• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN MENINGKATKAN KETERLIBATAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN DI KELAS

(Bagian-2)

SHARING

pada saat berdiskusi dengan teman-temannya maupun pada saat m e n y e l e s a i k a n m a s a l a h ; K o l a b o r a s i , p e s e r t a d i d i k menunjukkan keterampilannya dalam Kerjasama, saling sinergi, beradaptasi dalam berbagai peran atau perspektif berbeda dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama; Kreatifitas dan inovasi, peserta didik memiliki kemampuan u n t u k m e n g e m b a n g k a n , melaksanakan, menyampaikan gagasan-gagasan baru kepada yang lain, bersifat terbuka dan responsif terhadap perspektif baru dan berbeda.

Pserta didik yang kereatif lahir dari guru yang kreatif dan inovatif.

G u r u d i h a r a p k a n m a m p u memanfaatkan variasi sumber belajar untuk menyusun kegiatan dalam kelas sehingga terciptanya p e n d i d i k a n y a n g b e r m u t u . P e n d i d i k a n y a n g b e r m u t u diharapkan dapat menciptakan putera-puteri terbaik bangsa yang memiliki kemampuan, kreatif, inovatif, bakat-bakat yang tumbuh

dan berkembang dibekali berbagai pelatihan, baik pelatihan penguatan materi, metode mengajarnya,

maupun alat bantu berupa alat peraga atau alat bantu lainnya.

Menurut Harvey F. Silver, John R.

Brunsting, Terry Walsh, Edward J.

T h o m a s ( 2 0 1 3 ) , a l a t b a n t u (TOOLS) selain alat peraga dalam pembelajaran matematika dapat juga digunakan alat bantu berupa

“Istilah” atau “Kalimat”. Alat bantu yang akan di bahas dalam tulisan bagian-2 ini meliputi “Belajar B e r p a s a n g a n ” , “ Tu n j u k k a n Padaku”, “Matematika Pebuh M a k n a ” , d a n “ P e m o d e l a n Aljabar”. Dengan alat bantu ini dapat mendorong peserta didik mampu berfikir kreatif dan mampu berfikir dengan cara-cara yang berbeda di dalam melihat suatu peluang ataupun saat memecahkan masalah, bukanlah hal yang mudah.

Diperlukan keberanian mental dan usaha dari peserta didik tersebut untuk melakukan sesuatu yang

berbeda. Dalam pembelajaran matematika, membuat peserta didik aktif terlibat dalam pembelajaran tersebut merupakan hal penting d a l a m p e m b e l a j a r a n . Sederhananya, jika peserta didik tidak terlibat aktif dalam proses pembelajaran, mereka hanya akan menguasai sedikit dari apa yang diajarkan. Sebaiknya pendidik memberi peserta didik kesempatan u n t u k m e m b u a t c o n t o h a t a u pertanyaan yang mereka pilih, guru hanya membantu siswa untuk tetap berfokus pada pembelajaran.

Ciptakan situasi berbeda di kelas bagaimana suatu konsep harus ditanamkan ke peserta didik dan bagaimna agar imajinasi peserta didik dapat berkembang daripada p e s e r t a d i d i k h a n y a s e k e d a r menerima seluruh materi langsung dari guru.

“Belajar Berpasangan”

Belajar merupakan usaha yang d i l a k u k a n s e s e o r a n g u n t u k mendapatkan perubahan tingkah l a k u , b a i k d a l a m b e n t u k pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. Salah satu s t r a t e g i p e m b e l a j a r a n y a n g merangsang keterlibatan peserta didik dalam proses belajar adalah d e n g a n s t r a t e g i b e l a j a r b e r p a s a n g a n . “ B e l a j a r Berpasangan” dapat dipandang

SHARING

sebagai alat bantu (tools) pembelajaran yang efektif dan efisien untuk meningkatkan keaktifan pembelajaran di kelas. Peserta didik dilatih untuk saling berbagi p e n g e t a h u a n , p e n g a l a m a n , t a n g g u n g j a w a b , bersosialisasi, dan berkomunikasi. Guru di kelas dapat mendesain pembelajaran dengan cara memberi tugas dan harus diselesaikan oleh peserta dideik secara berpasangan. Guru harus mempertimbangkan jenis tugas yang akan diberikan kepada peserta didik, serta berapa lama waktu mengerjakan tugas tersebut.

Dengan adanya kerja berpasangan, peserta didik mendapat keuntungan saat mengerjakan tugas yang kompleks yang dilakukan bersama teman mereka.

pemikiran, menciptakan persoalan, membiarkan peserta didik mengungkapkan gagasan dan konsepnya, serta kritis menguji konsep peserta didik. kegiatan yang paling penting adalah menghargai dan menerima pemikiran peserta didik apapun adanya sambil menunjukkan apakah pemikiran itu benar atau tidak.

Langkah-langkah

Ÿ Pilih tugas yang akan dikerjakan oleh siswa.

Ÿ Pasangkan siswa dan tetapkan waktu untuk menyelesaikan tugas tersebut.

Ÿ Saat siswa mengerjakan tugas, amati tiap pasangan siswa untuk memantau perkembangannya.

Contoh 1: Mengerjakan PR

Pada saat memulai pembelajaran di kelas, minta s i s w a ( b e r p a s a n g a n ) u n t u k m e n c a r i d a n mengoreksi kesalahan yang ada pada PR yang dibuat temannya. Dari temuan kesalahan yang terdapat pada PR, minta siswa untuk menampilkan jawaban yang benar.

Contoh 2:

Domain Konten : Bilangan

Materi : J a r a k , w a k t u , d a n kecepatan

Minta siswa (berpasangan) untuk mengerjakan soal berikut.

Angga berjalan jam tiap pekan. Jika ia berjalan d km tiap 15 menit, berapa km jarak yang ia tempuh tiap pekan?

Setelah pasangan siswa mengerjakan tugas, minta tiap pasangan untuk bertukar kertas jawaban dengan pasangan siswa lain dan memeriksa jawaban dari pasangan lain tersebut.

Contoh 3:

Domain Konten : Geometri

Materi : Luas

Dalam pembelajaran kalkulus, siswa berpasangan diminta untuk menyelesaikan soal berikut. Setelah

mereka mendiskusikan dengan cara yang akan digunakan, kemudian siswa mengerjakan soal scara mandiri dan selanjutnya memeriksa jawaban dari pasangan siswa tersebut apakah jawabannya sama. Jika jawabannya berbeda, pasangan siswa tersebut harus mendiskusikan tentang jawaban yang benar. Setelah pasangan siswa menyepakati jawaban mereka, selanjutnya pasangan siswa memeriksa jawaban pasangan siswa lainnya, untuk melihat apakah jawaban mereka sama.

Soal:

Diameter penampang sebuah kawat penghantar d = (2,62 ± 0,01) mm, tentukan kesalahan pengukuran (ketidakpastian) luas penampang kawat itu?

Kesalahan (eror) adalah penyimpangan hasil ukur terhadap nilai yang sebenarnya

“Tunjukkan Padaku”

“ Tu n j u k k a n P a d a k u ” m e r u p a k a n c a r a u n t u k mengetahui pemahaman peserta didik terhadap konsep matematika. Peserta didik diberi kesempatan untuk menunjukkan pemahaman mereka tentang prosedur dan konsep matematika secara tepat dan personal.

Kekuatan dari tool “Tunjukkan Padaku” adalah sebagai alat bantu

penilaian terletak pada kemampuannya melibatkan peserta didik dalam berbagai macam tugas yang diberikan. Peserta didik diminta untuk menunjukkan pemahaman tentang:

Ÿ Identifikasi soal yang ada dalam kisaran atau yang memenuhi persyaratan tertentu,

Ÿ Buatlah persamaan, rumus, atau pernyataan untuk menyampaikan situasi atau untuk memenuhi persyaratan tertentu.

Ÿ Ilustrasikan contoh, persamaan, rumus, soal atau situasi melalui gambar atau grafik.

Ÿ N y a t a k a n c o n t o h y a n g t e l a h d i u j i u n t u k membuktikan atau mendukung kalimat, pernyataan atau teori, nyatakan contoh tandingan untuk menyangkal klaim atau teori.

SHARING

Langkah-langkah

Ÿ Ulas konsep matematika yang siswa Anda pelajari.

Ÿ Tentukan berapa banyak kegiatan “Tunjukkan Padaku” yang akan siswa lakukan.

Ÿ P e r i n t a h k a n s i s w a u n t u k m e n y e l e s a i k a n

“Tunjukkan Padaku” secara mandiri.

Ÿ M i n t a s i s w a u n t u k m e n y a m p a i k a n d a n mendiskusikan kerja mereka serta memberin contoh dan noncontoh secara berkelompok, dengan pasangan atau dalam kelompok kecil.

Kegiatan “Tunjukkan Padaku” berikut menuntut s i s w a u n t u k m e n g i d e n t i fi k a s i , m e m b u a t , mengilustrasikan, atau memberikan contoh konsep matematika.

Berikut contoh soal yang menuntut siswa untuk mengidentifikasi.

Contoh 4:

Domain Konten : Bilangan

Materi : Barisan bilangan

Dari barisan bilangan berikut, mana yang merupakan bilangan prima?

10; 12; 17; 21; 23; 41; 51; 99; 101; 109 Contoh 5:

Domain Konten : Geometri

Materi : Luas bangun datar

Pasangan mana dari bentuk geometri berikut yang tidak sesuai (petunjuk: Hitung luas tiap bentuk).

Ÿ Segitiga siku-siku dengan ukuran 3 cm, 4 cm, 5 cm dan persegi panjang dengan ukuran 3 cm dan 10 cm.

Ÿ Persegi dengan ukuran keliling 24 cm dan segi empat dengan ukuran 3 cm, 12 cm, 3 cm, dan 12 cm.

Ÿ Lingkaran dengan jari-jari inci dan lingkaran dengan diameter inci.

Contoh 6:

Domain Konten : Geometri

Materi : Bangun datar

Tulis nama dari tiap bangun datar berikut ini.

Berikut contoh soal yang menuntut siswa untuk membuat konsep.

Contoh 7:

Domain Konten : Bilangan

Materi : Pecahan

Tulislah lima pecahan yang terletak antara 0,333 dan 0,667!

Contoh 8:

Domain Konten : Bilangan

Materi : Pecahan

Gunakan bilagan 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 untuk membuat 4 buah pecahan yang terdiri dari dua pecahan biasa dan dua pecahan campuran. Tiap bilangan hanya boleh digunakan sebanyak satu kali.

“Matematika Penuh Makna”

Jangan katakan “pinjam” jika mengajarkan peserta didik tentang pengurangan. Menurut Dicky (2018), dalam kehidupan nyata, jika kita meminjam sesuatu, maka kita harus mengembalikan. Jika kita mengajarkan pengurangan dua bilangan dengan teknik meminjam, bisa jadi dalam dunia nyata peserta didik berpikir bahwa meminjam itu boleh tidak dikembalikan. Misal, 600 - 378 = ….

Hubungan penilaian formatif: Tool ini membantu siswa dan guru untuk melihat bagaimana siswa menunjukkan pemahaman mereka terhadap konsep matematika dengan berbagai cara.

Hubungan Teknologi: Siswa dapat menggunakan kalkulator dan software grafis untuk membuat grafik atau ilustrasi dan mengecek tingkat keakurasian.

SHARING

Kita bisa memberi arahan bahwa untuk mencapai 600 dari 378, “kita harus melompat sejauh berapa?” kita perlu melompat dua untuk mencapai 380, lalu melompat 20 untuk mencapai 400, dan melompat 100 sebanyak 2 kali untuk mencapai 600. “Jadi, kita perlu melompat 222 untuk mencapai 600,”.

'Matematika Penuh Makna” merupakan tool yang mendorong peserta didik untuk menggunakan pengetahuan matematika, pengaalaman personal, dan imajinasi mereka untuk menjelaskan apa yang dapat atau mungkin bisa dilihat meski dalam ekspresi matematika yang paling sederhana.

Contoh 9:

Domain Konten : Aljabar

Materi : fakta, konsep, operasi, hubungan

Apa yang dapat kamu pikirkan tentang bilangan 8 dan 13.

Tulislah enam hal yang dapat kamu pikrkan tentang kedua bilangan itu!.

Jawaban: pada umumnya peserta didik menjawab

“bilangan delapan”, “bilangan tigabelas”,

“bilangan genap”, “bilangan ganjil”,

“tigabelas merupakan bilangan prima”.

Catatan: peserta didik hanya dapat lima dari enam yang diminta”

Contoh 10:

Domain Konten : Aljabar

Materi : fakta, konsep, operasi, hubungan

Apa yang dapat kamu pikirkan tentang bilangan 4 dan 16.

Tulislah enam hal yang dapat kamu pikrkan tentang kedua bilangan itu!.

Guru membantu siswa dengan mengatakan seperti

“kamu dapat menghubungkan kedua bilangan tersebut”, sehingga pikiran siswa akan meluas ke dalam semua hal.

Jawaban: “4 bilangan bulat”, “16 bilangan genap”, “rata-ratanya 10”, “menggunakan tiga digit bilangan 1, 4, dan 6”, “jumlahnya 20”, “kelipatan dua”, “selisihnya 12”, Level tingkat tinggi: “segiempat dengan luas 64”,

“segiempat dengan keliling 40”, “jika dalam bentuk pecahan

KPK dari 4 dan 16 adalah 16.

Melihat dari jawaban peserta didik dari contoh kedua, jelas bahwa “Matematika Penuh Makna” mendorong peserta didik untuk berfikir kreatif dan membuka pikiran mereka untuk membuat beberapa hubungan pada soal yang diberikan.

Langkah-langkah

Ÿ Pilih satu atau lebih rangkaian bilangan, variable, pernyataan, atau semacamnya.

Ÿ Minta peserta didik untuk mempelajari rangkaian dan menuliskan enam halyang melintas di pikiran mereka terkai dengan rangkaian tersebut.

Ÿ Bantu peserta didik agar berfikir kreatif, tapi jangan memandu pikiran mereka.

Ÿ Fasilitasi kelas dengan diskusi, dimana peserta didik s i s w a m e m p u n y a i k e s e m p a t a n u n t u k menyampaikan dan menjelaskan pemikiran mereka.

“Satu Gambar, Seribu Kata” 134

“Satu gambar, Seribu Kata” merupakan cara yang efektif bagi peserta didik untuk meningkatkan pemahaman mereka pada konsep matematika yang sering kali kompleks dan abstrak. Tool “Satu Gambar, Seribu Kata” memberi peserta didik kesempatan untuk terlibat dalam pemikiran kreatif dan ekspresi diri.

Peserta didik diajak untuk menggambar, membuat sketsa, mengilustrasi, merancang dan membawa konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan media apapun, dari pensil, marker, hingga perangkat lunak komputer.

Langkah-langkah

Ÿ Identifikasi materi, konsep matematika yang ingin dieksplorasi.

Ÿ Buat model dimana konsep matematika dapat diinterpretasikan dan digambarkan secara visual.

Jika ada, tunjukkan contoh dari pekerjaan siswa lain.

Ÿ Ingatkan kepada siswa bahwa membuat gambar visual yang bermakna lebih penting daripada kemampuan artistiknya.

Ÿ Minta peserta didik menyampaikan dan membahas gambar mereka dalam kelompok kecil atau di depan kelas.

SHARING

Gambar sebuah prosedur Contoh 11:

Domain Konten : Aljabar

Materi : Selisih kuadrat

Contoh 12:

Domain Konten : Aljabar

Materi : Kuadrat sempurna

Geometri dalam Seni dan Arsitektur Contoh 13:

Domain Konten : Geometri

Materi : Bangun ruang (seni

dan arsitektur)

Media: buku, galeri gambar online, museum, website, majalah (online atau cetak)

Tugas:

Cari contoh gambar bentuk geometri yang diterapkan untuk estetika arsitektur (misal, gambar piramida).

Gambar harus dalam bentuk print out atau fotcopy (jangan merobek gambar dari halaman buku).

Dari gambar tersebut tulislah keterangan terdiri dari 20 kata yang menjelaskan bagaimana konsep geometri diterapkan dalam wahana artistik.

Referensi

Aina Mulyana (2020) Model Pembelajaran dan Model Pengelolaan Pembelajaran.

https://ainamulyana.blogspot.com/2015/02/mo del-pembelajaran-dan-model.html

Bobbi DePorter dan Mike Hernacki, 2013. Quantum Learning, Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan, Penerbit: PT, Mizan Pustaka, Bandung.

G a r y L . M u s s e r, Wi l l i a m F. B u rg e r, 1 9 9 4 . Matehematics for Elementary Teachers A Contemporary Approach, Macmillan College Publishing Company, Inc, New York.

Dicky (2018), Matematika Penuh Makna: Jangan Katakan “Pinjam” jika Tidak Mengembalikan.

Centre for Learning Excellence at Indonesia Institute of Life Science.

https://pwmu.co/52612/02/03/matematika-penuh-makna...

Harvey F. Silver, John R. Brunsting, Terry Walsh, E d w a r d J . T h o m a s , 2 0 1 3 . P e n g a j a r a n Matematika, Penerbit: PT. Indeks, Jakarta.

Idris Affandi (2018) Mewujudkan Pembelajaran Abad 21 dan HOTS melalui Penguatan Keterampilan Proses Guru dalam PBM.

https://www.kompasiana.com/idrisapandi/5b8e 7fcd12...

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014.

Pedoman Penilaian Kelas Berdasarkan Kurikulum 2013, Jakarta: Pusat Penilaian Pendidikan.

Marsigit, 2009. Matematika SMP Kelas IX, Penerbit:

PT. Ghalia Indonesia Printing, Bogor.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan, 2013. Kurikulum Matematika Jenjang SD dan SMP.

Tim Eksperimen Fisika Dasar 1, Teori Kitadakpastian (Teori Kesalahan), UPI.

http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PE ND._FISIKA/IKA_MUSTIKA_SARI/EFD_1/

EFD1-2010/Minggu_ke-2-Teori_Sesatan-1/teori_ketidakpstian_%28minggu2%29.pdf

SHARING

PROMO

P

a n d e m i c o v i d - 1 9 t e l a h membawa rutinitas baru bagi siswa di seluruh dunia termasuk di Indonesia, yaitu belajar, bermain d a n b e r a k t i fi t a s d a r i r u m a h . Koneksi internet dengan berbagai macam perangkat digital menjadi sebuah perangkat utama yang diperlukan sehingga mereka bisa saling terhubung dengan guru maupun dengan teman-temannya.

Namun demikian, kecanggihan t e k n o l o g i i n f o r m a s i d a n

komunikasi ini tidak serta merta menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan berkualitas.

Seperti yang banyak di keluhkan oleh siswa dan para orangtua yang terekam pada berbagai survei, bahwa pembelajaran yang banyak terjadi adalah sekedar pemberian t u g a s a t a u p e m b e r i a n

“gelondongan” materi entah berupa folder yang berisi e-book, maupun video dengan durasinya yang panjang.

“Tanpa hubungan komunikasi interaktif yang baik serta strategi melibatkan siswa dalam Pembelajaran Jarak

Jauh (PJJ), kecanggihan teknologi menjadi kurang memberi makna pada proses

pembelajaran. Anak menjadi bingung, bosan, depresi sehingga hal tersebut akan menurunkan motivasi belajar.”

Ini merupakan kondisi darurat pembelajaran yang harus segera diupayakan perbaikannya, secara cepat dan masif. Kementerian P e n d i d i k a n d a n K e b u d a y a a n (Kemendikbud) perlu kiranya u n t u k s e g e r a m e n g e l u a r k a n panduan pembelajaran khusus, t e r u t a m a P J J y a n g t e t a p memanusiakan hubungan. PJJ semacam ini bahkan perlu menjadi sebuah keharusan para guru di kelas-kelas virtualnya. Selanjutnya pengawas sekolah melalui kepala sekolah dan wakil kepala sekolah

Arifah Suryaningsih, S. Pd., MBA.

Guru SMK 2 Sewon Bantul DI. Yogyakarta

“STRATEGI BARU” PENILAIAN

Dokumen terkait