• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Ketapang Kab Lampung Selatan Mata Pelajaran : Sejarah (Peminatan)

Kelas/Semester : XI / 1

Materi Pokok : Peristiwa-peristiwa Penting di Eropa Abad Pertengahan

Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit ( 4x Pertemuan)

A. Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

KI PENGETAHUAN (KI 3) KI KETERAMPILAN (KI 4)

KI.3 Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat

dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI.4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

KOMPETENSI DASAR DARI KI 3 KOMPETENSI DASAR DARI KI 4

3.3 Menganalisis pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain Renaissance, Merkantilisme, Reformasi Gereja, Aufklarung, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia serta bangsa lain di dunia pada masa kini

4.3 Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk lisan,tulisan dan/atau media lain tentang pemikiran- pemikiran yang melandasi

peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain Renaissance, Merkantilisme, Reformasi Gereja, Aufklarung, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia serta bangsa lain di dunia pada masa kini

Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)

3.3.1 Memahami penjelasan guru mengenai pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa- peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia serta bangsa lain di dunia pada masa kini

3.3.2 Menyusun pertanyaan tentang informasi yang belum dipahami/informasi

4.3.1.Menyajikan hasil penalaran dalam bentuk lisan,tulisan dan/atau media lain tentang pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain Renaissance, Merkantilisme, Reformasi Gereja, Aufklarung, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia serta bangsa lain di dunia pada masa kini

(2)

tambahan yang ingin diketahui/atau sebagai klarifikasi mengenai pemikiran- pemikiran yang melandasi peristiwa- peristiwa penting di Eropa antara lain:

Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa kini

3.3.3 Mengumpulkan dan mengklasifikasi data dari berbagai sumber terkait pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa kini

3.3.4 Menganalisis dan menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan terkait pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia dan bangsa lain di dunia pada masa kini.

B . Tujuan Pembelajaran

1. Melalui review literature, demosntrasi, dan penyajian gambar oleh guru, siswa dapat menjelaskan pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa- peristiwa penting di Eropa antara lain Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dengan cermat dan teliti

2. Melalui diskusi interaktif dan eksplorasi internet, siswa dapat mengklarifikasi pemikiran-pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dengan kreatif dan sistematis.

3. Melalui partisipasi langsung dalam kelompok diskusi siswa dapat Mengumpulkan dan mengklasifikasi data dari berbagai sumber serta membuat analisis terkait pemikiran- pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dengan penuh tanggung jawab.

4. Melalui diskusi analitis dan presentasi, siswa dapat menyajikan hasil analisis mengenai pemikiran- pemikiran yang melandasi peristiwa-peristiwa penting di Eropa antara lain: Merkantilisme, Renaissance, Aufklarung, Reformasi Gereja, Revolusi Industri dan pengaruhnya bagi Dunia termasuk Indonesia dengan memiliki sikap responsif, kreatif serta kerjasama dengan baik dan komunikatif.

(3)

C. Materi Pembelajaran

 Fakta

Renaissance, Aufklarug, Merkantilisme, Revolusi Industri, Reformasi Gereja

 Konsep

Pengaruh Renaissance, Aufklarug, Merkantilisme, Revolusi Industri, Reformasi Gereja bagi perkembangan politik, dan ekonomi Dunia

 Prinsip

Renaissance, Aufklarug, Merkantilisme, Revolusi Industri, Reformasi Gereja membawa perubahan politik dan ekonomi bagi Dunia

 Prosedur

Mendiskusikan, menganalisis, dan mempresentasikan Tulisan tentang Pengaruh Renaissance, Aufklarug, Merkantilisme, Revolusi Industri, Reformasi Gereja bagi perkembangan politik, dan ekonomi Dunia.

D. Model dan Metode Pembelajaran

a. Pendekatan Pembelajaran: Pendekatan Kolaboratif, b. Model Pembelajaran : Cooperative Learning

c. Metode Pembelajaran : Diskusi Kelompok dengan metode Scramble.

E. Media, Alat, dan Sumber Belajar

 Media : Gambar-gambar dan video yang relevan dengan materi pembelajaran.

 Alat /Bahan : LCD/Proyektor, Laptop, Papan Tulis, Spidol, PPT.

 Sumber Belajar : Buku Kemdikbud RI. 2013. Buku Ajar Sejarah Kelas XI.

Jakarta., Buku Ajar Sejarah kelas XI penerbit Erlangga, Yudhistira, dan Atlas Sejarah, Internet.

F. Langkah-langkah Pembelajaran

 Pertemuan ke-01 s/d 04 (8 x 45 menit)

 Tema: Renaissance, Aufklarug, Merkantilisme, Revolusi Industri, Reformasi Gereja

Kegiatan/Sintak Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan

1. Guru

menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai/

KD.

 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran

 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran.

 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya

 Guru memberikan beberapa pertanyaan sebagai pretes.

 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari

 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung

 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan berlangsung. yakni materi tentang Keterkaitan

15 menit

(4)

antara Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, dan reformasi gereja

Inti 2. Guru

mendemonstrasi kan/ menyajikan garis-garis besar materi

pembelajaran.

3. Mengorganisasi siswa ke dalam kelompok- kelompok belajar, selanjutnya membagikan kartu soal dan kartu jawaban pada kelompok

4. Memberikan kesempatan siswa untuk berdiskusi dan mengerjakan kartu soal secara berkelompok

(mengamati)

 Siswa membaca beberapa literatur yang berkaitan dengan konsep-konsep dan sejarah lahirnya Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, dan reformasi gereja di Eropa

 Siswa mengamati gambar/slide tentang peristiwa yang terjadi di Eropa yakni dimulai dari perkembangan munculnya Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, hingga reformasi gereja yang terjadi di Jerman.

 Melalui eksplorasi dari berbagai referensi, siswa mengolah informasi tentang proses munculnya berbagai pemikiran dan teori di berbagai bidang kehidupan yang pernah ada di masa peradaban Yunani dan Romawi lalu digali kembali di abad pertengahan di Eropa yang kemudian disebut dengan Renaissance yang berpengaruh pada munculnya revolusi industry, reformasi gereja dan merkantilisme

(menanya)

 Guru menjelaskan materi, siswa menyimak dan menanyakan hal-hal yang belum dipahami terkait : Keterkaitan antara Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, dan reformasi gereja dengan melatih rasa syukur, kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian dalam mencari informasi.

 Siswa dibagi menjadi kelompok kecil secara acak sesuai dengan prinsip keragaman. (1 kelompok 4 siswa berhadapan)

 Setiap kelompok dibagi kartu soal dan kartu jawaban untuk didiskusikan dengan cara mencocokkan jawaban dan

menyusun ulang konsep yang ada pada kartu jawaban secara logis dan sistematis, kemudian dibuat suatu analisis berurpa tulisan pemaparan terkait konsep yang didiskusikan. Langkah- langkah membuat analisis berpedoman pada bahan diskusi yang ada pada kartu soal dinataranya:

1) Mengindentifikasi perbedaan Renaissance dengan Aufklarung

2) Mengidentifikasi latarbelakang politik yang mendorong lahirnya renaissance dan keterkaitannya dengan munculnya merkantilisme, revolusi industry, dan reformasi gereja.

3) Menganalisis dan mengevaluasi makna masing-masing pemikiran dalam Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, dan reformasi gereja.

(menalar)

 Setiap anggota kelompok mencatat hasil diskusi kelompok untuk menemukan hal-hal yang belum diketahui

 Siswa saling berinteraksi membahas perkembangan Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, reformasi gereja dan pengaruhnya bagi Dunia

 Siswa mengidentifikasi dampak positif dari reformasi gereja 50 menit

(5)

5. Memberikan kesempatan siswa

mempresentasik an hasil kerja kelompoknya

6. Mengevaluasi dan memberi penghargaan terhadap hasil kerja siswa

yang dicetuskan Martin Luther

 Menganalisis dan mengevaluasi dampak positif dan negative dari revolusi industry (revolusi industry menyebabkan munculnya imperialism modern).

(mencoba)

 setiap kelompok menyusun laporan hasil diskusi dari masing masing kelompoknya.

 Siswa saling berinteraksi untuk menemukan permasalahan dan solusi dari permasalahan tersebut terkait penyusunan konsep Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, reformasi gereja dan pengaruhnya bagi Dunia

(mengomunikasikan)

 Siswa dari masing-masing perwakilan kelompoknya memaparkan hasil diskusi di depan kelas dan mengajukan permasalahan serta solusi yang ditemukan, siswa dari kelompok lain menanggapi

 Dengan dibantu guru, masing-masing kelompok

menyimpulkan materi yang telah dibahas dengan memberi pertanyaan.

 Peserta didik dari masing-masing kelompok menyimpulkan nilai-nilai, makna dan manfaat apa yang didapat dari

pembelajaran yang telah selesai dibahas yakni mengenai Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, reformasi gereja dan pengaruhnya bagi Dunia. berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.

 Guru memberi apresiasi dan penghargaan terhadap hasil kerja siswa baik yang memiliki hasil maksimal maupun yang belum mencapai hasil maksimal. Bagi kelompok yang belum

mencapai hasil maksimal diberi motivasi dan kesempatan untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan jam tambahan diluar jam pelajaran agar pertemuan berikutnya dapat mencapai hasil maksimal.

Penutup

7. Guru bersama- sama dengan siswa

menyimpulkan materi yang disajikan

 Guru menyimpulkan ide / pendapat dari siswa. Dan memberi keterkaitan materi dengan kondisi kepedulian bangsa Indonesia terhadap nilai dan makna dari Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industry, reformasi gereja dan pengaruhnya bagi Dunia. (terutama terkait dengan munculnya imperialism modern, kapitalisme, dan perang dunia)

 Guru memberi beberapa pertanyaan tertulis kepada siswa sebagai tes akhir (post test)

 Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya masih tentang Renaissance, aufklarug,

25 m en it

(6)

merkantilisme, revolusi industry, reformasi gereja dan pengaruhnya bagi Dunia.

 Guru menutup pelajaran dengan mengucapkan salam

G. Penilaian Hasil Belajar 1. Penilaian Pengetahuan

1. Teknik Penilaian : Tes tertulis

2. Bentuk : Uraian

3. Instrumen :

Soal Tes Akhir

1. Berikan gambaran kondisi politik yang mendorong semangat renaissance bangsa Eropa?

2. Berikan analisismu terkait perbedaan konseptual antara Renaissance dengan Aufklarug?

3. Berikan analisis keterkaitan antara Rennaisance dengan revolusi industri di Inggris serta ceritakan dampak positif/negatif revolusi industri bagi sosial ekonomi Dunia?

4. Jika dikaitkan dengan munculnya renaissance, adakah hubungannya dengan politik ekonomi merkantilisme, revolusi industri hingga reformasi gereja di Jerman? Uraikan!

5. Jika dikaitkan dengan munculnya peristiwa-peristiwa penting di Eropa abad pertengahan (Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industri, reformasi gereja) apa dampaknya terhadap situasi politik ekonomi Dunia?

Uraikan!

Kunci

1. Semangat Renaissance bangsa Eropa yang begitu besar terutama dilatarbelakangi oleh pengalaman politik yang buruk dimasa lalu dimana Eropa pernah mengalami masa kegelapan yang ditandai oleh penyimpangan-penyimpangan hukum dan agama, ditambah lagi kekalahan-kekalahan dalam perang melawan Turki Usmani.

Imperium Turki bahkan menguasai hamper sepertiga benua Eropa. Pertikaian- pertikaian antar bangsa di Eropa sendiripun menjadi salah satu factor penyebab kegigihan bangsa Eropa untuk melakukan pembaharuan diberbagai bidang.

Kejayaan masalalu di jama Yunani dan Romawi Kuno dianggap sebagai titik terang kebudayaan Eropa yang dianggap sangat tinggi nilaianya disbanding peradaban-peradaban lain di dunia. Berbagai ilmu pengetahuan muncul diYunani dan Romawi sehingga renaissance sepenuhnya mengilhami dan menggali kembali pengetahuan yang telah lama tumbuh di Eropa di masa lalu. Tujuan pembaharuan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan dan memajukan kebudayaan Eropa menjadi peradaban yang paling unggul dari kebudayaan di benua lain, sehingga mampu menghimpun segala kekuatan untuk melakukan dominasi terhadap bangsa lain

2. Letak perbedaan antara renaissance dengan aufklarung terfokus pada hasil, dimana renaissance focus pada penggalian kembali berbagai teori dan ilmu pengetahuan baik eksakta maupun humaniora sehingga hasil yang dicapai adalah ilmu pengetahuan sedangkan aufklarung lebih menitikberatkan pada penerapan di bidang teknologi mekanika sehingga hasil yang dicapai adalah munculnya alat-alat teknologi yang canggih dimana sebelumnya belum ada. Maka aufklarung disebut sebagai jaman pencerahan.

(7)

3. Renaissance adalah kelahiran kembali peradaban romawi dan yunani kuno yang berupa ilmu pengetahuan yang diperbaharui dan dimodifikasi sehingga melahirkan peradaban modern yang berintelektualitas berupa teori-teori humaniora, eksakta, dan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terjadinya penemuan-penemuan teknologi baru yang menyebabkan terjadinya revolusi Industri yakni suatu kondisi perubahan besar-besaran di bidang industri yang diperngaruhi oleh kondisi munculnya mesin-mesin canggih sebagai alat-alat produksi dan transportasi guna memenuhi kebutuhan manusia. Dampak positif revolusi industry antara lain perkembangan teknologi semakin canggih diberbagai bidang, produksi barang semakin melimpah dan banyak pilihan, terpenuhinya berbagai kebutuhan manusia seperti barang dan jasa, komunikasi dan informasi, transportasi, dan persenjataan. Sedangkan dampak negatifnya antara lain;

banyaknya pengangguran setelah banyaknya tenaga manusia digantikan oleh tenaga mesin, produksi melimpah harga menjadi murah keuntungan produksi berkurang, tingginya angka kriminalitas, semakin canggih persenjataan semakin dunia dicekam oleh ketakutan terhadap senjata kimia, munculnya imperialism modern guna pemasaran hasil industry di wilayah jajahan dan eksploitasi bahan baku industri.

4. Renaissance berkaitan dengan politik ekonomi merkantilisme, dan revolusi industry, yakni munculnya pengetahuan terkait industry logam mulia menyebabkan praktik merkantilisme berkembang pesat, praktik merkantilisme akhirnya merubah gaya hidup masyarakat Eropa yang materialistic, hal ini merasuk sampai ke bidang keagamaan, sehingga muncul banyak penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh kaum gerejawan seperti jual beli jabatan gereja dan jual beli surat pengampunan dosa, bermula dari sinilah maka muncul tokoh Martin Luther untuk mengadakan pembaharuan di bidang keagamaan.

5. Dengan munculnya peristiwa-peristiwa penting di Eropa abad pertengahan (Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industri, reformasi gereja) mengakibatkan munculnya praktik imperialism modern di abad 19 sampai dengan abad ke 20. Bangsa barat berlomba-lomba mencari daerah jajahan baru untuk mennemukan bahan baku dan memasarkan hasil industrinya, proses imperialism modern ini pada akhirnya menyebabkan persaingan dan perebutan wilayah jajahan di antara Negara-negara imperialis. Persengketaan wilayah ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya konflik perang dunia 1 dan perang dunia 2.

Kisi-kisi dan Pedoman penskoran Kompetensi

Dasar Pengetahuan

Indikator Soal No Instrumen** Level Kategori Bobot

Menganalisis peristiwa- peristiwa penting di Eropa abad pertengahan (Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industri,

Menjelaskan latarbelakang munculnya Renaissance

1 Berikan gambaran kondisi politik yang mendorong semangat renaissance bangsa Eropa?

C3 Mudah 10

Menganalisis perbedaan konsep Renaissance dengan Aufklarug

2 Berikan analisismu terkait perbedaan konseptual antara Renaissance dengan Aufklarug?

C4 Sedang 20

(8)

reformasi gereja).

Menganalisis hubungan antara Renaissance dengan Revolusi Industri

3 Berikan analisis keterkaitan antara Rennaisance dengan revolusi industri di Inggris serta ceritakan dampak positif/negatif revolusi industri bagi sosial ekonomi Dunia?

C4 Sedang 20

Menganalisis keterkaitan antara Renaissance dengan

Merkantilisme, revolusi industri, hingga

reformasi gereeja di Jerman

4 Jika dikaitkan dengan munculnya

renaissance, adakah hubungannya dengan politik ekonomi merkantilisme, revolusi industri hingga reformasi gereja di Jerman?

Uraikan!

C4 Sukar 25

Mengevaluasi dampak peristiwa- peristiwa penting di Eropa abad

pertengahan (Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industri, reformasi gereja) terhadap situasi politik ekonomi Dunia

5 Jika dikaitkan dengan munculnya peristiwa- peristiwa penting di Eropa abad

pertengahan (Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industri, reformasi gereja) apa dampaknya terhadap situasi politik ekonomi Dunia?

Uraikan!

C5 Sukar 25

Jumlah Skor (Maks 100) 100

**Kisi-kisi yang diberikan kepada siswa adalah kisi-kisi tanpa Instrumen soal.

2. Penilaian Keterampilan

1. Teknik Penilaian : Portofolio dengan uraian analitis

2. Instrumen : Penugasan melalui diskusi dengan kartu soal

Kriteria Penilaian Kerja Kelompok (Diskusi dan Presentasi) 1. Aspek yang dinilai :

1) Tanggung jawab 2) Kerja sama

3) Keberanian mengajukan pertanyaan

4) Kemampuan menyampaikan informasi/ menjawab pertanyaan 5) Menghargai pendapat orang lain

(9)

2. Aspek yang diamati

1. Memperhatikan penjelasan guru.

2. Berdiskusi/bertanya antara siswa dalam kelompok.

3. Mengerjakan Lembar Kerja Siswa

4. Menanggapi pertanyaan siswa/kelompok lain pada saat presentasi.

5. Bertanya kepada siswa/kelompok yang presentasi

3. Rubrik Penilaian Hasil Kerja Kelompok

No Kriteria Skor

1 Kesesuaian dengan konsep dan prinsip bidang studi 2 Ketepatan memilih sumber

3 Kreativitas, diksi, dan koheren antar paragraf 4 Ketepatan waktu pengumpulan laporan 5 Kerapihan hasil/tulisan

Jumlah Skor (Maks 100)

RENCANA REMIDIAL DAN PENGAYAAN

A. Remedial

Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka akan diberikan soal tambahan yang hampir sama dengan soal ulangan sebelumnya.

FORMAT PROGRAM REMIDIAL DAN PENGAYAAN

Sekolah : SMAN 1 Ketapang

Kelas/Semester : XI / 1 Mata Pelajaran : Sejarah Ulangan Harian Ke : 3 Tanggal Ulangan Harian :

Bentuk Ulangan Harian : Uraian

Materi Ulangan Harian : Peristiwa-peristiwa Penting di Eropa

(KD / Indikator) : Menganalisis peristiwa-peristiwa penting di Eropa abad pertengahan (Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industri, reformasi gereja).

KKM : 65

No Nama Peserta Didik Nilai Ulangan

Indikator yang Belum Dikuasai

Bentuk Tindakan Remedial

Nilai Setelah Remedial Ket.

1 2 3 dst

(10)
(11)

setelah adanya renaissance dan aufklarug atau titik awal lahirnya agama Kristen protestan yang disebabkan oleh banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dlakukan oleh kaum rohaniwan gereja sebelumnya. Kondisi ini juga sangat dipengaruhi oleh munculnya revolusi industri munculnya alat-alat pencetak naskah sehingga memudahkan terjadinya reformasi.

2. Semangat bangsa Eropa yang begitu besar terutama dilatarbelakangi oleh pengalaman buruk dimasa lalu dimana Eropa pernah mengalami masa kegelapan yang ditandai oleh penyimpangan-penyimpangan hokum dan agama, ditambah lagi kekalahan-kekalahan dalam perang melawan Turki Usmani. Imperium Turki bahkan menguasai hamper sepertiga benua Eropa. Pertikaian-pertikaian antar bangsa di Eropa sendiripun menjadi salah satu factor penyebab kegigihan bangsa Eropa untuk melakukan pembaharuan diberbagai bidang. Kejayaan masalalu di jama Yunani dan Romawi Kuno dianggap sebagai titik terang kebudayaan Eropa yang dianggap sangat tinggi nilaianya disbanding peradaban-peradaban lain di dunia. Berbagai ilmu pengetahuan muncul diYunani dan Romawi sehingga renaissance sepenuhnya mengilhami dan menggali kembali pengetahuan yang telah lama tumbuh di Eropa di masa lalu. Tujuan pembaharuan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan dan memajukan kebudayaan Eropa menjadi peradaban yang paling unggul dari kebudayaan di benua lain, sehingga mampu menghimpun segala kekuatan untuk melakukan dominasi terhadap bangsa lain

3. Letak perbedaan antara renaissance dengan aufklarung terfokus pada hasil, dimana renaissance focus pada penggalian kembali berbagai teori dan ilmu pengetahuan baik eksakta maupun humaniora sedangkan aufklarung lebih menitikberatkan pada penerapan di bidang teknologi mekanika sehinga disebut sebagai jaman pencerahan.

4. Inggris memiliki etos manusia yang tinggi, semangat belajar dan pantang menyerah sehingga menghasilkan Sumberdaya manusia yang unggul, ditambah bumi inggris memiliki kekayaan alam yang sangat besar terutama emas, minyak bumi, dan batu bara.

5. Keberanian Martin Luther dalam mengadakan pembaharuan di bidang keagamaan tentu tidak asal-asalan. Ia telah banyak mendapat ilmu pengetahuan agama, humaniora, dan berbagai pencerahan lainnya melalui renaissance. Ditambahlagi adanya aufklarung dengan munculnya berbagai macam teknologi terutama mesin cetak. Berbagai penyimpangan yang dilakukan kaum rohaniwan gereja telah mematahkan logika umat manusia ke dalam jurang kebodohan. Kondisi inilah yang kemudian mendorong logika Martin Luther untuk memrotes segala kesesatan berfikir agama. Maka dari itu kegigihan Martin Luther untuk mengadakan pembaharuan total begitu kuat sehingga lahirlah aliran Kristen protestan.

6. Karena berbagai macam kemudahan di bidang mekanisasi industry menyebabkan kepraktisan produksi meningkat. Orang tidak lagi mengerjakan segala aktivitas produksi dan distribusi secara manual semua beralih ke mekasisasi. Kondisi demikaian menyebabkan pengurangan tenaga manusia dan digantikan oleh tenaga mesin. Sehingga, angka pengangguran dan kriminalisasi meningkat tajam. Pendapatan produksi menurun karena hasil produksi meningkat, barang menjadi murah karena berlimpah, banyak pilihan warna dan mode sehhingga laju barang menjadi tidak terkendali. Gaya hidup meningkat terutama kaum bangsawan. Akhirnya muncullah imperialism modern dimana bangsa Eropa tidak hanya ingin menguasai kekayaan alam wilayah lain tetapi juga menjadikan wilayah yang dijajah sebagai tujuan pemasaran hasil industrinya.

7. Nilai penting terutama dari segi semangat pembaharuan, menghargai kebudayaan masa lalu yang sangat tinggi nilainya, sedangkan reformasi gereja memiliki arti pentingg bagi kembalinya kehidupan keagamaan sesuai dengan ffirman Tuhan, masyarakat menjadi berfikir logis tentang agama, kebodohan agama mulai ditinggalkannya. Keberanian untuk menegakkan ajaran agama yang sebenarnya.

(12)

8. Untuk menjadi rohaniwan gereja harus membayar sejumlah uang yang ditentukan besarannya, adanya jual beli jabatan gerejawan (simony), penjualan surat pengampunan dosa (indulgensia) yakni utnuk masuk dalam surge Tuhan cukup membayar sejumlah uang yang ditentukan besarannya untuk menebus selembar surat pengampunan dosa.

Dan adanya anggapan Paus sebagai keturunan Tuhan.

9. Italia memiliki modal utama dalam proses pembaharuan dan pencerahan. Seperti kita ketahui Italia merupakan pusat kebudayaan Romawi kuno sehingga ia memiliki potensi besar dalam menyimpan berbagai ilmu pengetahuan, teori-teori baik eksakta maupun humaniora, dan Italia memiliki kekuatan militeris sebagai salah satu kerajaan imperium terbesar di semenanjung Balkan.

10. Gaya hidup dan tuntutan duniawi menyebabkan masyarakat eropa terutama kaum gerejawan menjadi gelap mata. Adanya paham merkantilisme merubah pola piker tentang surgawi, hakikat kehidupan setelah kematian, dan ajaran-ajaran agama yang diselewengkan. Tuntutan mereka adalah kekayaan dan kejayaan dengan ukuran kepemilikan logam mulia. Akhirnya agama dimanfaatkan sebagai ladang memperkaya diri.

11. Semangat Renaissance bangsa Eropa yang begitu besar terutama dilatarbelakangi oleh pengalaman politik yang buruk dimasa lalu dimana Eropa pernah mengalami masa kegelapan yang ditandai oleh penyimpangan-penyimpangan hukum dan agama, ditambah lagi kekalahan-kekalahan dalam perang melawan Turki Usmani. Imperium Turki bahkan menguasai hamper sepertiga benua Eropa. Pertikaian-pertikaian antar bangsa di Eropa sendiripun menjadi salah satu factor penyebab kegigihan bangsa Eropa untuk melakukan pembaharuan diberbagai bidang. Kejayaan masalalu di jama Yunani dan Romawi Kuno dianggap sebagai titik terang kebudayaan Eropa yang dianggap sangat tinggi nilaianya disbanding peradaban-peradaban lain di dunia. Berbagai ilmu pengetahuan muncul diYunani dan Romawi sehingga renaissance sepenuhnya mengilhami dan menggali kembali pengetahuan yang telah lama tumbuh di Eropa di masa lalu. Tujuan pembaharuan ini tidak lain adalah untuk meningkatkan dan memajukan kebudayaan Eropa menjadi peradaban yang paling unggul dari kebudayaan di benua lain, sehingga mampu menghimpun segala kekuatan untuk melakukan dominasi terhadap bangsa lain

12. Letak perbedaan antara renaissance dengan aufklarung terfokus pada hasil, dimana renaissance focus pada penggalian kembali berbagai teori dan ilmu pengetahuan baik eksakta maupun humaniora sehingga hasil yang dicapai adalah ilmu pengetahuan sedangkan aufklarung lebih menitikberatkan pada penerapan di bidang teknologi mekanika sehingga hasil yang dicapai adalah munculnya alat-alat teknologi yang canggih dimana sebelumnya belum ada. Maka aufklarung disebut sebagai jaman pencerahan.

13. Renaissance adalah kelahiran kembali peradaban romawi dan yunani kuno yang berupa ilmu pengetahuan yang diperbaharui dan dimodifikasi sehingga melahirkan peradaban modern yang berintelektualitas berupa teori-teori humaniora, eksakta, dan teknologi.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong terjadinya penemuan- penemuan teknologi baru yang menyebabkan terjadinya revolusi Industri yakni suatu kondisi perubahan besar-besaran di bidang industri yang diperngaruhi oleh kondisi munculnya mesin-mesin canggih sebagai alat-alat produksi dan transportasi guna memenuhi kebutuhan manusia. Dampak positif revolusi industry antara lain perkembangan teknologi semakin canggih diberbagai bidang, produksi barang semakin melimpah dan banyak pilihan, terpenuhinya berbagai kebutuhan manusia seperti barang dan jasa, komunikasi dan informasi, transportasi, dan persenjataan. Sedangkan dampak negatifnya antara lain; banyaknya pengangguran setelah banyaknya tenaga manusia digantikan oleh tenaga mesin, produksi melimpah harga menjadi murah keuntungan

(13)

produksi berkurang, tingginya angka kriminalitas, semakin canggih persenjataan semakin dunia dicekam oleh ketakutan terhadap senjata kimia, munculnya imperialism modern guna pemasaran hasil industry di wilayah jajahan dan eksploitasi bahan baku industri.

14. Renaissance berkaitan dengan politik ekonomi merkantilisme, dan revolusi industry, yakni munculnya pengetahuan terkait industry logam mulia menyebabkan praktik merkantilisme berkembang pesat, praktik merkantilisme akhirnya merubah gaya hidup masyarakat Eropa yang materialistic, hal ini merasuk sampai ke bidang keagamaan, sehingga muncul banyak penyimpangan penyimpangan yang dilakukan oleh kaum gerejawan seperti jual beli jabatan gereja dan jual beli surat pengampunan dosa, bermula dari sinilah maka muncul tokoh Martin Luther untuk mengadakan pembaharuan di bidang keagamaan.

15. Dengan munculnya peristiwa-peristiwa penting di Eropa abad pertengahan (Renaissance, aufklarug, merkantilisme, revolusi industri, reformasi gereja) mengakibatkan munculnya praktik imperialism modern di abad 19 sampai dengan abad ke 20. Bangsa barat berlomba-lomba mencari daerah jajahan baru untuk mennemukan bahan baku dan memasarkan hasil industrinya, proses imperialism modern ini pada akhirnya menyebabkan persaingan dan perebutan wilayah jajahan di antara Negara-negara imperialis. Persengketaan wilayah ini pada akhirnya menyebabkan terjadinya konflik perang dunia 1 dan perang dunia 2.

Referensi

Dokumen terkait

menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai skeptisme profesional seorang auditor maka akan semakin berkualitas hasil audit yang diberikan. 3) Kecerdasan spiritual auditor

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penyangraian pati kentang dan pati ubi jalar sebagai bahan baku BST terhadap kadar air, derajat putih, dan tingkat

Menurut konsep pemasaran berhasilnya suatu perusahaan apabila perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik, hal ini menunjukkan bahwa

Metode aktif yaitu metode geolistrik dimana sumber arus listrik yang digunakan dialirkan ke dalam tanah atau batuan di bawah permukaan bumi, kemudian efek

Analisis vegetasi yang dilakukan pada areal hutan sekunder di gambut tebal di Kereng Bengkirai, Sebangau diketahui bahwa potensi gemor sangat rendah, bahkan dibanding

Agar data yang diperoleh tervalidasi, maka dilaksanakan penerapan tata kerja analisis untuk menentukan kadar unsur dalam cuplikan acuan standar SRM NIST 1548a typical diet dan SRM

Pengolahan ampas aren melalui fermentasi dengan penambahan NPK sebanyak 1,2% w/w yang dikombinasikan dengan lama pemeraman mampu meningkatkan kecernaan bahan kering

- Peserta merupakan siswa/siswi SMP & SMA sederajat tingkat Provinsi Riau - Terdiri dari 2 orang peserta. - Tema : -Rendahnya minat penggunaan bahasa indonesia -Penyebab