• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
76
0
0

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

RISALAH RAPAT KERJA KOMISI V DPR RI DENGAN MENTERI PUPR

Tahun Sidang : 2019-2020 Masa Persidangan : II

Rapat ke- :

Jenis Rapat : Rapat Kerja Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Rabu, 24 Juni 2020 Waktu : Pukul 10.05-14.05 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI, Gedung Nusantara - Jakarta

Ketua Rapat : Lasarus,.S.Sos, M.Si / Ketua Komisi V DPR RI / F-PDIP

Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H.

Acara : Membahas Pendahuluan RKA K/L dan RKP K/L dalam RAPBN TA.2021

Hadir : 43 Anggota hadir dari 53 orang Anggota dengan rincian

A. Anggota DPR RI: PIMPINAN :

1. Lasarus, S.Sos, M.Si 2. Ir. Ridwan Bae

1. FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN:

7 orang Anggota dari 11 Anggota: 1. H. Herson Mayulu,S.IP 2. Hj. Sadarestuwati.,SP.,M.MA 3. Ir.Sudjadi 4. Mochamad Herviano 5. H.M. Rifqinizamy Karsayuda 6. Bambang Suryadi, SH,MH 7. H. Irmadi Lubis

2. FRAKSI PARTAI GOLKAR:

7 orang Anggota dari 7 Anggota: 1. Drs. Hamka B Kady, MS

(2)

3. H. Daniel Mutaqien Syafiuddin, ST 4. H. Ansar Ahmad, SE, MM

5. H. Hasan Basri Agus 6. Ir. H. Anang Susanto.,M.Si 7. H. Tubagus Haerul Jaman, SE

3. FRAKSI PARTAI GERINDRA: 2 6 orang Anggota dari 6 Anggota:

1. Hj. Novita Wjayanti.,SE.,MM 2. Sudewo,ST, MT

3. Iis Edhy Prabowo.,S.Hum.,MM 4. Drs.H. Mulyadi.,MMA

5. Ir. Eddy Santana Putra, MT 6. Ir. Sumail Abdullah

4. FRAKSI NASDEM:

4 orang Anggota dari 4 Anggota: 1. Drs.H.Soehartono

2. Drs.H.Tamanuri,MM 3. Sri Wahyuni

4. Roberth Rouw

5. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA 4 orang Anggota dari 6 Anggota:

1. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, S.Th.I 2. Ruslan M Daud

3. Sofyan Ali.,S.Ag.,SH.,M.Pd 4. H. Syafiuddin, S.Sos

6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT: 5 orang Anggota dari 5 Anggota: 1. Willem Wandik, .S.Sos

2. H. Irwan, S.IP, MP

3. Drh. Jhoni Allen Marbun 4. Lasmi Indaryani.,SE 5. Ir.H.Ishak Mekki.,MM

7. FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA: 3 orang Anggota dari 4 Anggota:

1. Ahmad Syaikhu

2. H. Syahrul Aidi Maazat.,Lc.,MA 3. H. Suryadi Jaya Purnama, ST

8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL: 4 orang Anggota dari 4 Anggota: 1. H.A. Bakri H.M. SE

2. Hj. Hanna Gayatri.,SH 3. H. Boyman Harun.,SH 4. Athari Ghauthi Ardi

(3)

9. FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN:

1 orang Anggota dari 1 Anggota: 1. H. Muh Aras, S.Pd,MM

B. PEMERINTAH:

1. Ir.M.Basuki Hadimuljono.,M.Sc.,Ph.D (Menteri PUPR)

2. Jhon Wempi Wetipo (Wamen PUPR) 3. Anita Firmanti (Sekjen PUPR)

4. T. Widianto (DJBK) 5. Danis (DJCK)

6. Jarot Widyoko (DJSDA) 7. Widiarto (Irjen)

KETUA RAPAT /KETUA KOMISI V DPR RI (LASARUS, S. SOS.,M.Si/F.PDIP):

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi dan,

Salam Sejahtera bagi kita semua.

Yang kami hormati Bapak Wakil Ketua DPR RI Pak Rahmat Gobel,

Yang kami hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V DPR RI baik yang hadir secara fisik maupun yang hadir secara virtual,

Yang saya hormati Saudara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Saudara Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta seluruh Dirjen dan Staf yang hadir,

Hadirin sekalian yang berbahagia.

Mengawali Rapat Kerja hari ini, mari kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga kita pada hari ini kita dapat bertemu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita yaitu fungsi anggaran dalam keadaan sehat wal’afiat secara fisik dan virtual dari tempat masing-masing.

Walaupun sudah melewati Hari Raya Idul Fitri 1441 H, namun hari ini adalah pertemuan pertama setelah Hari Raya Idul Fitri maka perkenankan kami atas nama Pimpinan dan Segenap Anggota Komisi V DPR RI mengucapkan kepada kita semua “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Sebelum lanjut, kami ingin memperkenalkan ada 1 orang Anggota baru disini dari Fraksi Gerindra dan Beliau belum datang yaitu Saudara Ir. Sumail Abdullah Nomor Anggota 108, Daerah Pemilihan Jawa Timur III dari Fraksi Partai Gerindra. Menurut Laporan dari Sekretariat sudah hadir sejumlah 25

(4)

Angota, ada kurang lebih 20 Anggota yang absen dan 5 Anggota yang hadir secara virtual.

Sesuai dengan hasil kesepakatan Rapat Konsultasi Pengganti Rapat Bamus tanggal 16 Juni 2020 terkait dengan Tata Cara Rapat Komisi pada masa tataran baru atau New Normal pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2019-2020 ini. Pelaksanaan Raker, RDP dihadiri secara fisik maksimal 60% dari Jumlah Anggota Komisi atau Badan dengan komposisi sesuai dengan jumlah suara fraksi.

Pak Menteri yang kami hormati.

Untuk mitra kerja, Pemerintah maksimal 45 orang dari kapasitas 60 tempat duduk dan lamanya pelaksanaan Raker, RDP disepakati pada saat pembukaan rapat agar lebih efisien dan efektif. Dan disini kita sepakati Pak Menteri nanti, teman-teman sekalian, ada kegiatan sudah ada acara dengan Presiden pada pukul 14.30 WIB. Ini ada surat resmi kepada kita pada hari ini dan mudah-mudahan karena ini masih pengantar.

Saya pikir nanti poin-poin saja teman-teman supaya kita tidak panjang dan diharapkan sebelum jam 14.00 WIB sehingga Pak Menteri ada punya cukup waktu untuk bergerak dari DPR ke Istana. Sehingga Beliau bisa melaksanakan karena Beliau sebagai ketuanya, pasti ditunggu nanti di Istana terkait dengan persiapan Food Estate di Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan nanti sebelum jam 2 kita sudah bisa selesaikan.

Saudara Pimpinan, dan Anggota Komisi V yang saya hormati.

Untuk persingkat waktu, maka saya mohon komitmen kita bersama untuk nanti menyampaikan pendapat, Pimpinan akan mengingatkan supaya semua agenda bisa berjalan dengan baik. Teman-teman juga bisa menyampaikan apa yang ingin disampaikan secara efektif dan Pak Menteri bisa melaksanakan tugasnya sesuai dengan apa yang disampaikan kepada kita, melalui surat dari Sekretaris Kabinet kepada kami yaitu Nomor UNB.115 Seskab/BKK06 2020 bersifat segera, tentang rapat internal, ditandatangani oleh Pak Pramono Anung.

Baik. Oleh karena itu, sebagaimana ketentuan yang diatur pada Pasal 251 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib. Izinkan saya membuka rapat pada hari ini dan berdasarkan ketentuan Pasal 246 Ayat (1), Rapat Kerja ini saya nyatakan terbuka untuk umum.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.05 WIB)

Terima kasih dan penghargaan kami sampaikan kepada saudara Menteri PUPR beserta jajaran yang telah memenuhi undangan kami pada hari ini untuk hadir secara fisik. Sebagaimana undangan yang kami sampaikan, Rapat Kerja pada hari ini diagendakan Acara membahas Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan RKP dalam RAPBN Tahun Anggaran 2021.

(5)

Saudara-saudara sekalian,

Wakil Ketua DPR RI yang kami hormati, dan Pimpinan dan seluruh Anggota dan Pak Menteri beserta jajaran.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama salah satu kebijakan keuangan Pemerintah pada Tahun 2020 yang menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan anggaran Tahun 2021 adalah ditetapkannya Perpu Nomor 1 Tahun 2020 dan Perpres No. 54 Tahun 2020 sebagai langkah penanganan pandemi Covid 19 dan sekaligus untuk menjaga kondisi perekonomian serta stabilitas sistem keuangan.

Oleh karena itulah dalam rangka menjaga keberlanjutan pembangunan nasional di tengah tantangan fundamental ekonomi yang sangat dinamik, APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal hendaknya dirancang dengan lebih produktif, efektif dan efisien. Aar mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi untuk kesejahteraan rakyat dan perbaikan necara keuangan Pemerintah.

Selanjutnya sebagaimana surat Badan Anggaran tanggal 8 Juni 2020 perihal Penyampaian Ralat Rancangan Jadwal Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan APBN Tahun 2021 dan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021. Dan sesuai dengan jadwal rapat komisi-komisi dengan mitra kerjanya maka pada kesempatan ini Komisi V DPR RI hendak mendapatkan penjelasan dari Saudara Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terkait dengan Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan RKP dalam APBN 2021 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Saudara Pimpinan, Wakil Ketua DPR RI yang kami hormati, dan Hadirin yang berbahagia.

Demikian pengantar dari kami. Untuk mempersingkat waktu, saya persilakan kepada Saudara Menteri untuk menyampaikan paparannya sebagaimana agenda rapat yang sudah kami sampaikan pada hari ini.

Waktu dan tempat, kami persilakan pak.

MENTERI PUPR (Ir. MOCHAMAD BASOEKI HADIMOELJONO, M.Sc., Ph.D.):

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat Pagi Pimpinan.

Bapak Wakil Ketua DPR RI yang kami hormati,

Pimpinan Komisi V DPR RI dan Ibu Bapak Anggota Komisi V yang kami banggakan.

Terima kasih sebelumnya atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk dapat menyelesaikan, kalau tidak selesai nanti ada Pak Wamen. Seperti tadi yang disampaikan oleh Pak Ketua, kebetulan kami ditunjuk sebagai Ketua-nya untuk menyiapkan Food Estate di Kalimantan Tengah.

(6)

Ibu Bapak sekalian yang kami hormati.

Untuk Rencana Kerja Pemerintah dan Indikasi Anggaran Tahun 2021, izinkan kami melaporkan hal-hal sebagai berikut.

Yang pertama, Kebijakannya dengan tema Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2021 adalah mempercepat pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Fokus pembangunannya ada 4, yaitu:

1. Pemulihan industri pariwisata dan investasi; 2. Reformasi sistem kesehatan nasional;

3. Reformasi sistem jaringan pengamanan nasional; dan 4. Reformasi sistem ketahanan nasional.

Agenda pembangunannya, pertama adalah Program Prioritas Nasional tentang Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Pantas dan Berdaya Jual. Kemudian program prioritas nasional kedua adalah pengembangan wilayah untuk mengurangi kesenjangan. Prioritas Nasional yang ketiga, SDM berkualitas dan berdaya saing. Prioritas Nasional yang keempat, Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan.

Prioritas Nasional yang kelima, Infrastruktur Ekonomi dan Layanan Dasar. Prioritas Nasional keenam, Lingkungan Hidup dan Ketahanan Bencana serta Perubahan Iklim dan Prioritas Nasional Ketujuh, stabilitas polhukam dan transformasi pelayanan publik.

Dari 7 prioritas itu, 6 terkait dengan bidang pembangunan di Kementerian PUPR yaitu Prioritas I, II, III, V, VI, dan VII, semuanya memang terkait pada Kementerian PUPR. Stabilitas Polhukam dan Transformasi Pelayanan Publik dibagi untuk membangun perbatasan dan PLBR, Lalu Lintas Negara.

Pimpinan dan Bapak Ibu Anggota yang kami hormati.

Proses pemprograman dan penganggaran Tahun 2021 berdasarkan pada PP Nomor 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional Rencana Kerja KL 2021 yang selesai di Bulan April 2020. Namun pada saat ini masih dilakukan re-design program dalam aplikasi renstra, renja mengalami keterlambatan. Untuk Kementerian PUPR, re-design dilakukan dengan menyederhanakan program dari sebuah program menjadi 5 program.

Kronologisnya untuk Pagu Tahun 2020-2021, DIPA Awal 2020 yang sekarang ini adalah Rp120,22 Triliun. Setelah direalokasi dengan refocusing untuk Covid, direfocusing Rp.44 triliun sehingga tinggal Rp.47,53 Triliun. Usulan indikatif 2021 dan Surat Menteri PUPR kepada Menteri Bappenas dan Keuangan 18 Maret, 140, dan pagu indikatif yang dialokasikan berdasarkan Surat Menteri Bappenas dan Keuangan tanggal 8 Mei 2020 Rp.115,58 Triliun. Re-design program yang tadinya di 13 program pada Tahun 2020 disederhanakan, dan ini saya kira menjadi lebih fleksibel menjadi 5 program

(7)

Tahun 2021. Di dukungan manajemen disini ada mencakup Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal, BPSDM. Kalau di BPSDM di pendidikan dan pelatihan vokasi itu BPSDM dan Direktorat Jenderal Bina Konstruksi. Kemudian Infrastruktur Konektivitas, ini adalah program untuk Direktorat Jenderal Bina Marga dan Ketahanan Sumber Daya Air untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Perumahan dan Kawasan Permukiman diperuntukan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Perumahan.

Dasar dari re-design program ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Menteri Bappenas adalah untuk melaksanakan visi dan misi Presiden serta 5 fokus prioritas pembangunan Tahun 2020-2024 sesuai dengan tujuan pembangunan yang sudah kami sampaikan.

Dari Rp.115,58 Triliun tadi, kami coba mengalokasikan sesuai dengan arahan yang diberikan pada Sidang-sidang Kabinet Menteri Keuangan daripada Bapak Presiden dan tetap mempertahankan atau memperketat belanja barang dan belanja operasional, dan sebagainya.

Sekretariat Jenderal 669 Milyar, Sekretariat Jenderal Rp.101 Milyar, Sekretariat Jenderal Bina Marga Rp.38,8 triliun, Sekretariat Jenderal Cipta Karya Rp.22,3 Triliun, Sumber Daya Air Rp.44,4 Triliun, Perumahan Rp.7,4 Triliun dan Bina Konstruksi Rp.610 Miliar. Badan Pengembangan Sumber Daya Rp.200 Miliar, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Rp.563,7 Miliar, dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rp.263,7 Miliar.

Program-Program Prioritas ini garis besarnya saja bapak, karena nanti detailnya pada RDP dengan bapak dari Eselon I, sehingga bapak-bapak dapat mengalokasikannya secara mendetail.

Untuk bidang sumber daya air, ini programnya tadi adalah program ketahanan sumber daya air. Dialokasikan untuk pertama meneruskan pembangunan 47 bendungan, terdiri atas 4 bendungan baru dan 43 bendungan yang sekarang sedang dalam pekerjaan. Antara lain di Aceh, ini yang on going Keureuto, Ameroro yang akan dilaksanakan, Tapin, ini on going yang akan segera dilaksanakan. Tapin di Kalimantan Selatan, Bener di Purworejo, Jawa Tengah. Way Sekampung di Lampung, Leuwikeris di Jawa Barat. Bendo di Jawa Timur, Pamukkulu di Sulawesi Selatan, Budong-Budong di Gorontalo. Ini yang on going dan beberapa yang akan dikerjakan.

Kemudian Pembangunan 8 embung ini ya totalnya lebih dari 8 pasti, antara lain di Sriwijaya, Sanur, Natuna, Bandara Bungo c. Kemudian revitalisasi 4 danau: Rawapening, Limboto, Tondano, & Poso, Sipin di Jambi yang khusus untuk siping ini disiapkan pula untuk karena lomba dayung... (suara hilang) mungkin kita internasionalkan.

Total untuk anggaran di pembangunan bendungan dan embung ini dialokasikan Rp.15,3 triliun.

(8)

a. Pembangunan irigasi 20 ribu hektar antara lain Jambo Aye, meneruskan karena memang sudah ada dan Batang Asai di Jambi Slinga di Jawa Tengah. Bintang Bano di NTB, Tingal Karau, Kalimantan Tengah dan Amandit Kalimantan Selatan

b. Rehabilitasi dan peningkatan irigasi 100 ribu hektar antara lain Kab. Kapuas dan Pulang Pisau ini yang kami siapkan untuk (Food Estate Kalteng). Cikunten, Manganti, Batang Ilung, Batanghari, termasuk irigasi tambak & JIAT.

Pada hari ini kami ingin melaporkan lebih sedikit tentang persiapan food estate sehingga bapak-bapak mendapatkan gambaran. Karena belum banyak yang belum tahu, dan Komisi V saya kira harus tahu untuk pertama kali.

Operasi dan pemeliharaan dari jaringan sumber daya air, ini sarana prasarana yang sudah embung, kemudian pengadaan alat berat dan tanggap darurat bencana, ini termasuk untuk yang obyek, bendungan-bendungan harus kita siapkan peralatannya atau danau. Kemudian infrastruktur berbasis masyarakat di 10.000 lokasi dan Pengendali Daya Rusak Rp.6,44 Triliun, dialokasikan:

a. Pembangunan pengendali banjir sepanjang 70 Km antara lain Jeroan Madiun, Bengawan Solo Hilir, Bogowonto di Purworejo. Konaweha, Kapuas, Lawe Alas, Gunting, Rokan dan Wariori;

b. Pembangunan pengendali sedimen/lahar gunung berapi sebanyak 8 buah antara lain Merapi, Gunung Agung, Jayapura; dan

c. Pembangunan pengaman pantai sepanjang 10 Km, antara lain Waha, Manado, Kalianda, Tanjung Lesung, Juntinyuat, Mampie. Pengadaan Tanah untuk proyek-proyek Non PSN, kemudian PSN dibiayai langsung oleh … Kementerian Keuangan yang tidak termasuk pada APBN dialokasikan di DIPA Sektor PU, SDA dialokasikan Rp.3,03 Triliun untuk pengembangan embung, pembebasan lahan. Dan juga pembebasan lahan yang biasanya untuk tanah-tanah petani, tanah-tanah PTPN yang digunakan dan semua mengganti negara dan membayar kegiatan dan administrasi penggadaan tanah.

Kegiatan Air Tanah dan Air Baku Rp.3,07 Triliun, dan tentunya untuk kapasitas 3 m3 /detik di Kendal, Jonggol, Parapat, Mandalika, Karian Serpong, Way Kanan, Sintang, Bontoharun, Kesugihan. Penyediaan sumur air tanah untuk air baku sebanyak 200 titik di daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

Untuk program konektifitas di Bidang Bina Marga sebesar Rp.38,89 triliun digunakan untuk pembangunan jalan dan jembatan. Terutama jalan pembangunan jalan sepanjang 662 km di Perbatasan Kalimantan, NTT dan Papua, Trans Papua, Pansela Jawa (Jateng & Jatim). Missing Link (mis. Geumpang - Pameu di Aceh), Trans Kepulauan Terluar, Exit Tol Mesuji (Lampung) yang kebetulan dari Komisi V, di Lingkar Utara Brebes (Jateng) yang sedang dalam penyelesaian harusnya tahun ini. Bypass BIL - Mandalika

(9)

NTB) ini sepanjang 17 kilo dari Bandara Internasional Lombok ke Mandalika dalam rangka akses pariwisata, sekarang sudah tender, jadi mesti tahun depan harus selesai. Akses Bandara Syamsudin Noor (Kalsel), bandaranya sudah baru. Manado Outer Ring Road (Sulut), Lingkar Kota Kendari (Sultra), & Kab. Asmat (Papua).

Pelebaran jalan menambah lajur sepanjang 17 Km antara lain di Batas Kota Lhokseumawe-Aceh Utara (Aceh), Batas Padang – Batas Painan (Sumbar), Tembesi-Tanjung Berikat (Kep. Riau), Jalan Dalam Kota Palembang (Sumsel), Karangnongko-Toyan (Jateng), Madiun-Caruban (Jatim), & Anjir Pasar - Serapat (Kalsel) dan bersifat di jalan nasional sebagai pengguna jalan nasional yang tertunda 47 ribu kilometer.

Jembatan, Pembangunan dan Duplikasi Jembatan sepanjang 18.588 meter antara lain Peureulak (Aceh), Nilo (Riau), Talang Pangeran dan Dusun Anyar (Sumsel), Merangin (Jambi), Kretek (Pansela DIY), Yeh Otan (Bali), Sambas Besar (Kalbar), Pile Slab Bukit Rawi (Kalteng), Pulau Balang (Kaltim), & di ruas Trans Papua & Trans Maluku.

Kemudian Penggantian Jembatan sepanjang 1.990 meter di Aek Tano Ponggol (Sumut), Air Titi (Sumbar), Sei Alalak (Kaltim), Rahabangga & Asera (Sultra), Trans Maluku, Seredala - Dekai (Papua), Enarotali - Ilaga - Mulia - Wamena; Wamena - Elelim - Jayapura (Yetti); Kenyam - Dekai; Dekai - Oksibil; Wagete - Timika (Papua) dan Preservasi Jembatan Nasional sepanjang 510.366 meter.

Beberapa Flyover, Underpass, Terowongan nanti kita bangun sekitar 2.466 meter. Itu Flyover Martadinata (Pamulang), Under Pass Bulak Kapal (Bekasi), Flyover Kopo (Jawa Barat), Flyover Purwosari (Jateng), Jalan Layang Bandara Jend. Ahmad Yani Semarang (Jateng), dan Flyover Sp. Kabil (Kep. Riau). Kemudian Jalan Bebas Hambatan sepanjang 35 antara lain Serang Panimbang (Banten) dan Cisumdawu (Jabar).

Bapak Ibu sekalian.

Selanjutnya untuk Bidang Cipta Karya, dialokasikan sebesar Rp.22,33 Triliun untuk 1 air minum RP.5,66 TrilIun jika melihat anggarannya berarti prioritasnya untuk Cipta Karya adalah air minum, sanitasi dan pembangunan kawasan permukiman di jalur air minum Rp.5,66 Triliun. Dan memang masih sekitar 70-an persen dan perbanyak program air minum.

Pembangunan PAM 2 ribu liter per detik antara lain IPA SPAM IKK Garot Kab. Pidie, IPA SPAM IKK Binjai Hulu Kab. Sintang dan SPAM Regional Kamijoro untuk Pelayanan YIA. Peningkatan SPAM 1.300 liter per detik, antara lain SPAM IKK Sungai Bengkal, Kab Bone Bolango, dan SPAM IKK Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Kemudian Perluasan SPAM 58.756 SR antara lain IKK Melonguane Kepulauan Talaud, IKK Kota Tambolaka. Kabupaten Sumba Barat Daya dan JDU SPAM Regional Durolis Provinsi Riau. Kemudian SPAM Berbasis Masyarakat 400.000 SR di 2.500 Desa berupa kegiatan PAMSIMAS.

(10)

Sanitasi, yang dibangun bersistem pengelolaan air limbah domestik untuk 174 ribu KK antara lain Kabupaten Lebak, Perpipaan Air Limbah Kota Jambi dan IPLT Kabupaten Landak dan Sistem Pengelolaan Drainase Lingkungan. Saya kira 4.800 KK di Kabupaten Jembrana, Kabupaten Bulungan dan Kota Jailolo. Sistem Pengelolaan Persampahan 740 ribu KK di TPA Sampah Kabupaten Konawe Utara, TPA PALI dan TPA Kabupaten Bone Bolango. Penataan Lingkungan Berbasis Masyarakat sebanyak 73.800 KK, Sanimas 1.340 Lokasi dan, TPS3R di 177 Lokasi.

Kami ingin menyampaikan pada bapak-bapak klusternya pembangunan apa saja sehingga nanti pada Renstra bapak-bapak bisa mengusulkan untuk dapilnya.

Kemudian Penataan Kawasan Permukiman, di Permukiman Kumuh yang ditangani secara terpadu di tanah 143 hektar. Antara lain Kawasan 29 Ilir Kota Palembang, Kota Bandung, Kawasan Amban Kelurahan Amban dan Kecamatan Manokwari Barat Kabupaten Manokwari.

Kemudian Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Kawasan Gerbang Tanduk Humbang Hasundutan, KSPN Bromo-Tengger-Semeru, dan Kawasan 3 Gili, Lombok. Dan Pembangunan Pembangunan Infrastruktur Permukiman Berbasis Masyarakat: Program KOTAKU di 700 Kelurahan dan PISEW di 900 Kecamatan.

Kemudian untuk Bangunan Gedung sebesar Rp.1,55 Triliun. Itu ada Pengembangan Penyelenggaraan Bangunan Gedung 45.695 M2, Kawasan Pusaka Masjid Raya Baiturahman Kota Semarang, Gedung Komite Olahraga Nasional (KONI) dan GedungYouth Creative Hub di Jayapura, Adipura Papua. Kemudian Pengembangan Penyelenggaraan Penataan Bangunan dan Lingkungan di 16 Kawasan termasuk Penataan Bangunan dan Lingkungan Kawasan 2 PLBN. Untuk PLBN Terpadu Labang Kab. Nunukan, dan PLBN Terpadu Napan, Kab. Timor Tengah Utara dan Penataan Kawasan Pusaka Kota Lasem.

Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarpra Pendidikan Rp.4,56 Triliun, antara lain:

a. Sarana Prasana Pendidikan Dasar dan Menengah 740 Sekolah; b. Sarpras Madrasah dan Sekolah Keagamaan 96 Sekolah;

c. Sarpras PTN 29 Gedung, antara lain Politeknik Negeri Jember, dan Politeknik Negeri Pontianak;

d. Sarpras PTKIN di 7 Gedung antara lain Universitas Maritim Raja Ali Haji, Gedung RS UIN Alauddin Makassar, dan Universitas Nadhatul Ulama di Jogjakarta.

Kemudian Pembangunan, Rehabilitasi dan Renovasi Sarana Olahraga dan Pasar Rp.1,12 Triliun, antara lain:

(11)

a. Sarpras Olahraga 9 Gedung, termasuk dukungan persiapan World Cup U-20 Stadion Manahan Surakarta dan Stadion I Wayan Dipta;

b. Sarpras 17 Pasar, antara lain Sibolga Nauli, Gorontalo, Ngawi, dan Mardika.

Kemudian Perumahan dialokasikan Rp.7,48 Triliun. Untuk Rumah Susun Rp.3,51 Triliun, Rumah Swadaya Rp.2,51 Triliun, Rumah Khusus Rp. 600 Miliar dan Rumah Umum dan Komersial Rp.400 Miliar.

Untuk Rumah Susun, direncanakan Pembangunan Rusun 7.724 Unit, antara lain Rusun di Riau, Kepri, Jabar, Jatim, Kalsel, Kalbar, dan Sulut. Dan Rumah Swadaya 111.200 unit Tersebar di 33 Provinsi, Rumah Khusus diperkirakan akan dapat dibangun 2.640 Unit di Perbatasan Banjar Baru, Kabupaten Morowali, Kabupaten Konawe Selatan dan Pembangunan Rumah Umum, Pembangunan PSU 40.000 Unit.

Sedangkan untuk Program Dukungan Manajemen meliputi Sekretariat Jenderal, Inspektorat Jenderal. Kemudian … Pertama, ada Layanan Manajemen Rp.665,20 Miliar untuk Perencanaan Anggaran dan KLN, Layanan Informasi Publik, Pembentukan Produk Hukum, Fasilitasi Infrastruktur Daerah untuk DAK dari Depdikbud menyerahkan untuk DAK Fisik ini. PUPR diminta membantu terutama dalam rangka teknis dan juga pengawasan pembangunannya.

Pembangunannya sendiri akan dilakukan oleh Dinas PU Daerah atau kabupaten/kota. Kemudian Pembinaan Pengelola Keuangan, Pengelolaan BMN, Pengelolaan Kampus PUPR, Layanan Data dan Penyelenggaraan TIK, Tata Kelola/Administrasi Pegawai, serta Analisis Pelaksanaan Kebijakan.

Untuk Sarana informasi dan komunikasi, arahan khusus dari Bapak Presiden bahwa disediakan sebesar-besarnya untuk menghadapi pengelolaan ke depan. Jadi semua harus disediakan supaya tidak ada lagi computer yang dipakai bersama yang harus menjadi alat tulis perorangan sehingga mencegah Covid 19 juga.

Untuk Pengawasan sebesar Rp.101,74 Miliar, Audit Kinerja, Audit Investigasi, Review, Evaluasi, Pemantauan, Pengawasan Lainnya, Pengembangan Pengawasan melalui CACM, Penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dann Pengembangan Manajemen Resiko.

Untuk Perencanaan sebesar Rp.200,88 Miliar, Penyusunan Rencana Pembangunan Infrastruktur Jangka Panjang Nasional (RPIJP), Rencana Pembangunan Infrastruktur Jangka Menengah Nasional (RPIJM) dan Penyusunan Rencana Induk serta Program Jangka Menengah (PJM). Sedangkan Pembiayaan Infrastruktur di Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur untuk meningkatan alternatif pendanaan proyek-proyek infrastruktur melalui Skema Pembiayaan Kreatif (KPBU), fasilitasi bantuan pembiayaan perumahan (FLPP, SSB, SBUM & BP2BT).

(12)

Kemudian untuk dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya di Direktorat Jenderal Pembinaan Konstruksi adalah:

1. Pelatihan dan sertifikasi reguler, Pelaksanaan Tugas 34 Balai Pelaksanan Pemilihan Jakon, Pelaksanaan sebagian kewenangan Pemerintah Pusat oleh Lembaga (rekomendasi lisensi, akreditasi, registrasi), Sistem Informasi Jasa Konstruksi Terintegrasi, Pelaksanaan tugas Komite Keselamatan Konstruksi sebesar Rp. 514,41 Miliar;

2. Pelaksanaan pelatihan/sertifikasi SDM vokasional bidang konstruksi sebesar Rp.96,08 Miliar.

Pada SDM melalui Dirjen SDM, yaitu:

1. Untuk Pelatihan ASN 8.100 orang, Pendidikan (on-going termasuk Program Super Spesialis 250 orang), Penilaian Kompetensi 8.450 ASN; dan

2. Pendidikan Vokasi Politeknik 450 Mahasiswa. Bapak Ibu sekalian,

Bapak Pimpinan.

Izinkan saya menyampaikan laporan tentang Rencana Food Estate di Kalimantan Tengah supaya bapak-bapak di Komisi V mendapatkan informasi yang pertama.

Jadi Bapak Ibu sekalian telah diputuskan oleh Bapak Presiden. Tadinya ada 3 lokasi alternatif, di Sumatera Selatan, di Merauke dan Kalimantan Tengah. Kemudian diputuskan untuk dipilih di Kalimantan Tengah di Eks Lahan Gambut tapi ini yang tidak ada gambutnya ini adalah Teluk Via. Jadi di bagian di pinggiran sungai di Barito sebanyak 165.000 hektar.

Lanjut. Jadi disana ada 165.000 hektar yang eks kawasan BRI yang berupa teluk Via. Potensi wilayahnya menurut kami ada 295.500 hektar, namun yang sudah dicetak sawah dan sudah ada jaringan irigasinya seluas 165 ribu hektar. Dari 165 ribu hektar itu yang sudah diolah oleh petani setiap tahunnya itu 85.500 fungsional dan 85 ribu hektar yang sudah yang memang selalu dipelihara setiap tahun dengan secara regular itu ada 57.000 hektar. Kondisi irigasi yang baik 28.300 hektar, sehingga kita ingin mengitensifikasi sebanyak 57.200 hektar ini dan bagian kanan yang dulu sudah dicetak sawahnya tetapi karena tidak dikerjakan dia menyemak kembali, nanti ada foto-fotonya. Ini perlu peningkatan jaringan irigasi. Kami minggu lalu menyempatkan diri kesana bersama dengan Ahli Tanah dan Ahli Sawah, kemudian hanya 2 yang masalahnya.

Yang hasilnya itu sekarang yang 57.200 hektar itu hanya 1,7 sampai 2,9 ton per hektar. 3 hal yang menjadi masalah. Satu, Irigasi, karena airnya tidak mengalir, ada zat besinya ke permukaan berwarna merah. Kemudian pupuk, karena dia tidak mengalir akhirnya menggenang, sehingga pupuknya tidak efektif. Kita lihat akarnya, ada yang akarnya menyebar, ada yang tiarap.

(13)

Yang ketiga, sering banjir karena model rawa tidak dipelihara, seharian membuat.

Terus potensi begini, kita fokuskan yang dibangun 45.000 hektar. Ini yang kami sampaikan di Daerah Jajago, ini ada 30.000 hektar sebenarnya potensi, sekarang yang sedang digarap oleh petani itu hanya kurang dari 3 000 hektar. Masalahnya ini, ini kalau yang di merah itu, itu harusnya selalu banyak segitu, tetapi sekarang menjadi sempit dan jarang ada warna, ini tidak mengalir sehingga dia menggenang.

Lanjut. Ini ada recovery. Lanjut. Ini yang sudah dulu sawah tetapi karena tidak digarap, kemudian tidak tumbuh lagi cetak sawah tinggal range empirik. Ini yang 30 ribu hektar tadi. Lanjut. Lanjut.

Nah ini yang paling bawah dia tetap tiap tahun masih sudah ditanami terus dengan padi lokal misalnya dan anggap kan asset April September atau Oktober Maret. Ini juga karena irigasi yang … 1,9 sampai 2,9 ton. Kemudian dilihat sedikit dengan pupuk dia bisa naik, 1 hektar naik 2 ton saja kita sudah dapat 300 sekian ribu hektar dengan harga, dengan cost yang lebih murah, daripada bolak balik dan banyak juga belum tentu berhasil. Nah ini pas petaninya sudah ada.

Lanjut. Karena irigasinya yang, ini potensinya 17.000 yang ditanami cuman 9. 000, jadi masih ada 8.000 yang tidak. Ini yang akan kita akan inikan. Lanjut. Kami setiap tahun pasti ada programnya. Ini sedang dalam pasang surut, sungainya lagi ini surut, kemudian kalau pasang dia airnya sedikit. Ini sawah-sawah semua dan ada Rp.20 Miliar tetapi karena kemarin refocusing kita potong sedikit.

Lanjut. Lanjut. Terus. Ini saya kira di Daerah Pulang Pisang yang memang juga, tadi ada terlanjur ikut, dia sawah sebenarnya tetapi tidak tertangani. Karena kalau dengan Pak Bupati yang ditangani yang ini, yang sebelah sana yang ada semua itu sudah sawah tetapi tidak tertangani, jadi tinggal range empirik. Kita hanya mengintesifkan sawah-sawah itu. Saya Insya Allah akan berkaji.

Jadi ibu bapak itu yang nanti akan dirapatkan kembali dalam minggu depan. Tahun ini PU akan mere-design atau men-design rehabilitasi jalan irigasinya. Tahun depan kita akan mulai, dengan menggerakan BUMN, Menhan juga termasuk untuk bisa, karena menurut Beliau ini kan pertahanan non militer. Dengan ketahanan pangan itu adalah diperlukan untuk pertahanan non militer, jadi dia akan … Undang-Undang yang memang dibekali dengan kompetensi untuk itu dan pertanian.

Saya kira itu bapak yang kami bisa laporkan tentang Food Estate di Kalimantan Tengah. Kurang lebihnya, saya mohon maaf.

(14)

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Terima kasih Pak Menteri.

Karena Pak Menteri sudah padat jadwal, dan saya lihat daftar Anggota yang hadir cukup banyak, memang kalau setiap rapat PU ini pesertanya rajin-rajin pak, bahwa menarik perhatian seluruh Anggota Komisi V.

Untuk mempersingkat waktu, kita langsung saja ke tanggapan dari Anggota.

Saya kasih waktu 3 menit, kalau tidak sampai malam tidak akan selesai. Saat 3 menit akan saya ingatkan mohon jangan marah. Kalau bisa singkat, padat, jelas, poin-poin saja.

Mulai dari Bapak Aras, bersiap-siap tadi Pak Ahmad Syaikhu, tapi Pak Syaikhu tidak ada ya.

Silakan Pak Aras.

Silakan, setelah itu Pak Dewo.

F-PPP (Dr. H. MUH. ARAS, S.Pd., M.M.):

Terima kasih Pak Ketua. Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi dan,

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Wakil Ketua DPR RI Pak Rahmat Gobel,

Ketua Komisi V, Para Wakil Ketua dan Sahabat-sahabat Anggota Komisi V, Yang saya hormati Pak Menteri dan seluruh jajaran.

Pertama, tentu kami mengapresiasi dari laporan pemaparan dari Pak Menteri terkait dengan Anggaran untuk Tahun 2021. Untuk itu, saya tidak terlalu panjang karena saya dibatasi hanya 3 menit, jadi saya hanya yang penting-penting saja.

Yang pertama adalah terkait dengan apa yang menjadi kesepakatan kita kemarin, terkait dengan aspirasi teman-teman tentu diperhatikan terhadap kesepakatan kemarin yang sudah teralokasikan di daerah.

Yang kedua, saya berbicara tentang Sulawesi Selatan. Karena di target prioritas kemarin juga Sulawesi Selatan di bidang sumber daya air dan … untuk Tahun 2021 pun tidak tercantum satupun dari Sulawesi Selatan. Nah sementara tentu kami juga menghimbau bahwa Sulawesi Selatan bagian daripada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan juga banyak memerlukan

(15)

penanganan-penangan itu di Sulawesi Selatan. Seperti yang terjadi baru-baru Banjir Bandang di Jeneponto dan Bantaeng juga karena bendungan yang rusak, begitu juga yang terjadi di Hulu Raya.

Lalu kemudian pembangunan jalan juga banyak sekali yang rusak bahkan ada fasilitas kemarin bahwa jalur Bone Maros itu ada kurang lebih 53 kilometer yang belum pernah dikerjain sekalipun oleh PUPR selama menjadi jalan nasional. Ini sudah memasuki tahun keenam. Ini pas daerah saya, tempat kelahiran saya. Itu tidak bisa memakai mobil yang pendek, paling tidak hanya Fortuner dan sejenisnya. Sehingga kami kalau pulang ke daerah tentu tidak bisa melewati karena jalannya cukup rusak.

Lalu kemudian jalan nasional dari waduk ke Bone ini juga rusak berat bahkan ada di aliran sungai itu tidak bisa dijalani, setiap hujan lebat pasti kendaraan umum tidak bisa lewat, sehingga ini memerlukan penanganan khusus oleh Kementerian PUPR.

Dan yang terakhir, tentu kita juga melihat bahwa beberapa jembatan di Sulawesi terutama di daerah baru dan maros ini sudah cukup memperihatinkan. Bahkan di awal tahun ini terjadi amblas 1 jembatan di jalur yang sama dan itu juga membawa korban. Sehingga kita ingin bahwa semua pembangunan yang dilakukan adalah dalam rangka membawa pemanfaatan dan tentu juga orangnya bagaimana, aktivitas ekonomi bisa lebih baik.

Barangkali itu saja yang saya sampaikan. Terima kasih atas kesempatan ini. Lebih kurangnya, mohon dimaafkan.

Wallahumma Fiq Illa Aquamitoriq,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Terima kasih Pak Aras singkat, padat, jelas.

Berikutnya Pak Dewo, bersiap-siap Pak Jhonny Allen. F-P.GERINDRA (SUDEWO, S.T., M.T.):

Terima kasih Pimpinan.

Yang saya hormati Pimpinan, Bapak Ibu sekalian Anggota Komisi V, Pak Menteri dengan seluruh jajarannya.

Karena dibatasi waktu oleh Pimpinan, saya poin-poinnya saja. Kalau pun meleset, mudah-mudahan tidak terlalu lama.

Pertama, soal connectivity. Saya ingin menyampaikan kepada Pak Menteri, Pak Alhamdulillah Jalan Tol Jakarta Semarang bahkan sampai Surabaya sudah beroperasional. Ini diimpikan oleh masyarakat khususnya Pulau Jawa dan dipenuhi oleh Pemerintah, tetapi yang saya ingin

(16)

memberikan masukan kepada Pak Menteri bahwa hadirnya jalan tol tersebut ternyata belum bisa membuka daerah-daerah menjadi terbuka akselerasi perekonomiannya menjadi sebuah kenyataan.

Contoh Pak, Jalan Tol Jakarta Semarang. Itu pintu tolnya hanya mengarah kepada pantura saja. Pintu Tol yang kearah selatan Kabupaten Banjar Negara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Wonosobo. Ini kalau mau memanfaatkan jalan tol harus muter-muter ke kota-kota dan jalan pantura terlebih dahulu baru masuk jalan tol.

Tolong ini dipikirkan connectivity antara jalan tol dengan daerah-daerah tersebut sehingga hadirnya jalan tol benar-benar memberikan akselerasi perkembangan perekonomian daerah-daerah ini, daerah ini menjadi daerah yang terbuka.

Yang kedua, di daerah pemilihan saya dan itu tanah saya, tanah kelahiran saya, Kabupaten Maros. Kalau musim hujan itu banjir, dimana-mana terjadi banjir. Kalau di musim kemarau terjadi kekeringan, itu hampir separuh wilayah kabupaten maros. Kekeringan, Alhamdulillah dengan saya menjadi Anggota DPR RI di Komisi V berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dalam hal ini Balai Pemadujuana mendapatkan 1 titik yang potensi untuk dibangun bendungan waduk yang bisa mengatasi kekeringan. Kemungkinan tidak hanya 5 kecamatan tetapi 7 kecamatan, ini sudah hampir separuh wilayah, seperempat dari wilayah kabupaten maros yaitu Waduk Champion.

Mohon dukungannya Kementerian PUPR dalam hal ini Ditjen Sumber Daya Air supaya Bendungan Cabaian dalam hal mengatasi kekeringan sekiranya merupakan padi bagi Sulawesi Selatan ini bisa teratasi. Kemudian ketika musim kemarau ini terjadi banjir, jadi banjir ini disebabkan oleh karena anak dan cucu sungai, Sungai Juwana ini mengalami pendangkalan. Ini akibat dari Sungai Juwana yang penanganan pendangkalan Sungai Juwana mengalami keterlambatan, sehingga berakibat pada pendangkalan anak sungai dan cucu sungai.

Alhamdulillah Sungai Juwana sudah dilakukan normalisasi. Untuk Sungai Juwana tidak jadi masalah, tapi dampak dari penanganan yang terlambat terhadap Sungai Juwana, anak dan cucu sungai yang menjadi pendangkalan ini belum tertangani sama sekali dan inilah yang menjadi penyebab banjir setiap musim hujan. Mohon perhatian dari Kementerian PUPR supaya mendapatkan dukungan dalam program-program penanganan penyumbatan anak dan cucu sungai Juwana.

Kemudian yang ketiga. Fly Over Bandara Ahmad Yani menurut hemat kami belum mendesak untuk dilakukan. Ini mohon maaf, karena kami berkali-kali ke Bandara Ahmad Yani, tidak ada titik yang krusial menuju ke Bandara Ahmad Yani. Menurut hemat kami di Jawa Tengah yang mendesak untuk Fly Over itu adalah Palang Sepur Joglo Solo. Bapak mungkin tahu itu terminal solo ke arah utara itu selalu terjadi kemacetan di bundaran itu sampai

(17)

berkilo-kilo meter, berjam-jam. Ini masukan kepada Pak Menteri barangkali bisa di-redesign anggaran untuk 2021.

Kemudian saya ingin memberikan masukan bahwa infrastruktur di perdesaan antar perdesaan ini masih sangat membutuhkan. Ini relevan dengan visi misi Pemerintah Pusat dalam hal memprioritaskan ketersediaan infrastruktur. Supaya sinkron antara kondisi daerah dengan pusat, mohon program rasio ditambah. Kemudian rumah susun kami lihat disini tertulis di Jawa Tengah tidak ada, mohon ditambahkan Jawa Tengah juga banyak membutuhkan.

Kemudian lagi rumah swadaya. Ini Alhamdulillah dengan program Pak Menteri Rumah Swadaya itu masyarakat kecil merasakan betul hadirnya Pemerintah. Dia berpuluh-puluh tahun pak sejak kecil menempati rumah reot, kemudian ada program dari Kementerian PUPR merasakan menikmati rumah layak huni dan baguslah, rumah layak huni. Tapi itu sangat membantu, itu merupakan suatu pertolongan yang sangat luar biasa dalam akses hidup dasar yang dibutuhkan oleh mereka.

Nah ini yang kami inginkan supaya rumah swadaya yang dialokasikan oleh Pak Menteri 111.200 unit ini justru menurun dari Tahun 2020 pak. Kalau bisa ditambah bagaimana disisir dari alokasi anggaran yang lain. Sekali lagi supaya ada tambahan yang signifikan dan ini sangat membantu bagi mereka di bawah garis kemiskinan.

Saya kira itu Pimpinan. Saya poin-poinnya saja, mungkin plesetnya ya sedikit.

Terima kasih. Mohon maaf.

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Terima kasih Mas Dewo.

Keplesetnya 100%, tapi ora opo-opo nanti kita perpanjang dengan Itjen-Itjen nanti pada pertemuan berikutnya. Ini sebagai pengantar dulu.

Pak Jhonny silakan, terus siap-siap Pak Irwan. F-PD (DRH. JHONI ALLEN MARBUN, MM):

Saya kira Pimpinan, kita prinsip-prinsip dasar sebagaimana Bapak sampaikan tadi, yang pertama nanti tidak usah …, apalagi saya dapat informasi ada beberapa pergantian Wamen atau Dirjen ke bawah. Supaya nanti mekanisme sebelumnya supaya tetap menjadi pedoman kita. Sehingga nanti barangkali itu yang harus, dan Pak Menteri tetap memegang itu.

(18)

Yang kedua, hal-hal yang bapak katakan adalah fokus 2020 yang belum terlaksana akibat daripada Anggaran 2020 menjadi otomatis masuk 2021. Saya kira ini penting khususnya menjadi aspirasi DPR maupun...

Yang ketiga adalah, Pak Menteri sebetulnya yang ketiga ini tidak perlu sebetulnya Pak Menteri saya ngomongin ini, sangat teknis tetapi karena ini dari 2019 dan Pak Menteri sudah, Jembatan Sukaratu. Jadi ini secara teknis, ini tidak perlu sebetulnya saya angkat tetapi ini saya katakan lagi Pak Menteri waktu dulu kenapa saya kunjungan masyarakat disana 2019, yang 2020 oke, 2021.

Sukaratu itu Pak Menteri sudah saya minta khusus itu, sampai hari ini juga belum, tidak tahu alasannya apa ini. Tetapi mudah-mudahan Pak Dirjen Cipta Karya, mohon maaf tadi pagi saya masuk kesini tadi, 2019 kok belum, dari 2019. Mudah-mudahan 2020 ini dapat 2021. Kayak begitu loh, masa, ini saja soal teknis. Tadi soal-soal yang prinsip kembali kepada dasar-dasar kita membahas Anggaran PU ini sebagaimana yang diinikan oleh Pak Menteri sebelumnya. Demikian.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Baik.

Silakan, selanjutnya Pak Irwan. F-PD (H. IRWAN, S.IP., M.P.):

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Yang Saya hormati Wakil Ketua DPR RI, Pak Rahmat Gobel,

Ketua Komisi V yang saya hormati Wakil Ketua, serta Rekan-rekan Anggota Komisi V yang saya banggakan,

Yang saya hormati Bapak Menteri PUPR, Sekjen, Pak Wamen, Pak Dirjen,

Serta jajaran Kementerian PUPR yang hadir pada rapat saat ini.

Luar biasa kita bisa lanjut rapat pagi hari ini dengan tema rencana pembangunan di 2021 dengan prioritas pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Kembali kita catat bahwa pemulihan ekonomi dan reformasi sosial ini perlu ada tim dan responsif terhadap perkembangan Covid 19 ke depan.

Langsung saja, mungkin saya dalam kesempatan rapat yang mulia ini ingin mendorong Kementerian PUPR agar optimalisasi metode padat karya itu betul-betul menjadi program unggulan PUPR di 2021. Karena sudah terbukti program padat karya ini di tengah pandemik Covid 19 khususnya di dapil saya sendiri program irigasi, PSBS mampu penggerakan perekonomian sampai ke desa.

(19)

Dan itu di samping membantu dari sisi pertanian tetapi mereka juga dapat upah, dapat penghasilan dari swadaya yang dilakukan oleh mereka. Ini sangat-sangat bagus dan kita dorong semua kementerian harusnya mengikuti program padat karya Kementerian PUPR.

Kemudian yang paling penting adalah melanjutkan program yang tertunda, ditunda atau yang tadinya sebenarnya menjadi multi years. Tentunya di beberapa, di dapil saya ada beberapa program yang sangat-sangat dibutuhkan kemudian menjadi multi years. Itu mudah-mudahan itu dipantau terus jangan sampai mangkrak, apalagi menjadi terlantar. Sayang nanti anggaran yang sudah dilakukan, dan anggaran perencanaan maupun fisik yang sudah dilaksanakan.

Kemudian terkait sumber daya air. Saya mungkin hanya sekilas agar menjadi perhatian karena BPS sudah membuat master plan pengendalian banjir di Samarinda tetapi saya lihat di prioritas 2021 lanjutannya tidak ada untuk alokasi pengendalian banjir Samarinda. Padahal ini betul-betul bukan tahunan tetapi setiap hujan datang, masyarakat Samarinda selalu menderita karena banjir. Saya minta agar bisa masuk dalam Prioritas 2021.

Kemudian agar ada lagi dijelaskan terkait kelangsungan Bendungan Alam Bakar dan Bendung Semoisepaku, mudah-mudahan … di tahun-tahun berikutnya.

Kemudian untuk Bina Marga, terima kasih terus membangun perbatasan kita, perbatasan Indonesia, perbatasan Kaltim dengan negara lain, dan sudah berjalan di Tahun 2020. Dan kemudian terus dilanjutkan sampai dengan terhubung dengan Kalimantan Utara, Kalteng dan Kalbar.

Kemudian, ini yang paling penting. Bahwa kita ingin di Kaltim itu benar-benar ada pembangunan jalan baru pak. Kita dengan luas wilayah 129.000 kilometer persegi, panjang jalan nasional di Kaltim itu hanya 1.700 kilometer, bandingkan saja misalnya dengan Sulsel yang cuman 40.000 luas wilayahnya, jalannya juga 1.700 kilometer.

Sehingga ini sangat penting untuk membuka pembangunan pengembangan wilayah baru yang menghubungkan Kalsel, Kalteng, dan Kalimantan Utara dan itupun dengan presentasi jalan dan jembatan nasional. Ada beberapa segmen yang belum tuntas walaupun sebenarnya di 2020 sudah dianggarkan tetapi menjadi multi years, ini betul-betul menjadi perhatian karena poros jalan nasional di Kaltim itu hanya tunggal. Jadi kalau terputus satu pasti sangat terganggu, tidak ada opsi jalan memutar dan lainnya.

Kemudian terkait dengan Jalan Bebas Hambatan. Mungkin nanti bisa dijelaskan perkembangan Tol Samboja ke IKN serta perkembangan rencana pembangunan Jalan Tol Samarinda ke Bontang. Dulu waktu di Balikpapan, Pak Menteri sempat menjelaskan waktu kunjungan Komisi V.

(20)

Kemudian untuk Cipta Karya, seperti biasanya kami mohon persetujuan pembangunan PAM. Pak Danis luar biasa, kemudian rehab sekolah, kami sangat luas yang dibiayai disana dan banyak sekolah-sekolah yang di pedalaman yang butuh perhatian bapak-bapak di PUPR. Saya ucapkan terima kasih, saya doakan mudah-mudahan amal ibadah Bapak Menteri dan jajaran diterima oleh Allah SWT.

Kemudian untuk perumahan,

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Sudah 6 menit, dipersingkat. F-PD (H. IRWAN, S.IP., M.P.):

Ya singkat, ini penutup Pak Ketua.

Ini rumah susun kemarin 2020 dibatalkan Pak Menteri, kemudian 2021 tidak muncul. Kita sangat butuh rumah susun juga disana, untuk kampus, pesantren dan lain-lainnya. Tolong ini nanti diskusikan pada rapat berikutnya.

Kemudian ada tuntutan yang dari masyarakat Kaltim dari Forum Rakyat Kaltim Bersatu terkait Penetapan Biaya Tarif Tol. Saya izin nanti menyampaikan Pimpinan karena ini amanat dari mereka. Mungkin mereka mempertanyakan dan mengharapkan ada peninjauan kembali. Karena sejak diberlakukan harga itu memang kondisinya jalan tol itu sepi, kembali ke jalan nasional antara Samarinda dan Balikpapan.

Kemudian pesan terakhir, kebetulan saya aktif di lingkungan. Saya mengingatkan agar Pemerintah berhati-hati dalam Program Nasional Food Estate di Kalimatan Tengah. Bahwa Gambut itu adalah tentu punya potensi untuk dibangun persawahan tetapi potensi kerusakan lingkungannya sangat besar, sangat rawan dan terutama juga kerusakan di university. Kemudian potensi untuk memicu kebakaran hutan dan lahan yang ada di Kalteng. Jangan sampai kita mengulangi kesalahan di masa lalu, di masa orde baru Program 1 Juta Hektar. Saya hanya mengingatkan kebetulan background saya juga lingkungan.

Mungkin itu Pimpinan. Terima kasih banyak atas kelebihan waktunya. Lebih kurangnya, saya mohon maaf.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Pak Menteri.

Mohon izin pak mau menyerahkan berkas. Baik. Selanjutnya Pak Ishak Meki, bersiap-siap Pak Herson.

(21)

F-PD (Ir. H. ISHAK MEKKI, M.M.):

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Yang saya hormati Wakil Ketua DPR RI Pak Rahmat Gobel dan juga Ketua Komisi V serta Wakil-Wakil,

Yang saya hormati Pak Menteri beserta jajaran serta, Anggota Komisi V yang saya banggakan.

Pertama, saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan ini dan ada beberapa hal yang ingin saya pertanyakan kepada Pak Menteri mengenai … terutama masalah irigasi … di Sulawesi Selatan. Apakah ini sudah menjadi prioritas untuk diselesaikan karena sudah beberapa tahun.

Kedua, penyelesaian pembangunan Lantay Banyur. Inikan kita bahas...(rekaman tidak terdengar) sampai sekarang juga belum selesai, kurang 220 kilometer. Nah harapan kita itu ditunggu oleh masyarakat kapan mau selesainya, harapan kita supaya bisa diselesaikan di 2021 ini.

Ketiga, dampak dari Covid ini tentunya sangat luas khususnya kepada masyarakat petani kita dan petani karet. Masalah petani karet ini harganya sudah anjlok dan harga sangat murah di tingkat petani. Nah 2020 ada anggaran untuk membeli karet rakyat untuk pencampuran aspal. Nah harapan kita kan Sumatera Selatan ini penghasil karet terbesar Indonesia, hampir 23.

Nah harapan kita untuk pembelian karet saja ini pencampur aspal ini untuk diperbesar anggarannya, karena ini sangat membantu masyarakat. Kalau seperti tahun 2020, apakah itu dilaksanakan atau tidak, anggaran itu sangat sedikit sekali karena tidak sebanding dengan luas karet yang ada di Sumatera Selatan. Harapan kita, itu untuk dapat ditingkatkan anggarannya agar betul-betul nanti para petani karet, baik di Sumatera Selatan maupun di tempat-tempat lain juga bisa diakomodir dapat dibeli untuk mensejahterakan para petani karet.

Keempat, harapan kita semua tentunya Anggota Komisi V masalah aspirasi. Kita sudah beberapa bulan ini turun ke lapangan, turun ke Dapil dan sudah banyak bendel-bendel yang kita serahkan kepada Pak Menteri, ini belum tercermin di Anggaran 2021. Tentunya Para Anggota Komisi V terkhusus sekali dari Sumatera Selatan agar kiranya nanti aspirasi yang kami serahkan itu dapat diakomodir untuk direalisasikan. Karena ini betul-betul kita sudah berjanji dengan masyarakat untuk kita perjuangkan.

Ini saja mungkin Pak Ketua. Lebih kurang, saya mohon maaf. Wabillahi Taufiq Wal Hidayah,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

(22)

Terima kasih Pak Ishak Mekki. Teman-teman sekalian.

Tanpa mengurangi rasa hormat, karena penanya ini banyak sekali daftar di tempat saya dan berharap semua bisa disampaikan. Di depan Pak Menteri ada beberapa yang WA saya, saya berharap yang terhormat-terhormat itu langsung saja. Lebih bagus yang terhormat-terhormat langsung sebutkan usulnya apa, kita semua sudah yang terhormat. Ya pak ya untuk mempersingkat waktu.

Silakan Pak Herson, selanjutnya Pak Ansar Ahmad. F-PDIP (H. HERSON MAYULU, S.I.P.):

Baik terima kasih.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Shalom,

Selamat pagi.

Yang saya hormati Wakil Ketua DPR RI Pak Rahmat Gobel, Pimpinan Komisi,

Teman-teman, Pak Menteri,

Pak Wamen, Pak Dirjen, Para Pejabat Eselon I, II di Kementerian. Saya langsung ke yang ingin saya sampaikan.

Yang pertama, terima kasih Pak Menteri, Kepala-Kepala Balai sudah diganti. Mudah-mudahan ke depan kinerja PUPR di Provinsi akan lebih baik lagi karena akan lebih mudah berkoordinasi dengan kami.

Yang kedua, hemat kami dalam mempercepat pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan berupa bantuan berbasis masyarakat ini harus ditambah. Kalau boleh pembangunan gedung baru itu dihilangkan dulu, bangun Gedung KONI, ngapain? Kan masih bisa pakai gedung lain, gedung lama. Gunakan dananya untuk betul-betul kita melakukan pemulihan ekonomi terutama untuk kegiatan yang berbasis masyarakat.

Yang ketiga Pak Menteri, target 2021. Saya sekilas membaca di Sulut itu pak Menteri, Pak Menteri tahu sendiri di daerah kepulauan, hampir seluruh wilayahnya ada di pesisir pantai. Di kabupaten saya, kurang lebih 300 kilometer adalah pesisir pantai, 90% desanya berada di pesisir pantai. Dalam rencana ini, target ini, saya hanya membaca pemanfaatan pantai itu hanya dialokasikan 10 kilometer. Nah ini mungkin bisa dipikirkan lagi untuk ditambah.

Kemudian di Sulut ada suatu danau yang merupakan, sudah masuk di dalam Rencana Strategis Nasional untuk direvitalisasi yaitu Danau Tondano. Dari tahun ke tahun dana yang diberikan sangat kecil, tahun lalu mungkin

(23)

hanya ada sekitar Rp.10 Miliar. Kalau mau danau ini bagus, coba dikasihlah 50 milyar sampai dengan Rp.100 Miliar agar betul-betul daerah ini akan terpelihara dibandingkan dengan danau-danau lain yang memang sudah terancam tidak ada lagi. Saya tidak mau sebut dimana itu, nanti Pak Wakil DPR marah saya.

Kemudian Pak Menteri, jalan nasional. Itu kabupaten saya masih puluhan kilometer jalan nasional yang harus ditingkatkan. Contohnya, ada 3 jalur. Jalur Mamalia ini menuju ke Provinsi Gorontalo masih sempit, masih 5 meter lebarnya. Kemudian jalur mau digabung Mamalia, jalur dari Ibukota ke Mamalia tadi. Kemudian jalur masuk yaitu Gowa Duwa mulai bandung. Ini juga yang harus menjadi prioritas di 2021 nanti dan ini sudah dibicarakan di tingkat regional, sudah ada verifikasi, mohon ini jangan dihapus lagi.

Yang keempat, kita harus mencermati kegiatan-kegiatan 2020 yang direalokasi dan ada juga yang direlaksasi. Nah ini harus ditengarai di 2021. Saya belum melihat itu lebih rinci di pembahasan-pembahasan kemudian. Contohnya misalnya pembangunan bendungan kuwir, pembangunan bendungan nola, ini sudah berapa tahun tidak pernah selesai. Padahal bendungan kuwir ini yang akan menentukan Kota Manado itu tenggelam atau tidak. Saya mohon ini diperhatikan untuk Tahun 2021 nanti.

Ini mungkin yang dapat saya sampaikan. Terima kasih Pak Menteri, Pimpinan.

Wallahumma Fiq Illa Aquamitoriq,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Terima kasih Pak Herson.

Silakan Pak Ansar, Pak Ansar Ahmad silakan. F-PG (H. ANSAR AHMAD, S.E., M.M.):

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Selamat siang; dan

Salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat-terhormat Pak Ketua saya ganti dengan 1 bait pantun saja.

Tinggi sungguh si Pohon Katas, Ditanam Orang di Pulau Penyengat, Walaupun suasana Covid 19,

Pak Menteri PU dan jajarannya tetap semangat. Terima kasih Pimpinan.

(24)

Saya hanya akan menyampaikan beberapa hal yang sifatnya umum saja.

Pertama, 2 target dan sasaran kita sudah jelas dalam program ke depan yaitu percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Kalau kita bicara percepatan pemulihan ekonomi tentu relevansinya dengan salah satunya dengan peningkatan daya beli masyarakat. Kalau kita bicara usaha meningkatkan daya beli masyarakat, tentu program yang harus diperbanyak di Kementerian PU adalah program-program langsung ke masyarakat dalam bentuk program-program bantuan padat karya tunai.

Maka kami sarankan Pak Menteri agar karena anggaran di Kementerian PU ini sangat besar, sebaiknya program-program langsung yang selama ini diberikan seperti BSBS, P3TGAI, KOTAKU, PISEW, Rusunawa sebaiknya itu yang diperbesar pak. Agar supaya masyarakat bisa langsung menikmati itu dan bermanfaat sekali untuk di kehidupan mereka kedepan. Khusus P3TGAI Pak Menteri kalau boleh, kami sarankan pak tidak semua provinsi punya sawah pak.

Kepri itu sawahnya hanya 2 kabupaten. Jadi anggaran P3TGAI yang dialokasikan ke Kepri itu hanya 10% dapat kami manfaatkan pak. Kalau boleh pak, Keputusan Menterinya diubah pak, diperluas untuk kelompok-kelompok Tani Holtikultura, karena kita ada kelompok tani ekspor ke Singapura, petani-petani kampung betul pak. Ada kelompok-kelompok tani yang jadi bamper zone-nya pak, banyak sekali. Kalau boleh itu Pak Menteri supaya kami juga bisa menikmati Program P3TGAI secara maksimal.

Yang kedua Pak Menteri, karena di paparan Pak Menteri tidak ada paparan terkait kegiatan-kegiatan proyek KPBU yang sedang berjalan dan akan berjalan, saya ingin mempertanyakan perkembangan Jembatan Batam Bitan pak yang kemarin saya dengar skemanya KPBU. Karena ini sudah 15 tahun pak. Kemarin secara vulgar pada saat kampanye Pak Jokowi sampaikan, hari ini masyarakat semua menuntut sama saya, sama Gubernur, sama Bupati disana. Kalau boleh pak ini supaya jadi prioritas pak karena skemanya KPBU, mudah-mudahan tidak terlalu mengganggu APBN dan kalau boleh 2021 sudah bisa dimulai supaya ada juga muka kita di kampung.

Kemudian yang ketiga pak, tadi banyak teman-teman bilang sampai yang dari Sulawesi Selatan teman saya Pak Aras sampai saat ini Sulsel masih Republik Indonesia. Kalau boleh pak nanti usulan-usulan kami itu tolong-tolong sangat dipertimbangkan.

Nanti di dalam pembahasan bersama Eselon I Bapak, kita akan bahaslah secara seksama. Agar supaya kami yang sudah menandatangani janji pada saat pelantikan akan memperjuangkan program-program di daerah di dapil kami masing-masing. Beberapa bisalah kami jadikan sebagai instrumen kami supaya eksistensi kami di tengah-tengah masyarakat itu tetap diperhitungkan.

(25)

Pak Menteri.

Mudah-mudahan itu menjadi perhatian bapak.

Kemudian khusus untuk PLBN pak, mungkin karena covid kemarin saya dengar PLBN yang di Natuna itu tertunda tetapi tolong Pak PLBN ini mesti menjadi prioritas-prioritas kita. Batas-batas wilayah terluar kita sekarang sudah mulai diganggu-ganggu sama orang pak. Natuna itu sudah mulai diganggu lagi sama China lagi pak. Kita mesti membangun sense of responsibility mereka, rasa memiliki mereka karena ternyata tidak hanya TNI pak, Nelayan yang banyak menginfokan kalau ada ganggung-gangguan dari luar. Jadi untuk PLBN tolong pak.

Saya hanya titip 1 16 pak. 16 itu kalau orang bicara jalan nasional sepanjang ini 100 kilometer, hanya 30 kilometer pak, baru 26 kilometer. Saya lihat tidak ada disini, tinggal 4 kilometer lagi pak. Daerah itu sama Natuna juga memberikan kontribusi besar karena penghasil minyak dan gas yang selama ini sudah memberikan hasil kepada negara yang cukup besar.

Saya kira hanya itu Pak Menteri. Terima kasih sementara waktu. Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Terima kasih Pak Ansar. Sekarang Syahrul, silakan.

Bersiap-siap Pak Anang Susanto.

F-PKS (H. SYAHRUL AIDI MAAZAT, L.C., M.A.):

Baik.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Penghormatan kekompakan kepada Pembicara sebelumnya. Ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan Pak Menteri.

Pertama, terima kasih kepada Pak Menteri yang telah melantik dan membentuk Balai Jalan di Riau katanya informasinya seperti itu. Ini sesuai dengan janji Pak Menteri kemarin, mudah-mudahan keberadaan Balai Jalan di Riau ini jalan-jalan nasional dapat tertangani dengan baik dan jalan nasional bisa ditambah jalurnya. Karena banyak jalan-jalan provinsi yang dilalui oleh mobil-mobil industri dimana pajak-pajaknya itu disetorkan ke pusat dan daerah tidak kena pajak.

(26)

Kemudian terima kasih juga kepada Pak Menteri atas nama Masyarakat Riau menyampaikan program-program PKT yang menjadi program kita di Tahun 2020 sangat dirasakan manfaatnya baik sebagai penerima ataupun pekerja. Mudah-mudahan ini bisa dilanjutkan dan ditingkatkan sebagaimana disampaikan oleh teman-teman tadi.

Kemudian jalan Pekanbaru Bangkinang, ini ketika Pak Menteri datang ke Riau, pernah kita rencanakan untuk sampai berkunjung kesana, dan Komisi V sempat berkunjung disana. Alhamdulillah saya dapat informasinya itu akan dibangun pada tahun ini sebanyak 10 kilometer dan mudah-mudahan ini tadi saya lihat di kertas kita, kertas kita ini itu tidak ada di 2021. Mohon dilanjutkan sampai ke Bangkinang meskipun jalan tol kita Alhamdulillah sudah hampir lega tetapi kan exit tolnya jauh, jadi tidak bisa mengandalkan jalan tol saja. Jalan nasional kita tetap perlu perbaikan.

Kemudian titipan dari Walikota Pekanbaru. Pekanbaru itu menjadi daerah yang sangat, tumbuhnya sangat pesat sehingga tidak tertampung lagi di Kota Pekanbaru. Di Kota Pekanbaru itu ada program namanya Pekan Sekawan dimana memanfaatkan daerah sekitar Pekanbaru, ini mohon menjadi perhatian kita untuk menjadikan Pekanbaru menjadi Kota Metropolitan. Jadi jalan-jalan yang menjadi akses Pekan Sekawan ini mohon menjadi prioritas di Kementerian PU.

Kemudian untuk Sumber Daya Air. Pertama, ingin saya sampaikan bahwasanya kondisi sungai di BWS 3 itu ada Sungai Kampar, Sungai Kuansi, Sungai Indragiri itu sangat memperihatinkan tebing-tebing yang runtuh. Di Kampar, hanya yang dibutuhkan itu puluhan kilo sebetulnya tetapi tahun ini saja hanya dapat 1 titik, itupun dibatalkan. Nah saya sempat tanya kemarin kenapa dibatalkan. Kemudian ada beberapa titik yang mesti menjadi perhatian, karena ini mengancam jalan, mengancam rumah, rumah ibadah, kuburan, dan seterusnya.

Terus untuk Pengaman Pantai pak. Pengaman Pantai ada di Pulau Kampat potensi kita untuk sawah itu 3.000 hektar sampai 5.000 hektar. Masalahnya adalah bahwasanya ketika air pasang itu air laut itu masuk dan banyak yang gagal panen. Alhamdulillah, kemarin swasembada pangan di Kabupaten Pelalawan. Mohon kepada Pak Menteri untuk penahan tebing di Pantai.

Selanjutnya yang bapak sampaikan tadi mengenai Food Estate, barangkali kondisinya sama di Riau pak, di Kabupaten Pelalawan yang kalau musim panas itu terjadi kebakaran. Saya pernah terpikir kenapa ini tidak dimanfaatkan.

Mohon juga nanti bersama Dirjen atau yang Balai, kita meninjau potensinya. Karena kita tahu pasca Covid ini sangat-sangat terancam itu adalah ketahanan pangan kita. Mudah-mudahan dengan program ini saya sangat mendukung tadi yang dilakukan Food Estate di Kalimantan Tengah itu bisa ada di Riau nantinya.

(27)

Terakhir yaitu Karet pak. Apresiasi kepada Menteri PU yang telah memprogramkan 100 milyar untuk pembelian karet. Mudah-mudahan ini tidak hanya karena Covid saja, mudah-mudahan program ini berlanjut. Nah kita berharap ada semacam regulasi yang juga mengamanahkan atau menginstruksikan kepada Pemerintah Daerah.

Jadi PU di daerah, Dinas PU Provinsi dan Kabupaten juga mengikuti langkah yang dibuat oleh Kementerian PU untuk mencampur aspalnya dengan karet sehingga petani karet bisa sejahtera dengan pembangunan infrastruktur ini.

Terima kasih atas perhatiannya.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Baik terima kasih Pak Syahrul.

Silakan Pak Anang Susanto, bersiap-siap Pak Eddy Santana. F-PG (Ir. H. ANANG SUSANTO, M.Si.):

Terima kasih.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Pimpinan, Pak Menteri.

Bahwa kita sepakat pertama masuk itu disumpah sebagai Pejuang Aspirasi, itu yang menjadikan ekspektasi kita di masyarakat. Oleh karena itu, saya cuman mengusulkan agar apa yang sudah dicanangkan 2020 direkomendasikan untuk 2021 juga terealisasi plus yang 2021.

Terima kasih.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Baik Pak Anang.

Pak Eddy Santana tidak ada, sekarang Pak Suryadi Jaya Purnama. Ada?

Silakan Pak Suryadi.

F-PKS (H. SURYADI JAYA PURNAMA, S.T.):

(28)

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Walaupun terasa kurang sopan tanpa kehormatan, tapi untuk menghormati Pak Ketua langsung pada substansi.

Bapak ibu sekalian.

Ada 2 hal yang akan disampaikan Pak Menteri, Pak Wakil Menteri. Pertama, tentu apresiasi karena tidak saja substansi menurut saya cukup bagus ya apa yang disampaikan, juga kerja sama dari Pak Menteri dengan Komisi V. Hanya saja karena kadang-kadang berdasarkan informasi dari kawan-kawan yang lain tidak seluruh jajaran dari Pak Menteri yang komunikasinya cukup baik.

Saya berharap ini terjadi budaya organisasi karena kebetulan secara personal orangnya komunikatif, kita akhirnya bisa berkomunikasi dengan baik. Saya berharap ini terus kita bangun menjadi budaya organisasi. Sekali lagi, bukan karena daya personal sebagai Pak Menteri, saya yakin selain daya personal juga memang bagian dari budaya organisasi untuk selalu berkoordinasi dengan baik terutama dengan Komisi V.

Nah yang kedua, ini terkait dengan dapil Pak Menteri. Saya mengapresiasi beberapa program sudah dan sedang berjalan tetapi satu hal karena ini singkat. Mengingatkan saja bahwa pada tanggal 9 Februari 2016 Bapak Presiden Joko Widodo tidak saja sebagai Presiden tetapi juga dalam kapasitas sebagai Kepala Negara. Beliau sudah menjanjikan pembangunan jalan port to port dari pelabuhan Lebar ke pelabuhan Kayangan, kurang lebih 100 kilometer. Ini akan melintasi jalur dari Pelabuhan Lebar ke Kota Mataram dan Kota Mataram ke Pelabuhan Kayangan.

Saya berharap ini menjadi perhatian Bapak Menteri. Kalaupun tidak secara fisik 2021 setidaknya perencanaan sudah bisa dianggarkan. Mungkin di 2021 dan seterusnya dari Pemerintah Daerah yang akan bekerja sama, mendapatkan dana pengadaan lahan. Kami sudah berkomunikasi dengan Pak Gubernur dan beberapa Kepala Daerah, Bupati, Insya Allah ini akan siap dikoordinasikan secara teknis.

Saya kira itu 2 hal penting Pak Ketua terutama yang pertama tadi masalah kerja sama yang baik antara Komisi dengan Kementerian.

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

(29)

Saya luruskan, penghormatannya sudah saya wakilkan, kita bisa menghormati pak. Karena hanya new normal, nampaknya kita harus new normal juga ke yang satu.

Selanjutnya Pak Ruslan Daud, bersiap-siap Pak Rifqi. F-PKB (RUSLAN M. DAUD):

Terima kasih Pimpinan.

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Ya tentunya Pak Menteri, sesuai dengan arahan Pimpinan mungkin barangkali yang dipaparkan tadi yang sifatnya untuk Aceh secara umum ada yang masuk, ada tidak. Dan juga barangkali yang sudah masuk tadi adalah program-program yang kebetulan memang dilanjutkan seperti Waduk Keduk.

Nah Pak Menteri masih ingat mungkin barangkali dan juga ada Wakil Ketua disini di saat menghadiri Kenduri Kebangsaan Pak Menteri. Itu sudah janji Pak Presiden kebetulan saat itu sudah pada happy di Stadion Kabupaten Bireuen, Bapak Presiden memanggil Bapak Menteri untuk membuat suatu Stadion di Kabupaten Bireuen. Itu memang kebetulan arahan langsung Beliau di saat Beliau mendarat di Kabupaten Bireuen di saat acara Kenduri Kebangsaan yang dibuat oleh Tokoh Kami yaitu Bapak Surya Paloh pada saat itu.

Nah yang lain Bapak Menteri sesuai dengan kunjungan, yaitu Pimpinan Komisi V ke beberapa Kabupaten di Aceh dan juga kebetulan yang dipimpin oleh Ibu Cantik kami Ibu Nur. Ada kami singgah ke tempat satu pantai yang sangat luar biasa yang kebetulan abrasi pantai tersebut adalah berdekatan dengan kampung saya. Juga punya sejarah yang sangat dasar dan juga pernah dicatat disitu di pada tahun 1998 di saat kami terjadi konflik antara GAM dengan Pemerintah.

Nah mohon Bapak Menteri ditindaklanjuti itu adalah pengembangan Pantai, bapak tadi waktu disampaikan itu tidak tersebut yaitu pengembangan pantai di Kabupaten Bireuen. Kalau memang itu tidak dibuat itu alangkah baiknya Bapak Menteri apakah itu tempat bersejarah saya … di Komisi V.

Dan juga mengenai jalan yang sangat dahsyat perlu perhatian kita semua Bapak Menteri yaitu Pahlawan Nasional yaitu Cut Meutya. Yang tentu Bapak Wamen kita sudah berkunjung, sudah melihat secara langsung, belum ada Tokoh Nasional satupun pernah melihat ataupun berziarah ke Makam Pahlawan Nasional yang namanya Cut Meutya. Padahal hasil perjuangan Beliau-lah kita-kita ini dapat merasakan kenikmatan yang kita rasakan saat ini. Sehingga Bapak Wamen berkeinginan menginginkan walaupun memang tempat yang sangat jauh membutuhkan jalan yang cukup rawan, kita untuk mendapatkan Makam tersebut, tetapi Bapak Wamen sanggup naik truk dan juga jatuh berkali-kali sehingga Alhamdulillah dapat ke tempat yang dituju.

(30)

Maka pada kesempatan ini Bapak Menteri yang kami muliakan, mohon untuk dapat diprioritaskan untuk Tahun Anggaran 2021. Dan juga jembatan-jembatan yang sangat perlu seperti Jembatan Inang-Inang tentu bapak pasti sudah tahu. Bapak Wamen pun sudah mengunjungi dan juga Jembatan yang ada di Kabupaten Bireuen yaitu Jembatan Peudada. Kalau memang Jembatan Peudada itu ambruk itu tentunya adalah Aceh akan lumpuh, sebab tidak ada jalan alternatif lain yang mau kita gunakan untuk menyeberangi Sungai Peudada.

Kemudian 1 lagi Pak Menteri. Apa yang dipaparkan tadi semua secara keseluruhan ada yang sudah masuk, ada yang belum. Mohon Bapak Menteri dapat dikabulkan secara berkeadilan. Maka seperti irigasi, perumahan dan jembatan lain apalagi Irigasi Pantai Lhong ini yang sudah lama dibangun tetapi peralatannya sangat-sangat luar biasa kurang. Maka perlu perhatian secara khusus sehingga irigasi dapat disempurnakan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat secara keseluruhan.

Mungkin itu Bapak Menteri ataupun secara seluruh para jajaran, para dirjen yang telah mendengar dan mungkin dapat ditindaklanjuti secara menyeluruh.

Wallahumma Fiq Illa Aquamitoriq,

Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

KETUA RAPAT (LASARUS, S. SOS.,M.Si):

Terima kasih Pak Ruslan Daud. Silakan Pak Rifqi.

F-PDIP (H.M. RIFQINIZAMI KARSAYUDA, S.H.):

Terima kasih Kanda Ketua. Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Atas nama pribadi dan Poksi V Fraksi PDI Perjuangan, kami mengucapkan “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum Minal Aidzin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin 1441 H”.

Yang kedua, atas nama pribadi dan masyarakat Kalimantan Selatan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Menteri, Pak Wamen dan seluruh jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Karena dalam paparan tadi hampir semua Direktorat Kalimantan Selatan mendapatkan prioritas untuk membangun di SDA. Misalnya ada Bendungan Tapin yang segera kita resmikan selain Bendungan-bendungan lain dan yang lain-lain. Ada 1 Bendungan yang telah dirancang oleh Pangeran Muhammad Noor, Menteri Pekerjaan Umum Kabinet Dwikora.

Referensi

Dokumen terkait

Sebelum saya mengakhiri ucapan saya pada malam ini, sekali lagi saya menzahirkan rasa bangga dan berterima kasih atas segala kerjasama pihak media selama ini

Terima kasih Pak Ilham dari Poksi Golkar.. Selanjutnya dari Gerindra silakan Mas Dewo. Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh. Yang saya hormati Pimpinan, Pak Menteri

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa, setelah mendengar pertimbangan Dewan-dewan Perwakilan Rakyat Daerah otonom bawahan yang bersangkutan, dan setelah disetujui oleh

Keuangan penulis juga semakin menipis dengan adanya kuliah daring ini penulis terus-terusan membeli kuota yang biasanya satu kali dalam sebulan kini menjadi tiga kali

Pada metode box-cut contour mining ini (Gambar 1.5) lapisan tanah penutup yang sudah digali, ditimbun pada daerah yang sudah rata di sepanjang garis singkapan hingga membentuk

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b dan huruf c, maka perlu ditetapkan dengan Peraturan Bupati tentang Pedoman Umum

Pada penelitian ini hipotesis 1 dan 2 akan menggunakan model regresi linier sederhana untuk melakukan pengujian dengan memanfaatkan program SPSS 20.0, sedangkan

Sejak tahun berdirinya 1998 Program Studi Muamalat Konsentrasi Ekonomi dan Perbankan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (EPI FAI UMY) berkembang menyesuaikan