BAB III
METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
SMK Negeri 2 Surakarta menjadi lokasi penelitian ini yang beralamat di Jl. LU. Adisucipto No. 33 Manahan, Banjarsari, Surakarta, Jawa Tengah 57139. Peneliti memilih SMK Negeri 2 Surakarta sebagai tempat penelitian dikarenakan di SMKN 2 Surakarta peneliti melihat bahwa kurang maksimalnya pencapaian peserta didik X TKJ dalam belajar disebabkan karena kurang aktif siswa dalam proses pembelajaran daring.
2. Waktu Penelitian
Berawal pada bulan Januari – Oktober 2021. Sebelum dimulainya penelitian, penulis melakukan observasi pada siswa SMKN 2 Surakarta jurusan Teknik Komputer dan Jaringan pada kegiatan Magang Kependidikan 3. Setelah melakukan observasi, peneliti melakukan penyusunan proposal skripsi pada bulan Januari 2021 – Maret 2021. Kemudian pada bulan Agustus 2021 dilakukan pengurusan perizinan, pengordinasian dengan kepala sekolah dan juga guru pamong. Kegiatan selanjutnya adalah melakukan uji coba instrumen pembelajaran yang dilakukan pada bulan Agustus 2021. Setelah uji coba instrumen pembelajaran selesai, mulai kegiatan penelitian yaitu dilakukan pretest dan kemudian pemberian treatment atau pembelajaran kepada kelas kontrol serta kelas eksperimen dan dilanjut dengan posttest untuk kedua kelas tersebut yang berakhir pada bulan September 2021.
Agenda penelitian dimuat dalam Tabel 3.1 berikut : Tabel 3. 1 Agenda Penelitian
No. Jenis Kegiatan Bulan
Jan Apr Jul Agst Sept Okto 1. Penyusunan Proposal
2. Seminar Proposal
No. Jenis Kegiatan Bulan
Jan Apr Jul Agst Sept Okto 3. Penyusunan Instrumen
4. Perizinan Penelitian 5. Pelaksanaan Penelitian 6. Analisis Data
7. Penyusunan Laporan
B. Desain Penelitian
Riset ini memakai metode quasi experiment, dikenal dengan eksperimen semu menggunakan rancangan pretest-posttest only control design dimana terdapat kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dipilih secara acak. “Penelitian eksperimental termasuk kedalam penelitian kuantitatif” (Narsudin, 2019). Pada penelitian kuantitatif melibatkan pengukuran variabel dan pengujian hubungan antar variabel untuk mengetahui korelasi (Leavy, 2017). Hasil belajar siswa menjadi variabel terikat pada riset ini yang diukur dengan soal tes dengan jenis data nominal. Skema desain penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.2 dibawah ini
Tabel 3. 2 Skema Pretest-Posttest Only Control Group Design Kelas Pretest Treatment Post-test
R Eksperimen T1 X T2
R Kontrol T1 - T2
Sumber : (Payadnya & Jayantika, 2018) Keterangan :
T1 = Pretest T2 = Posttest
X = Perlakukan (Treatment)
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Peserta didik kelas X TKJ SMKN 2 Surakarta Tahun Ajaran 2020/2021 yang menjadi populasi pada riset ini dengan 3 kelas dengan jumlah peserta didik sebanyak 96.
2. Sampel
Sampel yang diambil pada riset ini yaitu peserta didik kelas X TKJ A dan B SMK Negeri 2 Surakarta berjumlah 64 siswa terdiri dari 32 siswa dari X TKJ A dan 32 siswa dari X TKJ B.
D. Teknik Pengambilan Sampel
Cluster random sampling menjadi teknik pengambilan sampel pada riset ini karena populasi yang luas sehingga dirandom kemudian dibagi menjadi dua kelas kelompok yaitu kelas X TKJ A sebagai kelas eksperimen dan kelas TKJ B sebagai kelas kontrol.
E. Teknik Pengumpulan Data
Hasil belajar menjadi data pada riset ini yang dikumpulkan menggunakan pretest sebagai penunjuk kemampuan awal yang dimiliki siswa dan posttest sebagai penunjuk kemampuan akhir seusai treatment diberikan . Kedua test tersebut berupa soal pilihan ganda yang selanjutnya diolah untuk mendapati hasil dari penelitian ini
F. Teknik Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Kisi-kisi Instrumen Soal Pretest Posttest
Untuk memudahakan dalam pembuatan soal Pretest dan Posttest maka dibuat kisi-kisi instrumen pretest dan posttest yang ditampilkan pada Tabel 3.3 berikut ini :
Tabel 3. 3 Kisi-kisi Instrumen Pretest dan Posttest
ELEMEN INDIKATOR RANAH NO. JUMLAH
SOAL
SKOR
Pre Test
Post Test Profesi
dan Kewirausa haan (job- profile dan technopre neur) di bidang teknik jaringan komputer dan telekomun ikasi
Peserta didik mampu memahami kewirausahaan
C1, C2 Pre : 1, 2, 3, 4, 5 Post :1, 2, 3, 4
5 4 1
Peserta didik mampu menganalisis jenis-jenis profesi
kewirausahaan
C3, C4 Pre : 6, 7, 8, 9 Post :5, 6, 7
4 3 1
Peserta didik mampu menganalisis perusahaan berbasis teknologi internet di Indonesia
C3, C4 Pre : 10, 11, 12 Post : 8, 9, 10
3 3 1
Peserta didik mampu memahami Technopreneurs hip
C1, C2 Pre : 13, 14, 15, 16 Post :11, 12, 13, 14, 15, 16
4 6 1
Peserta didik mampu menganalisis
C3, C4 Pre : 17, 18, 19, 20
4 3 1
ELEMEN INDIKATOR RANAH NO. JUMLAH SOAL
SKOR
Pre Test
Post Test Enterpreneur vs
Technopreneur
Post : 17, 18, 19 Peserta didik
mampu mendeteksi peluang usaha di bidang teknik jaringan komputer dan telekomunikasi
C3, C4 Pre : 21, 22, 23, 24, 25
Post : 20, 21, 22, 23, 24
5 5 1
Peserta didik mampu memahami Vision dan Passion
C1, C2 Pre :26, 27, 28, 29, 30
Post :25, 26, 27, 28, 29, 30
5 6 1
2. Uji Validitas
Yang menjadi tolok ukur suatu instrumen dinyatakan valid atau tidak adalah pengujian validitas. Instrumen yang valid berarti instrumen tersebut dapat mengukur apa yang diukur dalam penelitian. Untuk perhitungan uji validitas dari sebuah instrumen dapat menggunakan rumus korelasi product moment (korelasi pearson) sebagai berikut :
𝑟𝑥𝑦= 𝑵. ∑ 𝒂𝒃 − (∑ 𝑏) (∑ 𝒃)
√{𝑵. ∑ 𝒂𝟐− (∑ 𝒂)𝟐}{𝑵. ∑ 𝒃𝟐− (∑ 𝒃)𝟐}
Sumber : (Riyanto & Hatmawan, 2020) Keterangan :
𝑟𝑎𝑏 = Koefisien korelasi antara skor butir dan skor soal total N = Jumlah subyek penelitian
∑ 𝑎= Jumlah skor butir
∑ 𝑏= Jumkah skor total
∑ 𝑎𝑏= Jumlah perkalian antara skor butir dengan skor total
∑ 𝒂𝟐= Jumlah kuadrat skor butir
∑ 𝒃𝟐= Jumlah kuadrat skor total
Dari uji validitas akan terdapat dua hipotesis antara lain H0 dan Ha. H0
adalah soal tidak valid sedangkan Ha adalah soal valid dimana rhitung > rtabel
dengan taraf signifikasi 0,5.
Dalam uji validitas setiap data variabel penelitian dapat menggunakan aplikasi SPSS versi 25 dimana jika nilai signifikansi > 0,5 berarti soal tersebut valid.
3. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan suatu proses pengukuran konsistensi atau ketepatan dari sebuah instrumen. Untuk menguji instrumen tersebut reliable atau tidak menggunakan menggunakan metode Cronbach Alpha dengan rumus sebagai berikut :
𝑟𝑖 = 𝑘
(𝑘 − 1){1 − ∑ 𝑠𝑖2 𝑠𝑡2 }
Sumber : (Yusup, 2018) Keterangan :
𝑟𝑖 = koefisien reliabilitas Alfa Cronbach k = jumlah item soal
∑ 𝑠𝑖2 = jumlah varians skor tiap item
𝑠𝑡2 = varians total
Pengujian reliabilitas dapat menggunakan aplikasi SPSS versi 25 dimana intrumen dapat dikatakan reliable jika nilai signifikansi >0,05.
4. Uji Tingkat Kesukaran
Sebagai bahan peninjau tingkat kesulitan sebuah intrumen atau soal tes dilakukan uji tingkat kesukaran. Setelah melakukan pengujian ini maka diperoleh tingkatan soal yang sukar, sedang, dan mudah. Menurut Nana Sudjana dalam Susanto, Rinaldi & Novalia (2015) soal yang dikatakan seimbang berarti soal tersebut baik disamping validitas dan reliabilitasnya juga baik. Rumus yang digunakan dalam perhitungan tingkat kesukaran adalah:
𝐼 = 𝐵 𝐽
Sumber : (Susanto, dkk., 2015) Keterangan :
𝐼 = Indeks Kesukaran
𝐵 = Banyaknya individu yang menjawab benar 𝐽 = Jumlah keseluruhan siswa yang mengikuti test
Kemudian indeks kesukaran ditafsirkan dengan kriteria seperti pada Tabel 3.4 berikut :
Tabel 3. 4 Klasifikasi Tingkat Kesukaran Butir Soal Interval Interpretasi
0,00-0,30 Sukar
0,31-0,70 Sedang
0,71-1.00 Mudah
Sumber : (Susanto, dkk., 2015) 5. Uji Daya Pembeda
Pengujian ini dilakukan dengan tujuan untuk megetahui seberapa baik peserta didik menguasai dan memahami materi pembelajaran. perhitungan daya pembeda digunakan rumus berikut:
𝐷 = 𝑃𝐴− 𝑃𝐵
Sumber : (Susanto, dkk., 2015) Keterangan :
𝐷 = indeks daya pembeda 𝑃𝐴 = jumlah nilai kelompok atas 𝑃𝐵 = jumlah nilai kelompok bawah
Klasifikasi daya pembeda yang didapat dari proses perhitungan uji daya yang disesuaikan dengan kriteria pengujian menggunakan iteman v.44 pada perhitungan rbis dan rpbis ada pada Tabel 3.5 berikut ini:
Tabel 3. 5 Klasifikasi Daya Beda
Daya Pembeda Klasifikasi Interpretasi
0,70-1,00 Excellent Baik Sekali
0,40-0,69 Good (Baik) Baik
0,20-0,39 Statisfactory (Memuaskan) Cukup
0,00-0,19 Poor(Lemah) Kurang Baik
Bertanda Negatif - Jelek Sekali
Sumber : (Susanto, dkk., 2015) 6. Uji Pengecoh atau Distraktor
Uji pengecoh dilaksanakan untuk mengetahui ada berapa banyak peserta didik yang berada pada kelompok bawah dan kelompok atas yang memilih jawaban pada setiap soal (Arifin, 2017). Pengecoh yang baik apabila paling sedikit dijawab 5% peserta dan selebihnya oleh kategori siswa yang belum memahami materi (Kadir, 2015)
Untuk menentukan uji pengecoh yang baik digunakan rumus sebagai berikut :
𝑃 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑃𝑒𝑚𝑖𝑙𝑖ℎ 𝑂𝑝𝑠𝑖 𝑋
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑖𝑠𝑤𝑎 𝑆𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ𝑛𝑦𝑎 . 100%
Sumber : (Solichin, 2017) 𝑃 = indeks pengecoh
G. Teknik Analisis Data 1. Uji Prasyarat
a. Uji Normalitas
(Noor, 2017) mengatakan bahwa “uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diambil berasal dari populasi yang memiliki distribusi normal”. Riset ini menggunakan rumus dari Kolmogrov Smirnov untuk menguji normalitas yaitu sebagai berikut:
𝑥2 = ∑(𝑓𝑛 − 𝑓𝑜)2 𝑓𝑛
Sumber : (Noor, 2017) Keterangan :
𝑥2 = Nilai x kuadrat 𝑓𝑛 = frekuensi seharusnya 𝑓𝑜 = frekuensi sesungguhnya
Pada penggunaan rumus Kolmogrov Smirnov data yang terdistibusi normal adalah data varariabel yang taraf signifikansinya >0,05 (Noor, 2017). Dalam pengujian normalitas dilakukan dengan aplikasi SPSS versi 25
b. Uji Homogenitas
Yang dimaksud dengan uji homogenitas adalah pengujian dalam membuktikan data riset setiap kelompok dari populasi yang tidak berbeda secara signifikan keragamannya (Ismail, 2018). Menurut Kadir dalam Ismail (2018) homogenitas data berarti berarti rentang nilai dalam data sama atau sama secara statistik. Perhitungan dalam menguji homogenitas digunakan rumus berikut:
𝐹 = 𝜎𝑡𝑒𝑟𝑏𝑒𝑠𝑎𝑟2 𝜎𝑡𝑒𝑟𝑘𝑒𝑐𝑖𝑙2
Sumber : (Ismail, 2018) Keterangan
𝐹 = harga fisher 𝜎 = varians
Perumusan hipotesisnya adalah : H0 = Varian homogen
Ha = Varian tidak homogen c. Uji Keseimbangan
Uji keseimbangan di lakukan dengan tujuan untuk melihat kemampuan awal kedua kelompok memiliki kesamaan atau tidak. Dalam uji keseimbangan menggunakan analisis uji-t. Hipotesisnya adalah :
H0 = kedua kelompok sampel memiliki kemampuan awal yang sama Ha = kedua kelompok sampel tidak memiliki kemampuan awal yang sama
H0 diterima jika dari uji-t nebggunakan SPSS versi 25 diperoleh nilai sign >0,05.
2. Uji Hipotesis
Uji hipotesis merupakan proses membandingkan nilai sampel data penelitian dengan nilai hipotesis dari data populasi (Mufarrikoh, 2020).
Dalam penelitian ini uji hipotesis dilakukan untuk menguji perbandingan hasil belajar pada penelitian kelas eksperimen dan kelas kontrol pada mata pelajaran Dasar-dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi kelas X TKJ. Uji-t dengan pengujian rata-rata dua kelompok menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑡 = 𝑋1−𝑋2
√(𝑛1−1)𝑠𝑖2+(𝑛2−1)𝑠𝑖2
𝑛1+𝑛2 (𝑛11+ 𝑛21)
Keterangan :
𝑋1 = rata-rata hasil tes siswa pada kelas eksperimen 𝑋2 = rata-rata hasil test siswa pada kelas kontrol 𝑠𝑖2 = varian kelas
𝑛𝑖 = jumlah responden
Untuk menguji perbedaan peningkatan hasil belajar sebelum dan sesudah pada eksperimen menggunakan persamaan :
𝑁𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙𝑖𝑧𝑒𝑑 𝐺𝑎𝑖𝑛 (𝑔) = 𝑝𝑜𝑠𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 − 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 𝑚𝑎𝑥𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 − 𝑝𝑟𝑒𝑡𝑒𝑠𝑡 𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒
Untuk menentukan kategori menggunakan indeks Gain Ternormalisasi (g) seperti Tabel 3.6 berikut:
Tabel 3. 6 Indeks Gain Ternormalisasi Normalized Gain Score Kriteria
g>0,7 Kategori Tinggi 0,3≤g≤0,7 Kategori Sedang g<0,3 Kategori Rendah
H. Prosedur Penelitian
Ada beberapa tahapan yang ada pada prosedur peneitian ini. Tahap pertama adalah persiapan kemudian dilanjut dengan pre-test untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik. Selanjutnya kelas eksperimen diberikan trearment dengan menerapkan model pembelajaran discovery learning dengan teknik probing-prompting dan kelas kontrol menggunakan model teacher centered learning. Tahapan selanjutnya adalah menerapkan posttest yang kemudian data diolah untuk mengetahui hasil dari penelitian apakah terdapat pengaruh serta peningkatan setelah dilakukan treatment. Rincian prosedur penelitian pada Gambar 3.1 sebagai berikut:
Gambar 3. 1 Prosedur Penelitian