• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTIVASI DAN MEMIMPIN KARYAWAN DALAM PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MOTIVASI DAN MEMIMPIN KARYAWAN DALAM PERUSAHAAN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

ANDI AMRI, S.E, M.M

MOTIVASI DAN MEMIMPIN KARYAWAN DALAM PERUSAHAAN

PERTEMUAN 11 PENGANTAR BISNIS

(2)

“Hidup memang bukan mudah dan kerana payahnyalah kehidupan itu, aku dan engkau

akan menjadi lebih bermakna sebagai manusia”

-Faisal Tehrani, Cinta Hari-Hari Rusuhan-

(3)

Defenisi

Apa Motivasi itu ?

Faktor-faktor yang

menyebabkan/menyalurkan/

mempertahankan perilaku

individu

(4)

Empat Pola Motivasi

Achievement Motivation

Tantangan → kemajuan dan pertumbuhan

Affiliation Motivation

Dorongan melakukan hubungan dengan orang lain

Competence Motivation

Dorongan untuk berprestasi → mutu pekerjaan

Power Motivation

Dorongan untuk mengendalikan keadaan Mengambil resiko dalam bertindak

Perlu didukung oleh ke tiga pola yang lain.

(5)

Tujuan memotivasi pekerja

1. Mendorong gairah dan semangat pekerja 2. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja 3. Meningkatkan produktivitas

4. Mempertahankan stabilitas dan loyalitas 5. Meningkatkan kedisiplinan

6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik 7. Meningkat kreativitas dan partisipasi

8. Meingkatkan kesejahteraan

9. Mempertinggi rasa tanggung jawab

10.Meningkatkan efisiensi penggunaan alat dan bahan baku

(6)

Cara memotivasi pekerja

1. The strong approach

Menekankan kewenangan sebagai pemimpin 2. The be good approach

Memberi kondisi kerja dan tunjangan yang baik 3. Implicit bargaining

Persetujuan terhadap hasil kerja dan imbalan 4. Competition

Yang bekerja baik → mendapatkan bonus yang sesuai

5. Internalized motivation

Perluasan pekerjaan (job enlargement) Penggiliran pekerjaan (job rotation)

Pentingnya kepuasan sosial

Gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi

(7)

Pandangan memotivasi pekerja dalam perusahaan

Model Hubungan

sesama manusia (E

Mayo)

Model sumberdaya Manusia

Model tradisional

(Taylor)

(8)

1. Model tradisional (Taylor) Pekerja dimotivasi oleh insentif (uang)

2. Model Hubungan sesama manusia (E Mayo) Kontak sosial antar pekerja penting

3. Model sumberdaya Manusia : Pekerja tak hanya termotivasi oleh uang atau ingin puas, tapi juga pencapaian dan makin kerja, manajer bertanggung jawab pencapaian tujuan

organisasi dan individu sesuai dengan kontribusi perhatian / kemampuan individu.

(9)

TEORI MOTIVASI

Content theories

Reinforcement theories (behavior modification)

Process theories

(10)

Content theories

Motivasi itu sangat kompleks :

a. Tingkat kebutuhan berbeda untuk setiap indivitu dan berubah menurut waktu

b. Cara pencapaian kebutuhan berbeda-beda c. Tindakan yang diambil tidak selalu konsisten

(11)

Process theories

Menekankan pada bagaimana dan dengan tujuan apa

Kebutuhan hanya satu bagian dari suatu proses individu bertindak

Agar ada penghargaan → kerja

keras

(12)

Reinforcement theories (behavior modification)

1

• Tindakan yang lalu

bagaimana berpengaruh pada tindakan yang akan datang melalui proses

ajar

2

• Orang harus taat pada hukum, karena

disekolah sudah

dijelaskan !!!

(13)

Hirarki Kebutuhan (Maslow)

1. Kebutuhan fisiologis (udara, air, makan, seks) 2. Kebutuhan rasa aman (aman, bebas dari

ancaman)

3. Kebutuhan kasih sayang / sosial (cinta, perasaan memiliki, hubungan, manusia sesama)

4. Kebutuhan penghargaan / esteem (hormat, kemampuan, status, dll)

5. Kebutuhan aktualisasi diri / self actualization (tumbuh, perasaan saling melengkapi,

merealisasikan potensi)

(14)
(15)

The Expectancy Theory of Motivation

Expectancy

Instrumentality

Valence

Daya tarik nilai suatu hasil

Probabilitas bahwa kinerja

akan

menghasilkan hasil tertentu

Probabilitas upaya itu akan

mengarah pada kinerja

tugas yang benar

Tiga Komponen Dasar – semuanya harus ada agar motivasi dapat terjadi.

(16)

Pertimbangan Kepemimpinan

The Expectancy Theory of Motivation

❖ Menentukan tingkat dan jenis kinerja apa yang diperlukan untuk mencapai tujuan organisasi.

❖ Membuat tingkat kinerja dapat dicapai oleh individu yang termotivasi.

❖ Latih dan dorong orang.

❖ Jelaskan secara eksplisit hubungan antara penghargaan dan kinerja.

❖ Pastikan hadiahnya cukup besar.

❖ Analisis faktor-faktor apa yang bertentangan dengan keefektifan hadiah.

❖ Jelaskan arti dan implikasi dari hasil tingkat kedua.

❖ Memahami perbedaan individu dalam valensi.

❖ Ketahuilah bahwa ketika pekerja berada dalam suasana hati yang positif, valensi tinggi, instrumentalitas, dan harapan lebih mungkin mengarah pada kinerja yang baik.

(17)

Kepemimpinan & Keterlibatan Karyawan

Anggota Pemimpin

2

4 3 1

Employee Engagement

mengacu pada komitmen yang dibuat pekerja untuk majikan mereka.

Para pemimpin menggunakan teknik motivasi dan pembinaan untuk membantu karyawan tetap terlibat.

Pemimpin yang efektif adalah motivator dan pelatih yang luar biasa.

Tujuan luas dari para pemimpin yang menerapkan teknik motivasi dan pembinaan adalah untuk membuat karyawan terlibat dalam pekerjaan mereka dan bersemangat bekerja untuk organisasi.

(18)

Pertimbangan Kepemimpinan Goal Theory

➢ Tujuan khusus menghasilkan kinerja yang lebih tinggi daripada tujuan umum.

➢ Kinerja umumnya meningkat dalam proporsi langsung dengan kesulitan tujuan.

➢ Agar tujuan dapat meningkatkan kinerja, anggota kelompok harus menerimanya.

➢ Sasaran akan lebih efektif bila digunakan untuk mengevaluasi kinerja.

➢ Tujuan harus dikaitkan dengan umpan balik dan penghargaan.

➢ Penetapan tujuan kelompok sama pentingnya dengan penetapan tujuan individu.

➢ Orientasi tujuan pembelajaran meningkatkan kinerja lebih dari yang dilakukan oleh orientasi tujuan kinerja.

(19)

Memotivasi Orang Lain : Menggunakan Pengakuan

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

A 1 A 2 A 3 A 4

Pengakuan merupakan motivator yang kuat karena merupakan kebutuhan normal

manusia.

Pengakuan dapat berupa lisan, tulisan, atau materi.

Pengakuan, termasuk pujian, berbiaya rendah dan sering memotivasi karyawan

untuk meningkatkan kinerja mereka.

(20)

Memotivasi Orang Lain : Menarik untuk Kebanggaan

Kebanggaan dalam pekerjaan yang dilakukan dengan baik adalah motivator intrinsik yang berkontribusi pada kinerja pekerjaan.

Menerima hadiah atau bonus adalah motivator ekstrinsik.

Manajer mungkin menemukan fokus mereka seharusnya pada kebanggaan, bukan uang, sebagai taktik motivasi utama mereka.

(21)

Equity Theory & Social Comparison

Premis Dasar:

Kepuasan dan motivasi karyawan bergantung pada seberapa adil karyawan percaya bahwa mereka diperlakukan dibandingkan dengan rekan kerja.

Karyawan

membandingkan input dan output mereka dengan orang lain di tempat kerja ini adalah perbandingan sosial

Ketika karyawan percaya bahwa mereka memberi terlalu banyak dibandingkan dengan apa yang mereka terima dari organisasi, demotivasi terjadi.

Karyawan memegang keyakinan tertentu tentang hasil yang mereka terima dari pekerjaan mereka, serta masukan yang mereka investasikan untuk mendapatkan hasil ini.

Ketika karyawan percaya bahwa mereka diperlakukan secara adil, mereka lebih bersedia untuk bekerja keras.

(22)

Pertimbangan Kepemimpinan

Equity Theory & Social Comparison

✓ Individu mempertimbangkan masukan mereka sendiri dalam kaitannya dengan hasil yang diterima – dan mereka juga mengevaluasi apa yang orang lain terima untuk masukan yang sama.

✓ Ekuitas ada ketika seorang individu menyimpulkan rasio hasil/inputnya sendiri sama dengan orang lain.

✓ Ketimpangan terjadi ketika rasio individu tidak sama dengan rasio orang lain.

✓ Tingkat kinerja tertinggi terjadi ketika seseorang memiliki rasio yang sama dengan orang pembanding yang mereka pilih.

✓ Ketika seorang individu merasakan ketidakadilan, mereka cenderung terlibat dalam tindakan yang mengarah pada hasil negatif bagi majikan mereka.

✓ Penting bagi para pemimpin untuk menyadari konsekuensi dari ketidakadilan dan mengambil langkah-langkah menuju tempat kerja yang adil.

(23)

Coaching sebagai Pendekatan Motivasi

Coaching adalah memberi karyawan sumber daya yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan sendiri.

Tujuan coaching adalah untuk membantu karyawan belajar dari pekerjaan dan berkembang sebagai karyawan.

Coaching adalah cara untuk

memungkinkan orang lain bertindak dan membangun kekuatan mereka.

Membina berarti cukup peduli dengan orang-orang untuk

menginvestasikan waktu dalam membangun hubungan pribadi dengan mereka.

Pemimpin yang efektif adalah pelatih yang baik – dan pelatih yang baik adalah motivator yang efektif.

(24)

Pelatihan Eksekutif &

Efektivitas Kepemimpinan

Pembinaan eksekutif adalah bentuk pembinaan di mana manajer berkonsultasi dengan pelatih profesional untuk bekerja menjadi pemimpin yang efektif.

✓ Kembangkan potensi tinggi sebagai pemimpin atau fasilitasi transisi kepemimpinan

✓ Bertindak sebagai papan suara bagi para pemimpin

✓ Mengatasi penyimpangan, atau kegagalan, perilaku kepemimpinan

Pelatih eksekutif dipekerjakan untuk:

✓ Pelatih tidak sepenuhnya memahami situasi dan menawarkan saran yang buruk/buruk/salah

✓ Pelatih tidak benar-benar memenuhi syarat meskipun menunjukkan mereka

✓ Pemimpin menjadi tergantung pada pelatih

Pembinaan eksekutif memang memiliki kekurangan:

(25)

Bagaimana memotivasi pekerja supaya efektif

• Manajer harus aktif memotivasi bawahan

• Manajer memahami kelebihan & kekurangannya sebelum menerangkannya ke bawahan

• Manajer harus sadar bahwa pekerja punya dorongan / kemampuan berbeda beda

• Penghargaan diberikan berdasarkan prestasi / performance, bukan sekedar senioritas

• Pekerjaan dirancang penuh dengan tantangan dan variasi.

Bawahan sadar tantang apa yang diharapkan dari dirinya

(26)

T E R I M A

K A S I H

Referensi

Dokumen terkait

pembuangan dan itu mengakibatkan dampak bagi lingkungan di sekitar tetapi sekarang banyak ditemukan cara atau solusi untuk menangani dampak-dampak yang dihasilkan oleh limbah,

Pak Menteri dan jajarannya. Saya berterima kasih sekali sama Pak Menteri karena reaksi cepat sekali menanggapi segala sesuatu yang ada di lingkungan terutama

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa transfeksi memperlihatkan metode yang paling sesuai pada udang vaname berdasarkan alasan ukuran telur yang relatif kecil, daya tetas

Penelitian internasional yang dilakukan di Amerika dan Eropa, 135 penderita ekstragonal seminoma (51 di antaranya seminoma mediastinum), 77 pasien dapat cisplatin based kemoterapi,

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 16 ayat (1) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 13 tahun 2010 tentang Pedoman Teknis Tata Cara Pencalonan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan

Pada susunan kode di atas, dibuat dulu sebuah variabel yang bertipe PARAMLIST untuk menampung semua parameter (beserta nilai) yang akan dimasukkan ke parameter

Kode Limbah D240 Sumber Industri/ Kegiatan IPAL Industri Kawasan. Sludge dari Instalasi Pengolahan Air Limbah

Tabel 3 menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik pada perubahan skor tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku ibu serta tingkat kecukupan energi,