• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE CERAMAH DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENERAPAN METODE CERAMAH DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PAI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN METODE CERAMAH DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT

BELAJAR PAI

NOR’AIDA, S.Pd.I

Email : [email protected]`

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar PAI melalui metode ceramah dengan media audio visual pada siswa kelas V SDN 1 Tapian Humbang, kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas (Kalteng). Jenis penelitian ini adalah PTK, menggunakan model model Kemmis dan Mac Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V. Teknik pengumpulan data berupa lembar observasi, angket, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif.

Peningkatan rata – rata indikator minat belajar ditunjukkan dengan persentase perasaan senangperasaan senang yaitu dari 28% pada pra siklus berubah menjadi 57,3% pada siklus I, dan di akhir siklus II menjadi 84%. Peningkatan rata – rata indikator keterlibatan siswa yaitu dari 26,3 % pada per siklus berubah menjadi 56% pada siklus 1 dan di akhir siklus II menjadi 82,6%. Peningkatan rata-rata indikator minat ketertarikan siswa yaitu dari 25,5% pada pra siklus berubah menjadi 50% pada siklus 1 dan di akhir siklus II menjadi 84%. Peningkatan rata- rata indikator minat perhatian siswa yaitu dari 26% pada pra siklus berubah menjadi 55% pada siklus 1 dan di akhir siklus II menjadi 81%. Hal ini

(2)

membuktikan bahwasannya dengan adanya media audio visual dapat meningkatkan Minat Belajar peserta didik pada kelas V SDN 1 Tapian Humbang kec. Mantangai kab. Kapuas Kalimantan tengah..

Kata Kunci: Minat Belajar, Media Audio Visual, Metode Ceramah

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan bidang atau sarana yang sangat strategis dan penting bagi kehidupan manusia, pendidikan dapat mendorong peningkatan kualitas manusia dalam bentuk meningkatnya kompetensi pengetahuan (kognitif), sikap (efektif), maupun kompetensi keterampilan (psikomotor) dan upaya untuk melestarikan system nilai yang berkembang dalam kehidupan sehari-hari (Syukur, 2014: l). Sebagai ajaran agama yang sempurna, Islam harus di-ejawentahkan (dilaksanakan) dalam kehidupan nyata sehari-hari sehingga akan tercipta kehidupan yang damai dan tentram.

Dalam proses pembelajaran sangat perlu adanya minat belajar , tanpa adanya minat yang baik tidak akan terlaksana proses pembelajaran yang benar.Minat belajar siswa sangat penting dalam pencapaian keberhasilan pembelajaran, minat yang terbentuk sejak kecil sering terbawa seumur hidup. Dengan adanya minat belajar siswa , maka akan lebih mengenal dan memahami materi pembelajaran , siswa akan lebih tertarik untuk mengemukankan pendapatnya. Siswa berani tampil , bersungguh- sungguh , bersemangat dalam proses pembelajaran dan dapat mencurahkan segenap perasaan , memiliki keinginan untuk mencoba memecahkan masalah , sehingga timbul minat dalam pembelajaran . Siswa yang tidak memiliki minat belajar biasanya kurang memilki

Vol. 1 No. 1 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam

315

(3)

perhatian dalam proses pembelajaran , biasanya ditunjukan menjadi anak yang tidak bergenbira , tidak bersungguh- sungguh , tidak berani tampil , takut bertanya , itulah pertanda bahwa siswa tidak memiliki minat untuk belajar.

Berdasarkan pengamatan awal proses pembelajaran PAI di kelas V SDN 1 Tapian Humbang, pelaksanaannya berkesan monoton, sehingga murid pasif dalam pembelajaran. Pembelajaran yang dilaksanakan guru hanya menampilkan pengetahuan atau informasi dari buku ke murid dan menekankan pada sejumlah penegasan fakta, konsep dan hasil belajar sehingga kemampuan dan minat belajar serta hasil belajar murid tidak tercapai secara optimal. Hal ini tampak banyaknya murid yang membuat kesibukan sendiri pada saat proses pembelajaran berlangsung.

Dari hasil dan dialog dengan rekan guru yang membantu mengidentifikasi murid dan masalah dari jumlah murid 10 orang pada saat proses pembelajaran PAI, terdapat murid yang kurang memberikan perhatian, kurang tertarik, tidak menunjukkan kegembiraan atau merasa bosan terhadap proses pembelajaran yang mana ditunjukkan persentase perasaan senang (28%), yang menunjukkan keterlibatan (26,3%), yang memiliki ketertarikan berkisar (25,5%) dan yang menunjukkan perhatian (26%). Melihat dari permasalahan yang ada, khususnya mata pelajaran PAI di SDN 1 Tapian Humbang, Penulis mencoba merefleksi diri dengan melakukan sebuah Penelitian Tindakan Kelas. Identifikasi masalah pada penelitian ini adalah kurangnya minat belajar peserta didik. Batasan masalahnya adalah fokus pada peningkatan minat belajar peserta didik. Sedangkan rumusan masalah penelitian tindakan kelas ini diambil dari latar belakang masalah di atas, sehingga dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :Apakah Penerapan Metode Ceramah dengan Media Audio-Visual dapat

316

(4)

meningkatkan minat belajar peserta didik?Bagaimana Penerapan Metode Ceramah dengan Media Audio-Visual dapat meningkatkan minat belajar peserta didik.

Penelitian ini diharapkan bermanfaat:Bagi siswa untuk meningkatkan pemahaman konsep pembelajaran PAI dengan Metode Ceramah dengan Media Audio- Visual.Bagi guru dapat memberikan tambahan pengayaan cara mengajar dengan bantuan Media Audio-Visual sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.Bagi lembaga Sekolah, dapat dijadikan sebagai sumbangan bahan masukan informasi tentang salah satu alternative cara pembelajaran tidak hanya mata pelajaran PAI pada Peserta Didik dengan Pemanfaatan Metode Pengajaran dalam mencapai Tujuan Intruksional.

Metode

Menurut pendapat Djamarah (2010: 97), metode ceramah menyampaikan informasi materi pembelajaran secara lisan kepada siswa. Dan merupakan metode tradisional yang sejak dahulu telah digunakan dalam proses pembelajaran. Namun demikian metode ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena apalagi pada sekolah- sekolah yang ada di pedesaan dengan fasilitas yang minim.

Berdasarkan pendapat Hamdani (2011: 278), metode ceramah merupakan cara pembelajaran yang sudah sangat lama diterapkan oleh guru, dengan penyampaian secara lisan kepada peserta didik. Metode ini digunakan untuk materi pelajaran yang memerlukan banyak penjelasan. Berdasarkan pendapat para ahli di atas, Metode Ceramah merupakan cara pembelajaran yang biasanya dilakukan dengan cara guru menyampaikan secara lisan kepada peseta didik, hal – hal yang mungkin masih asing oleh peserta didik sehingga guru harus menjelaskan.

Kekurangan metode ceramah yaitu :Siswa menjadi pasif. Proses belajar membosankan dan siswa mengantuk.Terdapat unsur paksaan untuk

(5)

mendengarkan. Siswa dengan gaya belajar visual akan bosan dan tidak dapat menerima informasia tau pengetahuan, pada anak dengan gaya belajar auditori hal ini mungkin cukup menarik. Evaluasi proses belajar sulit dikontrol, karena tidak ada poin pencapaian yang jelas. Proses pengajaran menjadi verbalisme atau berfokus pada pengertian kata- kata saja.

Kelebihan dari metode ini juga ada, antara lain: Mendorong siswa untuk menjadi lebih fokus. Guru dapat mengendalikan kelas secara penuh. Guru dapat menyampaikan pelajaran yang luas. Dapat diikuti oleh jumlah anak didik yang banyak. Mudah dilaksanakan.

Jenis-Jenis Media Secara umum media dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu: a. Media nonproyeksi 2 dimensi yaitu semua peraga yang mempunyai dua ukuran yaitu panjang dan lebar, meliputi : 1) Media bentuk papan, contoh : black board, white board, papan tempel. 2) Media grafis, contoh: gambar, foto, kartun, grafik 3) Media cetak, contoh: surat kabar, brosur, majalah, dan buku b. Media nonproyeksi 3 dimensi yaitu semua peraga yang mempunyai tiga ukuran yaitu panjang, lebar dan tinggi atau lebar, terdiri dari: 1) Model contoh: globe, peta timbul, relief, benda tiruan 2) Benda nyata, contoh: benda sesungguhnya c. Media proyeksi yaitu peraga atau alat bantu mengajar yang cara pemakaiannya atau cara menampilkan informasinya dengan cara diproyeksikan 1) Media audio: radio, tape recorde, CD 2) Media visual:

LCD, OHP, film slide 3) Media audio visual: TV, video, movie film

Menurut Slameto (2003:180), “minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan”. Sedangkan menurut Djaali (2008: 121) “minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu

Vol. 1 No. 1 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam

318

(6)

hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”. Sedangkan menurut Crow&crow (dalam Djaali, 2008: 121) mengatakan bahwa “minat berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong seseorang untuk menghadapi atau berurusan dengan orang, benda, kegiatan, pengalaman yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri”. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa minat adalah keinginan yang kuat berasal dari dalam dirinya berdasarkan rasa suka atau tertarik terhadap sesuatu akibat pengalaman atau kegiatan yang sedang dirasanya.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengertian minat belajar adalah kecenderungan individu yang berasal dari keinginan yang kuat berdasarkan rasa senang tanpa ada paksaan sehingga dapat menyebabkan perubahan pengetahuan, ketrampilan dan tingkah laku .

Menurut Slameto (2010: 180) beberapa indikator minat belajar yaitu:

perasaan senang, ketertarikan, penerimaan, dan keterlibatan siswa. Dari beberapa definisi yang dikemukakan mengenai indikator minat belajar tersebut diatas, dalam penelitian ini menggunakan indikator minat yaitu:

a) Perasaan Senang Apabila seorang siswa memiliki perasaan senang terhadap pelajaran tertentu maka tidak akan ada rasa terpaksa untuk belajar. Contohnya yaitu senang mengikuti pelajaran, tidak ada perasaan bosan, dan hadir saat pelajaran.

b) Keterlibatan Siswa Ketertarikan seseorang akan obyek yang mengakibatkan orang tersebut senang dan tertarik untuk melakukan atau mengerjakan kegiatan dari obyek tersebut. Contoh: aktif dalam diskusi, aktif bertanya, dan aktif menjawab pertanyaan dari guru.

Vol. 1 No. 1 | Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam

319

(7)

c) Ketertarikan Berhubungan dengan daya dorong siswa terhadap ketertarikan pada sesuatu benda, orang, kegiatan atau bias berupa pengalaman afektif yang dirangsang oleh kegiatan itu sendiri. Contoh: antusias dalam mengikuti pelajaran, tidak menunda tugas dari guru.

d) Perhatian Siswa Minat dan perhatian merupakan dua hal yang dianggap sama dalam penggunaan sehari-hari, perhatian siswa merupakan konsentrasi siswa terhadap pengamatan dan pengertian, dengan mengesampingkan yang lain. Siswa memiliki minat pada obyek tertentu maka dengan sendirinya akan memperhatikan obyek tersebut. Contoh: mendengarkan penjelasan guru dan mencatat materi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 4.7 persentase hasil observasi siklus II

Laporan hasil Observasi Indikator Kinerja Minat Belajar Siswa Menggunakan Metode Ceramah dengan Media Audio Visual Siklus II.

320

(8)

a. Dari hasil lembar observasi di atas, diperoleh data bahwa terjadi peningkatan indikator minat perasaan senang sebesar 26,7% menjadi 84% pada siklus II menurut kriteria interpretasi pada tahap sangat tinggi.

b. Dari hasil lembar observasi di atas, diperoleh data bahwa terjadi peningkatan indikator keterlibatan siswa sebesar 26,6% menjadi 82,6% menurut kriteria interpretasi pada tahap sangat tinggi

(9)

c. Dari hasil lembar observasi di atas, diperoleh data bahwa terjadi peningkatan indikator ketertarikan siswa sebesar 34%% menjadi 84% menurut kriteria interpretasi pada tahap sangat tinggi

d. Dari hasil lembar observasi di atas, diperoleh data bahwa terjadi peningkatan indikator perhatian siswa sebesar 26% menjadi 81% menurut kriteria interpretasi pada tahap sangat tinggi

Untuk lebih jelasnya bisa dilihat tabel di bawah ini.

Tabel 4.8 hasil observasi peningkatan rata – rata indikator minat belajar pada siklus II

Indikator minat Persentase

awal Siklus 1 Siklus II Peningkatan

Perasaan senang 28% 57,3% 84% 26,7%

Keterlibatan siswa 26,3% 56% 82,6% 26,6%

Ketertarikan siswa 25,5% 50% 84% 34%

Perhatian siswa 26% 55% 81% 26%

Rata – rata 26,45% 54,575% 82,9% 28,325%

Grafik 4.3 hasil observasi peningkatan indikator minat belajar pada tiap siklus

(10)

Dari Grafik di atas dapat disimpulkan bahwa semua indicator minat belajar meningkat menjadi sangat tinggi, dibandingkan mulai dari Pra siklus, Siklus I sampai Siklus II

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilaksanakan dalam dua siklus tindakan maka penulis dapat menyimpulkan bahwasannya melalui penerapan metode media pembelajaran Audio Visual dapat meningkatkan indicator minat belajar siswa yakni peningkatan rata-rata pra siklus 26,45%, meningkat menjadi 54,575% pada siklus 1 dan di akhir siklus II meningkat lagi menjadi 82,9%.

Hal ini membuktikan bahwasannya dengan adanya media audio visual dapat meningkatkan minat belajar PAI siswa kelas V di SDN 1 Tapian Humbang kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas. Selaras dengan hasil penelitian – penelitian yang telah pernah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya yang relevan dengan tema yang di angkat. Yaitu Penelitian yang dilakukan oleh Denik Agustin yang berjudul “Pengaruh Minat Belajar dan Lingkungan Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi pada Siswa Kelas VIII Mts Muhammadiyah Waru Tahun Ajaran 2013/2014”. Berdasarkan penelitian tersebut dapat di simpulkan bahwa: (1) minat belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. (2) lingkungan sekolah berpengaruh positif terhadap prestasi belajar. (3) minat belajar dan lingkungan sekolah secara bersamasama berpengaruh positif terhadap prestasi belajar.

Penelitian yang dilakukan oleh Supriyanto yang berjudul “ Peningkatan Hasil Belajar Materi Haji Melalui media Pembelajaran Audo Visual pada Mata pelajaran Fikih kelas V di MI Miftahul Huda Sumberejo 01 Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang Tahun Pelajaran 2015/2016 .

Dengan mencermati hasil penelitian dan kesimpulan maka penulis hendak memberi saran sebagai berikut:

1. Bagi Instansi atau sekolah a) Mengembangkan sarana prasarana yang ada di SDN 1 Tapian Humbang, agar nantinya sarana prasarana tersebut dapat membantu guru dalam proses pembelajaran. b) Menyediakan media yang memadai terutama media yang mendukung mata pelajaran PAI. c) Mengajak kerjasama dengan masyarakat, orang tua siswa serta lembaga pendidikan terkait untuk bersama-sama mencari solusi dalam menangani masalah yang timbul, terutama yang terkait dengan pembelajaran siswa di sekolah.

2. Bagi Guru Mata Pelajaran PAI a) Menggunakan media yang bervariatif pada saat pembelajaran mata pelajaran PAI sesuai dengan materi dan mengemasnya pembelajaran tersebut dengan metode yang sesuai dengan materi. b) Lebih terampil dalam memotivasi siswa dalam belajar, terutama

(11)

belajar PAI. c) Meningkatkan pemahaman hasil belajar perlu diterapkan metode pembelajaran yang menarik, salah satu diantaranya adalah metode pembelajaran yang menggunakan media audio visual.

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsudin Makmun, 2002: Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem Pengajaran Modul, Remaja Rosdakarya: bandung

Dasim Budimansyah, Dr., M.Si, 2003: Model Pembelajaran BerbasisPortofolio, Genesindo:

Bandung

Dave Meier, 2002: The Accelerated Learning Hanbook, Panduan Kreatif danEfektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan, Kaifa: Bandung

Haryono, 2004. Konsep dan Terapan Penelitian Tindakan Kelas DalamKonteks RRG, UNNES Semarang.

Abin Syamsudin Makmun, 2002: Psikologi Kependidikan, Perangkat Sistem Pengajaran Modul, Remaja Rosdakarya: bandung

Dasim Budimansyah, Dr., M.Si, 2003: Model Pembelajaran BerbasisPortofolio, Genesindo:

Bandung

Dave Meier, 2002: The Accelerated Learning Hanbook, Panduan Kreatif danEfektif Merancang Program Pendidikan dan Pelatihan, Kaifa: Bandung

Haryono, 2004. Konsep dan Terapan Penelitian Tindakan Kelas DalamKonteks RRG, UNNES Semarang.

Sukirman. 2011. Pengembangan Media Pendidikan. Yogyakarta: Pedagogya Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta: Rajawali Press

(12)

Thoa, Chabib. 1994. Teknik Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada Usman, Uzer&Setiawati Lilis.1993 Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar.

Bandung: Remaja Rosdakarya

Gambar

Grafik 4.3 hasil observasi peningkatan indikator minat belajar pada tiap siklus

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian dari permasalahan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul, “ Pengaruh Lokasi, Harga Dan Kualitas Pelayanan Pada Keputusan

regression equation is minimised (In simple regression, it reduces to the sum of squares of the distance, along the axis measuring the dependent variable, between the scatter points

Menurut Suyanto (1997), apabila skor hasil belajar siswa setelah tindakan lebih baik dari pada sebelum tindakan maka dapat dikatakan tindakan berhasil. Analisis

Hasil pengujian jumlah K dapat dilihat pada Tabel 3, dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa jumlah K berpengaruh terhadap tingkat akurasi dan AUC, hal ini terjadi

Tidak sesuai untuk penggunaan: Material ini tidak diperuntukkan untuk digunakan dalam produk yang kontak dalam jangka waktu lama dengan selaput lendir, cairan tubuh atau

Studi Pendahuluan menjelaskan beberapa tahap rancangan yang juga merupakan studi litelatur dan wawancara yang akan dilakukan pada sistem. a) Kebutuhan data yang

Pembangkit listrik ini bisa menghasilkan daya 50 kilowatt atau cukup untuk 600 kepala keluarga, dengan masing-smasing keluarga memakai daya listrik 450 watt.Inovasi dari

Praise to Jesus the Lord of the world for blessing given to her during her study and completing her f inal project entitled “ Improving the English noun vocabulary mastery by