• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASESMEN. Synergizing Assessment and Learning. ASESMEN yang Andal Dukung KUALITAS PENDIDIKAN Generasi Penerus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ASESMEN. Synergizing Assessment and Learning. ASESMEN yang Andal Dukung KUALITAS PENDIDIKAN Generasi Penerus"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

ASESMEN yang Andal Dukung KUALITAS PENDIDIKAN

Generasi Penerus Pengembangan

AUTOMATIC ESSAY SCORING oleh Pusmenjar

“STRATEGI BARU” PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN JARAK JAUH DI MASA PANDEMI COVID-19

DESCRIPTION OF CHARACTERS IN LITERATION READING IN PISA 2018

INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATIONAL ASSESSMENT AND POLICY

ICEAP2020

Volume 17 – No. 2 – Agustus 2020 http://asesmen.kemdikbud.go.id

ASESMEN Synergizing Assessment and Learning

(2)

Alhamdulillah Buletin Asesmen (dibaca: Asesmen) edisi Agustus 2020 dapat publikasi sesuai jadwal. Di tengah berbagai kendala karena dampak kebijakan New Normal dan tuntutan agar Stay Productive at Work di masa Pandemi Covid19, Asesmen justru mampu menghasilkan perubahan cukup signifikan. Pada saat banyak terbitan lain mengurangi jumlah isi, tidak terbit, atau sulit mencari kontributor, Asesmen tetap istiqomah dengan banyak mengandalkan sumberdaya dan kontributor internal Pusmenjar.

Perubahan signifikan Asesmen terkait judul dan halaman yang bertambah sekitar 16 halaman. Hal tersebut merespon karena adanya perubahan nama dan struktur organisasi yang semula hanya berfokus pada bidang Penilaian Pendidikan menjadi Asesmen dan Pembelajaran Pendidikan. Pada awal pemberitaan, Asesmen menyajikan profil Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran yang baru

“Dra. Asrijanty, Ph.D” yang menggantikan Moch. Abduh, Ph.D pada awal 2020.

Isi Asesmen lainnya meliputi segmen Reportase, Sharing, dan Kajian. Informasi penunjang lainnya terkait acara akbar tahunan yang diselenggarakan oleh Pusmenjar secara virtual yaitu 3 International Conference on rd

Educational Assessment and Policy (ICEAP 2020) dan 1 st

Symposium on Artificial Intelligence Application in Education (SAIAE 2020). Promosi lainnya adalah invitasi untuk menulis pada Indonesian Journal of Educational Assessment (IJEA) yang terbit setiap Juni dan Desember.

Pada edisi Agustus 2020 ini, redaksi mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah dan Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75. Semoga dengan hadirnya dua hari raya tersebut, dapat memberi pesan kepada kita agar tetap semangat sesuai esensi Qurban yaitu mengikuti jejak Nabi Ibrahim A.S. untuk 'mengalahkan rasa takut' agar bisa semakin dekat dengan Allah SWT. Dengan demikian, sunnah Qurban mampu berkontribusi positif dalam mengisi kemerdekaan.

Semoga sajian pada edisi ini menambah manfaat, wawasan, inspirasi, dan pembelajaran bagi semua pembaca dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Selamat membaca dan stay productive at work.

Daftar Isi

ISBN 9772089057114 WAWANCARA KHUSUS

Asesmen yang Andal Dukung Kualitas Pendidikan Generasi Penerus

REPORTASE

P e n t i n g n y a K o m i t m e n B e r s a m a d a l a m Mensukseskan Pendidikan Karakter di SMPN 4 Pakem, D.I. Yogyakarta

Pengembangan Automatic Essay Scoring oleh PUSMENJAR

Asesmen dan Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Masa Pandemi

Asesmen Sederhana Untuk Diagnosis Secara Berkala Kondisi Siswa

Aplikasi Asesmen Berbasis Android Jenjang SD Sebagai Alternatif Bahan Pembelajaran Jarak Jauh

SHARING

Kinerja Tetap Produktif di Era New Normal:

Problem dan Solusi

M e m b a n g u n K e m a m p u a n M a t e m a t i s , M e n c i p t a k a n Va r i a s i P e n g a j a r a n , d a n M e n i n g k a t k a n Ke t e r l i b a t a n S i swa d a l a m Pembelajaran di Kelas (Bagian-2)

“Strategi Baru” Penilaian Pada Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi Covid-19

Pengusulan Jabatan Fungsional Pengembang Pe n i l a i a n Pe n d i d i k a n , S e b u a h Tu n t u t a n Kompetensi dan Pemenuhan Hak Pegawai

Black Hole Matematika Misteri Bilangan Lubang Hitam: 123

KAJIAN

Description of Characters in Literation Reading in Pisa 2018: In Memoriam Prof. Djemari Mardapi, Professor at the Yogyakarta State University, Indonesia

3

Alamat Redaksi

Pusat Asesmen dan Pembelajaran (PUSMENJAR) Lt. 7 Badan Penelitian dan Pengembangan, Kemdikbud

Dari Redaksi

8 12 18 23 30

35

40 47

51 55

58

(3)

PENDIDIKAN:

Sarjana Psikologi Univesitas Gajah Mada,

Master Social Research and Evaluation Murdoch University,

Doktor bidang Philosophy in Educational Measurement University of Western Australia.

KARIR:

1. Staf Bidang Penilaian Non Akademik (1994-2014) 2. Kepala Bidang Analisis dan Sistem Penilaian (2014 – 2015) 3. Kepala Bidang Penilaian Akademik (2015 – 2019)

4. Kepala Bidang Pengembang Instrumen Penilaian dan Bank Soal (2019 – 2020) 5. Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran (2020 – Sekarang)

Dra. Asrijanty, M.A, Ph.D

Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran

Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(4)

M

endapatkan amanah sebagai Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) sejak 4 Juni 2020 merupakan tantangan tersendiri bagi seorang Asrijanty.

Bagaimana tidak, menurut Ibu Janty-begitu biasa ia dipanggil- tugas Pusmenjar sekarang ini tidak hanya menangani asesmen standar tetapi juga bertanggungjawab menangani asesmen non-standar yang jelas memilik bentuk dan sifat yang berbeda. Ibu yang sudah bertugas di Pusmenjar sejak tahun 1994 ini menyadari bahwa untuk menjadikan Pusmenjar sebagai lembaga asesmen yang kredibel memerlukan sinergi semua pihak baik di dalam maupun di luar organisasi. Senyampang dengan itu Pusmenjar melaksanakan sejumlah program kemitraan. Diantaranya terkait dengan perkembangan dan pelaksanaan asesmen pendidikan yang memanfaatkan kemajuan

teknologi informasi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas p e n i l a i a n p e n d i d i k a n y a n g bermuara pada kesiapan sumber daya manusia Indonesia bersaing dengan negara lain.

Berikut adalah hasil wawancara t i m B u l e t i n A s e s m e n , H e n i H a n d a y a n i , d i r u a n g k e r j a Kapusmenjar, Jum'at, 24 Juli 2020.

Apa Visi dan Misi Ibu dalam memimpin Pusmenjar ?

Saya berharap Pusmenjar menjadi pusat yang andal dalam urusan a s e s m e n d a n p e m b e l a j a r a n s e h i n g g a d a p a t m e m b a n t u menghasilkan generasi penerus yang berkualitas.

Strategi apa yang akan ibu ambil dalam upaya mewujudkan visi dan misi tersebut ?

Keberhasilan mewujudkan suatu tujuan ditentukan oleh semua unsur dalam organisasi yang m e l a k u k a n t u g a s t e r s e b u t . Betapapun hebat misi, tujuan atau cita-cita bila tidak dihayati dan d i l a k s a n a k a n d e n g a n b a i k , hanyalah tinggal cita-cita, misi di atas kertas. Dua faktor yang berperan adalah kemauan dan kemampuan. Seseorang yang mempunyai kemampuan tinggi atau kompeten tetapi kurang ada kemauan untuk memberikan u s a h a t e r b a i k n y a , a k a n menghasilkan kerja yang kurang optimal, begitu pula mereka yang mempunyai kemauan tetapi tidak mempunyai kompetensi untuk melaksanakan tugasnya, tidak akan menghasilkan karya yang berkualitas. Kedua faktor ini perlu dikuatkan secara terus menerus.

Adakah program prioritas yang akan dilakukan dalam satu tahun ini ?

Pada akhir tahun 2019 Mendikbud mengumumkan bahwa pada tahun 2 0 2 1 U j i a n N a s i o n a l a k a n ditiadakan dan diganti dengan a s e s m e n n a s i o n a l . A s e s m e n nasional ini terdiri dari tiga komponen yaitu 1) Asesmen Kompetensi Minimum (AKM); 2) S u r v e y K a r a k t e r ; 3 ) S u r v e y Lingkungan Belajar. Tahun ini kita menyiapkan instrumen dan sistem pendukung pelaksanaan asesmen tersebut yang berbasis komputer

(IT) untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK.

Program prioritas lainnya adalah menyiapkan perangkat ajar y a n g m e m b e r i i n s p i r a s i , mendorong berkembangnya aspek kognitif dan non-kognitif peserta didik. Perangkat ajar tersebut diharapkan dapat membantu pihak yang berkepentingan, terutama g u r u d a n o r a n g t u a u n t u k melaksanakan pembelajaran yang s e s u a i d e n g a n k o n d i s i d a n kebutuhan peserta didik.

Menurut Ibu, sumberdaya apa saja yang dimiliki oleh Pusmenjar menuju kepada assessment centre yang kredibel dan berdaya saing ? Pusmenjar mempunyai kapabalitas d a n b e r p e n g a l a m a n d a l a m menangani asesmen, terutama asesmen berskala besar. Kita

ASESMEN YANG ANDAL DUKUNG KUALITAS PENDIDIKAN

GENERASI PENERUS

WAWANCARA KHUSUS

(5)

m e m p u n y a i p e g a w a i y a n g m e m p u n y a i k e a h l i a n d a l a m pengembangan instrumen baik yang bersifat prestasi, mengukur capaian belajar seperti soal ujian nasional, asesmen kompetensi maupun yang bersifat psikologis atau non-prestasi seperti tes bakat skolastik dan skala kepribadian.

Kita juga mempunyai sumber daya yang berpengalaman menangani pelaksanaan dan pengolahan data asesmen skala besar baik asesmen tingkat nasional seperti UN, CPNS, maupun asesmen internasional seperti PISA, TIMSS, dan PIRLS.

Dalam pelaksanaan asesmen skala b e s a r t e r s e b u t , k i t a m e n g e m b a n g k a n s i s t e m pendukung berbasis IT baik dalam penyiapan soal, dengan Sistem Inovasi Aplikasi Penilaian (SIAP), pendataan, dan aplikasi UNBK sebagai sistem dalam penyajian tes.

Pengalaman menangani ujian nasional dengan jumlah peserta lebih besar daripada penduduk Singapura merupakan pengalaman istimewa dan unik yang hanya dialami oleh pusat ini.

Dalam pelaksanaan asesmen berskala besar ini kita telah menjalin kerja sama yang baik dengan berbagai instansi di dalam maupun di luar Kemdikbud seperti Pusdatin (gabungan PDSPK dan Pustekom), perguruan tinggi, Kominfo, BPPT, BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), dan PLN J a r i n g a n k e r j a s a m a a t a u networking ini seperti kita ketahui merupakan salah satu modal untuk sukses dalam bekerja. Pengalaman bekerja sama ini selain membantu dalam pelaksanaan tugas juga memberi wawasan yang lebih luas kepada teman-teman.

Sumber daya kita juga bergerak dalam asesmen mikro di tingkat kelas, antara lain mengembangkan panduan untuk membantu guru d a l a m m e l a k u k a n a s e s m e n m i s a l n y a a s e s m e n k i n e r j a , portofolio, HOTS, dan tes tertulis.

Kita juga mengembangkan bahan asesmen berbasis aplikasi, seperti aplikasi AKSI sekolah berbasis Android berisi asesmen literasi dan numerasi kelas 1-6 SD yang dapat dilakukan secara adaptif untuk penentuan tingkat kompetensi siswa, maupun formatif untuk m e l i h a t h a s i l p e m b e l a j a r a n , aplikasi aksi membaca digital:

berisi wacana informasi maupun sastra untuk SD, SMP , SMA dapat dilakukan mandiri oleh siswa secara online maupun offline, dan game Matematika Desatika untuk siswa SD.

Hal lain yang istimewa di Pusmenjar adalah implementasi asesmen berskala besar dan mikro yang dilakukan berdasarkan hasil riset. Pusmenjar memiliki peneliti dan perekayasa yang memastikan m o d e l y a n g d i k e m b a n g k a n berdasarkan kajian akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebagai satker gabungan dari P u s a t P e n i l a i a n d a n Pembelajaran, menurut Ibu, apa tantangan Pusmenjar dalam m e n i n g k a t k a n k i n e r j a d a n memelihara peningkatan mutu di lingkungan Balitbangbuk ? Tantangan Pusmenjar sebenarnya tidak dimulai ketika Pembelajaran bergabung tetapi dimulai ketika Pusat yang semula dirancang sebagai pusat pengujian yang m e n a n g a n i a s e s m e n s t a n d a r menjadi pusat yang juga menangani a s e s m e n n o n - s t a n d a r s e p e r t i asesmen di tingkat kelas. Sifat dari kedua bentuk asesmen tersebut b e r b e d a d a n k e a h l i a n y a n g diperlukan juga berbeda. Teman-

WAWANCARA KHUSUS

(6)

t e m a n y a n g d i l a t i h d e n g a n paradigma asesmen standar harus belajar hal yang baru.

Dengan pembelajaran dan asesmen menjadi satu memberikan kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kesesuaian antara pengembangan asesmen dan pembelajaran. Seperti kita ketahui a s e s m e n d i t i n g k a t k e l a s m e r u p a k a n b a g i a n d a r i pembelajaran; asesmen memberi m a s u k a n u n t u k p e r b a i k a n pembelajaran.

Jabatan struktural pemerintahan mulai disederhanakan untuk mewujudkan birokrasi yang dinamis, lincah, dan profesional.

Upaya apa yang dilakukan Ibu dalam meningkatkan efektifitas dan efisiensi kinerja di Pusmenjar

?

Jabatan struktural memang terbatas dan sekarang semakin terbatas. Hal yang diinginkan dari reformasi birokrasi ini adalah pegawai yang bekerja secara profesional. Pegawai y a n g p r o f e s i o n a l m e r u p a k a n pegawai yang bertanggung jawab, melakukan tugas dengan sungguh-

s u n g g u h s e s u a i d e n g a n keahliannya, jadi tidak asal-asalan.

Salah satu upaya untuk efektifitas dan efisisensi adalah merancang program yang sesuai dengan kebutuhan pemangku kepentingan, dalam hal ini terutama siswa. Selain itu dalam pelaksanaanya perlu juga merancang strategi yang efektif dan efisien dan kalau perlu dengan m e l i b a t k a n p i h a k e k s t e r n a l P u s m e n j a r y a n g k o m p e t e n sehingga hasil menjadi lebih berkualitas dengan penyelesaian s e s u a i t a r g e t w a k u y a m g ditetapkan.

U n t u k m e n i n g k a t k a n profesonalisme, selain jabatan fungsional peneliti dan perekayasa yang sudah ada di Pusmenjar, Pusmenjar mengusulkan jabatan fungsional lain yaitu jabatan fungsional Pengembang Penilaian Pendidikan, yang sesuai dengan salah tugas fungsi Pusmenjar.

Diharapkan bertambahnya jabatan f u n g s i o n a l t e r t e n t u i n i a k a n meningkatkan kinerja Pusmenjar.

Mendikbud mengatakan bahwa Ujian Nasional diganti dengan asesmen kompetensi minimun dan s u r v e i k a r a k t e r, b a g a i m a n a persiapan dan langkah apa yang dilakukan oleh Pusmenjar ? Kita menyiapkan pengembangan instrumen, penyiapan sistem untuk pelaksanaan asesmen termasuk p e n d a t a a n , u p g r a d e a p l i k a s i UNBK, pelatihan proktor serta p e n y i a p a n b e n t u k p e l a p o r a n asesmen nasional tersebut.

Perubahan dari ujian nasional menjadi asesmen nasional memang mempunyai tantangan tersendiri.

S e b a g a i c o n t o h d a r i s e g i pengembangan instrumen, kita mengembangkan bentuk soal yang beragam, yang sebagian besar menggunakan stimulus, dengan bentuk tidak hanya pilihan ganda tetapi juga pilihan ganda kompleks, isian, dan essay. Asesmen nasional yang tidak hanya dilaksanaan pada jenjang SMP, SMA, SMK tetapi juga SD yang membutuhkan persiapan lebih karena kondisi sekolah yang sangat beragam.

Saat ini dunia pendidikan tengah bersiap memasuki tatanan era new normal, pengelolaan sekolah serta aktivitas pembelajaran pasti akan berubah. Bagaimana Pusmenjar menyikapi hal tersebut ?

Pusmenjar merespon dengan menyiapkan bahan yang diperlukan guru, orang, tua, siswa dalam m e n g h a d a p i m a s a a d a p t a s i k e b i a s a a n b a r u i n i . K i t a menyiapkan bahan untuk program Belajar Dari Rumah (BDR) dan modul perangkat ajar literasi dan numerasi khususnya untuk siswa SD. Kita juga telah menyiapkan bahan asesmen tentang pentingnya a s e s m e n d i a g n o s i s d i a w a l pembelajaran dalam bentuk video dan infografis, tentang cara menyusun asesmen diagnosis

WAWANCARA KHUSUS

(7)

sederhana untuk dilakukan secara berkala juga dalam bentuk video dan infografi, serta modul contoh s o a l - s o a l d i a g n o s i s d i s e r t a i pembahasan dan tindak lanjutnya.

Bahan asesmen dalam bentuk aplikasi juga telah kita siapkan misalnya seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya aplikasi AKSI sekolah berbasis Android, aplikasi aksi membaca digital dan game Matematika Desatika untuk siswa SD.

S e l a m a i n i b a n y a k s t u d i i n t e r n a s i o n a l y a n g t e l a h d i l a k u k a n u n t u k m e n g u k u r kemampuan siswa Indonesia dan h a s i l n y a m a s i h b e l u m menggembirakan. Menyikapi hal tersebut, apa yang akan dilakukan oleh Pusmenjar ?

Prestasi siswa ditentukan oleh beberapa faktor, faktor dari dalam diri siswa seperti motivasi belajar dan faktor dari luar siswa seperti g u r u , l i n g k u n g a n r u m a h , lingkungan sekolah, teman sebaya.

F a k t o r d a r i l u a r d a p a t mempengaruhi siswa, misalnya guru. Hasil penelitian para ahli menunjukkan guru merupakan faktor luar yang paling berperan terhadap prestasi siswa. Guru dapat mempengaruhi misalnya dengan p e m b e l a j a r a n y a n g m e n a r i k , mengaitkan apa yang dipelajari di kelas dengan kehidupan nyata, mendorong siswa untuk berpikir k r i t i s . U n t u k i n i P u s m e n j a r menyiapkan bahan pembelajaran dan asesmen yang dapat digunakan oleh guru di kelas, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya,

berupa panduan baik dalam bentuk video, modul maupun aplikasi.

Selain itu Pusmenjar juga menyiapkan asesmen nasional yang mengukur kemampuan berpikir kritis seperti pada AKM sehingga menciptakan ekosistem yang menekankan pada berpikir kritis yang juga menjadi penekanan pada asesmen internasional.

A p a h a r a p a n I b u t e r h a d a p seluruh komponen organisasi Pusmenjar untuk mewujudkan Pusmenjar yang berjaya ?

Saya berharap seluruh unsur Pusmenjar dapat memberikan u p a y a t e r b a i k n y a d a l a m melaksanakan tugas. Kita gunakan kesempatan bekerja di Pusmenjar ini untuk berkontribusi dalam upaya menghasilkan generasi penerus yang berkualitas. Apa yang d i l a k u k a n P u s m e n j a r a k a n m e m p e n g a r u h i j u t a a n a n a k Indonesia dalam jangka waktu panjang. Jangan berpikir apa yang menjadi tugas kita masing-masing merupakan hal kecil yang tidak berarti. Masing-masing dari kita m e m p u n y a i t u g a s y a n g m e m p e n g a r u h i p e r f o r m a Pusmenjar; apa yang kita lakukan dan tidak kita lakukan akan mempunyai pengaruh. Kita fokus bekerja pada apa yang berada di bawah kendali atau pengaruh kita.

Proaktif, jangan pasif menunggu.

Pada akhirnya kita menuai apa yang kita tabur dan pada akhirnya kita mempertanggungjawabkan apa yang sudah dititipkan kepada kita.

Semoga kita semua selalu diberi petunjuk untuk melakukan yang terbaik

WAWANCARA KHUSUS

(8)

SMP Negeri 4 Pekem terletak di J a l a n K a l i u r a n g K M . 1 7 , 5 Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pendidikan karakter bukan hal baru bagi SMP Negeri 4 Pakem. “Sejak berdiri pada tahun 1952, sekolah ini telah mengintegrasikan pembelajaran dengan pendidikan karakter karena organisasi/lembaga pendidikan tanpa menerapkan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran maka organisasi tersebut bukanlah sekolah,” terang Ponidi, kepala sekolah SMP Negeri 4 Pakem.

Dalam pengimplementasian p e n d i d i k a n k a r a k t e r, P o n i d i mengatakan bahwa kesuksesan penguatan pendidikan karakter (PPK) di sekolah tidak hanya menjadi tanggungjawab guru, tetapi menjadi tanggungjawab bersama, guru dengan warga sekolah lainnya (para pimpinan, staf administrasi, satpam, petugas kebersihan, dan pegawai kantin) sejak masuk sampai keluar gerbang sekolah. Serta peran bersama dengan lingkungan baik dengan orang tua maupun masyarakat sekitar. Kepada guru, kepala sekolah senantiasa terus-menerus m e n g i n g a t k a n a g a r s e l a l u m e m b e r i k a n k e t e l a d a n a n ,

komitmen, dan bagaimana menjalin kebersamaan dengan siswa agar PPK ini tumbuh pada diri guru, kemudian ditransfer kepada siswa y a n g n a n t i n y a m e n j a d i k a n lingkungan sekolah berbudaya karakter.

Sekolah menyusun program dan kegiatan berdasarkan lima nilai karakter utama, religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan berintegritas yang disesuaikan dengan kondisi yang ada untuk mencapai kondisi yang diinginkan sesuai dengan visi, misi, dan penjenamaan sekolah (school b r a n d i n g ) . S e k o l a h j u g a m e n g e m b a n g k a n k o l a b o r a s i k e r j a s a m a d e n g a n t r i p u s a t pendidikan dalam PPK. Langkah- langkah tersebut diterjemahkan dalam program berikut ini.

Penguatan Pendidikan Karakter B e r b a s i s K e l a s : P r o s e s Pembelajaran Terintergrasi dengan Nilai Karakter.

Pengelolaan kelas di SMP Negeri 4 Pakem memberlakukan moving class dimana setiap guru memiliki ruang kelas sendiri sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya s e h i n g g a p a d a s a a t masuk/pergantian jam pelajaran

m a k a s i s w a y a n g a k a n datang/keluar kelas. Moving class ini memberikan banyak sekali manfaat, beberapa diantaranya adalah guru dapat lebih mudah dan efektif dalam memanfaatkan media pembelajarannya dan guru dapat dengan mudah mengatur formasi kelas yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajarannya.

Media pembelajaran yang digunakan oleh siswa di kelas adalah dengan menggunakan iPad.

Untuk mendukung penggunaan iPad sebagai media belajar maka sekolah menyediakan jaringan internet. Hal ini dilakukan agar pembelajaran lebih menarik, efisien, dan dapat menambah referensi sumber belajar (pustaka maya) bagi guru dan siswa.

Di dalam kelas, guru memiliki peran sebagai tutor, fasilitator, k a t a l i s a t o r, p e l i n d u n g , d a n p e n g h u b u n g s u m b e r- s u m b e r belajar yang terintegrasi pada R e n c a n a P e l a k s a n a a n P e m b e l a j a r a n ( R P P ) d a n P e l a k s a n a a n P P K . P r o s e s pembelajaran di awali dengan b e r d o ' a , m e n y a n y i k a n l a g u Indonesia Raya, praktik pola hidup sehat seriap hari Senin, dan yel-yel

PENTINGNYA KOMITMEN BERSAMA DALAM MENSUKSESKAN

PENDIDIKAN KARAKTER

DI SMPN 4 PAKEM, D.I. YOGYAKARTA

Aditya Ramadhan, M.Si

Analis Data Penilaian Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

REPORTASE

(9)

penyemangat pada saat proses p e b e l a j a r a n d i k e l a s . D a n pembelajaran di kelas di akhir dengan berdo'a dan ucapan terima kasih kepada guru.

Guru juga kami bekali untuk mengintegrasikan setiap karakter dengan materi pembelajaran baik melalui pembekalan atau sosialisasi PPK, rapat evaluasi dan koordinasi internal, maupun melalui pelatihan dan pengawasan kinerja guru oleh kepala sekolah, pengawas, dan kelompok kerja guru (KKG). Guru juga kami dorong untuk selalu belajar dan berkoordinasi dalam mengembangkan praktik baik dalam pembelajaran dan berbagi pengalaman untuk mendorong inovasi mengajar di dalam kelas d e m i t e r w u j u d n y a s u a s a n a pembelajaran yang baik dan menyenangkan.

Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah: Pembiasaan B u d a y a K a r a k t e r s e s u a i Branding Sekolah.

Branding sekolah, yaitu “Sekolah Berkarakter Juara” dengan makna sekolah yang berkarakter (sesuai

dengan nilai-nilai karakter), yang juara dengan menunjukkan prestasi dan memiliki mental juara. Untuk mewujudkannya, SMP Negeri 4 P a k e m m e l a k u k a n b e r b a g a i program kegiatan yang dapat menumbuhkan budaya karakter, yaitu:

Ÿ Aturan jam ke-nol (jam 06.15 s.d. 07.00 WIB)

Program ini dilaksanakan guna melatih kedisiplinan dan sikap menghargai waktu untuk dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan kualitas diri.

Sebelum bel berdering tepat pukul 06.15 WIB, para guru sudah siap menyambut siswa di halaman depan sekolah dengan terus menanamkan karakter 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun). Kegiatan jam ke- nol dilakukan selama kegiatan sekolah (Senin-Sabtu) dimana j a d w a l k e g i a t a n t e r s e b u t meliputi:

Ÿ H a r i S e n i n : U p a c a r a bendera, diawali dengan pemeriksaan ketertiban s e r a g a m , k e l e n g k a p a n atribut, dan kerapian rambut siswa.

Ÿ Hari Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu: Kelas 7 dan 8 melakukan kegiatan english for sains dan english for math. Sedangkan kelas 9 melakukan kegiatan PPMA (program peningktan mutu akademik)

Ÿ Hari Jumat: Kegiatan berupa refleksi/evaluasi penguatan karakter (hal-hal yang perlu ditingkatkan) dan kemudian dilakukan senam bersama.

Ÿ Penanaman Pembiasaan di Sekolah

Pada saat siswa akan masuk ke dalam kelas, siswa diwajibkan untuk antri dan menanamkan karakter 5S. Setiap mengawali kegiatan pembelajaran (jam p e r t a m a / 0 7 . 0 0 W I B ) ditanamkan nilai-nilai karakter y a k n i d e n g a n b e r d o ' a , menyanyikan lagu Indonesia Raya (Senin, Rabu, dan Sabtu), praktik pola hidup sehat (Senin), kegiatan literasi (Selasa dan perayaan di hari Sabtu), tadarus Al Qur'an (Kamis), dan senam bersama (Jumat). Pada istirahat pertama (09.00 WIB), siswa muslim diberikan waktu untuk melaksanakan sholat dhuha, sedangkan siswa non-muslim melakukan kegiatan imtaq

REPORTASE

(10)

bersama guru pembina. Jam Istirahat kedua, siswa muslim melaksanakan sholat dhuhur berjamaah dan kegiatan imtaq di masjid SMP Negeri 4 Pakem, u n t u k s i s w a n o n - m u s l i m melakukan pendalaman iman di ruang agama. Dan mengakhiri pembelajaran di kelas (13.20 WIB atau 12.20 WIB pada hari Sabtu), siswa berdo'a dan salam terima kasih kepada guru. Pada saat pulang sekolah, siswa di jemput oleh orang tua atau petugas ojek karena SMP N e g e r i 4 P a k e m memberlakukan larangan bagi siswa untuk tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah.

Ÿ I n t e g r a s i P P K d a l a m Kegiatan Ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler d i l a k s a n a k a n u n t u k m e m b e r i k a n k e s e m p a t a n k e p a d a s i s w a d a l a m mengembangkan potensi, bakat, dan minat sesuai dengan pilihannya. Melalui kegiatan e k s t r a k u r i k u l e r, s e k o l a h berharap siswa menumbuhkan sportivitas, percaya diri, kerja s a m a , k e m a n d i r i a n , d a n semangat pantang menyerah dalam menggapai prestasi.

Kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 4 Pakem meliputi k e g i a t a n w a j i b y a k n i : Pramuka, English speaking, dan kelompok karya ilmiah.

S e d a n g k a n k e g i a t a n

e k s t r a k u r i k u l e r p i l i h a n terdapat 16 jenis kegiatan diantaranya kesenian (musik band, paduan suara, tari, karawitan, biola, rupa/lukis), p e r a w a t a n / p e r a k i t a n k o m p u t e r , r o b o t i k a , jurnalistik, bela diri (pencak silat), dan olahraga (sepak bola, basket, bola volly, futsal, badminton, catur). Kegiatan ekstrakurikuler wajib dan pilihan dilakukan dengan j a d w a l s e t e l a h j a m pembelajaran sekolah yakni pukul 14.30 s.d. 16.00 WIB (Senin-Sabtu).

Penguatan Pendidikan Karakter B e r b a s i s M a s y a r a k a t : Pembiasaan Budaya Karakter sesuai Branding Sekolah.

REPORTASE

(11)

SMP Negeri 4 Pakem menyadari b a h w a u p a y a p e m b e n t u k a n karakter siswa tidak lepas dari peran serta masyarakat baik lembaga, organisasai, komunitas m a s y a r a k a t m a u p u n i n s t a n s i pemerintahan. Karena itu SMP Negeri 4 Pakem melakukan kerja sama dan kolaborasi dengan masyarakat sebagai mitra dalam PPK.

Ÿ Perguruan Tinggi

Keberadaan SMP Negeri 4 Pakem sangat diuntungkan dengan banyak Perguruan Tinggi baik negeri maupun s w a s t a d i p r o v i n s i D . I . Yogyakarta sehingga SMP Negeri 4 Pakem dimudahkan dalam mendapatkan akses narasumber atau sebagai tujuan studi lapang. Narasumber dari Perguruan Tinggi dapat mengisi kegiatan parenting, pelatihan guru, dan/atau resource sharing IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi).

Ÿ TNI dan Polri (Polres dan TNI AU)

Salah satu contohnya adalah kegiatan tujuh hari penguatan karakter bersama TNI AU.

Kegiatan ini meliputi pelatihan, pembinaan, dan pendampingan pembentukkan karakter diri secara kolaborasi bersama guru dan karyawan sekolah.

Ÿ Dinas Kesehatan melalui Puskesmas dan Rumah Sakit Kerja sama ini meliputi kegiatan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan, sebagai contoh kegiatan penyuluhan seputar COVID-19. Pada kegiatan ini, S M P N e g e r i 4 P a k e m menghadirkan 2 dokter yang m e m b e r i k a n p e n g e t a h u a n tentang apa itu COVID-19, cara p e n u l a r a n , g e j a l a , d a n pencegahan agar tidak tertular.

Ÿ Organisasi/Lembaga Swasta dan Masyarakat

Salah satu bentuk kerja sama dengan lembaga swasta adalah dengan lembaga kursus dan bimbingan belajar, yakni dalam b e n t u k p e n i n g k a t a n m u t u a k a d e m i k s i s w a d a n pelaksanaan survei kecerdasan intelektual (tes IQ). Sedangkan dengan masyarakat melalui

k e r j a s a m a p e l e s t a r i a n lingkungan dan keamanan.

M a s y a r a k a t s e k i t a r j u g a membantu dalam mengawasi siswa dalam kegiatan siswa di luar sekolah, jika masyarakat melihat siswa SMP Negeri 4 Pakem melakukan perbuatan yang bertentangan dengan penguatan karakter siswa, misalnya siswa kedapatan merokok, kegiatan berkumpul (nongkrong) pada jam sekolah atau di luar jam sekolah namun

masih menggunakan seragam sekolah, dan perilaku siswa lainnya yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat. Maka masyarakat akan menegur s e c a r a l a n g s u n g d a n / a t a u m e l a p o r k a n k e p a d a p i h a k s e k o l a h u n t u k d i l a k u k a n pembinaan terhadap siswa tersebut.

REPORTASE

(12)

S

etelah berhasil membangun sistem skoring otomatis untuk respon jawaban soal objektif (pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks, kini Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) terus b e r i n o v a s i d e n g a n mengembangkan sebuah tool yang nantinya akan sangat membantu dalam sebuah proses asesmen, yaitu sebuah sistem skoring otomatis soal uraian (automatic essay scoring).

Sistem ini dikembangkan dengan menggandeng tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gajah Mada ( F M I PA U G M ) , D e p a r t e m e n Informatika Universitas Islam Indonesia (UII), dan Fakultas Te k n i k U n i v e r s i t a s N e g e r i Yogyakarta (FT UNY). Kerjasama

i n b e r t u j u a n u n t u k mengembangkan sebuah instrumen yang dapat melakukan skoring respon soal uraian secara otomatis, tanpa intervensi human scorer.

H a s i l y a n g d i h a r a p k a n d a r i kegiatan pengembangan automatic essay scoring ini yaitu berupa sistem yang dapat melakukan skoring secara otomatis terhadap respon siswa pada soal berbentuk uraian. Dengan begitu, respon soal uraian yang selama ini diskor manual oleh human scorer, dapat diskor dengan lebih objektif dan bias subyektifitas human scorer dapat diminimalisir atau bahkan dieliminasi. Sehingga tidak ada lagi siswa yang secara tidak adil diuntungkan atau sebaliknya dirugikan karena adanya bisa

subyektifitas skorer.

Tim Pusmenjar, yang dipimpin oleh Dr. Rahmawati, ST. M.Ed, telah melakukan beberapa kali pertemuan dengan tim dosen, yang dipimpin oleh Dr. Mardhani Riasetiawan, untuk mendiskusikan progress pengembangan, rencana pengembangan, dan tindak lanjut yang perlu dilaksanakan dalam mewujudkan sistem automatic essay scoring ini. Pertemuan pertama dilaksanakan pada 19 Maret 2020, pertemuan kedua pada 3 s.d. 4 Juni 2020 dan terakhir dilaksanakan lagi pertemuan pada 2 2 s . d . 2 3 J u n i 2 0 2 0 . D a r i pertemuan-pertemuan tersebut, banyak hal telah didiskusikan dan ditemukan titik terang untuk k e l a n j u t a n d a r i s i s t e m i n i . B e r h u b u n g d e n g a n a d a n y a P a n d e m i C o v i d 1 9 m e l a n d a berbagai kota di belahan dunia, termasuk di Indonesia, pertemuan- pertemuan tersebut dilaksanakan dengan cara daring atau virtual.

Meskipun begitu, seluruh pihak yang terlibat tetap berkomitmen dan memberikan yang terbaik dalam melanjutkan pengembangan sistem ini.

P e n g e m b a n g a n s i s t e m a u t o m a t i c e s s a y s c o r i n g i n i sejatinya sudah dirintis sejak tahun 2017 silam dan telah menghasilkan sebuah aplikasi yang mampu melakukan proses skoring melalui t a h a p a n d a t a p re p ro c e s s i n g , modeling, scoring dan filtering- analytics. Namun, untuk dapat digunakan secara operasional dan profesional, masih diperlukan pengembangan, penyempurnaan, dan dukungan standar operasional yang memadai. Implementasi automatic essay scoring untuk membantu proses asesmen perlu dikelola dengan prosedur dan mekanisme yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan.

D a l a m p e n g e m b a n g a n dukungan untuk implementasi automatic essay scoring, tim p e n g e m b a n g m e n g u s u l k a n

Pengembangan Automatic Essay Scoring oleh PUSMENJAR

Abdul Rahman, S.S.

Peneliti pada Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

REPORTASE

(13)

beberapa tahapan; pengumpulan d a t a , p e n g e m b a n g a n m o d e l skoring, dan penyempurnaan s i s t e m . P e n g u m p u l a n d a t a d i l a k u k a n b e r t u j u a n u n t u k mendapatkan data set jawaban pada asesmen yang dilakukan dengan kualitas yang baik. Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan 2 cara.

Cara pertama adalah dengan metode data collection melalui fail spreadsheet atau text. Pada cara ini data disediakan dalam bentuk fail, baik dalam bentuk spreadsheet atau text, yang kemudian akan diunggah ke dalam aplikasi sistem skoring.

Cara yang kedua adalah data connection langsung ke database.

Pada cara ini dilakukan dengan memberikan akses ke database a s e s m e n u n t u k d i l a k u k a n pembacaan data secara langsung.

Kegiatan pengumpulan data ini kemudian dilanjutkan dengan data labeling untuk membuat data training bagi sistem dari skoring manual yang telah dilakukan oleh

Pusmenjar. Data label ini kemudian akan diproses dan dianalisis untuk mengembangkan atau menambah data label yang lebih banyak secara algoritmik, dan diverifikasi dengan melakukan lebeling verification manual.

Langkah selanjutnya adalah pengembangan model skoring.

Melihat analisis yang dilakukan dengan bentuk dan format soal yang akan diberikan pada asesmen, sementara ini diidentifikasi ada 16 set/paket stimulus yang masing- masing akan membutuhkan data model sendiri-sendiri. Hal ini membutuhkan pembuatan model yang sifatnya akan berlaku dan digunakan untuk masing-masing jenis stimulus yang ada. Langkah ini akan dilaksanakan beberapa tahapan yaitu; analisis terhadap stimulus, guideline dan jawaban siswa, desain model untuk masing- masing model, pengembangan model, serta ujicoba dan evaluasi model. Hasil yang diharapkan pada

kegiatan ini adalah model yang reliabel untuk dijadikan sebagai model soal ujian/asesmen yang bisa dilakukan skoring secara otomatis.

L a n g k a h t e r a k h i r a d a l a h penyempurnaan sistem. Aplikasi yang digunakan pada proses automatic essay scoring adalah U K A R A . A p l i k a s i i n i membutuhkan beberapa perbaikan u n t u k m e m i l i k i k e m a m p u a n melakukan proses data dalam jumlah yang banyak dan besar.

Beberapa hasil evaluasi yang penting; perbaikan pada data manajemen yaitu mekanisme data entry/upload dengan penambahan koneksi langsung dari database asesmen, ekstraksi fitur dan training model untuk masing-masing jenis s t i m u l u s / s o a l , p r o s e d u r penggunaan aplikasi yang sesuai.

Progress pengembangan sejauh ini sudah diujicobakan terhadap butir respon soal Pengenalan AKM yang dilaksanakan bersamaan dengan Gladi Bersih UNBK pada

REPORTASE

(14)

Februari 2020. Terdapat 10 item soal uraian dengan jumlah respon berkisar di angka 6000 respon untuk setiap soalnya. Butir respon ini juga sudah diskor manual dengan human scorer dan akan menjadi item model sebagai data p e m b a n d i n g u n t u k s i s t e m automatic essay scorring yang tengah dikembangkan. Desain human scoring untuk item model tersebut berjumlah 6.000 respon sampel, 3.000 respon dilakukan interrater oleh 3 orang, sedangkan 3.000 respon lainnya dilakukan dengan single rater. Jumlah rater pada proses interrater adalah 40 orang dengan total pekerjaan 12.000 respon per butir soal per 3 orang rater. Lalu 3000 respon lain dilakukan dengan single rater oleh 40 rater. Artinya setiap rater mengerjakan 225 respon. Pada pelaksanaanya, penskoran secara manual ini dimonitoring secara berkala untuk menekan ada bias atau menurunkannya rate interrater

yang dapat merugikan siswa.

Semua butir respon yang masih b e r u p a r a w d a t a t e l a h ditransformasi ke kode stimulus sesuai dengan pengkodean pada AKSI. Pada data clean up pertama dilakukan pengecekan konsistensi a n n o t a t o r . D a t a y a n g s u d a h berstatus cleaned up kemudian ditransformasi kembali dan diberi l a b e l y a n g s e s u a i . D a t a i n i kemudian dimasukkan ke aplikasi U K A R A d a n d i j a l a n k a n analisisnya. Fail yang formatnya sudah sesuai dengan UKARA dapat dianalisis, sedangkan fail yang formatnya berbeda perlu dilakukan analisis terpisah. Untuk setiap satu soal dilakukan satu kali analisis untuk melihat behaviour dan karakteristik soal masing-masing.

Analisis dilakukan dengan model A d a B o o s t C l a s s i fi e d d a n disesuaikan dengan rubrik soal.

Ada beberapa model yang terdapat di UKARA, namun diputuskan u n t u k f o k u s m e n g g u n a k a n

AdaBoost Classified. Melalui hasil analisis dari model ini dapat dilihat item performance secara umum.

U n t u k b u t i r n u m e r a s i , performance mencapai 99% lebih, sedangkan untuk literasi tertinggi performance tertinggi berada di angka 79%. Secara umum, dataset 0 jauh lebih dominan. Sistem memverifikasi ada label 0 tapi kemudian teridentifikasi sebagai label 1 atau 9, 1 teridentifikasi sebagai 0, dan 9 teridentifikasi sebagai 0. Butir yang teridentifikasi berbeda ini akan dikeluarkan dan dilakukan cross check kembali.

Akurasi model numerik mencapai lebih dari 90%. Performance yang lebih baik juga terlihat pada tipe jawaban singkat dan jawaban tunggal. Sedangkan tipe jawab komposit perlu treatment tambahan sebelum bisa dianalisis. Drs.

Bambang Nurcahyo P., M.Sc menambahkan bahwa diperlukan c ro s s c h e c k m a n u a l k a r e n a meskipun ada item yang persentase performance rendah, tapi ternyata masih ditemukan item yang dari segi human judgment lebih akurat dan match dengan UKARA. Fauzi Imam Baihaqi selaku programmer yang mengembangkan sistem u n t u k s k o r i n g m a n u a l a k a n menambahkan item auto skoring pada data yang akan diserahkan ke tim UGM selaku pengembang sistem manual skoring.

Pada pertemuan-pertemuan yang berlangsung melalui media aplikasi Zoom Cloud Meetings itu, Pusmenjar juga mempresentasikan b a g a i m a n a i t e m m o d e l i n i didapatkan, yaitu dengan cara manual atau human scoring.

Presentasi metode penskoran manual item Literasi dipaparkan oleh Abdul Rahman, S.S. dan untuk item numerasi dipaparkan oleh Dra.

Rahmah Zulaiha, M.A.. Terdapat b e b e r a p a h a l y a n g m e n j a d i highlight dari proses penskoran secara manual. Pada item-item literasi terdapat beberapa catatan antara lain; masih ada peserta yang menjawab menggunakan bahasa

REPORTASE

(15)

daerah, masih ada tanda baca yang belum sesuai, masih ada jawaban m e n g g u n a k a n k a t a y a n g penulisannya dengan singkatan.

Artinya, masih ada siswa yang m e m b e r i k a n r e s p o n a t a u menuliskan respon jawaban dengan mengabaikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Catatan yang sama juga ditemukan pada item- item numerasi. Satu hal lain yang juga menjadi perhatian adalah masih banyak siswa yang tidak merespon pilihan (ya atau tidak, benar atau salah, setuju atau tidak setuju) sebelum mengetikkan jawabannya.

Temuan-temuan ini menjadi catatan berharga bagi berbagai pihak pemangku kepentingan.

Tenaga pendidik diharapkan bisa memotivasi peserta didik untuk dapat merespon soal uraian atau isian sesuai dengan instruksi soal

dan dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tujuannya agar respon dapat dideteksi dengan akurat ketika d i l a k u k a n p e n s k o r a n s e c a r a otomatis. Sedangkan bagi pihak penyusun instrumen tes, temuan ini menjadi PR penting agar instrumen kedepannya dapat dipersiapkan dengan menghilangkan bias-bias yang secara tidak langsung bisa m e n u n t u t p e s e r t a d i d i k menggunakan bahasa daerahnya, serta memperbaiki tool yang digunakan agar bisa memastikan peserta didik merespon soal sesuai dengan instruksi dan sequence yang ditentukan. Dan yang terpenting, temuan ini sangat signifikan juga bagi tim pengembang sistem skoring otomatis untuk dapat mengupayakan solusi alternatif untuk kemungkinan-kemungkinan respon seperti ini.

Dalam pertemuan terakhir, tim dosen memberikan beberapa poin yang menjadi perhatian khusus.

Pertama, perbandingan jawaban positif dan negatif bisa sampai 1:10 untuk keperluan pembelajaran mesin. Dalam kondisi seperti ini, pembangkitan data sintetik untuk balancing tidak terlalu mengubah hasil. Kedua, ketika jawaban positif yang tersedia sedikit, pembelajaran mesin berbasis klasifikasi atau regresi tidak bisa dilakukan.

Terdapat indikasi yang cukup kuat bahwa metode berbasis similaritas ( c o s i n e d i s t a n c e , s i m i l a r i t y learning RNN-Siamese) dapat digunakan pada kondisi seperti ini.

Terakhir, fitur yang diambil dari k a l i m a t - k a l i m a t j a w a b a n membentuk manifold non-linear yang kemungkinan dapat didekati dengan model piece-wise linear.

Y u n i t a S a r i , P h . D menambahkan bahwa analisis dilakukan perlu memperhatian aspek. Aspek pertama adalah didapatkan suatu model dan arsitekturnya yang optimal untuk penskoran berbasis fitur sekuensial (RNN) dengan kinerja yang cukup stabil. Aspek kedua adalah perlu dikembangkan strategi yang baik untuk mendapatkan sampel-sampel yang representatif yang akan dilabeli secara manual untuk menjadi data pelatihan. Aspek

REPORTASE

(16)

selanjutnya adalah sebaran data (fitur kalimat jawaban) yang menyerupai manifold piece-wise linear mengindikasikan cocoknya pengklasteran berbasis jarak geodesic. Aspek terakhir adalah perlu didapatkan informasi sebaran kalimat-kalimat jawaban positif berikut korelasinya dengan profil sekolah dan profil siswa.

Ada beberapa poin pengembangan yang disampaikan oleh tim dosen.

Eksplorasi menggunakan partisi d a t a t r a i n i n g , t e s t i n g , d a n v a l i d a t i o n m e r u p a k a n p o i n

pengembangan pertama yang menjadi catatan. Lalu eksplorasi partisi data dengan berbagi model ( m o d e l N a i v e B a y e s , m o d e l Support Vector Machine, model, Random Forest, model AdaBoost).

P o i n s e l a n j u t n y a a d a l a h peningkatan akurasi analisis, sehingga hasilnya bisa lebih presisi.

Analisis kebutuhan operasional infrastruktur juga menjadi poin pengembangan yang tak kalah pentingnya. Hasil yang diharapkan dari pengembangan selanjutnya adalah adanya hasil performa dari

setiap model, selain menjadi pembanding hasil ini juga menjadi acuan untuk menentukan model yang akan digunakan. Diharapkan dari model tersebut dapat diperoleh data model yang sesuai untuk automatic essay scoring yang akan dijalankan. Terakhir, tim dosen dari tiga kampus di Yogyakarta ini mengharapkan adanya gambaran untuk operasional pada situasi langsung.

REPORTASE

(17)

PROMO

(18)

P

andemi Covid-19 di Indonesia berdampak pada beberapa sektor kehidupan, tak terkecuali s e k t o r p e n d i d i k a n . U n t u k m e m b a t a s i p e n y e b a r a n d a n penularan virus Covid-19 secara l u a s d i s a t u a n p e n d i d i k a n , K e m e n t e r i a n P e n d i d i k a n d a n Kebudayaan Republik Indonesia m e n g a m b i l k e b i j a k a n penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR). Kebijakan BDR diyakini dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan non- kognitif siswa yang selanjutnya d a p a t m e m p e n g a r u h i w a j a h pendidikan di masa depan.

Hasil studi Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak) Kemdikbud menunjukkan siswa yang tiap hari belajar dalam seminggu tidak sampai 50%, dengan waktu belajar kurang dari 3 jam per hari, diprediksi

bahwa capaian belajar siswa akan sangat beragam. Oleh karena itu a s e s m e n u n t u k m e n g e t a h u i hambatan dan kelemahan siswa pada saat BDR perlu dilakukan. Asesmen yang meliputi aspek kognitif dan non-kognitif perlu dilakukan agar pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan kondisi siswa.

Seiring dengan hal tersebut juga dalam rangka memasuki tahun ajaran 2020/2021, Pusat Asesmen dan Pembelajaran (Pusmenjar) menyelenggarakan Seminar Virtual d e n g a n t e m a " A s e s m e n d a n Pembelajaran Literasi Numerasi di Masa Pandemi" pada tanggal 10 Juli 2 0 2 0 . M e n a m p i l k a n e n a m pembicara yang mumpuni; Prof. Dr.

Dinn Wahyudin (Guru Besar Ilmu Pengembangan Kurikulum UPI), Dr.

Rahmawati (Pusmenjar), Dr. Susanti S u f y a d i ( P u s m e n j a r ) , S o fi e

Dewayani, Ph.D (Satgas Gerakan Literasi Sekolah), Dicky Susanto, M.Ed., Ed.D. (Calvin Institute of Te c h n o l o g y ) d a n F o u r g e l i n a (Yayasan Literasi Anak Indonesia).

dipandu oleh moderator Acara yang dimulai sejak pagi hingga sore hari, dilaksanakan melalui zoom meeting diikuti oleh 400 peserta yang sebagian besar adalah guru berasal dari 29 provinsi di Indonesia.

Kegiatan ini pun dapat diakses melalui saluran youtube dengan sekitar 27,939 viewer (hingga berita ini diturunkan) dan disukai oleh 1.6 juta penonton.

Seminar dibagi menjadi dua sesi, dan untuk sesi pagi dipandu oleh Setiawan Cahyo Nugroho (KIAT Guru, TNP2K). Secara resmi kegiatan seminar dibuka oleh K e p a l a P u s a t A s e s m e n d a n Pembelajaran, Ibu Asrijanty Ph.D.

Pada masa pandemi ini, menurut Ibu Janty, banyak hal yang berubah, y a n g t i d a k p e r n a h t e r b a y a n g sebelumnya. Jika pada keadaan normal sebagian siswa merasa terpaksa datang ke sekolah, tetapi k i n i b a n y a k a n a k m e r a s a k a n kerinduan untuk hadir di sekolah.

Heni Handayani, M.Pd

Peneliti pada Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

(19)

Sebagian anak belajar, tetapi tidak optimal, sebagian lagi bahkan tidak mendapat pengalaman belajar sama sekali. Bila ketidaktercapaian ini terus berlanjut tentu akan merugikan siswa. Oleh karena itu asesmen perlu dilakukan guru untuk mengetahui perkembangan / capaian belajar siswa. Kita ingin memastikan anak-anak kita tetap b e l a j a r, k o m p e t e n s i p e n t i n g (literasi dan numerasi ) harus dikuasai dengan baik dan tetap berjalan, berkembang secara optimal baik dalam keadaan normal maupun sekarang dalam keadaan n e w n o r m a l , s e h i n g g a t i d a k berpengaruh pada kehidupan di masa mendatang. Apresiasi dan harapan disampaikan Ibu Janty k e p a d a p a r a s t a k e h o l d e r s pendidikan, untuk tetap konsisten membantu perkembangan anak didik demi terciptanya generasi penerus bangsa Indonesia yang cemerlang.

S e t e l a h s a m b u t a n K e p a l a P u s m e n j a r , P r o f e s o r D i n n Wahyudin menjadi narasumber pertama dengan membawakan materi tentang Mendiagnosa Siswa dan Tindaklanjut. 'Diagnosis is not the end, but the beginning of

practice' by Martin Fischer.

M e r u p a k a n k a t a k u n c i y a n g mendasari mengapa dan bagaimana asesmen diagnosis itu dilakukan dalam kelas. Asesmen diagnosis adalah proses sistematis dalam mengumpulkan data siswa yang b e r f u n g s i u n t u k m e l i h a t kemampuan dan kesulitan belajar siswa. Menurut Guru Besar UPI B a n d u n g i n i , a d a 7 l a n g k a h asesmen diagnostik yang dapat dilakukan pada masa pandemi, yaitu menganalisis kompetensi d a s a r ( K D ) k e l a s a s e s m e n , mengidentifikasi KD prasyarat, menganalisis keterkaitan materi pada KD prasyarat dengan KD di kelas asesmen, menyusun soal, menganalisis jawaban siswa, interpretasi dan tindak lanjut.

Intinya adalah memotret kondisi, m e l i h a t k e m a m p u a n d a n kekurangan siswa, kemudian melakukan interpretasi data siswa lalu menentukan kegiatan yang a k a n d i l a k u k a n p a d a s a a t tindaklanjut diagnostik di kelas.

Formula ini dapat digunakan sebagai petunjuk ketika guru akan mulai mengajar di kelas. Bila dimungkinkan guru kelas di tahun ajaran baru ini dapat bekerjasama

dengan guru kelas sebelumnya, koordinasi dengan kepala sekolah m a u p u n k o m u n i k a s i d e n g a n orangtua siswa tentang rencana atau materi yang akan diberikan pada kegiatan asesmen diagnostik.

Terlebih di masa pandemi ini siswa masih melakukan BDR, perlu dimotivasi sehingga siswa merasa nyaman dan siap untuk mengikuti pelajaran.

Panitia juga menayangkan video pemantik tentang pentingnya a s e s m e n d i a g n o s t i k d i a w a l pembelajaran dan video tentang asesmen diagnostik kognitif yang langsung mendapat respon positif dari peserta seminar, terlihat dari jumlah liker yang meningkat dan beberapa komen diantaranya;

@mustafa_ruhama, materinya sangat menarik dan bermanfaat, kemudian @rita_sugiarti SMKN 1 S u n g a i L i l i n , t e r i m a k a s i h informasinya arahannya semoga manfaat, @nurma_Loukaky, luar b i a s a m a t e r i n y a , d a n

@Iyah_Sa'diyah, materinya keren.

Narasumber kedua adalah Dr.

Rahmawati yang membawakan materi tentang Asesmen Sederhana untuk Diagnosis Secara Berkala Kondisi Siswa. Selama masa pandemi, guru perlu melakukan

REPORTASE

(20)

asesmen berkala dengan tujuan m e m o n i t o r p e r k e m b a n g a n nonkognitif dan kognitif siswa.

Dengan kondisi Indonesia yang beragam, maka apapun yang akan dilakukan terkait asesmen, baik itu yang menggunakan teknologi maupun tanpa teknologi, tatap muka ataupun tanpa tatap muka, harus berpegang pada 5 prinsip asesmen yaitu valid : menilai sesuai tujuan serta menilai kompetensi y a n g a k a n d i n i l a i , re l i a b e l / k o n s i s t e n : k r i t e r i a p e n i l a i a n s e r t a h a s i l y a n g diharapkan diberikan secara jelas dan dipahami oleh pihak yang akan dinilai, adil: tidak merugikan peserta didik tertentu, terbuka, dan obyektif, fleksibel: mengakomodir pengelolaan yang adaptif terhadap perubahan situasi, dan memberikan umpan balik: bertujuan untuk memberikan informasi mengenai tingkat capaian kompetensi dan aspek kompetensi yang dapat ditingkatkan.

Tahapan yang dapat diikuti dalam membuat asesmen sederhana apabila semua prinsip asesmen terpenuhi adalah memastikan setiap soal yang dipilih akan memberikan informasi tingkat pemahaman siswa. Kemudian pertanyaan pada soal disusun membentuk lintasan kemampuan yang kontinum. Setelah itu tindak lanjut yang disesuaikan dengan aspek yang dinilai pada asesmen s e c a r a a k o m o d a t i f s e k a l i g u s fl e k s i b e l . Te r a k h i r a d a l a h m e m b e r i k a n u m p a n b a l i k , merupakan aspek penting pada asesmen diagnosis yang dilakukan di awal pembelajaran, karena asesmen tidak hanya memberikan nilai atau skor tetapi yang paling esensial dari asesmen adalah kita m e m i l i k i i n f o r m a s i t e n t a n g kekuatan dan kelemahan siswa kemudian how to be better yang direfleksikan dalam pembelajaran.

Ibu Wati, yang juga Koordinator Bidang Analisis Pemanfaatan Hasil Penilaian (APHP ) Pusmenjar

menginformasikan tentang tools a s s e s s m e n t y a n g d i m i l i k i Pusmenjar dan dapat diakses secara bebas, yaitu AKSI sekolah literasi d a n n u m e r a s i j e n j a n g S D https://aksi.puspendik.kemdikbu d . g o . i d / a k s i s e k o l a h /. A K S I membaca digital untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK . kemdikbud.

go. id/ membacadigital/. Desatika:

m e m b a n g u n d e s a d e n g a n matematika – game siswa SD, .

Sesi kedua seminar virtual ini dilanjutkan setelah istirahat siang dengan menampilkan Ibu Mira Josy Moestadi, M.Si. sebagai moderator d a n D r . S u s a n t i S u f y a d i (Pusmenjar) sebagai narasumber ke-3 membawakan materi Kegiatan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Mengapa literasi dan numerasi?

Karena keduanya adalah kecakapan f u n d a m e n t a l t e r k a i t d e n g a n pengelolaan pengetahuan dan

informasi untuk kebermanfaatan hidup. PJJ dilakukan oleh peserta didik dan guru dengan bantuan media, perangkat ajar dan sumber belajar yang dibutuhkan, serta pendampingan orangtua baik itu secara daring maupun luring.

Orangtua tidak menggantikan tugas guru di rumah tetapi lebih sebagai mediator dan fasilitator kegiatan pembelajaran. Peran guru dalam PJJ adalah menyiapkan bahan dan sumber belajar, menentukan acuan k o m p e t e n s i d e n g a n mengidentifikasi KD lintas mapel yang relevan dengan literasi dan numerasi yang dibutuhkan serta memberikan penjelasan kepada orang tua tentang kegiatan yang akan dilakukan. Oleh karena itu strategi pengembangan perangkat ajar bagi guru mutlak dilakukan demi menuju pembelajaran yang bermakna. Dalam mengembangkan p e r a n g k a t a j a r y a n g p e r l u

REPORTASE

(21)

dipertimbangkan adalah kondisi, kebutuhan dan karakteristik pelajar, alokasi waktu dan interaksi yang bisa difasilitasi. Pada kesempatan ini, diberikan pula contoh kerangka perangkat ajar literasi dan numerasi juga memberikan pola kegiatan pembelajaran mingguan untuk literasi dan numerasi serta tips p e m b e l a j a r a n d i r u m a h b a g i orangtua.

Sofie Dewayani, Ph.D dari Satgas Gerakan Literasi Sekolah turut menjadi pembicara pada seminar virtual ini, membawakan m a t e r i t e n t a n g M e n g u a t k a n Koneksi Literasi Rumah dan Sekolah. Masa pandemi ini dapat juga dikatakan sebagai masa refleksi bagi pendidik untuk menguatkan koneksi literasi di sekolah dan di rumah yang selama ini mungkin belum terkuatkan.

Mengapa perlu dikuatkan? Karena l i t e r a s i a d a l a h k e c a k a p a n

fundamental untuk membangun k e c a k a p a n h i d u p y a n g meningkatkan ketahanan peserta didik untuk melalui masa pandemi.

Untuk itu penguatan budaya literasi tidak hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga penguatan budaya l i t e r a s i d i r u m a h . K e g i a t a n penumbuhan budaya literasi di r u m a h s e p e r t i m e n d o n g e n g , membaca bersama, mendiskusikan bacaan, membuat kalimat dan menggambarkan cerita/ adegan dalam cerita diharapkan dapat menjadi bagian dari rutinitas keseharian di rumah.

S a t g a s G e r a k a n L i t e r a s i S e k o l a h m e m b u a t m o d u l pembelajaran jarak jauh untuk guru, orangtua dan siswa SD kelas 1 – kelas 3 untuk memberikan model pembelajaran berbasis literasi bagi daerah tertinggal. Modul guru berisi langkah-langkah memetakan KD menjadi kecakapan literasi yang esensial, tema, sub tema, topik, pemahaman bermakna, pertanyaan pemantik dan produk.

Modul orangtua berisi kegiatan penguatan literasi dan numerasi di r u m a h . M o d u l s i s w a b e r i s i kumpulan lembar kerja siswa, diisi oleh siswa dan dikembalikan oleh o r a n g t u a s i s w a k e p a d a g u r u s e m b a r i m e l a p o r k a n a t a u menginformasikan kegiatan literasi bersama anak di rumah. Koneksi literasi rumah dan sekolah di masa pandemi dapat dikuatkan dengan m e m p e r h a t i k a n a s p e k - a s p e k konektivitas – interaksi guru dan orang tua yang solid, materi pembelajaran yang merujuk ke kompetensi dasar esensial, tujuan pembelajaran mudah dicapai, fleksibel dan adaptif, integratif dan kontekstual, media pembelajaran mudah di dapat, pola kegiatan terprediksi dan berimbang.

Narasumber selanjutnya adalah Fourgelina dari Yayasan Literasi Anak Indonesia, membawakan materi yang berjudul Pentingnya Kegiatan Literasi Bermakna di Masa Pandemi. Kegiatan guru

b e r i n t e r a k s i d e n g a n s i s w a disekolah maupun rutinitas siswa menikmati proses membaca dan kegiatan literasi lainnya di sekolah adalah kegiatan yang dirindukan dalam beberapa bulan belakangan ini. Demi membangun kecakapan h i d u p y a n g m e n i n g k a t k a n ketahanan siswa untuk melalui masa pandemik serta aktivitas literasi yang menyenangkan, maka kegiatan literasi bermakna menjadi sangat penting. Mengapa? Karena peserta didik mengalami langsung apa yang dipelajarinya sehingga mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan dari g u r u / o r a n g t u a m a u p u n p e n d a m p i n g . I n f o r m a s i d a n keterampilan yang dipelajari akan lebih lama diingat. Informasi baru y a n g d i b a n g u n s i s w a a k a n memudahkan proses berikutnya untuk materi belajar berkelanjutan.

Strategi yang perlu diterapkan adalah dengan membuat jadual yang tepat, diferensiasi (perbedaan kelas siswa) yang progresif serta penyesuaian. Diagnosis awal t e n t a n g k e m a m p u a n s i s w a , lingkungan dan sarana prasarana yang dimiliki siswa juga dapat digunakan. Faktor penting dalam membuat desain literasi bermakna a d a l a h p o l a k e g i a t a n y a n g terprediksi dan jenis kegiatan yang mendukung keberhasilan dari l i t e r a s i b e r m a k n a m e l a l u i Pembelajaran Jarak jauh (PJJ).

L a n g k a h - l a n g k a h p e n e r a p a n k e g i a t a n l i t e r a s i b e r m a k n a ; m e r u m u s k a n t u j u a n b e l a j a r, menentukan topik dan kegiatan y a n g a k a n d i l a k u k a n s i s w a , identifikasi karakteristik siswa, memilih dan memilah materi pelajaran yang sesuai dengan tingkat kesiapan siswa.

Last but not least, narasumber dari Calvin Institute of Technology, Dicky Susanto, M.Ed., Ed.D.

menjadi pemateri terakhir dengan judul Numerasi Lintas Mata Pelajaran. Di awali dengan kegiatan interaktif menggunakan tautan

REPORTASE

(22)

w w w. m e n t i . c o m p e m a t e r i menanyakan hubungan matematika dan numerasi dengan menggunakan diagram Venn. Menurut pak Dicky, matematika dan numerasi adalah sesuatu yang tidak sama. Bila matematika sesuatu yang lebih formal dan terstruktur sementara numerasi adalah terapan dari matematika. Numerasi digunakan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan ide-ide matematika.

Numerasi adalah fleksibel dan kontekstual. Tetapi ada perbedaan signifikan antara matematika yang dipelajari di sekolah dengan kondisi kehidupan sehari-hari. Sehingga t e r j a d i p e n g o t a k a n i l m u

pengetahuan yang menghambat s i s w a d a l a m m e m a h a m i d a n mengaplikasi numerasi. Mengapa kita peduli terhadap numerasi?

Karena numerasi muncul dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu dalam modul yang dibuat diharapkan dapat membantu siswa dalam meningkatkan kompetensi numerasi. Modul numerasi tidak jauh berbeda dengan modul literasi, berisi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa didampingi orangtua di rumah. Empat kegiatan utama; 1. intuisi bilangan (contoh kegiatan: membilang, menghitung, meggunakan kartu noktah), 2.

konsep matematika (fokus pada

konsep, seperti konsep bilangan, k o n s e p b e r a t ) , 3 . e k s p l o r a s i matematika (mengekplorasi benda d i s e k i t a r r u m a h k e m u d i a n mengaplikasikan numerasi), dan 4.

l a t i h a n d a n r e fl e k s i . C o n t o h numerasi lintas mata pelajaran;

literasi – memperkirakan jumlah halaman sebuah buku, IPA – membandingkan berat berbagai benda, IPS – membuat linimasa peristiwa penting dalam keluarga, Seni Musik – menganalisis ritme dari alat musik, Seni Budaya – mengidentifikasi bangun datar dari lukisan.

“KITA INGIN MEMASTIKAN ANAK-ANAK KITA TETAP BELAJAR, KOMPETENSI LITERASI DAN NUMERASI HARUS DIKUASAI DENGAN BAIK DAN TETAP BERJALAN, BERKEMBANG SECARA OPTIMAL BAIK DALAM KEADAAN NORMAL MAUPUN

SEKARANG DALAM KEADAAN NEW NORMAL”

By ASRIJANTY, Ph.D.

REPORTASE

(23)

“ A s e s m e n S e d e r h a n a U n t u k Diagnosis Secara Berkala Kondisi Siswa,” merupakan judul materi yang disampaikan Dr. Rahmawati, M . E d , K k o o r d i n a t o r B i d a n g Analisis dan Pemanfaatan Hasil P e n i l a i a n , p a d a s e s i 1 penyelenggaraan seminar virtual d e n g a n t e m a ' A s e s m e n Pembelajaran Literasi Numerasi di M a s a P a n d e m i ' . S e m i n a r diselenggarakan pada Jumat, 10 Juli 2020 oleh Pusat Asesmen dan P e m b e l a j a r a n ( P u s m e n j a r ) , Balitbangbuk, Kemendikbud.

Materi diawali oleh penayangan video 1 berjudul 'Pentingnya A s e s m e n D i a g n o s i s d i Aw a l Pembelajaran'. Dalam tayangan video digambarkan mengenai b e r a g a m n y a k o n d i s i s o s i a l ekonomi, akses teknologi serta kondisi wilayah sebaran pandemi yang menyebabkan proses belajar di rumah dan kompetensi siswa Indonesia saat ini menjadi sangat bervariasi. Dalam beberapa kasus, k e g i a t a n b e l a j a r d i r u m a h m e n y e b a b k a n t e r j a d i n y a k e t i d a k t e r c a p a i a n b e l a j a r , menurunnya kemampuan siswa, serta meningkatnya ketimpangan pengetahuan antara kelompok akses memadai dan kelompok akses tidak memadai. Oleh karena itu, video 1 menyajikan informasi mengenai pentingnya melakukan a s e s m e n d i a g n o s i s d i a w a l pembelajaran agar guru dapat mengetahui kompetensi siswanya saat ini setelah beberapa bulan melakukan belajar dari Rumah.

Video dapat diakses melalui laman . Pada video 2 yang berjudul 'Asesmen Diagnosis Berkala,' menyajikan informasi bahwa selama masa pandemi Covid-19, kegiatan belajar mengajar harus tetap dilakukan untuk mengetahui dan memonitor perkembangan kompetensi siswa. Oleh karena itu, guru perlu melakukan asesmen diagnosis yang dilakukan secara berkala di setiap awal pembelajaran topik yang baru. Hasil diagnosis

Dian Rahdiani, M.Si.

Peneliti pada Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

ASESMEN SEDERHANA

untuk Diagnosis Secara Berkala Kondisi Siswa

REPORTASE

(24)

dari asesmen yang telah dilakukan, dapat digunakan sebagai acuan bagi guru dalam menetapkan materi pembelajaran selanjutnya, berdasarkan kompetensi rata-rata kelas yang didapatkan dari hasil asesmen diagnosis.

Dr. Rahmawati menjelaskan ada lima prinsip asesmen yang harus dipenuhi oleh guru baik pada saat terjadi pandemi maupun n o r m a l k e m b a l i . D e n g a n b e r v a r i a s i n y a k o n d i s i p e m b e l a j a r a n y a n g s e d a n g dilakukan di masa pandemi ini, g u r u d i h a r a p k a n t e t a p memperhatikan lima prinsip asesmen yang perlu dicapai, yaitu:

Valid. Menilai sesuai tujuan serta menilai kompetensi yang akan dinilai. Misalnya, jika ingin mengukur kemampuan matematika maka soal yang digunakan adalah soal yang mengukur kemampuan matematika. Jika ingin mengukur kemampuan membaca, maka soal yang digunakan harus mengukur kemampuan membacanya, bukan soal yang lebih mengukur tentang wawasan umumnya.

R e l i a b l e a t a u k o n s i s t e n . Bagaimanakah agar asesmen itu reliable? Salah satu syaratnya

adalah kriteria penilaian serta hasil yang diharapkan dapat diberikan secara jelas dan dipahami oleh pihak yang akan dinilai. Apa yang diharapkan oleh guru, itu juga yang h a r u s t e r l i h a t k e t i k a g u r u m e m b e r i k a n a s e s m e n a t a u penugasan kepada siswa.

Misalnya guru mengharapkan siswa mengerjakan tugas secara mandiri saat belajar di rumah, n a m u n g u r u m e m b e r i k a n penugasan dalam bentuk google form. Guru tidak dapat mengawasi s e c a r a m a k s i m a l s a a t s i s w a mengerjakan tugas melalui google form, serta tidak dapat memastikan a p a k a h s i s w a m e n g e r j a k a n tugasnya secara sendiri atau dibantu oleh orang lain. Penugasan seperti ini terlihat tidak konsisten antara kriteria penilaian dengan hasil yang diharapkan. Contoh l a i n n y a a d a l a h s a a t g u r u menginginkan anak-anak bercerita mengenai kondisi emosinya saat i n i , n a m u n p e r t a n y a a n y a n g diberikan kepada siswa adalah:

“ c e r i t a k a n h a l y a n g m e n y e n a n g k a n ! ” P e r t a n y a a n seperti ini menyebabkan kriteria penilaian dan informasi yang guru harapkan dari siswa menjadi tidak s e s u a i , s e h i n g g a t i d a k a k a n menghasilkan prinsip reliabel.

Agar menjadi reliable, pertanyaan guru bisa diganti dengan “Apa yang kamu rasakan?”

Adil. Prinsip adil menjadi sangat utama ketika masa pandemi seperti ini. Adil berarti tidak merugikan siswa tertentu, bersifat terbuka, dan obyektif. Contohnya seperti kasus penugasan yang meminta siswa mengerjakan tugas melalui google form. Dalam hai ini, sebaiknya guru mempertimbangkan kemungkinan ada siswa yang kesulitan membeli kuota, karena orang tuanya terkena PHK, di rumahkan tanpa gaji, atau gajinya dipotong. Prinsip adil ini p e n t i n g a g a r a s e s m e n d a p a t dilakukan dan tetap mengakomodir semua siswa di masa pandemi ini.

Fleksibilitas. Mengakomodir pengelolaan yang adaptif terhadap perubahan situasi. Dalam hal ini g u r u h a r u s m e l i h a t k o n d i s i siswanya. Jika kondisi siswanya beragam maka asesmen yang dilakukan tidak mungkin hanya dengan menggunakan satu cara.

Asesmen harus bersifat adaftif dan mengakomodir berbagai macam kondisi siswa termasuk perubahan situasi yang terjadi.

Umpan Balik. Pemberian umpan balik bertujuan untuk memberikan i n f o r m a s i m e n g e n a i t i n g k a t capaian kompetensi dan aspek k o m p e t e n s i y a n g d a p a t ditingkatkan. Asesmen diagnosis berkala di awal pembelajaran d i l a k u k a n k a r e n a i n g i n memberikan umpan balik terhadap pembelajaran itu sendiri. Asesmen tidak cukup hanya menghasilkan nilai, memberikan skor pada siswa, atau memberikan predikat A, B, C, dan setelah itu selesai. Tujuan penting dalam sebuah asesmen adalah mendapatkan informasi m e n g e n a i k e l e b i h a n d a n kekurangan siswa, mengenai bagaimana agar siswa bisa menjadi lebih baik, dan hal itulah yang kemudian direfleksikan pada

REPORTASE

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Data yang digali dalam penelitian ini adalah proses-proses pembelajaran masyarakat dari tahap persiapan program konservasi tanah di Jetis Lor, dan dengan sumber

Makna Bhinneka Tunggal Ika dalam Kakawin Sutasoma tersebut sama dengan prinsip pertama pluralisme agama Coward, yakni mempercayai bahwa Tuhan adalah Yang Satu (dalam hakikat)

Sarana dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di SMP Negeri 21 Semarang yaitu seperti alat pengumpul data yang berbentuk tes dan non-tes sudah ada, terdapat beberapa

Dari hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa kepuasan nasabah tidak di- pengaruhi secara signifikan oleh internet banking, hal ini disebabkan kesulitan

Angina putting beliung yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena alam yang berkaitan dengan perbedaan … (A) Arah angin dan suhu udara.. (B) Tebal

Jumlah saham yang ditawarkan 151.854.000 Saham Biasa Atas Nama dengan nilai nominal Rp 100,- (seratus rupiah) setiap saham.. Penjamin Pelaksana

Tujuan dari penelitian ini adalah melalui kegiatan bermain peran mikro dapat meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Indonesia anak karena melalui bermain peran