• Tidak ada hasil yang ditemukan

d i d e fi n i s i k a n s e b a g a i p r o s e s pembelajaran yang tidak terbatas pada ruang dan waktu pembelajaran s e r t a b e r s i f a t m a n d i r i u n t u k mengembangkan kemampuan siswa dengan metode dan teknik maupun media dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan PJJ, maka Pusat A s e s m e n d a n P e m b e l a j a r a n ( P u s m e n j a r ) m e l a k u k a n pengembangan aplikasi asesmen awal untuk jenjang SD sederajat berbasis android dengan bekerja sama dengan tim programmer dari PT. Media Kotak Pintar (MKP).

Aplikasi ini berisi konten literasi dan numerasi baik dikemas dalam

bentuk tes adaptif maupun tes formatif. Dengan hadirnya aplikasi ini, harapannya dapat memberikan a l t e r n a t i f b a g i g u r u d a l a m mengevaluasi pembelajaran atau melakukan asesmen awal kepada s i s w a d e n g a n p e m a n f a a t a n teknologi (gawai berbasis android).

Pemanfaatan teknologi dalam asesmen sangatlah dibutuhkan di dalam pelaksanaan PJJ karena memberikan kemudahan dalam penggunaannya, lebih efisien dan efektif, serta lebih menarik jika dibandingkan asesmen berbasis dokumen elektonik. Aplikasi asesmen yang diujicobakan dapat d i u n d u h m e l a l u i l a m a n https://s.id/aksisekolahsd.

Pada tanggal 28-30 Juli 2020, Pusmenjar telah melaksanakan uji coba aplikasi asesmen berbasis android ini di 4 Kota/Kabupaten di Jawa Barat, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Bandung.

Sebanyak 6 siswa di setiap satuan pendidikan yang menjadi sampel dalam uji coba ini, dimana setiap kelas diwakili oleh 1 siswa. Jumlah satuan pendidikan yang menjadi sampel uji coba ini sebanyak 24 s a t u a n p e n d i d i k a n j e n j a n g pendidikan SD. Pada saat uji coba, penulis bertugas melaksanakan ujicoba aplikasi asesmen berbasis android di Kota Bandung.

Pelaksanaan uji coba (28 Juli 2020) di awali dengan rapat koordinasi dinas pendidikan kota Bandung, kepala sekolah dan guru dari satuan pendidikan sasaran uji coba aplikasi asesmen. Satuan pendidikan yang menjadi sasaran uji coba di kota Bandung adalah SD Negeri 053 Cisitu, SD Negeri 095 Babakanjati, SD Negeri 118 Tanjung, SD Negeri 124 Hanura, SD Negeri 145 Binong Jati, dan SD

APLIKASI ASESMEN BERBASIS ANDROID JENJANG SD SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN

PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Aditya Ramadhan, M.Si

Analis Data Penilaian Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

REPORTASE

Negeri 199 Sayuran. Hasil rapat koordinasi meliputi:

1. Pelaksanaan uji coba senantiasa menjaga prinsip keselamatan, keamanan, dan kesehatan.

2. Memberikan fleksibilitas dalam jadwal dan tempat pelaksanaan.

Pelaksanaan dibagi menjadi 2 hari pelaksanaan, yaitu:

Rabu, 29 Juli 2020 dilaksanakan uji coba di SD Negeri 053 Cisitu, SD Negeri 124 Hanura, dan SD Negeri 199 Sayuran.

K a m i s , 3 0 J u l i 2 0 2 0 dilaksanakan uji coba di SD Negeri 095 Babakanjati, SD Negeri 118 Tanjung, dan SD Negeri 145 Binong Jati.

Untuk pelaksanaan di rumah s i s w a ( h o m e v i s i t ) h a n y a dilaksanakan di SD Negeri 199 Sayuran, sedangkan 5 satuan p e n d i d i k a n y a n g l a i n n y a

dilaksanakan di sekolah dengan m e m p e r h a t i k a n p r o t o c o l kesehatan.

3. Pelaksanaan uji coba aplikasi a s e s m e n b e r b a s i s a n d r o i d dilakukan untuk memberikan gambaran terhadap keterbacaan konten (soal) dan keberfungsian fitur-fitur di dalam aplikasi melalui observasi pada saat uji coba dan pengisian lembar pengamatan baik oleh siswa m a u p u n o l e h g u r u y a n g mendampingi.

B e r d a s a r k a n h a s i l r a p a t koordinasi di Dinas Pendidikan K o t a B a n d u n g , m a k a t i m programmer dari MKP, perwakilan dinas pendidikan kota Bandung, dan tim Pusmenjar melakukan uji coba aplikasi asesmen ke tiga satuan pendidikan sasaran secara

serentak dengan membagi tiga tim pada hari Rabu, 29 Juli 2020.

Begitu juga dengan pelaksanaan uji coba pada hari Kamis, 30 Juli 2020, tiga tim melaksanakan uji coba di tiga satuan pendidikan sasaran.

P e l a k s a n a a n i n i s e n a n t i a s a mengikuti protokol kesehatan guna m e n c e g a h p e n y e b a r a n d a n penularan Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan.

Pelaksanaan uji coba aplikasi asesmen di enam satuan pendidikan berjalan lancar dan siswa cukup a n t u s i a s d a l a m m e n c o b a menjalankan aplikasi asesmen ini.

Dalam pelaksanaan uji coba, siswa dan guru yang mendampingi diminta memberikan pendapat dan saran terhadap aplikasi asesmen ini m e l a l u i l e m b a r p e n g a m a t a n / a n g k e t . H a l i n i berkaitan dengan konten/soal dan Rapat Koordinasi Persiapan Uji Coba Aplikasi Asesmen di Aula Dinas Pendidikan Kota Bandung

(kiri: Kepala Sekolah Sasaran Uji Coba Aplikasi Asesmen; kanan: Fauzan (programmer MKP), Aditya R (Pusmenjar), dan Ahmad Taupan H (Kepala Seksi Kurikulum SD))

REPORTASE

Pelaksanaan Uji Coba Aplikasi Asesmen

(dari kiri atas: SDN 145 Binong Jati, SDN 118 Tanjung, dan bawah:

SDN 095 Babakanjati)

Pelaksanaan Uji Coba Aplikasi Asesmen

(dari kiri atas: SDN 053 Cisitu, SDN 124 Hanura, dan bawah:

SDN 199 Sayuran) fitur di dalam aplikasi. Pendapat

d a n s a r a n t e r s e b u t n a n t i n y a d i g u n a k a n s e b a g a i b a h a n masukkan bagi Pusmenjar untuk megevaluasi dan memfinalisasi a p l i k a s i a s e s m e n i n i y a n g

kemudian akan menjadi salah satu referensi media pembelajaran yang b i s a d i g u n a k a n o l e h s a t u a n pendidikan.

B e r d a s a r k a n l e m b a r pengamatan baik yang diisi oleh guru maupun siswa menilai bahwa penyajian soal-soal di dalam aplikasi sudah sangat menarik dan mudah dipahami. Bentuk soal di dalam aplikasi asesmen ini juga memiliki beragam bentuk soal, yaitu pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, isian singkat, dan uraian. Berikut hasil dari isian guru d a n s i s w a d a l a m l e m b a r pengamatan terhadap keterbacaan soal dan keberfungsian fitur-fitur di dalam aplikasi.

Selain hasil yang disajikan s e c a r a k u a n t i t a t i f , l e m b a r pengamatan guru terhadap uji coba a p l i k a s i a s e s m e n i n i j u g a memberikan pendapat terkait aplikasi ini, diantaranya:

1. Fitur dari aplikasi sudah baik, menarik, dan mudah dipahami.

2. Soal-soal di dalam aplikasi sudah sangat menarik, beragam bentuk soalnya, dan mudah dipahami. Ukuran teks dan tampilan gambar di dalam soal terlalu kecil sehingga siswa kelas bawah sering mengalami kesulitan dalam memahami soal dan gambar.

3. Peserta uji coba dapat dilakukan di awal atau akhir tahun ajaran.

Jika dilakukan di awal tahun ajaran maka soal kelas 1 diberikan kepada siswa kelas 2 d a n s e t e r u s n y a . N a m u n sebaliknya jika aplikasi ini diberikan di akhir tahun ajaran maka siswa dapat diberikan a s e s m e n s e s u a i d e n g a n tingkatannya (asesmen kelas 1 untuk siswa kelas 1).

4. Siswa kelas bawah (kelas 1-3) m e n g a l a m i k e s u l i t a n m e n g e r j a k a n s o a l k a r e n a banyaknya kata dalam satu kalimat terlalu banyak (panjang kalimat perlu direviu kembali).

S e l a i n p e n d a p a t , g u r u j u g a memberikan saran dalam lembar pengamatan uji coba aplikasi asesmen sebagai bahan perbaikan

REPORTASE

aplikasi asesmen menjadi lebih baik, diantaranya:

1. Tampilan teks dan gambar di dalam soal sebaiknya dapat diperbesar layar t a m p i l a n a g a r l e b i h j e l a s d a l a m memahami teks dan gambar (stimulus) soal.

2. Banyak kata dalam kalimat perlu disederhanakan/ untuk soal-soal di kelas bawah. Dan juga banyak kalimat dalam paragraf perlu diperhatikan kembali.

3. Petunjuk dalam menjawab soal sebaiknya diperjelas dan lebih ditekankan (ukuran teks tebal/besar/diberi garis bawah).

4. Soal dibuat lebih bervariasi, ilustrasi di dalam soal dibuat lebih menarik dan konteks soal berkaitan kehidupan sehari-hari.

5. Output aplikasi asesmen selain nilai juga disertakan rekap materi yang telah dikuasai dan materi yang belum dikuasai s i s w a s e h i n g g a g u r u d a p a t menindaklanjutinya.

Inilah langkah awal bagi Pusmenjar dalam menghasilkan model asesmen yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan dalam mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Model asesmen ini sebagai salah satu alternatif bagi guru dalam melaksanakan kegiatan PJJ di masa pademik COVID-19 maupun pada saat situasi pembelajaran sudah bisa dilakukan secara tatap muka. Semoga pandemi ini segera berlalu, dan kita dapat melanjutkan aktifitas dengan normal kembali yakni dengan kembali beraktifitas belajar di satuan pendidikan. Semoga kita selalu sehat dan semangat!

REPORTASE

Dokumen terkait