• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKIP DINAS KOTA TANGERANG PERHUBUNGAN TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LKIP DINAS KOTA TANGERANG PERHUBUNGAN TAHUN 2020"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

(1)

TAHUN 2020

LKIP

DINAS

PERHUBUNGAN

KOTA TANGERANG

(2)

Dinas Perhubungan kota Tangerang

(3)

- i -

Sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku Pengguna Anggaran menyusun Laporan Kinerja dan menyampaikannya kepada walikota dan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.

Laporan kinerja merupakan bagian penting dari Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), yang merupakan rangkaian sistematik dari berbagai aktivitas, alat, dan prosedur yang dirancang untuk tujuan penetapan dan pengukuran, pengumpulan data, pengklasifikasian, pengikhtisaran, dan pelaporan kinerja pada instansi pemerintah, dalam rangka pertanggungjawaban dan peningkatan kinerja instansi pemerintah. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Badan Pendapatan Daerah Kota Tangerang tahun 2020 merupakan wujud pertanggungjawaban dan upaya peningkatan atas kinerja pelaksanaan program dan kegiatan di tahun 2020. LKIP menilai capaian atas Perjanjian Kinerja tahun 2020 yang telah ditandatangani yang berisi sasaran strategis beserta indikator dan targetnya. Berdasarkan Perjanjian Kinerja antara Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang dengan Walikota Tangerang, terdapat 1 (satu) sasaran strategis dan indikator kinerjanya yaitu: Sasaran strategis Meningkatkan Kualitas Pelayanan Transportasi Publik dengan indikator kinerja Kecepatan Rata - Rata Perjalanan Kendaraan.

Untuk mewujudkan target indikator kinerja dari sasaran strategis didukung oleh pencapaian program dengan target kinerjanya yang menjadi tanggung jawab Esselon III serta pencapaian kegiatan dengan target kinerjanya yang menjadi tanggung jawab Esselon IV. Indikator kinerja Kecepatan Rata - Rata Perjalanan Kendaraan didukung oleh 4 (empat) program yaitu Program Pengembangan Sistem Transportasi, Program Pengelolaan Angkutan, Program Pengelolaan Lalu Lintas dan Program Pengembangan dan Pengelolaan Penerangan Jalan Umum (9 kegiatan). Indikator kinerja cakupan operasional administrasi perkantoran didukung 1 (satu) program yaitu Program Tata Kelola Pemerintahan (3 kegiatan). Capaian Indikator kinerja Kecepatan Rata - Rata Perjalanan Kendaraan 22 Km/jam, Capaian kinerja tersebut didukung oleh capaian 1 indikator program mencapai 100% dan capaian seluruh indikator kegiatan 100%.

(4)

- i -

Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat kepada kita semua sehingga kita dapat melaksanakan pembangunan di Kota Tangerang khususnya di bidang perhubungan dan menyelesaikan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) DISHUB Kota Tangerang Tahun 2020.

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan salah satu bentuk dari pertanggungjawaban yang telah diatur dalam Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan pengelolaan sumber dan kebijaksanaan berdasarkan Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja Kegiatan dan sasaran yang mengacu pada Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2019-2023. LAKIP memuat capaian kegiatan selama tahun 2020 sebagai realisasi atas pelaksanaan sasaran program dan kegiatan yang dimuat dalam Rencana Strategis dan Rencana Kerja Dinas Perhubungan Kota Tangerang.

Kami menyadari bahwa untuk melaksanakan visi dan misi di bidang perhubungan yang diamanahkan oleh pemerintah kota dan masyarakat tidak lepas dari kekurangan – kekurangan dan kendala – kendala yang dihadapi. Dan kami telah mengupayakan untuk mengatasi kendala – kendala tersebut untuk mengajak peran serta seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk berperan aktif dan konstruktif dalam pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat.

(5)

- ii -

Pada kesempatan ini, Kami sampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pegawai Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan seluruh pihak yang telah membantu dalam penyusunan LAKIP ini, dengan harapan semoga LAKIP ini dapat bermanfaat.

Pada akhirnya, tidak semua yang kita rencanakan berjalan sesuai dengan harapan, namun demikian dengan adanya laporan akuntabilitas kinerja ini kami berharap dapat memperoleh umpan balik untuk peningkatan kinerja Dinas Perhubungan Kota Tangerang melalui perbaikan penerapan fungsi-fungsi manajemen secara benar, mulai dari perencanaan, pengukuran, pelaporan, evaluasi dan pencapaian kinerja, sehingga dapat mengetahui/menilai keberhasilan dan kegagalan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab serta meningkatkan akuntabilitas dan kredibilitas instansi pemerintah yang akuntabel di mata instansi yang lebih tinggi dan meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Tangerang, 02 Februari 2021 KEPALA DINAS PERHUBUNGAN

KOTA TANGERANG

WAHYUDI ISKANDAR, S.STP, M.Si

NIP. 19770528 199612 1 001

(6)

Kata Pengantar Daftar Isi

Ikhtisar Eksekutif ……….. i

Bab I Pendahuluan ……… 1

A. Latar Belakang ………... 1

B. Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi ………... 8

C. Struktur Organisasi ………. 10

D. Asset ……… 14

E. Sistematika Penyajian ………. 15

Bab II Perencanaan Kinerja ………. 19

A. Rencana Strategis ……… 19

B. Perjanjian Kinerja ………. 26

Bab III Akuntabilitas Kinerja Tahun ……… 30

A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun ……… 30

B. Analisis Capaian Kinerja ……… 34

C. Akuntabilitas Keuangan ………. 63

Bab IV Penutup ………. 66

A. Simpulan ………. 67

B. Saran ……… 68

(7)

1 A. Latar Belakang

alam rangka penyelenggaraan good governance, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas, terukur, dan syah sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Untuk mewujudkan hal tersebut, setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan negara diwajibkan untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan pada suatu perencanaan strategis yang ditetapkan oleh masing-masing instansi.

Pertanggungjawaban dimaksud berupa laporan yang disampaikan kepada atasan masing-masing, lembaga-lembaga pengawasan, dan penilai akuntabilitas, dan akhirnya disampaikan kepada Presiden selaku kepala pemerintahan. Laporan tersebut menggambarkan kinerja instansi pemerintah yang bersangkutan melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Berdasarkan Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29

D

PENDAHULUAN

I

(8)

2 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, bahwa Pemerintah Daerah maupun Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daerah diwajibkan untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) untuk memberikan pertanggungjawaban mengenai kinerja satuan kerja perangkat daerah serta Pemerintah Daerahnya sesuai dengan program dan kegiatan yang dilaksanakan pada setiap tahunnya.

Dalam rangka upaya untuk memenuhi Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Dinas Perhubungan Kota Tangerang menyusun media pertanggungjawaban kinerja yang dituangkan dalam bentuk LAKIP Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2020 yang diharapkan dapat memberikan informasi mengenai kinerja DISHUB Kota Tangerang bagi Walikota, dan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder).

Penyusunan Laporan Kinerja DISHUB Kota Tangerang Tahun 2020, mengacu kepada Rencana Strategis DISHUB Kota Tangerang 2019 – 2023, yang merupakan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tangerang Tahun 2019-2023, Rencana Kinerja Tahun 2020 DISHUB Kota Tangerang, yang merupakan penjabaran dari Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Tangerang Tahun 2020, serta Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perencanaan pembangunan tahunan daerah Kota Tangerang.

 Dasar hukum terbentuknya organisasi

Dasar hukum yang digunakan dalam penyusunan LAKIP DISHUB Kota Tangerang Tahun 2020 adalah :

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;

(9)

3 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008;

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;

6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

7. Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

8. Instruksi Presiden Nomor 07 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

9. Instruksi Presiden Nomor 05 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan korupsi;

10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;

11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/09/M.PAN/05/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah;

12. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

13. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tentang Perbaikan Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

14. Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 1 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Kota Tangerang;

15. Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Lembaga Teknis Daerah;

16. Peraturan Walikota Tangerang Nomor 27 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kota Tangerang.

(10)

4

 Tujuan terbentuknya organisasi

Tuajuan terbentuknya Dinas Perhubungan merupakan unsur pelaksana otonomi daerah di bidang perhubungan yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui SEKDA. Dinas Perhubungan mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang perhubungan berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan. Dinas Perhubungan dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi sebagai berikut :

1. Perumusan kebijakan Bidang Lalu Lintas Jalan, Angkutan Jalan, Jaringan Transportasi dan Penerangan Jalan Umum;

2. Pelaksanaan kebijakan Bidang Lalu Lintas Jalan, Angkutan Jalan, Jaringan Transportasi dan Penerangan Jalan Umum;

3. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan Bidang Lalu Lintas Jalan, Angkutan Jalan, Jaringan Transportasi dan Penerangan Jalan Umum;

4. Pelaksanaan pembinaan administrasi dan kesekretariatan kepada seluruh unit kerja di lingkungan Dinas; dan

5. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota Tangerang, sesuai tugas dan fungsinya.

6. Dinas Perhubungan dipimpin oleh Kepala Dinas yang membawahi Sekretaris, Bidang Lalu Lintas Jalan, Bidang Angkutan Jalan, Bidang Jaringan Transportasi dan Penerangan Jalan Umum dan UPT Dinas

 Aspek strategis organisasi

Adapun isu-isu strategis terkait dengan perhubungan adalah sebagai berikut :

1. Pengembangan angkutan sistem transit berbasis jalan yang memiliki daya angkut massal;

2. Rendahnya kecepatan rata-rata kendaraan;

3. Rendahnya kinerja angkutan kota;

(11)

5 4. Perhatian akan keselamatan jalan yang belum tertangani secara

serius;

 Permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi

PERMASALAHAN ORGANISASI

Dalam usaha mencapai tujuan dan sasaran sesuai Rencana Strategis Dinas Perhubungan 2019-2023 terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi oleh Dinas Perhubungan Kota Tangerang.

Adapun beberapa permasalahan tersebut adalah sebagai berikut :

1. Terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang perhubungan.

2. Terbatasnya prasarana yang dimiliki oleh terminal.

3. Problema keselamatan jalan belum mendapatkan perhatian yang lebih oleh pemerintah daerah, sehingga program kegiatan peningkatan keselamatan jalan belum dapat dijalankan.

4. Lemahnya koordinasi dan kerjasama di sektor perhubungan.

UPAYA PERMASALAHAN

Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh organisasi Dinas Perhubungan Kota Tangerang dibutuhkan beberapa upaya dalam rangka mengatasi permasalahan antara lain :

1. Bekerjasama dengan instansi/OPD pembina kepegawaian untuk peningkatan kapasitas sumber daya aparatur dan mendorong penganggaran peningkatan kompetensi di bidang perhubungan bagi pegawai yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan Kota Tangerang.

2. Pengoptimalan pelayanan terminal dengan segala fasilitas yang ada melalui pemeliharaan dan rehabilitasi prasarana terminal.

(12)

6 3. Menjadikan faktor keselamatan jalan sebagai sasaran yang harus diselesaikan oleh Dinas Perhubungan melalui dokumen Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kota Tangerang 2019-2023. Dimana sasaran tersebut akan dicapai melalui program pengelolaan lalu lintas dan program penerangan jalan umum.

4. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak baik secara formal maupun non formal terkait kebijakan bidang perhubungan dalam penanganan kemacetan, bahwasanya Dinas Perhubungan tidak memiliki wewenang dalam pembangunan insfrastruktur jalan dan persimpangan.

Dari isu permasalahan di atas, selanjutnya dibuat analisa SWOT.

Tabel 1.1

FAKTOR-FAKTOR INTERNAL

KEKUATAN KELEMAHAN

1. Fasilitas sarana dan prasarana yang memadai

2. Tersedianya sumberdaya manusia yang terampil 3. Tersedianya sarana dan

prasarana dalam menunjang perencanaan dan pengembangan sektor transportasi

1. Terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang perhubungan

2. Terbatasnya prasarana yang dimiliki oleh terminal 3. Problema keselamatan jalan

belum mendapatkan perhatian yang lebih oleh pemerintah daerah, sehingga program kegiatan

peningkatan keselamatan jalan belum dapat dijalankan 4. Lemahnya koordinasi dan

kerjasama di sektor perhubungan

Tabel 1.2

FAKTOR-FAKTOR EKSTERNAL

PELUANG ANCAMAN

1. Adanya peran swasta,

dinas/instansi lain pada sektor perhubungan

2. Kebijakan dalam menjalankan pembangunan sektor

perhubungan

3. Situasi daerah yang kondusif

1. Masih kurangnya kesadaran masyarakat tentang tertib lalulintas di jalan raya 2. Tidak seimbangnya

pertumbuhan jumlah

kendaraan dengan kapasitas jalan yang tersedia

(13)

0 7

100000 200000 300000 400000

Target Realisasi

Target Realisasi 3. Tuntutan masyarakat akan

pelayanan yang baik di sektor perhubungan

 Potensi organisasi

Pelaporan kinerja Dinas Perhubungan melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) menjadi salah satu upaya yang dilakukan untuk mendorong tata kelola pemerintahan yang baik. Adapun capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Dinas Perhubungan pada tahun 2020 adalah sebagai berikut :

Sasaran 1 : Menurunnya kemacetan dengan indikator Prosentase titik kemacetan yang tertangani pada tahun 2020 ditargetkan 38.46% dan

capaian realisasi mencapai 38.46%. Artinya sasaran ini sudah mencapai 100% dan mencapai target dengan predikat sangat tinggi

0 5 10 15 20

Target Realisasi

Target Realisasi

Sasaran 2 : Meningkatnya Pelayanan Angkutan Umum dengan indikator Terpenuhinya jumlah kapasitas angkutan umum sistem transit pada tahun 2020 ditargetkan sebanyak 992.800 penumpang dan capaian realisasi mencapai 992.800 penumpang. Artinya sasaran

ini sudah mencapai 100% dan mencapai target dengan predikat sangat tinggi

(14)

8

0 100000 200000 300000 400000

Target Realisasi

Target Realisasi

Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa capaian IKU Dinas Perhubungan Kota Tangerang dengan ketiga sasarannya telah mencapai kategori sangat tinggi.

Bahwa upaya Pemantauan kinerja secara berkala saat ini telah dilakukan melalui penggunaan aplikasi sistem informasi monitoring dan evaluasi untuk melakukan monitoring kinerja OPD setiap Triwulan terhada pelaksanaan program dan kegiatan yang merupakan implementasi pencapaian Rencana Aksi serta perjanjian kinerja OPD.

B. Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi

Tugas Pokok dan Fungsi secara umum dari Dinas Perhubungan Kota Tangerang adalah sebagai berikut:

1) Pelaksanaan teknis fungsional di bidang perhubungan yang meliputi bidang pengembangan sistem transportasi, bidang angkutan, bidang lalulintas dan bidang pengendalian operasional.

2) Pelaksanaan teknis operasional di perhubungan terutama dalam hal UPTD terminal, UPTD pengujian kendaraan bermotor dan UPTD Angkutan umum massal.

Sasaran 3 : Meningkatnya keselamatan lalu lintas dengan indikator Rasio kecelakaan lalu lintas pada tahun 2020 ditargetkan dengan

rasio 0.000234 dan capaian realisasi mencapai rasio 0.000234.

Artinya sasaran ini sudah mencapai 100% dan mencapai target dengan predikat sangat tinggi

(15)

9 3) Penyelenggaraan pelayanan teknis administratif ke tata usahaan yang meliputi urusan bagian umum dan kepegawaian, bagian keuangan dan bagian perencanaan.

Sementara apabila dijabarkan secara lebih spesifik, keberadaan Dinas Perhubungan di Kota Tangerang berdasarkan tugas pokok dan fungsi terutama dalam hal pelaksanaan teknis yang berkaitan dengan perannya terhadap kinerja pemerintah daerah Kota Tangerang secara keseluruhan adalah sebagai berikut :

• Bidang Pengembangan Sistem Transportasi

Terkait dengan fungsi Penyelenggaraan penyusunan dan pengembangan sistem transportasi di Daerah, penyelenggaraan perencanaan teknis pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, serta perbaikan prasarana dan sarana transportasi, penyelenggaraan perencanaan penanggulangan masalah lalu lintas di Daerah dan penyelenggaraan analisis dan evaluasi terhadap kinerja sistem transportasi di Daerah;

• Bidang Angkutan

Terkait dengan fungsi penyelenggaraan pembinaan, pengawasan dan pengendalian di lingkup angkutan orang, angkutan barang dan angkutan khusus, serta penyelenggaraan pelayanan umum dan pembinaan teknis perijinan di lingkup angkutan orang, angkutan barang dan angkutan khusus dan Penyelenggaraan pengumpulan data dan bahan yang berkaitan dengan angkutan orang, angkutan barang dan angkutan khusus.

• Bidang Lalulintas

Terkait dengan fungsi maka bidang lalulintas menyelenggarakan rumusan kebijakan teknis dan pembinaan di bidang manajemen dan rekayasa lalu lintas, penyusunan rumusan kebijakan teknis dan pembinaan di bidang prasarana dan sarana transportasi, penyelenggaraan pembangunan, pengadaan, dan peningkatan kualitas prasarana dan sarana fisik dalam lingkup tugas Bidang Lalu Lintas, penyelenggaraan pembinaan teknis perijinan dan pengelolaan retribusi daerah pemantauan serta pengawasan

(16)

10 terhadap pelaksanaan ketentuan perundang-undangan mengenai pengoperasian kendaraan bermotor angkutan umum/barang di jalan dan kondisi kelancaran lalu lintas di Daerah, penyelenggaraan operasi pemeriksaan surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor angkutan umum/barang, penyelenggaraan penerbitan/pemberian surat bukti pelanggaran ketentuan perundang-undangan mengenai pengoperasian kendaraan bermotor angkutan umum/barang di jalan, penyelenggaraan upaya-upaya penanggulangan gangguan terhadap kelancaran arus lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas, penyelenggaraan pembinaan teknis perijinan dalam rangka penanggulangan gangguan terhadap kelancaran arus lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas dan penyelenggaraan pembangunan, pengadaan, dan peningkatan kualitas prasarana dan sarana fisik dalam lingkup tugas Bidang Lalu Lintas;

• Bidang Penerangan Jalan Umum

Berdasarkan Peraturan Walikota Tangerang Nomor 70 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Perhubungan, adalah sebagai berikut :

Bidang Penerangan Jalan Umum mempunyai Tugas menyelenggarakan sebagian tugas Dinas dalam lingkup Pengelolaan Penerangan Jalan Umum.

Bidang Penerangan Jalan Umum mempunyai Fungsi :

1. Penyelenggaraan Pembangunan Penerangan Jalan Umum; dan Penyelenggaraan Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum.

C. Struktur Organisasi

Berdasarkan Peraturan Walikota Nomor 27 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kota Tangerang dan Peraturan Walikota Tangerang Nomor 37 Tahun 2010 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas

(17)

11 Angkutan Umum Massal pada Dinas Perhubungan Kota Tangerang, maka Struktur Organisasi Dinas Perhubungan Kota Tangerang sebagai berikut : (1) Susunan organisasi Dinas adalah :

a) Kepala Dinas;

b) Sekretariat, yang membawahi:

1. Sub Bagian Umum Dan Kepegawaian;

2. Sub Bagian Keuangan;

3. Sub Bagian Perencanaan.

c) Bidang Pengembangan Sistem, yang membawahi : 1. Seksi Bina Sistem Transportasi;

2. Seksi Analisis Dan Evaluasi;

d) Bidang Angkutan, membawahi : 1. Seksi Angkutan Orang;

2. Seksi Angkutan Barang Dan Angkutan Khusus;

e) Bidang Lalu Lintas, yang membawahi : 1. Seksi Teknik Lalu Lintas;

2. Seksi Prasarana Lalu Lintas;

3. Seksi Pengawasan dan Penertiban Lalu Lintas.

f) Bidang Penerangan Jalan Umum, yang membawahi : 1. Seksi Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum;

2. Seksi Pembangunan Penerangan Jalan Umum.

g) UPTD Terminal, membawahi : 1. Sub Bagian Tata Usaha;

2. Kelompok Jabatan Fungsional.

h) UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor, membawahi : 1. Sub Bagian Tata Usaha;

2. Kelompok Jabatan Fungsional.

i) UPTD Angkutan Umum Massal, membawahi : 1. Sub Bagian Tata Usaha;

2. Kelompok Jabatan Fungsional.

(18)

12 Bagan Struktur Organisasi Dinas adalah merupakan bagian tidak terpisah dari peraturan ini dapat dilihat pada gambar 1.1 bagan SOTK terlampir.

(19)

13

Gambar 1.1 Bagan SOTK Dinas Perhubungan Kota Tangerang Hubungan TAPKIN dengan Dokumen Lainnya

(20)

14 D. Asset

No Aset SKPD Satuan Kondisi Tahun

Perolehan Nilai Rupiah Baik Sedang Rusak

1 2 3 4 5 6 7 8

1 TANAH Lokasi 21 2003-2020 118.235.391.303,3

9

2 PERALATAN DAN MESIN 2072 2003 - 2020 82.108.917.415,95

a. Alat Besar unit 16 2003 - 2020 531.645.303,26

b. Alat Angkutan unit 313 2003 - 2020 54.276.335.991,57

c. Alat Bengkel dan Alat

Ukur unit 140 2003 – 2020 6.219.099.199,38

d. Alat Pertanian -

e. Alat Kantor dan Rumah

Tangga unit 817 2003 – 2020 5.268.556.032,74

f. Alat Studio Komunikasi

dan Pemancar unit 320 2003 – 2020 2.335.494.573,83

g. Alat Kedokteran dan Kesehatan

h. Alat Laboratorium

i. Alat Persenjataan unit 8 2003 – 2020 35.537.821,52

j. Komputer unit 301 2003 – 2020 7.537.923.309,40

k. Alat Eksplorasi -

l. Alat Pengeboran -

m. Alat Produksi Pengolahan

dan Pemurnian -

n. Alat Bantu Eksplorasi -

o. Alat Keselamatan Kerja unit 6 2003 – 2020 33.600.000,00

p. Alat Peraga -

q. Peralatan Proses

Produksi -

r. Rambu – rambu unit 151 2003 – 2020 5.870.725.184,25

s. Peralatan Olahraga -

GEDUNG DAN BANGUNAN 187 2003 – 2020 45.869.480.372,43

a. Bangunan Gedung unit 182 2003 – 2020 44.653.426.867,93

b. Monumen -

c. Bangunan Menara -

d. Tugu Titik Kontrol Pasti unit 5 2003 – 2020 1.216.053.504,50

JALAN, IRIGASI, INSTALANSI

DAN JARINGAN 43.099 2003 – 2020 258.906.247.486,0

0

a. Jalan dan Jembatan unit 203 2003 – 2020 6.175.632.334,72

b. Bangunan Air unit 3 2003 – 2020 497.969.359,72

c. Instalasi unit 4 2003 – 2020 190.444.223,38

d. Jaringan

unit 42.889 2003 – 2020 252.042.201.568,6

9

ASET TETAP LAINNYA 1 2003 – 2020 41.069.000,00

a. Bahan Perpustakan -

b. Barang Bercorak Kesenian Kebudayaan Olahraga

unit 1 2003 – 2020 41.069.000,00

c. Hewan -

d. Biodata Perairan -

e. Tanaman -

f. Barang Koleksi non

Budaya -

g. Aset Tetap Dalam

Renovasi -

KONSTRUKSI DALAM

PENGERJAAN -

ASET LAINNYA 6 2003 – 2020 -

a. Kemitraan Dengan Pihak

Ketiga -

b. Aset Tidak Berwujud unit 6 2003 – 2020 406.922.976,16

c. Aset Lain – Lain -

BELANJA BARANG DAN JASA -

a. Belanja Barang Pakai

Habis -

(21)

15 E. Sistematika Penyajian

Penulisan LAKIP Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2020 disusun dengan sistematika mengacu pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan

Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, sebagai berikut : Ikhtisar Eksekutif,

Pada bagian ini disajikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis maupun penetapan kinerja serta sejauh mana instansi pemerintah mencapai tujuan dan sasaran utama tersebut, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaiannya. Disebutkan pula langkahlangkah apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatan.

Bab I Pendahuluan A. Latar Belakang

a. Dasar hukum terbentuknya organisasi;

b. Tujuan terbentuknya organisasi;

c. Aspek strategis organisasi;

d. Permasalahan utama (strategic issued) yang sedang dihadapi organisasi;

e. Potensi Organisasi.

B. Kedudukan, Tugas Pokok, dan Fungsi a. Kedudukan

b. Tugas c. Fungsi

C. Struktur Organisasi

(22)

16 Jumlah Pegawai SKPD berdasarkan Jabatan, Pendidikan Terakhir, Golongan/Pangkat, Esselon dan Diklat yang telah diikuti

D. Asset

Jumlah Asset yang digunakan dan yang tidak digunakan berdasarkan tahun pengadaan.

E. Sistematika Penyajian

Bab II Perencanaan Kinerja

Pada bab ini disajikan gambaran singkat mengenai: Rencana Strategisserta Penetapan Kinerja. Pada awal bab ini disajikan gambaran secarasingkat sasaran yang ingin diraih instansi pada tahun yang bersangkutanserta bagaimana kaitannya dengan capaian visi dan misi instansi.

A. Rencana Strategis

Uraian singkat tentang ikhtisar rencana strategis instansi mulai dan visi misi, tujuan, sasaran serta kebijakan dan program instansi.

a. Visi b. Misi c. Tujuan d. Sasaran e. IKU

B. Perjanjian Kinerja

Disajikan target-target penting yang sudah diperjanjikan dan dijelaskan apakah ada perbedaan antara target kinerja pada Rencana Kinerja dengan yang di Perjanjian Kinerja.

Bab III Akuntabilitas Kinerja Tahun 2020

A. Pengukuran Capaian Kinerja Tahun 2020

(23)

17 Pengukuran adalah aktivitas pembandingan antara sesuatu dengan alat ukurnya (indikator kinerja - performance indicators) atau pembandingan antara target indikator dengan realita/fakta.

B. Analisis Capaian Kinerja

Merupakan proses untuk mengurai suatu kondisi sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam. analisis kinerja paling tidak dilakukan dengan cara melakukan analisis adanya beda (performance gap analysis), yaitu melihat beda (gap) antara yang sudah direncanakan dengan realisasinya atau kenyataannya. Jika terdapat gap yang besar, maka perlu diteliti sebab-sebabnya berikut berbagai informasi kendala dan hambatannya termasuk usulan tindakan-tindakan apa yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut.

- Membandingkan antara target dan realisasi kinerja tahun 2020;

- Membandingkan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2020 dengan 5 tahun sebelumnya.

- Membandingkan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2020 dengan target kinerja jangka menengah yang terdapat dalam dokumen Renstra SKPD;

- Membandingkan realisasi kinerja tahun 2020 dengan standar nasional (seperti: SPM, SDGs dll);

- Penjelasan indikator kinerja dan menyajikan data pendukung dalam pencapaian target kinerja;

- Hambatan dan Kendala yang dihadapi dalam rangka pencapaian target indikator kinerja sasaran;

- Usulan pemecahan permasalahan hambatan dan permasalahan tersebut.

C. Akuntabilitas Keuangan

Mengemukakan penyerapan/ realisasi anggaran organisasi/ SKPD.

(24)

18 - Penjelasan Realisasi Anggaran yang digunakan dan yang telah

digunakan untuk mewujudkan kinerja organisasi sesuai dengan dokumen Perjanjian Kinerja;

- Diagram Laporan Realisasi Anggaran per Triwulan;

- Grafik Pola Penyerapan Anggaran;

- Upaya mengatasi kendala penyerapan anggaran.

Bab IV Penutup

Mengemukakan tinjauan secara umum tentang keberhasilan dan kegagalan, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja instansi yang bersangkutan serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang.

A. Simpulan B. Saran Lampiran-lampiran

1. Formulir Rencana Strategis SKPD 2. Formulir Perjanjian Kinerja SKPD 3. Formulir Pengukuran Kinerja

4. Formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan

(25)

Per 31 Desember 2020

ISI KOSONG SD SLTP SLTA D1 D2 D3 S1/D4 S2 S3 NON PNS I II III IV PIM I PIM II PIM III PIM IV

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

1 Kepala Dinas 1 1 1 1

2 Sekretaris 1 1 1 1

3 Kabid Penerangan Jalan Umum 1 1 1 1

4 Kabid Angkutan 1 1 1 1

5 Kabid Pengembangan Sistem Transportasi 1 1 1 1

6 Kabid Lalu Lintas 1 1 1 1

7 Kasubag Keuangan 1 1 1 1

8 Kasubag Perencanaan 1 1 1

9 Kasubag Umum dan Kepegawaian 1 1 1 1

10 Kasi Teknik Prasarana Lalu Lintas 1 1 1 1

11 Kasi Manajemen & Rekayasa Lalu Lintas 1 1 1

12 Kasi Pengendalian dan Penertiban Lalin 1 1 1

13 Kasi Sarana Angkutan 1 1 1 1

14 Kasi Prasarana Angkutan 1 1 1

15 Kasi Pengkajian Sistem Transportasi 1 1 1 1

16 Kasi Analisis dan Evaluasi 1 1 1 1

17 Kasi Pembangunan PJU 1 1 1 1

18 Kasi Pemeliharaan PJU 1 1 1 1

19 Kepala UPT Prasarana Teknis Perhubungan 1 1 1 1

20 Kepala UPT Prasarana Perhubungan 1 1 1

21 Kasubag TU UPT Prasarana Teknis Perhubungan 1 1 1

22 Kasubag TU UPT Prasarana Perhubungan 1 1 1

23 Fungsional Tertentu 5 2 1 1 1 5

24 Fungsional Umum/Staf Pelaksana 66 3 34 3 22 4 424 4 30 32

93 0 0 3 37 0 1 4 34 14 424 4 30 53 6 0 0 3 12

15 JUMLAH PEGAWAI DINAS PERHUBUNGAN

BERDASARKAN JABATAN, PENDIDIKAN, GOLONGAN/PANGKAT ESSELON DAN DIKLAT TAHUN 2020

NO NAMA JABATAN

STATUS JABATAN KUALIFIKASI PENDIDIKAN (TERAKHIR) GOLONGAN / PANGKAT DIKLAT STRUKTURAL

J U M L A H

JUMLAH TOTAL 93 93 517

(26)
(27)

19 A. RENCANA STRATEGIS

esuai Pasal 85 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 54 Tahun 2010 menyebutkan bahwa Renstra OPD memuat Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program Dan Kegiatan yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi OPD serta berpedoman kepada RPJMD serta bersifat indikatif. Muatan Renstra OPD itu sendiri dirumuskan dalam rangka mewujudkan pencapaian sasaran program yang ditetapkan JARKIN dalam RPJMD.

Dinas Perhubungan Kota Tangerang telah memiliki Rencana Strategis 2019- 2023 yang telah mengakomodir Permendagri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah dan semakin berkembangnya pemahaman mengenai akuntabilitas kinerja terkait dengan anggaran berbasis kinerja.

Dalam penyusunan LAKIP 2020 mendasarkan pada Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kota Tangerang 2019-2023 dengan beberapa modifikasi pada komponen-komponennya, yaitu Tujuan, Sasaran, Strategi, Kebijakan, program dan indikasi kegiatan Dinas Perhubungan Kota Tangerang dalam penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya selama periode 2019-2023

1. TUJUAN DAN SASARAN STRATEGIS OPD

Tujuan dan sasaran merupakan suatu kondisi yang ingin dicapai dalam jangka waktu lima tahun kedepan dimana hal tersebut bentuk penjabaran dari Rencana Strategis yang ditetapkan JARKIN oleh Dinas Perhubungan. Tujuan

S

PERENCANAAN KINERJA

2

(28)

20 sendiri lebih mengarah pada perumusan sasaran, kebijakan dan program.

Sedangkan sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata dengan rumusan yang lebih spesifik, terukur dan dalam kurun waktu yang lebih pendek dari tujuan.

Tujuan yang ingin dicapai melalui Meningkatnya Kualitas Pelayanan Transportasi Publik. Berdasarkan tujuan tersebut, sasaran yang akan dicapai adalah Menurunnya Kemacetan, Memingkatnya Pelayanan Angkutan dan Meningkatnya Keselamatan Lalu Lintas.

Tabel 2.1

Tujuan dan Sasaran Strategis Pelayanan OPD

No Tujuan / Sasaran

Indikator

Kinerja Satuan

Target Kinerja

2019 2020 2021 2022 2023

1. Meningkatnya Kualitas Pelayanan Transportasi Publik

Kecepatan rata – rata perjalanan kendaraan

Km/jam 21 22 23 24 25

Prosentase peningkatan pemenuhan kapasitas penumpang angkutan umum sistem transit

% 3,85 11,89 23,06 30,59 30,59

Prosentase keselamatan lalulintas (penanganan atas rasio kecelakaan)

% 95,82 97,87 97,91 98,74 100

1.1 Menurunnya kemacetan

Prosentase titik kemacetan yang tertangani

% 19,23 38,46 57,59 76,92 100

1.2 Meningkatnya Pelayanan Angkutan

Terpenuhinya jumlah kapasitas angkutan

Pnp 321300 pnp

992800 pnp

1927200 pnp

2555000 pnp

2555000 pnp

(29)

21

Umum umum sistem

transit

1.3

Meningkatnya keselamatan lalulintas

Rasio kecelakaan lalulintas

Rasio 0,000236 0,000234 0,000232 0,000229 0,000227

2. STRATEGI

Strategi yang ditetapkan oleh Dinas Perhubungan dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang diinginkan sesuai dengan yang ada dirumuskan berdasarkan hasil analisis isu strategis yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perhubungan dengan menggunakan alat analisis SWOT sebagaimana yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Adapun rumusan strategi tersebut meliputi :

1. Meningkatkan Sarana Prasarana Angkutan Umum Massal;

2. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Kelancaran Arus Lalu Lintas;

3. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Keselamatan Jalan.

3. KEBIJAKAN

Sesuai dengan Rencana Strategis, tujuan dan sasaran serta strategi yang telah dirumuskan maka kebijakan yang ditetapkan dalam JARKIN oleh Dinas Perhubungan adalah sebagai berikut :

1. Sasaran 1 : Menurunnya Kemacetan

Kebijakan yang diarahkan untuk mendukung sasaran 1 (satu) adalah Meningkatkan Kecepatan Rata-rata Perjalanan Di Ruas Jalan Kota dengan mewujudkan pengembangan Pengelolaan Lalu Lintas secara terpadu baik sistem maupun fasilitas perlengkapan jalan yang memadai, serta didukung oleh keberadaan forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berfungsi sebagai wadah pembahasan penanganan kemacetan di Kota Tangerang, Mengembangkan pola manajemen lalu lintas dan meningkatkan kapasitas dan fungsi prasarana dan fasilitas LLAJ.

(30)

22 2. Sasaran 2 : Meningkatnya Pelayanan Angkutan Umum

Kebijakan yang diarahkan untuk mendukung sasaran 2 (dua) adalah Meningkatkan Jumlah Kapasitas Angkut Penumpang Sistem Transit dengan mengembangkan sistem layanan angkutan umum massal serta peningkatan prasarana angkutan yang memadai dan menambah aksesbilitas angkutan umum massal.

3. Sasaran 3 : Meningkatnya keselamatan lalulintas

Kebijakan yang diarahkan untuk mendukung sasaran 3 (tiga) adalah Menurunnya Rasio Kecelakaan Lalu Lintas dengan memenuhi kebutuhan faslitas perlengkapan jalan pada titik rawan kecelakaan dan meningkatkan kualitas fasilitas keselamatan jalan.

(31)

23

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Program

1 2 3 4 5

1. Meningkatnya Kualitas Pelayanan

Transportasi Publik 1.1. Menurunnya kemacetan

1.2. Meningkatnya Pelayanan Angkutan Umum

1.3. Meningkatnya keselamatan lalulintas

1.1.1. Pengembangan jaringan dan aksesibilitas sistem layanan angkutan umum yang terintegrasi

1.2.1. Peningkatan dan pengoptimalan ruang lalu lintas

1.3.1. Peningkatan kualitas fasilitas keselamatan jalan

1.1.1.1. Mewujudkan pengembangan Pengelolaan Lalu Lintas secara terpadu baik sistem maupun fasilitas perlengkapan jalan yang memadai. serta didukung oleh keberadaan forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang berfungsi sebagai

wadah pembahasan

penanganan kemacetan di

Kota Tangerang,

Mengembangkan pola manajemen lalu lintas dan meningkatkan kapasitas dan fungsi prasarana dan fasilitas LLAJ.

1.2.1.1. Mengembangkan sistem layanan angkutan umum massal serta peningkatan prasarana angkutan yang memadai dan menambah aksesbilitas angkutan umum massal.

1.3.1.1. Memenuhi kebutuhan faslitas perlengkapan jalan pada titik rawan kecelakaan dan meningkatkan kualitas fasilitas keselamatan jalan.

Program Pengembangan Sistem Transportasi

Program Pengelolaan Angkutan

Program Pengelolaan Lalu Lintas

Program Pengembangan dan Pengelolaan Penerangan Jalan Umum

(32)

24 4. RENCANA KINERJA DINAS PERHUBUNGAN KOTA TANGERANG

TAHUN 2020

Rencana kinerja sebagai penjabaran dari sasaran dan program yang telah ditetapkan dalam JARKIN dalam rencana strategis yang rencana jangka pendek akan dilaksanakan melalui kegiatan tahunan. Penyusunan rencana kinerja dilaksanakan seiring dengan agenda penyusunan dari kebijakan anggaran yang merupakan komitmen bagi Dinas Perhubungan untuk mencapainya pada tahun 2020.

Di dalam Rencana Kinerja ditetapkan dalam JARKIN rencana capaian kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada pada tingkat sasaran dan kegiatan, dimana indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu kegiatan yang telah ditetapkan dalam JARKIN.

Dokumen rencana kinerja memuat informasi tentang :

a. Sasaran yang ingin dicapai dalam tahun yang bersangkutan;

b. Indikator kinerja sasaran dan rencana capaiannya;

c. Program, kegiatan, serta kelompok indikator kinerja dan rencana capaiannya.

Adapun komponen rencana kerja meliputi : 1. Sasaran

Sasaran yang dimaksud pada rencana kerja ini adalah sasaran sebagaimana dimuat dalam dokumen RENSTRA. Selanjutnya diidentifikasi sasaran mana yang akan diwujudkan pada tahun 2020 beserta indikator dan rencana tingkat capaiannya (targetnya).

Sasaran yang akan diwujudkan pada tahun 2020, sesuai dengan sasaran yang ada di RENSTRA, antara lain :

1. Menurunnya Kemacetan;

2. Meningkatnya Keselamatan Lalu Lintas;

3. Meningkatnya Pelayanan Angkutan Umum;

(33)

25 2. Indikator Kinerja

Indikator Kinerja adalah ukuran kuantitatif dan/ atau kualitatif yang menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran strategis organisasi.

Tujuan penggunaan indikator kinerja di Dinas Perhubungan Kota Tangerang adalah :

1. Memantau apa yang sedang dikerjakan;

2. Menilai apakah pekerjaan yang benar telah dilakukan;

3. Penyesuaian terhadap perubahan jika dibutuhkan;

4. Mengelola perubahan;

5. Mempertanggungjawabkan apa yang telah dicapai;

6. Meningkatkan penyediaan barang dan jasa bagi masyarakat;

Manfaat menyusun indikator kinerja di Dinas Perhubungan Kota Tangerang adalah :

1. Memperbaiki kinerja;

2. Memperbaiki tingkat kepuasan pelanggan;

3. Meningkatkan akuntabilitas;

4. Mendorong produktivitas dan kreativitas;

5. Membantu proses penganggaran;

6. Mendukung rencana stratejik dan membantu penyusunan tujuan;

7. Pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien dan efektif.

Jenis Indikator Kinerja, terdiri dari 2 (dua) kelompok, yaitu : Tolok Ukur Jangka Pendek

1. Masukan/ Input 2. Keluaran/ Output 3. Hasil/ Outcome

Tolok Ukur Jangka Panjang 1. Manfaat/ Benefit

(34)

26 2. Dampak/ Impact

Tabel 2.3 Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2020

NO Sasaran Strategis Indikator Kinerja Satuan Target

1 Menurunnya Kemacetan

Prosentase Titik Kemacetan yang

Tertangani

% 38,46

2 Meningkatnya Keselamatan Lalu Lintas

Rasio Kecelakaan

Lalu Lintas Rasio 0,000234

3 Meningkatnya Pelayanan Angkutan Umum

Terpenuhinya Jumlah Kapasitas

Angkutan Umum Sistem Transit

Penumpang 992,800

B. PERJANJIAN KINERJA DINAS PERHUBUNGAN KOTA TANGERANG TAHUN 2020

Perjanjian Kinerja (JARKIN) merupakan salah satu unsur dari perencanaan kinerja. JARKIN merupakan tekad dan janji rencana kerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan instansi pemerintah/unit kerja yang menerima tugas dengan pihak yang memberi tugas. JARKIN menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh instansi pemerintah/unit kerja dalam suatu tahun tertentu dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. JARKIN akan dipertanggungjawabkan capaian kinerjanya dalam LKIP.

Agar keberhasilan dari pelaksanaan perencanaan strategis (renstra) dapat diukur keberhasilannya, maka Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Tangerang menetapkan Perjanjian Kinerja suatu Rencana Kerja (Performance Plan) setiap tahunnya. Rencana kerja ini berisi target yang merupakan nilai kuantitatif yang melekat pada setiap indikator kinerja untuk masing-masing sasaran strategis dan kegiatan yang harus dicapai dalam

(35)

27 tahun 2020. Rencana Kerja tertuang dalam suatu Perjanjian Kinerja (JARKIN) Dinas Perhubungan Kota Tangerang.

Tabel 2.4 Perjanjian Kinerja (JARKIN) Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2020

Untuk mencapai JARKIN yang menjadi kesepakaan antara Kepala Dinas Perhubungan dengan Walikota Tangerang maka pelaksanaan atas JARKIN dapat didukung oleh sebuah Rencana Aksi (RENAKSI) yang harus ada disetiap JARKIN pada setiap tahunnya. Dibawah ini kami sampaikan Renaksi Dinas Perhubungan Tahun Anggaran 2020.

Tabel 2.5

Rencana Aksi Dinas Perhubungan Tahun Anggaran 2020 (Terlampir)

No Tujuan / Sasaran Indikator Kinerja

Utama Satuan Target

1

Meningkatkan Kualitas Pelayanan Transportasi Publik

1.1 Menurunnya Kemacetan

Prosentase Titik Kemacetan yang Tertangani

% 38,46

1.2

Meningkatnya Keselamatan Lalu Lintas

Rasio Kecelakaan

Lalu Lintas Rasio 0,000234

1.3

Meningkatnya

Pelayanan Angkutan Umum

Terpenuhinya Jumlah Kapasitas Angkutan Umum Sistem Transit

Penumpang 992.800

(36)

28 1. Program

Program – program yang ditetapkan Jarkin merupakan program – program yang berada dalam lingkup kebijakan tertentu sebagaimana dituangkan dalam strategi yang diuraikan pada dokumen rencana strategis. Selanjutnya perlu diidentifikasi dan ditetapkan Jarkin program – program yang akan dilaksanakan pada tahun 2020, sebagai cara untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan Jarkin, antara lain :

1. Tata Kelola Pemerintah;

2. Pengembangan Sistem Transportasi;

3. Pengelolaan Angkutan;

4. Pengelolaan Lalu Lintas;

5. Pengembangan dan Pengelolaan Penerangan Jalan Umum;

2. Kegiatan

Kegiatan adalah tindakan nyata dalam jangka waktu tertentu yang dilakukan oleh instansi pemerintah sesuai dengan kebijakan dan program yang telah ditetapkan dalam JARKIN dengan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran dan tujuan tertentu.

Dalam komponen kegiatan ini perlu ditetapkan dalam JARKIN indikator kinerja kegiatan dan rencana capaiannya.

Pada tahun 2020 telah disusun rencana kinerja yang bersumber anggaran APBD Kota Tangerang. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :

1. Kegiatan Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air &

Listrik;

2. Kegiatan Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan Perizinan Kendaraan Dinas/ Operasional;

3. Kegiatan Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor ;

(37)

29 4. Kegiatan Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Kerja;

5. Kegiatan Penyediaan Alat Tulis Kantor;

6. Kegiatan Penyediaan Barang Cetakan & Penggandaan;

7. Kegiatan Penyediaan Komponen Instalansi Listrik/ Penerangan Bangunan Kantor;

8. Kegiatan Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang- Undangan;

9. Kegiatan Penyediaan Makanan dan Minuman;

10. Kegiatan Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Keluar Daerah;

11. Kegiatan Penyediaan Tenaga Jasa Pendukung Pelaksana Teknis/

Administrasi Perkantoran;

12. Kegiatan Penyediaan Jasa Keamanan Kantor;

13. Kegiatan Pengadaan Barang Quasi dan Cetakan UPTD;

14. Kegiatan Pengadaan Perlengkapan dan Peralatan Gedung Kantor;

15. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Dinas/

Operasional;

16. Kegiatan Pemeliharaan Rutin / Berkala Rumah/ Gedung Kantor;

17. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/ Berkala Perlengkapan Gedung Kantor;

18. Kegiatan Rehabilitasi Sedang/ Berat Rumah Gedung Kantor;

19. Kegiatan Rehabilitasi Sedang/ Berat Kendaraan Dinas / Operasional;

20. Kegiatan Pengadaan Pakaian Dinas Beserta Perlengkapannya;

21. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur OPD;

22. Kegiatan Perencanaan Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan;

23. Kegiatan Koordinasi dalam Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan;

24. Kegiatan Sosialisasi Kebijakan di Bidang Perhubungan;

25. Kegiatan Pengumpulan dan Evaluasi Data Informasi Pembangunan/ Penyelenggaraan Bidang Perhubungan;

(38)

30 26. Kegiatan Rehabilitasi/ Pemeliharaan Sarana Alat Pengujian

Kendaraan Bermotor;

27. Kegiatan Rehabilitasi/ Pemeliharaan Angkutan Umum Massal;

28. Kegiatan Rehabilitasi/ Pemeliharaan Fasilitas Perlengkapan Jalan;

29. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum;

30. Kegiatan Pengelolaan Angkutan Massal;

31. Kegiatan Pengawasan dan Penertiban Angkutan Jalan;

32. Kegiatan Pembangunan Halte, Gedung Taxi dan Terminal;

33. Kegiatan Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Perlengkapan Jalan;

34. Kegiatan Pembangunan Penerangan Jalan Umum;

35. Kegiatan Kerjasama Advetorial Dengan Media Massa Lokal, Regional, dan Nasional.

Tahun 2020, keterkaitan Perjanjian Kinerja, LKIP dengan dokumen yang lain, dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

Gambar 2.1

Hubungan JARKIN dengan Dokumen Lainnya

(39)

30 ada Bab ini akan diuraikan akuntabilitas kinerja Dinas Perhubungan Kota Tangerang yang mencakup pengukuran capaian kinerja tahun 2020 yang merupakan aktivitas perbandingan antara tujuan dengan alat ukurnya (indikator kinerja – performance indicators) atau pembandingan antara target indikator dengan realita/ fakta. Selain itu analisis capaian kinerja juga dipaparkan dalam bab ini, yang merupakan proses untuk mengurai suatu kondisi sehingga diperoleh pemahaman yang lebih mendalam.

Analisis kinerja paling tidak dilakukan dengan cara melakukan analisis adanya beda (performance gap analysis), yaitu melihat beda (gap) antara yang sudah direncanakan dengan realisasinya atau kenyataannya. Jika terdapat gap yang besar, maka perlu diteliti sebab-sebabnya berikut berbagai informasi kendala dan hambatannya termasuk usulan tindakan-tindakan apa yang diperlukan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Penjelasan mengenai penyerapan/ realisasi anggaran Dinas Perhubungan Kota tangerang tahun anggaran 2020 dirangkum di dalam akuntabilitas keuangan.

A. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2020

Pengukuran Kinerja merupakan proses sistematis dan berkesinambungan untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan

P

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN

2020

3

(40)

31 program, kebijakan, sasaran strategis dan tujuan yang telah ditetapkan oleh Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2019-2023.

Proses ini dilakukan dengan menilai pencapaian target setiap indikator kinerja guna memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran strategis.

Pengukuran kinerja dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam penetapan kinerja dengan realisasinya. Tingkat pencapaian keberhasilan atau kegagalan target kinerja dinyatakan dalam bentuk prosentase. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin jelek, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Capaian Indikator Kinerja = ( Realisasi/Rencana ) x 100 % Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran dan kegiatan. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung kaitan antara sasaran dengan indikator kinerjanya, sehingga keberhasilan sasaran berdasarkan rencana kinerja tahunan yang ditetapkan dapat dilihat dengan jelas.

Selain itu, untuk memberikan penilaian yang lebih independen melalui indikator- indikator outcomes atau minimal outputs dari kegiatan yang terkait langsung dengan sasaran yang diinginkan.

Kemudian nilai capaian kinerjanya dikelompokkan dalam skala pengukuran ordinal sebagai berikut :

X > 85 : Sangat Berhasil 70 < X < 85 : Berhasil

55 < X < 70 : Cukup Berhasil X < 55 : Tidak Berhasil

(41)

32 HASIL PENGUKURAN KINERJA

Capaian kinerja yang dapat dilaporkan cenderung lebih dititikberatkan pada sejauh mana program dan kegiatan pembangunan telah membawa manfaat bagi masyarakat, pemerintah maupun stakeholder lainnya, dengan indikator kinerja yang ditetapkan secara mandiri.

Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Dinas Perhubungan Kota Tangerang. Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilasian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja kegiatan yang berupa indikator masukan, keluaran dan hasil.

Sedangkan hasil pencapaian kinerja sasaran ditentukan oleh indikator kinerja sasaran yang meliputi indikator makro dan indikator mikro penetapan indikator-indikator ini harus didasarkan pada perkiraan yang realistis dengan memperhatikan tujuan dan sasaran yang ditetapkan, serta data pendukung yang terorganisasi, sehingga keberhasilan pencapaiannya dapat mengindikasikan sejauh mana keberhasilan pencapaian sasaran pada tahun yang bersangkutan.

Pengukuran kinerja yang dilakukan mencakup :

1. Kinerja kegiatan yang merupakan tingkat pencapaian target dari masing- masing kelompok indikator kegiatan;

2. Tingkat pencapaian sasaran merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator sasaran yang telah ditetapka, sebagaimana telah dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT), dimana tingkat pencapaian sasaran didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.

Upaya pengukuran kinerja diakui tiidak selalu mudah karena hasil capaian suatu indikator tidak semata-mata merupakan output dari suatu program atau sumber dana, tetapi merupakan akumulasi, korelasi, dan sinergi antara berbagai program. Dengan demikan, keberhasilan pembangunan tidak dapat diklaim

(42)

33 sebagai hasil dari suatu sumber dana atau oleh satu pihak saja.

Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat pencapaian sasaran Dinas Perhubungan Kota Tangerang tahun 2020 dengan perbandingan tahun sebelumnya yaitu tahun 2020 yang merupakan tahun terakhir pada Rencana Strategis periode sebelumnya dan menjadi data dasar (Baseline) dalam penyusunan sasaran Rencana Strategis Dinas Perhubungan 2019-2023.

Sasaran yang telah disusun di dalam Rencana Strategis selanjutnya sangat berbeda bila dibandingkan dengan sasaran Dinas Perhubungan pada Rencana Strategis periode sebelumnya, dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3.1 Pengukuran Kinerja

Perbandingan Realisasi Kinerja Tahun Sebelumnya

Tabel 3.2

Pengukuran Kinerja Dinas Perhubungan Tahun 2020

Sasaran Strategis / Program

Indikator Sasaran / Indikator

Program Target Realisasi %

1.1 Menurunnya Kemacetan Prosentase Titik Kemacetan

yang Tertangani 38.46 % 38.46 % 100%

1.1.1

Program

Pengembangan Sistem Transportasi

Prosentase Hasil Kajian, Analisa dan Evaluasi Pengembangan Sistem Transportasi

20.69 % 20.69 % 100%

Indikator

Kinerja Satuan

Realisasi 2018 (Periode Akhir Renstra 2014-2018)

Capaian 2019 (Tahun

Pertama Renstra 2019-2023) (%) Target Realisasi

Prosentase Titik Kemacetan yang Tertangani

% 0 % 19.23 % 19.23 % 100%

Terpenuhinya Jumlah Kapasitas Angkutan Umum Sistem Transit

Penumpang 58.400 Pnp 321.300 Pnp 321.300 Pnp 100%

Rasio

Kecelakaan Lalu Lintas

Rasio 0.000239 0.000236 0.000236 100%

Gambar

Gambar 1.1  Bagan SOTK Dinas Perhubungan Kota Tangerang  Hubungan TAPKIN dengan Dokumen Lainnya
Tabel 2.3  Rencana Kinerja Tahunan (RKT)   Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2020
Tabel 2.4  Perjanjian Kinerja (JARKIN)  Dinas Perhubungan Kota Tangerang Tahun 2020
Tabel 3.1  Pengukuran Kinerja
+5

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dengan berlakunya Peraturan Daerah ini, maka Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 21 Tahun 2000 tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kota

Standar Kompetensi : Memahami konsep akuntansi sektor publik dan mampu menerapkan prinsip akuntansi sektor publik dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah dan

Yang akan kita lakukan adalah untuk menggeneralisasi rumusan untuk koefisien deret Fourier dalam (30-90). Generalisasi dilakukan dengan membuat integral i fungsi

Dengan mengubah waktu rele proteksi hubung singkat untuk bekerja yaitu lebih dari atau sama dengan 2 detik maka jika terjadi gangguan lagi dengan nilai arus hubung

Pipa pesat pada PLTMH ini menggunakan drum minyak bekas yang disambung dengan las, lalu pada ujung pipa dibuat menyempit sebagai curat (nozle) dan dilengkapi dengan katup

Pengamatan tentang pengaruh luasan sunspot terhadap potensi terjadinya flare sudah banyak dilakukan, maka dari itu dalam artikel ini memaparkan potensi terjadinya

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2020 ini merupakan perwujudan akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan dinas untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan

Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran terhadap program kegiatan yang telah ditetapkan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh pada tahun 2020, dengan memanfaatkan sumber