E-ISSN: 2774-7360
1
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SINGOSARI SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Siti Nurhasanah1
1Guru SMA Negeri 1 Singosari
Naskah diterima: 19 Juli 2021|direvisi: 25 Juli 2021| 20 Agustus 2021 ABSTRACT
Limited Face-to-face Learning allows some students to study at school even with a limited time.
This opportunity is an opportunity for students to have direct discussions with teachers and students because during online learning / learning from home, student discussions with teachers and colleagues are limited to gadgets only. For this reason, a learning model that can increase student activity and creativity is needed, one of which is Problem Based Learning (PBL). There are three learning outcomes (outcomes) obtained by students who are taught with PBL, namely: (1) inquiry and problem solving skills, (2) learning adult role behaviors (adult role behaviors), and (3) independent learning skills (skills independent learning). This type of research is a first-cycle class action research using a qualitative approach. The results of this study are the implementation of the Problem Based Learning learning model on basic competencies using the menus and icons contained in the software for 10th grade students of SMA Negeri 1 Singosari in the even semester of the 2020/2021 academic year running smoothly and in accordance with the PBL learning syntax although there are some obstacles.
Keywords: Learning, PBL, TIK
ABSTRAK
Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) memungkinkan sebagian siswa untuk belajar disekolah meskipun dengan waktu yang terbatas. Kesempatan ini merupakan kesempatan siswa untuk melakukan diskusi langsung dengan guru dan siswa karena pada saat pembelajaran daring / proses pembelajaran dari rumah, diskusi siswa dengan guru maupun teman sejawat terbatas hanya dengan gadget. Untuk itu dibutuhkan model pembelajaran yang bisa meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa, salah satunya Problem Based Learning (PBL). Ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh siswa yang diajar dengan PBL yaitu:
(1) inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah, (2) belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors), dan (3) ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning). Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas satu siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada kompetensi dasar menggunakan menu dan ikon yang terdapat pada perangkat lunak pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari semester genap tahun pelajaran 2020/2021 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan sintaks-sintaks pembelajaran PBL meskipun terdapat beberapa kendala.
Kata Kunci: PBL, Pembelajaran, TIK.
PENDAHULUAN
Pada semester Genap Tahun 2021 ini merupakan merupakan tahap awal uji coba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) yang memungkinkan sebagian siswa untuk belajar disekolah meskipun dengan waktu yang terbatas. Kesempatan ini merupakan kesempatan siswa untuk melakukan diskusi langsung dengan guru dan siswa karena pada saat pembelajaran daring / proses pembelajaran dari rumah, diskusi siswa dengan guru maupun teman sejawat terbatas hanya dengan gadget.
2 Pembelajaran daring memiliki banyak kendala apalagi saat ini perubahan dari Ujian Nasional menjadi Assesment Nasional dengan ujian berupa AKM menyebabkan siswa harus belajar extra karena menurut Purwanto (2021) pemahaman siswa tentang AKM masih rendah.
Dalam proses pembelajaran guru bukan hanya menyampaikan materi pembelajaran yang berupa hafalan, tetapi mengatur lingkungan dan strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik belajar (Isriani dan Dewi, 2012).
Untuk itu dibutuhkan model pembelajaran yang bisa meningkatankan aktivitas dan kreativitas siswa, salah satunya Problem Based Learning (PBL). Dalam PBL, siswa dituntut bertanggung jawab atas pendidikan yang mereka jalani, serta diarahkan untuk tidak terlalu tergantung pada guru. PBL membentuk siswa mandiri yang dapat melanjutkan proses belajar pada kehidupan dan karir yang akan mereka jalani (Royani, H. M., Saufi, M., 2016).. Model pembelajaran pemecahan masalah telah terbukti ampuh dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, dimana berpikir kritis merupakan suatu keterampilan kerja yang dibutuhkan pada dunia kerja di abad 21 (Iskandar, S : 2015). Model pembelajaran PBL mempunyai nama lain sebagai:
Project-Based Teaching; Authentic Learning dan Anchored Instruction (Arends, 2012). Arends (2012) menyatakan bahwa ada tiga hasil belajar (outcomes) yang diperoleh siswa yang diajar dengan PBL yaitu: (1) inkuiri dan ketrampilan melakukan pemecahan masalah, (2) belajar model peraturan orang dewasa (adult role behaviors), dan (3) ketrampilan belajar mandiri (skills for independent learning). Sintaks model pembelajaran PBL dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 1. Sintaks PBL
FASE-FASE PERILAKU GURU
Fase 1
Orientasi siswa pada masalah Menjelaskan tujuan, logistik yang dibutuhkan
Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yang dipilih
Fase 2
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut Fase 3
Membimbing penyelidikan individu dan kelompok
Mendorong siswa untuk mengumpulkan insformasi yang sesuai, melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Membantu siswa dalam merencanakan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan, model dan berbagi tugas dengan teman
Fase 5
Menganalisa dan
mengevaluasi proses pemecahan masalah
Mengevalusi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari/ meminta kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning diharapkan dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari kompetensi dasar menggunakan menu dan ikon yang terdapat pada perangkat lunak pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Penerapan sintaks-sintaks secara
3 bertahap dapat membantu siswa meningkatkan aktifitas belajar yang sebelumnya hanya mendengarkan menjadi aktif dalam pembelajaran. Demikian juga terhadap hasil belajar siswa yang biasanya siswa hanya mengerjakan soal perhitungan biasa, dengan penerapan Problem Based Learning, siswa akan belajar untuk menyelesaikan masalah.
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian tindakan kelas adalah suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan rasional, melaksanakan tugas, memperdalam pemahaman dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran dilakukan. Pendekatan kualitatif bersifat deskriptif, dan langsung menggunakan data alamiah
Penelitian ini menggunakan model PTK dengan mengacu kepada model alur penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart (Arikunto, 2010) namun hanya menggunakan satu siklus. Setiap siklus pada penelitian ini terdiri atas (1) Perencanaan (plan), (2) Pelaksanaan tindakan (action), (3) Observasi (observation), dan (4) Refleksi (reflection).
Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh bahan-bahan yang akurat dan relevan. Metode yang digunakan memiliki ciri-ciri yang berbeda. Dalam penelitian ini, pengumpulan data diperoleh dengan menggunakan metode tes, wawancara atau interview dan observasi.
Instrumen Penelitian yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah, 1) pedoman observasi untuk mengecek kegiatan siswa dengan guru yang dilakukan berdasarkan indikator yang ditentukan sebelumnya, 2) catatan tentang kejadian yang terjadi selama tindakan diberikan ,baik yang positif maupun yang negative, 3) lembaran tes untuk melihat hasil belajar siswa.
Analisis data dilakukan untuk menghasilkan kesimpulan yang dapat dipertanggung jawabkan. Adapun data yang akan dianalisis adalah proses pembelajaran Problem Based Learning dan aktivitas siswa yang diperoleh dari hasil pengamatan, dan hasil tes siswa untuk mengetahui hasil belajar siswa.
HASIL DAN DISKUSI
Pelaksanaan tindakan diawali dengan pembelajaran klasikal, di mana peneliti/Guru membuka pembelajaran dengan berdoa dan menjelaskan bahwa pada hari ini kita belajar TIK ditemani observe, dilanjutkan apersepsi,. Waktu yang disediakan untuk kegiatan klasikal yaitu 15 menit tepat selesai. Pada kegiatan ini dapat dijelaskan hasil pengamatan dari pengamat I dan II sebagai berikut:
Tabel 2. Hasil Pengamatan Belajar Klasikal Siklus I dari Pengamat I No. Nama Kegiatan Jumlah
Siswa yang Melakukan
Prosentase Keterangan
1.
2.
3.
4.
Melihat Mendengar Mencatat Bertanya
26 26 0 0
100 % 100%
0 0
Jumlah siswa 26
Prosentase=
jumlah yang melakukan :
4 No. Nama Kegiatan Jumlah
Siswa yang Melakukan
Prosentase Keterangan
5. Menjawab 18 69,23% jumlah yang
hadir x 100 Rata-rata = 269,23 : 5 = 53,84 % (Pengamat I)
Dari tabel 2 dapat dilihat bahwa hasil pengamatan belajar klasikal manunjukkan rerata 53,84% menurut pengamat I. Sedangkan hasil pengamat II sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil Pengamatan Belajar Klasikal Siklus I dari Pengamat II
No. Nama Kegiatan Jumlah Siswa yang Melakukan
Prosentase Keterangan
1.
2.
3.
4.
5.
Melihat Mendengar Mencatat Bertanya Menjawab
25 26 - - 20
96,15 100 0 0 76,93
Jumlah siswa 26 Prosentase=
jumlah yang melakukan : jumlah yang hadir x 100 Rata-rata = 296,15 : 5 = 54,61 % (Pengamat II)
Tabel 3 menunjukkan hasil pengamatan pengamat II dengan rerata 54,61%. Jika hasil kedua pengamat diambil rerata, maka hasilnya sebagai berikut:
Pengamat I = 53,84 % Pengamat II = 54,61 % +
Rata-rata = 108, 45 : 2 = 54,22 %
Dari data tersebut belum mencapai target yang diharapkan yaitu 60-70%.
Kegiatan bertanya dan mencatat masih belum ada sama sekali. Untuk siklus II perlu ada motivasi untuk melakukan kegiatan bertanya dan mencatat.
Kemudian dilanjutkan kegiatan membentuk kelompok sesuai pengarahan guru sebelumnya. Masing-masing ketua kelompok membagikan kartu identitas kepada anggotanya. Siswa dengan sendirinya mengelompok sesuai dengan nama kelompok dan kartu identitasnya. Setelah semua siswa duduk tenang pada kelompok masing- masing, guru memberi pengarahan tugas kelompok, yaitu setiap siswa membuat satu soal beserta jawabannya. Soal dan jawaban yang dibuat disesuaikan dengan nama kelompoknya. Guru memberi pengarahan bahwa, setiap anggota kelompok mempunyai tanggungjawab membuat satu soal dan jawabannya. Namun, jika ada anggota yang kesulitan, anggota lain harus membantu mengajari sampai berhasil.
Setelah pengarahan guru membagikan lembar kegiatan siswa kepada setiap siswa.
Selama kegiatan kelompok berjalan, guru berkeliling sambil memberi bimbingan kepada kelompok yang kesulitan. Sedangkan pengamat I mengamati kelompok A, B, dan C. Dan pengamat II mengamati kelompok D, E, F, dan G. Kegiatan kelompok ini berjalan cukup lancar, walaupun masih ada beberapa kelompok yang masih sering bertanya, terutama kelompok lingkaran. Ketika waktu yang disediakan selama 35 menit habis, masih ada kelompok yang belum selesai.
5 Hasil pengamatan kegiatan kelompok dari pengamat I dan II dapat disampaikan sebagai berikut:
Tabel 4. Hasil Pengamatan Belajar Kelompok Siklus I No Kegiatan
Kelompok Jumlah Anggota
Jumlah /Rerata
A B C D E F G
1.
2.
3.
4.
Kerjasama Berpendap at
Semangat Hasil Kerja
4 4 4 4
4 4 4 4
4 3 4 4
4 1 4 4
4 4 4 4
3 1 3 3
3 1 3 3
26 18 26 26 Prosentase 100 100 93,75 81,25 100 83,33 83,33 91,66 %
Data tersebut menunjukkan nilai yang sangat tinggi yaitu nilai rerata 91,66%, jauh di atas yang diharapkan yaitu 70-80 %. Pada kegaiatan kelompok ini memang hampir semua siswa aktif melakukan kegiatan belajar sesuai tugasnya masing-masing.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kuis atau bertanya menjawab.
Hasil observasi dari pengamat I yang mengamati kelompok penanya dapat dijelaskan pada tabel berikut ini:
Tabel 5. Rekapitulasi Hasil Observasi Kelompok Penanya Siklus I No. Nama Kelompok Perolehan Nilai dalam Prosen
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
A B C D E F G
97,05 97,05 98,52 61,76 57,53 94,11 90,19
Rerata 85,17
Data kegiatan kuis kelompok penanya pada tabel tersebut mencapai rerata 85,17%. Tercapainya rerata 85,17% pada kegiatan kuis melalui observasi kelompok penanya telah mencapai jauh di atas yang diharapkan yaitu 60-70%. Sedangkan hasil observasi kegiatan penjawab dapat dilaporkan sebagai berikut:
Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Observasi Kelompok Penjawab Siklus I No. Nama Kelompok Perolehan Nilai dalam Prosen
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
I II III IV V VI VII
86,53 78,84 75,00 61,53 67,30 79,48 76,92
Rerata 64,47
6 Tercapainya rerata 64,47% pada kegiatan kuis melalui observasi kelompok penjawab telah mencapai target yang diharapkan yaitu 60-70%. Apabila diambil rerata dari kelompok penanya dan penjawab dapat dilihat sebagai berikut, (85,17% + 64,47%) : 2 = 74,82 %. Dari data tersebut maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa proses pembelajaran melalui kegiatan kuis telah mencapai target yang telah ditentukan, bahkan mencapai di atas target yang diharapkan.
KESIMPULAN
Simpulan dari penelitian ini adalah implementasi model pembelajaran Problem Based Learning pada kompetensi dasar menggunakan menu dan ikon yang terdapat pada perangkat lunak pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari semester genap tahun pelajaran 2020/2021 berjalan dengan lancar dan sesuai dengan sintaks-sintaks pembelajaran PBL meskipun terdapat beberapa kendala sebagai berikut, 1) siswa terlalu nyaman dengan moda daring sehingga proses diskusi masih kaku, 2) siswa masih mencoba lagi praktek yang lama tidak mereka gunakan/pelajari, 3) perlu pembiasaan diskusi dan pemecahan masalah.
TERIMA KASIH
Terima kasih saya sampaikan kepada kepala SMA Negeri 1 Singosari, rekan sejawat guru-guru SMA Negeri 1 Singosari, siswa kelas X SMA Negeri 1 Singosari dan seluruh stake stake holder SMA Negeri 1 Singosari atas bantuannya sehingga penelitian ini dapat terlaksana.
BIBLIOGRAPHY
Arend, Richard, (2012). Learn to Teach, Ninth Edition, The McGraw-Hill Companies, Inc:
Newyork
Arikunto, S., Suhardjono. & Supardi (2010). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara
Hardini, Isriani dan Dewi Puspitasari. (2012). Strategi Pembelajaran Terpadu (Teori, Konsep dan Implementasinya). Yogyakarta: Familia.
Iskandar, S., (2015). Pengembangan Model Pembelajaran Pemecahan Masalah Troubleshooting Untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Peserta Didik SMK Program Keahlian Otomotif, Edutech, Tahun 14, Vol.1, No.2, Juni 2015 Purwanto, A.J., (2021). Pemanfaatan Web Blog Sebagai Media Pembelajaran Matematika
di SMK Negeri 1 Pujer Tahun Pelajaran 2020/2021. Saintifika, [S.l.], v. 23, n. 1, p. 32-37.
Royani, H. M., Saufi, M., (2016). Problem Based Learning : Solusi Pembelajaran Matematika Yang Pasif. Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika, Vol. 2, No. 2, Mei - Agustus 2016