• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT PUTUSAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT PUTUSAN"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT

PUTUSAN

Nomor : 012 /XI/KI-SB/PS-A/2018

KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT

1. IDENTITAS

[1.1] Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat yang menerima, memeriksa dan menjatuhkan putusan dalam Sengketa Informasi Publik dengan Nomor Registrasi : 005/REG-PSI/KI-SB/VI/2018, yang diajukan oleh :

Nama : Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan

Alamat : Jl. Abdullah Umar No. 11, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Selanjutnya disebut sebagai Pemohon,

yang dalam persidangan dihadiri oleh Arwin Haryanto selaku Ketua dan Aswan Haryanto sebagai anggota yang ditugaskan,

Terhadap

Nama : Pemerintah Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar

Alamat : Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar.

Selanjutnya disebut sebagai Termohon,

[1.2] Telah membaca permohonan Pemohon;

Telah mendengar keterangan Pemohon;

Telah memeriksa surat-surat Pemohon; dan

Telah memeriksa bukti-bukti di tempat Termohon;

(2)

2. DUDUK PERKARA

A. Pendahuluan

[2.1] Bahwa pada tanggal 21 Juni 2018, Pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat. Permohonan tersebut diterima pada tanggal 25 Juni 2018 dan terdaftar di Kepaniteraan dengan Nomor Registrasi : 005/REG-PSI/KI-SB/VI/2018.

Kronologi

[2.2] Bahwa pada tanggal 23 Maret 2018, Pemohon telah mengajukan surat permohonan permintaan informasi publik masing-masing kepada Sekretaris Desa dan Tim Pengelola Kegiatan di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar.

Terhadap permintaan informasi kepada Sekretaris Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Pemohon meminta salinan informasi yang menyangkut tentang :

a. laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat pada bulan 1-12 untuk tahun 2016 dan 2017; dan

b. laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018.

Terhadap Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Pemohon meminta salinan informasi dengan permintaan yang berkaitan dengan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya untuk tahun 2016 dan 2017 yang menyangkut tentang :

a. rencana anggaran dan biaya (RAB);

b. pengajuan penawaran pembelian;

c. sumber dana pembelian; dan d. bukti dan cara pembayaran;

[2.3] Bahwa permohonan permintaan informasi yang diajukan oleh Pemohon sebagaimana diuraikan pada paragraf [2.2], sampai batas waktu yang ditentukan yaitu 10 (sepuluh) hari kerja, tidak mendapatkan tanggapan atau jawaban dari masing-masing pihak.

(3)

[2.4] Bahwa pada tanggal 18 April 2018 Pemohon telah mengajukan surat keberatan atas tidak ditanggapinya permintaan permohonan informasi sebagaimana diuraikan pada paragraf [2.2] kepada Kepala Desa Bunga-Bunga, kecamatan Matakali, kabupaten Polewali Mandar selaku pimpinan badan publik.

[2.5] Bahwa hingga berakhirnya jangka waktu untuk memberikan tanggapan atau jawaban atas keberatan dari Pemohon sebagaimana dimaksud pada paragraf [2.4], Kepala Desa Bunga-Bunga, kecamatan Matakali, kabupaten Polewali Mandar selaku Termohon juga tidak memberikan tanggapan atau jawaban.

[2.6] Bahwa atas dasar sebagaimana dimaksud pada paragraph [2.5], pada tanggal 21 Juni 2018 Pemohon mengajukan surat permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat.

Permohonan tersebut diterima oleh Kepaniteraan pada tanggal 26 Juni 2018 dan selanjutnya diproses dan diberikan Nomor Registrasi : 005/REG-PSI/KI-SB/VI/2017.

[2.7] Bahwa terhadap sengketa a quo, Majelis Komisioner telah melakukan persidangan di ruang sidang Komisi Informasi dengan tahapan sebagai berikut : a. tanggal 31 Juli 2018 dilaksanakan sidang dengan agenda pemeriksaan awal

yang hanya dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon;

b. tanggal 14 Agustus 2018 dilaksanakan sidang dengan agenda pemeriksaan awal lanjutan yang hanya dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon;

c. tanggal 4 September 2018 2018 dilaksanakan sidang dengan agenda pemeriksaan alat bukti yang hanya dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon; dan

d. tanggal 6 November 2018 2018 dilaksanakan sidang dengan agenda penyampaian kesimpulan yang hanya dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon.

[2.8] Bahwa dalam sidang pemeriksaan awal sebagaimana dimaksud pada paragraf [2.7] huruf a dan huruf b, upaya mediasi tidak dapat ditempuh karena Termohon tidak menghadiri persidangan.

(4)

[2.9] Bahwa karena ketidakhadiran Termohon dalam perkara a quo ini Majelis Komisioner memandang perlu melakukan pemeriksaan setempat guna mendapatkan bukti tambahan sebelum putusan ditetapkan sehingga pada tanggal 19 September 2018 dilakukan pemeriksaan setempat di tempat Termohon yang dihadiri dan disaksikan oleh Pemohon.

Alasan Permohonan Informasi atau Tujuan Penggunaan Informasi

[2.10] Bahwa alasan permohonan atau tujuan penggunaan informasi yang diajukan oleh Pemohon adalah untuk diketahui.

Alasan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi

[2.11] Bahwa alasan permohonan penyelesaian sengketa informasi atas perkara a quo adalah karena permintaan diabaikan atau tidak ditanggapi oleh Termohon.

Petitum

[2.12] Bahwa Pemohon meminta kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat agar memutus untuk membuka informasi yang dimohonkan oleh Pemohon dan melihat kedudukan domisili Pemohon dan Termohon agar proses penyelesaian sengketa informasi dapat dilaksanakan di wilayah kabupaten Polewali Mandar.

B. Alat Bukti

Keterangan Pemohon

[2.13] Bahwa dalam persidangan awal pada tanggal 14 Agustus 2018, Pemohon telah menyampaikan keterangan-keteranganya sebagai berikut :

1. Membenarkan bahwa pada tanggal 23 Maret 2018 Pemohon telah mengajukan surat permintaan salinan informasi kepada Sekretaris Desa yang berkaitan dengan :

a. laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat pada bulan 1-12 untuk tahun 2016 dan 2017; dan

b. laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018.

2. Membenarkan bahwa pada tanggal 23 Maret 2018 Pemohon telah mengajukan surat permintaan salinan informasi kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya untuk tahun 2016 dan 2017 dengan rincian :

(5)

a. rencana anggaran dan biaya (RAB);

b. pengajuan penawaran pembelian;

c. sumber dana pembelian; dan d. bukti dan cara pembayaran

3. Membenarkan bahwa pada tanggal 18 April 2018 telah mengajukan surat keberatan kepada Termohon karena Permohonan Informasi tidak ditanggapi oleh Sekretaris Desa dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

4. Membenarkan bahwa pada tanggal 26 Juni 2018 telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik melalui Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat, disebabkan sampai dengan tiga puluh hari kerja, Termohon sebagaimana dijelaskan pada angka 3 (tiga) di atas tidak memberikan jawaban atau tanggapan.

5. Pemohon berkeyakinan bahwa informasi yang dimohonkan merupakan informasi yang bersifat terbuka dan kemudian alasan atau tujuan Pemohon meminta informasi kepada Termohon dalam rangka mengetahui dan memaksimalkan partisipasi lembaga dalam melaksanakan fungsi kontrol

Surat-Surat Pemohon

[2.14] Bahwa Pemohon telah mengajukan surat tertulis, sebagai berikut :

Surat P-1 Fotokopi surat permohonan informasi bertanggal 23 Maret 2018 yang diajukan kepada Sekretaris Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, surat diterima oleh Ahmad selaku staf.

Surat P-2 Fotokopi surat permohonan informasi bertanggal 23 Maret 2018 yang diajukan kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Bunga- Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, surat diterima oleh Ahmad selaku staf.

Surat P-3 Fotokopi surat keberatan bertanggal 18 April 2018 yang diajukan kepada Kepala Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar.

(6)

Surat P-4 Fotokopi surat Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik bertanggal 21 Juni 2018 yang diajukan kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat.

Surat P-5 Fotokopi Akta Pendirian Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK) Nomor : 04 tanggal 7 Juni 2016, dibuat oleh Notaris Nurrahmah Tahanuddin, SH, MH, disertai dengan pengesahan pendirian badan hukum pada tanggal 28 November 2016.

Surat P-6 Fotokopi pengesahan pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 28 November 2016.

Surat P-7 Fotokopi Kartu Tanda Penduduk atas nama Arwin Haryanto dengan Nomor KTP 7604030902760001 dengan alamat Dusun Jombang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Surat P-8 Fotokopi Kartu Tanda Anggota LSM Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK).

Keterangan Termohon

[2.15] Menimbang bahwa dalam persidangan pasa tanggal 31 Juli 2018, tanggal 14 Agustus 2018, tanggal 4 September 2018, tanggal dan tanggal 6 November

2018, Termohon tidak hadir sehingga tidak dapat didengarkan keterangannya.

Surat-surat Termohon

[2.16] Menimbang bahwa Termohon tidak pernah mengajukan surat-surat sebagai alat bukti.

Pemeriksaaan Setempat

[2.18] Menimbang bahwa karena ketidakhadiran Termohon dalam persidangan sebagaimana diurai pada paragraf [2.7], Majelis memandang perlu untuk mencari bukti tambahan guna memperkuat argumen dari Pemohon sebagaimana telah

(7)

dijelaskan pada paragraf [2.9] dan memperoleh bukti yang relevan sehingga dalam memutuskan sengketa a quo ini Majelis perlu melakukan pemeriksaan setempat.

Berdasarkan hal ini Majelis telah melakukan Pemeriksaan Setempat tersebut pada tanggal 19 September 2018 di Kantor Desa Bunga-Bunga Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar yang dihadiri Pemohon dan Termohon. Dalam Pemeriksaan Setempat, Majelis mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa Termohon menguasai atau memiliki informasi tentang rencana anggaran dan biaya (RAB), dan pengajuan penawaran pembelian lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan tahun 2017.

2. Bahwa Termohon menguasai atau memiliki informasi tentang bukti dan cara pembayaran lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya pada Tahun 2016 dan tahun 2017.

3. Bahwa pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya saat ini dalam proses Penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulselbar di Makassar, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar Nomor : PRINT.35/R.4/Fd.1/01/2018.

4. Bahwa laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat setempat pada bulan 1 – 12 tahun 2016 dan tahun 2017 serta laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018 informasinya di kuasai oleh Termohon.

3. KESIMPULAN PARA PIHAK

[3.1] Baik Pemohon dan Termohon tidak mengajukan kesimpulan.

4. PERTIMBANGAN HUKUM

[4.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan sesungguhnya adalah mengenai Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, sebagaimana diatur pasal 35 ayat (1) huruf c, Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang

(8)

Keterbukaan Informasi Publik, selanjutnya disebut UU KIP, juncto pasal 5 huruf b Pasal 13 dan Pasal 36 ayat (1) dan (2) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, selanjutnya disebut Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP;

[4.2] Menimbang bahwa sebelum memasuki pokok permohonan, berdasarkan pasal 36 ayat (1) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP, Majelis Komisioner terlebih dahulu akan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat untuk memeriksa dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo ;

2. Kedudukan hukum atau legal standing Pemohon sebagai yang mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik ;

3. Kedudukan hukum atau legal standing Termohon sebagai Badan Publik dalam sengketa informasi publik ;

4. Batas waktu pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik.

Bahwa terhadap keempat hal tersebut, Majelis Komisioner memberikan pendapat sebagai berikut :

A. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat

[4.3] Menimbang bahwa Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat memiliki dua kewenangan yaitu Kewenangan Absolut dan Kewenangan Relatif.

Kewenangan Absolut

[4.4] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 4 UU KIP yang menyatakan : Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi.

[4.5] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 UU KIP, juncto Pasal 1 angka 3 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan : Sengketa Informasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara badan publik dan pengguna informasi publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan menggunakan informasi berdasarkan perundang-undangan.

(9)

[4.6] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 26 ayat (1) UU KIP

Komisi Informasi bertugas menerima, memeriksa, dan memutus permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap Pemohon Informasi Publik berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

Pasal 38 ayat (1) UU KIP

Komisi Informasi Pusat dan Komisi Informasi provinsi dan/atau Komisi Informasi kabupaten/kota harus mulai mengupayakan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah menerima permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik.

[4.7] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan : Penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Komisi Informasi dapat ditempuh apabila :

a. pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau

b. pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.

[4.8] Menimbang bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dalam persidangan yang telah menempuh mekanisme untuk memperoleh informasi dan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik sebagai berikut :

a. pemohon telah mengajukan permohonan informasi publik sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;

b. pemohon telah menempuh upaya keberatan kepada Termohon sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;

c. pemohon tidak mendapat tanggapan atau jawaban dari Termohon sebagaimana diuraikan dalam duduk perkara; dan

(10)

d. pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara.

[4.9] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [4.4] sampai dengan paragraf [4.8], Majelis Komisioner berpendapat bahwa sengketa a quo berada dalam kompetensi absolut Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat dan oleh sebab itu memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa a quo.

Kewenangan Relatif

[4.10] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU KIP menyatakan : Kewenangan Komisi Informasi provinsi meliputi kewenangan penyelesaian sengketa yang menyangkut Badan Publik tingkat provinsi yang bersangkutan.

[4.11] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (4) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan : Dalam hal Komisi Informasi Kabupaten/Kota belum terbentuk, kewenangan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik yang menyangkut Badan Publik tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Komisi Informasi Provinsi.

[4.12] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 3 UU KIP yang menyatakan : Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.

[4.13] Menimbang bahwa pada bagian penjelasan Pasal 6 ayat(3) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan: Yang dimaksud dengan Badan Publik kabupaten/kota adalah Badan Publik yang lingkup kerjanya mencakup

(11)

kabupaten/kota setempat atau lembaga tingkat kabupaten/kota dari suatu lembaga yang hierarkis. Contoh : Pemerintah Kabupaten/Kota, DPRD kabupaten/kota, Pengadilan tingkat pertama, Komando Distrik Militer, BUMD tingkat kabupaten/kota, Partai Politik tingkat kabupaten/kota, organisasi non pemerintah tingkat kabupaten/kota, RSUD tingkat kabupaten/kota, atau lembaga tingkat kabupaten/kota lainnya.

[4.14] Menimbang bahwa berdasarkan Undang-Undang No 6 Tahun 2014 tentang Desa , dinyatakan bahwa :

Pasal 1

Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pasal 5

Desa berkedudukan di wilayah Kabupaten/Kota.

Pasal 23

Pemerintahan Desa diselenggarakan oleh Pemerintah Desa.

Pasal 25

Pemerintah Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 adalah Kepala Desa atau yang disebut dengan nama lain dan yang dibantu oleh perangkat Desa atau yang disebut dengan nama lain.

Pasal 26 ayat 1

Kepala Desa bertugas menyelenggarakan Pemerintahan Desa, melaksanakan Pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa.

(12)

Pasal 72

(1) Pendapatan Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) bersumber dari:

a. pendapatan asli Desa terdiri atas hasil usaha, hasil aset, swadaya dan partisipasi, gotong royong, dan lain-lain pendapatan asli Desa;

b. alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

c. bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah Kabupaten/Kota;

d. alokasi dana Desa yang merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima Kabupaten/Kota;

e. bantuan keuangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota;

f. hibah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga; dan g. lain-lain pendapatan Desa yang sah.

[4.15] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah No 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa, :

Pasal 48 huruf a

Dalam melaksanakan tugas, kewenangan, hak dan kewajibannya, kepala Desa wajib menyampaikan laporan penyelenggaraan Pemerintah Desa setiap akhir tahun anggaran kepada bupati/walikota.

Pasal 96

(1) Pemerintah daerah kabupaten/kota mengalokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten/kota ADD setiap tahun anggaran.

(2) ADD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit 10% (sepuluh perseratus) dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah setelah dikurangi dana alokasi khusus.

(3) Pengalokasian ADD sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mempertimbangkan:

a. kebutuhan penghasilan tetap kepala Desa dan perangkat Desa; dan

(13)

b. jumlah penduduk Desa, angka kemiskinan Desa, luas wilayah Desa, dan tingkat kesulitan geografis Desa.

[4.16] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraph [4.10] sampai dengan paragrap [4.15], Majelis berpendapat bahwa Pemerintah Desa Bunga-Bunga, Kevamatan Matakali, Kabupayen Polewali Mandar memiliki tugas dalam menyelenggarakan urusan pemerintahan yang berkedudukan di desa dan merupakan bagian dari kabupaten sehingga Pemerintah Desa adalah bagian dari badan Publik pada tingkat kabupaten.

[4.17] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.16], Majelis berpendapat Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat memiliki kewenangan relatif untuk menerima, memeriksa dan memutus sengketa a quo.

B. Kedudukan Hukum / Legal Standing Pemohon

[4.18] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 1 angka 12 UU KIP

Pemohon Informasi Publik adalah warga negara dan/atau badan hukum Indonesia yang mengajukan permintaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Pasal 1 angka 7 Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP

Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik yang selanjutnya disebut Pemohon adalah Pemohon atau pengguna informasi publik yang mengajukan Permohonan kepada Komisi Informasi.

Pasal 11 ayat (1) huruf a Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP

Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan sebagai berikut:

a. identitas Pemohon yang sah, yaitu:

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Paspor atau identitas lain yang sah yang dapat membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia; atau

2. Anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum.

(14)

3. Surat kuasa dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemberi kuasa dalam hal Pemohon mewakili kelompok orang.

b. permohonan informasi kepada Badan Publik, yaitu:

1. Surat permohonan, formulir permohonan, tanda terima atau tanda pemberian/pengajuan permohonan informasi; dan/atau

2. Surat pemberitahuan tertulis dari Badan Publik atas permohonan informasi.

c. keberatan kepada Badan Publik, yaitu:

1. Surat tanggapan tertulis atas keberatan Pemohon oleh atasan PPID; atau 2. Surat pengajuan keberatan disertai tanda pemberian/pengajuan, tanda

pengiriman atau tanda terima; dan 3. Dokumen lainnya, bila dipandang perlu.

[4.19] Menimbang bahwa Pemohon dalam pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik yang telah didaftarkan pada Kepaniteraan Komisi Informasi provinsi Sulawesi Barat telah melampirkan dokumen sebagai berikut : a. fotokopi Akta Pendirian Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan

Keadilan,Nomor : 04 tanggal 7 Juni 2016, yang dibuat oleh Notaris Nurrahmah Tahanuddin, SH, MH.Vide Bukti [P-3];

b. fotokopi pengesahan pendirian Badan Hukum Perkumpulan Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan yang diterbitkan oleh Menteri Hukum dan HAM RI tanggal 28 November 2016.Vide Bukti [P-4]; dan

c. fotokopi KTA LSM Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilanatas nama Arwin Haryanto. Vide Bukti [P-6].

[4.20] Menimbang bahwa dalam persidangan telah didengarkan pula keterangan Pemohon yang pada pokoknya menerangkan jika Pemohon mewakili Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan dalam mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik a quo.

[4.21] Menimbang bahwa Pemohon merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat sebagaimana keterangan dipersidangan didukung dengan bukti [P-4],[P-5], [P-6], [P-7} dan [P-8], sehingga syarat-syarat formil Permohonan Penyelesaian Sengketa

(15)

Informasi harus tunduk pada ketentuan Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 2 Perki No.

1 tahun 2013 tentang PPSIP.

[4.22] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pada Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 2 Perki No. 1 tahun 2013 tentang PPSIP telah menegaskan Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan berupa identitas Pemohon yang sah yaitu : Anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum.

[4.23] Menimbang, bahwa bukti [P-4] berupa fotokopi Akta Pendirian Lembaga Aliansi Masyarakat Peduli Kebenaran dan Keadilan (AMPERAK) Nomor : 04 tanggal 7 Juni 2016, yang dibuat oleh Notaris Nurrahmah Tahanuddin, SH, MH, di dalamnya termuat Anggaran Dasar lembaga yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sehingga syarat formil dokumen kelengkapan Pemohon sebagaimana ketentuan Pasal 11 ayat (1) huruf a angka 2 Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP telah terpenuhi.

[4.24] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [4.18] sampai dengan paragraf [4.23], Majelis Komisioner berpendapat bahwa Pemohon memenuhi syarat kududukan hukum atau legal standing sebagai Pemohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.

C. Kedudukan Hukum / Legal Standing Termohon

[4.25] Menimbang bahwa kedudukan hukum Termohon dalam sengketa a quo telah diuraikan dan dipertimbangkan pada bagian kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat paragraf [4.3] sampai dengan [4.6], maka pertimbangan tersebut juga berlaku secara mutatis mutandis dalam menguraikan dan mempertimbangkan kedudukan hukum Termohon.

[4.26] Menimbang berdasarkan paragraf [4.25], Majelis Komisioner berpendapat bahwa Termohon memenuhi syarat kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.

(16)

D. Batas Waktu Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi [4.27] Menimbang bahwa berdasarkan fakta hukum yang tidak terbantahkan dalam persidangan, dimana Pemohon telah menempuh mekanisme permohonan informasi, keberatan dan pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik, sebagaimana telah diuraikan pada paragraf [2.2] sampai paragraf [2.6]

mengenai kronologi proses penyelesaian sengketa informasi.

[4.28] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 22 ayat (7) UU KIP

Paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak diterimanya permintaan, Badan Publik yang bersangkutan wajib menyampaikan pemberitahuan tertulis yang berisikan : a. informasi yang diminta berada di bawah penguasaannya ataupun tidak;

b. badan Publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada di bawah penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;

c. badan Publik wajib memberitahukan Badan Publik yang menguasai informasi yang diminta apabila informasi yang diminta tidak berada di bawah penguasaannya dan Badan Publik yang menerima permintaan mengetahui keberadaan informasi yang diminta;

d. penerimaan atau penolakan permintaan dengan alasan yang tercantum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17

e. dalam hal permintaan diterima seluruhnya atau sebagian dicantumkan materiinformasi yang akan diberikan;

f. dalam hal suatu dokumen mengandung materi yang dikecualikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17, maka informasi yang dikecualikan tersebut dapat dihitamkan dengan disertai alasan dan materinya;

g. alat penyampaian dan format informasi yang akan diberikan; dan/atau h. biaya serta cara pembayaran untuk memperoleh informasi yang diminta.

(17)

Pasal 35 ayat (1) UU KIP

Setiap Pemohon Informasi Publik dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada atasan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi berdasarkan alasan berikut :

a. penolakan atas permintaan informasi berdasarkan alasan pengecualian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17;

b. tidak disediakannya informasi berkala sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9;

c. tidak ditanggapinya permintaan informasi;

d. permintaan informasi ditanggapi tidak sebagaimana yang diminta;

e. tidak dipenuhinya permintaan informasi;

f. pengenaan biaya yang tidak wajar; dan/atau

g. penyampaian informasi yang melebihi waktu yang diatur dalam Undang- Undang ini

Pasal 36 ayat (1) UU KIP

Keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1).

Pasal 36 ayat (2) UU KIP

Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis.

Pasal 37 ayat (2) UU KIP

Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).

Pasal 13 huruf a Perki No. 1 Tahun 2013 tentang PPSIP

Permohonan diajukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggapan tertulis atas keberatan dari atasan PPID diterima oleh Pemohon.

(18)

[4.29] Menimbang bahwa berdasarkan kronologi sebagaimana terurai pada paragraf [2.2] sampai dengan paragraf [2.6] dan sesuai dengan fakta dipersidangan, Pemohon telah mengajukan surat permintaan informasi kepada Sekretaris Desa Bunga-Bunga, Kacamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 23 Maret 2018, vide bukti [P-1], dan pada tanggal yang sama juga mengajukan permintaan informasi kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, vide bukti {P-2}.

[4.30] Menimbang bahwa berdasarkan kronologi sebagaimana terurai pada paragraf [2.2] sampai dengan paragraf [2.6] dan sesuai dengan fakta dipersidangan, Pemohon mengajukan surat keberatan kepada Termohon pada tanggal 18 April 2018, Vide bukti [P-3}.

[4.31] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.27] sampai dengan paragraf [4.30], tenggat waktu antara surat pengajuan permintaan informasi dengan surat pengajuan keberatan adalah sesuai dengan Pasal 36 ayat (1) UU KIP yang menjelaskan bahwa keberatan diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah ditemukannya alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) yaitu diantaranya tidak ditanggapinya permintaan informasi sehingga tenggat waktu tersebut adalah berkesesuaian. Begitu pula dengan pengajuan surat permohonan penyelesaian sengketa informasi publik ke Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat adalah sesuai dengan UU KIP.

[4.32] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.31], Majelis Komisioner berpendapat bahwa jangka pengajuan surat keberatan oleh Pemohon ke Termohon selaku badan publik sebagaimana ditentukan dalam Pasal 36 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU KIP adalah terpenuhi.

E. Pokok Permohonan

[4.33] Menimbang bahwa pokok permohonan dalam perkara a quo sesungguhnya adalah sengketa informasi publik antara Pemohon dan Termohon dimana Pemohon meminta informasi yang diajukan terhadap 2 (dua) pihak dalam satu

(19)

badan publik di lokasi wilayah yang sama di Desa Bunga-Bunga, Kacamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar yaitu :

a. permohonan informasi melalui Sekretaris Desa yaitu salinan atau fotokopi yang berkaitan dengan :

1. Laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat pada bulan 1-12 untuk tahun 2016 dan 2017.

2. Laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018.

b. permohonan informasi melalui Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yaitu salinan atau fotokopi yang berkaitan dengan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya tahun 2016 dan tahun 2017 dengan rincian :

1. rencana anggaran dan biaya (RAB);

2. pengajuan penawaran pembelian;

3. sumber dana pembelian; dan 4. bukti dan cara pembayaran F. Pendapat Majelis

[4.34] Menimbang bahwa terhadap hal-hal yang menjadi pokok sengketa, Majelis akan memberi pertimbangan hukum terhadap hal-hal sebagai berikut :

Alasan dan Tujuan Pemohon meminta informasi

[4.35] Menimbang bahwa dalam persidangan tanggal 14 Agustus 2018, Pemohon menyampaikan keterangan terkait alasan permintaan informasi publik adalah untuk memaksimalkan fungsi kontrol sebagai masyarakat;

[4.36] Menimbang, Pasal 4 ayat (1), (2), dan (3) UU KIP yang menyatakan :

(1) Setiap Orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan ketentuan Undang- Undang ini.

(2) Setiap Orang berhak :

a. melihat dan mengetahui Informasi Publik;

b. menghadiri pertemuan publik yang terbuka untuk umum untuk memperoleh Informasi Publik;

(20)

c. mendapatkan salinan Informasi Publik melalui permohonan sesuai dengan Undang-Undang ini; dan/atau

d. menyebarluaskan Informasi Publik sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

(3) Setiap Pemohon Informasi Publik berhak mengajukan permintaan Informasi Publik disertai alasan permintaan tersebut.

[4.37] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pasal 1 ayat (2) UU KIP bahwa Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu Badan Publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan UU KIP serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Terhadap Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon

[4.38] Menimbang bahwa Pemohon dalam mengajukan permintaan informasi diajukan kepada 2 (dua) pihak dalam satu badan publik yaitu Sekretaris Desa dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) yang berlokasi di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, sehingga terhadap informasi yang dimohonkan oleh Pemohon akan diuraikan secara terpisah dan berurutan sebagai berikut :

Permohonan Informasi kepada Sekretaris Desa

[4.39] Menimbang bahwa berdasarkan fakta persidangan, Pemohon mengklarifikasi atau mengoreksi dan menambahkan informasi yang diminta terkait dengan Laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat pada bulan 1 – 12 tahun 2016 dan tahun 2017 serta laporan penyaluran Rastra tahun 2018 yang mempertegas bahwa informasi tersebut berupa daftar realisasi penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) yang memuat by name by address atau berdasarkan nama dan alamat, serta jumlah dan harga beras untuk tahun 2016, 2017, dan 2018.

(21)

[4.40] Menimbang berdasarkan ketentuan-ketentuan : UU KIP, Pasal 7 ayat (1)

Badan Publik wajib menyediakan, memberikan dan/atau menerbitkan Informasi Publik yang berada di bawah kewenangannya kepada Pemohon Informasi Publik, selain informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan.

UU KIP, Pasal 11 ayat (1) huruf b

Setiap Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang meliputi hasil keputusan Badan Publik dan pertimbangannya.

Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Pasal 19 huruf c

Kewenangan Desa meliputi kewenangan yang ditugaskan oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.”

Peraturan Presiden Nomor 15 tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

Program percepatan penanggulangan kemiskinan terdiri dari kelompok program bantuan sosial terpadu berbasis keluarga, bertujuan untuk melakukan pemenuhan hak dasar, pengurangan beban hidup, dan perbaikan kualitas hidup masyarakat miskin.

Perki No. 1 Tahun 2010 tentang SLIP, pasal 13 ayat (1) huruf b angka 6

Informasi tentang peraturan, keputusan dan/atau kebiijakan Badan Publik yang sekurang-kurangnya terdiri atas Peraturan, keputusan dan/atau kebijakan yang telah diterbitkan.

[4.41] Menimbang berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Tahun 2016 pada bagian Lampiran huruf b angka 17 menyebutkan “Program Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah adalah program subsidi pangan (beras) bagi masyarakat berpendapatan rendah.”

(22)

[4.42] Menimbang berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2016 tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah tahun 2016 pada Bab VII bagian Pengaduan dimana secara eksplisit disebutkan bahwa masyarakat dapat berperan serta dalam pengawasan pelaksanaan program subsidi beras.

[4.43] Menimbang berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Tahun 2016 pada bagian lampiran bab III angka 3 huruf e, terkait pelaksana distribusi subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah di desa/kelurahan/pemerintahan setingkat menyebutkan “Kepala Desa/Lurah/Kepala pemerintahan setingkat bertanggung jawab atas pelaksanaan program subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah di wilayahnya, dan membentuk pelaksana distribusi subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah di wilayahnya, sebagai berikut :

d. pelaksana distribusi mempunyai fungsi “Pendistribusian dan penyerahan subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah kepada RTS-PM yang terdapat dalam DPM-1 di Titik Bagi (TB).

e. membuat daftar realisasi penjualan beras sesuai model DPM-2 dan melaporkan ke tim koordinasi subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah Kabupaten/Kota melalui tim koordinasi subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah kecamatan..

[4.44] Menimbang bahwa pembagian beras bersubsidi bagi masyarakat berpendapatan rendah dilakukan berdasarkan pada daftar penerima manfaat (DPM-1) yang disusun oleh pelaksana distribusi, sebagaimana disebutkan pada ketentuan Lampiran Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Pedoman Umum Subsidi Beras Bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah Tahun 2016 huruf B angka 2 dan angka 3 pada ketentuan Umum dinyatakan :

(23)

2. DPM-1 adalah model daftar penerima manfaat subsidi Beras Bagi masyarakat berpendapatan rendah di Desa/Kelurahan yang menjadi dasar penyaluran subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah di Desa/Kelurahan. DPM-1 telah mengakomodir hasil perubahan RTS-PM melalui mekanisme mudes/muskel, jika diperlukan pemutakhiran.

3. DPM-2 adalah model daftar penjualan subsidi beras bagi masyarakat berpendapatan rendah di Desa/Kelurahan.

[4.45] Menimbang bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan setempat pada tanggal 18 September 2018 di tempat Termohon, diperoleh fakta atau bukti sebagai berikut :

1. Bahwa Termohon menguasai atau memiliki informasi tentang rencana anggaran dan biaya (RAB), dan pengajuan penawaran pembelian lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan tahun 2017.

2. Bahwa Termohon menguasai atau memiliki informasi tentang bukti dan cara pembayaran lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya pada Tahun 2016 dan tahun 2017.

3. Bahwa pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya saat ini dalam proses Penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulselbar di Makassar, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar Nomor : PRINT.35/R.4/Fd.1/01/2018.

4. Bahwa laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat setempat pada bulan 1 – 12 tahun 2016 dan tahun 2017 serta laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018 informasinya di kuasai Termohon.

[4.46] Menimbang berdasarkan berita acara hasil pemeriksaan setempat sebagaimana disebutkan pada paragraf [4.45] di atas pada angka 4 (empat) dapat diperoleh kejelasan bahwa Termohon menguasai laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) untuk tahun 2016 dan tahun 2017

(24)

tetapi untuk tahun 2018 pembagian beras sejahtera (rastra) tersebut dalam proses penyaluran ke warga setempat sehingga laporannya menunggu sampai dengan bulan Desember 2018.

[4.47] Menimbang bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana telah dijelaskan pada paragraph [4.39] sampai dengan paragraf [4.46] Majelis menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon yang berkaitan dengan daftar realisasi penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) yang memuat nama, alamat, jumlah dan harga beras adalah berkesesuaian dengan informasi yang terdapat pada Daftar Penerima Manfaat (DPM-2) yang memuat informasi tentang nama, alamat, jumlah dan harga beras yang di susun oleh pelaksana distribusi yang sahkan oleh Kepala Desa/Lurah yang merupakan keputusan/kebijakan Pemerintah Desa terkait dengan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra).

[4.48] Menimbang bahwa berdasarkan penjelasan pada paragraf [4.47] di atas, Majelis berpendapat bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon merupakan informasi yang bersifat terbuka dan Termohon wajib menyediakannya setiap saat kecuali untuk laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018 karena masih dalam proses pembagian ke masyarakat sampai bulan Desember 2018 dan setelahnya menunggu laporan hasil realisasinya selesai dibuat.

Permohonan Informasi kepada Tim Pengelola Kegiatan (TPK)

[4.49] Menimbang bahwa berdasarkan fakta persidangan, Pemohon mengklarifikasi atau mengoreksi dan menambahkan informasi yang diminta yaitu salinan atau fotokopi yang berkaitan dengan pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya tahun 2016 dan 2017 dengan rincian :

a. anggaran dan biaya (RAB);

b. pengajuan penawaran pembelian;

c. sumber dana pembelian; dan d. bukti dan cara pembayaran.

[4.50] Menimbang ketentuan dalam Pasal 9 UU KIP menegaskan :

1. Setiap Badan Publik wajib mengumumkan Informasi Publik secara berkala.

(25)

2. Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:

a. informasi yang berkaitan dengan Badan Publik;

b. informasi mengenai kegiatan dan kinerja Badan Publik terkait;

c. informasi mengenai laporan keuangan; dan/atau

d. informasi lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

3. Kewajiban memberikan dan menyampaikan Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan paling singkat 6 (enam) bulan sekali.

4. Kewajiban menyebarluaskan Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disampaikan dengan cara yang mudah dijangkau oleh masyarakat dan dalam bahasa yang mudah dipahami.

5. Cara-cara sebagaimana dimaksud pada ayat (4) ditentukan lebih lanjut oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi di Badan Publik terkait.

6. Ketentuan lebih lanjut mengenai kewajiban Badan Publik memberikan dan menyampaikan Informasi Publik secara berkala sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur dengan Petunjuk Teknis Komisi Informasi.

[4.51] Menimbang Pasal 11 UU KIP yang menyatakan :

1. Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang meliputi :

a. daftar seluruh Informasi Publik yang berada di bawah penguasaannya, tidak termasuk informasi yang dikecualikan;

b. hasil keputusan Badan Publik dan pertimbangannya;

c. seluruh kebijakan yang ada berikut dokumen pendukungnya;

d. rencana kerja proyek termasuk di dalamnya perkiraan pengeluaran tahunan Badan Publik;

e. perjanjian Badan Publik dengan pihak ketiga;

f. informasi dan kebijakan yang disampaikan Pejabat Publik dalam pertemuan yang terbuka untuk umum;

g. prosedur kerja pegawai Badan Publik yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan/atau

(26)

h. laporan mengenai pelayanan akses Informasi Publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

2. Informasi Publik yang telah dinyatakan terbuka bagi masyarakat berdasarkan mekanisme keberatan dan/atau penyelesaian sengketa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 48, Pasal 49, dan Pasal 50 dinyatakan sebagai Informasi Publik yang dapat diakses oleh Pengguna Informasi Publik.

3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan kewajiban Badan Publik menyediakan Informasi Publik yang dapat diakses oleh Pengguna Informasi Publik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Petunjuk Teknis Komisi Informasi.

[4.52] Menimbang bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan setempat pada tanggal 18 September 2018 di tempat Termohon, diperoleh fakta atau bukti sebagai berikut :

1. Bahwa Termohon menguasai atau memiliki informasi tentang rencana anggaran dan biaya (RAB), dan pengajuan penawaran pembelian lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya serta sumber dana pembelian tahun 2016 dan tahun 2017.

2. Bahwa Termohon menguasai atau memiliki informasi tentang bukti dan cara pembayaran lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya pada Tahun 2016 dan tahun 2017.

3. Bahwa pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) Tenaga Surya saat ini dalam proses Penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulselbar di Makassar, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar Nomor : PRINT.35/R.4/Fd.1/01/2018.

4. Bahwa laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat setempat pada bulan 1 – 12 tahun 2016 dan tahun 2017 serta laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018 informasinya di kuasai Termohon.

(27)

[4.53] Menimbang bahwa berdasarkan pemeriksaan setempat sebagaimana diterangkan pada paragraf [4.52] angka 3 (tiga) dimana pada saat ini terhadap pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya dalam proses Penyidikan Kejaksaan Tinggi Sulselbar di Makassar, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulselbar Nomor : PRINT.35/R.4/Fd.1/01/2018.

[4.54] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan UU KIP pada pasal 17 huruf a menegaskan “Setiap Badan Publik wajib membuka akses bagi setiap Pemohon Informasi Publik untuk mendapatkan Informasi Publik, kecuali Informasi Publik yang apabila dibuka dan diberikan kepada Pemohon Informasi Publik dapat menghambat proses penegakan hukum, yaitu informasi yang dapat menghambat proses penyelidikan dan penyidikan suatu tindak pidana.

[4.55] Menimbang berdasarkan uraian pada paragraf [4.50 sampai dengan paragraf [4.51], Majelis berpendapat bahwa meskipun informasi yang dimohonkan oleh Pemohon merupakan jenis informasi yang terbuka dan wajib disediakan dan tersedia setiap saat sebagaimana dijelaskan pada paragraf [4.52] dan paragraf [4.53], namun berdasarkan fakta yang terungkap dari hasil pemeriksaan setempat serta mempertimbangkan penjelasan pada paragraf [4.54], maka Majelis berpendapat bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon merupakan informasi yang dikecualikan, sehingga sepatutnya informasi tersebut tidak diberikan kepada Pemohon karena dengan menutup informasi tersebut maka dapat melindungi kepentingan publik yang lebih besar dalam proses penegakan hukum yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sulselbar.

5. KESIMPULAN

[5.1] Berdasarkan seluruh uraian, pertimbangan dan fakta hukum yang telah dijelaskan, Majelis Komisioner berkesimpulan :

1. Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat berwenang untuk menerima, memeriksa dan memutus permohonan a quo.

(28)

2. Pemohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan dalam sengketa a quo.

3. Termohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon dalam sengketa a quo.

4. Batas waktu pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik adalah dipenuhi sebagaimana ditentukan pada Pasal 36 ayat (1) UU KIP.

5. Terhadap informasi yang dimohonkan oleh Pemohon yang menyangkut tentang :

a. laporan penyaluran beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ke masyarakat pada bulan 1-12 untuk tahun 2016 dan 2017, merupakan informasi yang bersifat terbuka dan Termohon wajib menyediakannya setiap saat

b. laporan penyaluran beras sejahtera (rastra) tahun 2018, merupakan informasi yang bersifat terbuka namun karena masih dalam proses pembagian ke masyarakat sehingga belum wajib diberikan.

6. Terhadap informasi yang dimohonkan oleh Pemohon yang menyangkut tentang informasi yang berkaitan dengan lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya untuk tahun 2016 dan 2017 dengan rincian :

a. rencana anggaran dan biaya (RAB).

b. pengajuan penawaran pembelian.

c. sumber dana pembelian.

d. bukti dan cara pembayaran.

merupakan informasi yang dikecualikan.

6. AMAR PUTUSAN

[6.1] Mengabulkan Permohonan Pemohon untuk sebahagian.

[6.2] Menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon menyangkut tentang daftar realisasi penyaluran beras muskin (raskin) atau beras sejahtera

(29)

(rastra) yang memuat nama, alamat, jumlah dan harga beras untuk tahun 2016 dan tahun 2017, merupakan Informasi yang bersifat terbuka.

[6.3] Menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon menyangkut tentang daftar realisasi penyaluran beras sejahtera (rastra) untuk tahun 2018 merupakan Informasi yang bersifat terbuka.

[6.4] Menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon menyangkut lampu penerangan jalan umum (LPJU) tenaga surya untuk tahun 2016 dan 2017 dengan rincian permohonan tentang :

a. rencana anggaran dan biaya (RAB);

b. pengajuan penawaran pembelian;

c. sumber dana pembelian; dan d. bukti dan cara pembayaran;

merupakan informasi yang dikecualikan.

[6.5] Memerintahkan kepada Termohon untuk memberikan informasi sebagaimana dimaksud pada paragraf [6.2], selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah putusan ini diterima.

[6.6] Memerintahkan kepada Termohon untuk memberikan informasi sebagaimana dimaksud pada paragraf [6.3], selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja setelah laporan penyaluran beras muskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) ) untuk tahun 2018 yang memuat nama, alamat, jumlah dan harga beras selesai dibuat dan ditandatangani.

Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Majelis Komisioner oleh Andi Fachriady Kusno selaku Ketua merangkap Anggota, Dulhaj Muchtar Mahmud dan Andry Pramono, masing-masing sebagai anggota, pada hari Kamis, tanggal 15 November 2018 dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari ini, Rabu tanggal 21 November 2018 oleh Majelis Komisioner yang nama-namanya tersebut di atas, dengan didampingi oleh Murdia sebagai Panitera Pengganti serta dihadiri oleh Pemohon dan tidak dihadiri oleh Termohon.

(30)

KETUA MAJELIS

(ANDI FACHRIADY KUSNO)

ANGGOTA MAJELIS

(DULHAJ MUCHTAR MAHMUD)

ANGGOTA MAJELIS

(ANDRY PRAMONO)

PANITERA PENGGANTI

(MURDIA)

Untuk salinan Putusan ini sah dan sesuai dengan aslinya, diumumkan kepada masyarakat berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dan ketentuan pasal 59 ayat (4) dan ayat (5) Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik.

Dikeluarkan di Mamuju

Pada Tanggal : 26 November 2018 PANITERA

DARMAWATI JUSUF

Referensi

Dokumen terkait

Peningkatan hasil belajar matematika dapat dilihat dari peningkatan persentase jumlah siswa yang mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM= 65), pada Pra Siklus

Wawancara/tanya jawab dilakukan terhadap responden yang dianggap dapat mewakili kelompoknya secara informal, yang diarahkan untuk mengetahui lebih dalam mengenai

Hasil pelaksanaan kegiatan adalah terlaksananya peremajaan 250 Ha tanaman kakao (gernas) di Kabupaten Sukabumi dan Ciamis; terlaksananya rehabilitasi 150 Ha tanaman

Setelah melakukan perencanaan dan pembuatan aplikasi webcam sebagai kontrol otomatisasi pembeda warna menggunakan mikrokontroller Atmega16 dapat diambil kesimpulan : (1) Aplikasi

Sensor gas metan berfungsi untuk mendeteksi gas metan yang dihasilkan oleh biogas, Lampu dan alarm akan aktif jika sistem tidak mendeteksi gas metan sehingga ini

SPO peningkatan kompetensi, pemetaan kompetensi, rencana peningkatan kompetensi, bukti pelaksanaan SPO penilaian kinerja petugas pemberi pelayanan klinis, proses evaluasi,

Abstrak: Pelaksanaan supervisi di lingkungan pendidikan merupakan salah satu faktor yang ikut meningkatkan kompetensi pedagogik guru. Tujuan penelitian ini untuk