• Tidak ada hasil yang ditemukan

SHARING

u r u s a n k u r i k u l u m d a p a t m e n g o n t r o l p e l a k s a n a a n n y a melalui laporan rutin yang dibuat oleh guru pada setiap periode tertentu.

K e g i a t a n g u r u d a l a m pengelolaan pembelajaran meliputi perencanaan, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian hasil pembelajaran. Pada setiap tahapan tersebut perlu dirancang sebuah protokoler pembelajaran yang memanusiakan. Apa saja yang harus dimasukkan dalam setiap interaksi di kelas daring. Bukan hanya muatan-muatan kognitif saja, namun juga non kognitif. Guru perlu di berikan arah dan aturan sehingga ada standar minimal yang h a r u s d i c a p a i d a l a m m o d e l p e m b e l a j a r a n “ b a r u ” y a n g dirasakan sangat berbeda bagi guru maupun siswa.

P a n d e m i m e m a k s a s e m u a proses pembelajaran terpisah oleh jarak fisik, guru dan murid hanya dipertemukan oleh teknologi.

Jangan sampai kondisi ini semakin mematikan hubungan, interaksi dan pelibatan peserta didik. Karena pendidikan adalah mengurus manusia. Bukan barang ataupun mesin. Nilai-nilai humanisme harus tetap dijaga. Ada banyak platform digital yang layak dan menjadi pilihan untuk digunakan. Guru perlu memadukan antara mode komunikasi sinkron (serempak) yaitu komunikasi dua arah dimana siswa dan guru dapat langsung saling berinteraksi, dan mode k o m u n i k a s i a s i n k r o n ( t i d a k serempak) dengan menggunakan platform learning manajemen system seperti google classroom, edmodo dan lain sebagainya. Dua m o d e k o m u n i k a s i i t u p e r l u diintegrasikan karena siswa butuh untuk direspon, diajak berbicara, diskusi, bertanya jawab secara langsung, dan juga bersenda gurau.

Artinya pada kondisi darurat seperti ini guru perlu memberi m a k n a d a n m e m b e n a r k a n

penggunaan teknologi di kelas, dengan cara menambahkan nilai (value) dalam bentuk peningkatan motivasi dan pelibatan siswa.

Kemasan muatan pembelajaran seharusnya juga sarat dengan penguatan literasi dan karakter.

Materi-materi diajarkan, se¬lain u n t u k m e n g e m b a n g k a n pengetahuan juga digunakan s e b a g a i m e d i a u n t u k menumbuhkan dan memperkuat kemampuan literasi dan karakter.

Belajar dari Finlandia, bahwa sekolah disana jangan dibayangkan selalu gemerlap dengan berbagai perangkat teknologi terbarukan, yang setiap tahun diganti. Justru di sana menjalin hubungan dengan murid dan sesama guru menjadi fokus yang lebih diutamakan.

Seperti yang dikatakan oleh (Walker, 2017) dalam bukunya

Teach Like in Finland, bahwa selama bertahun-tahun,

sekolah Finlandia telah membuktikan siswa mereka dapat menguasai konten dan keterampilan yang penting tanpa perlu membeli gawai dengan teknologi terbaru.

Bahwa pembelajaran disana meletakkan teknologi pada

tempat yang tepat, yaitu sebagai alat pembelajaran.

Mereka menggunakan teknologi jika ini dapat meningkatkan pembelajaran. dan mendesain pembelajaran dengan sistem daring dan jarak jauh. Sementara itu, guru juga s a n g a t p e r l u u n t u k s e g e r a b e r a d a p t a s i d a n m e l a k u k a n perbaikan sehingga tidak lagi gagap t e k n o l o g i m a u p u n g u g u p beradaptasi. Selanjutnya orangtua pun perlu mengetahui literasi dasar

SHARING

digital shingga mampu mengawal dan mengontrol anaknya dalam melaksanakan pembelajaran daring ini. Sinergi beberapa pihak ini akan memungkinkan pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini akan d a p a t b e r j a l a n s e b a g a i m a n a layaknya, secara bermutu dan berkualitas.

Setelah proses pembelajaran dilalui, kewajiban guru selanjutnya adalah melakukan penilaian.

Permendibud No. 23 tahun 2016 mengatur tentang Standar Penilaian Pendidikan. Penilaian adalah p r o s e s p e n g u m p u l a n d a n p e n g o l a h a n i n f o r m a s i u n t u k mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil b e l a j a r p e s e r t a d i d i k p a d a pendidikan dasar dan pendidikan menengah meliputi aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.

S e b a g a i s e b u a h a k t i v i t a s pembelajaran formal, penilaian tetap harus dilakukan. Namun, penilaian jarak jauh dilakukan bukan untuk menentukan standar pencapaian (attainment level) atau kepentingan nilai (assigning grade)

s e m a t a . P e n i l a i a n d a l a m pembelajaran jarak jauh mestinya dilakukan dengan tujuan untuk m e m b a n t u s i s w a a g a r d a p a t menemukan cara belajar yang lebih baik bagi dirinya pada setiap subjek yang dipelajari/diajarkan. Penilaian semacam ini disebut dengan penilaian formatif, yakni skor/nilai hasil sebuah aktivitas penilaian bukanlah standar pencapaian a t a u p u n t u j u a n p r o s e s pembelajaran. Karena jika kita menggunakannya sebagai tujuan p r o s e s p e m b e l a j a r a n , n i l a i sesungguhnya yang merupakan ukuran dari status pembelajaran akan hilang dan justru mendistorsi p r o s e s p e m b e l a j a r a n y a n g diharapkan (Alam, 2020)

Penilaian sikap dilaksanakan untuk memperoleh informasi deskriptif mengenai perilaku p e s e r t a d i d i k . P e n i l a i a n pengetahuan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur penguasaan pengetahuan peserta d i d i k s e d a n g k a n p e n i l a i a n keterampilan merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengukur k e m a m p u a n pemantauan belajar siswa, umpan balik kepada siswa, serta penilaian d i r i s i s w a d a n p e m a n t a u a n kemajuan.

Pertama, penilaian dikatakan ideal apabila siswa sepenuhnya menyadari kriteria dan standar kinerja dimana pekerjaan mereka akan dinilai dan berkontribusi dalam pengembangan kriteria.

Kedua, sebuah penilaian dikatakan baik apabila guru memantau kemajuan kelompok siswa dalam kurikulum, menggunakan petunjuk diagnostik secara terbatas untuk mendapatkan informasi. Dikatakan ideal jika guru secara aktif dan sistematik memperoleh informasi diagnostik dari siswa secara perorangan mengenai pemahaman mereka tentang kemajuan siswa s e c a r a p e r o r a n g a n . K e t i g a , penilaian dikatakan baik apabila umpan balik guru kepada siswa tepat waktu dan secara konsisten berkualitas tinggi. Dan dikatakan ideal apabila umpan balik guru kepada siswa tepat waktu dan secara konsisten berkualitas tinggi, dan siswa memanfaatkan umpan b a l i k d a l a m b e l a j a r m e r e k a . Keempat, penilaian dikatakan ideal apabila siswa bukan saja sering menilai dan memantau kualitas pekerjaan mereka sendiri terhadap kriteria penilaian dan ukuran k i n e r j a t e t a p i j u g a a k t i f menggunakan informasi tersebut dalam belajar mereka.

P a d a m a s a p a n d e m i i n i , pembelajaran dan penilaian harus dilakukan dengan jarak jauh secara d a r i n g , h a r u s j u g a mempertimbangkan kondisi dan latar belakang siswa yang sangat beragam, baik secara ekonomi, b u d a y a , m a u p u n p e n d i d i k a n keluarga. Jadi keempat elemen tersebut tentu saja tidak akan mampu mencapai idealisme yang diharapkan. Ada beberapa hal yang tidak mungkin bisa terlaksana

SHARING

dengan baik, karena guru tidak bisa memantau secara langsung proses belajar siswa, sikap siswa dan juga keterampilan mereka. Kontrol proses belajar itu mutlak ada pada diri siswa sendiri bersama dengan pendampingnya di rumah. Melalui komunikasi yang baik setidaknya akan diperoleh informasi mengenai hambatan dan kesulitan yang dialami siswa dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Elemen

kedua masih mungkin d i l a k s a n a k a n m e n g g u n a k a n p l a t f o r m d i g i t a l dengan komunikasi s i n k r o n ( p l a t f o r m chatting atau video converence) secara l a n g s u n g m a u p u n a s i n k r o n ( e m a i l , website, e-learning, dll), secara tunda atau pada waktu yang telah d i t e t a p k a n . P a d a p e n g g u n a a n komunikasi secara langsung secara riil guru bisa menggali sejauh mana siswa b i s a m e m a h a m i , mengikuti dan terlibat dalam pembelajaran.

Pada saat itu juga guru b i s a m e m b e r i k a n umpan balik secara dua arah.

Dalam keadaan yang serba sulit ini, sekali lagi bahwa penilaian harus dikembalikan pada fungsi u t a m a n y a , y a i t u u n t u k mengumpulkan data dan informasi hasil pembelajaran bersama siswa.

Ada berbagai rekomendasi metode p e n i l a i a n b i s a d i g u n a k a n , diantaranya penilaian proyek, penilaian portofolio, dan bentuk penilaian lainnya yang relevan

dengan tujuan pembelajaran.

Selanjutnya perlu juga dibuat semacam basis data dan informasi yang sahih melalui penyediaan instrumen penilaian yang bisa dibuat oleh masing-masing guru dalam satu sekolah. Seluruh data dan informasi hasil penilaian tersebut selanjutnya bisa digunakan oleh guru untuk memberikan umpan balik (feedback) sehingga akan membantu siswa memperbaki kualitas belajarnya dan memahami k o n s e p / m a t e r i y a n g s u d a h diajarakan dengan benar sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Referensi

Alam, S. (2020, June 22). Penilaian d a n A n g k a R a p o r Pembelajaran Daring. Media Indonesia.

Danielson , C. (2007). Enhancing Professional Practice: A Framework for Teaching.

USA: ASCD.

Permendikbud. (2016). STANDAR P E N I L A I A N P E N D I D I K A N . Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Walker, T. D. (2017). Teach Like Finland Mengajar Seperti F i n l a n d i a . J a k a r t a : Grasindo.

SHARING

“SAYA MINTA UNTUK DISEDERHANAKAN MENJADI 2 LEVEL SAJA, DIGANTI DENGAN JABATAN FUNGSIONAL YANG

MENGHARGAI KEAHLIAN, MENGHARGAI KOMPETENSI”

ITULAH SEPENGGAL KALIMAT YANG DILONTARKAN JOKO WIDODO, PRESIDEN RI SAAT DILANTIK MENJADI PRESIDEN PERIODE 2019-2024 DI GEDUNG

NUSANTARA, KOMPLEKS PARLEMEN, SENAYAN, JAKARTA, MINGGU (20/10/2019). PRESIDEN SAAT ITU MENGHENDAKI JABATAN

FUNGSIONAL ITU BERFUNGSI SEBAGAI SEBUAH PENGHARGAAN

AKAN KOMPETENSI DARI SEORANG PEGAWAI

PEMERINTAH.”

P u s a t A s e s m e n d a n Pembelajaran merupakan salah satu u n i t k e r j a d i K e m e n t e r i a n Pendidikan dan Kebudayaan yang m e m i l i k i t u g a s u t a m a g u n a menyiapkan tugas melaksanakan p e n y i a p a n k e b i j a k a n t e k n i s , pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, d a n p e l a p o r a n p e l a k s a n a a n p e n g e m b a n g a n a s e s m e n pendidikan. Sampai saat ini, Pusat Asesmen dan Pembelajaran belum memiliki jabatan fungsional (JF) dalam bidang penilaian pendidikan, namun sudah memiliki jabatan p e l a k s a n a b i d a n g p e n i l a i a n pendidikan (Jabatan Pengembang Model Penilaian Pendidikan dan P e r a n c a n g S i s t e m I n f o r m a s i

Penilaian). Bahkan, Sebagian ASN lainnya telah mengembangkan karir melalui jabatan fungsional y a n g p e m b i n a n y a b u k a n kemendikbud yaitu Jabatan peneliti dan perekayasa. Jabatan tersebut belum dapat meningkatkan kompetensi keahlian sesuai tugas dan fungsi secara maksimal sesuai dengan permintaan dari Presiden RI.

TUJUAN

Merujuk dari siklus penilaian p e n d i d i k a n , m a k a j a b a t a n fungsional yang membidangi P e n g e m b a n g a n P e n i l a i a n P e n d i d i k a n ( P P P ) m u t l a k diperlukan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara nasional khususnya dalam pengembangan program penilaian pendidikan.

Jabatan tersebut selain menuntut kemampuan teknis yang memadai juga dibutuhkan untuk kemampuan pengembangan dalam bentuk perencanaan dan analisis hasil penilaian pendidikan.

Dokumen terkait