• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Makassar yang terdiri dari rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Makassar yang terdiri dari rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

40 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Sehubungan dengan hal tersebut hasil penelitian ini adalah bentuk rambu-rambu lalu-lintas yang terdapat di Polsek Kecamatan Rappoccini Makassar yang terdiri dari rambu peringatan, rambu larangan, rambu perintah dan rambu petunjuk. Keempat jenis rambu tersebut yang bersifat perintah dan larangan yang harus dipatuhi, peringatan terhadap suatu bahaya dan petunjuk berupa arah, identifikasi tempat dan fasilitas-fasilitas.

Sebagai alat untuk mengendalikan lalu-lintas, khususnya untuk meningkatkan keamanan dan kelancaran pada sistem jalan, maka perlu dibuat atau dipasang marka rambu lalu-lintas yang dapat menyampaikan informasi (perintah, peringatan, larangan dan petunjuk) kepada pemakai jalan serta dapat mempengaruhi pengguna jalan. Agar supaya marka dan rambu tersebut menjadi efektif, maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1. Memenuhi suatu kebutuhan tertentu.

2. Dapat terlihat dengan jelas.

3. Memaksakan perhatian.

4. Menyampaikan suatu maksud yang jelas dan sederhana.

(2)

41

5. Perintahnya dihormati dan dipatuhi secara penuh oleh para pemakai jalan.

6. Memberikan waktu yang cukup untuk menanggapinya atau bereaksi.

Untuk menjamin keefektifannya, maka ada tiga pertimbangan yang harus dilakukan yang pertama, desain; ukurun, bentuk, warna, kemudahan membaca rambu serta penerangan dan pemantulannya. Kedua, lokasi; terletak di dalam kerucut sudut penglihatan pemakai jalan. Ketiga, keseragaman penggunaannya; pemakai jalan berdasarkan reaksinya rambu atas pengalaman sebelumnya terhadap rambu tersebut. Rambu-rambu standar harus digunakan keseragamannya meliputi: bentuk, warna, dimensi, pesan yang disampaikan baik dengan kata-kata maupun simbol (lambang), jenis huruf, metode penerangan dan pemantulannya, lokasi, tiang dan pemasangannya.

Adapun fungsi rambu-rambu lalu-lintas yang terdapat di Polsek Kecamatan Rappoccini Makassar sebagai berikut:

a. Rambu Peringatan

Adalah memberi peringatan kemungkinan ada bahaya atau tempat berbahaya. Ditempatkan sekurang-kurangnya 50 meter sebelum tempat bahaya.

Bentuk rambu peringatan adalah bujur sangkar dan empat persegi panjang.

Warna dasar rambu peringatan berwarna kuning dengan lambang atau tulisan berwarna hitam. Rambu peringatan dapat dilengkapi dengan papan tambahan.

(3)

42

Jarak antara rambu dan permulaan bagian jalan yang berbahaya, dapat dinyatakan dengan papan tambahan apabila jarak antara rambu dan permulaan bagian jalan yang berbahaya tersebut tidak dapat diduga oleh pemakai jalan dan tidak sesuai dengan keadaan biasa.

Adapun jumlah rambu peringatan sesuai dengan Keputuan Menteri Perhubungan No. KM 61 tahun 1993 lampiran I adalah 70 macam, mulai dari peringatan tikungan ke kiri sampai Peringatan Bahaya Tanah Longsor.

b. Rambu Larangan

Adalah digunakan untuk menyatakan perbuatan yang dilarang dilakukan oleh pemakai jalan. Ditempatkan sedekat mungkin dengan titik larangan dimulai.

Bentuk rambu larangan dapat berupa segi delapan sama sisi, segitiga sama sisi dengan titik-titik sudutnya dibulatkan, silang dengan ujung-ujungnya diruncingkan, lingkaran dan empat persegi panjang. Adapun warna dasar rambu larangan berwarna putih dan lambang atau tulisan berwarna hitam atau merah. Adapun jumlah rambu peringatan sesuai dengan Keputuan Menteri Perhubungan No. KM 61 tahun 1993 lampiran I adalah 49 macam, mulai dari larangan berjalan terus (STOP) sampai dilarang mendahului dari sebelah kiri.

(4)

43 c. Rambu Perintah

Adalah digunakan untuk menyatakan perintah yang wajib dilakukan oleh pemakai jalan yang ditempatkan sedekat mungkin dengan titik kewajiban dimulai. Warna dasar rambu perintah berwarna biru dengan lambang atau tulisan berwarna putih serta merah untuk garis serong sebagai batas akhir perintah.

Adapun jumlah rambu peringatan sesuai dengan Keputuan Menteri Perhubungan No. KM 61 tahun 1993 lampiran I adalah 22 macam, mulai dari perintah mengikuti arah kiri sampai batas akhir memakai rantai pada ban.

d. Rambu Petunjuk

Adalah digunakan untuk menyatakan petunjuk mengenai jurusan, jalan, situasi, kota, tempat, pengaturan serta fasilitas tertentu bagi pemakai jalan, yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga mempunyai daya guna sebesar-besarnya dengan memperhatikan keadaan jalan dan kondisi lalu-lintas.

Rambu petunjuk yang menyatakan tempat fasilitas umum, batas wilayah suatu daerah, situasi jalan, dan rambu berupa kata-kata serta tempat khusus dinyatakan dengan warna dasar biru. Rambu petunjuk pendahuluan jurusan rambu petunjuk jurusan dan rambu penegas jurusan yang menyatakan petunjuk arah untuk mencapai tujuan antara lain kota, daerah/ wilayah serta

(5)

44

rambu yang menyatakan nama jalan di nyatakan dengan warna dasar hijau dengan lambang dan tulisan warna putih. Adapun jumlah rambu peringatan sesuai dengan Keputuan Menteri Perhubungan No. KM 61 tahun 1993 lampiran I adalah 51 macam, mulai dari petunjuk persimpangan jalan sampai nama jalan.

Secara keseluruhan jumlah rambu-rambu lalu lintas sesuai dengan Keputuan Menteri Perhubungan No. KM 61 tahun 1993 adalah 205 macam.

Hal ini tentu akan sulit bagi pengendara untuk menghafalnya. Namun berdasarkan publikasi yang dilakukan kepolisian, maka pengendara minimal hendaknya memahami dan mentaati 7 rambu lalu lintas. Hal ini karena pelanggaran yang paling sering dilakukan oleh pengendara dan merugikan pengguna jalan yang lain adalah melanggar ke 7 rambu tersebut. Adapun ke 7 rambu terebut adalah dilarang Parkir, dilarang berhenti, dilarang belok, dilarang putar balik, melebihi batas kecepatan, lampu APILL, dan dilarang mendahului.

(6)

45

Bentuk-bentuk dan subtansi makna rambu-rambu lalu-lintas Polsek Rappoccini Makassar

a. Rambu Peringatan

(7)

46

(8)

47

(9)

48

(10)

49 b. Rambu Larangan

(11)

50

(12)

51

(13)

52

(14)

53 c. Rambu Perintah

(15)

54

(16)

55 d. Rambu Petunjuk

(17)

56

(18)

57

(19)

58

(20)

59

(21)

60 B. Pembahasan

Berdasarkan hasil peneliian jika dikaitkan dengan teori dan penelitian relevan menunjukkan bahwa rambu-rambu lalu lintas sangat peting bagi pengendara, jika salah satu dari rambu-rambu dilanggar oleh pengendara maka akan menyebabkan kecelakaan yang dapat membuat kemacetan dijalan dan merugikan banyak pihak, dalam hal ini Kepolisian Kecamatan Rappoccini Makassar.

Dalam kajian semantik Peneliti mendeskripsikan bahwa makna rambu-rambu lalu lintas bermakna denotatif, bila kata itu mengacu atau menunjukan pengertian atau makna yang sebenarnya. yang berarti makna kata yang sesuai dengan apa adanya, sesuai dengan observasi, hasil pengukuran dan pembatasan mengenai rambu-rambu lalu-lintas Polsek Rappoccini Makassar. Sehubungan dengan itu makna rambu-rambu lalu- lintas harus dipahami dan dimaknai karena apabila tidak ada pemahaman tentang hal tersebut maka dapat membahayakan nyawa seseorang jika melanggar atau terjadi kecelakaan, hal ini dapat membuat seseorang mendaptkan sangsi dari pihak kepolisian yang biasa dikenal dengan penilangan.

(22)

61

Salah satu contoh yang dijelaskan oleh Bapak Nasrullah Kepolisian Rappoccini bahwa seseorang yang dikenakan penilangan ketika melanggar itu adalah kewenangan dari pihak kepolisian dan akan ditindak lanjuti ke pihak pengadilan jika terjadi penilangan, selanjutnya apabila seseorang yang melanggar rambu-rambu lalu-lintas tidak mau mengakui kesalahannya maka pihak kepolisian memberikan tanda bukti dengan saksi mata yang ada ditempat kejadian, setelah itu pengadilan yang akan memutuskan sangsi yang didapatkan, misalnya 2 bulan penjara atau denda 5.000.000.00. Contoh lain yang dijelaskan oleh Bapak Nasrullah bahwa mahasiswa yang ada di Unismuh sebagian besar telah melakukan pelanggaran rambu-rambu lalu-lintas sebut saja pada pintu keluar.

Mahasiswa pada aturannya belok ke kiri tetapi pada realitanya Mahasiswa belok ke kanan untuk mengambil jalan pintas, ini adalah salah satu pelanggaran rambu-rambu lalu lintas, jika terjadi kecelakaan akibat pelanggaran tersebut pihak kepolisian tidak dapat membela karena pengendara yang bersalah telah melakukan pelanggaran.

Dengan itu rambu-rambu lalu-lintas sangat besar manfaatnya bagi pengendara, jika diterapkan dengan sesuai pemaknaannya pengguna jalan

(23)

62

juga dapat berkendara dengan baik dan tidak dapat merugikan banyak pihak.

Aspek Tujuan Makna Rambu-Rambu Lalu Lintas Kepolisian Rappoccini Makassar. Realisasi perwujudan aspek makna tujuan ada lima kategori, kategori pertama adalah kategori direktif atau memberitahu informasi. Kategori inilah yang mendominasi makna rambu-rambu lalu lintas yang ada di polsek Rappoccini Makassar. Perwujuan aspek makna tujuan dalam setiap kategori yang ada, dianalisis dengan menggunakan teknik wawancara. Pada data yang ditemukan hampir semuanya aturan dan sangsinya sama. Teknik yang digunakan tidak mengubah informasi atau inti makna rambu-rambu lalu-lintas.

Kategori kedua adalah kategori imperatif pada rambu-rambu lalu- lintas Polsek Rappoccini. Hasil analisis data tersebut bertujuan memerintah para pengguna jalan agar melakukan sebagaimana yang dikehendaki.

Kategori ketiga adalah kategori deklaratif hasil analisis tersebut bertujuan memberitahukan informasi sesuai inti dari makan rambu-rambu lalu-lintas tersebut. Makna tujuan kategori deklaratif ini dapat dipahami

(24)

63

oleh para pengguna lalu lintas hanya dengan membaca berulang-ulang makna tersebut.

Kategori keempat adalah kategori pedagogis pada rambu-rambu lalu-lintas di Polsek Rappoccini. Hasil analisis data tersebut bertujuan mendidik para pengguna lalu lintas yang berhasil memahami tujuan dari adanya makna tersebut. Makna yang bertujuan mendidik ini sangat berdampak positif bagi para pengguna lalu lintas, karena akan membantu meningkatkan kedisiplinan para pengguna lalu lintas dalam berkendara.

Kategori kelima adalah kategori persuasif pada rambu-rambu lalu-lintas di Polsek Rappoccini. Hasil analisis tersebut bertujuan mengajak para pengguna lalu lintas untuk menunjukkan sikap tertib berlalu lintas di Kota Makassar.

(25)

64 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan , dapat disimpulkan bahwa realisasi perwujudan aspek makna tujuan pada rambu-rambu lalu- lintas Kepolisian Rappoccini Makassar yang terdiri dari kategori pertama adalah kategori direktif atau memberitahu informasi. Kategori inilah yang mendominasi makna rambu-rambu lalu lintas yang ada di polsek Rappoccini Makassar.

Kategori kedua adalah kategori imperatif pada rambu-rambu lalu- lintas Polsek Rappoccini. Hasil analisis data tersebut bertujuan memerintah para pengguna jalan agar melakukan sebagaimana yang dikehendaki.

Kategori ketiga adalah kategori deklaratif hasil analisis tersebut bertujuan memberitahukan informasi sesuai inti dari makan rambu-rambu lalu- lintas tersebut.

Kategori keempat adalah kategori pedagogis pada rambu-rambu lalu- lintas di Polsek Rappoccini. Hasil analisis data tersebut bertujuan mendidik

(26)

65

para pengguna lalu lintas yang berhasil memahami tujuan dari adanya makna tersebut.

Kategori kelima adalah kategori persuasif pada rambu-rambu lalu- lintas di Polsek Rappoccini. Hasil analisis tersebut bertujuan mengajak para pengguna lalu lintas untuk menunjukkan sikap tertib berlalu lintas di Kota Makassar.

(27)

66 B. Saran

1. Mengingat salah satu kendala penanggulangan pelanggaran lalu-lintas yang menimbulkan kecelakaan berakibat kematian adalah kurangnya perhatian dari masyarakat untuk mematuhi peraturan-peraturan lalu lintas, maka pihak kepolisian selaku aparat penegak hukum sebaiknya meningkatkan pengadaan patroli atau razia-razia lalu-lintas dengan tujuan agar masyarakat lebih berdisiplin diri dalam kegiatan berlalu lintas.

2. Pihak kepolisian selaku aparat penegak hukum sebaiknya meningkatkan pelayanan sosialisasi dan penyuluhan kepada seluruh lapisan masyarakat tentang tata cara berlalu lintas yang baik dan benar.

3. Bagi masyarakat pengguna jalan raya, baik masyarakat sebagai pengemudi roda empat, roda dua, roda tiga maupun masyarakat sebagai pejalan kaki untuk lebih meningkatkan kesadaran hukum dalam bentuk meningkatkan pengetahuan berlalu lintas yang baik dan benar guna untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan lalu-lintas.

(28)

67

DAFTAR PUSTAKA

Baktiar, Dai. 2003. Undang-Undang & Peraturan Tentang Kepolisiaan Negara Republik Indonesia. Jakarta: Visimedia.

Chaer. 2009. Psikolinguistik Kajian Teoritis. (Online). Http: //Chaerds.Blog.com.

Diakses Kamis, 08 Desember 2016.

Chaer. 2002. Semantik. (Online). Http: //Chaerds.Blog. Diakses Minggu, 25 Desember 2016.

Cruse. 2004. Semantik I. (Online). Http: //Cruse.Blog. Diakses Minggu, 25 Desember 2016.

Djajasudarma. 2012. Semantik I. Rafika Aditama.

Djajasudarma. 2013. Semantik 2. Rafika Aditama.

FKIP. 2016. Pedoman Skripsi Edisi I. Makassar. Universitas Muhammadiyah Makassar.

Kesowo, Bambang. 2003. Undang-Undang Kepolisian. Bandung: Citra Umbara.

Kesowo, Bambang. 2007. Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Bandung: Citra Umbara.

Lyons. 2012. Semantik Relasi Makna dan Derivasional. Jakrta: Erlangga.

Munandar, Aris. 2004. Persepsi Masyarakat Terhadap Rambu-Rambu Lalu Lintas. Skripsi Tidak Diterbitkan. Makassar: Universitas Hasanuddin.

(29)

68

Munawar, Ahmad. 2004. Manajemen Lalu Lintas Perkotaan. Jogjakarta: Beta Offset.

Orgden & Richards. 2012. Semantik, di dalam Dasar-Dasar Linguistik. (Di Sunting Oleh Djoko Ketjono). (Online). Http/.Blogdjoko.Com.

Diakses Minggu, 18 Desember 2016.

Rahayu, Dian. 2014. Analisis Aspek Makna Tujuan pada Slogan Lalu Lintas di Toraja: Tinjauan Semantik. Skripsi Tidak Diterbitkan. Makassar:

Universitas Hasanuddin.

Todingrara, Maghdalena. 2012. Terhadap Pelanggaran Lalu Lintas yang Menimbulkan Kecelakaan Berakibat Kematian. Skripsi Tidak Diterbitkan. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Parera & Umar. 2002. Semantik Leksikal. (Online). Http://Pareraumar.

Blogspot.co.id. Diakses Kamis, 08 Desember 2016.

Pierce & Poerdarmianto. 2005. Semantik Leksikal. (Online). Http//

Parerablog.co.id. Diakses Minggu, 25 Desember 2016.

Perce & Agus Salim. 2008 . Makna Leksikal dan Gramatikal. (Online). Http://

Pierce.Blog.com. Diakses Minggu, 18 Desember 2016.

Umar & Chaer. 2002. Semantik. Bandung: Rafika Aditama.

Wallance & Chafe. 2012. Jenis-Jenis Makna. Jakarta: Visi Media.

Wjs. Poewardaminto. 2004. Kepolisian Negara Republik Indonesia. (Online).

Http: //Wardaminto.Blog.com. Diakses Minggu, 18 Desember 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Membawa Surat Kuasa bagi yang diwakilkan, yang namanya tercantum dalam Akta Pendirian/Perubahan Perusahaan dan ditandatangani oleh kedua belah pihak yang

Hal ini dapat diartikan bahwa secara umum, tingkat self efficacy siswa kelas X AK pada mata pelajaran dasar-dasar akuntansi di SMK Negeri 1 Pontianak tergolong

Sebaiknya pemerintah memberikan iklim yang lebih baik untuk mendorong bergairahnya kegiatan agribisnis kopi robusta yang diusahakan oleh rakyat, sehingga pada akhirnya

Pada saat yang sama, ia juga harus menunjukkan sebagai seorang kristiani (Praktik-praktik kemanusiaan- kepedulian sosial dan berkarakter kristiani. Dengan kata lain,

Keuntungan dari alternatif kebijakan ini adalah terintegrasinya bagian-bagian dalam proses produksi sektor non manufakturial tersebut sehingga menjadi

The main purpose of the study is to measure the effect of Direct method in teaching reading at the tenth grade students of SMA Muhammadiyah 1 of Palangka Raya.The type

Berdasarkan hasil penelitian yang didapat bahwa tidak ada hubungan ( p > 0,05) antara umur istri, jumlah anak, dukungan sosial dan tingkat pendapatan dengan

sehingga penulis berhasil menyelesaikan Laporan Perancangan Proyek Akhir 06 dengan judul “Perancangan Komunikasi Visual Bahaya Near Work sebagai Pencegahan Dini Miopia