SILENT HP : Peserta maupun trainer tidak menggunakan HP dan atau lainnya
PERTANYAAN : pertanyaan boleh diajukan setelah materi disampaikan secara keseluruhan, atau diminta oleh Trainer
MATERI : bahan-bahan materi akan dibagi pada waktu di luar sesi berlangsung oleh bagian adiministrasi
FORM EVALUASI : untuk mengecek sejauh mana pemahaman materi yang didapatkan oleh peserta
ATURAN DAN KESEPAKATAN
Company Profile PT. Pindad (PERSERO)
HALO....
APA KABAR SEMUANYA ?
Ayo kita kenalan,
boleh saya absen yah ?
BUDAYA KERJA INDUSTRI
Untuk Pendidikan vokasi, Kerja Produktif, Kerja Selamat dan Kerja Sehat
Jumari. ST
SMK IGASAR PINDAD BANDUNG 2022
Pengantar
Profile
PENDIDIKAN NON FORMAL• DIKLAT PENGENDALIAN MUTU PRODUKSI
• PELATIHAN MANAJEMEN PERSEDIAAN
• PELATIHAN PENGENALAN ISO 9001 : 2000
• PELATIHAN SISTEM PERPAJAKAN
• PELATIHAN EKSPOR – IMPOR
• PELATIHAN DASAR MUNISI KECIL DAN KALIBER BESAR.
• PELATIHAN P3DN & TKDN
• PELATIHAN MUNISI & BAHAN PELEDAK
• PELATIHAN ADVANCED CERTIFIED MR (SEKRETARIS MR SMM)
• PELATIHAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
• WORKSHOP PENGEMBANGAN DOKUMEN SMK3LH
• INTERNAL AUDIT QHSE MANAGEMENT SYSTEM TRAINING.
• PELATIHAN ASESOR KPKU BUMN
• IMPLEMENTASI ISO 9001: 2015
• INTEGRASI ISO 9001: 2015, ISO 45001 DAN ISO 14001
• PELATIHAN ASSESOR KOMPETENSI
• LEADERSHIP AND PERSONAL EFFECTIVENESS TRAINING
• PELATIHAN DAN SERTIFIKASI TOT LEVEL IV
• DIKLAT KEPEMIMPINAN 1
Riwayat Jabatan
• Kasubdep Ekspedisi (Handakkom)
• Kasubdep Mutu Produk / Proses (Pusat Qa)
• Kasubdep Sertifikasi (Divisi QA)
• Kadep Enjiniring Mutu (Divisi Qa)
• Assistance To Vp Bid. Peningkatan Mutu (Qa & K3lh)
• Widyaiswara (Eselon 2) (Corpu)
• Nama : Jumari, ST
• NPP : 01092
• Pendidikan Formal : STTI – Malang (Teknik Mesin)
Sertifikasi
• Assesor KPKU – BUMN
• TOT Level IV
PENDAHULUAN
Tantangan Bagi Pendidikan Vokasi
PERKEMBANGAN DUNIA USAHA & INDUSTRI
7Budaya Kerja Harus Ditanamkan sejak di pendidikan vokasi
REVOLUSI INDUSTRI
4.0
Perkembangan Industri
Revolusi Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik.
Pengertian yang lebih teknis disampaikan oleh Kagermann dkk (2013) bahwa Industri 4.0
adalah integrasi dari Cyber Physical System (CPS) dan Internet of Things and Services (IoT
dan IoS) ke dalam proses industri meliputi manufaktur dan logistik serta proses lainnya.
Tantangan Bagi Pendidikan Vokasi
Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (pendidikan vokasi) adalah mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja pada
bidang tertentu (UU No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas).
Saat ini relevansi pendidikan vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri di Indonesia masih rendah.
Masih banyak lulusan pendidikan vokasi yang tidak bekerja atau bekerja tidak pada Strategi Penerapan Budaya Kerja Industri
bidangnya
TANTANGAN BAGI SISA SMK
DI ERA INDUSTRI 4.0
TANTANGAN BAGI SISA
SMK DI ERA INDUSTRI 4.0
KOMPETENSI
Harus mempunyai kompetensi sesuai dengan bidang yang diminanti atau ditekuni, menjadi siswa SMK dapat bersaing ketika bekerja diindustri
SOFTSKILL
Diharuskan memiliki softskill yang baik sehingga dapat digunakan menjadi faktor pendukung dari kompetensi yang dimiliki, seperti bersosialisasi, publik speaking, dsb
BERSAING TEKNOLOGI
Pandai mengoperasikan lomputer, sistem otomatisasi. Menggunakan pemrograman dan robot pintar juga sangat dibutuhkan sekarang dalam industri
K3
Ciri budaya kerja yang baik adalah memperhatikan K3, selalu melengkapi diri dengan APDBudaya Kerja sejak di pendidikan vokasi
1 Proses belajar di pendidikan vokasi harus dirancang agar menyerupai tempat kerja di dunia industri dan atau dunia usaha, baik peralatannya, sarana prasarana pendukungnya, keterampilan penggunaan alat kerja dan mesin produksi, maupun budaya kerjanya.
2. Sekolah saat ini dituntut untuk memperbaiki kualitas, mampu menghadapi iklim yang semakin kompetitif, serta partisipasi masyarakat yang mengharapkan biaya rendah namun dengan tuntutan yang tinggi.
3. Budaya Kerja bukan hal yang bersifat instan maka perlu dimulai sejak dini dan dalam waktu yang cukup lama serta didukung oleh lingkungan sekitar.
Di sekolah bisa diaplikasikan selama 2 tahun dan didukung dengan lingkungan keluarga sebagai penguat, sehingga bisa menjadi bagian dari kehidupan siswa pendidikan vokasi dan secara perlahan mampu membentuk karakter
atau kepribadian.
Di sekolah bisa diaplikasikan selama 2 tahun dan didukung dengan lingkungan keluarga sebagai penguat, sehingga bisa menjadi bagian dari kehidupan siswa pendidikan vokasi dan secara perlahan mampu membentuk karakter
atau kepribadian.
Kenapa nilai dan budaya kerja dibutuhkan
• Salah satu penyumbang SDM untuk industri manufaktur adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
• Kini telah banyak diakui oleh industri bahwa lulusan SMK merupakan tulang punggung pemenuhan kebutuhan tenaga kerja.
• Tingginya kebutuhan industri akan tenaga kerja tidak diimbangi oleh lulusan SMK yang siap.
• Tidak semua siswa SMK yang sudah diterima di industri dapat bertahan lama.
• Tenaga kerja lulusan SMK banyak yang tidak betah bekerja di industri karena merasa stress dengan budaya kerja yang menuntut produktivitas tinggi.
• Budaya Kerja Industri merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki lulusan SMK Bidang Mesin untuk bekerja di industri
12
Kenapa nilai dan budaya kerja dibutuhkan
• Kunci dari keberhasilan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta pencapaian tujuan adalah prilaku pegawai yang efektif dan selaras.
• Budaya kerja yang terbentuk dari prilaku kerja yang efektif dan selaras akan menghasilkan lingkungan kerja yang aman, nyaman, kondusif dan produktif.
Nilai
Paradigma Prilaku
Kebiasaan Budaya
BUDAYA KERJA INDUSTRI
14
TPM
Pengertian Budaya Kerja Industri
Budaya Kerja Industri Budaya Kerja adalah
falsafah yang didasari pada pandangan
hidup sebagai nilai-nilai yang menjadi sifat,
Kebiasaan dan juga pendorong yang
dibudayakan dalam suatu kelompok yang
tercermin dalam sikap menjadi perilaku, cita-
cita, pendapat, pandangan serta tindakan
yang terwujud sebagai kerja (Gering
Supriyadi dan Tri Guno).
BUDAYA KERJA INDUSTRI
BUDAYA KERJA KEBIASAAN KERJA
KARAKTER KERJA PRODUKTIVITAS
Budaya kerja memiliki tujuan untuk mengubah sikap dan juga perilaku
sumber daya manusia agar dapat meningkatkan produktivitas kerja
untuk menghadapi berbagai tantangan di masa yang akan datang
PRODUKTIVITAS
Produktivitas, daya produksi, atau keproduktifan merupakan istilah dalam kegiatan produksi sebagai perbandingan antara luaran dengan masukan.
Menurut Herjanto, produktivitas merupakan suatu ukuran yang
menyatakan bagaimana baiknya sumber daya diatur dan
dimanfaatkan untuk mencapai hasil yang optimal.
5 Nilai Budaya Kerja
Menjadi contoh yang baik bagi orang lain .
Inovatif
Keselarasan antara hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan yang baik dan benar
Intregitas
Bekerja secara disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan hasil terbaik
Profesional
Menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik
Produktif
Bekerja secara tuntas dan konsekuen
Kompetitif
REVOLUSI MENTAL
Bekerja keras dan semangat bergotong – royong.
Nilai-nilai yang dikembangkan oleh
beberapa perusahaan
Nilai-nilai yang dapat dikembangkan di Sekolah
1. Intregitas 2. Team Work 3. Kaizen/ CI 4.Excellence
Human Excellent
Adalah berpikir, berkata, berperilaku dan bertindak
dengan baik dan benar, serta memegang teguh kode etik dan prinsip-prinsip moral.
Teamwork atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai target yang sudah disepakati sebelumnya
Perbaikan cepat secara terus menerus untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, Kaizen dilakukan oleh semua lapisan anggota sekolah, mulai dari level tukang kebun, siswa hingga Kepala Sekolah.
Mutu pribadi untuk selalu berusaha mencapai hasil terbaik dalam berkarya melalui sikap kreatif, tekun dan pantang menyerah
DU/DI
Perubahan budaya kerja
Perubahan budaya kerja yang bisa terjadi dan bahkan beberapa sudah kita bisa rasakan diantaranya
• Dimasa depan pekerjaan analisis ini akan sangat dibutuhkan di berbagai bidang, karena pekerjaan analisis ini sangat berkaitan sekali dengan dengan perkembangan teknologi itu sendiri
ANALITIS
• Setiap tenaga kerja dituntut harus bisa hidup berdampingan dengan teknologi,
TEKNOLOGI DIGITAL
• Pekerja yang akan mengalami perpindahan dari satu perusahaan ke perushaan lain atau dari tempat satu ke tempat lain, ini
bertujuan untuk memberikan kesempatan untuk mengembangkan dirinya lagi.
MOBILISASI
• Interaksi dengan orang, pekerjaan yang berhadapan langsung dengan mesin, pekerjaan yang bersifat sosial. Ketiga
kemampuan tersebut harus dimiliki oleh pekerja.
KOLABORASI, KOMUNIKASI DAN BERPIKIR KRITIS
HUBUNGAN NILAI BUDAYA
BUDAYA K3 INDUSTRI
TUJUAN INSID EN
SUMBER
KERUGIAN
EGAHPENC AN RESIDAL
KO 5R
APD PAK
HATAKESE N P3K
PEMADAM API
KEWAJIB AN
1. UU No 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja
2. Permenaker No 5 Tahun 1996 Tentang Sistem Manajemen K3
3. Permenaker No 4 Tahun 1987 Tentang Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
Keilmuan
Semua ilmu dan penerapannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja (PAK), kebakaran, peledakan dan pencemaran lingkungan.
Filosofi (Mangkunegara)
Suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan jasmani maupun rohani tenaga kerja khususnya dan manusia pada umumnya serta hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.
BUDAYA 5R DI INDUSTRI
5R (5S) adalah disiplin pengelolaan tempat kerja, penerapannya tidak hanya untuk di industri manufaktur.
• Memisahkan semua barang tidak berguna di tempat kerja/ menempatkan sesuai dengan jadwal kerja
RINGKAS
• Menata semua barang sesuai dengan fungsinya dan memberikan alat informasi
RAPI
• Membersihkan area kerja dari kotoran dan
menyediakan alat kebersihan sesuai lingkungan
RESIK
• Melakukan penjadwalan kegiatan dan monitoring kegiatan 3R
RAWAT
• Melaksanakan kegiatan 4R secara konsisten dandengan Disiplin
RAJIN
Aman, Bersih, Efisien, Mutu
Budaya Total Productive Maintenance (TPM)
Total Productive Maintenance (TPM) merupakan aktivitas pemeliharaan yang
mengikutsertakan semua elemen perusahaan dengan tujuan untuk menciptakan suasana kritis dalam lingkungan industri guna
mencapai zero breakdown, zero defect, zero accident (Kurniawan, 2013).
Tujuan : untuk memaksimalkan efisiensi penggunaan peralatan kerja di industri dan
memantapkan sistem pemeliharaan peralatan kerja dengan mengimplementasikan suatu aturan.
KERJASAMA
Memaksimalkan efektivitas sistem produksi
PENDEKATA N LAPANGAN
Menangkal kerugian sepanjang masa
sistem produksi
MOTIVASI
Kegiatan zero loss melalui kelompok
kecil
PARTISIPAN
Memaksimalkan efektivitas sistem
produksi
IMPLEMENTA SI Menerapkan
TPM diseluruh Departemen
5
unsur
5
unsur
TPM mengedepankan proses perbaikan dengan mempertimbangkan keamanan, kualitas,
pengiriman, biaya dan kreativitas yang melibatkan seluruh lini produksi
Target Utama Penerapan TPM
Tidak ada produk yang rusak, Tidak ada kerusakan pada mesin, Tidak ada kecelakaan di area kerja.
Target Utama Penerapan TPM
Tidak ada produk yang rusak, Tidak ada kerusakan pada mesin, Tidak ada kecelakaan di area kerja.
(TPM)
zero breakdown, zero defect, zero accident
1.
Focusse d improve
ment
2.
Planned Mainten
ance
3.
Edukasi dan Pelatiha
n
4.
Autono mous Mainten
ance (5R)
6.
Quality Mainten
ance
7.
In-Office TPM
8.
Safety, Hygene
&
Environ ment 5.
Early Equipme
nt Manage
ment
5R
Budaya Total Productive Maintenance (TPM)
8 Pilar
BUDAYA
KAIZEN DI INDUSTRI
Kaizen dalam bahasa Jepang berarti perbaikan cepat secara terus menerus untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.
Kaizen dilakukan oleh semua lapisan anggota sekolah, mulai dari level tukang kebun, siswa hingga Kepala Sekolah.
Setiap orang dalam organisasi harus menjadi pemecah masalah karena jika tidak mengalami kesulitan, maka ide perbaikan tidak akan muncul
1. TEMA/
IDENTIFIKASI
2. TARGET
3.
ANAKONDA
4. RENCANA PERBAIKAN 5. PERBAIKAN/
IMPROVEMENT 6. CONTROL
7.
STANDARISA SI
8. RENCANA SELANJUTNYA
A P
C D
Risk Management
Manajemen risiko adalah usaha guna menghindari risiko dengan cara memonitor sumber risiko, melacak, dan melakukan
serangkaian upaya agar dampak risiko bisa diminimalisasi.
Tujuan Manajemen Risiko
1. Melacak Sumber-Sumber Risiko
2. Menyediakan Informasi Risiko Bagi Perusahaan 3. Minimalisasi Kerugian Akibat Terjadinya Risiko 4. Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan Perusahaan
1. Membantu Perusahaan Mencapai Visi Misi 2. Mencegah Perusahaan Mengalami Kolaps 3. Meningkatkan Keuntungan Perusahaan 4. Menjaga Kepercayaan Stakeholder
Manfaat Manajemen Risiko Perusahaan
Risk Management
B u d a y a S e k o la h - B u d a y a S e k o la h - B u d a y a S e k o la h -
B u d a y a i n d u s tr i - B u d a y a i n d u s tr i -
K 3
5R
K A
IZ E N M TP
Budaya Kerja Industri
R is k M
a n a g e m e n t - R is k M a n a g e m e n t-
KESIMPULAN
Pengantar dunia
pendidikan menuju
Dunia Usaha dan Dunia
Industri (DU/DI)
TERIMAKASIH
JUMARI, ST
087821033092
Acara ini Terselenggara atas kerjasama
PT. PINDAD dengan SMK IGASAR PINDAD BANDUNG
Refferensi
K. Ima Ismara dkk. 2020. Strategi Penerapan Budaya Kerja Industri di Pendidikan Vokasi dengan Selamat dan Sehat, Yogyakarta : UNY Press.
Hebbie Ilma Adzim . Sistem manajemen keselamatan kerja
Xie dkk. (2015). Japanese “Idols” in Trans-Cultural Reception: the case of Idol Group AKB48. Visual Post:
a Journal for the Study of Past Visual Cultures, 2(1), 40-50.