• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Persiapan : Imam memimpin doa di konsistori 2. Liturgos :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. Persiapan : Imam memimpin doa di konsistori 2. Liturgos :"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1

TATA IBADAH JUMAT AGUNG – GKJ AMBARRUKMA 15 APRIL 2022

Gedung Induk Papringan, pukul 08.00 WIB Pepanthan Nologaten, pukul 08.00 WIB

(Warna Liturgis: Ungu tua/Hitam, Simbol/Logo: Salib + Mahkota Duri)

1. Persiapan : Imam memimpin doa di konsistori

2. Liturgos :

“Selamat pagi Bapak, Ibu, Saudara serta Anak-anak yang terkasih dalam Yesus Kristus, saat ini kita akan bersama-sama menghayati peristiwa penyaliban Tuhan Yesus. Karena pandemi belum usai, selama ibadah berlangsung marilah kita tetap mentaati protokol kesehatan. Mohon perhatian untuk tata cara memberikan persembahan, dipersilahkan untuk memasukkan persembahan di kantong atau kotak yang disediakan di pintu masuk gereja sebelum peribadatan dimulai. Persembahan juga dapat disampaikan melalui transfer ke rekening ataupun melalui QRIS Code GKJ Ambarrukma.

Tema peribadatan kita saat ini adalah “KematianNya Menghidupkan dan Mendamaikan”, yang akan disampaikan oleh Pendeta ………...

Mari kita persiapkan hati, pikiran, dan jiwa kita, bersama-sama kita bangkit berdiri dan menyanyi dari Nyanyikanlah Kidung Baru 83, bait 1 dan 2, “Nun Di Bukit yang Jauh”

(1) Nun di bukit yang jauh, tampak kayu salib;

lambang kutuk nestapa, cela.

Salib itu tempat Tuhan Mahakudus menebus umat manusia.

Refr:

Salib itu ‘ku junjung penuh, hingga tiba saat ajalku.

Salib itu ‘ku rangkul teguh dan mahkota kelak milikku.

(2) Meski salib itu dicela, dicerca, bagiku tiada taranya.

Anak Domba kudus masuk dunia gelap, disalib kar’na dosa dunia……Refr:

3. Litani Pujian dan Salam berkat : (Jemaat berdiri) Pendeta : Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan

kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?

Jemaat : Kami percaya, dan siap menyambut tangan kekuasaan Tuhan.

Pendeta : Ia telah datang seperti tunas di tanah kering,

Jemaat : Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan, dan biasa menderita kesakitan.

Pendeta : Dia dianiaya, tetapi Dia membiarkan diri ditindas, dan tidak membuka mulutNya,

Jemaat : seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.

(2)

2

Pendeta : Sungguh Ia terputus dari negeri orang-orang hidup, Jemaat : dan arena pemberontakan kita Ia kena tulah.

Pendeta : Orang menempatkan kuburNya di antara orang-orang fasik, dan dalam matiNya, Ia ada di antara penjahat-penjahat,

Jemaat : Sekalipun Ia tidak berbuat kekerasan, dan tipu tidak ada dalam mulutNya.

Pendeta : Damai sejahtera dari Tuhan Yesus Kristus, kiranya melimpah atas kehidupan saudara.

Jemaat : Begitu pula atas saudara.

Semua : 7 i 7 5 7 i . / 7 i 7 5 7 i . / 5 4 3 5 4 3 . / Hosana A–min Hosana A–min, Hosana A–min

(Liturgos: Jemaat dipersilakan duduk kembali)

4. Lektor : Jemaat terkasih, introitus didasari dari Mazmur 22, yang akan disampaikan dalam bentuk nyanyian. (Jemaat duduk)

5. Liturgos : “Jemaat terkasih, di setiap derita yang kita alami, kita selalu berseru kepada Allah, supaya Allah tidak meninggalkan kita dan menolong kita. Allah kita adalah Allah yang selalu mengasihi kita, Allah yang kudus dan Maha Kuasa. Mari kita menyanyi dari Kidung Jemaat 7, bait 1 dan 2, “Ya Tuhan, Kami Puji Nama- Mu Besar”

(1) Ya Tuhan, kami puji namaMu besar.

Ya Bapa, makhlukMu menyanyi bergemar.

Langit, buana, laut bersyukur semua Malaikat segenap memuji Dikau jua.

KemuliaanMu tetap senantiasa.

Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Mahakuasa!

(2) Para Rasul di sorga kemuliaanMu serta nabi dan martir mengagungkanMu.

G'reja yang t'lah menang dan yang diperjuangan Mengaku namaMu, madahnya berkumandang.

Terpuji rahmatMu di bawah dan di atas.

Ya Bapa yang kekal, kasihMu tak terbatas!

6. Pendeta : Sabda Kasih (Mawas Diri): 2 Raja-Raja 22 : 19

7. Imam :(Persiapan Pertobatan)

“Jemaat yang sangat dikasihi Tuhan, jika di dalam kesesakan yang menimpa kehidupan, kita menyesal dan merendahkan diri di hadapan Tuhan, pastilah Tuhan akan mengulurkan tangan kasihNya untuk menyelamatkan kita. Salah dan dosa kita sudah ditebus dengan derita dan sengsara Yesus Kristus di kayu salib. Dengan penuh penghayatan, mari kita menyanyi dari Kidung Jemaat 170, bait 3 dan 4, “Kepala Yang Berdarah”

(3) Ya Tuhan, yang Kautanggung yaitu salahku;

dosaku t'lah Kaugantung dikayu salibMu.

O, kasihani daku yang harus dicela;

Ampunilah hambaMu, beri anugerah!

(4) Gembala yang setia terima dombaMu!

Kau Sumber bahagia Penuntun hidupku.

SabdaMu t'lah membuka karunia tak terp'ri Dan nikmat dari sorga padaku Kauberi.

(3)

3 8. Imam: Doa Pertobatan

Jemaat terkasih mari kita ungkapkan doa pertobatan, kita berdoa:

(Dibacakan dengan penuh penghayatan)

“Tuhan, Allah Bapa Surgawi, kami tersungkur malu, kami tunduk dalam penyesalan dosa. Yesus Kristus rela dihina, diludahi bahkan disiksa, semua itu karena menanggung beratnya dosa, salah dan cela kami. Jika kami mengenang dan menghayati masa sengsara dan hingga derita Yesus Kristus di kayu salib, betapa kami malu, kami hina, kami menyesal. Dosa-dosa kami semerah kirmizi, Tuhan putihkan seputih bulu domba. Kami manusia yang selalu terbuai dengan kenikmatan dunia, sering menindas sesama demi kepuasan pribadi. Ampuni kami Tuhan.

Kasihanilah kami yang bercela. Dalam darah Yesus Kristus di kayu salib, kami memohon pengampunan dosa. Amin.”

9. Pendeta :

Sabda Anugerah : Ibrani 10 : 16 - 17

Petunjuk Hidup Baru : 1 Petrus 4 : 15 – 16

10. Liturgos : “Jemaat terkasih, karena Yesus Kristus sudah menebus dosa-dosa kita di kayu salib, janganlah kita malu sebagai orang Kristen, tetapi hendaknya kita selalu memuliakan Allah dalam nama Yesus Kristus. Kita pujikan nyanyian kesanggupan dari Kidung Jemaat 362, bait 1 dan 2, “Aku Milik-Mu, Yesus, Tuhanku”…..

jemaat dimohon untuk berdiri

(1) Aku milikMu, Yesus, Tuhanku;

kudengar suaraMu.

'Ku merindukan datang mendekat dan diraih olehMu.

Refr:

Raih daku dan dekatkanlah pada kaki salibMu.

Raih daku, raih dan dekatkanlah ke sisiMu, Tuhanku.

(2) Aku hambaMu, Kausucikanlah oleh kasih kurnia,

hingga jiwaku memegang teguh kehendakMu yang mulia……Refr:

(Jemaat dipersilakan duduk kembali)

Berikut ini akan ditayangkan sebuah refleksi tentang penyaliban.

Sebelum kita mendengarkan dan menghayati firman Tuhan, mari kita mempersiapkan hati dan pikiran kita dengan memujikan Kidung Pujian 115, bait 1, 2 dan 7, “Hadirkah Engkau Di Sana”

(1) Hadirlah engkau smua di sana?

Waktu Tuhan dinista, disapu?

Refr:

O hatiku merasakan pilu, pilu, pilu Sungguh berat derita Tuhanku.

(4)

4 (2) Hadirkah engkau smua di sana?

Ketika Tuhan Yesus disalib?...Refr:

(7) Hadirkah engkau smua di sana?

Waktu Ia terbaring di kubur...Refr:

11. Pendeta : Pewartaan Firman (Jemaat duduk)

a) Pendeta : Doa Epiklese

b) Bacaan : Yohanes 19 : 25 – 30

c) Pendeta : Yang berbahagia ialah setiap orang yang mendengar firman Tuhan dan melaksanakan perintah Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Hosiana.

Jemaat : 1 1 | 3 3 0 3 3 | 5 5 0 5 5 | 6 . 5 4 3 | Hosi-ana Hosi- ana Hosi - a - na

d) Tema : “KematianNya Menghidupkan dan Mendamaikan”

e) Tujuan : Jemaat diajak untuk menghayati bahwa perkataan Yesus Kristus di kayu salib memiliki makna penting bagi kehidupan para pengikutNya, lalu menghidupkan dan mendamaikan relasi dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan.

12. Imam : Tanggapan Firman Tuhan dan memimpin pengumpulan Persembahan

“Jemaat terkasih, marilah kita menghayati bahwa perkataan Yesus Kristus di kayu salib memiliki makna penting bagi kehidupan para pengikutNya, lalu menghidupkan dan mendamaikan relasi dengan diri sendiri, sesama, dan Tuhan. Mari kita bersyukur dengan mengumpulkan persembahan syukur Jumat Agung. Persembahan juga dapat disampaikan melalui transfer ke rekening ataupun QRIS Code GKJ Ambarrukma.

Pengumpulan persembahan dilandasi firman Tuhan dari 2 Korintus 9 : 7 yang demikian: Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”

Terkumpulnya persembahan kita iringi dengan menyanyi Pelengkap Kidung Jemaat 265, bait 1 dan 2, “Bukan Karna Upahmu”

(1) Bukan kar’na upahmu dan bukan kar’na kebajikan hidupmu, bukan persembahanmu dan bukan pula hasil perjuanganmu:

Allah mengampuni kesalahan umatNya, oleh kar’na kemurahanNya;

melalui pengorbanan Putra TunggalNya ditebusNya dosa manusia.

Refr:

Bersyukur, hai bersyukur, kemurahanNya pujilah!

Bersyukur, hai bersyukur selamanya!

(2) Janganlah kau bermegah dan jangan pula meninggikan dirimu;

baiklah s’lalu merendah dan hidup dalam kemurahan kasihNya.

Keangkuhan tiada berkenan kepadaNya; orang sombong direndahkanNya.

Yang lemah dan hina dikasihiNya penuh, yang rendah ‘kan ditinggikanNya……Refr:

(5)

5

13. Pendeta : Doa Syukur dan Syafaat (jemaat duduk)

14. Liturgos : “Jemaat yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, marilah kita berdiri, dengan penuh penghayatan bersama seluruh umat Allah, kita perbaharui iman kita yang demikian:….

Aku percaya kepada Allah Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi.

Dan kepada Yesus Kristus AnakNya Yang Tunggal, Tuhan Kita.

Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria.

Yang menderita sengsara dibawah pemerintahan Pontius Pilatus,

disalibkan mati dan dikuburkan turun ke dalam kerajaan maut.

Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati.

Naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang Mahakuasa.

Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus.

Gereja yang Kudus dan Am, persekutuan Orang Kudus

Pengampunan Dosa.

Kebangkitan Daging.

dan Hidup Yang Kekal.

15. Pendeta : Pelayanan Berkat

16. Liturgos : “Majelis Gereja mengucapkan terimakasih atas pelayanan firman oleh Pendeta ………... dan para petugas pendukung ibadah pada saat ini.

Jemaat terkasih, mari kita akhiri ibadah Jumat Agung pada saat ini dengan selalu menghayati makna Penyaliban Kristus sebagai tanda kasihNya kepada kita. Mari kita menyanyi dari Kidung Jemaat 183, bait 1 dan 2, “Menjulang Nyata Atas Bukit Kala”

(1) Menjulang nyata atas bukit kala t'rang benderang salibMu, Tuhanku.

Dari sinarnya yang menyala-nyala memancar kasih agung dan restu.

Seluruh umat insan menengadah ke arah cahya kasih yang mesra.

Bagai pelaut yang karam merindukan di ufuk timur pagi merekah.

(2) SalibMu, Kristus, tanda pengasihan mengangkat hati yang remuk redam, membuat dosa yang tak terperikan di lubuk cinta Tuhan terbenam.

Di dalam Tuhan kami balik lahir, insan bernoda kini berseri, Teruras darah suci yang mengalir di salib pada bukit Kalvari.

17. Liturgos : (selama lagu berlangsung) “Selamat menghayati Jumat Agung. Tuhan Yesus memberkati.”

Referensi

Dokumen terkait

” 26 Memang Yesus mati di kayu salib tetapi bangkit pada hari ke tiga.Dalam Kitab Wahyu Yesus Kristus merupakan saksi yangbenar- benar dapat dipercayai karena telah mati

(Deky Nofa Aliyanto) 100 berkuasa.” 26 Memang Yesus mati di kayu salib tetapi bangkit pada hari ke tiga.Dalam Kitab Wahyu Yesus Kristus merupakan saksi yangbenar- benar

Paskah adalah suatu momen untuk mengenang kebangkitan Yesus yang telah mati dan berkorban untuk menebus dosa umat manusia di kayu salib.Paskah tidak hanya diselenggarakan

PL Jemaat, marilah kita berdoa, kepada Allah Bapa dalam persekutuan dengan Yesus Kristus dan Roh Kudus:.. Ya Bapa sorgawi yang mulia, kami bersyukur atas

Pelayan Ibadah : Saudara-saudara yang terkasih, menjadi Majelis Jemaat bukan karena prestasi saudara sebagai orang beriman, atau bahkan ingin menggantikan kedudukan Yesus

Kehidupan di dalam diri orang percaya adalah kehidupan dengan sifat yang baru, sifat Yesus Kristus (Gal. Orang Kristen telah mati karena dosa dan kejahatannya. Tuhan tidak

Kematian Yesus Kristus melalui penyaliban di tangan Pontius Pilatus adalah fakta sejarah yang benar-benar terbukti (lih. Bagaimana- pun, Orang yang mati di kayu salib Kalvari

Anugerah Allah yang termulia adalah Kebenaran dan Hidup melalui iman kepada Yesus Kristus yang diyakini oleh semua orang yang percaya (Roma 1:16, 17; 3:21-24)... Yesus