• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA STRATEGIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA STRATEGIS"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA STRATEGIS

2016 - 2021

DINAS PANGAN

JL. Letjed. Suprapto No. 35 Telp. (0357) 881224 Fax. (0357) 881450

e-mail : [email protected]

P A C I T A N 63514

(2)

i

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji Syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, telah tersusun Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pangan Sesuai Surat Keputusan Kepala Dinas Pangan tentang pembentukan Tim Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pangan Tahun 2016-2021

Rencana Strategis (Renstra) ini menguraikan tentang tujuan yang disinkronisasikan dengan indikator dan indikator sasaran dengan target yang dilaksanakan dalam kurun waktu 5 (lima) tahun dari tahun 2016- 2021. Rencana Strategis disusun sesuai Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021 dan Permendagri Nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

Rencana Strategis Dinas Pangan Merupakan Dokumen Perencanaan untuk periode 5 (lima) tahun sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi yang tertuang dalam Peraturan Bupati Pacitan Nomor 70 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Tugas dan Fungsi,Susunan Organisasi, serta Tata kerja Dinas Pangan Kabupaten Pacitan .

Renstra dimaksud memuat program, kegiatan dan indikator yang ingin dicapai sekaligus sumber pembiayaan yang akan digunakan untuk memfasilitasi kebijakan agar tahapan pembangunan ketahanan pangan dapat dicapai sesuai jadwal yang telah direncanakan. Renstra ini merupakan rencana strategis Dinas Pangan sesuai Peraturan Bupati Pacitan Nomor 70 Tahun 2016 tentang Kedudukan,Tugas dan Fungsi, Susunan Organisasi, serta Tata Kerja Dinas Pangan Kabupaten Pacitan.

Selanjutnya dengan tersusunnya Renstra tersebut, diharapkan dapat digunakan sebagai acuan bagi seluruh pemangku kepentingan (Instansi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat) agar dapat memberikan kontribusi yang optimal sesuai dengan kapasitas dan kewenangan masing-

(3)

ii

masing untuk mempercepat terwujudnya ketahanan pangan yang tangguh dan mandiri di Kabupaten Pacitan.

Pacitan, 2018 KEPALA DINAS PANGAN

KABUPATEN PACITAN

Ir. BAMABANG SUPRIYOKO, MP Pembina Utama Muda NIP. 196206301986031008

(4)

iii

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

DAFTAR GAMBAR vi

DAFTAR TABEL vii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Landasan Hukum 2

1.3 Maksud dan Tujuan 6

1.3.1 Maksud 6

1.3.2 Tujuan 6

1.4 Sistematika Penulisan 6

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH 9 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas

Pangan

9

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah 21

2.2.1 Sumber Daya Manusia 21

2.2.2 Sarana dan Prasarana 26

2.2.3 Stakeholders 28

2.3 Kinerja Pelayanan Perangka Daerah 37 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan

Pelayanan Perangkat Daerah

47

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

51

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah

51

3.1.1 Pertanian dan Ketahanan Pangan 53

3.1.2 Lingkungan Hidup 54

3.1.3 Pengarusutamaan Gender dan 54

(5)

iv

Penanggulangan Kemiskinan

3.1.4 Daya Saing Produk Pertanian 54 3.1.5 Kerjasama antar Stakeholders 55 3.2 Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah

dan Wakil Kepala Daerah

58

3.3 Telaahan Renstra K/L (Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur)

62

3.3.1 Telaahan terhadap Renstra K/L (Badan Ketahanan Pangan Kementerian

Pertanian)

62

3.3.2 Telaahan terhadap Renstra Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur

68

3.4 Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS)

70

3.4.1 Telaahan terhadap RTRW Jawa Timur 70 3.4.2 Telaahan terhadap Strategi Penataan

Ruang Wilayah Kabupaten Pacitan

72

3.4.3 Telaahan terhadap Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Pacitan

75

3.5 Penentuan Isu-isu Strategis 78

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

79

4.1 Visi dan Misi Perangkat Daerah 79

4.1.1 Visi 79

4.1.2 Misi 80

4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah

80

4.2.1 Tujuan 81

4.2.2 Sasaran Jangka Menengah 81 4.3 Strategi dan Kebijakan Perangkat Daerah 82

(6)

v

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

85

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

91

BAB VII PENUTUP 94

(7)

vi

DAFTAR GAMBAR

Halaman Grafik 2.1 Persentase Jumlah PNS Berdasarkan Unit Kerja 24

Grafik 2.1 Persentase Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan

26

(8)

vii

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1 Daftar Susunan Pegawai Dinas Pangan Kabupaten

Pacitan Tahun 2017

22

Tabel 2.2 Daftar Pegawai Negeri Sipil dan Non PNS (PPPK) Berdasarkan Golongan Ruang dan Jenis Kelamin Tahun Tahun 2017

23

Tabel 2.3 Daftar Nominatif Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2017

25

Tabel 2.4 Daftar Sarana dan Prasarana dari APBD Kabupaten Dinas Pangan Kabupaten Pacitan Tahun 2016

27

Table 2.5 Jumlah Kelompok KRPL (APBN) Tahun 2011-2016 29

Tabel 2.6 Jumlah Kelompok KRPL (APBD Kabupaten) Tahun 2011-2016

30

Table 2.7 Jumlah Kelompok KRPL (APBD Provinsi) Tahun 2011- 2016

31

Tabel 2.8 Jumlah Kelompok Umbi-Umbian (APBD Provinsi) Tahun 2011-2016

32

Tabel 2.9 Jumlah Kelompok Karangkitri (APBD Provinsi) Tahun 2011-2016

33

Tabel 2.10 Jumlah Pembangunan Lumbung dan Lantai Jemur Dana DAK Tahun 2011-2016

34

Tabel 2.11 Jumlah Lumbung Binaan Dinas Pangan Kabupaten Pacitan

35

Tabel 2.12 Jumlah Pembangunan Lumbung dan Lantai Jemur 36

(9)

viii

Dana APBD Provinsi Tahun 2011-2016

Tabel 2.13 Jumlah Kelompok Usaha laha Kering Penerima Bantuan Alat Pengolahan Pangan Dana APBD Provinsi Tahun 2016

37

Tabel 2.14 Ketersediaan Pangan Tahun 2011-2015 39

Tabel 2.15 Ketersediaan pangan Tahun 2015 40

Tabel 2.16 Skor Pola Pangan Harapan Ketersediaan Ideal 41

Tabel 2.17 Skor PPH Ketersediian Tahun 2011-2013 42

Tabel 2.18 Skor PPH Ketersediaan tahun 2014-2015 43

Tabel 2.19 Skor Pola Pangan Harapan Konsumsi Tahun 2015 44

Tabel 2.20 Rata-rata Perkembangan Harga Pangan Tahun 2011- 2015

45

Tabel 2.21 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Dinas Pangan kabupaten Pacitan Tahun 2011-2015

46

Tabel 3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Dinas Pangan Kabupaten Pacitan

55

Tabel 3.2 Identifikasi Isu-isu Strategis (Lingkungan Eksternal) 57

Tabel 3.3 Keterkaitan antara Tujuan dan sasaran dengan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pacitan Tahun 2016-2021

59

Tabel 3.4 Skor Isu-isu Strategis Ketahanan pangan di Kabupaten Pacitan

76

Tabel 3.5 Rata-rata Isu-isu Strategis di Kabupaten Pacitan 78

(10)

ix

Tabel 4.1 Analisis SWOT untuk Memilih Strategi Dinas Pangan 82

Tabel 4.2 Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Rencana Strategis Dinas pangan Kabupaten Pacitan tahun 2016-2021

83

Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif Dinas Pangan Kabupaten Pacitan Tahun 2017-2021

86

Tabel 6.1 Target Pencapaian Ketersediaan Energi dan Protein Tahun 2011-2015

89

Tabel 6.2 Realisasi Pencapaian Ketersediaan Energi dan Protein Tahun 2011-2016

90

Tabel 6.3 Indikator Kinerja Dinas Pangan yang Mengacu pada Tujuan dan sasaran RPJMD Kabupaten Pacitan tahun 2016-2021

91

(11)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pangan Tahun 2016-2021, merupakan tindak lanjut atas ketentuan Undang-undang No.25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang mengamanatkan penyusunan Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra Perangkat Daerah) untuk periode 5 (lima) tahun dan juga sebagai instrumen untuk menyusun dan mengukur kinerja sesuai tugas dan fungsi Perangkat Daerah dan sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang RPJMD Kabupaten Pacitan Tahun 2016- 2021.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 tahun 2015 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, maka seluruh upaya pembangunan ketahanan pangan diarahkan untuk mewujudkan ketahanan di bidang pangan yang bertumpu pada kemandirian pangan di tingkat rumah tangga yang berbasis pada bahan pangan lokal. Dalam pelaksanaannya pembangunan ketahanan pangan meliputi tiga aspek yaitu ketersediaan, distribusi, dan konsumsi.

Aspek ketersediaan dan distribusi pangan berjalan seiring dengan pertumbuhan penduduk, sehingga pertambahan penduduk membutuhkan tambahan ketersediaan bahan pangan pokok, terutama beras. Di sisi lain upaya peningkatan produksi beras tidak dapat dilaksanakan secara optimal karena faktor lahan, infrastruktur, tenaga kerja, hama penyakit tanaman, bencana alam, maupun ketidakpastian harga pasar. Pada saat yang bersamaan ketersediaan sarana produksi, terutama pupuk, seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan, sehingga harga di tingkat petani lebih tinggi dari harga eceran yang telah ditetapkan Pemerintah.

Aspek distribusi secara umum berlangsung normal sesuai mekanisme pasar. Tetapi kecenderungan kenaikan harga beras dan

(12)

pangan pokok sejak awal tahun 2008 dapat memicu berbagai spekulasi oleh pedagang besar. Karena pasar bahan pangan dunia kekurangan pasokan, dimungkinkan para pedagang besar melakukan penimbunan, kemudian melepaskan pada tingkat harga yang paling menguntungkan, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Aspek konsumsi pangan masyarakat pada umumnya masih dominan pada sumber bahan pangan yang mengandung karbohidrat.

Mereka belum dapat memenuhi konsumsi pangan secara beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA). Faktor penyebab utamanya adalah pendapatan rumah tangga belum mencukupi untuk memenuhi keperluan itu. Faktor lainnya adalah kurangnya pengetahuan terhadap pangan dan gizi, terutama dialami oleh penduduk di wilayah marjinal dengan tingkat pendidikan rendah.

Kecukupan pangan harus diupayakan bersama-sama oleh pemerintah, swasta, maupun masyarakat sendiri. Pemerintah berupaya terus meningkatkan fasilitasi peningkatan produksi tanaman bahan pangan. Sektor swasta diharapkan dapat berperan pada sisi distribusi dan pengembangan usaha pangan, sedangkan masyarakat dapat berperan untuk memperbaiki pola konsumsi dan peningkatan cadangan pangan di lingkungannya, baik dalam bentuk simpanan bahan pangan, lumbung pangan maupun lumbung hidup. Oleh karena itu diperlukan Rencana Strategis (Renstra) yang konseptual, realistis serta mengacu pada arah dan kebijakan pembangunan yang tertuang dalam dokumen perencanaan formal baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional.

Dengan tersusunnya Rencana Strategis Dinas Pangan Kabupaten Pacitan, diharapkan dapat disusun tahapan pencapaian hasil secara lebih obyektif untuk memberikan komitmen dan orientasi target serta sasaran program di masa depan pada masing-masing kegiatan.

1.2 Landasan Hukum

Landasan Hukum Penyusunan Renstra Dinas Pangan tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kabupaten/Kotamadya dalam Lingkungan Provinsi Jawa

(13)

Timur sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 (Lembaran Negara Tahun 1965 Nomor 19 Tambahan Lembaran Negara Nomor 2730);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

5. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 81, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5233);

7. Undang-Undang Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan;

8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4598);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara

(14)

Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

12. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi;

15. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;

16. Peraturan Presiden RI Nomor 83 Tahun 2006 tentang Dewan Ketahanan Pangan;

17. Peraturan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal;

18. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019;

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);

(15)

20. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43/Permentan/OT.46/10/2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal;

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencanan Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;

23. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 19/Permentan/HK.140/2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Pertanian Tahun 2015-2019;

24. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur 2014-2019;

25. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 71 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Provinsi Jawa Timur;

26. Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan;

27. Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 5 Tahun 2016 tentang Rencana Jangka Menengah Daerah Kabupaten pacitan Tahun 2016- 2021;

(16)

28. Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 3 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Pacitan Tahun 2009-2028 (Lembaran Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 3 Tahun 2010);

29. Peraturan Bupati Pacitan Nomor 9 tahun 2010 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal di Kabupaten Pacitan.

1.3 Maksud dan Tujuan 1.3.1 Maksud

Renstra Dinas Pangan dimaksudkan sebagai arahan, pedoman dan landasan bagi jajaran organisasi dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan dan kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan bidang ketahanan pangan selama 5 (lima) tahun ke depan.

1.3.2 Tujuan

Tujuan penyusunan Renstra Dinas Pangan adalah:

1. Menterjemahkan visi, misi dan program pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Pacitan secara nyata ke dalam visi, misi, program dan kegiatan Perangkat Daerah sesuai dengan tugas dan fungsi.

2. Mewujudkan perencanaan dan penganggaran terpadu yang berbasis hasil/kinerja.

3. Menciptakan mekanisme pelaksanaan program dan kegiatan Perangkat Daerah yang fokus, tidak tumpang tindih, dan terintegrasi.

4. Membangun sistem penilaian kinerja yang terukur, transparan, dan akuntabel.

5. Menciptakan mekanisme pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pembangunan di bidang ketahanan pangan yang efektif dan efisien.

1.4 Sistematika Penulisan

Renstra Perangkat Daerah Dinas Pangan 2011 – 2016 disusun dengan sistematika sebagai berikut :

(17)

SISTEMATIKA NASKAH RENSTRA PERANGKAT DAERAH (Lampiran IV PERMENDAGRI Nomor 54 Tahun 2010)

BAB I PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang penyusunan Renstra; landasan hukum penyusunan Renstra; maksud dan tujuan penyusunan Renstra dan sistematika penulisan dokumen Renstra.

BAB II GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

Memuat tugas, fungsi dan struktur organisasi Perangkat Daerah;

sumber daya yang dimiliki oleh Perangkat daerah; kinerja pelayanan sampai saat ini; tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Perangkat Daerah.

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Bab ini memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Perangkat Daerah; telaahan visi, misi dan program kepala daerah dan wakil kepala daerah; telaahan renstra Badan Ketahanan Pangan Kementan, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan telaahan Renstra Dinas Pangan;

telaahan dokumen RTRW Pacitan dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS); serta penentuan isu-isu strategis di bidang ketahanan pangan.

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN Bab ini berisi visi dan misi Perangkat daerah, tujuan dan sasaran jangka menengah Perangkat Daerah, serta strategi dan kebijakan dalam menjabarkan sasaran jangka menengah Perangkat daerah.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Memuat rencana program dan kegiatan Perangkat Daerah selama 5 (lima) tahun ke depan yang dilengkapi dengan indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif.

BAB VI INDIKATOR KINERJA PERANGKAT DAERAH YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Bab ini memuat indikator kinerja Dinas Pangan yang terkait langsung atau mendukung pencapaian tujuan dan sasaran

(18)

RPJMD Kabupaten Pacitan.

BAB VII PENUTUP

Berisi ringkasan singkat dari maksud dan tujuan penyusunan dokumen Renstra Perangkat Daerah, disertai dengan harapan bahwa dokumen ini mampu menjadi pedoman pembangunan 5 (lima) tahun kedepan oleh Perangkat Daerah.

(19)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pangan

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan, Kedudukan dan Susunan Dinas Pangan Kabupaten Pacitan adalah sebagai berikut :

Dinas Pangan mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan Urusan Bidang Pangan yang meliputi ketersediaan dan distribusi pangan, kerawanan dan cadangan pangan, konsumsi dan penganekaragaman pangan serta mutu dan keamanan pangan serta Tugas Pembantuan yang diberikan kepada Kabupaten. Dinas berada dibawah dan Bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dinas dipimpin oleh Kepala Dinas.

Dalam melaksanakan tugas, Dinas Pangan menyelenggarakan fungsi:

a. perumusan kebijakan daerah di bidang ketersediaan pangan, distribusi pangan, kerawanan pangan, cadangan pangan, konsumsi pangan, penganekaragaman pangan dan keamanan pangan;

b. pelaksanaan kebijakan daerah di bidang ketersediaan pangan, distribusi pangan, kerawanan pangan, cadangan pangan, konsumsi pangan, penganekaragaman pangan dan keamanan pangan;

c. koordinasi penyediaan infrastruktur dan pendukung di bidang ketersediaan pangan, distribusi pangan, kerawanan pangan, cadangan pangan, konsumsi pangan, penganekaragaman pangan dan keamanan pangan;

d. peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ketersediaan pangan, distribusi pangan, kerawanan pangan, cadangan pangan, konsumsi pangan, penganekaragaman pangan dan keamanan pangan;

e. pemantauan, pengawasan, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan di bidang ketersediaan pangan, distribusi pangan, kerawanan

(20)

pangan,cadangan pangan, konsumsi pangan, penganekaragaman pangan dan keamanan pangan;

f. pelaksaanaan administrasi Dinas Pangan; dan g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati.

Susunan Organisasi Dinas Pangan terdiri dari : a. Kepala Dinas;

b. Sekretariat Dinas;

c. Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan;

d. Bidang Kerawanan dan Cadangan Pangan;

e. Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan;

f. Bidang Mutu dan Keamanan Pangan;

1. SEKRETARIAT

Sekretariat Dinas dipimpin oleh seorang Sekretaris, masing- masing Bidang dipimpin oleh seorang Kepala Bidang. Sekretariat mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi pelaksanaan tugas, serta pemberian dukungan administratif umum, kepegawaian, keuangan, program, evaluasi, dan pelaporan kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Dinas Pangan. Fungsi sekretariat adalah : a. Pengoordinasian dan pembinaan pelaksanaan kegiatan;

b. Pemberian dukungan pelayanan administrasi umum dan kepegawaian;

c. Pemberian dukungan pelayanan administrasi Keuangan;

d. Pemberian dukungan pelayanan administrasi program, evaluasi dan pelaporan; dan

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Sekretariat terdiri dari :

A. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian

Sub bagian umum dan kepegawaian mempunyai tugas :

a. Menyiapkan dan melaksanakan ketatausahaan perkantoran;

b. Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan rumah tangga;

(21)

c. Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan perlengkapan dan barang milik daerah;

d. Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan persuratan dan kearsipan;

e. Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan kehumasan dan protocol;

f. Menyiapkan dan melaksanakan ketatalaksanaan kepegawaian;

dan

g. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

B. Sub Bagian Keuangan

Sub bagian keuangan mempunyai tugas : a. Melaksanakan pengelolaan anggaran;

b. Melaksanakan perbendaharaan dan gaji;

c. Melaksanakan verifikasi dan akuntansi;

d. Melaksanakan pelaporan keuangan; dan

e. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

C. Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan

Sub bagian perencanaan dan evaluasi mempunyai tugas :

a. Menyiapkan bahan koordinasi penyusunan rencana program dan kegiatan;

b. Menyiapkan bahan koordinasi penyusunan rencana strategis;

c. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan data;

d. Menyiapkan bahan penyusunan laporan;

e. Menyiapkan bahan penyusunan evaluasi dan laporan kinerja;

dan

f. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(22)

2. BIDANG KETERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI PANGAN

Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan melaksanakan sebagian tugas Dinas Pangan meliputi ketersediaan pangan, distribusi pangan dan akses pangan. Bidang Kerawanan dan Distribusi Pangan mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi ketersediaan pangan;

b. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi distribusi dan akses pangan; dan

c. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Terdiri dari : A. Seksi Ketersediaan Pangan

Seksi Ketersediaan pangan mempunyai tugas :

a. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi di bidang ketersediaan pangan;

b. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi ketersediaan pangan dalam rangka menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional;

c. melaksanakan penyiapan bahan analisis di bidang ketersediaan pangan;

d. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan di bidang ketersediaan pangan;

e. melaksanakan penyiapan data dan informasi untuk penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM);

f. melaksanakan penyiapan data dan informasi untuk penghitungan Pola Pangan Harapan (PPH) ketersediaan pangan;

g. melaksanakan penyiapan bahan pengembangan jaringan informasi ketersediaan pangan;

h. melaksanakan penyiapan bahan pendampingan di bidang ketersediaan pangan;

(23)

i. melaksanakan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi, supervisi dan pelaporan kegiatan di bidang ketersediaan pangan;

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

B. Seksi distribusi dan akses pangan

Seksi distribusi pangan mempunyai tugas :

a.

melaksanakan

penyiapan bahan koordinasi di bidang

distribusi, akses, dan harga pangan;

b.

melaksanakan

penyiapan bahan analisis dan kajian di bidang distribusi, akses, dan harga pangan;

c.

melaksanakan

penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang distribusi, akses, dan harga pangan;

d.

melaksanakan

penyiapan data dan informasi rantai pasokan serta jaringan distribusi pangan;

e.

melaksanakan

penyiapan pengembangan kelembagaan

distribusi pangan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan;

f.

melaksanakan

penyiapan bahan rumusan kebijakan harga minimum pangan lokal yang tidak ditetapkan oleh Pemerintah Pusat;

g.

melaksanakan

penyiapan bahan pengkajian di bidang

pasokan dan harga pangan;

h.

melaksanakan

penyiapan bahan penyusunan prognosa

neraca pangan;

i.

melaksanakan

penyiapan pengumpulan data harga pangan di tingkat produsen dan konsumen untuk panel harga;

j.

melaksanakan

penyiapan bahan bimbingan teknis dan

supervisi di bidang distribusi, akses dan harga pangan;

(24)

k.

melaksanakan

penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang distribusi, akses, dan harga pangan; dan

l.

melaksanakan

tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3. BIDANG KERAWANAN DAN CADANGAN PANGAN

Bidang Kerawanan dan Cadangan Pangan melaksanakan sebagian tugas Dinas Pangan meliputi kerawanan pangan dan cadangan pangan.

Bidang Kerawanan dan Cadangan Pangan mempunyai fungsi :

a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi kerawanan pangan;

b. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi cadangan pangan;

dan

c. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Kerawanan dan Cadangan Pangan terdiri dari : A. Seksi Kerawanan Pangan

Seksi Kerawanan Pangan mempunyai tugas :

a. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi penanganan kerawanan pangan;

b. melaksanakan penyiapan bahan analisis penanganan kerawanan pangan;

c. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan kegiatan penanganan kerawanan pangan;

d. melaksanakan penyiapan bahan intervensi daerah rawan pangan;

e. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan dan analisis sistem kewaspadaan pangan dan gizi;

f. melaksanakan penyiapan data dan informasi kerentanan dan ketahanan pangan kabupaten/kota;

(25)

g. melaksanakan penyiapan bahan pendampingan di bidang kerawanan pangan;

h. melaksanakan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang kerawanan pangan; dan

i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

B. Seksi Cadangan Pangan

Seksi Cadangan Pangan mempunyai tugas :

a.

melaksanakan

penyiapan bahan koordinasi di bidang

cadangan pangan;

b.

melaksanakan

penyiapan bahan analisis dan pengkajian di bidang cadangan pangan;

c.

melaksanakan

penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang cadangan pangan;

d.

melaksanakan

penyiapan pengadaan, pengelolaan, dan

penyaluran cadangan pangan pemerintah meliputi pangan pokok dan pangan pokok lokal;

e.

melaksanakan

penyiapan pemanfaatan cadangan pangan

pemerintah;

f.

melaksanakan

penyiapan bahan bimbingan teknis dan

supervisi di bidang cadangan pangan;

g.

melaksanakan

penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang cadangan pangan; dan

h.

melaksanakan

tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.

4. BIDANG KONSUMSI DAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan melaksanakan sebagian tugas Dinas Pangan meliputi konsumsi pangan dan penganekaragaman konsumsi pangan. Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan mempunyai fungsi :

(26)

a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi konsumsi pangan;

b. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi penganekaragaman konsumsi pangan; dan

c. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Konsumsi dan Keanekaragaman terdiri dari : A. Seksi Konsumsi Pangan

Seksi Konsumsi Pangan mempunyai tugas :

a. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi di bidang konsumsi pangan;

b. melaksanakan penyiapan bahan analisis dan kajian di bidang konsumsi pangan;

c. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang konsumsi pangan; melakukan penyiapan penghitungan angka konsumsi pangan per komoditas per kapita per tahun;

d. melaksanakan penyiapan penghitungan tingkat konsumsi energi dan protein masyarakat per kapita per tahun;

e. melaksanakan penyiapan penghitungan pola pangan harapan (PPH) tingkat konsumsi;

f. melaksanakan penyiapan bahan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan keluarga;

g. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan peta pola konsumsi pangan;

h. melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi di bidang konsumsi pangan;

i. melaksanakan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang konsumsi pangan; dan

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.

(27)

B. Seksi Penganekaragaman Konsumsi Pangan

Seksi Penganekaragaman Konsumsi Pangan mempunyai tugas : a. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi dalam rangka

penganekaragaman konsumsi pangan dan pengembangan pangan lokal;

b. melaksanakan penyiapan bahan analisis dan kajian dalam rangka penganekaragaman konsumsi pangan dan pengembangan pangan lokal;

c. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan dalam rangka penganekaragaman konsumsi pangan dan pengembangan pangan lokal;

d. melaksanakan penyiapan bahan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal;

e. melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan gerakan konsumsi pangan non beras dan non terigu;

f. melaksanakan penyiapan pelaksananaan komunikasi, informasi dan edukasi penganekaragaman konsumsi pangan;

g. melaksanakan penyiapan bahan kerja sama antar lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal;

h. melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi dalam rangka promosi penganekaragaman konsumsi pangan;

i. melaksanakan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan dalam rangka promosi penganekaragaman konsumsi pangan; dan

j. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.

5. BIDANG MUTU DAN KEAMANAN PANGAN

Bidang Mutu dan Keamanan Pangan melaksanakan sebagian tugas Dinas Pangan meliputi mutu pangan dan keamanan pangan.

Bidang Mutu dan Keamanan Pangan mempunyai fungsi :

(28)

a. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi mutu pangan;

b. Perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, pelaksanaan evaluasi dan pelaporan, serta pelaksanaan administrasi keamanan pangan; dan

c. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang Mutu dan Keamanan Pangan terdiri dari : A. Seksi Mutu Pangan

Seksi Mutu Pangan mempuyai tugas :

a. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi di bidang kelembagaan dan mutu pangan;

b. melaksanakan penyiapan bahan analisis dan kajian di bidang kelembagaan dan mutu pangan;

c. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kelembagaan dan mutu pangan;

d. melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi di bidang kelembagaan dan mutu pangan;

e. melaksanakan penyiapan bahan analisis dan kajian di bidang sanitasi pangan;

f. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang sanitasi pangan;

g. melaksanakan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan dibidang kelembagaan, mutu dan sanitasi pangan; dan

h. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.

(29)

B. Seksi Keamanan Pangan

Seksi keamanan pangan mempunyai tugas :

a. melaksanakan penyiapan bahan koordinasi di bidang keamanan pangan;

b. melaksanakan penyiapan bahan analisis dan kajian di bidang keamanan pangan;

c. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang keamanan pangan;

d. melaksanakan penyiapan bahan pelaksanaan pengawasan pangan segar dan pangan olahan yang beredar;

e. melaksanakan penyiapan bahan untuk sertifikasi jaminan keamanan pangan segar;

f. melaksanakan penyiapan bahan bimbingan teknis dan supervisi di bidang pengawasan keamanan pangan;

g. melaksanakan penyiapan bahan analisis dan kajian di bidang kerja sama dan informasi keamanan pangan;

h. melaksanakan penyiapan bahan penyusunan rumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerja sama dan informasi keamanan pangan;

i. melaksanakan penyiapan bahan jejaring keamanan pangan daerah (JKPD);

j. melaksanakan penyiapan bahan komunikasi, informasi dan edukasi keamanan pangan;

k. melaksanakan penyiapan bahan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan di bidang pengawasan keamanan pangan;

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugasnya.

(30)

Struktur Organisasi

Dinas Pangan Kabupaten Pacitan Tahun 2017 (Peraturan Bupati Pacitan Nomor 70 Tahun 2016)

KEPALA DINAS

SEKRETARIAT KELOMPOK

JABATAN FUNGSIONAL

UPTD

SUB BAGIAN PROGRAM, EVALUASI

DAN PELAPORAN

SUB BAGIAN KEUANGAN

SUB BAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN

BIDANG

KETERSEDIAAN DAN DISTRIBUSI PANGAN

SEKSI KETERSEDIAAN

PANGAN

SEKSI

DISTRIBUSI DAN AKSES PANGAN

BIDANG

KERAWANAN DAN CADANGAN PANGAN

SEKSI KERAWANAN

PANGAN

SEKSI CADANGAN

PANGAN

BIDANG KONSUMSI DAN PENGANEKARAGAMAN PANGAN

SEKSI KONSUMSI

PANGAN

SEKSI

PENGANEKARAGAMAN

KONSUMSI PANGAN

BIDANG MUTU DAN KEAMANAN

PANGAN

SEKSI MUTU PANGAN

SEKSI KEAMANAN

PANGAN

(31)

2.2 Sumber Daya Perangkat Daerah 2.2.1 Sumber Daya Manusia

Sumberdaya manusia yang dicantumkan dalam Renstra ini sesuai dengan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Dinas Pangan. Sesuai data tahun 2018 sebagaimana Tabel 2.1, pegawai yang bekerja di Dinas Pangan seluruhnya berjumlah 40 orang, terdiri dari 26 orang PNS dan 14 orang PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja).

Berdasarkan golongannya, para pegawai yang berstatus PNS terbagi menjadi 6 orang Golongan IV, 15 orang Golongan III, 4 orang Golongan II dan 1 orang Golongan I. Berdasarkan jenis kelamin, untuk PNS terdiri dari 17 orang laki-laki dan 9 orang perempuan. Sedangkan untuk PPPK terdiri dari 5 orang laki-laki dan 9 orang perempuan.

Dinas Pangan menempati gedung perkantoran di Jl. Letjend Suprapto No. 35, Tlp. ( 0357 ) 881224 Fax. ( 0357 ) 881450 dan email [email protected] .

SEKRETARIAT

(32)

Tabel 2.1

Daftar Susunan Pegawai

Dinas Pangan Kabupaten Pacitan Tahun 2018

No Uraian

Golongan Pegawai Kontrak

I II III IV Juml APBD

Kabupaten 1 PENDIDIKAN

1.1 S2 - - 1 5 6 - -

1.2 S1 - - 10 1 11 12 12

1.3 D3 - - 2 - 2 - -

1.4 SLTA - 4 2 - 6 1 1

1.5 SLTP/SD 1 - - - 1 1 1

Jumlah 1 4 15 6 26 14 14

2 ESELONISASI Struktural

2.1 Eselon II - - - 1 1

2.2 Eselon III - - - 5 5

2.3 Eselon IV - - 11 - 11

2.4 Staf 1 4 4 - 9

Jumlah 1 4 15 6 26

3 JENIS KELAMIN

3.1 Laki-laki 1 4 7 5 17 5 5

3.2 Perempuan - - 8 1 9 9 9

Jumlah 1 4 15 6 26 14 14

4 PENSIUN

4.1 Tahun 2016 - - - - -

4.2 Tahun 2017 - - - - -

4.3 Tahun 2018 - - 1 - 1

4.4 Tahun 2019 - - 1 - 1

4.5 Tahun 2020 - - 2 - 2

Jumlah - - 4 - 4

5 DIKLAT

5.1 Diklat Pim II - - - 1 1

5.2 Diklat Pim III - - 1 3 4

5.3 Diklat Pim IV - - - - -

Jumlah - - 1 4 4

(33)

Pada Tabel 2.2 ditampilkan komposisi pegawai Dinas Pangan berdasarkan golongan/ruang dan jenis kelamin yang seluruhnya berjumlah 40 orang yang terdiri dari 26 orang PNS dan 14 orang non PNS (PPPK).

Tabel 2.2

Daftar Pegawai Negeri Sipil dan Non PNS (PPPK)

Berdasarkan Golongan Ruang dan Jenis Kelamin Tahun 2018

Gol/

Ruang

Sekretariat

Bidang Ketersediaan dan Distribusi

Pangan

Bidang Kerawanan dan

Cadangan Pangan

Bidang Konsumsi dan

Penganekara- gaman Pangan

Bidang Mutu dan Keamanan

Pangan

Total

L P L P L P L P L P

PNS I/a

I/b

I/c 1 1

I/d

Jumlah 1 1 1

II/a

II/b 1 1

II/c 1 1 1 1

II/d 1 1

Jumlah 3 3 1 1 4

III/a 1 2 3

III/b 1 1

III/c 1 1 2 1 1 1 1 2 1 1 1 1

III/D 1 1 1 1 1 1 1 1

Jumlah 3 4 7 2 2 1 1 2 2 2 1 1 2 15

IV/a 1 1 1 1 1 1 1 1

IV/b 1 1

IV/c 1 1

IV/d IV/e

Jumlah 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 6

Total

PNS 9 4 13 2 2 4 2 1 3 2 1 3 2 1 3 26

NON PNS

Sekretariat

Bidang Ketersediaan dan Distribusi

Pangan

Bidang Kerawanan dan

Cadangan Pangan

Bidang Konsumsi dan

Penganekara- gaman Pangan

Bidang Mutu dan Keamanan

Pangan

Total

L P L P L P L P L P

PPPK

APBD 2 3 5 - - - 2 - 2 1 6 7 - - - 14

Jumlah 2 3 5 - - - 2 - 2 1 6 7 - - - 14

PNS/

Non

PNS 11 7 18 2 2 4 4 1 5 3 7 10 2 1 3 40

(34)

Menurut data kepegawaian tahun 2018, jumlah seluruh PNS dan Non PNS Dinas Pangan adalah 40 orang, dengan pembagian PNS dan Non PNS di setiap unit kerja adalah Sekretariat sejumlah 18 orang (45%), Bidang Ketersediaan dan Distibusi Pangan sejumlah 4 orang (10%), Bidang Kerawanan dan Cadangan Pangan sejumlah 5 orang (12%) dan Bidang Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan sejumlah 10 orang (25%). Bidang Mutu dan Keamanan Pangan sejumlah 3 Orang (8%). Persentase jumlah PNS seperti pada Grafik 2.1.

Grafik 2.1

Persentase Jumlah PNS Berdasarkan Unit Kerja

(35)

Tabel 2.3

Daftar Nominatif Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2018

Sumber : Kepegawaian, Tahun 2018 Pendidikan

Sekretariat

Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan

Bidang Kerawanan dan

Cadangan Pangan

Bidang Konsumsi dan

Penganekara- gaman Pangan

Bidang Mutu dan Keamanan

Pangan

Total PNS

L P L P L P L P L P

PNS

SD/MI/Sederajat

SMP/MTS/Sederajat 1 1 1

SMA/MA/Sederajat 4 4 1 1 1 1 6

D1 D2

D3 2 2 2

S1 2 2 4 2 2 1 1 2 1 3 1 1 11

S2 2 2 1 1 1 1 2 1 1 6

Jumlah 9 4 13 2 2 4 2 1 3 2 1 3 2 1 3 26

Pendidikan Sekretariat

Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan

Bidang Kerawanan dan

Cadangan Pangan

Bidang Konsumsi dan

Penganekara- gaman Pangan

Bidang Mutu dan Keamanan

Pangan

Total Non PNS

L P L P L P L P L P

NON PNS

SD/MI/Sederajat

SMP/MTS/Sederajat 1 1 1

SMA/MA/Sederajat 1 1 1

D1 D2 D3

S1 3 3 2 2 1 6 7 12

S2

Jumlah 2 3 5 2 2 1 6 7 14

Total Pegawai 11 7 18 2 2 4 4 1 5 3 7 10 2 1 3 40

(36)

Grafik 2.2

Persentase Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Menurut data kepegawaian tahun 2018, jumlah PNS yang berpendidikan S1 adalah yang terbanyak yaitu 11 orang atau 42% dari jumlah seluruh PNS. Sedangkan PNS yang berpendidikan SMA/ MA/

sederajat sejumlah 6 orang atau (23%) dan Diploma sederajat sejumlah 2 orang atau 8% dan berpendidikan S2 adalah 6 orang atau 23 %.

Sedangkan yang berpendidikan Sederajat SMP sejumlah 1 orang atau (4%).

2.2.2 Sarana dan Prasarana

Dalam melaksanakan tugas dan kinerja aparatur Dinas Pangan didukung oleh sarana dan prasarana sebagaimana Tabel 2.4. sebagian besar sarana dan prasarana tersebut masih layak pakai dan dalam kondisi Baik. Namun untuk kendaraan operasional, baik roda 4 maupun roda 2 dan sebagian dari meja kursi set masih menggunakan barang- barang APBN dan APBD provinsi. Untuk lima tahun mendatang, sarana dan prasarana tersebut perlu ditambah dan dilengkapi jenis dan jumlahnya untuk meningkatkan kinerja aparatur.

(37)

Tabel 2.4

Daftar Sarana dan Prasarana dari APBD Kabupaten Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Pacitan Tahun 2017

No Nama barang

Jumlah

Sumber Pengadaan Kondisi

APBD II

APBN (Ex

Proyek) RB RS RR BAIK

(Unit) (Unit) (Unit) (Unit) (Unit) (Unit) (Unit)

1 Tanah

bangunan kantor pemerintah

1 v - - - - B

2 Mesin ketik manual

1 v - - - - B

3 Mesin calculator 2 v - - - - B

4 Lemari besi/

metal

3 v - - - - B

5 Brand cash 2 v - - - - B

6 Kardek besi 3 v - - - - B

7 Lemari arsip 2 v - - - - B

8 Lemari kayu 1 v - - - - B

9 Meja kayu/rotan 9 v - - - - B

10 Kursi kayu/rotan

9

11 Meja rapat 10 v - - - - B

12 Kursi rapat 20 v - - - - B

13 Kursi tamu 15 v - - - - B

14 Sofa 1 v - - - - B

15 Lemari es 1 v - - - - B

16 AC split 2 v - - - - B

17 Kompor gas 1 v - - - - B

18 Tabung gas 1 v - - - - B

19 Alat

rumahtangga lainnya

1 v - - - - B

20 PC 7 v - - - - B

21 Laptop 3 v - - - - B

22 Notebook 7 v - - - - B

23 Printer 7 v - - - - B

24 CPU 1 v - - - - B

25 Monitor 1 v - - - - B

26 Scanner 1 v - - - - B

27 UPS 2 v - - - - B

28 Mobil Station Wagon

1 v - - - - B

29 Sepeda Motor 42 v - - - Baik

30 Lemari

Besi/Metal 14 - v - - - Baik

31 Filling

Besi/Metal 15 - V - - - Baik

(38)

No Nama barang

Jumlah

Sumber Pengadaan Kondisi

APBD II

APBN (Ex

Proyek) RB RS RR BAIK

(Unit) (Unit) (Unit) (Unit) (Unit) (Unit) (Unit) 32 Kursi kerja

pegawai non struktural

10 v - - - - B

33 Camera+attach

ment 2 v - - - - B

34 Projector+attach

ment 1 v - - - - B

35 Camera

elektronik 1 v - - - - B

36 Soundsystem 1 v - - - - B

37 Alat-alat laboratorium kimia

1 v - - - - B

38 Food troley 1 v - - - - B

39 Bangunan gedung kantor permanen

1 v - - - - B

40 Bangunan gudang tertutup permanen

2 v - - - - B

41 42 43 44 45 46

Instalasi listrik Brand Kas P.C Unit (Persinil Computer) Note Book Camera Electronik Printer

1 2 1 2 3 2

v - v v v v

- v - - - -

- - - - - -

- - - - - -

- - - - - -

B B B B B B Sumber : Barang dan Aset, 2016

2.2.3 Stakeholders

Hampir seluruh kegiatan Dinas Pangan Kabupaten Pacitan di tingkat lapangan dilaksanakan dengan melibatkan stakeholders lainnya, yaitu penerima manfaat yang paling banyak adalah kelompok-kelompok masyarakat pelaku utama dan stakeholders pendukung lainnya seperti KTNA, Perum Bulog, BPS dan pedagang sembako. Stakeholders tersebut pada umumnya sudah berbentuk kelembagaan, yaitu Kelompok Lumbung Pangan Desa, kelompok KRPL, Kelompok Umbi-umbian, Taman Posyandu, Kelompok Usaha Lahan Kering (ex PIDRA), Kelompok Karangkitri dan kelompok pangan olahan.

Referensi

Dokumen terkait

Adanya penurunan kinerja memberi peringatan kepada manager akan adanya strategi dan pemanfaatan sumber daya perusahaan yang tidak efektif (Francis dan Desai,

Prakarsa (2010) dalam penelitiannya yang berjudul “Dampak Alih Fungsi Lahan Terhadap Produksi Padi Sawah Di Kabupaten Deli Serdang” menunjukkan hasil bahwa alih fungsi padi sawah

Sebagaimana telah dikemukakan dalam butir sebelumnya, karena universitas adalah lembaga riset, dengan demikian dalam siklus industri universitas dapat memerankan dirinya

Pada penelitian ini akan dilakukan optimasi pada granul pembawa campuran interaktif deksametason dengan factorial design 2 2 untuk mempelajari dua faktor yang berupa

Bisa untuk mengirim SMS ke nomor tertentu, semua nomor atau berdasar group  Customizable Auto Reply SMS via Import Data Excel.. Anda dapat membuat SMS autoreply dengan

Hasilnya telah banyak orang yang tinggal pada daerah yang kaya sumber daya alam, termasuk di dalam dan sekitar kawasan hutan, dikriminalisasi sebagai ekses dari

37 Tahun 2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia menyatakan bahwa ;“perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari yang

Secara keseluruhan hasil produksi perikanan darat sebesar 31.826 ton dengan konsentrasi terbanyak di Kabupaten Muaro Jambi, sedangkan produksi perikanan hasil