombinasi dari keterlibatan yang hangat dan sedikit kekangan akan menghasilkan anak yang kreatif dan percaya diri
• Faktanya → anak-anak yang orang tuanya memanjakan jarang belajar menghargai orang lain dan mengalami kesulitan untuk mengontrol perilaku mereka. Mereka mungkin mendominasi, egosentris, tidak patuh, dan mengalami kesulitan dalam hubungan teman sebaya.
Pola asuh gizi
● Pola asuh gizi merupakan asupan makan dalam rangka menopang tumbuh kembang fisik dan biologis balita secara tepat dan berimbang
● Aspek kunci pola asuh gizi
a. Perawatan dan perlindungan bagi ibu untuk anaknya
b. Praktek menyusui dan pemberian MP-ASI
c. Pengasuhan psiko-social
d. Penyiapan makanan
e. Kebersihan diri dan sanitasi lingkungan
f. Praktek kesehatan dirumah dan pola pencarian pelayanan Kesehatan
POLA ASUH MAKAN
• Pola asuh makan adalah cara makan seseorang atau sekelompok orang dalam memilih makanan dan memakannya sebagai tanggapan terhadap pengaruh fisiologi, psikologi budaya dan sosial (Waryana, 2010)
• Boucher (2014) → pola asuh makan orang tua kepada anak atau parental feeding adalah perilaku orang tua yang menunjukkan bahwa memberikan makan pada anaknya baik dengan pertimbangan atau tanpa pertimbangan
• Untuk kebutuhan pangan/gizi balita, ibu menyiapkan diri sejak prenatal dalam mengatur dietnya selama kehamilan, masa neonatal berupa pemberian air susu ibu (ASI), menyiapkan makanan tambahan berupa makanan padat yang lebih bervariasi bahannya atau makanan yang diperkaya, dan dukungan emosional untuk anak (Kartini, 2006).
• Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk pengaturan makan yang tepat adalah umur, berat badan, keadaan mulut sebagai alat penerima makanan, kebiasaan makan, kesukaan dan ketidaksukaan, dan toleransi anak terhadap makanan yang diberikan
Orang tua memberikan makanan agar anak tenang → saat si anak merasa marah, cemas,
menangis dll
Orang tua memberikan hadiah atau reward berupa makanan jika anak berperilaku baik atau melakukan hal yang diperintahkan
orang tua
Orangtua mendorong anak untuk makan dan memuji anak jika makan
makanan yang telah disediakan. Mendorong anak untuk makan bukan
hanya menyuruh tapi memastikan
Orangtua memutuskan dengan tegas apa yang anaknya makan, menentukan
makanan, baik jenis dan jumlah makanan serta menentukan kapan harus mulai dan berhenti makan
TIPE POLA ASUH MAKAN
EMOTIONAL FEEDING
INTRUMENTAL FEEDING
PROMPTING OR ENCOURAGEMENT
TO EAT
CONTROL OVER EATING
Wardle (2002)
Pola makan responsive pada anak
• Pola makan yang responsive adalah proses dua arah atau hubungan timbal balik di mana orang tua memperhatikan isyarat anak dan merespons isyarat dengan tepat.
Ini membantu mengembangkan fondasi hubungan saling percaya yang mendukung perkembangan anak. Seorang anak membutuhkan makanan, kesehatan, dan perawatan untuk tumbuh dan berkembang
• Pemberian makan responsif (RF) mengacu pada hubungan timbal balik antara bayi atau anak dan pengasuhnya yang ditandai oleh anak yang mengomunikasikan perasaan lapar dan kenyang melalui isyarat verbal atau nonverbal, diikuti dengan respons langsung dari pengasuh atau orang tua.
• Responsnya mencakup penyediaan makanan yang sesuai dan bergizi dengan cara yang mendukung, sambil menjaga lingkungan makan yang tepat. Literatur menunjukkan bahwa RF adalah dasar untuk pengembangan perilaku makan sehat dan keterampilan optimal untuk pengaturan diri dan pengendalian diri asupan makanan. Oleh karena itu, praktik RF dikaitkan dengan standar pertumbuhan yang ideal, asupan nutrisi yang optimal, dan pengaturan berat badan jangka panjang
• responsive feeding juga membantu orang tua dalam mengatur porsi dan frekuensi makan, sesuai kebutuhan anak
Pola makan responsive pada anak
• Pemberian makan aktif adalah ketika orang tua atau pengasuh terlibat dalam
perilaku positif dengan anak, sambil mendorong dan mengingat kepentingan anak selama waktu makan.
• Contoh perilaku aktif positif termasuk melakukan percakapan tentang makanan, memodelkan perilaku makanan yang baik (pilihan sehat), bermain permainan makanan dan mendorong anak secara verbal.
• perilaku negatif termasuk upaya permusuhan dan intrusif untuk memberi makan langsung, yaitu memberi makan secara paksa, memegang anak kepala, dan
mengancam atau mengguncang anak, dan dikenal sebagai pemberian makanan non-responsif
LANGKAH PROSES RF PADA ANAK
Penciptaan rutinitas terstruktur, di mana harapan diumumkan dan emosi mendorong interaksi.
02
Isyarat isyarat oleh anak melalui tindakan motorik, ekspresi wajah atau vokalisasi03
Respons yang cepat dari pengasuh terhadap sinyal-sinyal ini dengan cara yang mendukung, kontingen dan tepat04
Persepsi respons oleh anak dengan cara yang dapat diprediksi01
PRAKTIK PEMBERIAN ASI
Pemberian asi
Air Susu Ibu (ASI)
●
Merupakan makanan yang ideal untuk bayi terutama pada bulan- bulan pertama
●
ASI mengandung semua zat gizi untuk membangun dan penyediaan energi dalam susunan yang diperlukan
●
ASI tidak memberatkan fungsi traktus digestivus dan ginjal serta
menghasilkan pertumbuhan fisik yang optimum
cara pemberian asi
Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Tata cara pelaksanaan IMD (Kemenkes, 2010)
1.
Setelah lahir, bayi secepatnya dikeringkan seperlunya (bukan dibersihkan), kecuali tangan
2.
Bayi ditengkurapkan di dada atau perut ibu, kulit bayi melekat pada kulit ibu
3.
Bayi dibiarkan mencari puting payudara sendiri
cara pemberian asi
Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
Urutan perilaku bayi saat pertama kali menyusu
Perilaku yang teramati Perkiraan waktu Bayi beristirahat dan melihat 30–40 menit pertama
Bayi mulai mendecakkan bibir dan membawa jarinya ke mulut
40–60 menit setelah lahir dengan kontak kulit dengan kulit terus–
menerus tanpa terputus Bayi mengeluarkan air liur
Bayi menendang, menggerakkan kaki, bahu lengan dan badannya ke arah dada ibu
dengan mengandalkan indra penciumannya Bayi meletakkan mulutnya ke puting ibu
cara pemberian asi
Lama dan Cara Menyusui
●
Masing-masing payudara berperan sebagai produsen, penyimpan sekaligus peralatan untuk memberikan ASI
●
Untuk mencapai keseimbangan, sebaiknya kedua payudara diberikan secara bergantian
●
Lama menyusui bergantung sifat bayi
●
Bayi yang menyusui cepat ( quick-feeder ) → payudara hampir dikosongkan dalam waktu 5 menit
●
Bayi yang menyusui lamban ( slow-feeder ) → butuh waktu 20 menit bahkan lebih, dengan diselingi istirahat pendek
●
Sebaiknya menyusui tidak terlalui lama → untuk menghindari
mengempeng
MANFAAT PEMBERIAN ASI
●
FAKTOR GIZI
●
FAKTOR IMMUNOLOGIK
●
FAKTOR PSIKOLOGIK
●
FAKTOR EKONOMI
●
FAKTOR KEMUDAHAN DAN KEAMANAN
●
FAKTOR KEMANFAATAN UTK IBU
●
FAKTOR LAINNYA
●
FAKTOR GIZI ASI
a. ASI produksi awal Kolostrum s/d 5 hari, → ASI transisis/d 2 minggu →ASI
“mature” setelah 2 minggu.
b. Kolostrum: mengandung prot, ß-karoten, vit A, Na, K, Cl > d/p ASI “mature”tetapi kand lemak & KH < ; Memiliki daya immun tinggi
c. ASI makanan ideal utk bayi s/d umur 6 bl → lengkap secara biologis, mudah dicerna & melakukan penyesuaian, memenuhi utk tumbuh kembang bayi yg sehat sbb:
● ENERGI (E): nilai E ASI tak berbeda dg E Susu Sapi (SS);
● LEMAK: pd ASI > kand as lemak tak jenuh, > rantai panjang, > efektif digunakan d/p Susu sapi; ASI mengandung As linoleat >, as lemak esensial,berperan untuk pertumbuhan & antidermatitis
● PROTEIN: prot ASI mengandung laktalbumin > dan kasein lebih banyak
Laktalbumin, mengand pola as amino yg sesuai dgn protein tubuh; selain itu juga dpt membentuk gumpalan yg lembut yg mudah dicerna & di absorpsi bayi; Kand sistein, taurin, peptidase >, kand metionin, fenilalanin, tirosin < ; Protein
-
KARBOHIDRAT (KH):
KH pd ASI → laktosa dan berperan dlm
a.
menyediakan 40% E dan pd SS 30% E
b.
membantu absorpsi Ca, Mg, As Amino, dan retensi Nitrogen
c.
merupakan sumber galaktosa, diperlukan utk pembentukan myelin
→ berperan untuk normalnya fungsi syaraf
•
Mineral
a.
Kandungan Ca, P, Na pd ASI lebih rendah daripada SS, tetapi rasio Ca/P dan Zn/Cu pd ASI lebih tinggi SS
b.
Kandungan Na rendah pd ASI menguntungkan krn ginjal bayi blm kuat, blm sempurna, akan kesulitan bila kand Na lebih besar
c.
Kandungan Fe ASI juga lebih mdh tersedia
-
Vitamin
a.
Kand tiamin dan vit C pd ASI mdh tersedia utk bayi
b.
Pd SS berkurang krn hrs menjalani pemanasan saat pasteurisasi dan sterilisasi formula
c.
Kand vit A dan vit E pd ASI lebih besar SS
●
FAKTOR IMUNOLOGI ASI ASI mengandung zat2 imun sbb:
a. Faktor Laktobasilus bifidus : menstimulasi pertumbuhan laktoba silus
bifidus → dpt menekan pertumbuhan bakteri patogen dan penyebab infeksi b. Lactoferin: mengikat Fe, dan menghambat multiplikasi bakteri spt
Staphylococci dan E. Coli
c. Lactoperoxidase: membunuh Staphylococci dan bakteri enteric d. Lymphocyte: memproduksi interferon dan S-IgA
e. Lysozyme: menyergap bakteri dgn menghancurkan dinding sel
f. Macrophages: menyergap & membunuh bakteri melalui phagocytosis, dan memproduksi antibodi yg dpt melawan poliomyelitis, influenza, dan
diphteria
g. Peroxidases: membuat lemah membran sel bakteri
h. Complement: membantu opsonisasi (mengkopi bakteri yg peka thd
phagocytosis)
●
FAKTOR IMUNOLOGI ASI
a.
Imunoglobulin (IgA, IgM, IgE, IgD, IgG):
bekerja melawan bakteri, virus, dan pathogen lainnya.
b.
Interferon: menghambat replikasi virus intraseluler
c.
Protein pengikat B12: menahan vit B12 sehingga tak
tersedia utk pertumbuhan bakteri
●
FAKTOR PSIKOLOGIS
a.
Memberikan kelangsungan suasana lingkungan pada bayi saat masih di dalam rahim ibunya utk rasa keamanan dan perolehan makanan (“exterior gestation”)
b.
Menyusui membangun kontak yg dekat antara ibu & bayi
sehingga ter bina ikatan yg kuat antara ibu & bayi secara
psikhis dan emosional
●
FAKTOR EKONOMIS
a. Biaya tambahan makanan utk penyediaan/produksi ASI, lebih rendah dibandingkan biaya susu formula
b. Ekonomis dari aspek waktu yg diperlukan utk mempersiapkan antara ASI dan susu formula
●
FAKTOR KENYAMANAN DAN KEAMANAN
a. ASI tidak perlu persiapan, tak ada peluang kesalahan krn menakar formula
b. Tak perlu persiapan formula, tak ada peluang terkontaminasi
c. Bebas dr bakteri berbahaya, malahan memberikan zat imun
●
FAKTOR MANFAAT UNTUK IBU
a.
Sekresi oxytocyn selama laktasi → kontraksi uterine → involusi uterus
b.
Sekresi prolaktin yg berperan menstimulasi produksi ASI → menekan
c.
sintesis hormon ovary ( menekan aktifitas ovarium) →
menunda kembalinya kesuburan dan menstruasi
●
FAKTOR LAINNYA
a.
Menyedot ASI dr payudara lebih sulit daripada melalui botol sehingga minum ASI membuat rahang bayi lebih berkembang dan gigi tak terlalu rapat
b.
Beban ginjal bayi yg diberi ASI tak terlampau berat
c.
Jarang kolik
HAMBATAN MENYUSUI
Ibu menderita penyakit sehingga tidak bisa menyusui spt kanker; demikian pula bayi yg menderita galactosemia, tak mampu melakukan metabolisme galaktosa
Masalah pd ibu:
a.
Infeksi → ringan (influenza) sampai berat (tuberculosis)
b.
Mastitis → abses (bengkak bernanah) pd payudara
c.
Penyakit kronis → diabetes, kelainan tiroid
d.
Ibu yg minum obat2an atau sedang menjalani pengobatan → terjadi transfer obat ke ASI → membahayakan bayi
e.
ASI tercemari kontaminan dr lingkungan (DDT dll)
f.
Faktor sosiopsikologi & ekonomi (kehawatiran tak bisa lagi bekerja, bermasyarakat, tak ada dukungan kelg, merusak penampilan fisik )
g.
Hamil lagi Masalah pd bayi:
a.
Hambatan fisik (bibir sumbing)
b.
Masalah kesehatan (kelainan jantung, “Down’s syndrome” )
FAKTOR AGAR PERSEDIAAN ASI CUKUP
•
Asupan makanan sumber pembangun, sumber E, dan sumber pengatur, jumlahnya cukup
•
Penyusuan / pengosongan payudara berlangsung teratur dan sampai habis
•
Cukup persiapan, tidak ada stres fisik, mental, dan
emosional
AWAL WAKTU PEMBERIAN ASI
●
Awal menyusui (pemberian ASI) sebaiknya 30 menit setelah bayi lahir; Refleks bayi utk mengisap, paling kuat pd 20 – 30 menit setelah bayi lahir. Bila tidak disusukan pada saat
tersebut, refleks mengisap oleh bayi jadi hilang, dan tak kembali sampai jangka dua hari
●
Kontak yg dekat antara ibu dan bayi penting dilakukan sedini mungkin utk pengenalan dan terbentuk ikatan yg erat
●
Lebih cepat dilakukan penyusuan pd bayi yg baru lahir, lebih baik dan lebih besar peluang keberhasilan menyusui;
Termasuk dlm pemberian kolostrum.
KELEKATAN
KELEKATAN
● Tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut (John Bowlby)
● Mencari dan mempertahankan kontak dengan orang-orang tertentu saja. Orang pertama yang dipilih anak dalam kelekatan adalah ibu (pengasuh), ayah atau saudara-saudara dekatnya (Monks, 2006)
● Ikatan emosional yang erat diantara dua orang (Santrock, 2014)
KELEKATAN
Ciri-ciri anak dapat dikatakan lekat pada orang lain (Maccoby):
a.
Mempunyai kelekatan fisik dengan seseorang
b.
Menjadi cemas ketika berpisah dengan figur lekat
c.
Menjadi gembira dan lega ketika figur lekatnya kembali
d.
Orientasinya tetap pada figur lekat walaupun tidak
melakukan interaksi. Anak memperhatikan gerakan,
mendengarkan suara dan sebisa mungkin berusaha
mencari perhatian figur lekatnya
FIGUR LEKAT
●
Merupakan orang yang dijadikan anak sebagai objek lekat
●
Figur lekat tidak hanya ibu, tetapi bisa juga ayah, pengasuh ( baby Sitter ) atau nenek tergantung kepada siapa bayi
merasa nyaman
●
Anak akan selalu ingin berdekatan dengan figur lekatnya →
menangis jika figur lekatnya pergi, selalu memandang ke
arah perginya figur lekat, dan akan sangat senang jika figur
lekat kembali serta hal yang paling menonjol adalah anak
berani bereksplorasi bebas jika berada dekat figur lekatnya.
TINGKAH LAKU LEKAT
●
Tingkah laku lekat (attachment behavior) → beberapa bentuk perilaku yang dihasilkan dari usaha seseorang untuk mempertahankan kedekatan dengan seseorang yang dianggap mampu memberikan perlindungan dari ancaman lingkungan terutama saat seseorang merasa takut, sakit dan terancam
●
Ada dua stimulus yang membuat merasa terancam:
1.
Stimulus yang berbentuk besar, suaranya keras, datang secara tiba-tiba dan berubah dengan cepat
2.
Objek yang bagi anak merupakan sesuatu yang asing
●
Jika anak berada dalam kondisi ini → sistem kelekatannya diaktifkan → Anak akan bergerak mendekat untuk melihat atau memeriksa keberadaan ibunya
●
Tujuan tingkah laku lekat adalah mendapatkan kenyamanan dari pengasuh
Tingkah laku yang dilakukan anak dengan memberikan tanda
supaya figur lekat mendekat
Anak berusaha mendekati figur lekat agar diperhatikan dan
terjadi kelekatan afektif
signaling behavior approaching behavior
BENTUK TINGKAH LAKU LEKAT
SIGNALING BEHAVIOR
menangis Tersenyum &
meraban
Mengacungkan tangan
Mencoba menarik perhatian
approaching behavior
Menghisap Mendekati
dan mengikuti
Clinging
Fase-fase kelekatan
Fase 1 (sejak lahir sampai usia 3 bulan): respon tak terpilah kepada manusia
02
Fase 2 (usia 3 sampai 6 bulan): fokus pada orang-orang yang dikenal03
Fase 3 (usia 6 bulan sampai 3 tahun): kelekatan yang intens dan pencarian kedekatan yang aktif04
Fase 4 (usia 3 tahun sampai akhir masa kanak-kanak): Tingkah laku persahabatan01
Anak merasa percaya terhadap ibu sebagai figure yang selalu siap mendampingi, sensitif dan responsif, penuh cinta dan kasih sayang
dan selalu
menolongnya
anak merasa tidak pasti bahwa ibunya selalu ada dan responsive atau cepat membantu
serta datang
kepadanya pada saat membutuhkan mereka.
Orang tua selalu menghindar dari anak mengakibatkan anak melakukan penolakan juga terhadap orang tuanya.
POLA KELEKATAN
Secure attachment (pola aman)
Resistant attachment
(pola melawan) Avoidant attachment (pola menghindar)
Manfaat Kelekatan
●
Mengembangkan potensi intelektual
●
Menjelaskan apa yang anak lihat
●
Berpikir secara logis
●
Mengembangkan empati
●
Membuat anak percaya diri
●
Mengatasi stress dan frustasi
●
Mampu mengatasi ketakutan dan kekhawatiran
●
Mengembangkan hubungan selanjutnya
●
Mengurangi kecemburuan
Kelekatan dan Gizi
●
Interaksi yang intens antara ibu dan anak biasanya dimulai saat proses pemberian ASI (air susu ibu)
●
Dari sisi kesehatan, ASI sangat penting diberikan kepada anak, sebab ASI mengandung gizi baik yang sangat dibutuhkan
dalam pertumbuhan anak, sehingga merupakan suatu keharusan bagi Ibu untuk memberikan ASI pada anaknya
●
Melalui proses pemberian ASI diharapkan akan berkembang
kelekatan dan tingkah laku lekat karena dalam proses ini
terjadi kontak fisik yang disertai upaya untuk membangun
hubungan psikologis antara ibu dan anak.
Kelekatan dan Gizi
●
Secara psikologis, pemberian ASI akan meningkatkan hubungan emosional yang kuat antara ibu dan anak
●
Pada saat bayi sedang menyusu, kontak fisik yang dilakukan dengan canda penuh kasih sayang oleh ibu memberikan
kesempatan anak berinteraksi lebih lama dan intensif
dibanding jika berinteraksi dalam kondisi bermain. Di sinilah
dimulainya ikatan yang kuat secara emosional antara ibu dan
anak.
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics
& images by Freepik.
THANKS!
Do you have any questions?
Please keep this slide for attribution.