Presentasi Tugas Akhir
R. Ayu Maulidina Iskandariya 2211105072
Pembimbing :
Dr. Ir. Wirawan, DEA.
1
Sistem Komunikasi Molekul melalui Proses
Difusi pada Jaringan Nano
Latar Belakang (1)
2
Telekomunikasi ?
Latar Belakang (2)
Adanya penggunaan dan konversi energi terus-menerus.
3
• Penghematan?
Ukuran. ✔
• Efisiensi?
Konservasi. ✔
• Ramah
lingkungan?Bioko
mpatibilitas ✔
Rumusan Masalah
Kata kunci : Thermal (Panas)
4
1. Bagaimana proses komunikasi pada Jaringan Nano?
2. Bagaimana teknik pengkodean atau modulasi pada komunikasi molekul jaringan nano melalui proses difusi?
Jaringan Komunikasi Nano Komunikasi Molekul melalui proses Difusi
Sinyal Kimia
Batasan Masalah (1)
• Model Sistem : pemancar
tunggal dan penerima tunggal.
• Teknik modulasi : berdasarkan konsentrasi dan jenis molekul
• Jenis molekul pembawa :
isomer dari keluarga heksosa, terutama aldoheksosa.
5
Batasan Masalah (2)
• Noise bersifat ekuivalen untuk molekul pada kanal AWGN (Additive White Gaussian Noise).
• Pemodelan simulasi dan perhitungan sistem dibuat dengan MATLAB
• Metode estimasi adalah pendekatan model stokastik pada komunikasi molekul
• Model respon yang diamati adalah laju informasi yang dapat dicapai (achievable rate) untuk masing-masing teknik modulasi yang digunakan.
6
Tujuan
• Menjelaskan konsep komunikasi molekuler pada jaringan nano melalui proses difusi.
• Mensimulasikan pemodelan kanal dan transmisi energi (banyaknya molekul yang ditransmisikan) pada jaringan nano.
• Membandingkan laju informasi yang dicapai antara beberapa teknik modulasi yang dapat diterapkan dalam komunikasi molekul pada jaringan nano.
7
Pemodelan Sistem
Pembangkitan Molekul Informasi
Brownian motion
Random walks
Diffusion laws
9
Brownian motion inilah yang digerakkan oleh energi thermal atau
panas..
Pembangkitan Molekul Informasi
10
Satu partikel dengan jumlah langkah diskrit N yang
berhubungan dengan waktu t, maka fungsi perpindahannya:
x2(t) : fungsi perpindahan (m2) tau (τ) : interval waktu
δ = nilai konstanta perpindahan
Pembangkitan Molekul Informasi
Sedangkan untuk pembangkitan banyak
molekul informasi, digunakan distribusi normal :
11
Dimana D : Koefisien difusi dari partikel.
Kb : Konstanta Boltzmann (1.380658 x 10-23), T : temperatur tubuh,
η : viskositas medium dan
rmm : radius molekul pembawa informasi.
Parameter Simulasi
• Dimensi perpindahan = 2;
• Banyaknya matrix data (N) = 60;
• tau = 0.1;
• time = 0:tau:(N-1) * tau;
• k = sqrt(D * dimensi * tau);
Pembangkitan Informasi sebagai fungsi perpindahan.
Model Energi
13
Sistem Komunikasi Konvensional Baterai yang dibatasi dayanya.
Sistem Komunikasi Molekul ?
Memiliki kemampuan untuk memproduksi dan menyimpan energinya sendiri
ET: Total energi untuk mengirimkan sejumlah n molekul ES : Energi untuk mensintesis satu molekul heksosa.
EV : Energi dalam proses sintesis vesikel dg radius r.
EC : Energi transportasi intraselular, dan EE : Energi dalam fusi membran,
cv adalah kapasitas satu vesikel yang berkaitan dengan jari-jari molekul pembawa informasi rmm.
Pemodelan Kanal dan Noise AWGN
Probabilitas molekul mencapai penerima (Phit).
Durasi simbol (Ts) dan jarak antara pemancar dan
penerima (d),
14
Koefisien Difusi
Pemodelan Kanal dan Noise AWGN
15
Nc : distribusi jumlah molekul yang dikirim dan diterima saat ini (dalam periode Ts).
Np : distribusi jumlah molekul yang dikirim sebelumnya (periode 2Ts) namun diterima dalam periode saat ini (Ts)
Nn : distribusi noise ekuivalen
Pemodelan Teknik Modulasi
Isomer sebagai molekul pembawa informasi
ISOMER ?
..senyawa yang mempunyai rumus molekul sama tapi rumusstrukturnya berbeda.
Aldoheksosa
(C6H12O6)
Pemodelan Teknik Modulasi
Berdasarkan Konsentrasi
Concentration Shift Keying (CSK)
Binary Isomer Shift Keying (BICSK)
Pemodelan Teknik Modulasi
Berdasarkan Jenis Molekul
Molecular Shift Keying (MoSK)
Binary Isomer Molecular Shift Keying
(BIMoSK)
32-IMoSK
Perhitungan Kapasitas Kanal
Tingkat laju informasi (R) yang dicapai adalah nilai maksimal dari mutual information I (X, Y) sebagai berikut:
Dimana X dan Y masing-masing : simbol yang ditransmisikan dan simbol yang diterima.
Sedangkan Pb (Z, X, Y) : probabilitas simbol Z yang dikirim sebelumnya, simbol X saat dikirim saat ini, dan simbol Y diterima saat ini.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (1)
Perbandingan Fungsi Perpindahan Molekul Berdasarkan Waktu
Grafik Fungsi Perpindahan dengan 1 dan 15 partikel.
20
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (2)
Perbandingan Fungsi Perpindahan Molekul Berdasarkan Waktu
Grafik fungsi perpindahan dengan 150 dan 1500 partikel
21
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (3)
Perbandingan Laju Bit Pada Teknik Modulasi
Distribusi jumlah molekul yang sampai pada penerima
22
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (4)
Binary Isomer Concentration Shift Keying (B-ICSK)
23
150 molekul ditransmisikan Threshold : 50
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (5)
Binary Isomer Molecular Shift Keying (B-IMoSK)
24
150 molekul ditransmisikan Threshold : 50
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (6)
32-Binary Isomer Molecular Shift Keying (32 B-IMoSK)
25
150 molekul ditransmisikan Threshold : 50
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (7)
Perbandingan ketiga teknik modulasi :
26
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (8)
Perbandingan Jumlah Molekul, Varian Jarak dan Probabilitas
27
• Teknik komunikasi molekul memiliki dasar perpindahan acak berdasarkan variasi perpindahan dan waktu. Semakin banyak molekul, maka semakin presisi rata-rata dari fungsi perpindahan.
• Pada teknik modulasi berdasarkan konsentrasi, pengirim dan penerima hanya melepaskan informasi berdasarkan konsentrasi saja. Teknik ini lebih sederhana, sehingga cenderung bersifat lebih sensitif terhadap perubahan konsentrasi.
• Pada teknik modulasi berdasarkan jenis molekul, pengirim dan penerima lebih kompleks sehingga proses pengkodean
informasinya lebih rumit. Hal ini dikarenakan tingkat pengecekannya melalui dua tahap, yakni pengecekan konsentrasi dan jenis molekul.
28
Kesimpulan (1)
• Teknik modulasi berdasarkan jenis molekul juga memiliki variasi laju
informasi yang lebih beragam berdasarkan jenis molekul informasi yang digunakan. Seperti pada sistem ini, laju informasi maksimalnya mencapai 5 bit per simbol.
• Pada sistem binary :
o Binary Isomer Concentration Shift Keying (BICSK) baru akan mencapai maksimum setelah jumlah molekul yang sampai pada penerima rata-rata
melewati 100 molekul. Maka sistem ini membutuhkan energi (banyaknya molekul sampai pada penerima) yang lebih besar untuk mencapai laju maksimumnya yakni 1 bit/simbol.
o Sedangkan Binary Isomer Molecular Shift Keying (BIMoSK) dapat mencapai laju informasi maksimum 1 bit/simbol bahkan sebelum jumlah molekul rata-rata yang sampai pada penerima mencapai 100 molekul. Hal inilah yang menyebabkan sistem ini memiliki kinerja yang lebih baik daripada BICSK.
• Inter Symbol Interference (ISI) disebabkan oleh adanya kedinamisan
simbol-simbol yang berlebih pada durasi sebelumnya, pengaruhnya lebih
signifikan pada akhir durasi pengiriman simbol. 29
Kesimpulan (2)
Daftar Pustaka
[1] Na-Rae Kim, Chan-Byoung Chae, “Novel modulation techniques using isomers as messenger molecules for molecular communication via diffusion” School of Integrated Technology Yonsei University, Korea. 2012 .
[2] I. F. Akyildiz, F. Brunetti, and C. Blzquez, “Nanonetworks: A new communication paradigm”.
Computer Networks, vol. 52, pp. 2260 – 2279, Apr. 2008.
[3] L.P.Ginand I.F.Akyildiz, “Molecular Communication Options for Long Range Nanonetworks”.
Computer Networks, 2009
[4] M.S.Kuran, H.B.Yilmaz, T.Tugcu, B.zerman, “Energy Model for communication via diffusion in nanonetworks”. Nano Communication Networks, vol. 1, pp. 86 – 95, July. 2010
[5] M. S. Kuran, H. B. Yilmaz, T. Tugcu, and I. F. Akyildiz, “Modulation techniques for communication via diffusion in nanonetworks”. Proc. IEEE Int. Conf. on Comm., 2011
[6] Lacasa Neus Roca, “Modeling the Molecular Communication Nanonetworks”. Thesis of Georgia Institute of Technology, 2009
[7] Ertan Gul, Baris Atakan, Ozgur B. Akan, “NanoNS: A nanoscale network simulator framework for molecular communications”. Nano Communication Networks 1 138-156, 2010
[8] M.Yuki, H.Satoshi and S. Tatsuya, “Molecular Communication for Health Care Applications”.
Network Laboratories, NTT DoCoMo Inc
[9] P. Iñaki, “N3Sim : Simulator for diffusion-based molecular communications in Nanonetworks”, Universitat Politècnica de Catalunya, 2011
30
Terima kasih
Lampiran (1)
BICSK
Lampiran (2)
BICSK
Lampiran (3)
BIMoSK
Lampiran (4)
BIMoSK
Lampiran (5)
32-BIMoSK
Lampiran (6)
32-BIMoSK
Lampiran (7)
Grafik Jumlah molekul yang sampai di penerima
ANALISIS DAN PEMBAHASAN (3)
Perbandingan Fungsi Perpindahan Molekul Berdasarkan Waktu
• Dalam dunia nano, pergerakan tiap molekul tidak dapat diprediksikan.
• Namun pergerakan sekumpulan molekul, dapat kita prediksikan berdasarkan hasil simulasi dan
perhitungan yang telah kita lakukan.
• Perpindahan sekumpulan molekul akan cenderung linier.
• Semakin banyak partikel yang dilepaskan maka akan semakin banyak pula varian dari fungsi perpindahan
yang dihasilkan. 39
Dimana : r (t) = posisi d = dimensi.
D = koefisien difusi.
tau = interval waktu.
Q-function
• Dalam statistik, Q-function adalah probabilitas ekor dari standar distribusi normal. Dengan kata lain, Q (x) adalah probabilitas bahwa variabel acak normal (Gaussian) yang akan memiliki nilai yang lebih besar dari standar deviasi x di atas nilai rata- rata.
• Definisi lain dari Q-function , adalah semua yang mengalami transformasi sederhana dari fungsi distribusi normal kumulatif, juga digunakan sesekali.