• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dewan Redaksi Pelindung dan Penasihat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Dewan Redaksi Pelindung dan Penasihat"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

i

(2)

ii

JURNAL VISIONARY

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Jurnal Penelitian dan Pengembangan di Bidang Administrasi Pendidikan

Dewan Redaksi

Pelindung dan Penasihat : Prof. Drs. Toho Cholik Mutohir, MA., Ph.D.

Dra. Ni Ketut Alit Suarti, M.Pd Dr. Gunawan, M.Pd.

Penanggung Jawab : Dr. Zulfakar

Ketua Penyunting : M. Faqih, S.Ag., M.Pd Sekertaris Penyunting : Agus Fahmi, M.Pd

Keuangan : Junain Huri

Penyunting Ahli : 1. Prof. Dr. Udin Syaefudin Sa`ud, M.Pd 2. Prof. Dr. Ekawarna, M.Pd

3. Dr. Gunawan

4. Dr. Hj. Jumailiyah, M.M.

Penyunting Pelaksana : 1. Baiq Rohiyatun, M.Pd 2. Hardiansyah, MM.Pd Pelaksana

Ketatalaksanaan

: 1. Ahmad Muslim, S.Pdi., M.Pd 2. Lu`luin Najwa, M.Pd

3. M.Rasyid Ridlo, M.Pd Distribusi : Nuraeni, M.Si

Desain Cover : Lukmanul Hakim, M.Pd Alamat Redaksi:

Redaksi Jurnal Visionary

Prodi Administrasi Pendidikan FIP IKIP Mataram Gedung Dwitya, Lt.3. Jalan Pemuda No.59 A Mataram Telp.(0370) 638991

Email: [email protected]

Jurnal Visionary menerima naskah tulisan penulis yang original (belum pernah diterbitkan sebelumnya) dalam bentuk soft file, office word document (CD/

Flashdisk/ Email).

Diterbitkan Oleh: Prodi Administrasi Pendidikan FIP IKIP Mataram.

Volume 4 Nomor 2 Edisi Oktober 2017 ISSN (2503-4669) Jurnal Vasionary

(3)

iii

JURNAL VISIONARY

ADMINISTRASI PENDIDIKAN

Jurnal Penelitian dan Pengembangan di Bidang Administrasi Pendidikan

Daftar Isi Halaman

Muhamad Suhardi

MANAJEMEN MUTU TERPADU DI SMA UNGGULAN

KOTA MATARAM ... 59-69

Zulfakar

PENINGKATAN KUALITAS GURU BERBASIS KEBUTUHAN ... 70-77

Eneng Garnika dan Lu’luin Najwa

MANAJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

ANAK USIA DINI ... 78-81

Agus Fahmi, Hardiansyah, dan I Made Angga Suryanata

HUBUNGAN KINERJA GURU DENGAN MUTU PENDIDIKAN

DI SEKOLAH ... 82-86

M. Choirul Anam dan Mariyati

HUBUNGAN MANAJEMEN MUTU TERPADU DENGAN KETERAMPILAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI SMP NEGERI 1 PRAYA BARAT KABUPATEN

LOMBOK TENGAH TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ... 87-90

Khairul Huda

PENINGKATAN PENGENALAN KOSA KATA BAHASA

INGGRIS PADA ANAK MELALUI PERMAINAN KARTU GAMBAR ... 91-97

Lalu Jaswandi, M. Najamuddin, dan Baiq Sarlita Kartiani PENDEKATAN REALISTIC MATHEMATIS EDUCATOIN

DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS V ... 93-103

Desventri Etmy dan Habib Ratu Perwira Negara

PEMBELAJARAN PERKALIAN DENGAN AKTIVITAS PERMAINAN MELALUI PENDEKATAN MATEMATIKA

REALISTIK DI SDN 43 AMPENAN ... 104-110

Agus Jayadi dan Zul Anwar

PEMANFAATAN APLIKASI SPSS UNTUK MENINGKATKAN

KETERAMPILAN MAHASISWA MENGOLAH DATA STATISTIKA .... 111-113

Volume 4 Nomor 2 Edisi Oktober 2017 ISSN (2503-4669) Jurnal Vasionary

(4)

iv Ani Endriani dan Rohana Komala Sari

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP

PERILAKU AGRESIF PADA SISWA ... 114-124

Wiwien Kurniawati dan Hastuti Diah Ikawati

PENGEMBANGAN INSTRUMEN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA JURUSAN KURIKULUM DAN

TEKNOLOGI PENDIDIKAN ... 125-131

(5)

78

MANAJEMEN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Eneng Garnika dan Lu’luin Najwa Prodi Administrasi Pendidikan, FIP IKIP Mataram

Email: [email protected]

Abstrak : Persoalan pendidikan selaras dengan tuntutan perkembangan dan menjadi issu yang menarik untuk diperbincangkan dan dikaji. Masalah pendidikan dihadapkan pada empat masalah besar, yaitu: masalah mutu, pemerataan, motivasi dan keterbatasan sumber daya, serta sumber dana. Berbagai masalah pendidikan ini juga dihadapi oleh lembaga pendidikan anak usia dini. Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan perlu menjadi perhatian khusus, dikarenakan perannya sebagai fasilitator dan pelayan pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan perlu diberikan ruang lebih untuk mengupayakan pengembangan profesionalnya.

Pembinaan terhadap pendidik dan tenaga kependidikan juga sangat diperlukan guna menyempurnakan proses penyelenggaraan pendidikan serta menjaga kualitas mutu pendidikan anak usia dini. Akan tetapi, tantangan besar bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAUD saat ini berasal dari kualifikasi dan juga berasal dari arus gelombang teknologi dan informasi. Dalam kaitannya dengan peningkatan mutu pendidikan, upaya yang perlu dilakukan pendidik dan tenaga kependidikan diorientasikan kepada peningkatan kualifikasi dan juga diperlukan adanya pembinaan yang berkelanjutan dari pengawas maupun pemerintah. Harapannya dengan pengelolaan yang baik terhadap pendidik dan tenaga kependidikan dapat memacu motivasi kerja guna tercapainya tujuan pendidikan.

Kata Kunci: Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Mutu PAUD.

PENDAHULUAN

Mutu Pendidikan Nasional akan terukur melalui ketercapaian 8 Standar Pendidikan Nasional, Delapan standar pendidikan meliputi: 1). Standar Kompetensi Lulusan (dalam PAUD Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA)), 2). Standar Isi, 3). Standar Proses, 4). Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, 5).

Standar Sarana dan Prasarana, 6). Standar Pengelolaan, 7). Standar Pembiayaan, 8).

Standar Penilaian Pendidikan (PP. RI No.19 tahun 2005 telah disempurnakan dengan PP.

RI No. 23 tahun 2013).

Persoalan pendidikan selaras dengan tuntutan perkembangan dan menjadi issu yang menarik untuk diperbincangkan dan dikaji.

Masalah pendidikan dihadapkan pada empat masalah besar, yaitu: masalah mutu, masalah pemerataan, masalah motivasi dan keterbatasan sumber daya dan sumber dana yang dimiliki. Sumber daya dalam hal ini pendidik dan tenaga pendidikan merupakan

sentral dari upaya peningkatan mutu pendidikan, karena itu setiap upaya untuk membenahi pendidikan akan dan harus memelihara penataan terhadap guru/pendidik, pemimpinan/tenaga kependidikan yang mampu memanaj seluruh komponen lembaga/sekolah, terutama pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan disinyalir sarat dengan berbagai persoalan, diantaranya persoalan kualifikasi, pembinaan, pengembangan keprofesionalan serta kinerja yang terus perlu diperhatikan secara berkelanjutan untuk terjaganya mutu pendidikan dan tercapainya tujuan pendidikan secara nasional. Kesungguhan pemerintah dan berbagai pihak pemerhati pendidikan dalam memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan melalui upaya pemenuhan dan perwujudan segenap standar pendidikan tersebut akan menentukan kualitas/mutu pendidikan.

Berbagai kegiatan telah diupayakan pemerintah sebagai sarana bagi guru agar

(6)

79 mampu merespon perubahan, tuntutan perkembangan iptek dan kemajuan masyarakat, termasuk pula di dalamnya perubahan sistem pendidikan dan pembelajaran secara mikro. Tantangan pendidikan Indonesia saat ini bukan hanya terletak pada upaya peningkatan mutu, tetapi juga terletak pada peningkatan kesesuaian pendidikan dengan aneka sektor kehidupan.

Pendidik dan tenaga kependidikan merupakan salah satu kunci utama berhasilnya pergerakan pendidikan dalam rangka pemenuhan standar mutu. Mendidik anak usia dini sangat membutuhkan sistem manajemen yang tepat, peningkatan mutu pendidikan harus diawali dari pendidik dan tenaga kependidikan yang professional. Pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas didukung dengan perencanaan kurikulum dan proses implementasi yang tepat, maka mutu layanan pendidikan anak usia dini akan semakin baik dan mampu melahirkan anak- anak hebat dan tercapainya cita-cita Negara untuk membentuk anak-anak yang memiliki karakter bangsa sejak usia dini.

Kedudukan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pada Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidik di PAUD adalah tenaga yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong, widyaiswara, tutor, instruktur serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan anak usia dini. Dalam Permendikbud No.137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidik anak usia dini merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan, melaksanakan pembelajaran dan menilai hasil pembelajaran, serta melakukan pembimbingan, pelatihan, pengasuhan dan perlindungan. Pendidik anak usia dini terdiri atas guru PAUD, guru pendamping dan guru pendamping muda. Guru menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan multiperan, yaitu sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih.

Tenaga kependidikan di PAUD adalah pengelola satuan pendidikan anak usia dini yang bertugas melaksanakan tugas

administrasi seperti pustakawan, teknisi sumber belajar, laboran, pengawas, penilik, dan peneliti yang menjalankan fungsi mendukung pelaksanaan pendidikan (Danim, 2016: 18). Tenaga kependidikan anak usia dini merupakan tenaga yang bertugas melaksanakan administrasi, pengelolaan, pengembangan, pengawasan dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada satuan dan atau program PAUD. Tenaga kependidikan terdiri atas pengawas TK/RA/BA, Pemilik KB/TPA/SPS, Kepala PAUD, tenaga administrasi dan tenaga penunjang lainya (Permendikbud No.137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

Keahlian yang harus dimiliki guru PAUD tidak hanya terbatas pada memberikan pengetahuan baru bagi para siswa, tetapi juga dibutuhkan keahlian dalam mengelola emosi siswa, mengasuh, menangani masalah serta membimbing siswa. Pendidik anak usia dini dapat mengenali siswa yang memiliki kesulitan belajar atau dapat menerima dan menyatukan siswa yang tidak mampu ke ruang kelas.

Peran pendidik pada anak usia dini masih difungsikan lebih dekat sebagai orang tua bagi siswa di sekolah. Dengan fungsi tersebut, pendidik perlu menjalin kemitraan dengan orang tua dalam menyelesaikan masalah perkembangan siswa. Jika tingkah laku anak di luar kontrol pendidik, maka perlu merujuk pada orang tua serta ahli khusus untuk mendiagnosa masalah yang dihadapi.

Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan PAUD

Manajemen berasal dari kata “to manage” yang berarti mengelola, mengatur.

Manajemen diartikan sebagai seni untuk mengelola guna mencapai tujuan dengan cara menggerakkan orang lain. Manajemen lembaga PAUD perlu memperhatikan profesionalitas dan kualitas pendidik serta tenaga kependidikannya, hal ini dilakukan untuk memberikan jaminan kepada pengguna

(7)

80 PAUD bahwa pendidikan yang diberikan memiliki pelayanan yang baik.

Kegiatan manajaemen pendidik dan tenaga kependidikan PAUD terdiri dari perencanaan pegawai, pengadaan pegawai, pembinaan, promosi dan mutasi, pemberhentian, kompensasi, dan penilaian (Mulyasa, 2009). Pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan PAUD.

Tujuan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, yakni: 1). Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan tenaga kependidikan dan pendidika yang cakap, amanah, dan memiliki motivasi tinggi.

2). Meningkatkan dan memperbaikai kapasitas yang dimiliki pendidik dan tenaga kependidikan, dan 3) menciptakan iklim kerja yang harmonis.

Tantangan Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini

Tingkat efektivitas dan efisiensi hasil pendidikan nasional dapat dioptimalkan melalui peningkatan profesionalitas pendidik dan tenaga kependidikan. Profesionalitas dan kualitas dapat terjaga melalui peningkatan kualifikasi, pembinaan, dan pengembangan keprofesionalan serta kinerja yang baik. Untuk menjaga mutu manajemen harus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pengembangan secara sungguh-sungguh melalui pembinaan, pelatihan, mentoring kepada seluruh komponen lembaga atau sekolah terutama staf-staf didalam lembaga PAUD.

Perlunya penyelenggaraan kegiatan- kegiatan pengembangan untuk pendidik dan tenaga kependidikan adalah salah satu upaya untuk menjaga kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia.

Arus teknologi dan informasi saat ini bukan hanya menggerus anak muda, namun sudah menjadi tren bagi semua kalangan masyarakat. Pendidik dan tenaga kependidikan perlu melakukan pemilihan informasi sebelum disampaikan kepada siswa.

Perkembangan teknologi berupa software edukasi sudah marak dikembangkan, dengan adanya perangkat tersebut diharapkan

dapat membantu dunia pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan memerlukan kemampuan untuk mengimbangi perkembangan teknologi tersebut. Pendidik dapat menggunakan perangkat teknologi sebagai fasilitator bagi siswa dalam upaya mendukung proses belajar siswa.

Tenaga kependidikan juga sama halnya dengan pendidik dalam penggunaan teknologi informasi terbaru. Dengan adanya teknologi terbaru, tenaga kependidikan dapat lebih mudah melakukan pelayanan kepada pengguna pendidikan.

SIMPULAN

Dengan segala keterbatasan dan kelemahan sistem manajemen PAUD saat ini khususnya pendidik dan tenaga kependidikan diperlukan perencanaan, pengorganisasian, pelakasanaan dan pembinaan yang berkelanjutan.

Perencanaan dibuat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pendidik dan tenaga kependidikan, seperti peningkatan kualifikasi.

Pengorganisasian pendidik dan tenaga kependidikan disesuaikan dengan kebutuhan lembaga seperti penyesuaian rasio pendidik dan peserta didik. Pelaksanaan manajemen pendidik dan tenaga kependidikan disesuaikan dengan standar operasional prosedur.

Pembinaan pendidik dan tenaga kependidikan perlu ditingkatkan untuk menjaga mutu layanan pendidikan anak usia dini.

DAFTAR PUSTAKA

Denim. 2016. Inovasi Pendidikan Dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung: CV Pustaka Setia.

Gomes, C. F. 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: CV ANDI Offset

Heryati dan Muhsin, 2014. Manajemen Sumber Daya Pendidikan. Bandung:

CV Pustaka Setia.

Nata. 2001. Manajemen Pendidikan:

Mengatasi Kelemahan Pendidikan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Samsudin. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: CV Pustaka Setia.

(8)

81 Sujiono, N. Y. 2012. Konsep Dasar

Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta:

PT Indeks.

Suyadi. 2011. Manajemen PAUD.

Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Yamin dan Sannan. 2013. Panduan PAUD :Pendidkan Anak Usia Dini. Jakarta:

Referensi.

(9)

132

Referensi

Dokumen terkait

Masih menurut Marmanto, pengajaran ini akan lebih baik apabila pada tahap latihan siswa diarahkan untuk membandingkan budaya bahasa target (Inggris) dengan budaya siswa

penentuan alternatif kebijakan pengembangan ekowisata di kawasan CATDS ditentukan berdasarkan hasil penilaian potensi, evaluasi jalur interpretasi dan analisis stakeholder

Hiperkapnia merupakan penyebab dari vasidolator pambuluh darah otak yang berlebihan, ini terjadi sebagai akibat dari hipoventilasi pada pasien yang tidak sadar akibat volume

Ya anda benar yang gratisan banyak, tapi disk space dan bandwith terbatas, akun gampang suspend, inodes yang didapat cuma sedikit jadi tidak bisa posting banyak, kalau

dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun. Pidana tambahan bagi percobaan sama dengan

Ciri yang dimiliki oleh unsur logam adalah …. Perhatikan data perubahan zat berikut! 1) Dapat menghantarkan arus listrik 2) Mudah bereaksi dengan udara 3) Mudah larut dalam

 Model pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang diupayakan untuk dapat meningkatkan peran serta siswa, memfasilitas isiswa dengan pengalaman sikap

fisiologis terdapat pada bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari, karena pengaruh estrogen dari plasenta terhadap uterus dan vagina janin; saat menarche, karena pengaruh